Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah swt yang telah memberi taufik dan
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun penuntun praktikum
PENJUMLAHAN VEKTOR GAYA, praktikum sederhana ini dibuat disebabkan
karena sebagian di sekolah belum membuat praktikum.
Salawat dan salam senantiasa disanjung sajikan kepangkuan alam Nabi besar
Muhammad saw. Yang dengan berkat kegigihan beliau menyelamatkan umat nya dari
jahiliah ke alam Islamiah, dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan.
Penuntun ini bertujuan untuk dapat membantu para guru-guru Fisika di
sekolah dan guru akan memberikan kepada siswa di sekolah tersebut dalam proses
pembelajaran.Penuntun ini diberikan kepada siswa disekolah, mahasiswa serta
terutama dalam mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. Kiranya penuntun ini
berguna pula bagi siswa/mahasiswa eksakta lainnya.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:
1. Bapak Jufprisal, S.Pd.I, M.Pd selaku dosen pengasuh mata kuliah Laboratorium
Fisika-II.
2. Teman-teman semua yang telah banyak membantu dalam membuat penuntun
praktikum ini sehingga dapat terselesaikan.
Akhirnya, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penuntun
praktikum ini, untuk itu penulis dengan segala kerendahan hati menerima kritikan dan
saran yang bersifat membangun, guna untuk menyempurnakan dimasa-masa yang
akan datang.
Banda Aceh, 24 Juni 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... 1


DAFTAR ISI .................................................................................................... 2
TATA TERTIB LABORATORIUM ............................................................... 3
PERFORMANCE PRAKTIKAN .................................................................... 4
PENJUMLAHAN VEKTOR GAYA ............................................................. 5
A. Standar Kompetensi ............................................................................. 5
B. Kompetensi Dasar ................................................................................ 5
C. Tujuan .................................................................................................. 5
D. Dasar Teori ........................................................................................... 5
E. Alat dan Bahan..................................................................................... . 12
F. Persiapan Percobaan............................................................................. 14
G. Langkah-langkah Praktikum ................................................................ 14
H. Data Pengamatan .................................................................................. 15
I. Analisis Data ........................................................................................ 16
J. Kesimpulan dan Saran.......................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 22


LAMPIRAN ..................................................................................................... 23

2
TATA TERTIB LABORATORIUM

Para praktikan wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

A. Didalam laboratorium yang dilarang yaitu:


1. Datang tepat waktunya, bila Anda datang terlambat 10 menit tanpa ada alasan
yang tepat, Anda tidak diizinkan mengikuti praktikum.
2. Selama di Laboratorium, perhatikanlah hal-hal sebagai berikut:
a. Dilarang menghidupkan HP.
b. Tidak diperkenankan memakai sandal.
c. Dilarang makan dan minum di dalam Laboratorium.
d. Dilarang memasukkan tas ke dalam ruang Lab, kecuali kalkulator, alat
tulis dan petunjuk penuntun praktikum, letakkan barang lainnya di luar
Lab (rak yang telah disediakan).
e. Kehilangan barang anda menjadi tanggung jawab anda sendiri.
3. Kerusakan dan kehilangan alat Lab menjadi tanggung jawab Anda sendiri dan
harus mengantikannya.
B. Kepada Praktikan diharapkan:
a. Berpakaian sopan dan rapi.
b. Memakai jas Lab.
C. Peringatan Lab:
1. Sebelum dikerjakan harus hati-hati dalam memegang benda jangan sampai
jatuh, maka dengarkanlah arahan dari Laboran/asisten Lab.
2. Bila anda tidak menyelesaikan praktikum dengan sebaik-baiknya atau tugas
dan laporan hasil Anda tidak lengkap, maka nilai anda di kurangi.
3. Bagi yang praktikum di luar jadwal yang telah di tetapkan, akan dikenakan
biaya Rp 10.000,- tiap percobaan.
Banda Aceh, 24 Juni 2019

Jufprisal, S.Pd.I, M.Pd

3
PERFORMANCE PRAKTIKAN

Peraturan untuk laki-laki dan perempuan yang praktikum yaitu:

1. Untuk laki-laki:
a. Tidak memakai sandal.
b. Tidak memakai baju oblong.
c. Tidak memakai kalung.

2. Untuk perempuan:
a. Tidak memakai sandal.
b. Tidak memakai baju ketat atau tipis dan celana jeans.
c. Tidak memakai rok yang tipis
d. Tidak membawa emas.

4
PENJUMLAHAN VEKTOR GAYA

A. Standar Kompetensi
Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya.

B. Kompetensi Dasar
3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor
4.2 Merencanakan dan melaksanakan percobaan vektor untuk menentukan
resultan vektor

C. Tujuan
1. Untuk mempelajari cara menentukan resultan dua vektor gaya.
2. Untuk mempelajari cara menentukan gaya berat yang bekerja pada sebuah
vektor.

D. Dasar Teori
Menurut Paul A. Tipler (1998) menyatakan bahwa, besaran vektor adalah

besaran fisika yang memiliki nilai dan arah. Dalam hal ini nilai dan arah menjadi
informasi yang saling melengkapi. Contoh besaran vektor adalah perpindahan,
kecepatan, gaya, momentum, dan lain lain. Sebuah vektor itu dapat kita gambarkan
dengan sebuah anak panah (→) yang terdiri atas pangkal, panjang dan arah anak
panah. Perhatikan gambar contoh vektor dibawah berikut ini:

5
Seperti anak panah pada gambar diatas, pangkal anak panah tersebut
menunjukkan sebuah titik tangkap (titik awal) dari sebuah vektor, panjang anak
panah tersebut mewakili besar atau suatu nilai vektor (semakin panjang anak panah
maka akan semakin besar pula nilai atau harga vektor, begitu juga sebaliknya),
sedangkan pada arah anak panah akan menunjukkan arah vektor.

Notasi atau simbol sebuah vektor dapat menggunakan satu atau dua huruf dengan
tanda panah di atasnya, misalnya A atau AB . Akan tetapi, dalam buku ini, vektor
digambarkan oleh sebuah huruf yang dicetak tebal dan miring, misalnya A atau B.
Gambar dibawah menunjukkan gambar beberapa vektor dengan notasinya. Titik A
disebut titik pangkal vektor dan titik B disebut ujung vektor.

6
Besar sebuah vektor dapat ditulis dengan beberapa cara, di antaranya dengan
memberi tanda mutlak (||) atau dicetak miring tanpa ditebalkan. Sebagai contoh, besar
vektor A ditulis |A|atau A dan besar vektor B ditulis |B|atau B. Arah sebuah vektor
dinyatakan oleh sudut tertentu terhadap arah acuan tertentu. Umumnya, sudut yang
menyatakan arah sebuah vektor dinyatakan terhadap sumbu-x positif. Gambar
dibawah memperlihatkan tiga buah vektor A, B, dan C dengan arah masing-masing
membentuk sudut 45°, 90°, dan 225° terhadap sumbu-x positif.

Menurut Marthen Kanginan (2010) menyatakan bahwa, operasi penjumlahan


vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen – komponennya itu ialah jumlah
dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya, sederhana nya berarti
mencari resultan dari 2 vektor. Untuk vektor-vektor segaris, misalnya vektor A dan B
dalam posisi segaris dengan arah yang sama seperti tampak pada gambar :

A B

R=A+B

Maka resultan nya dapat ditulis kan: R = A + B

Untuk menjumlahkan beberapa buah vektor gaya diperlukan beberapa metode.


Dimana metode tersebut terbagi menjadi 4 diantaranya :

7
a. Metode jajargenjang
Metode jajargenjang digunakan untuk vektor yang tidak segaris yang
mempunyai titik pangkal sama tetapi dengan arah yang berbeda, sehingga
membentuk sudut tertentu. Untuk vektor- vektor yang membentuk sudut, maka
jumlah vektor dapat dilukiskan dengan menggunakan metode ini.

Namun, apabila kita menemukan soal penjumlahan vektor seperti pada


gambar diatas , maka berikut ini adalah bentuk rumus dan penyelesaiannya yaitu:

Gambar diatas menunjukkan penjumlahan dua vektor A dan B. Dengan


menggunakan persamaan tertentu, dapat diketahui besar dan arah resultan kedua
vektor tersebut. Persamaan tersebut diperoleh dengan menerapkan aturan cosinus
pada segitiga OPR, sehingga dihasilkan :

(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2 (OP)(PR) cos (180o – α)


(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2 (OP)(PR) (-cos α)
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 + 2 (OP)(PR) cos α
Jika: OP = A, PR = OQ = B, dan Resultan ‘R’ = OR

8
Maka: didapat persamaan
R2 = A2 + B2 + 2AB cos α
Rumus menghitung resultan vektornya adalah:
R = √A2 + B2 + 2AB cos α

R adalah diagonal panjang jajargenjang, jika α lancip. Sementara itu α adalah


sudut terkecil yang dibentuk oleh A dan B.

b. Metode Segitiga
Metode segitiga merupakan cara lain untuk menjumlahkan dua vektor, selain

metode jajargenjang.

R B

A
Dua buah vektor A dan B yang pergerakannya ditunjukkan metode segitiga
diatas, akan mempunyai resultan yang persamaannya dituliskan :
R=A+B
Resultan dua vektor akan diperoleh dengan menempatkan pangkal vektor
yang kedua pada ujung vektor pertama. Resultan vektor tersebut diperoleh dengan
menghubungkan titik pangkal vektor pertama dengan ujung vektor kedua.
Penjumlahan vektor pada metode segitiga ini bersifat komutatif.

c. Metode Poligon
Jika terdapat tiga buah vektor, A, B, dan C, yang besar dan arahnyaberbeda
seperti diperlihatkan pada Gambar a, resultannya dapat diperoleh dengan cara
menggunakan metode poligon, yakni sebagai berikut.

9
 Hubungkan titik tangkap vektor B pada ujung vektor A dan titik pangkal
vektor C pada ujung vektor B.
 Buat vektor resultan, R, dengan titik tangkap sama dengan titik pangkal
vektor A dan ujung panahnya tepat di titik ujung vektor C. Hasilnya
seperti diperlihatkan pada Gambar b.

Secara matematis, vektor resultan pada gambar diatas ditulis sebagai berikut.
R=A+B+C

d. Metode Analytic
Untuk keperluan perhitungan tertentu, kadang-kadang sebuah vektor yang
terletak dalam bidang koordinat sumbu x dan sumbu y harus diuraikan terlebih
dahulu menjadi komponen-komponen yang saling tegak lurus (sumbu x dan
sumbu y). Komponen ini merupakan nilai efektif dalam suatu arah yang
diberikan. Cara menguraikan vektor seperti ini disebut analisis. Misalnya vektor
A membentuk sudut α terhadap sumbu x positif, seperti terlihat pada gambar.

10
Maka komponen vektornya adalah:

Ax = A cos θ

Ay = A sin θ

Besar nilai vektor A dapat diketahui dari persamaan :

|A| = √Ax 2 + Ay 2

Sementara itu, arah vektor ditentukan dengan persamaan :

Ay
Tan θ =
Ax

Menurut Douglas C. Giancoli (2001) menyatakan bahwa, berat suatu benda


adalah gaya yang bekerja pada benda yang disebabkan oleh tarikan bumi. Benda
dipercepat ke bumi dengan percepatan 9,81 m/s2 . Pada tiap titik diruang, percepatan
ini sama untuk semua benda, tak bergantung pada massanya. Kita namakan nilai
percepatan ini g, dengan menggunakan a = g. Karena g adalah sama untuk semua
benda disuatu titik, kita dapat menyimpulkan bahwa berat benda sebanding dengan
massanya. Vektor g adalah gaya persatuan massa yang dilakukan bumi untuk setiap
benda dan dinamakan medan gravitasi bumi. Persamaan gaya berat dapat dituliskan

w=mxg

11
E. Alat dan Bahan

No Nama Alat Gambar Alat Fungsi


1. Kayu Kerangka bidang dan
pengganti satu set statif

2. Neraca Pegas atau Menggukur gaya


Dynamometer

3. Pengait atau Tempat gantungan


gantungan beban dan neraca pegas
(dynamometer)

4. Balok beban 50 gr Beban

12
5. Tali atau Benang Penghubung antara
neraca pegas dengan
beban

6. Busur derajat Mengukurss sudut

7. Gunting Alat Pemotong benang

13
F. Persiapan Percobaan

G. Langkah Percobaan

1. Dirangkai dynamometer seperti gambar dibawah ini.

2. Diikat beban dengan tali dan buatlah simpul untuk nantinya diikatkan pada
kedua dynamometer.

14
3. Digantungkan beban pada dynamometer seperti gambar dibawah ini. Periksa
berat beban dan catatlah pada tabel.

4. Digeser kayu agar masing-masing dynamometer membentuk sudut 200


terhadap garis tegak (garis vertikal). Ukur sudut a1 dan a2 dengan busur dan
catat pada tabel.
5. Dibaca gaya F1 dan F2 pada masing-masing dynamometer dan catat pada tabel.
6. Diulangi langkah 4 dan 5 untuk sudut-sudut yang sesuai dengan tabel.

H. Data Pengamatan

α1 α2 F1 F2 m g Berat Beban Resultan Gaya


(N) (N) (kg) (m/s2) (N) (N)

20° 20° 0,035 0,035 0,05 10 0,5 0,08


25° 25° 0,035 0,035 0,05 10 0,5 0,08
30° 30° 0,4 0,4 0,05 10 0,5 0,77
35° 35° 0,4 0,4 0,05 10 0,5 0,76

15
I. Analisis Data
1. Pada a₁ dan a₂ = 20º
Diketahui :
F₁ = 0,035 N

F₂ = 0,035 N
α = 20°
m = 50 gr → 0,05 kg

Ditanya :
W = ......?
R = ......?

Jawab :
Mencari berat beban (N)
W = m.g

= 0,05 kg × 10 m/s²
= 0,5 N

Mencari resultan gaya (N)

R = √F₁2 + F₂2 + 2F ₁ F ₂ cos α

= √(0,035 N)2 + (0,035 N)2 + 2(0,035 N)(0,035 N) cos 20

= √0,001225 N2 + 0,001225 N2 + 0,00245 N2 (0,93)

= √0,00245 N2 + 0,00245 N2 + 0,0022785 N2

=√0,0071785 N2

16
= 0,08 N

2. Pada a₁ dan a₂ = 25º


Diketahui :
F₁ = 0,035 N

F₂ = 0,035 N
α = 25°
m = 50 gr → 0,05 kg

Ditanya :
W = ......?
R = ......?

Jawab :
Mencari berat beban (N)
W = m.g

= 0,05 kg × 10 m/s²
= 0,5 N

Mencari resultan gaya (N)


R = √F₁2 + F₂2 + 2F ₁ F ₂ cos α

= √(0,035 N)2 + (0,035 N)2 + 2(0,035 N)(0,035 N) cos 25

= √0,001225 N2 + 0,001225 N2 + 0,00245 N2 (0,90)

= √0,00245 N2 + 0,00245 N2 + 0,002205 N2

=√0,007105 N2
= 0,08 N

17
3. Pada a₁ dan a₂ = 30º
Diketahui :
F₁ = 0,4 N

F₂ = 0,4 N
α = 30°
m = 50 gr → 0,05 kg

Ditanya :
W = ......?
R = ......?

Jawab :
Mencari berat beban (N)
W = m.g

= 0,05 kg × 10 m/s²
= 0,5 N

Mencari resultan gaya (N)


R = √F₁2 + F₂2 + 2F ₁ F ₂ cos α

= √(0,4 N)2 + (0,4 N)2 + 2(0,4N)(0,4 N) cos 30

= √0,16 N2 + 0,16 N2 + 0,32 N2 (0,86)

= √0,16 N2 + 0,16 N2 + 0,2752 N2

=√0,5952 N2
= 0,77 N

18
4. Pada a₁ dan a₂ = 35º
Diketahui :
F₁ = 0,4 N

F₂ = 0,4 N
α = 35°
m = 50 gr → 0,05 kg

Ditanya :
W = ......?
R = ......?

Jawab :
Mencari berat beban (N)
W = m.g

= 0,05 kg × 10 m/s²
= 0,5 N

Mencari resultan gaya (N)


R = √F₁2 + F₂2 + 2F ₁ F ₂ cos α

= √(0,4 N)2 + (0,4 N)2 + 2(0,4N)(0,4 N) cos 35

= √0,16 N2 + 0,16 N2 + 0,32 N2 (0,81)

= √0,16 N2 + 0,16 N2 + 0,2592 N2

=√0,5792 N2
= 0,76 N

19
J. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan
a. Pada pratikum penjumlahan vektor gaya kita dapat menentukan resultan
dua vektor, dimana pada percobaan yang telah dilakukan, untuk sudut 20°
kita dapatkan F1 nya sebesar 0,035 N dan F2 nya sebesar 0,035 N sehingga
didapatkan resultan gaya nya melalui persamaan yang ada sebesar 0,08 N.
Dan untuk sudut 25° didapatkan F1 nya sebesar 0,035 N dan F2 nya
sebesar 0,035 N sehingga resultan gaya nya sebesar 0,08 N. Untuk sudut
sudut 30° didapatkan F1 nya sebesar 0,4 N dan F2 nya sebesar 0,4 N
sehingga resultan gaya nya sebesar 0,77 N. Dan Untuk sudut 35°
didapatkan F1 nya sebesar 0,4 N dan F2 nya sebesar 0,4 N sehingga
resultan gaya nya sebesar 0,76 N.

b. Pada pratikum penjumlahan vektor gaya kita dapat menghitung gaya berat
yang bekerja pada sebuah vektor, dimana pada percobaan ini beban yang
digunakan untuk tiap sudut sama yaitu 50 gram atau 0,05 kg. Sehingga
gaya berat yang didapat untuk tiap-tiap sudut sama yaitu sebesar 0,5 N.

2. Saran
Dalam pembuatan alat maupun dalam pengambilan data masih jauh dari
kesempurnaan. Kelemahan alat yang saya buat ialah, dasar kayu nya tidak rata
sehingga batang kayu nya berdiri miring. Hal ini akan berdampak pada saat
pengambilan data dalam menentukan sudut, karna sudut berpengaruh terhadap
besarnya resultan gaya. Saran saya dalam proses pembuatan alat kita harus
lebih rapi dan lebih teliti dalam menentukan sudut.
DAFTAR PUSTAKA

20
Giancoli, C. Douglas. 2001. Fisika Dasar. Jakarta : Erlangga.
Kanginan, Marthen. 2010. Physics for Senior High School 1st Semester Grade X.
Jakarta : Erlangga.

Tipler, A. Paul. 1998. Fisika Untuk Sains Dan Teknik. Jakarta : Erlangga.

Lampiran

21
22
23

Anda mungkin juga menyukai