Anda di halaman 1dari 5

Nama : Enquity Rizki Ekayekti

Kelas : TBBD
NIM : 2201842320
Tugas Personal ke-1

(Minggu 2 / Sesi 3)

1. Jelaskan posisi testing dari model proses waterfall, prototype, spiral, extreme
programming dan scrum!

Posisi testing dari model proses waterfall terdapat pada tahapan construction
(code & test) dimana pada tahapan ini proses penerjemanahan bentuk desain menjadi
kode atau bentuk bahasa yag dapat dibaca oleh mesin. Setelah pengkodean selesai,
dilakukan pengujian terhadap sistem dan juga kode yang sudah dibuat. Bertujuan
untuk menemukan kesalahan yang mungkin terjadi untuk nantinya diperbaiki.
Sedangkan posisi testing dari model proses prototype adalah pada tahapan pengujian
sistem, setelah sistem sudah menjadi suatu software yang siap pakai maka software
harus di tes dahulu sebelum digunakan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisirkan
kesalahan software tersebut. Pengujian dilakukan dengan black box, white box, basis
path, dan lain – lain. Posisi testing dari model proses spiral ada pada tahapan
construction and relase, dimana aktivitas yang dibutuhkan untuk develop software,
testing, instalasi, dan penyediaan user / customer support seperti training pengguna
software serta dokumentasi seperti buku manual penggunaan software. Untuk posisi
testing dari model proses extreme programming terletak di tahapan testing, unit test
yang telah dibuat harus diimplementasikan menggunakan framework dan diatur ke
dalam universal testing suite, integrasi dan validasi sistem dapaat dilakukan setiap
hari. Customer test (acceptance test) dilakukan oleh customer dan fokus pada
keseluruhan fitur dan fungsional sistem. Acceptance test diperoleh dari customer
stories yang telah diimplementasikan sebagai bagian dari software release. Sedangkan
pada scrum, posisi testing berada pada tahapan review and retrospect dimana pada
tahap ini dilakukan review terhadap hasil pekerjaan tim (deliverable product) selama
satu sprint. Tidak hanya hasilnya, proses bekerja tim juga dinilai sehingga dapat
ditentukan apa saja yang perlu ditingkatkan untuk proses pengembangan pada sprint

ISYS6507 – Testing and System Implementation


berikutnya. Sprint dianggap berhasil apabila pada sprint tersebut dihasilkan
(deliverable product) yang sesuai dengan acceptance criteria yang ditentukan dan
disetujui oleh product owner

Sumber :

• https://socs.binus.ac.id/2018/12/21/waterfall-model/ (Diakses pada 8 Desember 2019


8.23 WIB)
• https://medium.com/@ameliamanurung07/prototyping-a4aff5bdb558 (Diakses pada 8
Desember 2019 8.23 WIB)
• https://www.academia.edu/9477741/SPIRAL_MODEL_REKAYASA_PERANGKA
T_LUNAK (Diakses pada 8 Desember 2019 8.23 WIB)
• https://medium.com/@mikesebastian/extreme-programming-c715e6b8e0e9 (Diakses
pada 8 Desember 2019 8.23 WIB)
• https://medium.com/ppl-sutopo/scrum-development-framework-4bcd4b3a2e0d
(Diakses pada 8 Desember 2019 8.23 WIB)

2. Jelaskan persamaan antara prototype dengan spiral!


Menurut saya, persamaan antara prototype dengan spiral terletak pada tahapan
yang ada, dimana pada prototype dan spiral mempunyai tahapan : perencanaan,
pembuatan produk, analisa resiko, testing dan evaluasi. Dari kedua model proses
tersebut juga dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup
perangkat lunak komputer dan juga pelanggan berperan aktif dalam pengembangan
sistem
Sumber :
https://www.academia.edu/10237243/perbandingan_metode_spiral_dan_prototype?au
to=download (Diakses pada 8 Desember 2019 8.29 WIB)

ISYS6507 – Testing and System Implementation


3. Jelaskan perbedaan antara prototype dengan spiral!
Model spiral adalah model proses pengembangan perangkat lunak yang
digerakkan oleh resiko dan dari pola tersebut dapat membantu tim untuk memberikan
elemen dari satu atau lebih model proses seperti waterfall, dan lainnya, sedangkan
prototype adalah metode pengembangan sistem dimana prototype dibangun, diuji, dan
kemudian dikerjakan ulang hingga prototype dapat diterima dan dicapai. Untuk
analisa resiko, pada model spiral dikerjakan secara menyeluruh dan melakukan solusi
alternatif, sedangkan untuk prototype tidak diberikan penekanan pada analisa resiko
dan solusi alternatif. Pada model spiral tidak ada interaksi dengan customer hanya
terjadi pada akhir proyek tetapi pada prototype terjadi dari awal hingga akhir. Model
spiral sangat cocok untuk customer yang memiliki kualifikasi produk yang jelas,
sedangkan untuk prototype cocok untuk proyek yang kurang memiliki kualifikasi
produk yang jelas
Sumber : https://vivadifferences.com/difference-between-spiral-model-and-prototype-
model-in-software-engineering/ (Diakses pada 8 Desember 2019 8.35 WIB)

4. Pada setiap model proses memiliki langkah test, jelaskan level testing dari setiap
model proses!

Pada waterfall terjadi ketika proses construction dimana proses penerjemahan


bentuk desain menjadi kode atau bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin,
setelah pengkodean selesai, dilakukan pengujian terhadap sistem dan juga kode yang
sudah dibuat. Pada prototype terjadi di tahapan pengujian sistem, dimana setelah
sistem sudah menjadi suatu software yang siap pakai, maka software harus di tes
dahulu sebelum dignakan yang bertujuan meminimalisirkan kesalahan software
tersebut. Sedangkan pada spiral terjadi di tahapan custruction and release dimana
dibutuhkan untuk develop software, testing, instalasi, dan penyediaan user / custome
support seperti training penggunaan software. Pada extreme prograaming terletak
pada tahapan testing yang unit test telah dibuat harus diimplementasikan
menggunakan suatu framework dan diatur ke dalam universal testing suite, integrasi
dan validasri sistem dapat dilakukan setiap hari.

ISYS6507 – Testing and System Implementation


Sumber :

• https://socs.binus.ac.id/2018/12/21/waterfall-model/ (Diakses pada 8 Desember 2019


8.23 WIB)
• https://medium.com/@ameliamanurung07/prototyping-a4aff5bdb558 (Diakses pada 8
Desember 2019 8.23 WIB)
• https://www.academia.edu/9477741/SPIRAL_MODEL_REKAYASA_PERANGKA
T_LUNAK (Diakses pada 8 Desember 2019 8.23 WIB)
• https://medium.com/@mikesebastian/extreme-programming-c715e6b8e0e9 (Diakses
pada 8 Desember 2019 8.23 WIB)

5. Sebutkan kebutuhan utama dari aplikasi berbasis web! Jelaskan spesifikasinya secara
lengkap, (hingga Bahasa pemrograman dan metode pemrograman yang digunakan).
Kebutuhan utama dari aplikasi berbasis web ditinaju dari proses request &
response maka untuk client dibutuhkan web browser, adobe flash, activex, java, dan
untuk server dibutuhkan hardware, web server, middleware (php, ASP, JSP, dll), dan
juga database server. Sedangkan dari sisi teknologi dibutuhkan java servlet, enterprise
java bean, XML
Sumber : https://slideplayer.info/slide/2742833/ (Diakses pada 8 Desember 8.49 WIB)

6. Jelaskan proses model yang digunakan untuk native PHP dan Framework PHP!

PHP native merupakan pemrograman web perpaduan bahasa pemrograman


yang didasari dengan bahasa pemrograman PHP yang mana bisa disisipkan oleh text
javascript, css, bootstrap, dan lain – lain. Native sendiri artinya asli, yakni
pemrograman php yang murni disusun dan dicoding oleh para programmer sendiri
tanpa istilah tambahan untuk konfigurasi lainnya. Kelebihan PHP native adalah
dibangun atas dasar pemikiran programmer itu sendiri, dibentuk dalam format OPP
(Object Oriented Programming), dan dapat menerapkan dalam skala mudah sampai
sulit tergantung tingkat kesulitan bahasa pemrograman yang digunakan. Sedangkan
kelemahan PHP native adalah dokumentasi pemrograman yang tidak jelas, tidak

ISYS6507 – Testing and System Implementation


cocok untuk proses bisnis ataupun sistem yang luas, dan tidak adanya security
concern framweork.

Framework PHP pada dasarnya dibangun dengan bahasa pemrograman PHP.


Framework sendiri dapat diartikan sebagai kerangka kerja, sebagai kumpulan script
yang dapat membantu developer atau programmer dalam menangani berbagai
masalah program seperti koneksi database, variable, file, dan lain – lain. Kelebihan
framework adalah membantu developer dalam membangun aplikasi, penerapan desain
patterns yang memudahkan dalam rancangan, terdapatnya security concern
framework yang mengantisipasi dan memasang perisai terhadap adanya berbagai
masalah. Sedangkan kekurangannya adalah kemungkinan akan ada penambahan biaya
apabila pihak developement kurang mendokumentasi dan kurang disupport

Sumber : https://medium.com/@sigitwasissubekti/perbedaan-php-native-dan-
framework-18424a3b87ee (Diakses pada 8 Desember 2019 9.00 WIB)

---oOo---

ISYS6507 – Testing and System Implementation