Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN KREDENSIAL DAN REKREDENSIAL

TENAGA KEPERAWATAN
RSD BALUNG

KOMITE KEPERAWATAN RSD BALUNG


JEMBER
2016

|Page
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Komite Keperawatan adalah wadah non-struktural rumah sakit yang mempunyai fungsi
utama mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan melalui
mekanisme Kredensial, penjagaan mutu profesi dan pemeliharaan etika dan disiplin
profesi sehingga pelayanan asuhan keperawatan kepada pasien diberikan secara benar
(ilmiah) sesuai standar yang baik (etis) sesuai kode etik profesi serta hanya diberikan oleh
tenaga keperawatan yang kompeten dengan kewenangan yang jelas.
Untuk memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan aman bagi pasien dan
keluarganya diperlukan tenaga keperawatan yang kompeten, mampu berpikir kritis, selalu
meningkatkan kompetensi dirinya serta memilki etika profesi.

Sesuai dengan pasal 1 ayat 6 Undang Undang Republik Indonesia Tahun 2009 yang
menyatakan bahwa tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan
di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan. Dengan demikian rumah sakit harus menetapkan
kewenangan klinis pada tenaga keperawatan yang memberikan asuhan keperawatan pada
pasien ,sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki pada periode tertentu.

B. Tujuan Panduan Kredensial Perawat

Tujuan umum:
Sebagai arahan bagi keperawatan untuk melakukan kredensial bagi perawat yang
mengajukan kewenangan kilnis di Rumah Sakit Balung.

Tujuan khusus:

|Page
1. Terlaksananya proses kredensial perawat dengan semangat keterbukaan, adil, obyektif
sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. Tersedianya tenaga keperawatan yang kompeten .
3. Terlaksananya asuhan keperawatan yang aman bagi pasien.

BAB II
SISTEM KREDENSIAL PERAWAT

A. Pengertian

Dalam rangka menjaga keselamatan pasien yang dirawat di rumah sakit , staf
keperawatan yang merawat pasien diwajibkan menjaga kompetensi sesuai bidangnya.
Rumah sakit melalui Sub Komite kredensial mempunyai tugas dan tanggung jawab
untuk mengatur agar setiap asuhan keperawatan ke pasien hanya dilakukan oleh staf
keperawatan yang benar-benar kompeten. Kompetensi ini meliputi dua aspek,yaitu:1).
kompetensi profesi keperawatan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, perilaku
professional ; 2). kompetensi fisik , mental. Jadi setiap staf keperawatan diwajibkan

|Page
mengikuti proses kredensialing untuk ditetapkan kewenangan klinisnya. Bila seorang
staf keperawatan telah memperoleh kewenangan ( privilege), dan dinyatakan kompeten
melalui suatu proses kredensial ,yang bersangkutan diberi ijin untuk melakukan
serangkaian asuhan keperawatan di rumah sakit tersebut. Hak istimewa tersebut
disebut sebagai kewenangan klinis ( clinical privilege). Target Kredensial adalah setiap
perawat memiliki surat penugasan klinis ( Clinical Appointment )dari Direktur Rumah
Sakit sesuai dengan Kewenangan klinis (Clinical Privilege) berdasarkan mekanisme
Kredensialing

1. Kredensial adalah suatu bukti pengakuan yang biasanya dalam bentuk tertulis
yang menyatakan bahwa individu atau organisasi mempunyai standar praktek
yang spesifik (Guido,2006). Kredensial merupakan suatu proses untuk menjamin
kualitas dan melindungi masyarakat dengan memastikan bahwa individu, program,
institusi atau jasa yang diberikan memenuhi standar profesi keperawatan.
Re – Kredensial adalah proses re-evaluasi terhadap staf perawat yang telah bekerja
& memiliki kewenangan klinis (clinical privilege) di RS tersebut untuk menentukan
apakah yang bersangkutan masih layak diberikan kewenangan klinis tersebut
untuk periode tertentu.

2. Proses Kredensialing perawat adalah proses review, verifikasi dan evaluasi


dokumen staf perawat untuk menentukan kelayakan diberikan kewenangan klinis
(clinical privilege) dalam rangka menjalankan tindakan keperawatan dan tindakan
delegasi tertentu dalam lingkungan Rumah Sakit untuk periode tertentu. Hasil dari
proses kredensial dapat berupa :pemberian kewenangan klinis penuh atau tidak
diberikan kewenangan .
3. Kewenangan Klinis Keperawatan (clinical nursing privilege) adalah hak
istimewa yang diberikan kepada tenaga keperawatan untuk melakukan tindakan
keperawatan dan atau tindakan medis tertentu (delegasi) dalam lingkungan rumah
sakit untuk suatu periode tertentu .

4. Buku Putih (White Paper) adalah buku yang memuat dokumen persyaratan/kriteria
terkait kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan setiap jenis pelayanan
keperawatan sesuai dengan standar kompetensinya. . Buku Putih merupakan tolok
ukur/acuan bagi mitra bestari dalam proses kredensial seorang praktisi keperawatan

|Page
apakah layak diberi kewenangan klinis asuhan keperawatan tertentu. Setiap rumah
sakit menyusun buku putih sendiri dengan mengacu pada buku standar profesi
yang ada.

5. Mitra Bestari (Peer Group) adalah sekelompok perawat dengan reputasi tinggi
yang memiliki kesamaan profesi & spesialisasi dengan perawat yang sedang
menjalani proses kredensial dan atau dapat dianggap dapat menilai kompetensi
untuk melakukan tindakan keperawatan dan atau tindakan medis tertentu (delegasi)
menelaah segala hal yang terkait dengan profesi perawat.
6. Penugasan klinis (Clinical Appointment) adalah surat keputusan yang diterbitkan
oleh Direktur rumah sakit kepada tenaga keperawatan untuk melakukan tindakan
keperawatan dan atau tindakan medis tertentu ( delegasi ) di rumah sakit tersebut
berdasarkan daftar kewenangan klinis yang telah ditetapkan baginya.

B.
ALUR PROSES KREDENSIAL & RE-KREDENSIAL
KOMITE KEPERAWATAN RSD BALUNG JEMBER

UNIT KERJA/PERAWAT
PERSYARATAN KREDENSIAL :


Surat Permohonan kredensial
Melengkapi formulir isian aplikasi
KOMITE

kredensial
Menyerahkan log book diri
KEPERAWATAN
 B.
Daftar pengajuan kewenangan
klinis
 Dokumen bukti: sertifikat dll
C.

D.
SUB KOMITE KREDENSIAL
E.
RE-KREDENSIAL KREDENSIAL
F.

SUB KOMITE KELOMPOK


MUTU PROFESI MITRA BESTARI

|Page
SUB KOMITE PROSES REVIEW&VERIFIKASI -WAWANCARA
ETIK&DISIPLIN -UJI TULIS
BERDASARKAN BUKU PUTIH
PROFESI -UJI PRAKTIK

Bila meragukan

REKOMENDASI : REKOMENDASI REKOMENDASI


TIDAK DIBERIKAN DIBERIKAN KEWENANGAN
DIBERI KEWENANGAN KLINIS
KEWENANGAN KLINIS
DENGAN SUPERVISI

DIREKTUR UTAMA
PENERBITAN /PENCABUTAN
SURAT PENUGASAN KLINIS

|Page
C. Penjelasan Alur Kredensial
1.Perawat Baru
Untuk Perawat baru yang telah selesai mengikuti preceptorship 3 & 4 melalui tahapan
kredensial sebagai berikut:
a. Perawat/ Pemohon mengajukan permohonan kewenangan klinis sesuai level
kompetensi dan area kerja kepada Komite Keperawatan melalui kepala unitnya
dengan menyerahkan dokumen ,
1) Portofolio pemohon dilengkapi bukti pendukung,
2) Foto copy ijazah terakhir,
3) STR ( Surat Tanda Registrsi) yang masih berlaku
4) Daftar rincian kewenangan klinis yang diajukan sesuai level kompetensi da area
kerja pemohon,
5) Sertifikat pelatihan yang relevan dengan kompetensinya dan area kerjanya,
6) Logbook berisi capaian kinerja, surat pernyataan telah menyelesaikan program
orientasi,
7) Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan.
b. Kepala unit menganalisa kelayakan pemohon umtuk di kredensial, meliputi
knowlegde, skill dan attitude
c. Kepala Unit mengirim surat rekomendasi ke Komite Keperawatan & Keteknisian
dengan menyertakan dokumen pemohon tembusan ke Bidang Keperawatan
d. Ketua Komite Keperawatan menugaskan Sub Komite Kredensial untuk melakukan
proses kredensial
e. Sub Komite Kredensial bersama Mitra Bestari yang ditunjuk (sesuai dengan bidang
keahlian yang akan dinilai) untuk melakukan review, verifikasi dan evaluasi
terhadap dokumen untuk menetapkan kwewnangan klinis yang diminta
berdasarkan buku putih .

Komite Keperawatan RSD Balung Page 7


f. Mitra Bestari memutuskan hasil kredensialing :
1) Rekomendasi dengan kewenangan penuh tanpa persyaratan atau Rekomendasi
dengan kewenangan penuh dengan persyaratan ( dilakukan diskusi atau uji tulis
atau uji praktik,
2) Tidak diberi kewenangan
g. Jika hasil kredensialing direkomendasikan , perawat baru akan mendapatkan daftar
kewenangan klinis sebagai PK I.
h. Sub Komite Kredensial membuat laporan tertulis kepada ketua komite keperwatan
dan keteknisian .
i. Ketua Komite Keperawatan membuat surat rekomendasi kepada Direktur
Rumah Sakit, untuk dibuatkan surat Penugasan klinis dalam bentuk penerbitan
surat keputusan penugasan klinis
j. Apabila tidak direkomendasikan, pemohon belum bisa bekerja di unit perawatan
RSD Balung dan akan dibina oleh komite mutu profesi dalam batas waktu yang
telah ditentukan .
k. Perawat melaksanakan tugasnya memberikan asuhan keperawatan sesuai
kewenangan klinis yang telah diberikan dan selanjutnya perawat diharapkan
untuk mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan kompetensi melalui
program Pengembangan Profesional Berkelanjutan ( CPD).

4. Perawat Lama
Bagi Perawat yang pernah dikredensial , sebelum berakhirnya masa berlaku surat
penugasan klinis atau menambah kewenangan kilnis, dapat mengajukan permohonan
rekredensial dengan mengikuti tahapan proses re-kredensial.
a. Perawat / Pemohon mengajukan permohonan untuk di re-kredensisl kepada Komite
Keperawatan melalui Kepala unit nya dengan persyaratan sebagai berikut :
1) Formulir porto folio dilengkapi bukti-bukti pendukung
2) Daftar rincian kewenangan klinis yang diajukan sesuai level kompetensi dan
area kerja pemohon.
3) Foto copy ijazah terakhir
4) STR (Surat Tanda Registrasi) yang masih berlaku
Komite Keperawatan RSD Balung Page 8
5) Sertifikat level kompetensi terakhir.
6) Log book yang berisi capaian kinerja
7) Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan
b.. Kepala Unit menganalisa kelayakan pemohon umtuk di kredensial, meliputi
knowlegde, skill dan attitude
c. Kepala Unit mengirim surat rekomendasi ke Komite Keperawatan &
Keteknisian dengan menyertakan dokumen pemohon tembusan ke Kasie
Keperawatan
d. Ketua Komite Keperawatan menugaskan Sub Komite Kredensial untuk melakukan
proses rekredensial/ kredensial.
e. Sub Komite Kredensial bersama Mitra Bestari yang ditunjuk (sesuai dengan bidang
keahlian yang akan dinilai) untuk melakukan review, verifikasi dan evaluasi
terhadap dokumen untuk menetapkan kewenangan klinis yang diminta berdasarkan
buku putih
f. Mitra Bestari memutuskan hasil kredensialing :
a. Rekomendasi dengan kewenangan penuh tanpa persyaratan atau Rekomendasi
dengan kewenangan penuh dengan persyaratan ( dilakukan diskusi atau uji
tulis atau uji praktik ).
b. Tidak diberi kewenangan .
g. Jika hasil kredensialing direkomendasikan , perawat baru akan mendapatkan daftar
kewenangan klinis sesuai dengan level kompetensi dan area kerjanya
h. Sub Komite Kredensial membuat laporan tertulis kepada Ketua Komite Keperwatan.
i. Ketua Komite Keperawatan membuat surat rekomendasi kepada Direktur
Rumah Sakit, untuk dibuatkan surat Penugasan klinis dalam bentuk penerbitan
surat keputusan penugasan klinis.
j. Apabila tidak direkomendasikan, pemohon akan dibina oleh komite mutu profesi
dalam batas waktu yang telah ditentukan .
k. Perawat melaksanakan tugas memberikan asuhan keperawatan sesuai kewenangan
klinis yang telah diberikan dan selanjutnya perawat diharapkan untuk
mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan kompetensi melalui program
Pengembangan Profesional Berkelanjutan ( CPD).
Komite Keperawatan RSD Balung Page 9
Re- Kredensial

Subkomite kredensial dapat melakukan rekredensial bagi setiap perawat yang


menyangkut pelanggaran disiplin profesi, perubahan kondisi kesehatan fisik dan atau
mental ( sakit) dengan rekomendasi dapat berupa kewenangan klinis dikurangi atau
kewenangan klinis dibekukan untuk waktu tertentu atau kewenangan klinis diubah/
dimodifikasi untuk sementara waktu atau kewenangan klinis diakhiri. Pertimbangan
diatas yang didasarkan pada kinerja profesi dilapangan. Direktur Rumah Sakit akan
menerbitkan surat keputusan untuk membekukan untuk sementara waktu atau
mengakhiri penugasan klinis ( Clinical Appointment ) seorang staf keperawatan
berdasarkan pertimbangan komite keperawatan dengan alasan diatas. Dengan
dibekukan atau diakhirinya penugasan klinis ( Clinical Appointment ) seorang staf
keperawatan tidak berwenang lagi melakukan asuhan keperawatan di rumah sakit
tersebut. Pemberian kewenangan klinis dapat diberikan kembali bila dianggap pulih
kompetensinya melalui proses pembinaan.
Dalam keadaan tertentu direktur rumah sakit dapat pula menerbitkan surat penugasan
klinis sementara ( Temporary Clinical Appointment ), misalnya untuk konsultan tamu
yang diperlukan sementara oleh rumah sakit.
Proses kredensialing bertujukan untuk menjaga keselamatan pasien, dengan tetap
membina kompetensi seluruh perawat di Rumah Sakit Daerah Balung tersebut. Dengan
demikian jelaslah bahwa komite keperawatan memegang peranan penting dalam proses
kredensial dan pemberian kewenangan klinis untuk setiap staf keperawatan.

G. Formulir yang digunakan dalam proses kredensial meliputi:

1. Aplikasi Kredesialing Perawat ( terlampir)


2. Buku Putih ( terlampir)

Komite Keperawatan RSD Balung Page 10


3. Rekomendasi Mitra Bestari ( terlampir)
4. Log Book ( terlampir)
5. Daftar Rincian Kewenangan Klinis ( terlampir)
6. Self Assessment kewenangan klinis ( terlampir).

BAB III
PENUTUP

Proses kredensial Perawat di RSD Balung diharapkan dapat dilaksanakan dengan


semangat keterbukaan, adil, obyektik dan terdokumnentasi sesuai dengan pedoman yang
ada.

Dengan menerapkan sistem kredensialing , setiap perawat akan memiliki kewenangan


klinis sesuai bidang keahliannya dan selanjutnya mendapatkan surat penugasan klinis dari
Direktur Rumah Sakit atas rekomendasi Komite Keperawatan, sehingga diharapkan
kinerja perawat semakin meningkat kompetensinya, selanjutnya mutu asuhan
kepewaratan juga meningkat.

Komite Keperawatan RSD Balung Page 11


Kewenangan klinis yang dimiliki staf keperawatan dapat dibekukan sementara waktu
atau diakhiri yang didasari kinerja professional dilapangan . Pemberian kewenangan
klinis dapat diberikan kembali bila dianggap pulih kompetensinya melalui proses
pembinaan melalui kredensial ulang. Dengan demikian setiap asuhan keperawatan ke
pasien hanya dilakukan oleh staf keperawatan yang benar-benar kompeten sesuai bidang
keahliannya, sehingga keselamatan pasien selalu terjaga.

Rujukan

1. Undang Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan


2. Undang Undang No 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan No 49 Tahun 2013 tentang Komite Keperawatan
4. Standar Profesi Keperawatan ( PPNI)
5. Peraturan Internal Keperawatan
6. Pedoman Jenjang Karir Keperawatan RSD Balung

Komite Keperawatan RSD Balung Page 12