Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Asuhan kehamilan adalah upaya preventif program pelayanan

kesehatan obsetrik untuk mengoptimalkan luaran maternal dan

neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama

kehamilan. Bila kehamilan termasuk resiko tinggi perhatian dan jadwal

kunjungan harus lebih ketat. Namun, bila kehamilan normal jadual

asuhan cukup empat kali. Pada umumnya 80-90% kehamilan akan

berlangsung normal dan hanya 10-12 % kehamilan yang disertai

dengan penyulit atau berkembang menjadi patologis.

Kehamilan adalah masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin

lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung

dari hari pertama haid terakhir.

Agar Kehamilan dapat terjadi,sistem reproduksi wanita dan pria

harus dalam keadaan baik dan sehat.Pasutri harus berhubungan seks

pada saat yang tepat dalam siklus menstruasi wanita dan tubuh wanita

harus mampu memproduksi hormon-hormon secara optimal untuk

kelangsungan kehamilan.

Pada saat lelaki mengalami ejakulasi ketika berhubungan seks

dengan wanita ,jutaan sperma akan dilepaskan kedalam vagina

1
wanita.Sperma – sperma tersebut akan bergerak naik menuju rahim

melalui serviks.Pergerakan ini didorong oleh kekuatan ejakulasi dan

gerakan ekor – ekor sperma.Dari rahim ,Sperma-sperma akan terus

berjalan menuju saluran telur ( tuba fallopii ). Dari jutaan sperma yang

dikeluarkan pada saat ejakulasi hanya beberapa ratus yang bertahan

hidup dalam perjalanan sepanjang saluran reproduksi ,dan hanya satru

sel sperma yang membuahi sel telur.

Beberapa hari setelah pembuahan (Fertilisaso),sel telur yang

dibuahi (embrio)akan berjalan menuju rahim dan menempel didinding

rahim ( implantasi ).Sel-sel yang mengintari embrio akan mengeluarkan

hormon kehamilan yang disebut dengan human Chorionic

Gonadotrophin (HCG).Hormon tersebut kemudiana beredar di sirkulasi

darah dan akan dikeluarakan dalam air seni yang kemudian dapan

dilihat melalui tes kehamilan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Agar mahasiswa mampu mengimplementasikan seluruh

pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil

dan gangguan system reproduksi yang bersifat fisiologi dengan

menggunakan pendekatan manajemen kebidanan secara

menyeluruh.

2. Tujuan Khusus

2
Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil

mahasiswa dapat :

a. Melakukan pengkajian atau pengumpulan data yang lengkap,

baik secara langsung maupun tidak langsung dengan benar

b. Mampu menganalisa, mengidentifikasi, dan memprioritaskan

masalah dari hasil data yang diperoleh dengan tepat

c. Memberikan rasionalisme yang tepat sesuai dengan masalah

dan rencana kebidanan yang tepat

d. Melaksakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dan janin sesuai

dengan rencana yang diberikan

e. Melakukan evaluasi sesuai dengan tindakan yang telah

dilakukan pada ibu dan janin dengan baik dan benar

f. Menyusun laporan studi kasus yang sesuai dengan petunjuk

yang telah ditentukan oleh pendidikan.

C. Manfaat

1. Bagi mahasiswa

Agar mahasiswa dapat mengetahui konsep asuhan kebidanan

antenatal care fisiologi.

2. Bagi institusi

Agar dapat mengetahui sejauh mana mahasiswa Prodi DIII

Kebidanan POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR mampu

membuat asuhan kebidanan antenatal care fisiologi.

3
3. Bagi lahan praktik

Agar dapat meningkatkan asuhan pelayanan yang menyeluruh

pada ibu dengan kasus-kasus fisiologi.

D. Metode

1. Cara pengumpulan data

a. Anamnese atau pengumpulan data melalui klien.

b. Anamnese atau pengumpulan data melalui keluarga klien.

2. Cara melakukan pengumpulan data fisik

a. Inspeksi

b. Palpasi

c. Auskultasi

d. Perkusi.

E. Alokasi Waktu

Praktik Klinik Kebidanan I (PKK I) dimulai pada tanggal 7 januari

2019 sampai 23 Januari 2019. Dilaksanakan di Puskesmas Lawowoi

Kab Sidrap

4
BAB II

KONSEP DASAR

A. TINJAUAN TENTANG KEHAMILAN

1. Pengertian Kehamilan

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra

uterin mulai sejak konsepsi sampai permulaan persalinan. ( Ida

Bagus Gde Manuaba, 1998 : 4

2. Proses Terjadinya Kehamilan

Setiap bulan wanita melepaskan satu sampai dua sel telur dari

indung telur (ovulasi) yang ditangkap oleh umbai – umbai (fimbrai) dan

masuk ke dalam sel telur. Waktu parsetubuhan, cairan semen tumpah

ke dalam vagina dan berjuta – juta sel mani (sperma) bergerak

memasuki rongga rahim lalu masuk ke sel telur. Pembuahan sel telur

oleh sperma biasa terjadi dibagian yang mengembang dari tuba fallopi.

Sekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi

untuk mencairkan zat yang melindungi ovum kemudian pada tempat

yang paling mudah dimasuki, masuklah satu sel mani dan kemudian

bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan ( konsepsi =

fertilisasi ) Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil

bergerak oleh rambut getar tuba menuju ruang rahim kemudian

melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya bersarung di ruang

rahim. Peristiwa ini disebut nidasi (implantasi) Dari pembuahan sampai

5
nidasi diperlukan waktu kira – kira enam sampai tujuh hari. Untuk

menyuplai darah dan zat – zat makanan bagi mudigah dan janin,

dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap

kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani),

pembuahan (konsepsi = fertilisasi), nidasi dan plasenta. (Rustam

Mochtar, 1998 : 17)

3. Perubahan-Perubahan Maternal

Suatu kehamilan normal biasanya berlangsung 280 hari.

Selama itu terjadi perubahan yang menakjubkan baik pada ibu

maupun perkembangan janin. Janin berkembang dari dua sel ke suatu

bentuk yang mampu hidup di luar uterus. Badan ibu berubah untuk

mendukung perkembangan dari kehidupan baru dan untuk

menyiapkan masuknya janin di dunia luar ( di luar rahim ibunya ).

a. Trimester Pertama

Tanda fisik pertama yang dapat dilihat pada beberapa ibu

adalah perdarahan sedikit atau spoting sekitar 11 hari setelah

konsepsi pada saat embrio melekat pada lapisan uterus. Jika

seorang ibu mempunyai siklus menstruasi 28 hari, perdarahan ini

terjadi beberapa hari sebelum ia akan mendapat menstruasi.

Perdarahan implantasi ini biasanya kurang dari lamanya

menstruasi yang normal. Setelah terlambat satu periode

menstruasi, perubahan fisik berikutnya biasanya adalah nyeri dan

pembesaran payudara diikuti oleh rasa kelelahan yang kronis /

6
menetap dan sering kencing. Ibu akan mengalami dua gejala yang

terakhir selama 3 bulan berikutnya. “Morning sickness” atau mual

dan muntah biasanya dimulai sekitar 8 minggu dan mungkin

berakhir sampai 12 minggu. Pada usia kehamilan 12 minggu

pertumbuhan uterus diatas simpisis pubis bisa dirasakan. Ibu

biasanya mengalami kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama

trimester pertama. (PusDikNaKes, 2003 : 11)

b. Trimester Kedua

Uterus akan terus tumbuh. Pada usia kehamilan 16 minggu

uterus biasanya berada pada pertengahan antara simpisis pubis

dan pusat. Penambahan berat badan sekitar 0,4 – 0,5 kg/minggu.

Ibu mungkin akan mulai merasa mempunyai banyak energi. Pada

usia kehamilan 20 minggu fundus teraba dekat pusat. Payudara

mulai mengeluarkan kolostrum. Ibu merasakan gerakan bayinya.

Ia juga mengalami perubahan yang normal pada kulitnya meliputi

adanya cloasma, linea nigra dan striae gravidarum.

c. Trimester Ketiga

Pada usia kehamilan 28 minggu fundus berada pada

pertengahan antara pusat dan xiphoid. Pada usia kehamilan 32 –

36 minggu fundus mencapai proxesus xiphoid. Payudara penuh

dan nyeri tekan. Sering kencing kembali terjadi sekitar usia

kehamilan 38 minggu bayi masuk atau turun ke dalam panggul.

7
Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Ibu mungkin

menjadi sulit tidur. Kontraksi braxton hicks meningkat.

4. Perubahan – Perubahan Janin

a. Trimester Pertama

Dari gumpalan sel yang kecil, embrio berkembang dengan

pesat menjadi janin. Pada akhir 12 minggu pertama kehamilan,

jantungnya berdetak, usus – usus lengkap di dalam abdomen,

genetalia eksternal mempunyai karakteristik laki – laki atau

perempuan, anus sudah terbentuk dan muka seperti manusia.

Janin dapat menelan, melakukan gerakan pernafasan, kencing,

menggerakan anggota badan, mengedipkan mata dan

mengerutkan dahi. Mulutnya membuka dan menutup. Berat

janin sekitar 15 – 30 gram dan panjang 56 – 61 mm.

b. Trimester Kedua dan Ketiga

Pada akhir kehamilan 20 minggu berat janin sekitar 340 gram

dan panjang 16 – 17 cm. Ibu dapat merasakan gerakan bayi,

sudah terdapat mekonium di dalam usus dan sudah terdapat

verniks pada kulit. Pada usia kehamilan 28 minggu berat bayi

lebih sedikit dari 1 kg dan panjangnya 23 cm. Ia mempunyai

periode tidur dan beraktivitas, merespon pada suara dan

melakukan gerakan pernafasan. Pada usia kehamilan 32

minggu berat bayi 1,7 kilo gram dan panjangnya 28 cm, kulitnya

mengerut dan testis telah turun ke scrotum pada bayi laki – laki.

8
Pada usia kehamilan 36 – 40 minggu, jika ibunya mendapatkan

gizi yang cukup, kebanyakan berat bayinya antara 3 – 3,5 kg

dan panjang 35 cm. (PusDikNaKes, 2003 : 11)

5. Tahap – Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin

a. Minggu 1

Perkembangan janin

Sperma membuahi ovum yang kemudian membagi dan masuk

ke dalam uterus menempel sekitar hari ke 11.

b. Minggu ke empat atau bulan ke satu

1) Perkembangan janin

Dari diskus embrionik, bagian tubuh pertama muncul yang

kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf

tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan saluran

pencernaan terbentuk. Embrio kurang dari 0.64 cm.

2) Perubahan – perubahan maternal

Ibu terlambat menstruasi. Payudara menjadi nyeri dan

membesar. Kelelahan yang kronis (menetap) dan sering

kencing mulai terjadi dan berlangsung selama 3 bulan

berikutnya HCG ada di dalam urine dan serum 9 hari.

c. Minggu ke delapan atau bulan ke dua

1. Perkembangan janin

Perkembangan cepat. Jantungnya mulai memompa

darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Perut

9
muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telinga

terbentuk dari lipatan kulit tulang dan otot yang kecil

terbentuk di bawah kulit.

2. Perubahan – perubahan maternal

Mual muntah atau morning sicknes. Mungkin terjadi

sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari

bentuk pear menjadi globular. Tanda – tanda hegar dan

goodell muncul. Serviks fleksi. Leukorrhea meningkat.

Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya.

Penambahan berat badan belum terlihat nyata.

d. Minggu ke dua belas atau bulan ke tiga

1. Perkembangan janin

Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat

dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia

karena tubuh barkembang. Gerakan pertama dimulai

selama minggu ke 12. jenis kelamin dapat diketahui.

Ginjal memproduksi urine.

2. Perubahan perubahan maternal

Tanda Chadwick muncul. Uterus naik diatas simpisis

pubis. Kontraksi braxton hicks mulai dan mungkin terus

berlangsung selama kehamilan. potensial untuk menderita

infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama

kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1- 2 kg selama

10
trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh

dan memproduksi hormon.

e. Minggu ke enam belas atau bulan ke empat

1. Perkembangan janin

Sistem muskuloskeletal sudah matang. System syaraf

mulai melaksanakan kontrol. Pembuluh darah

berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat

menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua

organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2

kg. Denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler.

Pancreas memproduksi insulin.

2. Perubahan-perubahan maternal

Fundus berada di tengah antara simpisis dan pasti berat

ibu bertambah 0,4-0,5 kg perminggu selama sisa

kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energi.

Diameter biparietal dapat diukur dengan ultrasound.

Sekresi vagina meningkat (tetapi normal jika tidak gatal,

iritasi / berbau busuk). Pakaian ibu menjadi ketat.

Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing

berkurang.

f. Minggu ke dua puluh atau bulan ke lima

1. Perkembangan janin

11
Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan

menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata dan rambut

terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk

tidur, menelan dan menendang.

2. Perubahan-perubahan maternal

Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi

kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan.

Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika

posisi berubah secara mendadak. Verises pembuluh darah

mungkin mulai terjadi. Ibu merasakan gerakan janin. Areola

bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram

pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami.

g. Minggu ke dua empat atau bulan ke enam

1. Perkembangan janin

Kerangka berkembang dengan cepat karena sel

pembentukan tulang meningkatkan aktifitasnya.

Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7-0,8 kg.

2. Perubahan-perubahan maternal

Fundus diatas pusat. Sakit punggung dan kram pada kaki

mungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae

gravidarium, chloasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan

dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen

karena uterus membesar dan kulit meregang.

12
h. Minggu ke dua delapan atau bulan ketujuh

1. Perkembangan janin

Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu.

“Surfactant” terbentuk di dalam paru – paru. Mata mulai

membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat

lahir.

2. Perubahan – perubahan maternal

Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid.

Hemorrhoid mungkin terjadi. Pernafasan dada menggantikan

pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi.

Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi

ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.

i. Minggu ke tiga puluh dua atau bulan ke delapan

1. Perkembangan janin

Simpanan lemak coklat berkembang di bawah kulit untuk

persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh

38 – 43 cm. Mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor.

2. Perubahan – perubahan maternal

Fundus mencapai prosesus xiphoid. Payudara penuh dan

nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki

bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi. Mungkin juga

mengalami dyspnea.

13
j. Minggu ke tiga puluh delapan atau ke sembilan

1. Perkembangan janin

Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa

bergerak atau berputar banyak. Antibody ibu ditransfer ke

bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk enam bulan

pertama sampai system kekebalan bayi bekerja sendiri.

2. Perubahan – perubahan maternal

Penurunan bayi ke dalam pelvic atau panggul ibu

(lightening). Plasenta setebal hampir empat kali waktu usia

kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5 – 0,6. ibu ingin sekali

melahirkan bayi, mungkin memiliki energi final yang meluap.

Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton hicks

meningkat karena serviks dan segman bawah rahim

disiapkan untuk persalinan. (PusDikNaKes,2003 : 12-13)

6. Perubahan-Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil

Selama ibu hamil kebanyakan wanita mengalami perubahan

psikologis dan emosional. Seringkali kita mendengar seorang

wanita mengatakan betapa bahagianya dan karena menjadi

seorang ibu dan bahwa dia sudah memilihkan sebuah nama untuk

bayi yang akan dilahirkanya . Namun tidak jarang ada wanita yang

merasa khawatir kalau terjadi masalah dalam kehamilanya,

14
khawatir kalau ada kemungkinan dia kehilangan kecantikanya

bahwa ada kemungkinan bayinya tidak normal. Sebagai seorang

bidan anda harus menyadari adanya perubahan-perubahan

tersebut pada wanita hamil agar dapat memberikan dukungan dan

memperhatikan keprihatinan, kehamilan, ketakutan dan

pertanyaannya.

a. Trimester pertama (1-3 bln)

Segera setelah konsepsi kadar hormon progesterone dan

estrogen dalam kehamilan akan meningkat dan ini akan

menyebabkan timbulnya mual dan muntah pada pagi hari, lemah,

lelah, dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan

seringkali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan

kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali

biasanya pada awal kehamilanya ibu berharap untuk tidak hamil.

Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari

tenda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.

Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya akan selalu

diperhatikan dengan seksama, karena perutnya masih kecil,

kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin

diberitahukanya kepada orang lain / dirahasiakanya. (

PusDikNaKes, 2003 : 27 )

Hasrat untuk melakukan hubungan sex, pada wanita

trimester pertama ini berbeda. Walaupun beberapa wanita

15
mengalami gairah sex yang lebih tinggi, kebanyakan mereka

mengalami penurunan libido selama periode ini, keadaan ini

menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan

jujur dengan suami. Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan

merasakan kuat untuk mencintai namun tanpa berhubungan sex.

Libido sangat dipengaruhi oleh kelelahan ,rasa mual ,pembesaran

payudara, keprihatinan, dan kekhawatiran. Semua ini merupakan

bagian normal dari proses kehamilan pada trimester pertama.

Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa

dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya kebanggaan atas

kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan

keprihatinan akan kesiapan untuk menjadi seorang ayah dan

mencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah mungkin

akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil

dan menghindari hubungan seks karena takut akan mencederai

bayinya. Adapula pria yang hasrat seksnya terhadap wanita hamil

relatif lebih besar. Disamping respon yang diperlihatkannya,

seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini dan

menerimanya. ( PusDikNaKes, 2003 :27)

b. Trimester Kedua ( 4 – 6 bulan )

Trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat.

Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi

dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Perut ibu

16
belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu

sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan

energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini

pula ibu dapat merasakan gerakan bayinya dan ibu mulai

merasakan kehadiran bayinya sebagai seorang diluar dari dirinya

sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan,

rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester

pertama dan merasakan meningkatnya libido. ( PusDikNaKes,

2003 : 27)

Ibu merasa lebih stabil, kesanggupan mengatur diri lebih

baik, kondisi atau keadaan ibu lebih menyenangkan, ibu mulai

terbiasa dengan perubahan fisik tubuhnya, janin belum terlalu

besar sehingga belum menimbulkan ketidaknyamanan. Ibu sudah

mulai menerima dan mengerti tentang kehamilannya. ( Tri Rusmi

Widayatun, 1999 :154)

c. Trimester Ketiga (7 – 9 bulan)

Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan

waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu

kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut

merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang

– kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu –

waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan

timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu

17
seringkali merasa khawatir atau takut kalau – kalau bayi yang akan

dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap

melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa

saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu

mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang

akan timbul pada waktu melahirkan.

Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada

trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan

jelek. Disamping itu, ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah

dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima

selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan

dan dukungan dari suami, keluarga dan bidan.

Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran

bayi yang akan dilahirkannya dan bagaimana rupanya. Mungkin

juga nama bayi yang akan dilahirkan sudah dipilih.

Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran

bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga – duga

tentang jenis kelamin bayinya ( apakah laki – laki atau perempuan )

dan akan mirip siapa. Bahkan mereka mungkin juga sudah memilih

sebuah nama untuk bayinya. ( PusDikNaKes, 2003 : 28 )

Berat badan ibu meningkat, adanya tekanan pada organ

dalam, adanya perasaan tidak nyaman karena janinnya semakin

besar, adanya perubahan gambaran diri ( konsep diri, tidak

18
mantap, merasa terasing, tidak dicintai, merasa tidak pasti, takut,

juga senang karena kelahiran sang bayi ). ( Tri Rusmi Widayatun,

1999 : 154 ).

7. Diagnosa Kehamilan

a. Lama Kehamilan

Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau

10 bulan ( lunar months ). Ibu termuda yang hamil dan melahirkan

adalah Lina Medina berumar 4 tahun 8 bulan, ibu tertua yang hamil

dan melahirkan berumur 52 tahun. Kehamilan dibagi atas tiga

triwulan ( trimester ): kehamilan triwulan satu antara 0 – 12 minggu,

kehamilan triwulan dua antara 12 – 28 minggu dan kehamilan

triwulan tiga antara 28 – 40 minggu.

b. Tanda dan Gejala Kehamilan

a. Tanda – tanda dugaan hamil

1) Amenorea

Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir

( HT ) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran

tanggal persalinan ( TTP ) yang dihitung dengan

menggunakan rumus dari Naegele. TTP ( hari pertama HT +

7 ) dan ( bulan HT + 3 )

2) Mual dan muntah ( nausea and vomiting )

Biasanya terjadi pada bulan – bulan pertama kehamilan

hingga akhir triwulan pertama. Karena sering terjadi pada

19
pagi hari disebut morning sickness ( sakit pagi ). Bila mual

dan muntah terlalu sering disebut hiperemesis.

3) Mengidam ( ingin makanan khusus )

Ibu hamil sering meminta makanan/minuman tertentu

terutama pada bulan – bulan triwulan pertama tidak tahan

suatu bau – bauan.

4) Pingsan

Bila berada pada tempat – tempat ramai yang sesak dan

padat bisa pingsan.

5) Tidak ada selera makan ( anoreksia )

Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan

kemudian nafsu makan timbul kembali.

6) Lelah ( fatigue )

7) Payudara

Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri disebabkan

pengaruh estrogen dan progesterone yang merangsang

duktus dan alveoli payudara. Kelenjar Montgomery terlihat

lebih membesar.

b. Tanda –Tanda Kemungkinan Hamil

1) Perut membesar

2) Uterus membesar terjadi perubahan dalam bentuk besar dan

konsistensi dari rahim.

3) Tanda hegar

20
4) Tanda chadwick

5) Tanda piscaseck

6) Kontraksi – kontraksi kecil uterus bila dirangsang = braxton

hicks

7) Teraba ballotement

c. Tanda pasti (tanda positif)

1) Gerakan janin yang dapat dilihat / dirasa / diraba juga bagian

– bagian janin.

2) Denyut jantung janin

a) Didengar dengan stetoskop monoral laennec.

b) Dicatat dan didengar dengan alat Doppler.

c) Dicatat dengan foto elektro kardiogram.

d) Terlihat tulang – tulang janin dalam USG

8. Penatalaksanaan Kehamilan Normal

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari

ibu mak perlu penanganan yang sesuai dengan keadaan perubahan

yang terjadi. Ibu hamil harus lebih sering dikunjungi jika terdapat

masalah dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas

kesehatan jika ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa

khawatir untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan

sehubungan dengan hal-hal diatas petugas kesehatan akan

memberikan asuhan antenatal yang lebih baik dengan tujuan :

21
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan

ibu dan tumbuh kembang bayi.

b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental,

social ibu, dan bayi.

c. Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang

miungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara

umum kebidanan dan pembedahan.

d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan

selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal

mungkin.

e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan

pemberian ASI eksklusif.

f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima

kelahiran bayi agar dapat tmbuh kembang secara normal.

9. Asuhan Antenatal Standar 7 T

a. Timbang berat badan.

b. Ukur tekanan darah.

c. Ukur Tinggi fundus uteri

d. Beri Imunisasi TT

e. Beri Tablet Fe

f. Test PMS

g. Temu wicara dalam rangka rujukan

22
10. Langkah-Langkah Asuhan Antenatal

a. Sapa ibu dan keluarganya dan membuatnya merasa

nyaman.

b. Mendapatkan riwayat kehamilan ibu dengan cara

mendengarkan dengan teliti (melakukan anamnese).

c. Melakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari :

1. Keadaan umum dan tanda-tanda vital termasuk tinggi

badan,berat badan.

2. Status obstetric berupa inspeksi, palpasi, perkusi, dan

auskultasi.

3. Melakukan pemeriksaan Leopold I-IV yaitu :

a) Leopold I

Kaki penderita dibengkokan pada lutut dan lipat

paha, pemeriksa berdiri sebelah kanan penderita dan

melihat kearah muka penderita. Rahim dibawa ketengah

dan tentukan tinggi fundus uteri serta tentukan bagian

apa dari anak yang terdapat di fundus ini untuk

menentukan tuanya kehamilan.

b) Leopold II

Kedua tangan pindah kesamping menentukan

dimana punggung janin. punggung janin terdapat di

pihak yang memberikan rintangan yang terbesar, dan

carilah bagian-bagian kecil yang biasanya terletak

23
bertentangan dengan fihak yang memberikan rintangan

yang terbesar.

c) Leopold III

Dipergunakan satu tangan saja, bagian bawah

ditentukan antara ibu jari dan jari yang lainnya dan

cobalah apakah bagian bawah masih dapat

digoyangkan.

d) Leopold IV

Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah

kaki si penderita, dengan keduatangan, tentukan apa

yang menjadi bagian bawah.Tentukan pula apakah

bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul,

dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga

panggul.

24
BAB III

STUDY KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”I“

DENGAN GESTASI 30 MINGGU 6 HARI DI

PUSKESMAS LAWOWOI

TANGGAL 10 JANUARI 2019

No.Register : 223

Tanggal Kunjungan : 10 JANUARI 2019 Pukul 09.00 WITA

Tanggal pengkajian : 10 Janbuari 2019 Pukul 09.00 WITA

Nama pengkaji : Gusnawati

LANGKAH I :Identitas Data Dasar

A. Identitas Istri/Suami

Nama : Ny “ I” / Tn “ A”

Umur : 33 tahun / 30 tahun

Nikah / lamanya : 1 kali ± 10 tahun / 1 kali ± 10 tahun

Suku : Bugis / Makassar

Agama : Islam / Islam

Pendidikan : SMA / SMA

Pekerjaan : IRT / Karyawan Swasta

Alamat : Lawowoi kab Sidrap

25
B. Riwayat Kehamilan Sekarang

1. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ketiga

2. HPHT tanggal 08 Juni 2018.

3. Umur kehamilan ibu 30 minggu 6 hari.

4. Pergerakan janin baik terutama pada sebelah kiri.

5. Pemberian TT sudah 2 kali.

a. TT 1 pada tanggal 6 Agustus 2018.

b. TT 2 pada tanggal 10September 2018.

6. Selama hamil ibu mengkomsumsi obat-obatan dari resep

dokter/Bidan.

C. Riwayat Kehamilan Yang Lalu

1. Jumlah kehamilan 3.

2. Jumlah anak yang hidup 2 orang.

3. Kedua anaknya lahir dengan normal tanpa persalinan dengan

tindakan (operasi sesar,forsep,atau vakum).

4. Ibu tidak memiliki riwayat pendarahan pada persalinan atau

pasca persalinan.

5. Berat bayi saat lahir

Anak ke-1 :2100 g

Anak ke-2 :3000 kg

D. Riwayat penyakit yang pernah diderita dan sekarangginekologi

26
1. Ibu tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, DM,

Malaria,penyakit kelamin,ginjal,asma dan lain-lain.

2. Ibu pernah menjadi akseptor KB suntik 3 bulan,suntik 1 bulan

dan pil dan rencananya ibu akan menggunakan alat kontrasepsi

IUD Pasca Persalinan.

3. Tidak ada riwayat alergi terhadap makanan / obat-obatan.

E. Riwayat Psikososial, Ekonomi dan Spiritual

1. Status perkawinan ibu dengan suami yang sekarang sah dan

telah menikah selama 10 tahun.

2. Kehamilan sekarang direncanakan bersama suami.

3. Keluarga dan suami senang dengan kehamilannya.

4. Pengambil keputusan dalam keluarganya adalah suami.

5. Ibu selalu dibantu oleh suami dalam melakukan pekerjaan rumah

tangga.

6. Ibu dan suami merencanakan tempat persalinan di RS Khadijah

dan ditolong oleh dokter.

7. Keluarga menginginkan ibu rutin memeriksakan kehamilannya.

F. Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar

1. Nutrisi

a. Kebiasaan makan sedikit-sedikit tetapi sering.

b. Nafsu makan baik.

c. Ibu makan nasi, sayur, ikan, tempe, dan buah-buahan.

27
d. Kebiasaan minum kurang lebih 8-12 gelas sehari.

2. Eliminasi

a. BAK : - Frekuensi sering

: - Warna kuning jernih

b. BAB : - Frekuensi 1 kali dalam sehari

: - Warna kecoklatan

3. Istirahat

Tidur malam jam 08.00 s/d 04.00 WITA

G. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan umum baik dan composmentis

2. TP : 15 Maret 2019

3. BB : 53 kg

4. TB : 152 cm

5. Lila : 26 cm

6. TTV : TD : 90 / 70 mmHg

N : 80 kali per menit

P : 20 kali per menit

S : 36,5C

7. Kepala, Wajah, Leher

Rambut tampak bersih, hitam, tidak rontok dan tidak ada

benjolan serta nyeri tekan . Wajah bersih dan berseri-seri, tidak

ada oedema pada wajah dan cloasma gravidarum, tidak ada

28
nyeri tekan. Leher tidak ada pembesaran pada vena jugularis,

tidak ada pembengkakan pada kelenjar tiroid dan kelenjar limfe.

8. Mata

Simetris kiri dan kanan, konjungtiva merah muda, sclera putih

bersih.

9. Hidung

Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada secret dan

polip.

10. Telinga

Tidak ada serumen.

11. Mulut dan Gigi

Bibir merah muda, tidak pecah – pecah, lembab, dan tidak ada

karies gigi.

13. Payudara

Payudara simetris kiri kanan, puting susu terbentuk / menonjol,

hiperpigmentasi pada aerola, tidak ada massa dan nyeri tekan.

14. Abdomen

Tampak linea nigra, striae albicans dan tidak ada bekas luka

operasi.

Palpasi abdomen :

Leopold I : TFU 31 cm teraba bokong dalam fundus

Leopold II : puki

29
Leopold III : persentase kepala

Leopold IV : BAP (konvergen)

TFU : 31 cm

LP : 90 cm

TBJ : 2.790 gram

DJJ : 143 kali per menit

Ada gerakan refleks pada tungkai bawah kiri dan kanan.

15.Genitalia

Tidak ada benjolan, tidak ada varises, dan tidak ada keputihan

yang berbau busuk dan gatal

16. extremitas : simetris kiri dan kanan .tidak ada varises,tidak

oedema.

LANGKAH II : Identifikasi Diagnosa Kebidanan

Diagnosa :

Ny “I” umur 33 tahun G3P2A0 Gestasi 30 minggu 6 hari, situs

memanjang, puki, persentasi kepala, janin tunggal, intra uteri, hidup,

keadaan ibu dan janin baik.

1. G3P2A0

DS : Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ketiga

DO : Tampak linea nigra dan striae albicans.

Analisa dan interpretasi data :

30
 Pada kehamilan multigravida dinding perut sudah

longgar.namun peregangannya masih dalam batas normal.

 Dengan terabanya bagian-bagian janin dan terdengar DJJ

secara jelas dan teratur merupakan tanda pasti kehamilan.

(Obstetri, Muchtal ,gustam).

2. Gestasi 30 minggu 6 hari

DS : Ibu mengatakan HPHT 08 Juni 2018

DO : TP 15 Maret 2019

TFU 31 cm

Analisa dan Intrepretasi data :

 Dari HPHT 08 Juni 2018 sampai tanggal pengkajian 10

januari 2019 maka umur kehamilan menurut “neagle” adalah

30 minggu 6 hari (Prowohardjo, 2005).

 Menurut Mc Donald tuanya kehamilan dapat dihitung dari

jarak fundus simpisis dalam cm dibagi 3,5 merupakan tuanya

kehamilan dalam bulan (Obstetri, Muchtal gustam).

3. Situs memanjang dan puki

DS :Ibu mengatakan pergerakan janin kuat terutama

disebelah kiri abdomen ibu.

DO : Palpasi leopold II teraba punggung disebalah kiri abdomen

ibu Aukultas DJJ terdengar jelas pada kuadran kiri bawah

abdomen dengan frekuensi 143 kali per menit.

Analisa dan Interpretasi data :

31
 Auskultasi terdengar pada kuadran kiri bawah dan pada

palpasi leopold II teraba bagian janin seperti papan, keras,

sebelah kiri perut ibu yaitu punggung janin, dan sebelah kanan

abdomen teraba bagian terkecil janin.(Buku persalinan

Normal).

 Pada aukultasi DJJ terdengar jelas di kuadran kiri dibawah

abdomen dengan frekuensi 143 kali per menit.

4. Presentase Kepala

DS : Ibu mengatakan keras pada bagian bawah

DO : - Palpasi leopold I, teraba bokong pada fundus

- Palpasi leopold III, teraba bagian yang keras, bundar dan

melenting saat digoyangkan.

Analisa dan Interpretasi data :

Palpasi leopold I teraba bagian bokong pada fundus, palpasi

leopold III teraba bagian yang bulat, keras dan melenting saat

digoyangkan hal ini menunjukkan bahwa janin letak kepala karena

lebih besar dari pada bokong menyesuaikan diri dengan ruangan

yang luas pada fundus uteri serta kontraksi rahim dan ketegangan

ligamentum mendorong kepala menyesuaikan diri dengan ruangan

yang lebih kecil (persalinan normal).

5. Bergerak atas panggul (BAP)

DS :-

DO : Palpasi leopold IV, teraba kepala

32
Analisa dan Interpretasi data :

Palpasi leopold IV bagian terendah janin belum masuk dimana

kedua tangan masih bertemu menandakan bagian terendah janin

belum dalam panggul.

6. Intra uterin

DS : - ibu merasakan janinnya bergerak kuat

- ibu tidak pernah merasakan nyeri perut selama hamil

DO : pembesaran perut pada umur kehamilan 33 minggu

Analisa dan interpretasi data:

Bagian besar janin dapat diraba saat di palpasi secara leopold

dan ibu tidak merasa nyeri saat janin bergerak, teraba bagian-

bagian janin dalam uterus. Kehamilan intra uterine, perkembangan

uterus sesuai dengan tuanya kehamilan.

7. Tunggal

DS : Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat pada satu titk

terutama pada bagian perut sebelah kiri

DO : - Leopold I teraba bokong pada fundus

- Leopold II teraba punggung pada perut sebelah kiri dan

bagian kecil janin teraba pada perut sebelah kanan.

- Leopold III teraba kepala

- Leopold IV BAP (konvergen)

33
- DJJ terdengar 143 kali per menit pada perut ibu sebelah kiri

- Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.

Analisa dan Interpretasi data :

Pembesaran perut sesuai umur kehamilan, teraba satu

punggung, satu bokong satu kepala, bagian-bagian kecil janin dan

DJJ 143 kali per menit pada satu titik dan pergerakan janin hanya

pada satu posisi perut ibu menandakan kehamilan tunggal.(Ilmu

Kebidanan)

8. Hidup

DS : Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat

DO : Gerakan janin dapat dirasakan saat palpasi, Auskultasi DJJ

143 kali per menit ,terdengar jelas, teratur dan kuat.

Analisa dan Interpretasi data :

Adanya suatu tanda kehamilan adalah terabanya bagian janin

bergerak dan terdengarnya DJJ, gerakan janin pada multigravida

mulai dirasakan pada umur kehamilan 18 minggu.( Ilmu Kebidanan)

9. Keadaan janin baik

DS : Ibu mengatakan janinya bergerak kuat

DO : Aukultasi, terdengar DJJ 143 kali per menit

Analisa dan interpretasi data :

Pergerakan janin kuat dirasakan oleh ibu dan DJJ yang terdengar

jelas sebanyak 143 kali per menit menunjukkan keadaan janin baik.

34
LANGKAH III :IdentifikasiDiagnosa /masalahPotensial

Tidak ada data yang menunjang terjadi masalah potensial

LANGKAH IV : Tindakan Segera/ Kolaborasi

Tidak ada data yang mendukung untuk dilakukan tindakan segera /

kolaborasi.

LANGKAH V. Rencana Asuhan Kebidanan

Tujuan :proses kehamilan berlangsung normal, sampai aterm tanpa

adanya penyakit.

Kriteria : - TFU sesuai umur kehamilan

- TTV dalam batas normal

TD : 90 /70 mmHg

N : 80x/Menit

P : 20x/menit

S : 36,5° C

- DJJ : 143 kali per menit dalam batas normal

- - Tidak terdapat 9 tanda bahaya kehamilan

Rencana tindakan :

1. Sampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu

Rasional : Dengan penjelasan yang diberikan

tentang kondisi kehamilannya maka ibu akan

mengerti sehingga ibu dapat bersifat lebih

kooperatif terhadap tindakan dan anjuran petugas.

2. Jelaskan pada ibu tentang

35
 Gizi ibu hamil

Rasional :Kebutuhan gizi ibu lebih dari biasanya atau

porsinya dua kali lebih banyak dari sebelum hamil

karena digunakan untuk pertumbuhan dan

perkembangan janin serta organ-organ dalam

kehamilan dan persiapan masalah laktasi.

 Personal Hygiene

Rasional :Ibu dapat menjaga kebersihan diri sendiri

sehingga terhindar dari infeksi terutama pada kulit

dan genitalia luar.

3. Anjurkan pada ibu agar makan-makanan yang gizi seimbang

Rasional : untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin.

4. Jelaskan kepada ibu tanda-tanda bahaya kehamilan.

Rasional :deteksi dini keadaan abnormal sehingga segera

dapat diatasi.

5. Diskusi tentang persiapan kelahiran dan persalinan.

Rasional :ibu telah lebih baik dalam kondisi fisik maupun

psiko sehingga ibu tenang dalam menghadapi

persalinan dan keluarga juga benar-benar siap.

6. Berikan tablet Fe, kalsium dan vitamin B kompleks

Rasional :untuk memenuhi kebutuhan zat besi, kalsium,

vitamin ibu dan bayi.

36
7. Anjurkan ibu untuk datang kembali (follow up) untuk

memeriksakan kehamilannya pada tanggal yang telah

ditentukan atau kapan saja jika ada keluhan.

Rasional :untuk memantau keadaan ibu dan janin.

LANGKAH VI. Implementasi

Tanggal 28 Mei 2018 jam 09.05 WITA

1. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu

a. Kondisi ibu baik

b. Keadaan dan letak janin baik

2. Memberi HE kepada ibu tentang:

a. gizi ibu hamil

Ibu hamil di anjurkan makan makanan yang mengandung

protein, vitamin kalsium untuk perkembangan janin dalam

kandungan, terutama makanan yang mengandung zat besi

untuk mencegah anemia.

b. Personal Hygiene

Menganjurkan ibu untuk selalu mengganti pakaian dalam

keadaan basah dan kotor serta mandi 2x sehari dengan

sabun, sikat gigi 2x sehari.

3. Menganjurkan pada ibu agar makan-makanan yang gizi seimbang

4. Menjelaskan tentang tanda bahaya kehamilan :

a. Sakit kepala menetap.

b. Keluar lendir dan darah sebelum waktunya.

37
c. Wajah, tangan kaki bengkak.

d. Pergerakan janin berkurang.

e. Sakit perut hebat.

f. Gangguan penglihatan.

g. Mual dan muntah-muntah terus.

h. Kejang.

i. Demam.

5. Memberikan tablet Fe, kalsium, vitamin B kompleks kepada ibu

6. Mendiskusikan tentang persiapan persalinan :

a. Menyiapkan pakaian ibu dan bayi.

b. Memilih tempat persalinan.

c. Bidan/dokter akan menolong.

d. Persiapan biaya persalinan.

e. Keluarga yang akan mendampinginya.

7. .Menganjurkan ibun untuk datang kontrol kembali pada tanggal 16

januari 2019

LANGKAH VII. EVALUASI

Tanggal 10 Januari 2019, jam 09.10 WITA

1. Kehamilan berlangsung normal

TFU : 31 Cm

Djj : 143 kali permenit

2. Keadaan umum ibu baik :

TTV :TD : 90/70 mmHg

38
N : 80 kali per menit

S : 36,5°C

P : 20 kali per menit

Tidak ada tanda-tanda bahaya dalam kehamilan

39
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY “I” DENGAN GESTASI 30 MINGGU 6 HARI DI

PUSKESMAS LAWOWOI

TANGGAL 10 JANUARI 2019

No.Register : 223

Tanggal Kunjungan : 10 JANUARI 2019 Pukul 09.00 WITA

Tanggal pengkajian : 10 januari 2019 Pukul 09.00 WITA

Nama pengkaji : GUSNAWATI

Identitas Data Dasar

1. Identitas istri/ suami

Nama : Ny “ I” / Tn “ A”

Umur : 33 tahun / 30 tahun

Nikah / lamanya : 1 kali ± 10 tahun / 1 kali ± 10 tahun

Suku : Bugis / Makassar

Agama : Islam / Islam

Pendidikan : SMA / SMA

Pekerjaan : IRT / Karyawan Swasta

Alamat : Lawowoi Kab Sidrap

Catatan pendokumentasian (SOAP)

Tanggal 10 januari 2019 Pukul 09.00 WITA

40
Subjektif (S)

1. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ketiga (G3 P2 A0)

2. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ketiga

3. HPHT tanggal 08 Juni 2018.

4. TP tanggal 15 Maret 2019.

5. Umur kehamilan ibu 30 minggu 6 hari.

6. Pergerakan janin baik terutama pada sebelah kiri.

7. Pemberian TT sudah 2kali.

a. TT 1 pada tanggal 6 Agustus 2018

b. TT 2 pada tanggal 10 September 2018

7. Selama hamil ibu mengkomsumsi obat-obatan dari resep

dokter/Bidan.

Objektif (O)

1. Keadaan umum baik dan composmentis

2. HPHT :08 Juni 2018

3. TP :15 Maret 2019

4. BB :53 kg

5. TB :152 cm

6. Lila :26 cm

7. TTV : TD : 90 / 70 mmHg

N : 80 kali per menit

P : 20 kali per menit

S : 36,5C

41
8. Kepala, Wajah, Leher

Rambut tampak bersih, hitam, tidak rontok dan tidak ada

benjolan serta nyeri tekan,wajah bersih dan berseri-seri, tidak

ada oedema pada wajah dan cloasma gravidarum, tidak ada

nyeri tekan,leher tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada

pembengkakan pada kelenjar tiroid dan kelenjar limfe.

9. Mata

Simetris kiri dan kanan, konjungtiva merah muda, sclera putih

bersih

10. Hidung

Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada secret dan polip

11. Telinga

Tidak ada seruman

12. Mulut dan Gigi

Bibir merah muda, tidak pecah – pecah, lembab, dan tidak ada

karies gigi

13. Payudara

Payudara simetris kiri kanan, puting susu terbentuk/menonjol,

hiperpigmentasi pada aerola, tidak ada massa dan nyeri tekan.

14. Abdomen

Tampak linea nigra dan tidak ada bekas luka operasi

Palpasi abdomen :

Leopold I :T FU 31 Cm teraba bokong dalam fundus

42
Leopold II : puki

Leopold III : persentase kepala

Leopold IV : BAP (konvergen)

TFU : 31 cm

LP : 90 cm

TBJ :2790 gram

DJJ : 143 kali per menit

Ada gerakan refleks pada tungkai bawah kiri dan kanan

15. Genitalia

Tidak ada benjolan, varises, dan tidak ada keputihan yang

berbau busuk dan gatal

Assesment (A)

Ny “I” umur 33 tahun G3P2A0 Gestasi 30 minggu 6 hari, situs

memanjang, puki, persentasi kepala, janin tunggal, intra uteri, hidup,

keadaan ibu dan janin baik.

Penatalaksanaan (P)

Tanggal 10 Januari 2019 pukul 09.00 WITA

1. Menjelaskan kepada ibu kondisi kehamilannya

ibu mengerti sehingga ibu dapat bersifat lebih kooperatif terhadap

tindakan yang dilakukan .

43
2. Menjelaskan pada ibu tentang:

 Gizi ibu hamil

:Kebutuhan gizi ibu lebih dari biasanya atau porsinya dua kali

lebih banyak dari sebelum hamil karena digunakan untuk

pertumbuhan dan perkembangan janin serta organ-organ

dalam kehamilan dan persiapan masalah laktasi.

 Personal Hygiene

:Ibu dapat menjaga kebersihan diri sendiri sehingga

terhindar dari infeksi terutama pada kulit dan genitalia luar.

3. Menganjurkan pada ibu agar makan-makanan yang gizi

seimbang

untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin.

4. Menjelaskan kepada ibu tanda-tanda bahaya kehamilan.

deteksi dini keadaan abnormal sehingga segera dapat

diatasi.

5. Mendiskusikan tentang persiapan kelahiran dan persalinan.

ibu telah lebih baik dalam kondisi fisik maupun psiko

sehingga ibu tenang dalam menghadapi persalinan dan

keluarga juga benar-benar siap.

6. MemBerikan tablet Fe, kalsium dan vitamin B kompleks

:untuk memenuhi kebutuhan zat besi, kalsium, ibu bersedia

mengkonsumsi obat yang diberikan

44
7. Menganjurkan ibu untuk datang kembali (follow up) untuk

memeriksakan kehamilannya pada tanggal yang telah

ditentukan atau kapan saja jika ada keluhan

Ibu bersedia datang kontrol sesuai jadwal yang ditentukan

45
BAB IV

PEMBAHASAN KASUS

Pada bab ini akan dibahas tinjauan kasus berdasarkan hasil

pelaksanaan asuhan kebidanan antenatal pada Ny “I” dengan umur

kehamilan 30 minggu 6 hari di Puskesmas Lawowoi Kab Sidrap

Pada tanggal 10 januari 2019, penulis bertemu dengan Ny “I”

sebagai objek untuk pengambilan studi kasus yang sedang berkunjung

ANC di Puskesmas Lawowoi kab sidrap

Ibu melakukan pemeriksaan sebanyak 4 kali selama kehamilan ini,

yang terdiri dari satu kali pada trimester I, dua kali pada trimester II satu

dan satu kali pada trimester ke III. Pemeriksaan kehamilan pada Ny “I”

merupakan kunjungan ulang ibu dan kunjungan pertama penulis.

Pemeriksaan kehamilan pada Ny “I” mengikuti standar “10 T” yaitu :

Timbang berat badan, Ukur tekanan darah, Nilai status gizi buruk (lila),

Ukur tinggi fundus uteri, Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid lengkap,

Pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan, Test terhadap

penyakit infeksi menular seksual, Tes laboratorium, Temu wicara dalam

rangka persiapan rujukan. Hal ini sesuai dengan teori Prawirohardjo,2009.

Kenaikan berat badan ibu hamil bertambah 1 kg perbulan selama

kehamilan. Pertambahan berat badan Ny “I” selama kehamilan mengalami

kenaikan ± 8 kg. Ternyata Ny “I” mengalami kenaikan berat badan dalam

batas yang normal dengan rekomendasi kenaikan berat badan yang

46
dibutuhkan selama kehamilan 6,5-16,5 kg, tidak ada kesenjangan dengan

teori. (Prawirohardjo, 2009)

Tekanan darah ibu hamil harus dalam batas normal (antara110/70

mmhg sampai 130/90 mmhg) apabila terjadi kenaikan tekanan darah

(hipertensi) atau penurunan tekanan darah (hipotensi), hal tersebut perlu

diwaspadai karena dapat berdampak buruk bagi ibu dan janin apabila

tidak ditangani secara dini (menurut teori Prawirohardjo, 2009). Setiap kali

pemeriksaan kehamilan tekanan darah Ny “I” antara 110/70-120/90

mmhg, tekanan darah dalam batas normal, tidak ada kesenjangan dengan

teori.

Ukuran lila normal pada ibu hamil adalah ≥23,5 (Depkes,

2009).mengukur lila untuk mengetahui status gizi ibu yangberhubungan

dengan pertumbuhan janin agar tidak BBLR. Pada lila Ny “I” adalah 27

cm, angka tersebut masih dalam batas normal, tidak ada kesenjangan

dengan teori.

Pada saat kunjungan ANC didapatkan Tinggi Fundus Uteri pada Ny

“I” adalah 31 cm dan lingkar perut 90 cm Menurut Mochtar (2000), hal ini

tidak menjadi masalah dikarenakan masih dalam batas normal bila

dihitung dengan rumus Neagle, taksiran berat janin 2790 gram, tidak ada

kesenjangan dengan teori.

47
Normal DJJ pada teori di Asuhan Persalinan Normal 2008 berkisar

antara 143 – 150x/menit, hal ini sesuai dengan teori dan tidak ada

kesenjangan dengan teori.

Arah penyuntikan dari imunisasi TT1 ke TT2 yaitu 4 minggu dengan

lama perlindungan 3 tahun. (Saifuddin,2004). Penyuntikan imunisasi TT1

pada Ny “I” dilakukan pada usia kehamilan 16 minggu 4 hari, pada tanggal

13-09-2018, TT2 pada usia kehamilan 20 minggu 4 hari tanggal 13-10-

2018 Tidak ada kesenjangan dengan teori.

Tablet penambah darah dapat diberikan sesegera mungkin setelah

rasa mual hilang yaitu satu tablet sehari. Tiapa tablet mengandung FeSO4

320 mg (zat besi 60 mg) dan Aam Folat 500 mg, minimal masing-masing

90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi

karena akan mengganggu penyerapan (Saifuddin, 2009). Pada trimester I

Ny”I” sesudah mendapatkan tablet zat besi sebanyak ± 60 tablet, pada

trimester II dan trimester III Ny “I” mendapatkan 40 tablet. Ny “I” mau

meminum tablet zat besi sesuai dengan anjuran yang diberikan , tidak ada

kesenjangan dengan teori.

Ibu hamil dikatakan anemia apabila kadar haemoglobin (HB) dalam

darahnya kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro, 2009). Pada Ny”I” didapati

kadar HB bernilai 12 gr%, maka hal ini sesuai dengan teori dan tidak

memiliki kesenjangan dengan teori.

48
Jika didapati Glukosa urine dan Protein urine pada ibu hamil positif

2 serta ada oedem dan tekanan darah tinggi, tanda-tanda tersebut menuju

pada preeklamsi pada kehamilan (Prawirohardjo, 2009). Pada

pemeriksaan urine Ny “I” hasilnya adalah negative, tidak ada kesenjangan

antara teori.

Berdasarkan data-data yang terkumpul dari anamnesa,

pemeriksaan fisik pemeriksaan khusus kebidanan secara inspeksi,

palpasi, auskultasi, dan perkusi tidak ditemukan adanya masalah dengan

demikian kehamilan Ny “I” adalah kehamilan normal adalah kehamilan

dengan gambaran ibu yang sehat, tidak ada riwayat obstetrik yang buruk

serta pemeriksaan fisik dan laboratorium normal. (Saifuddin, 2009).

49
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Secara umum pelayanan asuhan kebidanan pada ibu hamil

yang sering ditemukan didalam praktik disini penulis dapat

menerapkan teori-teori yang telah didapatkan dalam pembelajaran

perkuliahan walaupun terdapat beberapa perbedaan namun tetap

menjadi bahan perbandingan baik buruknya dalam penulisan

selanjutnya.

B. Saran

Diharapkan masalah yang sering timbul dapat teratasi dengan

baik dan cepat namun tetap menerapkan asuhan sayang ibu dan janin

agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari dan para ibu dapat

merasakan manfaat asuhan yang diberikan oleh mahasiswa

POLTEKKES Program Studi D III Kebidanan Makassar. Oleh karena

itu, mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan

antenatal care yang diterapkan dimasyarakat nantinya.

50