Anda di halaman 1dari 8

Penyebab sakit gigi yang paling sering dikeluhkan

Gigi berlubang adalah penyebab sakit gigi yang paling umum. Selain bikin gigi cenat-cenut, gigi

berlubang juga bikin susah konsentrasi, makan, dan tidur. Repot, deh!

Nah, berikut adalah berbagai penyebab sakit gigi lainnya sekaligus apa yang bisa Anda lakukan

untuk mengatasinya.

1. Gigi sensitif

Jika gigi senat-senut tajam setiap habis makan dan minum yang panas atau dingin, tandanya

Anda punya gigi sensitif. Kondisi ini bisa menjadi penyebab sakit gigi Anda.

Gigi bisa sensitif karena resesi gusi (garis gusi turun hingga memperlihatkan akar gigi) atau

penipisan enamel gigi. Perawatan gigi, seperti cabut gigi maupun pemasangan kawat gigi atau

gigi palsu, juga dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif.

Cara mengatasinya:

Sampai tiba waktunya berobat ke dokter gigi, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan gigi

dan mulut di rumah dengan sikat gigi dua kali sehari. Gunakan sikat gigi lembut dan pasta gigi

khusus untuk gigi sensitif.


Alternatifnya, Anda juga bisa minum obat sakit gigi dan mengoleskan pasta gigi sensitif

langsung di area gigi yang sakit. Pijat ringan selama sekitar 10 menit. Ulangi mengoleskan

“salep” jika diperlukan.

Obat sakit gigi tersedia di toko obat tanpa perlu resep dokter. Namun sebelum minum obat,

pastikan Anda sudah membaca aturan pakainya dengan teliti untuk menghindari efek samping

dan overdosis obat.

2. Kebiasaan menggeretakkan gigi

Kebiasaan menggeretakkan gigi dapat merusak saraf dalam mulut, yang akhirnya menjadi

penyebab Anda mengalami sakit gigi. Apalagi jika belakangan Anda sering mengeluh nyeri

tumpul di belakang kepala atau rahang. Gigi juga terasa lebih sensitif, berubah warna jadi agak

kusam, hingga permukaan teratasnya rata dan licin akibat kebiasaan ini.

Namun, kebanyakan orang tidak sadar mereka sudah lama melakukan hal ini, terutama saat tidur.

Sementara bagi yang lain, mereka sadar betul terbiasa melakukannya saat sedang stres, tegang,

atau cemas.

Cara mengatasinya:

Sampai saat ini tidak ada obat yang bisa membantu Anda untuk berhenti menggeretakkan gigi.

Namun, ada baiknya segera ubah kebiasaan buruk ini untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih

parah.
Anda juga bisa konsultasi ke dokter mengenai cara perawatan gigi yang tepat. Dokter gigi

mungkin dapat menganjurkan Anda memakai retainer (behel lepasan) selama tidur untuk

menghentikan Anda menggeretakkan gigi tanpa sadar.

Selain itu, kebiasaan buruk ini seringkali dipicu oleh stres yang terpendam dalam diri.

Maka usahakanlah untuk mengatasi stres harian dengan cara yang baik.

3. Tumbuh gigi bungsu

Bagi beberapa orang, tumbuhnya gigi bungsu adalah penyebab utama dari sakit gigi yang mereka

alami. Ini karena gigi bungsu sering tumbuh dalam posisi miring hingga mendorong gigi

geraham yang sudah ada, atau tumbuh berdesakan di tempat yang terlalu ramai.

Sakitnya bisa berupa nyeri berdenyut tajam tiba-tiba, yang berlangsung sebentar atau lanjut

berhari-hari. Tak jarang, gigi bungsu yang tumbuh juga bisa sampai menyebabkan sakit kepala

hebat dan nyeri rahang.

Cara mengatasinya:

Mencabut gigi bungsu adalah tindakan yang aman dan paling umum disarankan oleh dokter gigi.

Oleh sebab itu, jika keluhan sakit gigi Anda terus menjadi-jadi, buat janji dengan dokter gigi

sesegera mungkin.

Sementara menunggu janji cabut gigi, Anda dapat meredam rasa sakitnya dengan berkumur air

garam atau minum obat penghilang nyeri yang banyak dijual bebas di toko obat.
4. Karies gigi

Karies gigi alias pembusukan gigi adalah penyebab sakit gigi yang paling umum ditemui. Pada

tahap awal, pembusukan pada lapisan terluar gigi (enamel) biasanya tidak menimbulkan rasa

sakit. Namun seiring pembusukan menggerogoti lapisan bagian dalam gigi (dentin dan email),

gigi akan mengeropos hingga membentuk lubang.

Pada stadium lanjut, pembusukan dapat menyerap lapisan terdalam gigi (pulp) yang

memunculkan infeksi dengan rasa sakit intens yang tajam. Infeksi gigi ini dapat menyebabkan

pembentukan abses (benjlan bernanah) di bawah akar gigi dan kematian gigi. Tidak pernah

terobati, infeksi gigi dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut seperti

penyakit gusi.

Karies gigi lebih sering dialami anak-anak karena kebiasaan mereka makan makanan manis atau

jarang menyikat gigi. Kerusakan gigi akibat karies semasa kecil sangat mungkin berlanjut hingga

usia dewasa.

Cara mengatasinya:

Penting untuk memeriksakan karies ke dokter gigi secepat mungkin agar segera ditangani.

Semakin cepat karies gigi diperbaiki, maka risiko terjadinya kerusakan gigi yang parah bisa

diminimalisir.
Tambal gigi adalah pilihan perawatan yang utama apabila pembusukan telah mengikis enamel.

Selain itu, dokter gigi juga dapat menyarankan cabut gigi, pemasangan crown gigi, atau

perawatan saluran akar gigi (root canal treatment) jika kerusakannya sudah sangat parah.

Kunci utama mencegah terjadinya karies gigi adalah selalu pastikan Anda rajin sikat gigi setiap

pagi dan malam sebelum tidur. Tak hanya sikat gigi, rutin juga lakukan flossing gigi untuk

menghilangkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi.

5. Tambalan gigi lepas

Ketika tambalan gigi Anda melonggar, patah, retak, atau lepas, rasa sakit akibat gigi bolong bisa

kembali setiap Anda makan atau minum. Nyerinya dapat berupa rasa sakit tajam yang timbul-

tenggelam atau senat-senut saat menggigit area tersebut. Anda juga mungkin merasa bahwa gigi

yang sakit tersebut menjadi sangat sensitif.

Cara mengatasinya:

Jika penyebab sakit gigi Anda benar karena tambalan yang lepas atau longgar, sat-satunya cara

adalah pergi ke dokter gigi untuk ditambal kembali.

Sementara menunggu jadwal tambal gigi, redakan sakit dengan berkumur air garam atau minum

obat sakit gigi yang dibeli di warung dekat rumah.

6. Penyakit gusi
Penyakit gusi (gingivitis) juga merupakan salah satu penyebab sakit gigi yang paling umum.

Kondisi ini dapat disebabkan karena penumpukan plak gigi di sekitar gusi. Peradangan akibat

bakteri dalam plak bisa mengakibatkan gusi merah membengkak yang terasa amat sakit, hingga

mungkin berdarah.

Jika gingivitis tidak ditangani dengan benar, penyakit gusi ini lama-lama bisa

menyebabkan penggumpalan nanah (abses) yang membuat Anda memiliki bau mulut kronis.

Dalam dunia kedokteran gigi, kondisi ini disebut dengan periodontitis.

Periodontitis kemudian merusak jaringan lunak dan tulang yang mendukung gigi Anda. Gusi

Anda mulai surut dan gigi dapat melonggar sehingga perlu dicabut. Setelah gusi Anda surut, gusi

tidak akan tumbuh kembali.

Infeksi ini dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut. Bahkan, bisa menjalar

hingga bagian tubuh lain dan menyebabkan kematian. Maka dari itu, penting untuk selalu

menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik.

Cara mengatasinya:

Penyakit dan infeksi gusi hanya bisa ditangani tuntas oleh dokter gigi.

Anda harus rutin periksa ke dokter gigi untuk memantau kesehatan gigi dan mulut secara

menyeluruh. Jika Anda punya masalah gigi tertentu, dokter gigi dapat menanganinya lebih awal.

Dengan begitu, peluang Anda untuk cepat sembuh dari rasa sakit pun akan lebih besar.

7. Gigi patah atau retak


Kadang, Anda mungkin sudah telanjur sakit gigi tapi tidak jelas apa penyebabnya. Tidak ada gigi

yang bolong atau nyeri di gusi sedikit pun.

Sakit gigi dengan nyeri tumpul tanpa alasan jelas dapat menandakan gigi Anda retak atau patah.

Patahannya mungkin terlalu kecil untuk dapat dilihat oleh mata telanjang sehingga tidak pernah

diketahui. Ketika retakannya parah, saraf di dalam atau bawah gigi bisa terkena hingga barulah

menyebabkan rasa ngilu yang menyakitkan.

Keretakan gigi mungkin terjadi karena kebiasaan mengunyah yang buruk, menggeretakkan gigi,

cedera gigi, melemahnya gigi karena tambalan besar, dan sebagainya. Terlebih, retakan tersebut

bisa jadi tempat persembunyian bagi bakteri untuk kerusakan dan masalah gigi lebih lanjut.

Cara mengatasinya:

Gigi yang retak atau patah dapat diobati dengan berkonsultasi ke dokter gigi. Dokter gigi akan

memeriksa lokasi gigi yang patah sambil mengevaluasi penyebab yang mendasarinya.

Selain pemeriksaan fisik, Anda mungkin membutuhkan tes pendukung lainnya. Jika

penyebabnya sudah diketahui secara pasti, barulah dokter gigi dapat menentukan pengobatan

yang tepat bagi Anda.

8. Penyebab sakit gigi yang lebih jarang


Jika Anda baru-baru ini mengalami cedera pada persendian temporomandibular (sendi

penyambung rahang dan tengkorak kepala), Anda mungkin dapat merasakan rasa sakit tumpul

dan menekan pada area gigi. Trauma rahang ini juga bisa disebabkan oleh kebiasaan

menggeretakkan gigi, arthritis, atau kanker mulut yang memengaruhi rahang.

Ada satu lagi penyebab sakit gigi yang kurang umum, namun juga sama pentingnya untuk

diketahui, yaitu sinusitis. Sinusitis bisa menyebabkan sakit gigi karena gigi belakang di rahang

atas berbagi saraf yang sama dengan rongga sinus. Akibatnya, rasa sakit di sinus bisa hadir

disebabkan oleh sakit gigi, atau sebaliknya sinus menyebabkan sakit gigi.

Sakit gigi akibat sinus biasanya disertai atau didahului oleh hidung yang tersumbat, dan nyeri di

sekitar rongga hidung.

Cara mengatasinya:

Sinusitis ringan mungkin masih bisa Anda atasi sendiri di rumah dengan berbagai cara, termasuk

dengan pakai obat minum atau semprotan hidung.