Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP Negeri 3 SAJIRA


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester : VIII/ Ganjil
Materi Pokok : Usaha dan Pesawat Sederhana
Alokasi Waktu : 5 x 40 Menit (2 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI) :


Kompetensi Sikap
Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya”. Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
KI 3 KI 4
3.4 Memahami, menerapkan, 4.4 Mengolah, menalar, dan
menganalisis pengetahuan menyaji dalam ranah konkrit
faktual, konseptual, prosedural dan ranah abstrak terkait
berdasarkan rasa ingin tahunya dengan pengembangan dari
tentang ilmu pengetahuan, yang dipelajarinya di sekolah
teknologi, seni, budaya, dan secara mandiri, dan mampu
humaniora dengan wawasan menggunakan metode sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kaidah keilmuan.
kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah.
B. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran dengan diskusi-informasi, serta model pembelajaran


Diskusi dan Problem based learning dalam mempelajari materi pokok Usaha dan
Pesawat sederhana makadi harapkan siswa dapat menjelaskan konsep kerja/usaha,
jenis pesawat sederhana, keuntungan mekanik, prinsip pesawat sederhana pada otot
dan rangka manusia dan mampu memaparkan hasil penyelidikan tentang manfaat
pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh kejujuran, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam.
C. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Kompetensi Dasar IPK
3.3 Menjelaskan konsep usaha, 3.3.1 Mengamati cara kerja pesawat
pesawat sederhana, dan penerapannya sederhana secara langsung/video
dalam kehidupan sehari-hari termasuk 3.3.2 Mengidentifikasi jenis pesawat
kerja otot pada struktur rangka manusia sederhana seperti katrol, roda
berporos, bidang miring
4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau 4.3.1 Melakukan percobaan dan
pemecahan masalah tentang manfaat mengidentifikasi mekanisme kerja
penggunaan pesawat sederhana pesawat sederhana serta
dalam kehidupan sehari-hari hubungannya dengan kerja otot pada
struktur rangka manusia
4.3.2 Melaporkan/ memaparkan hasil
penyelidikan tentang manfaat
pesawat sederhana dalam kehidupan
sehari-hari

D. Materi Pembelajaran
Pesawat Sederhana
 Kerja/Usaha
 Jenis pesawat sederhana
 Keuntungan mekanik
 Prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia

E. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode dan Model Pembelajaran : Problem Based Learning

Pertemuan No IPK Metode


I 3.3.1 Problem Based Learning

II 3.3.2 Diskusi

F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1

No IPK IPK
3.3.1 Mengamati cara kerja pesawat sederhana secara langsung/video
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
waktu
(menit)
1. Pendahuluan  Guru mengajak berdoa’a sebelum kegiatan 15
pembelajaran dimulai
 Mengkondisikan siswa agar berkonsentrasi
dengan cara mengabsen siswa satu persatu
 Membangun apersepsi dengan menanyakan
materi sebelumnya yang terkait dengan materi
yang akan dibahas sekarang
 Memberi motivasi siswa dengan menunjukkan
gambar-gambar pesawat sederhana yang berada
di lingkungan (mengamati), sambil guru
bertanya: Bagaimana cara kerja pesawat
sederhana yang sering kamu lakukan?
(menanya) (Saintifik)
 Menjelaskan tujuan pembelajaran.
2. Inti  Mengelompokkan siswa 90
 Membagikan lembaran LKS
 Menjelaskan cara mengerjakan LKS (mencoba,
mengkomunikasi)
 Setiap kelompok melakukan diskusi, guru
mendorong siswa untuk mengumpulkan
informasi yang sesuai sebagai strategi untuk
memecahkan masalah (mencoba, menalar,
mengkomunikasi)
 Membimbing setiap kelompok untuk
merumuskan strategi pemecahan masalah dalam
bentuk laporan tertulis (mencoba,
mengkomunikasi)
3. Penutup  Melakukan refleksi sekaligus evaluasi terhadap 15
pembelajaran hari ini(menanya, menalar,
mencoba, dan mengkomunikasi)
 Menugaskan siswa membuat poster contoh alat
pesawat sederhana

Model/ Metode Pembelajaran :


• Problem Based Learning

Kemampuan Sintak/ Tahapan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran


Berpikir dan Pembelajaran
Pengetahuan
Pada IPK
1 2 3
 Pemahaman 1. Stimulasi/Pembe Menayangkan gambar/foto contoh pesawat sederhana
Pengetahuan rian Rangsangan dalam kehidupan sehari-hari dan menaanyakan “Apakah
Konseptual yang kalian Pikirkan tentang gambar tersebut?”
(menanya) (Saintifik)
 Penerapan
Pengetahuan
Prosedural
 Peerapan
Pengetahuan
Faktual

(Gb. Anak menarik katrol)

Dilanjutkan dengan pertanyaan “ Contoh Pesawat sederhana


apa yang sering kalian lakukan ?
2. Identifikasi Guru memberikan masalah yang berkaitan dengan usaha dan
Masalah pesawat sederhana samapai siswa dapat berpikir dan
bertanya, contohnya :
Analisis manakah yang termasuk kegiatan melakukan usaha
dan bukan usaha!

Bukan
No Usaha Usaha
Pernyataan
1 Beni mendorong meja dengan gaya 10
N, sehingga meja tersebut berpindah
sejauh 20 cm
2 Mangga bermassa 500g jatuh dari
pohonnya yang memiliki ketinggian 2 m
diatas permukaan tanah
3 Siti mendorong kereta belanjanya
dengan gaya 50 N dari arah rak daging
menuju rak sayuran dan kembali ke rak
daging
4 Dayu menginjak telur dengan gaya
sebesar 5 N sehingga telur tersebut
pecah
5 Balok bermassa 2 kg dipindahkan
dengan gaya sebesar 40 N sehingga
pindah sejauh 2 m

3. Pengumpulan Mencari informasi melalui pengamatan Usaha pada pesawat


Data sederhana dan Prinsip kerja pesawat sederhana pada sistem
gerak manusia, kajian literatur dari berbagi buku sumber
maupun internet untuk mendapatkan data-data yang
dibutuhkan.

4. Pengolahan Mengolah data hasil pengamatan tentang usaha pada pesawat


sederhana dan Prinsip kerja pesawat sederhana pada sistem
gerak manusia.

5. Pembuktian Mendiskusikan tentang usaha pada pesawat sederhana dan


Prinsip kerja pesawat sederhana pada sistem gerak manusia.

6. Generalisasi / Menyimpulkan pengertian usaha pada pesawat sederhana


Menarik dan Prinsip kerja pesawat sederhana pada sistem gerak
Kesimpulan manusia.
G. Pertemuan ke 2

No IPK IPK

3.3.2 Mengidentifikasi jenis pesawat sederhana seperti katrol, roda


berporos, bidang miring

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


waktu
(menit)
4. Pendahuluan  Guru mengajak berdoa’a sebelum kegiatan 10
pembelajaran dimulai
 Mengkondisikan siswa agar berkonsentrasi
dengan cara mengabsen siswa satu persatu
 Membangun apersepsi dengan menanyakan
materi sebelumnya yang terkait dengan materi
yang akan dibahas sekarang
 Memberi motivasi siswa dengan menunjukkan
gambar-gambar pesawat sederhana yang berada
di lingkungan (mengamati), sambil guru
bertanya: Jenis pesawat sederhana seperti apa
saja yang sering kita lakukan? (menanya)
(Saintifik)
 Menjelaskan tujuan pembelajaran.
5. Inti  Mengelompokkan siswa 60
 Membagikan lembaran LKS
 Menjelaskan cara mengerjakan LKS (mencoba,
mengkomunikasi)
 Setiap kelompok melakukan diskusi, guru
mendorong siswa untuk mengumpulkan
informasi yang sesuai sebagai strategi untuk
memecahkan masalah (mencoba, menalar,
mengkomunikasi)
 Membimbing setiap kelompok untuk
merumuskan strategi pemecahan masalah dalam
bentuk laporan tertulis (mencoba,
mengkomunikasi)
6. Penutup  Melakukan refleksi sekaligus evaluasi terhadap 10
pembelajaran hari ini(menanya, menalar,
mencoba, dan mengkomunikasi)
 Menugaskan siswa membuat polio tentang
mengidentifikasi pesawat sederhana yang ada di
rumah
Model/ Metode Pembelajaran :
• Diskusi

Kemampuan Sintak/ Tahapan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran


Berpikir dan Pembelajaran
Pengetahuan
Pada IPK
1 2 3
 Pemahaman 2. Stimulasi/Pembe Menayangkan gambar/foto contoh pesawat sederhana
Pengetahuan rian Rangsangan “Termasuk Kedalam pengungkit jenis keberpakah ini?”
Konseptual (menanya) (Saintifik)
 Penerapan
Pengetahuan
Prosedural
 Peerapan
Pengetahuan
Faktual

(Gb. Pengungkit Jenis ke 3 )

(Gb. Jenis-jenis Katrol)

(Gb. Roda Berporos)


(Gb. Bidang Miring)

Dilanjutkan dengan pertanyaan “ Seandainya tidak ada yang


namanya pesawat sederhana ,apa tanggapan kalian ?

2. Identifikasi Guru memberikan masalah yang berkaitan dengan usaha dan


Masalah pesawat sederhana samapai siswa dapat berpikir dan
bertanya, contohnya :
Siswa diminta untuk membuktikan bahwa sekrup adalah
salah satu contoh bidang miring

3. Pengumpulan Mencari informasi melalui pengamatan pada contoh pesawat


Data sederhana.

4. Pengolahan Mengolah data hasil pengamatan tentang pesawat sederhana

5. Pembuktian Mendiskusikan tentang contoh pesawat sederhana (Bidang


Miring).

7. Generalisasi / Menyimpulkan pengertian pesawat sederhana pada


Menarik kehidupan sehari-hari
Kesimpulan
H. Teknik Penilaian
1. Penilaian Aspek Pengetahuan :
Tes tertulis : Essay
Proyek : Gambar
2. Penilaian Aspek Keterampilan :
Laporan : Rubrik penilaian

I. Media/ Alat, bahan dan Sumber Belajar


1. Media/ Alat : Gambar/LKS
2. Bahan : Bahan Tayang, gambar katrol dan pesawat sederhana pada
sistem gerak.
3. Sumber Belajar : Buku paket Ilmu Pengetahuan Kelas 8 Smester 1

Sajira, 22 Oktober 2019


Guru Mata Pelajaran IPA Mahasiswa PLP

Ratu Aan Aliyah, S.Pd Mengetahui, Indra Lesmana


NIP.
Kepala SMPN 3 Sajira

Anda Suganda, S.Pd


NIP.1116203021985021004
Lampiran Materi Pembelajaran

PESAWAT SEDERHANA

Kompetensi Dasar :
3.3 Menjelaskan konsep usaha, pesawat sederhana, dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari termasuk kerja otot pada struktur rangka manusia

4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau pemecahan masalah tentang manfaat


penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari

A. Usaha (W)

Usaha adalah energi yang diperlukan untuk memindahkan kedudukan suatu benda.
Besarnya usaha ditentukan oleh besarnya gaya yang diberikan pada benda dan jahnya
perpindahan benda. Secara matematis, usaha dapat dirumuskan sebagai berikut.

W = F. s

Keterangan: W : Usaha (Joule)


F : Gaya (Newton)
S : Perpindahan (m)

Diketahui gaya sebesar 5 N menyebabkan benda berpindah sejauh 10 m. Berapa besar


usahanya?

Pembahasan:

Diketahui:

F=5N

s = 10 m

Ditanyakan: W = ….?
Jawaban:

W=Fxs

W = 5 N x 10 m = 50 J

Jadi. besar usahanya sebesar 50 Joule.


B. Laju Energi atau Daya (P)

Laju energi atau daya adalah besar energi yang dipergunakan dalam setiap detik, sehingga
dapat ditentukan dengan cara membagi besar usaha (W) dengan selang waktu (t). Secara
matematis, Daya dirumuskan sebagai berikut.

P = W/t

Keterangan:

P = daya (watt)

W = usaha (joule)

t = waktu (sekon)

Contoh Soal:

Beni mendorong kereta belanja dengan gaya sebesar 250 N sehingga kereta belanjanya maju
ke depan sejauh 50 m. Waktu yang diperlukan oleh beni untuk mendorong kereta belanja
tersebut adalah 50 sekon. Tentukan:

a. besar usaha yang dilakukan oleh Beni untuk mendorong kereta belanja,

b. daya yang dilakukan Beni untuk mendorong kereta belanja.

Pembahasan:

Diketahui:

F = 250 N

s = 50 m

t = 50 s

Ditanyakan: W dan P

Jawaban:

a. besar usaha b. besar daya

W=Fxs P = W/t

W = 250 N x 50 m P = 12500 J/50 s

W = 12500 J P = 250 watt


C. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana adalah suatu alat yang digunakan untuk mempermudah melakukan
usaha. Pesawat sederhana terdiri atas, katrol, roda berporos, bidang miring, dan pengungkit.

1. Katrol

Jenis-Jenis Katrol

Katrol adalah sebuah roda yang sekelilingnya diberi tali dan dipakai untuk mempermudah
pekerjaan manusia. Ada berbagai macam katrol, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol
majemuk.

 Katrol tetap berfungsi untuk mengubah arah gaya tidak menggandakan gaya kuasa.
Keuntungan mekanis untuk katrol tetap sama dengan 1.
 Katrol bebas berfungsi untuk melipat gandakan gaya, sehingga gaya pada kuasa yang
diberikan untuk mengangkat benda menjadi setengah dari gaya beban. Keuntungan
mekanis untuk katrol bebas sama dengan 2.
 Katrol majemuk merupakan katrol gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas yang
dirangkai menjadi satu sistem yang terpadu. Katrol majemuk biasa digunakan dalam
bidang industri untuk mengangkat benda-benda yang berat. Keuntungan mekanis untuk
katrol bebas sama dengan jumlah katrol.
2. Roda Berporos

Roda Berporos

Roda berporos merupakan pesawat sederhana yang terdiri atas sebuah poros yang melekat pada
pusat roda yang lebih besar sehingga roda dan poros dapat berputar bersama-sama. Roda
berporos memiliki fungsi untuk mempercepat gaya. Contoh penerapan pesawat sederhana jenis
roda berporos adalah pada kursi roda, sepeda, mobil, dan sepatu roda.

3. Bidang Miring

Bidang Miring

Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut tertentu
sehingga dapat memudahkan gerak benda. Bidang miring mampu mengubah gaya dan jarak.
Contoh penerapan bidang miring adalah tangga, sekrup, dan pisau.

Keuntungan mekanis bidang miring adalah

KM = W/F

atau

KM = l/h

Keterangan:

KM = keuntungan mekanis
W = berat beban (N)

F = gaya kuasa (N)

l = panjang bidang miring

h = tinggi bidang miring

4. Pengungkit/Tuas

Jenis-Jenis Pengungkit

Pengungkit merupakan pesawat sederhana yang dibuat dari sebatang benda yang keras (seperti
balok kayu, batang bambu, atau batang logam) yang digunakan untuk mengangkat atau
mencongkel benda. Pengungkit dapat memudahkan usaha dengan cara menggandakan gaya
kuasa dan mengubah arah gaya.

Sistem kerja pengungkit terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian beban, titik tumpu, dan kuasa.
Berdasarkan posisi bagian-bagian sistem kerjanya, maka pengungkit dikelompokkan menjadi
tiga yaitu pengungkit jenis pertama, pengungkit jenis kedua, dan pengungkit jenis ketiga.

a. Pengungkit Jenis Pertama

Pengungkit jenis pertama memiliki titik tumpu yang berada di antara beban dan kuasa. Semakin
panjang lengan kuasa, maka semakin kecil gaya yang diperlukan untuk mengungkit beban
tersebut. Contoh pengungkit jenis pertama, yaitu gunting, tang, linggis, dan palu pencabut
paku.

b. Pengungkit Jenis Kedua

Pengungkit jenis kedua memiliki beban yang berada di antara titik tumpu dan kuasa. Contoh
pengungkit jenis kedua yaitu gerobag dorong, pembuka kaleng, pemotong kertas, dan pemecah
biji.

c. Pengungkit Jenis Ketiga

Pada pengungkit jenis ketiga, posisi kuasa berada di antara titik tumpu dan beban. Contoh
pengungkit jenis ketiga yaitu sekop, jepitan, dan lengan bawah saat membawa beban.
D. Prinsip Kerja Pesawat Sederhana Pada Sistem Gerak Manusia

Selain pada peralatan yang biasa kamu gunakan pada kehidupan sehari-hari tersebut, prinsip
pesawat sederhana juga ada yang berlaku pada struktur otot dan rangka manusia. Pada saat
mengangkat barbel telapak tangan yang menggenggam barbel berperan sebagai gaya beban,
titik tumpu berada pada siku (sendi di antara lengan atas dan lengan bawah), dan kuasanya
adalah lengan bawah. Titik tumpu berada di antara lengan beban dan kuasa, oleh karena itu
lengan disebut sebagai pesawat sederhana pengungkit jenis ketiga.

Ayo, Kita Diskusikan

Dengan menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana, coba kamu tuliskan penjelasan untuk
contoh kasus 1 dan kasus 2 penerapan prinsip pesawat sederhana pada struktur otot dan rangka
manusia saat melakukan suatu aktivitas!

Selain pada kegiatan mengangkat barbel, jinjit, berdiri, dan menunduk, prinsip pengungkit
juga dapat digunakan untuk menganalisis pola gerak tubuh pada saat bermain bulutangkis
seperti pada Gambar 2.12!
Ayo, Kita Renungkan

Konsep usaha, daya, dan pesawat sederhana hanyalah sebagian kecil ilmu Tuhan yang dapat
digunakan untuk menjelaskan bagaimana sistem kerja benda-benda yang ada. Berkat ilmu
tersebut kita juga dapat memahami bagaimana cara kerja anggota gerak manusia yang sangat
efektif. Tulang sebagai alat gerak aktif bagaikan pengungkit yang digerakkan secara
harmonis oleh gaya tt. erakanerakan penunkit tereut anat efiien denan keuntungan mekanis
tertentu sehingga mampu memperkecil energi yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Tuhan
mengatakan bahwa jika air lautan adalah tinta, maka kamu takkan pernah cukup
menggunakannya untuk menuliskan seluruh ilmu-Nya. Maka teruslah belajar dan tetaplah
rendah hati. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana istimewanya ciptaan Tuhan yang
satu ini? Sudahkah kamu mensyukuri segala ciptaan Tuhan termasuk dengan adanya pesawat
sederhana? Coba jawablah beberapa pertanyaan yang terdapat pada Tabel 2.5!
Coba kamu hitung, berapa total skormu dengan ketentuan:

 Jawaban "ya" mendapat skor 2 (dua)


 Jawaban "tidak" mendapat skor 0 (nol)

Bandingkan total skormu dengan kriteria berikut.

 Skor 0 - 3 : berarti kamu belum memanfaatkan alat-alat yang menerapkan prinsip


pesawat sederhana dengan baik
 Skor 4 - 6 : berarti kamu telah memanfaatkan alat-alat yang menerapkan prinsip
pesawat sederhana dengan baik
 Skor 7 - 10 : berarti kamu telah memanfaatkan alat-alat yang menerapkan prinsip
pesawat sederhana dengan sangat baik

Untuk kamu yang belum memanfaatkan alat-alat yang menerapkan prinsip pesawat sederhana
dengan baik, sebaiknya kamu terus berusaha untuk meningkatkan motivasimu dalam belajar
terkait konsep usaha dan pesawat sederhana.

Rangkuman

1. Usaha adalah besarnya energi yang digunakan gaya untuk memindahkan suatu benda.
2. Besarnya usaha (W) ditentukan oleh besar gaya yang diberikan pada benda (F dan ear
perpindahanna s).
3. Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan
manusia.
4. Keuntungan mekanis (KM) adalah bilangan yang menunjukkan berapa kali pesawat
menggandakan gaya.
5. Jenis-jenis pesawat sederhana ada empat, yaitu katrol, roda berporos, bidang miring,
dan pengungkit.
6. Katrol terdiri atas katrol tetap dan katrol bebas. Katrol tetap berfungsi untuk
mengubah arah gaya. Pada katrol tetap tunggal, gaya kuasa yang digunakan untuk
menarik beban sama dengan gaya beban. Keuntungan mekanis katrol tetap sama
dengan 1. Katrol bebas berfungsi untuk melipatkan gaya, sehingga gaya pada kuasa
yang diberikan untuk mengangkat benda menjadi lebih kecil daripada gaya beban.
7. Katrol majemuk merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas yang
dirangkai menjadi satu sistem yang terpadu.
8. Keuntungan mekanis dari katrol majemuk sama dengan jumlah tali yang menyokong
berat beban.
9. Beberapa benda yang menerapkan prinsip roda berporos di antaranya roda sepeda,
kursi roda, mobil, dan sepatu roda.
10. Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut
tertentu sehingga dapat memperkecil gaya kuasa.
11. Beberapa benda yang menerapkan prinsip bidang miring di antaranya tangga, sekrup,
dan pisau.
12. Pengungkit terdiri atas tiga jenis, yaitu jenis pertama yang titik tumpunya terletak di
antara beban dan kuasa, jenis kedua yang titik bebannya ada di antara kuasa dan
tumpu, serta jenis ketiga yang titik kuasanya ada di antara beban dan tumpu.
13. Beberapa benda yang menerapkan prinsip pengungkit antara lain gunting, linggis,
jungkat-jungkit, pembuka botol, pemecah biji kenari, sekop, koper, pinset, dan
sebagainya.
14. Pengungkit dapat memudahkan usaha dengan cara menggandakan gaya kuasa dan
mengubah arah gaya.
15. Koordinasi otot dan tulang memiliki kesesuaian dengan prinsip pesawat sederhana.
16. Lengan merupakan salah satu organ yang menerapkan prinsip pesawat sederhana
yaitu merupakan pengungkit jenis ketiga.
17. Alat-alat dalam kehidupan yang mengikuti prinsip pesawat sederhana terdiri atas
katrol, roda berporos, bidang miring, dan pengungkit.
Lampiran 1 (LKS)

LEMBAR KERJA SISWA

A. Tujuan
Peserta didik dapat menjelaskan tuas (pengungkit)

B. Alat dan Bahan


1. Alat-alat tulis
2. Lembar kerja

C. Dasar Teori
Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi
tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga.
a. Tuas Golongan Pertama
Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa.
Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan
alat pencabut paku.
b. Tuas Golongan Kedua
Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titik tumpu dan kuasa.
Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas,
dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
c. Tuas Golongan Ketiga
Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu dan beban.
Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.

D. Langkah Percobaan
1. Siapkan alat tulis dan lembar kerja yang diperlukan
2. Amatilah gambar yang terdapat di slide layar proyektor
3. Isilah tabel pengamatan dalam lembar kerja yang disediakan

E. Pengamatan

1. Tabel Hasil Pengamatan


Gambarlah dan Tuliskan Posisi Titik Tumpu, Titik
No Nama Alat
Beban, dan Titik Kuasa
1 Gunting

2 Pembuka Tutup
Botol

3 Penjepit
2. Pembahasan
Gunting memiliki titik tumpu di...................., merupakan contoh tuas ke....................
Pembuka tutup botol memiliki titik beban di...................., merupakan contoh tuas
ke....................
Penjepit memiliki titik kuasa di...................., merupakan contoh tuas ke....................
Pengungkit Jenis 1, 2 dan 3