Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS ALIAN
Jl. Pemandian No. 298 Krakal, Alian, Kebumen. Telp. (0287) 3878091
e-mail : puskesmas_alian@yahoo.co.id, Kode Pos 54352

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI ( PPI ) DAN K3
DI PUSKESMAS ALIAN

BAB I
A. PENDAHULUAN
Semakin pesatnya ilmu dan teknologi di bidang medis masa kini, maka semakin
kompleks pula pelayanan kesehatan di puskesmas alian, ditandai dengan
meningkatnya prosedur-posedur invasive baik untuk terapi maupun untuk pemantauan
kondisi pasien. Keadaan ini akan menimbulkan dampak meningkatnya kejadian infeksi
di pusat pelayanan terutama puskesmas alian yang dikenal dengan infeksi puskesmas
alian/ healthcare associated infections (HAIs).
Infeksi akan berdampak menurunkan mutu pelayanan kesehatan pada pasien
karena akan meningkatkan angka kematian dan biaya perawatan akibat semakin
lamanya hari rawat serta biaya pengobatan semakin besar. Disamping itu infeksi juga
membahayakan petugas medis sendiri karena mereka beresiko tertular infeksi di
tempat kerja yang penatalaksaan umumnya sulit dan mahal.Keluarga pasien dan
pengunjung juga berpotensi menularkan penyakit dari komunitas kepada pasien yang
sementara dirawat, namun mereka juga berpotensi tertular infeksi.
Dalam rangka mencegah dan mengendalikan infeksi tersebut, maka Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia menyusun kebijakan dan pedoman pencegahan dan
pengendalian infeksi yang harus dilaksanakan oleh semua puskesmas yang ada di
Indonesia. Sejalan dengan amanat Puskesmas alian juga telah membentuk Komite PPI
dan K3, menyusun kebijakan serta pedoman PPI puskesmas alian Guna melaksanakan
kebijakan dan pedoman tersebut perlu disusun program PPI untuk jangka waktu 1(satu)
tahun yang wajib dilaksanakan oleh Komite PPI dan K3 lewat Tim PPI dan K3
puskesmas alian serta seluruh unit pelayanan baik medis maupun non medis di
lingkungan Puskesmas alian .

B. Latar belakang
Kejadian infeksi adalah infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien
dirawat di puskesmas alian hal ini merupakan persoalan serius yang dapat menjadi
penyebab langsung atau tidak dapat langsung kematian pasien. Beberapa kejadian
infeksi mungkin tidak menyebabkan kematian pasien akan tetapi dapat menjadi
penyebab penting pasien dirawat lebih lama. Penyebabnya oleh kuman yang berada di
lingkungan puskesmas alian atau oleh kuman yang sudah dibawa oleh pasien sendiri,
yaitu kuman endogen. Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa kejadian infeksi
adalah infeksi yang secara potensial dapat dicegah.Salah satu hal yang perlu disadari
bahwa kualitas pencegahan dan pengendalian infeksi di puskesmas alian yang masih
sangat rendah, berdampak pada rendahnya mutu pelayanan maupun bertambahnya
beban yang harus ditanggung oleh penderita.
Suatu kejadian infeksi pada pasien akan mengakibatkan hal-hal seperti
memperberat penyakit dan sangat mungkin menyebabkan terjadinya kematian ataupun
kecacatan, perpanjangan waktu perawatan yang juga berdampak pada perpanjangan
waktu tunggu bagi pasien lainnya, serta peningkatan biaya pengobatan yang
ditanggung oleh pasien. Untuk meminimalkan terjadinya infeksi di Puskesmas alian ,
maka Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI) yang mempunyai tugas
dan tanggung jawab untuk melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi di
Puskesmas alian menyusun program kegiatan tahun 2019.
C. TUJUAN UMUM
DAN TUJUAN
KHUSUS
1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan yang meliputi kualitas pelayanan, manajemen risiko,
clinical governance dan keselamatan kerja di Puskesmas alian .
2. Tujuan Khusus
a. Menurunkan insiden rate puskesmas alian di Puskesmas alian .
b. Menurunkan angka morbilitas dan mortalitas akibat infeksi di Puskesmas alian .
c. Melindungi pasien dari penularan infeksi Puskesmas alian .
d. Melindungi tenaga kesehatan dari penularan infeksi Puskesmas alian .
e. Melindungi pengunjung puskesmas alian dan masyarakat di lingkungan
puskesmas alian dari infeksi .
f. Melindungi lingkungan di dalam dan sekitar Puskesmas alian .

BAB II

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN


KEGIATAN
Kegiatan pokok dan rincian adalah langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan
sehingga tercapainya program PPI dan K3. Adapun kegiatan pokok dan rincian
kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

E. Penerapan kewaspadaan Resisten


Tinggi
a. Rincian Kegiatan:
1. Menyusun kebutuhan HH dan APD
2. Evaluasi SPO dan revisi bila tidak sesui dengan prinsip PPI
3. Menyusun kebutuhan stiker PPI dan Pemasangan pada semua area
pelayanan dan tempat pengunjung Puskesmas alian.
4. Pengawasan penerapan Kewaspadaan Standar pada seluruh area pelayanan pasien
5. Penggunaan alat pelindung diri (APD).
6. Peralatan perawatan pasien.
b. Pengendalian Lingkungan.
1. Pemprosesan Peralatan pasien dan penatalaksanaan linen.
2. Kesehatan karyawan / perlindungan petugas kesehatan.
3. Penempatan pasien.Hygiene respirasi / Etika batuk.
4. Praktek menyuntik yang aman.
c. Rapat evaluasi penerapan kewaspadaan Universal 6 bulan.
d. Rapat evaluasi setiap tahun untuk menilai / mengkaji ulang pelaksanaan kebijakan dan
pedoman PPI dan K3 Puskesmas Alian yang berlaku dan mendeteksi kesulitan dan
hambatan-hambatannya.

F. Penggunaan Formularium
a. Rincian kegiatan:
Rapat dengan komite medic dan komite farmasi tentang Formularium.
G. Surveilans PPI dan K3
a. Rincian Kegiatan:
b. Pengumpulan data kejadian infeksi di puskesmas alian meliputi infeksi saluran kemih
terkait pemakaian kateter urine, phlebitis berkaitan penggunaan kateter intravena,
infeksi daerah luka Pembedahan, dan keselamatan Kerja.
c. Audit kepatuhan petugas untuk HH dan penggunaan APD.
d. Pengolahan data untuk menentukan insidens rate suatu infeksi Puskesmas alian
angka mortalitas, lama hari rawat.
e. Pelaporan kepada Direktur setiap 6 bulan

H. Pendidikan dan pelatihan PPI


Puskesmas Alian .
a. Melakukan pelatihan PPI rutin periodik pada seluruh karyawan Puskesmas Alian.
b. Melakukan pelatihan PPI / sosialisasi PPI pada peserta didik yang
melaksanakan praktek di Puskesmas alian.
c. Melakukan penyuluhan tentang PPI pada pasien dan pengunjung Puskesmas Alian.
d. Mengikuti pendidikan berkelanjutan tentang pengendalian infeksi bagi
anggota Tim PPI Puskesmas Alian baik IPCO (Infection Prevention Control Officer),
IPCN (Infection Prevention Control Nupuskesmase ) dan IPCLN (Infection Prevention
Control Link Nupuskesmas).
e. Lomba kebersihan tangan dan penerapan standar PPI disetiap ruangan

I. Kesehatan Karyawan
Riancian kegiatan :
a. Kebijakan tentang pemeriksaan lengkap pada karyawan baru sebelum bekerja di
Puskesmas.
b. Membuat SPO penangan terkena pajanan.
c. Mengusulkan agar semua karyawan di imunisasi hepatitis B
d. Kebijakan tentang pemeriksaan kesehatan berkala pada petugas yang beresiko
terkena infeksi.

BAB III

J. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Adapun untuk melakukan kegiatan di atas maka dilakukan:
1. Rapat rutin tiap bulan
2. Kerjasama dengan pihak farmasi PPI dalam penggunaan Formularium
3. Kerjasama dengan pihak diklat dalam pendidikan dan pelatihan
4. Kerjasama dengan pihak komite medik, K3 Puskesmas dalam kesehatan
karyawan
5. Kerjasama dengan pihak rumah tangga dalam penyediaan sarana dan
prasarana
6. Kerjasama dengan pihak kesehatan lingkungan dalam pemeriksaan air
dan udara
7. Audit pelaksanaan PPI, kepatuhan petugas
8. Kerja sama dengan pihak laboratorium
9. Monitoring Rutin
BAB IV

K. SASARAN
a. Sasaran program dengan melibatkan:
1. Seluruh staf Puskesmas Alian
Seluruh staf puskesmas dilibatkan dalam penerapan PPI,K3 dalam memberikan
pelayanan kepada pasien baik secara langsung maupun tidak langsung di unitnya
masing masing.
2. Pasien dan keluarga
Pasien dan keluarga diberikan edukasi tentang PPI dengan harapan ikut serta dalam
upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Edukasi diberikan secara langsung (face
to face) ataupun dikumpulkan dalam suatu pertemuan dalam bentuk penyuluhan yang
berkaitan dengan PPI.
3. Pengunjung
Pengunjung pasien yang datang ke puskesmas diberikan edukasi tentang PPI dengan
harapan ikut pula dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di puskesmas
Alian terutama tentang aturan yang harus dipatuhi dan dijauhi ketika mengunjungi
pasien-pasien dengan penyakit menular, immunocompromissed, maupun tentang
upaya lain yang berhubungan dengan PPI.
BAB V

L. SKEDUL (JADWAL) PELAKSANAAN


KEGIATAN
BULAN penan
ggung
NO KEGIATAN jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Revisi Pedoman PPI Komite


PPI
puskesmas
2 Evaluasi SOP dan revisi Komite
PPI
bila tidak sesui dengan
prinsip PPI
3 Sosialisasi Program PPI IPCN

4 Sosialisasi Pedoman dan Anggota


Komite
SPO
5 Menyusun kebutuhan stiker IPCN
PPI dan Pemasangan
6 Audit Lingkungan pada Tim PPI

seluruh area pelayanan


7 Surveilans : IPCN

a. ILO,ISK, dan Phleblitis


b. Audit kepatuhan Anggota
Komite
petugas untuk hand
PPI
hygiene dan penggunaan
APD
8 Rapat evaluasi penerapan Komite PPI

kewaspadaan isolasi dan


dan hasil surveilans
setiap 3 bulan
9 Rapat evaluasi setiap Komite PPI

tahun untuk
menilai/mengkaji ulang
pelaksanaan kebijakan
dan pedoman PPI
puskesmas alian yang
berlaku dan mendeteksi
kesulitan dan
hambatan-hambatannya.
10 Melakukan pelatihan PPI Komite PPI

rutin periodik pada


seluruh karyawan
Puskesmas alian
11 Melakukan pelatihan PPI Komite PPI

pada peserta didik yang


melaksanakan praktek di
Puskesmas Alian.
12 Sosialisasi/Penyuluhan Anggota
Komite PPi
tentang PPI pada
pasien,Keluarga dan
pengunjung puskesmas
Alian.
13 Mengikuti pendidikan Direktur
PUSKESMA
berkelanjutan tentang
S
pengendalian infeksi bagi
anggota IPCN
14 Lomba kebersihan tangan Anggota
Komite
dan penerapan standar
PPI
PPI disetiap ruangan
15 Menyusun Formularium KOMIT E
PPI

16 Menyusun Kebijakan IPCN

tentang pemeriksaan
lengkap pada karyawan
baru sebelum
bekerja di puskesmas
17 Membuat SPO penangan IPCN

terkena pajanan
18 Mengusulkan agar Tim PPI

semua karyawan di
imunisasi hepatitis B
19 Kebijakan tentang Komite ppi

pemeriksaan kesehatan
berkala pada petugas
yang beresiko terkena
infeksi
BAB VI

M. EVALUASI PELAKSANAAN
KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi pelaksanaan kegiatan akan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali, bila
ada pergeseran pelaksananan kegiatan akan dilakukan perbaikan agar tidak
mengganggu jadwal yang lain. Laporan evaluasi kegiatan ini dibuat oleh Komite PPI
setiap tiga bulan ditujukan kepada yang bertanggung jawab pada kegitan puskesmas
tersebut dan ditembuskan pada Komite PPI.

BAB VIII

N. PENCATATAN, PELAPORAN DAN


EVALUASI KEGIATAN
A. Pencatatan dan pelaporan pada setiap kegiatan sebagai berikut :
1. Revisi Pedoman PPI Puskesmas Alian.
Adanya dokumen tentang hal-hal yang revisi dan pedoman yang telah direvisi.
2. Evaluasi SOP dan revisi bila tidak sesui dengan prinsip PPI
Adanya dokumen SOP yang direvisi dan SOP hasil revisi serta SOP baru.
3. Sosialisasi Program PPI
Adanya undangan Sosialisasi dan daftar hadir sosialisasi Program
4. Sosialisasi Pedoman dan SPO Adanya undangan dan daftar hadir
5. Menyusun kebutuhan stiker PPI dan Pemasangan pada seluruh area pelayanan
Adanya dokumen jumlah kebutuhan Stiker dan tempat pemasangan pada
seluruh area pelayanan
6. Audit Lingkungan pada seluruh area pelayanan
Adanya dokumen hasil audit lingkungan seluruh area pelayanan
7. Surveilans :
a. ILO,ISK, dan Phlebitis
Adanya laporan kejadian Hais setiap 6 bulan ditujukan ke Direktur Puskesmas alian.
b. Audit kepatuhan petugas untuk hand hygiene dan penggunaan APD Adanya pelaporan
Kepatuhan petugas untuk hand hygiene dan pengguanaan APD setiap 6 bulan
8. Rapat evaluasi penerapan kewaspadaan isolasi dan dan hasil surveilans
setiap 3 bulan
Ada undangan, daftar hadir dan notulen rapat
9. Rapat evaluasi setiap tahun untuk menilai/mengkaji ulang pelaksanaan
kebijakan dan pedoman PPI PPI Puskesmas Alian yang berlaku dan mendeteksi
kesulitan dan hambatan-hambatannya.
Ada undangan, daftar hadir dan notulen rapat
10. Melakukan pelatihan PPI rutin periodik pada seluruh karyawan puskesmas
Adanya kerangka acuan dan daftar hadir peserta pelatihan
11. Melakukan pelatihan PPI pada peserta didik yang melaksanakan praktek
di Puskesmas alian Adanya kerangka acuan dan daftar hadir peserta pelatihan.
12. Sosialisasi / Penyuluhan tentang PPI pada pasien,Keluarga dan pengunjung
Puskesmas Alian.
Adanya kerangka acuan dan daftar hadir peserta pelatihan

13. Mengikuti pendidikan berkelanjutan tentang pengendalian infeksi bagi


anggota IPCN Adanya surat tugas dan sertifikat IPCN
14. Lomba kebersihan tangan dan penerapan standar PPI disetiap ruangan Adanya
dokumen standar penilaian lomba dan hasil lomba
15. Menyusun kebijakan Penggunaan Anti Mikroba Rasional Adanya kebijakan
penggunaan anti mikroba rasional
16. Menyusun Kebijakan tentang pemeriksaan lengkap pada karyawan baru
sebelum bekerja di Puskesmas Alian. Adanya dokumen tentang kebijakan
pemeriksaan lengkap pada karyawan baru sebelum bekerja di Puskesmas Alian.
17. Membuat SOP penangan terkena pajanan Adanya dokumen penangan terkena
pajanan
18. Mengusulkan agar semua karyawan di imunisasi hepatitis B
Adanya dokumen usulan tentang imunisasi hepatitis B pada seluruh kariyawan
19. Kebijakan tentang pemeriksaan kesehatan berkala pada petugas yang beresiko
terkena infeksi
Adanya dokumen kebijakan tentang pemeriksaan kesehatan secara berkala pada
petugas yang beresiko terkena infeksi
20. Bila ada KLB, Tim PPI,K3 Puskesmas Alian harus segera melaporkan ke Komite PPI
dan Direktur Puskesmas Alian.

O. Evaluasi
Semua kegiatan yang telah direncanakan akan dievaluasi pada akhir tahun untuk
mengetahui kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang belum dilaksakan sehingga
menjadi acuan perencanaan kegiatan tahun
BAB VIII

P. PENUTUP

Program Komite PPI di Puskesmas alianyang disusun untuk tahun 2019 meliputi
kegiatan rutin yang sudah berjalan untuk pengendalian infeksi dan kegiatan yang baru
diterapkan atau bepuskesma sifat pengembangan untuk peningkatan mutu pelayanan
yang berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian infeksi.
Program Komite PPI tahun 2019 ini berisi tentang rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan yang disusun secara rinci yang dipergunakan untuk mencapai tujuan
Komite PPI Puskesmas alian .

Anda mungkin juga menyukai