Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH ETIKA PROFESI DAN PSIKOLOGI INDUSTRI

“PSIKOLOGI INDUSTRI”

DISUSUN OLEH :
DWIGITA RAMADHANIA
1820112
AK 2D

JURUSAN ANALISIS KIMIA


POLITEKNIK ATI PADANG
2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Psikologi ilmu mulai diperkenalkan di Indonesia sebelum perang dunia ke II, melalui
lembaga-lembaga pendidikan. Psikologi diajarkan di sekolah-sekolah pendidikan guru.
Prinsip-prinsip psikologi ketika itu terutama diterapkan pada bidang Baru pada tahun 1953,
dengan didirikannya Lembaga Pendidikan Asisten Psikologi, psikologi bukan saja merupakan
ilmu yang diterapkan dibidang pendidikan, tetapi mulai menjadi ilmu yang dikembangkan di
Indonesia dan diterapkan keberbagai bidang kehidupan, dalam kehidupan keluarga, sekolah,
pekerjaan, dan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Perkembangan psikologi di indonesia, khususnya perkembangan psikologi industri
dan organisasi, masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan psikologi di negara-negara
barat, terutama Amerika serikat. Banyak buku dan majalah psikologi dari negara-negara barat
( yang berbahasa inggris ) merupakan buku pegangan dan buku acuan dalam pengembangan
dan penerapan psikologi di Indonesia. Hal ini pula yang menjadi dasar pemikiran untuk
membahas secara singkat bagaimana perkembanagan psikologi industri di negara-negara
barat agar dapat lebih mudah mengenali dan memahami psikologi industri di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Ilmu Psikologi Industri?
2. Jelaskan Sejarah Psikologi Industri ?
3. Bagaimana Ruang Lingkup Psikologi Industri ?
4. Bagaimana Wawasan Psikologi Industri ?
C. Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas kuliah
2. Untuk memahami psikologi industri.
3. Untuk mengetahui penerapan psikologi di kawasan industry
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu Psikologi Industri


Psikologi ( dari bahasa Yunani Kuno : psyche = jiwa dan logos = kata). Dalam arti
bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak
mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi
membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku
dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Munsterberg (dalam Berry
1998) Psikologi Industri adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam dunia
kerja.
Ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam perannya
sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen, baik secara perorangan maupun secara
kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri untuk
kepentingan dan kemanfaatan bersama.
Industri tidak hanya terjemahan dari industri tetapi mencakup juga pengertian
business (perusahaan). Selain itu psikologi industri merupakan hasil perkembangan psikologi
umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus. Secara terminologi, psikologi dapat
didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang memepelajari aktifitas-aktifatas manusia dalam
hubungannya dengan lingkungan. Industri dan organoisasi dapat diartikan sebagai suatu
badan usaha dari perkumpulan kelompok manusia yang mempunyai tujuan bersama untuk
menghasilkan suatu produk tertentu. Berdasarkan pengertian diatas psikologi perusahaan
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktifitas-aktifitas manusia dalam hubungannya
dengan kehidupan lingkungan perusahan atau orgasnisasi.
Psikologi industri merupakan suatu keseluruhan pengetahuan (a body of knowledge)
yang berisi fakta, aturan- aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan.
Pengetahuan ini dapat disalah gunakan sehingga dapat membahayakan dan merugikan pihak2
yang terlibat. [1]
Penggunaan pengetahuan psikologi industri harus ditujukan untuk kepentingan dan
kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat, baik perusahaan sebagai organisasi maupun
karyawannya.
B. Sejarah Psikologi Industri
Tahun 1901, Walter Dill Scott berbicara tentang kemungkinan penggunaan psikologi
dalam periklanan. Tahun 1903 ia menerbitkan bukunya The Theory of Advertising, yang
dipandang sebagai buku pertama yang membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari
dunia kerja (Schultz, 1982, halaman. 8) Tahun 1913 terbit buku lain dengan judul The
Psychology of Industrial Efficiency yang ditulis oleh Hugo Muensterberg. yang membahas
secara lebih luas bidang dari psikologi industri. Frederick Winslow Taylor, seorang sarjana
teknik, pelopor gerakan “scientific manajement” mencari cara-cara yang paling efisien untuk
melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan
dengan struktur faal badan dan anggota badan kita.
Pada masa itu mulailah para sarjana psikologi melakukan eksperimen bersama-sama
dengan para teknik industri menggarap obyek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan
penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan
kemampuan fisik dan psikis dari manusia sebagai tenaga kerja. Mulai tahun 1960-an
penerapan psikologi di bidang penjualan, dengan mengadakan penelitian perilaku konsumen.
Sehubungan dengan hal tersebut maka dimulai kegiatan promosi melalui berbagai media
untuk menarik konsumen. Para sarjana psikologi mendalami hubungan antar manusia dalam
industri, mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan, struktur dan iklim berbagai
macam organisasi, pola dan gaya komunikasi, struktur sosial formal dan informal yang
ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja.
Psikologi industry adalah suatu sejarah yang relatif baru. Hal ini secara umum telah
dicatat bahwa psikologi industry mulai dikenal dalam tahun 1903 ketika Walter Dill Scort
menulis tentang “The Theory of Advertising”, yang mana psikologi pada awalnya
diaplikasikan dalam bisnis dan tepatnya pada tahun 1913, ketika Hugo Munsterberg menulis
“Psychology and Industrial Efficiency”. Bagaimana pun juga psikologi industry telah dicatat
secara resmi lahir pada awal tahun 1900-an. Pada tahun 1930-an, psikologi industry
mempunyai bidang gerak yang lebih besar dan luas. Kemudian bidang geraknya mengarah
terutama membahas persoalan-persoalan sumber daya manusia seperti seleksi dan
penempatan karyawan.
Sementara itu, pada tahun 1930-an, dengan berbagai hasil penemuan dari studi
Hawthorme yang terkenal, maka psikologi menjadi lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan
yang mengarah pada kualitas lingkungan kerja dan juga sikap-sikap karyawan. Selanjutnya,
pada tahun 1960-an ditemukan beberapa karakteristik yang menjadi bagian dari bagian
penggalan-penggalan utama perundang-undangan tentang hak penduduk sipil. Undang-
undang penduduk sipil diarahkan untuk memberi perhatian terhadap sumber daya manusia
yang profesional dalam mengembangkan berbagai teknik seleksi yang adil. Setiap hasil
seleksi yang diperoleh, semakin diperlukan untuk menambah keberhasilan bagi para
psikologi industry dan organisasi.
Perkembangan terakhir di atas tahun 2000-an, para psikologi industry sudah mulai
menggunakan pendekatan yang lebih professional dalam menyeleksi dan menempatkan
calon-calon karyawan yang sesuai dengan potensinya pada jabatan yang sesuai (the right
person in the right place). Mereka menggunakan alat-alat ukur tes psikologi, tes kepribadian,
wawancara dan tes kelompok yang terstandar dan lebih reliable, dan objektif.
C. Ruang Lingkup Psikologi Industri
Psikologi industri mulai berkembang menjadi ilmu mandiri, menegembangkan
ilmunya sendiri yang berlaku umum untuk situasi industri dan organisasi. Psikologi industri
di Indonesia belum sejauh itu perkembangannya. Dewasa ini psikologi industri di Indonesia
masih terutama menerapkan temuan-temuan dari psikologi pada umumnya, psikologi industri
dan organoisasi pada khususnya, kedalam industri dan organisasi.
Psikologi industri mempelajari perilaku manusia yaitu, segala kegiatan yang
dilakukan oleh manusia, baik yang secara langsung dapat diamati, seperti berjalan, melompat,
menulis, duduk, berbicara dan sebagainya. 6 Maupun yang tidak dapat diamati secara
langsung, seperti berpikir, perasaan, motivasi dan sebagainya. [2]
Perilaku manusia dipelajari dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai
konsumen. Manusia dipelajari dalam interaksi dengan pekerjaannya., dengan lingkungan fisik
dan lingkungan psiko-sosialnya di pekerjaannya.
D. Wawasan Psikologi Industri
Ilmu ini menerapkan ilmu psikologi di industri. Dengan berkembangnya psikologi
industri menjadi ilmu yang mandiri maka namanya menjadi psikologi industri dan (psikologi)
organisasi.
Batas sistim mempunyai fungsi seleksi dan pengendalian terhadap macam dan
banyaknya arus dari masukan dan keluaran. Obyek yang dipelajari oleh psikologi industri
adalah perilaku manusia sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen dalam kaitan:
 Fungsi batas sistim
Yaitu secara perorangan atau secara kelompok seperti:
 Pelamar/calon tenaga kerja
Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan dan seleksi tenaga kerja, tenaga kerja
yang terlibat dalam proses pengendalian mutu, pemasaran dan penjualan
 Konsumen, perorangan maupun perusahaan
Proses produksi dalam sistim seperti:
Tenaga kerja pelaksana yang dikelola
Tenaga kerja pengelola (manager).
Seleksi pelatihan dan pengembangan sasarannya agar tenaga kerja disesuaikan dengan
tuntutan lingkungan kerjanya. Kondisi kerja dan psikologi kerekayasaan berusaha untuk
menyesuaikan lingkungan kerja fisik, mesin-mesin, peralatan dan lingkungan kerja psikologis
dengan keterbatasan kemampuan para tenaga kerjanya, agar mereka dapat bekerja effisien.
Hubungan antar tenaga kerja dapat saja menimbulkan berbagai masalah dan konflik
yang memerlukan penyelesaian. Pengembangan organisasi dengan berbagai jenis teknik
intervensi dapat mengatasi berbagai masalah sehingga organisasi dapat meningkatkan
efisiensi, efektivitas dan “kesehatannya".[3]
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Psikologi industry adalah suatu sejarah yang relatif baru. Hal ini secara umum telah
dicatat bahwa psikologi industry mulai dikenal dalam tahun 1903 ketika Walter Dill Scort
menulis tentang “The Theory of Advertising”, yang mana psikologi pada awalnya
diaplikasikan dalam bisnis dan tepatnya pada tahun 1913, ketika Hugo Munsterberg menulis
“Psychology and Industrial Efficiency”.
Bagaimana pun juga psikologi industry telah dicatat secara resmi lahir pada awal
tahun 1900-an. Pada tahun 1930-an, psikologi industry mempunyai bidang gerak yang lebih
besar dan luas. Kemudian bidang geraknya mengarah terutama membahas persoalan-
persoalan sumber daya manusia seperti seleksi dan penempatan karyawan. Sementara itu,
pada tahun 1930-an, dengan berbagai hasil penemuan dari studi Hawthorme yang terkenal,
maka psikologi menjadi lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mengarah pada kualitas
lingkungan kerja dan juga sikap-sikap karyawan.
Selanjutnya, pada tahun 1960-an ditemukan beberapa karakteristik yang menjadi
bagian dari bagian penggalan-penggalan utama perundang-undangan tentang hak penduduk
sipil. Undang-undang penduduk sipil diarahkan untuk member perhatian terhadap sumber
daya manusia yang profesional dalam mengembangkan berbagai teknik seleksi yang adil.
Setiap hasil seleksi yang diperoleh, semakin diperlukan untuk menambah keberhasilan bagi
para psikologi industry dan organisasi. Dalam tahun 1970-an, penelitian diarahkan pada
setiap persoalan keputusan dan motivasi karyawan dan banyak teori tentang perilaku
karyawan yang ada dalam organisasi yang dikembangkannya.

B. Saran
Sebaiknya dalam mengerjakan apapun itu harus diimbangi dengan kapasitas yang
dimiliki dengan pekerjaan salah satunya menjaga hubungan dalam lingkungan pekerjaan
selalu dalam keadaan baik agar jiwa/mental pekerja tidak mengalami stress dari individu
tersebut agar apa yang dilakukan bisa lebih efektif dan efisien serta meningkatkan
produktivitas.
DAFTAR PUSTAKA

A.S. Munandar. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Depok. Penerbit Universitas
Indonesia (UIPress).
Bass, B. M. 1999. Two Decades of Research and Development in
Transformational Leadership. European Journal Of Work And
Organizational Psychology
Bass, B. M., Avolio, B. J., Jung, D. I., &Berson, Y. 2003. Predicting unitperformance by assessing
transformational and transactionalleadership. Journal of Applied Psychology

[1] A.S. Munandar. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Depok. Penerbit Universitas
Indonesia (UIPress).

[2] Bass, B. M. 1999. Two Decades of Research and Development in Transformational leadership.
European Journal Of Work And Organizational Psychology

[3] Bass, B. M., Avolio, B. J., Jung, D. I., &Berson, Y. 2003. Predicting unitperformance by
assessing transformational and transactionalleadership. Journal of Applied Psychology