Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang
kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di
bidang kesehatan untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan
upaya kesehatan. Sebagai tenaga kesehatan salah satunya, Perekam Medis dan
Informasi Kesehatan atau disebut PMIK) harus mampu menggunakan statistik untuk
menghasilkan informasi dan perkiraan (forecasting) yang bermutu sebagai dasar
perencanaan dan pengambilan keputusan di fasilitas pelayanan kesehatan. Fasilitas
pelayanan kesehatan atau fasyankes sesuai definisi yang tercantum dalam UU No. 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan, adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau
masyarakat.
Dalam topik 1, kita akan mempelajari tentang pengertian, tujuan, kegunaan
statistik di fasyankes dan peluang dalam statistik pelayanan kesehatan. Topik 2, kita
akan mempelajari tentang review ukuran-ukuran statistik mencakup rate, ratio, dan
persentase. Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa secara umum diharapkan mampu
menjelaskan konsep dasar statistik di fasyankes.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, penulis mencoba menguraikan sedikit rumusan


permasalahan yang akan dibahas dari materi yang berkaitan dengan tema penulisan
makalah. Diantara lain:
1. Apa saja ruang lingkup statistik fasyankes?
2. Apa saja kegunaan statistik fasyankes?
3. Apa saja macam-macam sumber data di fasyankes?
4. Bagaimana cara pengumpulan data dan informasi di fasyankes LM?
5. Apa peran professional Manajamen Informasi Kesehatan (MIK) dalam
statistik fasyankes?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
1. Memahami Ruang Lingkup Statistik di Fasyankes.
2. Memahami kegunaan statistik di Fasyankes.
3. Memahami Pengertian dan Macam Sumber Data di Fasyankes.
4. Mengetahui Cara Pengumpulan Data dan Informasi di Fasyankes LM.
5. Mengetahui Peran Profesional MIK dalam Statistik Fasyankes.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Ruang Lingkup Statistik di Fasyankes

Statistik bermula dari kata ”status” yang diambil dari bahasa Latin yang
berarti ”negara”. Statistik kesehatan memberikan informasi tentang kesehatan orang
dan penggunaan layanan kesehatan. Contoh statistik kesehatan mencakup rata-rata
usia harapan hidup, angka kelahiran, tingkat kematian, kejadian penyakit tertentu di
suatu wilayah, dan frekuensi penggunaan jenis layanan tertentu dalam fasilitas
layanan kesehatan.

Statistik dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan di setiap bidang


kehidupan. Untuk melakukan itu, kita harus memiliki beberapa informasi. Pada
fasilitas pelayanan kesehatan, informasi seringkali tidak lengkap. Akibatnya, kita
harus belajar untuk memperkirakan karakteristik populasi lengkap dengan
menggunakan statistik. Sebagian besar organisasi menyimpan statistik untuk
membuat keputusan tentang bisnis mereka. Misalnya, sebuah organisasi dapat
menggunakan statistik untuk menentukan pasarnya, yaitu untuk mengidentifikasi
siapa yang membeli produknya atau menggunakan layanannya dan bagaimana hal itu
dapat meningkatkan ketersediaan serta variasi produk dan layanan. Fasilitas
pelayanan kesehatan menggunakan statistik untuk menentukan tingkat penggunaan
layanan, biaya dan hasil layanan pada pasien.

Statistik yang digunakan di bidang pelayanan kesehatan dikenal dengan


statistik pelayanan kesehatan. Statistik pelayanan kesehatan didefinisikan sebagai
suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis,
menginterpretasikan dan membuat kesimpulan dari data yang ada di fasilitas
pelayanan kesehatan. Rekam kesehatan adalah sumber utama data yang digunakan
dalam menyusun statistik pelayanan kesehatan, oleh karena itu staf unit kerja RMIK
(MIK) bertanggung jawab atas pengumpulan, analisis, interpretasi dan penyajian
data. Saat ini, sistem komputerisasi telah dapat secara otomatis mengumpulkan dan
menghitung statistik yang sebelumnya dilakukan secara manual.

2.2 Kegunaan Statistik di Fasyankes

Statistik Fasyankes tersebut dapat digunakan untuk:

a. sebagai perbandingan kinerja saat ini dan masa lalu rumah sakit atau klinik,

b. sebagai panduan untuk merencanakan pengembangan rumah sakit atau klinik di


masa mendatang,

c. sebagai penilaian pekerjaan yang dilakukan oleh staf medis, perawat dan staf
lainnya,

d. sebagai dana rumah sakit jika didanai pemerintah,

e. sebagai penelitian.

2.3 Sumber Data di Fasyankes

Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data
primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama),
sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah
ada.
2.3.1 Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri atau dirinya
sendiri. Ini adalah data yang belum pernah dikumpulkan sebelumnya, baik
dengan cara tertentu atau pada periode waktu tertentu.
Data primer berasal langsung dari pasien ke pemberi pelayanan medis /
perekam medis
Contoh data primer di fasyankes adalah rekam medis.
2.3.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain, bukan peneliti
itu sendiri. Data ini biasanya berasal dari penelitian lain yang dilakukan oleh
lembaga-lembaga atau organisasi seperti BPS dan lain-lain.
Data sekunder diambil dari data primer, kemudian dientry / dicatat kedalam
registrasi dan database, kemudian diolah oleh perangkat dan disimpan menjadi
sebuah informasi.
Data sekunder berguna untuk memberi informasi yang tidak didapat hanya
dengan melihat data dasar dan untuk mempermudah pelayan kesehatan dalam
memperoleh informasi pasien.
- Jenis sumber data sekunder Rumah Sakit
a. Kartu Indeks :
KIUP (Kartu Indeks Utama Pasien) berisi daftar permanen yang
mengandung nama semua pasien yang pernah terlayani dan terfasilitasi di
pelayanan kesehatan. KIUP merupakan sumber data sekunder yang harus
disimpan selamanya.
Indeks penyakit, adalah tentang jenis penyakit tertentu yang telah
ditetapkan diagnosis penyakitnya oleh dokter dan kode diagnosis
penyakitnya oleh perekam medis. Kartu indeks penyakit merupakan sumber
data untuk statistik rumah sakit, dan untuk menyususn laporan morbiditas
berdasarkan umur, jenis kelamin, wilayah dan hasil pelayanan.
b. Buku Register
Buku Register bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai
identitas pasien dan jumlah penngunjung bau dan lama yang berobat ke
rumah sakit sebagai dasar pembuatan laporan RL1. Memberikan data dari
sekelompok kasus tertentu
c. Data Dasar Yankes untuk pelaporan fasyankes
Data Dasar Yankes (Data Dasar Pelayanan Kesehatan) untuk pelaporan
fasyankes memiliki fungsi sebagai Data dasar Rumah Sakit , data untuk
penelitian, data untuk statistik BOR, ALOS, TOI, NDR, GDR
Berikut ini ada beberapa jenis Pelaporan Rumah Sakit yakni, sebagai
berikut :
• RL1. Data Dasar RS
• RL2. Data Ketenagaan RS
• RL3. Data Kegiata RS
• RL4a. Data keadaan morbiditas pasien rawat inap
• RL4b. Data keadaan morbiditas pasien rawat jalan
• RL5. Data kunjungan RJ dari 10 besar penyakit baik RJ
maupun RI

2.4 Pengumpulan Data dan Informasi di Fasyankes

Masing-masing penelitian memiliki proses pengumpulan data yang berbeda,


tergantung dari jenis penelitian yang hendak dibuat oleh peneliti. Pengumpulan data
kualitatif pastinya akan berbeda dengan pengumpulan data kuantitatif. Pengumpulan
data statistik juga tidak bisa disamakan dengan pengumpulan data analisis.
Pengumpulan data tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terdapat langkah
pengumpulan data dan teknik pengumpulan data yang harus diikuti. Tujuan dari
langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data ini adalah demi
mendapatkan data yang valid, sehingga hasil dan kesimpulan pun tidak akan
diragukan kebenarannya.
2.4.1 Definisi Data

 Menurut Drs. Riduann, MBA :


Data adalah bahan mentah yang harus diolah sehingga menghasilkan
informasi atau keterangan.
 Menurut Siyoto dan Sodik :
Data adalah sesuatu yang dikumpulkan oleh peneliti berupa fakta empiris
yang digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan.
 Menurut Zulkifli A.M :
Data adalah suatu keterangan, bukti atau fakta tentang suatu kenyataan yang
masih mentah yang belum diolah lebih lanjut.
 Menurut Nuzulla Agustina :
Data adalah keterangan tentang suatu hal yang sering terjadi dan berupa
himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar, lambang, huruf, dan kata yang
menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi.

2.4.2 Jenis – Jenis Data

1. Data Berdasarkan Cara Memperolehnya

Data Primer, yaitu data asli atau data baru yang dikumpulkan langsung
oleh orang yang melakukan penelitian.

Data Sekunder, yaitu data tersedia yang dikumpulkan dari berbagai sumber
yang sudah ada sebelumnya. Misalnya; dari perpustakaan, dokumen penelitian
terdahulu, dan lain-lain.
2. Jenis Data Berdasarkan Sumbernya

Data Internal, yaitu data yang didapatkan dari internal suatu organisasi
yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Misalnya; informasi jumlah
pegawai, jumlah modal, jumlah produksi, dan sebagainya.

Data Eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar organisasi yang
menggambarkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi
tersebut. Misalnya; informasi tentang daya beli masyarakat, perubahan kebiasaan
masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Jenis Data Berdasarkan Sifatnya

Data Kualitatif, yaitu suatu data yang dinyatakan dalam bentuk verbal,
simbol, atau gambar. Misalnya; kuesioner mengenai tingkat kepuasan konsumen
terhadap pelayanan suatu perusahaan.

Data Kuantitatif, yaitu suatu data yang dinyatakan dalam bentuk angka
atau bilangan. Misalnya; harga saham, nilai pendapatan, dan lain-lain.

4. Data Berdasarkan Waktu Pengumpulannya

Data Cross Section, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada waktu-waktu
tertentu saja untuk mengetahui keadaan pada waktu tersebut. Misalnya; data
penelitian dengan kuesioner.

Data Berkala, yaitu data yang dikumpulkan secara berkala dari waktu ke
waktu untuk mengetahui perkembangan suatu kejadian pada periode tertentu.
Misalnya; data harga sembako.

2.4.3 Pengumpulan Data


Pengumpulan data adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan. Pengumpulan data yang akan dibahas dalam materi ini
merupakan pengumpulan data di fasyankes. Pengumpulan data di fasyankes
merupakan suatu proses untuk memperoleh suatu informasi yang valid yang
berhubungan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

 Metode Pengumpulan Data


Dalam penelitian, kita seringkali mendengar istilah metode pengumpulan data
dan instrumen pengumpulan data. Meskipun saling berhubungan, namun dua istilah
ini memiliki arti yang berbeda. Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara
yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data
dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai
tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen
pengumpulan data dapat berupa check list, kuesioner, pedoman wawancara, hingga
kamera untuk foto atau untuk merekam gambar.
Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah
penelitian. Metode pengumpulan data ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri,
namun dapat pula digunakan dengan menggabungkan dua metode atau lebih.

Beberapa metode pengumpulan data antara lain:

1. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka
dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan
teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu,
misalnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni
wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
a. Wawancara terstruktur

Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti


informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti
biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa
menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera
untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.

b. Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak


menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik,
namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari
responden.

2. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena


melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data
observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan
untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi
cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku
manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada
responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi
terbagi menjadi dua kategori, yakni:
a. Participant observation

Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam


kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.

b. Non participant observation

Berlawanan dengan participant observation, non participant observation


merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau
proses yang sedang diamati.

3. Angket (kuesioner)

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara


memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila
peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang
diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah
responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.

Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis,


yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah kuesioner
yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara
itu, kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban
untuk dipilih oleh objek penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa
penelitian saat ini juga menerapkan metode kuesioner yang memiliki bentuk semi
terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban telah diberikan oleh peneliti, namun objek
penelitian tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kemauan mereka.
4. Studi Dokumen

Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan


langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data
yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis.
Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua,
yakni:

a. Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung
mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi.

b. Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita
orang lain, misalnya: biografi.

2.5 Peran Profesional MIK Dalam Statistik Fasyankes

2.5.1 Pengertian MIK

Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) adalah kemampuan dan keterampilan


sebagai tenaga profesional dalam mengumpulkan, menganalisis, dan
mendiseminasikan data informasi kesehatan, yang cakupan penggunanya meliputi
administrator, manajer, pemberi pelayanan kesehatan (provider) dengan keunggulan
utama mengelola informasi kesehatan, dengan memperhatikan aspek administrative,
legal, financial, research and education value.(Hatta, 2008).
2.5.2 Peran Profesional MIK

Menurut AHIMA dalam buku konsep profesional MIK yang berjudul A New
View of HIM Introducing the Core Model, Peran Profesional MIK diidentifikasi
untuk setiap unsur-unsur dari inti pekerjaaannya. Salah satu bagian fungsi dan peran
profesional MIK adalah meningkatkan potensi pendapatan dengan memastikan
koding yang akurat dengan didukung oleh dokumentasi.

 Pengertian Peran,

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia peran adalah pemain atau perangkat
tingkah yang diharapkan dan dimiliki oleh orang yang berkedudukan. Profesi
rekam medis memiliki peran yang setara dengan tenaga kesehatan lain, jabatan
fungsional untuk perekam medis telah diberlakukan sejak 1 Oktober 2003,
dengan syarat minimal memiliki ijazah Diploma D3 Ilmu Rekam Medis. Sesuai
dengan keputusan Menteri Pendayagunaan Apatur Negara tentang Jabatan
Fungsional Perekam Medis dan Angka Kreditnya Nomor.
135/KEP/M.PAN/12/2002.

Peran dan fungsi antara lain:

1. Manager Unit Kerja Rekam Medis dan Informasi Kesehatan


2. Clinical Coder
3. Pengelola Informasi Kesehatan
4. Sebagai mitra perancang sistem informasi kesehatan
5. Sebagai mitra peneliti

Apakah itu Profesi ?

Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.– Dilaksanakan


sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).– Dilaksanakan sebagai
sumber utama nafkah hidup.– Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang
mendalam.(Dr. I Wayan S. Wicaksana +

Apakah itu PROFESIONAL ?

Orang yang tahu akan keahliandan keterampilannya– Meluangkan seluruh


waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya– Hidup dari situ– Bangga akan
pekerjaannya(Dr. I Wayan S. Wicaksana +

PROFESIONAL adalah orang yang mempunyai profesi

dan bekerja secara purna waktu, hidup dari pekerjaan itu dengan
mengandalkan suatu praktik keahlian yang tinggi. Terlibat dalam suatu kegiatan
tertentu sesuai keahlian.Sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai
sekedar hobi, untuk bersenang-senang atau untuk mengisi waktu luang.

Profesionalisme Organisasi Profesi

“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kearah suatu sikap mental


didalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk mampu senantiasa
mewujudkan serta meningkatkan kualitas profesionalnya.

2.5.3 Kode Etik Profesi

Kode etik profesi adalah suatu norma, nilai serta aturan profesional tertulis
yang secara tegas menyatakan apa yang benar serta baik, dan juga apa yang tidak
benar serta tidak baik bagi seorang professional

Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah pada perbuatan baik atau jahat,
susila atau tidak susila.Akhlak atau budi pekerti adalahPerbuatan atau kelakuan
seseorang yang telah menjadi sifatnya atau telah mendarah dagingBudi tumbuhnya
dalam jiwa, bila telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti.Pangkal
penilaian budi perkerti adalah dari dalam jiwa; dari semasih berupa angan-angan,
cita-cita, niat hati, sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata.
Seorang Profesional Dituntut Memiliki :

1. Pengetahuan
2. Penerapan keahlian;
3. Tanggung jawab sosial;
4. Pengendalian diri;

Etika bermasyarakat sesuai profesinya.Menurut Brandeis yang dikutip A. Pattern Jr.


untuk dapat disebut sebagai profesi, maka pekerjaan itu sendiri harus mencerminkan
adanya dukungan yang berupa:Ciri-ciri pengetahuan (intellectual character)
Diabdikan untuk kepentingan orang lain;Keberhasilan tersebut bukan didasarkan
pada keuntungan finansial;Didukung oleh adanya organisasi (association) profesi dan
organisasi profesi tersebut antara lain menentukan berbagai ketentuan yang
merupakan kode etik, serta pula bertanggung jawab dalam memajukan dan
penyebaran profesi yang bersangkutan;Ditentukan adanya standard kualifikasi
profesi.

2.5.4 Peran Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan

Dengan adanya paradigma baru, peran profesi rekam medis (dalam konteks
tradisional) berubah. Perubahan ini melahirkan konsep referensi global mengenai
tujuh peran strategi baru yang dirancang oleh American Health Information
Management Association (AHIMA) dan diharapkan mulai dapat terwujud tahun 2006
(vision 2006) serta sekaligus sebagai pendorong kuat bagi kemajuan profesi MIK.

Peran tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan tersebut yaitu sebagai berikut :

1. Manajer MIK (health information manager), sebagai manajer (kepala unit) MIK
dari sistem yang terintegrasi, ia bertanggung jawab untuk memberikan arahan tentang
fungsi MIK bagi seluruh cakupan organisasi. Ia dapat menduduki posisi lini ataupun
staf serta bekerjasama dengan pimpinan informasi puncak maupun dengan para
pengguna aplikasi, perbaikan kualitas data, kelancaran akses data, kerahasiaan,
sekuritas dan penggunaan data

2. Spesialis data klinis (SDK) (Clinical Data Specialist), sebagai SDK ia bertanggung
jawab terhadap fungsi manajemen data dalam berbagai aplikasi termasuk kode klinis,
keluaran manajemen, penanganan registrasi khusus dan database untuk keperluan
riset.

3. Koordinator informasi pasien (KIP) (Patient Information Coordinator) merupakan


peran baru praktisi MIK. Sebagai KIP, tugasnya membantu konsumen menangani
informasi kesehatan pribadinya, termasuk riwayat kesehatan pribadi dan tentang
pelepasan informasi. KIP juga membantu konsumen dalam memahami berbagai
pelayanan yang ada di instansi pelayanan kesehatan dan menjelaskan cara
mendapatkan akses ke sumber informasi kesehatan (perpustakaan, sumber kesehatan
dan lainnya).

4. Manajer kualitas data (data quality manager), bertanggung jawab untuk


melaksanakan fungsi manajemen data serta aktifitas perbaikan mutu secara
berkesinambungan demi keutuhan integritas data organisasi; membantu kamus data;
mengembangkan kebijakan, juga memonitor kualitas data dan audit.

5. Manajer keamanan informasi (security manager) bertanggung jawab dalam


mengatur sekuritas informasi secara elektronis; termasuk promosi atau
penyebarluasan persyaratan sekuritas, kebijakan dan sistem tentang melakukan /
mengeluarkan pendapat tentang sesuatu tanpa risiko dihukum (privilege system); dan
pelaksanaan audit kinerja.

6. Administrator sumber daya data (data resource administrator), tugasnya menangani


sumber data organisasi termasuk betanggung jawab atas tempat penyimpanan data,
bank data sebagai wujud rekam kesehatan masa depan. Ia juga melakukan
manajemen data dan menggunakan perangkat teknologi terbatas komputer,
menangani pelayanan sekarang atau kebutuhan mendatang secara lintas kontinum,
melengkapi akses atas informasi yang dibutuhkan serat menjamin integritas data
jangka panjang dan cara perolehannya.

7. Riset dan spesialis penunjang keputusan (research analyst), tugasnya membantu


pimpinan memperoleh informasi dalam mengambil keputusan dan perkembangan
strategi dengan menggunakan berbagai perangkat analisis data dan basis data
(database).

Sebagai kesimpulan AHIMA menjelaskan bahwa "Health information


professionals collect integrate, and analyze primary and secondary
healthcare data; disseminate information and manage information resources related to
research, planning provision and evaluation of healthcare services...".

2.5.5 Wujud – Wujud Profesional MIK

 Wujud Profesional MIK (1)

Profesional MIK adalah orang yang amat terlatih dlm menggunakan aplikasi
teknologi manajemen informasi terkini dan memahami arus kerja dalam setiap
organisasi pemberi yankes. Mulai dari sistem RS besar hingga pada praktik
pribadi dokterProfesional MIK menggunakan tenaganya yg penting dalam
menjalankan tugas harian manajemen informasi kesehatan dan RKE.Profesional
MIK bertanggungjawab atas informasi kesehatan pasien dan rekaman adalah
lengkap, akurat dan terlindungi.

 Wujud Profesional MIK (2)


Profesional MIK bekerja dalam beragam bentuk perangkat dan pekerjaan
yang berbedaProfesional MIK seringkali banyak berperan sebagai jembatan
penghubung antara sisi klinis, tindakan dan fungsi administratif.Profesional MIK
mempengaruhi kualitas informasi pasien dan yankes, yaitu pada setiap ujung
tombak siklus yankes.

Bagaimana wujud Profesional MIK (3)

Profesional MIK melakukan pengklasifikasian kepenyakitan dan pengobatan


untuk menjamin sesuai dengan standar klinik, keuangan dan hukum dalam
pelayanan kesehatan.Profesional informasi kesehatan memperhatikan keadaan
pasien melalui tersedianya data medis GUNAKAN KODE WHO
TERBARUKAN buka website WHO

Bagaimana wujud Profesional MIK (4)

Profesional MIK bertanggungjawabdalam kualitas, integritas dan menjaga


informasi kesehatan pasien, termasuk: Riwayat kesehatan pasien dan hasil
pemeriksaan fisikHasil laboratorium, test darah, urin dllInformasi klinis (catatan
perawat, fisik dan lainnya)Pemeriksaan radiologi dan hasilDan beragam catatan
dan pemeriksaan lainnya

Bagaimana wujud Profesional MIK (5)

Praktisi MIK profesional yang terampil berkoordinasi dengan staf untuk


menjamin bahwa organisasi memiliki informasi yang benar dan cepat tersedia
saat dibutuhkan, dimanapun, dengan standar keutuhan data, kerahasiaan dan
menjaga keamanan.Seiring dengan majunya teknologi, raih peran MIK
profesional yang semakin berkembangSenantiasa mengindahkan kode etik dan
etiket : baik sebagai individu, dalam berorganisasi profesi dan aktifitas di
pelayanan masyarakat
2.5.6 Kewajiban Profesional MIK

Menyesuaikan diri dengan metoda baru dalam menangkap informasi yankes,


menyimpan dan mendapatkannya dengan mudah serta menilainya secara
elektronis.Peran profesional amat penting dalam menjaga data elektronik secara
akurat.Dengan demikian, rutinitas pelayanan kesehatan harian dapat berjalan dengan
lancar memanfaatkan kemajuan teknologi yang baru.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Statistik pelayanan kesehatan didefinisikan sebagai suatu metode yang
digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menginterpretasikan dan
membuat kesimpulan dari data yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan. Statistik
dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan di setiap bidang kehidupan. Untuk
melakukan itu, kita harus memiliki beberapa informasi. Dalam melakukan pelayanan
kesehatan di fasyankes, statistik dapat digunakan sebagai perbandingan kinerja saat
ini dan masa lalu rumah sakit atau klinik.

Selain statistik yang dibutuhkan, fasilitas pelayanan kesehatan juga pasti


berhubungan dengan data. Data tersebut harus jelas sumbernya dari mana. Sumber
data dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
Sementara pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan
angket. Dalam pengumpulan maupun pengolahan data dan informasi kesehatan
dibutuhkan Profesional Manajemen Informasi Kesehatan atau dikenal sebagai
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK). PMIK memiliki 7 peran penting,
yaitu :

1. Manajer MIK
2. Spesialis Data Klinis (SDK)
3. Koordinator Informasi Pasien (KIP)
4. Manajer Kualitas Data
5. Manajer Keamanan Informasi
6. Administrator Sumber Daya Data
7. Riset dan Spesialis Penunjang Keputusan
3.2 Saran

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, kedepannya


penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung
jawabkan. Oleh karna itu, penulis menngharapkan kritik dan saran dari pembaca.

Anda mungkin juga menyukai