Anda di halaman 1dari 34

Apa C dan C++ ??

C++ adalah bahasa pemrograman komputer, C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne
Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL,
Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada
sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa
pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam
pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bell
labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada
C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding).
Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance
dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan
terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut


menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa
pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi
masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa
pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan
masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak
class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi
keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class
dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.

Setiap program C++ mempunyai bentuk umum seperti di bawah ini, yaitu diantaranya :

1. Include

Merupakan salah satu pengarah Prepocessor Directive yang tersedia pada C++. Prepocessor
selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi.

Bentuk umumnya:
# include <nama file>

Baris tesebut mengintruksikan kepada kompiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file
yang berakhiran .h (file header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi. Contonya: #include
<iostream.h>, #include<conio.h>, #include <stdio.h>

2. Fungsi main ()

Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main adalah nama judul fungsi.
Kesmpulannya bahwa batang tubuh program utama berada di dalam fungsi main ( ).

3. Komentar

Komentar tidak pernah dicompile oleh compiler. Dalam C++ ada 2 jenis komentar, yaitu:

Jenis 1: /* Komentar anda di letakkan di dalam ini bisa mengapit lebih dari satu baris */

Jenis 2: / Komentar anda di letakkan di sini (hanya bisa perbasis)


4. Tanda Semilicon

Tandasemilic on “ ; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus


diakhiri dengan sebuah tanda semilicon

1. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file


header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh, apabila ingin
menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream.h)

2. main() merupakan awal mula dari blok program utama

3. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program

4. cout merupakan perintah keluaran pada C++

5. getch(); apabila ditempatkan sebelum funtuator }, maka berfungsi sebagai penahan


dari tampilan hasil
File Header

(#include) adalah salah satu jenis dari preprocessor directive yg kegunaannya adalah untuk
menyisipkan file-file header (contoh:iostream.h) ke dalam program.

Pada contoh diatas iostream.h,conio.h,stdio.h disebut file header. File header tersebut diperlukan
agar perintah cout atau cin bisa dijalankan. Apabila file heder tersebut dihapus maka akan terjadi
error. File Header adalah kumpulan variable, fungsi, konstanta, yang tersimpan dalam file
berekstensi.h (contoh:iostream,conio,stdio,iomanip,dll)

Masing-masing file header mempunyai anak (fungsi), contoh:

1. iostream = cout,cin

2. stdio = scanf,printf,gets,puts,

3. conio = getch,clrscr,endl

* Masih banyak jenis2 file header yang lain. File-file Header dapat anda lihat di folder instalan
C++ yang otomatis ada, jika anda menginstal program c++ di komputer anda.

Fungsi main()
Bagian main() di atas merupakan sebuah fungsi yang merupakan dasar penyusunan blok program
dalam C++. Sebuah program C++ minimal harus memiliki satu fungsi main(). Tulisan main()
merupakan nama fungsi, sedangkan bagian yang diapit dengan { } disebut blok (tubuh fungsi).
Dalam hal ini { merupakan tanda awal blok dan } adalah tanda akhir blok.

Statement (Pernyataan)

Pernyataan merupakan bagian program yang berupa instruksi kepada computer untuk melakukan
sesuatu. Menampilkan tulisan dilayar, menghitung operasi aritmatika, membaca inputan dan lain
sebagainya. Setiap pernyataan harus diakhir dengan tanda titik koma “;”.

Komentar

Komentar merupakan bagian program yang tidak ikut dieksekusi oleh program. Bagian ini
berfungsi sebagai keterangan atas program yang telah ditulis, komentar sangat penting karena
dapat mempermudah pembaca program dalam memahami program yang dibacanya. Pada C++
suatu komentar diawali dengan dua garis miring ( // ).Selain menggunakan //, komentar pada
C++ juga dapat ditulis dengan ( /* komentar */ ) untuk lebih dari satu baris.

contoh:

main() // main adalah fungsi utama

main() /* main adalah fungsi utama yang

mengawali sebuah listing program*/


Apa itu model memori dan tipe data pada C++ ???

Sebelum membuat suatu listing program, ada baiknya kita lebih dulu mengenal model memori dan
tipe data yang akan digunakan. model memori dan tipe data ini berhubungan dengan pemakaian
memori komputer pada saat program yang kita buat sedang berjalan, jika program yang dibuat
masih standar mungkin tidak akan terasa berbeda, namun bagaimana jika program yang kita buat
adalah program yang kompleks? Oleh karena itu kita harus menentukan dengan tepat tipe data apa
yang dipakai untuk menampung data sementara pada memori komputer. Borland C++
mempunyai enam model memori untuk program dan data, diantaranya :

Model-model memori tersebut adalah:

1. Model Tiny

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari
64 Kb

1. Model Small

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data
tidak lebih dari 64 Kb.

2. Model Medium

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan
data tidak lebih dari 64 K.

3. Model Compact
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb
dan data tidak lebih dari 64 K.

4. Model Large

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K.

5. Model Huge

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data.

Penggunaan memori tidak terlepas dari tipe data yang dipakai oleh programer. Borland C++
memiliki 7 tipe data dasar, yaitu :

1. Char, ukuran memori 1 Byte, Jangkauan Nilai -128 s.d 127

2. Int, ukuran memori 2Byte, Jangkauan Nilai -32768 s.d 32767

3. Short, ukuran memori 2 Byte, Jangkauan Nilai -32768 s.d 32767

4. Long, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai -2147435648 s.d 2147435547


5. Float, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai 3.4×10-38 s.d 3.4×10+38

6. Double, ukuran memori 8 Byte, Jangkauan Nilai 1.7×10-308 s.d 1.7×10+308

7. Long Double, ukuran memori 10 Byte, Jangkauan Nilai 3.4×10-4932 s.d 1.1×10+4932

Tipe Data Tambahan yang dimiliki oleh Borland C++, adalah Unsigned, digunakan bila data
yang digunakan hanya data yang positif saja. Yaitu :

 Unsigned Integer, ukuran memori 2 Byte, Jangkauan Nilai 0-65535

 Unsigned Character, ukuran memori 1 Byte, Jangkauan Nilai 0-255

 Unsigned Long Integer, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai 0-4294967295

Konstanta

Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu:
 Konstanta Bilangan

 Konstanta Teks

A. Konstanta Bilangan

Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain:

1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer).

Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Ini merupakan nilai default
pada konstanta bilangan.

Contoh : 1, 2, 3, 100

2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point, mempunyai
bentuk penulisan, yaitu :

 Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 )

 Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4.22e3 ‰ 4.22 x 103 )s


3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision )

Konstanta Double Precision, pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating


Point, tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.
FUNGSI INPUT/OUTPUT

Fungsi Input

1. Input Tanpa Format

a. Memasukkan Nilai Karakter

Fungsi yang digunakan :

getche( ) : memasukkan karakter tanpa penekanan Enter

getchar( ) : memasukkan karakter dengan penekanan Enter

getch( ) : memasukkan karakter dengan penekanan enter tanpa menampilkan di layar


monitor.

Contoh ;

#include <stdio.h>

#include<conio.h>
main()

char C;

printf(“Masukan karakter : “); C = getche();

printf(“\nKarakter yang dimasukkan adalah : %c, C);

Out : Masukkan karakter : a

Karakter yang dimasukkan adalah : a

b. Memasukkan String

Fungsi yang digunakan adalah fungsi gets( ). Fungsi ini menggunakan argument variabel
string untuk menerima data.

Contoh :
#include <stdio.h>

#include <conio.h>

main()

char S[50];

printf(“Masukan String : “); C = gets(S);

printf(“String yang dimasukkan adalah : %s,S);

Out : Masukkan String : Saya

String yang dimasukkan adalah : Saya

2. Input Data Terformat


Fungsi yang digunakan adalah scanf( ).

Kode-kode format untuk scanf

Kode Format Kegunaan


%c Membaca sebuah karakter

%d Membaca sebuah nilai integer decimal

%i Membaca sebuah nilai integer decimal

%h Membaca sebuah nilai short integer decimal

%e Membaca sebuah dta pecahan

%f Membaca sebuah data pecahan

%g Membaca sebuah data pecahan

%s Membaca sebuah data string

%o Membaca sebuah nilai octal

%x Membaca sebuah nilai hexadesimal

Contoh input string :

#include”stdio.h”

main( )
{ char S[80];

printf(“Masukkan string : “); scanf(“%[^\n]”,S);

printf(“Nilai String adalah : %s \n”, S) ;

Out : Masukkan string : saya suka kamu

Nilai string adalah : saya suka kamu

Ket : %[^\n] digunakan menggantikan %s agar semua karakter termasuk spasi akan dibaca
sampai ditemui penekan tombol enter, karena %s tidak akan membaca spasi atau tab. Untuk
input string tidak perlu menggunakan operator pointer ‘&’, karena pengenal ini sudah
berbentuk suatu pointer.

Contoh input numeric

#include <stdio.h>

main ( )

{ float F;
int I;

char C;

scanf(“%4f %4d %c”,&F,&I,&C);

printf(“Nilai yang diinput : %5.2f %i dan %c \n”,F,I,C);

Out : Jika nilai yang diinput 12.345678 a

Nilai yang diinput : 12.30 4567 dan 8

note : Pemisah nilai-nilai data yang dimasukkan tergantung dari pemisah kode format yang
digunakan. Jika antara kode format digunakan pemisah spasi atau tanpa pemisah maka nilai
data yang dimasukkan harus dipisahkan dengan whitespace character(blank, tabulasi atau
enter).

Fungsi Output

1. Output Tanpa Format

Fungsi yang digunakan adalah :


Putch() : untuk menampiulkan karakter

Putchar() : untuk menampilkan nilai karakter.

Puts() : untuk menampilkan string.

Contoh :

Char C, S[10] = “ini string”;

C = ‘A’;

Putchar(C); Puts(S);

Output : A ini string

2. Output dengan format

Fungsi yang digunakan adalah printf( )

Kode-kode format untuk printf


Kode Format Kegunaan
%c Menampilkan sebuah karakter

%s Menampilkan nilai string

%d Menampilkan nilai integer decimal

%i Menampilkan nilai integer decimal

%u Menampilkan nilai integer decimal tak bertanda

%e Menampilkan nilai pecahan dalam notasi saintific

%f Menampilkan nilai pecahan

%g Pengganti %f atau %e tergantung yg terpendek

%o Menampilkan sebuah nilai octal

%x Menampilkan nilai hexadecimal

%p Menampilkan suatu alamat memory untuk pointer

Mencetak karakter atau string

Format penampilan :

%-Nc : menampilkan 1 karakter dengan lebar N karakter rata kiri..

%s : menampilkan semua karakter di nilai string rata kiri.

%Ns : menampilkan semua karakter rata kanan dengan lebar minimum N posisi.

%-Ns : menampilkan semua karakter rata kiri dengan lebar min N posisi.
%N.Ms : menampilkan rata kanan hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.

%-N.Ms : menampilkan rata kiri hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.

%.Ms : menampilkan sejumlah M karakter pertama rata kiri..

Menampilkan Nilai decimal Integer

Kombinasi kode format untuk integer :

%ld, %li : long int

%hi : short int

%hu : unsigned short int

%lu : unsigned long int

Format penampilan :
%i : menampilkan semua digit rata kiri.

%Ni : menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar minimum N posisi.

%-Ni : menampilkan semua digit rata kiri dengan lebar min N posisi.

%0Ni : menampilkan rata kanan dengan lebar N digit, blank diisi dengan nol.

%+Ni : menampilkan tanda positip pada numeric positip.

Menampilkan nilai pecahan

Kombinasi Kode format :

%lf atat %le atau %lg : double

%Lf , %Le atau %Lg : long double

Format penampilan :

%f : menampilkan semua digit rata kiri.

%Nf atau % -Nf : menampilkan semua digit rata kanan atau rata kiri dengan lebar
minimum N digit.
%N.Mf : menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit dengan M
digit nilai di belakang koma..

%0Nf : menampilkan rata kanan dengan lebar minimum N digit, blank diisi dengan
nol.

%N.0f : menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit tanpa
pecahan.

%.Mf : menampilkan nilai dengan M digit dibelakang desimal rata kiri.

# : mencegah pembuangan angka-angka nol di belakang titik decimal.

 Menampilkan Nilai Hexadesimal dan Oktal

%#x : menampilkan nilai hexa dengan tampilan diawali 0x

%#o : menampilkan nilai octal dengan tampilan diawali 0

 clrscr() : perintah untuk membersihkan layar dan Prototype fungsi terdapat di file
judul conio.h
 gotoxy(kol,bar) : mengatur posisi kursor pada kolom dan baris yang dituju.

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

1024×768

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Apa C dan C++ ??

C++ adalah bahasa pemrograman komputer, C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne
Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL,
Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada
sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa
pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam
pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bell
labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada
C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding).
Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance
dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan
terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut


menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa
pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi
masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa
pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan
masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak
class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi
keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class
dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.

Bentuk Umum :

1. #include <file-header> merupakan preprocessor


pada C++ untuk pemanggilan file
header yang memuat beberapa perintah-
perintah dari C++ (contoh, apabila ingin
menggunakan perintah cout maka harus menggunakan
file header iostream.h)

2. main() merupakan awal mula dari blok program


utama

3. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program

4. cout merupakan perintah keluaran pada C++


5. getch(); apabila ditempatkan sebelum funtuator }, maka berfungsi sebagai penahan
dari tampilan hasil
File Header

(#include) adalah salah satu jenis dari preprocessor directive yg kegunaannya adalah untuk
menyisipkan file-file header (contoh:iostream.h) ke dalam program.

Pada contoh diatas iostream.h,conio.h,stdio.h disebut file header. File header tersebut diperlukan
agar perintah cout atau cin bisa dijalankan. Apabila file heder tersebut dihapus maka akan terjadi
error. File Header adalah kumpulan variable, fungsi, konstanta, yang tersimpan dalam file
berekstensi.h (contoh:iostream,conio,stdio,iomanip,dll)

Masing-masing file header mempunyai anak (fungsi), contoh:

1. iostream = cout,cin

2. stdio = scanf,printf,gets,puts,

3. conio = getch,clrscr,endl

* Masih banyak jenis2 file header yang lain. File-file Header dapat anda lihat di folder instalan
C++ yang otomatis ada, jika anda menginstal program c++ di komputer anda.

Fungsi main()

Bagian main() di atas merupakan sebuah fungsi yang merupakan dasar penyusunan blok program
dalam C++. Sebuah program C++ minimal harus memiliki satu fungsi main(). Tulisan main()
merupakan nama fungsi, sedangkan bagian yang diapit dengan { } disebut blok (tubuh fungsi).
Dalam hal ini { merupakan tanda awal blok dan } adalah tanda akhir blok.

Statement (Pernyataan)

Pernyataan merupakan bagian program yang berupa instruksi kepada computer untuk melakukan
sesuatu. Menampilkan tulisan dilayar, menghitung operasi aritmatika, membaca inputan dan lain
sebagainya. Setiap pernyataan harus diakhir dengan tanda titik koma “;”.

Komentar

Komentar merupakan bagian program yang tidak ikut dieksekusi oleh program. Bagian ini
berfungsi sebagai keterangan atas program yang telah ditulis, komentar sangat penting karena
dapat mempermudah pembaca program dalam memahami program yang dibacanya. Pada C++
suatu komentar diawali dengan dua garis miring ( // ).Selain menggunakan //, komentar pada
C++ juga dapat ditulis dengan ( /* komentar */ ) untuk lebih dari satu baris.

contoh:
main() // main adalah fungsi utama

main() /* main adalah fungsi utama yang

mengawali sebuah listing program*/

Apa itu model memori dan tipe data pada C++ ???

Sebelum membuat suatu listing program, ada baiknya kita lebih dulu mengenal model memori dan
tipe data yang akan digunakan. model memori dan tipe data ini berhubungan dengan pemakaian
memori komputer pada saat program yang kita buat sedang berjalan, jika program yang dibuat
masih standar mungkin tidak akan terasa berbeda, namun bagaimana jika program yang kita buat
adalah program yang kompleks? Oleh karena itu kita harus menentukan dengan tepat tipe data apa
yang dipakai untuk menampung data sementara pada memori komputer. Borland C++
mempunyai enam model memori untuk program dan data, diantaranya :

Model-model memori tersebut adalah:

1. Model Tiny

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari
64 Kb

1. Model Small

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data
tidak lebih dari 64 Kb.

2. Model Medium

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan
data tidak lebih dari 64 K.

3. Model Compact

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb
dan data tidak lebih dari 64 K.

4. Model Large

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K.

5. Model Huge

Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data.
Penggunaan memori tidak terlepas dari tipe data yang dipakai oleh programer. Borland C++
memiliki 7 tipe data dasar, yaitu :

1. Char, ukuran memori 1 Byte, Jangkauan Nilai -128 s.d 127

2. Int, ukuran memori 2Byte, Jangkauan Nilai -32768 s.d 32767

3. Short, ukuran memori 2 Byte, Jangkauan Nilai -32768 s.d 32767

4. Long, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai -2147435648 s.d 2147435547

5. Float, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai 3.4×10-38 s.d 3.4×10+38

6. Double, ukuran memori 8 Byte, Jangkauan Nilai 1.7×10-308 s.d 1.7×10+308

7. Long Double, ukuran memori 10 Byte, Jangkauan Nilai 3.4×10-4932 s.d 1.1×10+4932

Tipe Data Tambahan yang dimiliki oleh Borland C++, adalah Unsigned, digunakan bila data
yang digunakan hanya data yang positif saja. Yaitu :

 Unsigned Integer, ukuran memori 2 Byte, Jangkauan Nilai 0-65535

 Unsigned Character, ukuran memori 1 Byte, Jangkauan Nilai 0-255

 Unsigned Long Integer, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai 0-4294967295

Konstanta

Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu:

 Konstanta Bilangan

 Konstanta Teks

A. Konstanta Bilangan

Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain:

1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer).


Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Ini merupakan nilai default
pada konstanta bilangan.

Contoh : 1, 2, 3, 100

2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point, mempunyai
bentuk penulisan, yaitu :

 Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 )

 Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4.22e3 ‰ 4.22 x 103 )s

3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision )

Konstanta Double Precision, pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating


Point, tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.
FUNGSI INPUT/OUTPUT

Fungsi Input

1. Input Tanpa Format

a. Memasukkan Nilai Karakter

Fungsi yang digunakan :

getche( ) : memasukkan karakter tanpa penekanan Enter

getchar( ) : memasukkan karakter dengan penekanan Enter

getch( ) : memasukkan karakter dengan penekanan enter tanpa menampilkan di layar


monitor.

Contoh ;

#include <stdio.h>

#include<conio.h>

main()

char C;

printf(“Masukan karakter : “); C = getche();

printf(“\nKarakter yang dimasukkan adalah : %c, C);

Out : Masukkan karakter : a

Karakter yang dimasukkan adalah : a

b. Memasukkan String

Fungsi yang digunakan adalah fungsi gets( ). Fungsi ini menggunakan argument variabel
string untuk menerima data.
Contoh :

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char S[50];
printf(“Masukan String : “); C = gets(S);
printf(“String yang dimasukkan adalah : %s,S);
}

Out : Masukkan String : Saya

String yang dimasukkan adalah : Saya

2. Input Data Terformat

Fungsi yang digunakan adalah scanf( ).

Kode-kode format untuk scanf

Kode Format Kegunaan


%c Membaca sebuah karakter

%d Membaca sebuah nilai integer decimal

%i Membaca sebuah nilai integer decimal

%h Membaca sebuah nilai short integer decimal

%e Membaca sebuah dta pecahan

%f Membaca sebuah data pecahan

%g Membaca sebuah data pecahan

%s Membaca sebuah data string

%o Membaca sebuah nilai octal

%x Membaca sebuah nilai hexadesimal

Contoh input string :

#include”stdio.h”
main( )

{ char S[80];

printf(“Masukkan string : “); scanf(“%[^\n]”,S);

printf(“Nilai String adalah : %s \n”, S) ;

Out : Masukkan string : saya suka kamu

Nilai string adalah : saya suka kamu

Ket : %[^\n] digunakan menggantikan %s agar semua karakter termasuk spasi akan dibaca
sampai ditemui penekan tombol enter, karena %s tidak akan membaca spasi atau tab. Untuk
input string tidak perlu menggunakan operator pointer ‘&’, karena pengenal ini sudah
berbentuk suatu pointer.

Contoh input numeric

#include <stdio.h>
main ( )
{ float F;
int I;
char C;
scanf(“%4f %4d %c”,&F,&I,&C);
printf(“Nilai yang diinput : %5.2f %i dan %c \n”,F,I,C);
}

Out : Jika nilai yang diinput 12.345678 a

Nilai yang diinput : 12.30 4567 dan 8

note : Pemisah nilai-nilai data yang dimasukkan tergantung dari pemisah kode format yang
digunakan. Jika antara kode format digunakan pemisah spasi atau tanpa pemisah maka nilai
data yang dimasukkan harus dipisahkan dengan whitespace character(blank, tabulasi atau
enter).

Fungsi Output

1. Output Tanpa Format

Fungsi yang digunakan adalah :

Putch() : untuk menampiulkan karakter

Putchar() : untuk menampilkan nilai karakter.


Puts() : untuk menampilkan string.

Contoh :

Char C, S[10] = “ini string”;

C = ‘A’;

Putchar(C); Puts(S);

Output : A ini string

2. Output dengan format

Fungsi yang digunakan adalah printf( )

Kode-kode format untuk printf

Kode Format Kegunaan


%c Menampilkan sebuah karakter

%s Menampilkan nilai string

%d Menampilkan nilai integer decimal

%i Menampilkan nilai integer decimal

%u Menampilkan nilai integer decimal tak bertanda

%e Menampilkan nilai pecahan dalam notasi saintific

%f Menampilkan nilai pecahan

%g Pengganti %f atau %e tergantung yg terpendek

%o Menampilkan sebuah nilai octal

%x Menampilkan nilai hexadecimal

%p Menampilkan suatu alamat memory untuk pointer

Mencetak karakter atau string

Format penampilan :

%-Nc : menampilkan 1 karakter dengan lebar N karakter rata kiri..


%s : menampilkan semua karakter di nilai string rata kiri.
%Ns : menampilkan semua karakter rata kanan dengan lebar minimum N posisi.
%-Ns : menampilkan semua karakter rata kiri dengan lebar min N posisi.
%N.Ms : menampilkan rata kanan hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.
%-N.Ms : menampilkan rata kiri hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.
%.Ms : menampilkan sejumlah M karakter pertama rata kiri..

Menampilkan Nilai decimal Integer

Kombinasi kode format untuk integer :

%ld, %li : long int

%hi : short int

%hu : unsigned short int

%lu : unsigned long int

Format penampilan :

%i : menampilkan semua digit rata kiri.

%Ni : menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar minimum N posisi.

%-Ni : menampilkan semua digit rata kiri dengan lebar min N posisi.

%0Ni : menampilkan rata kanan dengan lebar N digit, blank diisi dengan nol.

%+Ni : menampilkan tanda positip pada numeric positip.

Menampilkan nilai pecahan

Kombinasi Kode format :

%lf atat %le atau %lg : double

%Lf , %Le atau %Lg : long double

Format penampilan :

%f : menampilkan semua digit rata kiri.


%Nf atau % -Nf : menampilkan semua digit rata kanan atau rata kiri dengan lebar
minimum N digit.

%N.Mf : menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit dengan M
digit nilai di belakang koma..

%0Nf : menampilkan rata kanan dengan lebar minimum N digit, blank diisi dengan
nol.

%N.0f : menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit tanpa
pecahan.

%.Mf : menampilkan nilai dengan M digit dibelakang desimal rata kiri.

# : mencegah pembuangan angka-angka nol di belakang titik decimal.

 Menampilkan Nilai Hexadesimal dan Oktal

%#x : menampilkan nilai hexa dengan tampilan diawali 0x

%#o : menampilkan nilai octal dengan tampilan diawali 0

 clrscr() : perintah untuk membersihkan layar dan Prototype fungsi terdapat di file
judul conio.h
 gotoxy(kol,bar) : mengatur posisi kursor pada kolom dan baris yang dituju.

http://acortzdie.wordpress.com/pemograman-c/