Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

RANGKAIAN RLC
PARALEL

Disusun Oleh :

Oky Ahcmad Efendi (1841150120)


Shofi Hani Maulina (1841150030)
Angga Pramana Putra (1841150046)
Yusuf Sholeh Huddin (1841150045)
Ferdi Bayu Prasetyo (1841150111)
Reni Dwi Lestari (1841150037)

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2019
RANGKAIAN RLC HUBUNGAN PARALEL

I. Tujuan

1. Menentukan nilai impedansi Z pada rangkaian RLC hubungan paralel.


2. Menentukan nilai arus total dan arus setiap cabang.
3. Menggambarkan vektor tegangan dan arus.

II. Dasar Teori

Sifat dari rangkaian paralel adalah terjadi percabangan arus dari sumber (i)menjadi tiga,
yaitu arus yang menuju arus yang menuju resistor (iR), induktor (iL) dankapasitor (iC).
Sedangkan teganganjatuh pada resistor (vR), pada induktor (vL) dan padakapasitor (vC)
sama besar dengan sumber tegangan (v). Gambar rangkaian R-L-C parallel dibawah
memperlihatkan hubungan arus secara vektoris pada rangkaian R-L-C paralel

Suatu rangkaian arus bolak balik yang terdiri dari resistor (R), rekatansi induktif (𝑋𝐿 )
dan rekatansi kapasitif (𝑋𝑐 ), dimana ketiganya dihubungkan secara paralel. Fasor tegangan
(v) sebagai sumber tegangan total diletakan pada t = 0. Arus efektif (𝑖𝑅 ) berada sefasa
dengan tegangan (v). Arus yang melalui reaktansi induktif (𝑖𝐿 ) tertinggal sejauh 90
terhadap tegangan (v) dan arus yang melalui reaktansi kapasitif (𝑖𝐶 ) mendahului sejauh 90
terhadap tegangan. Arus reaktif induktif dan arus reaktif kapasitif bekerja dengan arah
berlawanan, dimana selisih dari kedua arus reaktif tersebut menentukan sifat induktif atau
kapasitif suatu rangkaian. Arus gabungan adalah jumlah geommetris antara arus efektif dan
selisih arus reaktif yang membentuk garis diagonal empat persegi panjang yang dibentuk
antara arus efektif dan selisih arus reaktif. Posisi arus terhadap tegangan ditentukan oleh
selisih kedua arus reaktif.
Kelebihan menggunakan rangkaian paralel aadalah apabila saklar dimatikan, maka
tidak semua komponen mati kecuali komponen yang dihubungka dengan saklar yang
dimatikan , misalnya lampu, selain itu, jika ada salah satu cabang atau komponen listrik
yang putus atau rusak maka komponen yang lain tetap berfungsi.

Sifat dari rangkaian RLC paralel dapat diperoleh dari hubungan dualitas sirkuit listrik
dan mengingat bahwa RLC paralel adalah impedansi dual dari rangkaian RLC. Untuk
mengetahui suatu rangkaian tersebut merupakan RLC seri atau RLC paralel dapat diketahui
dengan mematikan seluruh sumber tegangan. Kemudian sederhanakan komponen yang
paralel atau seri menjadi nilai ekuivalen.

Gambar rangkaian resistor, induktor, dan kapasitor dirangkai secara paralel dengan
arus listrik bolak-balik.

Impedansi (Z) adalah nilai hambatan yang dihasilkan dari beban berupa resistor dengan
induktor / resistor dengan kapasitor / resistor dengan induktor dan kapasitor yang dirangkai
secara seri atau pun paralel. Untuk mengetahui nilai impedansi (Z) pada rangkaian paralel
resistor , induktor, kapasitor pada arus bolak-balik dapat dilakukan dengan cara menghitung
nilai reaktansi induktif (XL), dan reaktansi kapasitif (XC) dengan menggunakan rumus
berikut :
1. Rumus Reaktansi Induktif (XL) :

Keterangan :
XL = Reaktansi induktif (Ω)
ƒ = Frekuensi (Hz)
π = 3,14 atau 22/7
L = Nilai induktansi pada induktor (H)

2. Rumus Reaktansi Kapasitif (XC) :

Keterangan :
XC = Reaktansi kapasitif (Ω)
ƒ = Frekuensi (Hz)
π = 3,14 atau 22/7
C = Nilai kapasitas pada kapasitor (F)

Jika kedua nilai reaktansi telah diketahui, maka selanjutnya dapat menghitung
nilai impedansi (Z) pada rangkaian paralel resistor, induktor, dan kapasitor menggunakan
rumus berikut :
Keterangan :
Z = Impedansi (Ω)
R = nilai hambatan atau resistansi pada resistor (Ω)
XL = Reaktansi induktif (Ω)
XC = Reaktansi kapasitif (&mega;)

Setiap komponen yang terhubung paralel maka tegangan pada masing-masing


komponen tersebut adalah sama. Pada Gambar 1 diperlihatkan dua buah komponen bebas
yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan bolak-balik. Besarnya impedansi total ZT,
arus total IT didalam rangkaian sesuai dengan persamaan berikut:

Gambar 1 Rangkaian Paralel dengan Sumber Tegangan AC

YT  G  B (1)

1
ZT  (2)
YT
V
IT   VxYT (3)
ZT
Keterangan:
Y adalah admitansi dengan satuan siemens sama dengan 1/Z
G adalah konduktansi dengan satuan siemens sama dengan 1/R
B adalah suseptansi dengan satuan siemens sama dengan 1/X
Rangkaian RLC hubungan paralel diperlihatkan pada Gambar 2, besarnya arus
disetiap cabang ditentukan oleh komponen tersebut. Untuk komponen resistif (R) arus
sefasa dengan tegangan, komponen induktif (L) arus tertinggal (lagging) terhadap
tegangan sebesar 90°, dan pada komponen kapasitif arus mendahului tegangan
(leading) sebesar 90°.

Gambar 2 Rangkaian RLC Hubungan Paralel

Besarnya arus total IT adalah jumlah secara vektor arus pada masing-masing cabang
(Hukum Kirchott Arus) sesuai persamaan berikut:

 I= 0 (4)
__ __ __ __
I T  I R I L I C 0 (5)
V
IR  adalah arus yang mengalir pada resistor R
R

V
IL  adalah arus yang mengalir pada induktor L
XL

V
IC  adalah arus yang mengalir pada kapasitor C
XC
Besarnya arus total IT yang mengalir pada rangkaian RLC paralel adalah :

I T  I R  (I L  I C ) 2
2
(6)

Akan bersifat kapasitif jika IC > IL


Akan bersifat induktif jika IL > IC

Vektor arus dan tegangan rangkaian RLC hubungan paralel sesuai persamaan (6)
diperlihatkan pada Gambar 3.

Ic
IR

IL-IC
IT
IL

Gambar 3 Vektor Tegangan dan Arus Rangkaian RLC Hubungan Paralel

III. Alat dan Bahan yang Digunakan


1. Amperemeter 1 buah
2. Lampu pijar 40 W 1 buah
3. Lampu pijar 75 W 1 buah
4. Kapasitor 4uF 1 set
5. Ballast 1H 1 set
6. Kabel banana 10 buah
7. Kabel jepit 5 buah
IV. Rangkaian Percobaan

Gambar 4 Rangkaian Percobaan RLC Hubungan Paralel

V. Langkah Percobaan
1. Rangkailah komponen dan peralatan seperti Gambar 4.
2. Pilih batas ukur ampermeter sesuai besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian
(lihat konsep perhitungan).
3. Ukurlah arus pada masing masing komponen sesuai Tabel 1.
4. Kemudian ukurlah nilai tegangan pada sumber .
5. Bandingkan hasil perhitungan dengan hasil pengukuran. Tuliskan hasil perhitungan
di bawah kolom “data hasil perhitungan”
6. Jawablah pertanyaan yang ada di point no VII
7. Buat analisis dan kesimpulan.
VI. Data Percobaan

Tabel 1. Rangkaian RLC Hubungan Paralel Hasil Pengukuran

Beban Vsumber IR ( mA ) IL (mA ) IC (mA ) IT (mA) ZT (ohm)


R1//L 220 0.2 A 0.56 A - 0.59 A 28 Ω
R2//L 220 0.32 A 0.56 A - 0.63 A 22 Ω
R1//C 220 0.2 A - 0.3 A 0.34 A 100 Ω
R2//C 220 0.32 A - 0.3 A 0.43 A 60 Ω
R1//L//C 220 0.2 A 0.56 A 0.3 A 0.45 A 30 Ω
R2//L//C 220 0.33 A 0.56 A 0.36 A 0.52 A 25 Ω
R1//R2//L//C 220 0.48 A 0.64 A 0.37 A 0.62 A 15 Ω

Tabel 2. Rangkaian RLC Hubungan Paralel Hasil Perhitungan

Beban Vsumber IR ( mA ) IL (mA ) IC (mA ) IT (mA) ZT (ohm)


R1//L 220 0.18 A 0.7 A - 0.72 A 1250.07 Ω
R2//L 220 0.34 A 0.7 A - 0.77 A 217.67 Ω
R1//C 220 0.18 A - 0.28 A 0.33 A 1448.45 Ω
R2//C 220 0.34 A - 0.28 A 0.44 A 1024.88 Ω
R1//L//C 220 0.18 A 0.7 A 0.28 A 0.45 A 1302.54 Ω
R2//L//C 220 0.34 A 0.7 A 0.28 A 0.54 A 805.58 Ω
R1//R2//L//C 220 0.52 A 0.7 A 0.28 A 0.66 A 640.02 Ω

Data perhitungan :
𝑉2 2202
R1 = = = 1210 XL = wL = 2πfL=2x3,14x50x1 = 314
𝑃 40
𝑉2 2202 1 1 1
R2 = = = 645,34 Xc = 𝑤𝐶 = = = 796,18
𝑃 75 2𝜋𝑓𝐶 2𝑥3,14𝑥50𝑥10−6
𝑅1𝑥𝑅2 1210𝑥645,34 780861,4
R1//R2= 𝑅1+𝑅2 = = = 420,87
1210+645,34 1855,34
𝑽 220
 R1//L : Ir = 𝑹 = 1210 = 0,18 𝐴 = 180 𝑚𝐴
𝑽 220
IL = 𝑿𝒍 = = 0,7 𝐴 = 700 𝑚𝐴
314

Ic = 0
Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟏𝟖𝟐 + (𝟎, 𝟕 − 𝟎)𝟐 = 0,72 A = 720mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟏𝟐𝟏𝟎𝟐 + (𝟑𝟏𝟒 − 𝟎)𝟐 = 1250,07 Ω

𝑽 220
 R2//L : Ir = 𝑹 = 645,34 = 0,35 𝐴 = 350 𝑚𝐴
𝑽 220
IL = = = 0,7 𝐴 = 700 𝑚𝐴
𝑿𝒍 314

Ic = 0
Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟑𝟓𝟐 + (𝟎, 𝟕 − 𝟎)𝟐 = 0,77 A = 770mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟔𝟒𝟓, 𝟑𝟒𝟐 + (𝟑𝟏𝟒 − 𝟎)𝟐 = 717,67 Ω


𝑽 220
 R1//C : Ir = 𝑹 = 1210 = 0,18 𝐴 = 180 𝑚𝐴

IL = 0
𝑽 220
Ic = 𝑿𝒄 = = 0,28 𝐴 = 280 𝑚𝐴
796,18

Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟏𝟖𝟐 + (𝟎 − 𝟎, 𝟐𝟖)𝟐 = 0,33 A = 330mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟏𝟐𝟏𝟎𝟐 + (𝟎 − 𝟕𝟗𝟔, 𝟏𝟖)𝟐 = 1448,45Ω


𝑽 220
 R2//C : Ir = 𝑹 = 645,34 = 0,35 𝐴 = 350 𝑚𝐴

IL = 0
𝑽 220
Ic = = = 0,28 𝐴 = 280 𝑚𝐴
𝑿𝒄 796,18

Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟑𝟓𝟐 + (𝟎 − 𝟎, 𝟐𝟖)𝟐 = 0,44A = 440mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟔𝟒𝟓, 𝟑𝟒𝟐 + (𝟎 − 𝟕𝟗𝟔, 𝟏𝟖)𝟐 = 1024,88Ω


𝑽 220
 R1//L//C : Ir = 𝑹 = 1210 = 0,18 𝐴 = 180 𝑚𝐴
𝑽 220
IL = 𝑿𝒍 = = 0,7 𝐴 = 700 𝑚𝐴
314
𝑽 220
Ic = 𝑿𝒄 = = 0,28 𝐴 = 280 𝑚𝐴
796,18

Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟏𝟖𝟐 + (𝟎, 𝟕 − 𝟎, 𝟐𝟖)𝟐 = 0,45 A = 450mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟏𝟐𝟏𝟎𝟐 + (𝟑𝟏𝟒 − 𝟕𝟗𝟔, 𝟏𝟖)𝟐 = 1302,54 Ω


𝑽 220
 R2//L//C : Ir = 𝑹 = 645,34 = 0,35 𝐴 = 350 𝑚𝐴
𝑽 220
IL = 𝑿𝒍 = = 0,7 𝐴 = 700 𝑚𝐴
314
𝑽 220
Ic = = = 0,28 𝐴 = 280 𝑚𝐴
𝑿𝒄 796,18

Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟑𝟓𝟐 + (𝟎, 𝟕 − 𝟎, 𝟐𝟖)𝟐 = 0,54 A = 540mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟔𝟒𝟓, 𝟑𝟒𝟐 + (𝟑𝟏𝟒 − 𝟕𝟗𝟔, 𝟏𝟖)𝟐 = 805,58 Ω

𝑽 220
 R1//R2//L//C : Ir = 𝑹 = 420,87 = 0,52 𝐴 = 520 𝑚𝐴
𝑽 220
IL = 𝑿𝒍 = = 0,7 𝐴 = 700 𝑚𝐴
314
𝑽 220
Ic = = = 0,28 𝐴 = 280 𝑚𝐴
𝑿𝒄 796,18

Itot = √𝑰𝒓𝟐 + (𝑰𝒍 − 𝑰𝒄)𝟐 = √𝟎, 𝟓𝟐𝟐 + (𝟎, 𝟕 − 𝟎, 𝟐𝟖)𝟐 = 0,66 A = 660mA

Ztot = √𝑹𝟐 + (𝑿𝒍 − 𝑿𝒄)𝟐 = √𝟒𝟐𝟎, 𝟖𝟕𝟐 + (𝟑𝟏𝟒 − 𝟕𝟗𝟔, 𝟏𝟖)𝟐 = 640,02 Ω

VII. Pertanyaan
1. Bandingkan hasil perhitungan dengan hasil pengukuran yang meliputi arus masing-
masing komponen R, L, C, dan arus total IT, berikan komentarnya.
2. Adakah pengaruhnya perubahan nilai kapasitansi kapasitor pada arus total IT, uraikan
penjelasannya
3. Jika diketahui suatu rangkaian seperti pada Gambar 5 dengan nilai R = 2k, L = 3 H, C
= 20 uF disuplai sumber tegangan 220 V / 50 Hz, hitunglah:
a) Impedansi total rangkaian.
b) Arus masing-masing cabang.
c) Arus total IT.

Gambar 5 Rangkaian Utuk So No. 5

4. Buatlah vektor diagram tegangan dan arus dari hasil pengukuran dengan skala yang
benar.
5. Buatlah analisis dan kesimpulan dari hasil percobaan.
Jawaban pertanyaan :

1. Dalam tabel dapat dilihat bahwa hasil pengukuran dan hasil perhitungan tidak berbeda
jauh, kemungkinan perbedaan antara keduanya bisa dikarenakan kurang teliti dalam
membaca alat ukur, atau dapat terjadi karena skala alat ukur terlalu besar untuk
mengukur arus yang nominalnya kecil

2. Nilai kapasitansi pada kapasitor akan berpengaruh pada arus total pada hubungan
1
paralel karena nilai kapasitor akan mempengaruhi besaran Xc ( 𝑋𝑐 = 2𝜋𝑓𝐶 ) sehingga
𝑉
arus pada kapasitor akan berubah ( 𝐼𝑐 = 𝑋𝑐 ), ketika arus pada kapasitor berubah maka

arus total juga akan terpengaruh ( It = √𝐼𝑟 2 + (𝐼𝑙 − 𝐼𝑐)2 )

3. a. Zt = 1
⁄√ 1 2 1 2
(𝑅) + (𝑋𝑙−𝑋𝑐)

Zt = 1
⁄ 1 2 1
√( ) + ( 1 )2
𝑅 2𝜋𝑓𝐿−
2𝜋𝑓𝐶

Zt = 1
2
⁄ 2
√( 1 ) + ( 1
1 )
2000 (2𝑥3,14𝑥50𝑥3−
2𝑥3,14𝑥50𝑥20𝑥10−6

Zt = 1
⁄√ 1 2 1 2
(2000) + (942−159,24)

Zt = 1
⁄√ 1 2 1 2
(2000) + (782,76)

Zt = 728,93 Ω
𝑉 220
b. IR = 𝑅 = 2000 = 0,11 𝐴
𝑉 220 220
ILC = (𝑋𝑙−𝑋𝑐) = (942−159,24) = = 0,28 𝐴
782,76

c. It = √Ir 2 + Ilc 2
It = √(0,11)2 + (0,28)2
It = 0,3 A
4.

5. -Analisa
o Dari hasil percobaan dan perhitungan dengan beban R dan L selisih nilai IR
pengukuran lebih besar dari IR perhitungan, dan nilai IL pada pengukuran dengan
beban R dan L memiliki nilai yang sama,begitu pun dengan IL perhitungan, nilai IT
pengukuran dan perhitungan memiliki selisih yang tidak terlalu jauh, sedangkan ZT
pengukuran dan perhitungan memiliki perbedaan yang sangat jauh.

o Hasil percobaan beban R dan C nilai pengukuran dan perhitungan IR pengukuran


memiliki nilai lebih besar dari IR perhitungan, IL dan IC pengukuran memiliki
nilai sama, begitupun IL dan IC perhitungan, dan IT pengukuran dan
perhitungan meiliki hasil dengan selisih yang tidak terlalu jauh, sedangan ZT
pengukuran dan perhitungan memiliki selisih sangat jauh.

o Hasil percobaan beban R, L, dan C nilai pengukuran dan perhitungan IR pada


nilai pengukuran memiliki nilai selisih yang lebih kecil dibandingkan selisih nilai pada
IR perhitungan, dan IL pengukuran memiliki nilai yang sama dengan IL perhitungan,
dan IC pengukuran memiliki selisih nilai yang tidak jauh antara R1//L//C dan
R2//L//C sedangkan IC perhitungan memiliki nilai yang sama antara R1//L//C dan
R2//L//C, dan IT pengukuran memiliki selisih nilai yang lebih sedikit dibandingkan
dengan selisih nilai IT perhitungan, dan ZT pengukuran dan perhitungan memiliki
perbedaan yang sangat jauh
o Hasil R1//R2//L//C nilai pengukuran dan perhitungan dimana IR pengukuran
mendapatkan nilai lebih kecil dari IR perhitungan, nilai IL pengukuran juga
lebih kecil dari IL perhitungan, sedangkan nilai IC penukuran lebih besar
daripada IC perhitungan, dan pada IT pengukuran memiliki selisih tidak terlalu
jauh dengan IT perhitungan, tetapi dari ZT pengukuran memiliki hasil selisih
sangat jauh dari ZT perhitungan.

-Kesimpulan
Dari hasil percobaan dan perhitungan dengan beban R dan L,memiliki hasil
perhitungan yang tidak jauh berbeda, tetapi pada perhitungan ZT memiliki hasil yang
berbeda sangat jauh dengan hasil pengukuran.

Anda mungkin juga menyukai