Anda di halaman 1dari 12

MENGENAL

METODE ELEKTROMAGNETIK
DALAM TEKNIK GEOFISIKA

NAMA : JORDHY PUTRA ISKANDAR HASIBUAN


NIM : 1904107010026

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA –


JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2019
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongan-Nya tentunya saya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini
dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di
akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-
Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Pengantar Teknik
Geofisika dengan judul “Mengenal Metode Elektromagnetik Dalam Teknik
Geofisika”.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya
makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila
terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-
besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Banda Aceh, 22 September 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………………………..1


Daftar Isi ……………………………………………………………………………...2

PENDAHULUAN ……………………………………………………………………3
1.1 Latar Belakang ..............…………………………………………………………3
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................4
1.3 Tujuan ........................................................... ………………………………4

PEMBAHASAN ……………………………………….........................................5
2.1 Landasan Teori............................................................................................5
2.2 Pengertian..................................................................................................5
2.3 Metode Elektrogamnetik..............................................................................6
2.4 Metode Elektromagnetik VLF……………………………………………………7
2.5 Parameter Elektromagnetik VLF…………………………………………………7
2.6 Metode GPR……………………………………………………………………...9

PENUTUP…………………………………………………………………………...10
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………...10
3.2 Saran ……………………………………………………………………………10

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... …………...11


I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya akan keberadaan sumber daya
alamnya. Tanah Indonesia dianggap sebagai laboratorium kebumian yang paling
hebat untuk dapat dieksplorasi sumber-sumber daya alam yang ada di Indonesia ini.
Namun keterbatasan ilmu pengetahuan untuk mengelola sumber day aam tersebut
menjadi kendala utama untuk melangkah lebih lanjut. Sehingga dari hal tersebut kita
perlu untuk mempelajari cara, metode, atau teknik yang dapat digunakan untuk
mengungkapkan suatu informasi yang ada di dalam perut bumi kita ini. Salah satu
cara atau metode yang dapat digunakan adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari
bidang bumi khususnya perut bumi berdasarkan konsep fisika

Di dalamnya termasuk juga meteorology, elektrisitas atmosfer, dan fisik


ionesfer. Penelitian Geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi
melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang
dimiliki oleh batuan yang ada di dalam bumi.

Dari pengukuran ini dapat diartikan bagaimana sifat-sifat dan kondisi yang
ada di bawah permukaan bumi, baik itu secara vertikal maupun horizontal Dalam
skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk
menentukan sturktur bumi, secara lokal yaitu eksplorasi mineral dan pertambangan
termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik
(penetuan pondasi bangunan dan lain-lain). Survei Geofisika yang sering dilakukan
selama ini antara lain metode electromagnet. Dalam pembahasan makalah kali ini,
akan dibahas mengenai metode elektromagnet secara mendalam
1.2 RUMUSAN MASALAH

Adapun beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah kali ini
yaitu :

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan metode elktromagnetik


1.2.2 Jelaskan hal-hal mengenai metode elektromagnetik
1.2.3 Jelaskan jenis metode elektromagnetik

1.3 TUJUAN

Adapun tujuan dari pembahasan dalam makalah ini yaitu :

1.3.1 Untuk mengetahui maksud dari metode elektromagnetik


1.3.2 Untuk mengetahui apa saja metode elektromagnetik
1.3.3 Untuk mengetahui jenis-jenis metode elektomagnetik
II. PEMBAHASAN

2.1 LANDASAN TEORI

Teori elektromagnetik merupakan suatu teori yang menjelaskan hubungan


antara medan listrik dan medan magnet, yang menimbulkan rambatan gelombang
elektromagnet. Teori ini dikemukakan oleh James clark Maxwell pada tahun 1865.
menurut Maxwell, medan listrik yang berubah akan menimbulkan medan magnet,
sementara itu, Faraday berpendapat bahwa perubahan medan magnet menimbulkan
medan listrik. Jadi sifat saling terkait dan berkelanjutan antara medan listrik dan
medan magnet inilah yang menyebabkan timbulnya gelombang elektromagnetik.
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang padauan antara medan listrik dengan
medan magnet, disebabkan oleh muatan listrik bergerak dipercepat.

Kemudaian Maxwell menurnkan persamaan rambatan gelombang


elektromagnetik itu dalam ruang hampa sebesar :

1
c  1x10 8 m / s
 o o

dimana  o
= permitivitas ruang hampa (8,85 x 10-12 C/N.m2)

 o
= permeabilitas ruang hampa (12,6 x 10-7 Wb/A.m)

c = cepat rambat gelombang elektromagnetik

2.2 PENGERTIAN

Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode
pasif dan aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang
dipancarkan oleh bumi. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan
kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Sedangkan sumber-sumber
yang digunakan dalam pengukuran tersebut diantaranya ada- lah gelombang
elektromagnetik, getaran, sifat kelistrikan, sifat kemagnetan, dan lain-lain. Metode
EM adalah salah satu metode geofisika untuk mengetahui anomali di bawah
permukaan yang memanfaatkan sifat medan magnet dan medan listrik (Buttler,
2010).

Jika di permukaan bumi timbul medan elektromagnetik makan akan timbul


arus listrik yang melewati berbagai lapisan konduktor dibawah permukaan bumi
sesuai dengan hukum induksi elektromagnetik. Arus ini akan mengganggu medan
elektromagnetik di permukaan bumi dengan timbulnya medan elektromagnetik yang
baru.

Survei elektromagnetik (EM) pada dasarnya diterapkan untuk mengetahui


respons bawah permukaan menggunakan perambatan gelombang elektromagnetik
yang terbentuk akibat adanya arus bolak-balik dan medan magnetik. Medan
elektromagnetik primer dihasilkan oleh arus bolak-balik yang melewati sebuah
kumparan yang terdiri dari lilitan kawat. Respons bawah permukaan berupa medan
elektromagnetik sekunder dan resultan medan terdeteksi sebagai arus bolak-balik
yang menginduksi arus listrik pada koil penerima (receiver) sebagai akibat adanya
induksi elektromagnetik

2.3 METODE ELEKTROMAGNETIK


Salah satu metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geofisika adalah
metode elektromagnetik. Metode elektromagnetik biasanya digunakan untuk
eksplorasi benda-benda konduktif. Perubahan komponen medan akibat variasi
konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bahwa permukaan. Medan
elektromagnetik yang digunakan dapat diperoleh dengan sengaja membangkitkan
medan elektromagnetik di sekitar daerah observasi. Pengukuran semacam ini disebut
teknik pengukuran aktif. Metode ini kurang praktis dan daerah observasi dibatasi oleh
besarannya sumber yang dibuat. Teknik pengukura lain adalah teknik pengukuran
pasif. Tenik ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang berasal dari sumber yang
tidak sengaja dibangkitkan. Gelombang elektromagnetik seperti ini berasal dari alam
dan dari pemancar frekuensi rendah (15-30 kHz) adalah yang biasa disebut VLF.
Teknik ini lebih praktis dan mempunyai jangkauan daerah pengamatan yang luas.

2.4 METODE ELEKTROMAGNETIK VLF (VERY LOW


FREQUENCY

Metode ini bertujuan untuk mengukur harga daya konduktivitas batuan


berdasarkan pengukuran gelombang elektormagnetik skunder. Metode ini
memanfaatkan gelombang hasil induksi elektomagnetik yang berfrekuensi sangat
rendah. Karna frekuensinya yang cukup rendah, gelombang ini memiliki penetrasi
yang cukup dalam. Gelombang ini juga menjalar ke seluruh dunia dengan atenuasi
yang kecil dalam pandu gelombang antara permukaan bumi dan ionosfer.

Karena induksi gelombang tersebut, maka di dalam medium oleh batuan akan
timbul arus induksi. Arus induksi inilah yang menimbulkan medan skunder yang
dapat ditangkap di permukaan bumi. Besarnya kuat medan elektromagnetik skunder
ini sebanding dengan besarnya daya hantar listrik batuan (rho), sehingga dengan
mengukur kuat medan pada arah tertentu, maka secara tidak langsung kita dapat
mendeteksi daya hantar listrik batuan dibawahnya.

Metode yang digunakan adalah Tilt Angle, yaitu mendeteksi struktur


konduktif dan kontak geologi. Seperti daerah yang retal-retak (cracks) adalah rongga
yang titik air adalah hanya berisi udara saja. Xona alterasi adalah meneralisasi, xona
patahan dan dyke. Pada batuan sediment akan baik untuk penentuan keberadaan
lempeng, variasi ketebalan bedrock juga untuk mengetahui pelamparan zat-zat
pencemaran lingkungan.

2.5 PARAMETER ELEKTROMAGNETIK VLF


Adapun parameter elektromagnet VLF yang penting adalah

2.5.1 Pemancar
Pemancar ini mulai dibangun sejak perang dunia I, digunakan untuk
komunikasi jarak jauh karena kemampuannya untuk komunikasi
gelombal dengan pelemahan yang sangat kecil pada gelombang bumi
ionesfer. Penetrasinya cukup efektif hingga dapat menembus laut dalam.

2.5.2 Pengaruh Atmosfer


Sumber nois yang utama adalah radiasi medan elektromagnetik akibat
kilat atmosfer baik di tempat dekat atau jauh dari lokasi pengukuran.
Pada frekwensi VLF radiasi medan ini cukup dapat melemahkan sinyal
yang dipancarkan oleh pemancar. Daerah yang cukup banyak badai
tersebut adalah Amfira tengah dan Asia tenggara termasuk Indonesia.

Nois kedua adalah variasi diurnal medan elektromagnetik bumi dimana


terjadi pergerakan badai dari arah timur ke barat yang terjadi mulai siang
hingga sore hampir malam.

2.5.3 Rambatan Gelombang Elektromagnetik


Pada elektromagnetik VLF dengan frekuensi <100 KHz, arus
pergeseran akan lebih kecil dari arus konduksi karena permitivitas
dieletrik batuan rata-rata cukup kecil dan konduktivitas target biasanya >
10-2 S/m. hal ini menunjukkan efek medan akibat arus konduksi
memegang peranan penting ketika terjadi perumbahan konduktivitas
batuan.

2.5.4 Pelemahan (Atenuasi) Medan


Pelemahan medan ini mempengaruhi kedalaman. Kedalaman pada saat
amplitudo menjadi 1/e (kira-kira 37%) dikenal sebagai skin depth atau
kedalaman kulit. Kedalaman ini dalam metode elektromagnetik disebut

sebagai kedalaman penetrasi gelombang, yaitu kedalaman = 504
f

dimana  adalah resistivitas dalam ohm-meter, dan f adalah frekuensi.


2.6 METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR)
Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan metode goefisika dengan
menggunakan teknik elektromagnetik yang dirancang untuk mendeteksi objek yang
terkubur di dalam tanah dan mengevaluasi kedalaman objek tersebut. GPR juga dapat
digunakan untuk mengetahui kondisi dan karakteristik permukaan bawah tanah tanpa
mengebor ataupun menggali tanah. Sisterm GPR terdir atas pengirim (transmitter),
yaitu antena yang terhubung ke sumber pulsa (Generator Pulsa) dengan adanya
pengaturan timing circuit, dan bagian penerima (receiver) yang kemudian terhubung
ke unit pengolahan (data processing) serta display sebagai tampilan outputnya.

Berdasarkan blok diagram di atas, masing – masing blok mempunyai fungsi


yang cukup penting dan saling ketergantungan. Hal ini dikarenakan GPR merupakan
suatu sistem mulai dari penghasilan pulsa pada pulse generator lalu melewati blok-
blok yang ada kemudian sampai pada blok display dimana kita dapat melihat bentuk
dan kedalaman objek yang dideteksi. Namun dalam hal ini antena memegang peranan
yang sangat penting karena menentukan unjuk kerja dari sistem GPR itu sendiri.
Adapun faktor yang berpengaruh dalam menentukan tipe antena yang digunakan,
sinyal yang ditransmisikan, dan metode pengolahan sinyal yaitu :

1. Jenis objek yang akan dideteksi


2. Kedalaman objek
3. Karakteristik elektrik medium tanah atau properti elektrik.
Dari proses pendeteksian seperti di atas, maka akan didapatkan suatu citra
dari letak dan bentuk objek yang terletak di bawah tanah atau dipermukaan tanah.
Untuk menghasilkan pendeteksian yang baik, suatu sistem GPR harus memenuhi
empat persyaratan sebagai berikut:

1. Kopling radiasi yang efisien ke dalam tanah


2. Penetrasi gelombang elektromagnetik yang efisien
3. Menghasilkan sinyal dengan amplitudo yang besar dari objek yang dideteksi.
4. Bandwidth yang cukup untuk menghasilkan resolusi yang baik.
III. PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
3.1.1 Teori elektromagnetik merupakan suatu teori yang menjelaskan
hubungan antara medan listrik dan medan magnet, yang menimbulkan
rambatan gelombang elektromagnetik.
3.1.2 Metode elektromagnetik biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-
benda konduktif. Perubahan komponen medan akibat variasi
konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah
permukaan.
3.1.3 Metode elektromagnet VLF (Very Low Frequency) digunakan untuk
mengukur harga daya konduktivitas batuan berdasarkan pengukuran
gelombang elektromagnetik sekunder.
3.1.4 Adapun parameter elektromagnet VLF yang penting adalah :
pemancar, pengaruh Atmosfer, rambatan gelombang elektromagnet
dan pelemahan (atenuasi) medan.
3.1.5 Metode GPR digunakan untukmendeteksi obyek yang terkubur di
dalam tanah dan mengevaluasi kedalaman objek tersebut. Selain tiu
dapat juga diguanakan untuk mengetahu kondisi dan karakteristik
permukaan bawah tanah tanpa mengebor ataupun menggali tanah.

3.2 SARAN
Pada parameter elektromagnetik VLF yang kedua (pengaruh atmosfer) noise
kedua adalah variasi diurnal medan elektromagnetik bumi, dimana pergerakan badai
dari arah timur kebarat yang terjadi mulai siang hingga sore hampir malam, maka
disarankan pengukurna VLF di Indonesia dilakuakn pada bulan musim kemarau
(Mei-Juli) dimulai pagi hari jam 06.00-12.00 siang saja.
DAFTAR PUSTAKA

http://komangsugianti.blogspot.com/2016/11/pengantar-metode-elektromagnetik.html
Drs. Setyawan, lilik Hidayat. Kamus Fisika Bergambar. Purwokerto: Pakar Raya,
2004.
http//:www.metode-seismikdanelektromagnetik.com
http://diopangulu.blogspot.com/2016/10/metode-elektromagnetik.html
https://docplayer.info/38928865-Bab-ii-teori-dasar-2-1-teori-dasar-metode-vlf.html

Anda mungkin juga menyukai