Anda di halaman 1dari 3

BAB 26

Pertanyaan

3. Jelaskan beberapa alternatif perbaikan keuangan secara informal dan formal!

Jawab:

1. Perbaikan Informal (Penyelesaian Suka Rela)

Penyelesaian perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dilakukan dengan prinsip


berikut ini. Jika prospek perusahaan di masa mendatang cukup baik, kesulitan keuangan
bersifat sementara, maka restukturisasi perlu dilakukan. Jika kesulitan tersebut bersifat
permanen, maka kebangkrutan atau likuidasi merupakan pilihan yang lebih baik.

a. Restrukturisasi. Dilakukan agar perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan bisa


bernapas lega. Cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi beban-beban yang menghimpit
perusahaan , biasanya dengan membebaskan atau meringankan perusahaan dari beban
keuangan yang bersifat tetap (beban bunga utang). Keringanan bisa dilakukan melalui
perpanjangan (extension) dan perubahan nilai atau komposisi utang (composition), atau
kombinasi keduanya.

b. Likuidasi. Dalam bebrapa situasi likuidasi informal juga bisa dilakukan. Jika nilai
perusahaan dilikuidasi lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahaan yang going concern
(berjalan terus) maka perusahaan sebaiknya dilikuidasi.

2. Perbaikan Formal

Perbaikan formal melibatkan pihak ketiga seperti pengadilan. Melalui pihak ketiga, pihak-
pihak yang terlibat dalam kebangkrutan bisa memperoleh perlindungan dari pihak lainnya.

a. Reorganisasi. Jika nilai perusahaan going concern lebih tinggi dibandingkan dengan
nilaibperusahaan dilikuidasi, maka pilihan reorganisasi/restrukturisasi layak dilakukan.
Langkah-langkah reorganisasi. Pertama, kurator akan menentukan nilai perusahaan jika
perusahaan going concern. Setelah langkah pertama dilakukan, kemudian struktur modal yang
baru mulai ditentukan. Setelah kedua langkah tersebut selesai, perusahaan bisa muncul dengan
wajah baru dan kembali menjalankan operasinya.

b. Likuidasi. Jika perusahaan lebih bernilai jika dilikuidasi dibandingkan dengan jika
diteruskan, maka alternatif likuidasi bisa dilakukan. Kas yang diperoleh dari likuidasi aset
perusahaan akan didistribusikan dengan urut-urutan tertentu.

(Sumber:Hanafi, Mamduh M., Manajemen Keuangan, Halaman 642-648, BPFE,


Yogyakarta, 2004.)

4. Apa bedanya antara perbaikan informal dan formal?

Jawab:

Perbaikan Informal (Penyelesaian Suka Rela). Secara prinsip, penyelesaian perusahaan yang
mengalami kesulitan keuangan dilakukan dengan prinsip berikut ini. Jika prospek perusahaan
di masa mendatang cukup baik, kesulitan keuangan bersifat sementara, maka restrukturisasi
perlu dilakukan. Jika kesulitan tersebut bersifat permanen, maka kebangkrutan atau likuidasi
merupakan pilihan yang lebih baik. Sedangkan, Perbaikan formal melibatkan pihak ketiga
seperti pengadilan. Melalui pihak ketiga, pihak-pihak yang terlibat dalam kebangkrutan bisa
memperoleh perlindungan dari pihak lainnya. Pengadilan berusaha agar pihak-pihak yang
berkaitan memperoleh perlakuan yang adil selama proses perbaikan tersebut.

(Sumber:Hanafi, Mamduh M., Manajemen Keuangan, Halaman 642-643, BPFE,


Yogyakarta, 2004.)

5. Jelaskan kelebihan jalur resmi (formal) dalam penyelesaian kebangkrutan dibandingkan


dengan jalur informal!

Jawab:

Jika perusahaan menggunakan jalur kebangkrutan formal, peraturan perundang-undangan


akan menetapkan peraturan-peraturan untuk mencegah problem-problem tersebut. Sebagai
contoh, kecenderungan salah satu pihak untuk membangkrutkan perusahaan dan meminta
pelunasan secara sepihak dan hanya untuk dia , akan dibatasi oleh peraturan. Kreditor secara
kolektif yang bisa meminta pelunasan. Tentu saja perlindungan diberikan kepada para kreditor
sehingga tindakan yang merugikan kreditor yang mungkin dilakukan oleh manajemen atau
pemegang saham juga bisa dicegah. Peraturan juga diharapkan bisa mencegah persoalan hold-
out.
(Sumber:Hanafi, Mamduh M., Manajemen Keuangan, Halaman 644-645, BPFE,
Yogyakarta, 2004.)

BAB 26
Problem
1. Banyak bank di Indonesia dibantu oleh pemerintah (direkap), apakah bank tersebut
seharusnya masuk dalam kategori bangkrut atau tidak?
Jawab: