Anda di halaman 1dari 15

BAB V

PERHITUNGAN

5.1. Umum

Jumlah penduduk Kelurahan Gang Buntu tahun 2014 menurut informasi dari BPS
sebesar 3.439 jiwa. Pertumbuhan penduduk Kelurahan Gang Buntu dari tahun 2015-
2035 menunjukkan peningkatan sebesar 0,51 % pertahunnya. Oleh sebab itu
diperkirakan pada akhir tahun 2035 maka diperkirakan penduduk Kelurahan Gang
Buntu akan mencapai jumlah sebesar 3.909 jiwa.

5.2. Perencanaan Kapasitas Aliran dalam Pipa

Dalam perencanaannya sistem penyediaan air minum di Kelurahan Gang Buntu


Kecamatan Medan Timur akan dibagi kedalam beberapa blok pelayanan air minum.
Akan di bagi ke dalam 4 (empat) blok sistem dimana masing-masing distribusi luas dan
jumlah penduduk serta kebutuhan air dapat dilihat pada tabel berikut ini dan peta
pembagian blok pada Gambar 5.1 dan Peta distribusi panjang jalan dapat dilihat pada
Gambar 5.2. berikut ini.

Tabel 5.1. Total Kebutuhan Air Masing-masing Blok Pelayanan


Jumlah Debit Jam
Luas Persentase
Blok Penduduk Puncak
(Jiwa) (Ha) (%) (L/detik)
A 706 7,22 18,06 3,459
B 780 7,98 19,95 3,821
C 1.164 11,91 29,77 5,701
D 1.259 12,89 32,22 6,170
Total 3.909 40,00 100,00 19,151
Sumber : Hasil Perhitungan, 2016

Tabel 5.2. Kapasitas Aliran dalam Jaringan Pipa


Panjang Debit Panjang Debit
Blok No. Pipa Blok No. Pipa
m LPS m LPS
A Pipe P52 93,68 1,14 C Pipe P42 49,66 1,25
A Pipe P53 63,56 0,67 C Pipe P43 32,83 0,65
A Pipe P58 390,66 0,39 C Pipe P44 49,05 0,4
A Pipe P63 202,28 1,28 C Pipe P45 56,52 0,25
A Pipe P64 171,17 0,83 C Pipe P46 107,75 0,1

Septiandro Sembiring (140407053) V–1


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Panjang Debit Panjang Debit


Blok No. Pipa Blok No. Pipa
m LPS m LPS
A Pipe P65 183,77 0,19 C Pipe P48 85,19 7,04
A Pipe P66 277,02 0,32 C Pipe P54 78,63 0,25
B Pipe P49 67,14 3,53 C Pipe P55 74,05 0,25
B Pipe P50 53,89 2,79 D Pipe P2 204,11 3,82
B Pipe P51 56,08 1,85 D Pipe P3 58,02 1,02
B Pipe P56 391,59 0,39 D Pipe P4 56,48 14,82
B Pipe P57 389,64 0,49 D Pipe P5 55,29 0,25
B Pipe P59 456,84 2,82 D Pipe P6 63,84 0,77
B Pipe P60 168,35 2,02 D Pipe P7 154,95 0,25
B Pipe P61 58,20 0,42 D Pipe P8 153,55 0,25
B Pipe P62 110,32 0,17 D Pipe P9 86,24 1,27
C Pipe P18 76,42 0,25 D Pipe P10 172,76 13,29
C Pipe P27 74,44 1,89 D Pipe P11 33,66 3,55
C Pipe P28 107,85 0,14 D Pipe P12 41,55 2,97
C Pipe P29 54,09 1,71 D Pipe P13 58,30 1,55
C Pipe P30 86,15 1,41 D Pipe P14 60,60 0,87
C Pipe P31 113,76 2,3 D Pipe P15 86,26 0,61
C Pipe P32 57,10 0,81 D Pipe P16 59,76 0,25
C Pipe P33 56,52 0,23 D Pipe P17 29,32 1,00
C Pipe P34 108,04 0,1 D Pipe P19 14,61 19,16
C Pipe P35 194,39 0,35 D Pipe P22 169,08 1,00
C Pipe P36 60,19 0,15 D Pipe P23 167,68 0,2
C Pipe P37 186,35 0,38 D Pipe P24 177,50 9,39
C Pipe P39 168,79 0,2 D Pipe P25 155,83 0,25
C Pipe P40 31,15 1,85 D Pipe P26 153,11 0,25
C Pipe P41 45,06 1,5 D Pipe P38 49,54 0,45
Total 7.350,21 19,16
Sumber : Hasil Perhitungan, 2016

Dari Tabel 5.2 diatas dapat dilihat besarnya kapasitas aliran dalam jaringan pipa
untuk 4 (empat) blok di Kelurahan Gang Buntu yaitu dilihat dari panjang pipa. Pipa
terpanjang berada pada blok B sepanjang 456,84 meter dengan kapasitas pengaliran
sebesar 2,82 l/det dan pipa terpendek berada pada blok D sepanjang 14,61 meter dengan
kapasitas pengaliran sebesar 19,16 l/det (pipa transisi dari reservoir menuju jaringan
distribusi). Perencanaan jaringan pipa ini sesuai dengan debit jam puncak masing-
masing blok masyarakat hingga tahun 2035, sehingga dapat diketahui diameter dan
panjang pipa yang akan digunakan untuk melayani masing-masing blok di Kelurahan
Gang Buntu.

Septiandro Sembiring (140407053) V–2


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

PETA BLOK AIR MINUM

Septiandro Sembiring (140407053) V–3


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

PETA DISTRIBUSI PANJANG


JALAN

Septiandro Sembiring (140407053) V–4


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

5.3. Diskusi dan Analisa


5.3.1. Analisa Kebutuhan Air

Total kebutuhan air Kelurahan Gang Buntu juga diprediksi meningkat setiap
tahunnya. Pada tahun 2015 total kebutuhan air Kelurahan Gang Buntu adalah 8,03
l/detik hingga akhir tahun perencanaan pada tahun 2035 sebesar 10,94 l/detik. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.3.

Tabel 5.3.
Total Kebutuhan Air di Kelurahan Gang Buntu
Total Total Total
Jumlah
Kebutuhan Air Kebutuhan Air Kebutuhan Air
No Tahun Penduduk
Rata-rata Hari Maksimum Jam Puncak
(Jiwa) (l/det) (l/det)
(l/det)
1 2016 3.550 8,12 9,34 14,21
2 2017 3.569 8,20 9,44 14,36
3 2018 3.588 8,29 9,53 14,51
4 2019 3.606 8,37 9,63 14,65
5 2020 3..625 8,45 9,72 14,79
6 2021 3.644 8,93 10,27 15,62
7 2022 3.663 9,01 10,36 15,76
8 2023 3.682 9,08 10,44 15,89
9 2024 3.701 9,16 10,53 16,03
10 2025 3.720 9,23 10,62 16,16
11 2026 3.739 9,75 11,22 17,07
12 2027 3.758 9,82 11,30 17,19
13 2028 3.777 9,89 11,37 17,31
14 2029 3.796 9,96 11,45 17,43
15 2030 3.814 10,02 11,53 17,54
16 2031 3.833 10,60 12,19 18,55
17 2032 3.852 10,66 12,26 18,66
18 2033 3.871 10,72 12,33 18,76
19 2034 3.890 10,78 12,39 18,86
20 2035 3.909 10,94 12,58 19,15
Sumber : Hasil Perhitungan, 2016

Berdasarkan data diatas perlu dilakukan penambahan reservoir dalam melakukan


perencanaan untuk tahun 2035, karena peninggkatan kebutuhan air di Kelurahan pada
tahun 2035 mencapai angka 19,15 l/det. Dengan penambahan reservoir ini diharapkan
semua kebutuhan air masyarakat Kelurahan Gang Buntu dapat terpenuhi. Dalam
perencanaannya akan digunakan pipa dengan material HDPE (High Density Poly
Ethilene) dengan kekuatan tekanan sebesar 8 bar (80 mka).

Septiandro Sembiring (140407053) V–5


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

5.3.2. Analisa Perhitungan Hasil Program Epanet dengan Perhitungan Manual

Untuk menguji keakuratan analisis dari program epanet akan dilakukan


perhitungan manual sebagai kalibrasi dari program epanet. Perbandingan
perhitungannya dilakukan terhadap hasil kehilangan tinggi tekan suatu jaringan pipa
dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams karena pada umumnya jaringan
perpipaan di Indonesia menggunakan persamaan tersebut, baik jaringan transmisi
maupun distribusi.
Rumus persamaan Hazzen – William sebagai berikut :
1,85
 Q 
Hf   
2 , 63 
 L
 0,2785  C  D 
Dimana:
Hf = Kehilangan tekanan (m)
L = Panjang pipa (m)
Q = Debit aliran (m3/det)
C = Koefisien kekasaran pipa Hazen-WIlliams
D = Diameter pipa (m)

Adapun sebagai contoh perhitungan seperti berikut :


A B
Q

Diketahui :
No. Pipa = P2 (Blok D)
L = 204,11 m
D = 100 mm
CHW = 150 (HDPE)
Q = 3,82 L/detik
HfEpanet = 2.47 m/km (hasil analisa EPANET)

Penyelesaian :
1,85
 Q 
Hf   
2 , 63 
 L
 0,2785  C  D 
1,85
 0.00382 
Hf     204,11
 0,2785 150  0,1 
2, 63

Septiandro Sembiring (140407053) V–6


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

HfHitung = 0,5 m
HfEpanet ≈ HfHitung = 0,5 (OK !)

Dari hasil running node diketahui sisa tekan atau head tiap node pipa tidak
berbeda jauh dengan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan hasil dari
permodelan dengan EPANET. Begitu juga dengan sisa tekan pada titik pipa lain tidak
berbeda jauh antara hasil perhitungan manual dengan hasil perhitungan EPANET.
Berikut hasil running node dan running links dari program EPANET secara lengkap.

Tabel 5.4. Hasil Analisis Nodes EPANET


Network Table - Nodes Network Table - Nodes
Elevation Demand Head Pressure Elevation Demand Head Pressure
Node ID Node ID
m LPS m m m LPS m m
Node J2 29,00 0,51 38,98 9,96 Node J36 27,50 0,45 37,24 9,72
Node J3 29,00 0,51 38,47 9,46 Node J37 26,50 0,20 35,54 9,02
Node J4 29,00 0,16 38,11 9,09 Node J38 26,50 0,25 37,12 10,60
Node J5 29,00 0,25 37,69 8,68 Node J39 26,50 0,35 37,21 10,69
Node J6 29,00 0,25 37,92 8,91 Node J40 26,50 0,25 37,66 11,14
Node J7 29,00 0,25 38,74 9,72 Node J41 26,50 0,35 37,74 11,22
Node J8 27,50 0,35 38,14 10,63 Node J42 26,50 0,50 37,82 11,30
Node J9 27,50 0,35 37,62 10,11 Node J43 26,50 0,20 36,35 9,84
Node J10 27,50 0,25 36,79 9,27 Node J44 26,50 0,14 37,15 10,63
Node J11 27,50 0,42 37,59 10,07 Node J45 26,50 0,25 36,38 9,86
Node J12 27,50 0,25 35,77 8,26 Node J46 29,00 0,10 38,02 9,00
Node J13 27,50 0,25 35,52 8,01 Node J47 25,75 0,69 37,73 11,96
Node J14 27,50 0,38 37,85 10,33 Node J48 25,75 0,34 37,59 11,82
Node J15 27,50 0,30 37,48 9,96 Node J49 25,75 0,44 37,29 11,52
Node J16 27,50 0,30 37,30 9,79 Node J50 25,75 0,32 37,14 11,37
Node J17 27,50 0,25 37,83 10,31 Node J51 25,75 0,22 36,43 10,66
Node J18 29,00 0,25 36,92 7,90 Node J52 25,75 0,25 35,18 9,42
Node J22 29,00 0,30 38,03 9,01 Node J53 25,75 0,42 36,24 10,48
Node J23 29,00 0,05 37,83 8,81 Node J54 25,75 0,25 35,43 9,66
Node J24 27,50 0,20 37,71 10,19 Node J55 25,00 0,32 36,58 11,55
Node J25 27,50 0,25 37,57 10,05 Node J56 25,00 0,79 37,09 12,07
Node J26 27,50 0,20 37,34 9,82 Node J57 25,00 0,39 37,17 12,15
Node J27 27,50 0,23 36,71 9,19 Node J58 25,00 0,49 36,66 11,64
Node J28 27,50 0,10 37,44 9,92 Node J59 25,00 0,39 36,73 11,71
Node J29 29,00 0,14 37,36 8,35 Node J60 25,00 0,17 35,74 10,72
Node J30 26,50 0,20 37,40 10,88 Node J61 25,00 0,25 36,50 11,48
Node J31 25,75 0,15 37,09 11,32 Node J62 25,00 0,45 36,31 11,29
Node J32 26,50 0,25 35,24 8,72 Node J63 25,75 0,32 35,38 9,61
Node J33 26,50 0,25 35,38 8,86 Node J64 25,00 0,19 34,09 9,07
Node J34 26,50 1,00 36,57 10,05 Node J65 25,00 0,32 35,58 10,56

Septiandro Sembiring (140407053) V–7


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Network Table - Nodes Network Table - Nodes


Elevation Demand Head Pressure Elevation Demand Head Pressure
Node ID Node ID
m LPS m m m LPS m m
Node J35 27,50 0,20 34,03 6,52 Node J1 25,75 0,25 36,18 10,41
Resvr Res-1 39,00 (19,16) 39,00 -
Sumber : Hasil Analisis Epanet 2.0, 2016

Tabel 5.5. Hasil Analisis Links EPANET


Network Table - Links
Length Diameter Roughness Flow Velocity Unit Headloss
Lin k ID
m mm LPS m/s m/km
Pipe P2 204,11 100 150 3,82 0,49 2,47
Pipe P3 58,02 50 150 1,02 0,52 6,24
Pipe P4 56,48 150 150 14,82 0,84 4,20
Pipe P5 55,29 25 150 0,25 0,52 14,01
Pipe P6 63,84 50 150 0,77 0,39 3,66
Pipe P7 154,95 25 150 0,25 0,52 14,01
Pipe P8 153,55 25 150 0,25 0,52 14,01
Pipe P9 86,24 50 150 1,27 0,65 9,43
Pipe P10 172,76 150 150 13,29 0,75 3,44
Pipe P11 33,66 75 150 3,55 0,80 8,72
Pipe P12 41,55 75 150 2,97 0,67 6,29
Pipe P13 58,30 75 150 1,55 0,35 1,88
Pipe P14 60,60 50 150 0,87 0,44 4,60
Pipe P15 86,26 50 150 0,61 0,31 2,41
Pipe P16 59,76 25 150 0,25 0,52 14,01
Pipe P17 29,32 50 150 1,00 0,51 6,01
Pipe P22 169,08 50 150 1,00 0,51 6,01
Pipe P23 167,68 25 150 0,20 0,41 8,93
Pipe P24 177,50 150 150 9,39 0,53 1,80
Pipe P25 155,83 25 150 0,25 0,51 13,51
Pipe P26 153,11 25 150 0,25 0,51 13,51
Pipe P27 74,44 75 150 1,89 0,43 2,73
Pipe P28 107,85 25 150 0,14 0,28 4,31
Pipe P29 54,09 75 150 1,71 0,39 2,25
Pipe P30 86,15 75 150 1,41 0,32 1,58
Pipe P31 113,76 75 150 2,30 0,52 3,89
Pipe P32 57,10 50 150 0,81 0,41 4,07
Pipe P33 56,52 25 150 0,23 0,46 11,11
Pipe P34 108,04 25 150 0,10 0,20 2,47
Pipe P35 194,39 50 150 0,35 0,18 0,86
Pipe P36 60,19 25 150 0,15 0,31 5,24
Pipe P37 186,35 50 150 0,38 0,20 1,03
Pipe P38 49,54 50 150 0,45 0,23 1,37
Pipe P39 168,79 25 150 0,20 0,41 8,93
Pipe P40 31,15 75 150 1,85 0,42 2,61
Pipe P41 45,06 75 150 1,50 0,34 1,77
Pipe P42 49,66 50 150 1,25 0,64 9,09

Septiandro Sembiring (140407053) V–8


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Network Table - Links


Length Diameter Roughness Flow Velocity Unit Headloss
Lin k ID
m mm LPS m/s m/km
Pipe P43 32,83 50 150 0,65 0,33 2,71
Pipe P44 49,05 50 150 0,40 020 1,10
Pipe P45 56,52 25 150 0,25 0,51 13,51
Pipe P46 107,75 50 150 0,10 0,05 0,08
Pipe P48 85,19 150 150 7,04 0,40 1,06
Pipe P49 67,14 100 150 3,53 0,45 2,12
Pipe P50 53,89 75 150 2,79 0,63 5,57
Pipe P51 56,08 75 150 1,85 0,42 2,61
Pipe P52 93,68 50 150 1,14 0,58 7,67
Pipe P53 63,56 50 150 0,67 0,34 2,86
Pipe P54 78,63 25 150 0,25 0,51 13,51
Pipe P55 74,05 25 150 0,25 0,51 13,51
Pipe P56 391,59 50 150 0,39 0,20 1,07
Pipe P57 389,64 50 150 0,49 0,25 1,63
Pipe P58 390,66 50 150 0,39 0,20 1,05
Pipe P59 456,84 100 150 2,82 0,36 1,40
Pipe P60 168,35 75 150 2,02 0,46 3,08
Pipe P61 58,20 50 150 0,42 0,22 1,23
Pipe P62 110,32 25 150 0,17 0,35 6,90
Pipe P63 202,28 75 150 1,28 0,29 1,32
Pipe P64 171,17 50 150 0,83 0,42 4,26
Pipe P65 183,77 25 150 0,19 0,39 8,12
Pipe P66 277,02 50 150 0,32 0,16 0,73
Pipe P18 76,42 25 150 0,25 0,51 13,51
Pipe P19 14,61 200 150 19,16 0,61 1,67
Sumber : Hasil Analisis Epanet 2.0, 2016

Berdasarkan tabel diatas total kebutuhan air untuk Kelurahan Gang Buntu adalah
sebesar 19,16 Liter/Detik yang melalui pipa nomor 19 (Pipa Induk). Debit tersebut
sesuai dengan hasil perhitungan total kebutuhan air jam puncak di kelurahan ini.

Septiandro Sembiring (140407053) V–9


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Gambar 5.3. Tampilan Sebaran Junctions ID (node) pada Epanet

Septiandro Sembiring (140407053) V – 10


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Gambar 5.4. Tampilan Sebaran Link ID (pipa) pada Epanet

Septiandro Sembiring (140407053) V – 11


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Gambar 5.5. Hasil Analisis Flow Rate dan Pressure dengan EPANET

Berdasarkan hasil analisis dengan EPANET diatas, debit terbesar merupakan debit
yang keluar dari pipa induk (Link ID : P19) sebesar 19,16 L/detik yang merupakan total
debit jam puncak untuk Kelurahan Gang Buntu. Sedangkan debit terkecil terdapat pada
pipa tersier (Link ID : P34) sebesar 0,10 L/detik.

Septiandro Sembiring (140407053) V – 12


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Gambar 5.6. Hasil Analisis Diameter Pipa dengan EPANET

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa pipa terbesar adalah dengan
diameter 200 mm (8 inch) dan yang terkecil dengan diameter sebesar 25 mm (1 inch).
Pipa dengan ukuran 200 mm diatas merupakan pipa induk yang keluar dari reservoir
dan menuju pipa distribusi ke semua blok pelayanan di Kelurahan Gang Buntu.

Septiandro Sembiring (140407053) V – 13


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

Gambar 5.7. Hasil Running Jaringan Distribusi dengan EPANET

5.3.3. Analisa Perhitungan Reservoir

Dalam perencanaan akan dibutuhkan reservoir di kelurahan Gang Buntu terletak


pada ketinggian +29.00 mdpl. Jenis reservoir pada perencanaan ini adalah Elevated
Reservoir. Resevoir yang digunakan berupa tangki air yang ditinggikan dengan menara.
Sumber air berasal dari Instalasi Penglahan Air (IPA) Sunggal milik PDAM Tirtanadi.
Perencanaan kapasitas reservoir didasarkan pada kebutuhan hari maksimum dengan
perhitungan jumlah dari surplus maksimum, yaitu 20% - 30% dari kebutuhan hari
maksimum sebagai pertimbangan untuk menyimpan cadangan air pada reservoir. Pada
perencanaan ini akan digunakan reservoir dengan kapasitas sebesar 20 % dari
kebutuhan air hari maksimum.

Volume reservoir = 12,58 l/detik = 1086,91 m3/hari


= 20 % x 1086,91 m3/hari
= 217,38 m3 ≈ 218 m3

Dimensi Reservoir :
Tinggi Reservoir (h) = 6m
218 𝑚3
Luas Reservoir (A) = = 36,3 m2
6𝑚

Septiandro Sembiring (140407053) V – 14


Tugas Besar Penyaluran dan Distribusi Air Minum (RTL 2221)

𝐴
Diameter Reservoir = √𝜋 × 2

36,3 𝑚2
= √ × 2
3,14

= 6,8 m

6m

6,8 m

Gambar 5.8. Ilustrasi bangunan reservoir

Daerah Pelayanan

Menara Air
Kap. 218 m3

Daerah Pelayanan

Gambar 5.9. Skema Sistem Penyediaan Air Minum Kelurahan Gang Buntu

Pada perencanaan ini reservoir akan dibuat terletak diatas tanah dan menggunakan
kaki atau peninggi (menara air). Reservoir ini berbentuk lingkaran (tabung), dengan
diameter 6.8 meter dan tinggi 6 meter untuk menampung dan menyimpan cadangan air
dimana struktur bangunannya dibuat dari campuran beton bertulang dengan tebal
dindingnya 20 cm. Struktur menara dibuat da ri besi baja siku yang mampu menopang
tangki air dan beban dari air itu sendiri.

Septiandro Sembiring (140407053) V – 15