Anda di halaman 1dari 7

Riandika Putri A

020413455
Pendidikan Kewiraan dan Kewarganegaraan
Pengertian Ideologi

Pengertian dari Ideologi adalah sebagai konsep, gagasan, cita-cita dan dasar dalam
berperilaku sebagai adat istiadat setiap warga negara yang diyakini kebenarannya. Menurut
pengertian yang lain adalah sebagai pandangan tentang cita-cita suatu negara. Menurut
Soejono Soemargono menyatakan bahwa ideologi adalah kumpulan gagasan, ide, keyakinan,
kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial,
kebudayaan dan agama. Menurut Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai
suatu sistem pemikiran dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan terbuka.

a. Ideologi tertutup, merupakan sistem pemikiran tertutup, yang merupakan cita-cita


suatu kelompok untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. Atas nama ideologi
dibenarkan pengorbanan-pengorbanan kepada masyarakat, sehingga ideologi sifatnya
dipaksakan oleh suatu kelompok tertentu.
b. Ideologi terbuka, merupakan sistem pemikiran terbuka, dimana nilai-nilai dan cita-
citanya tidak dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya
masyarakat itu sendiri. Dasarnya bukan menyakini ideologiss suatu kelompok
melainkan hasil musyawarah dari konsesus masyarakat tersebut.

Ideologi Pancasila

Ideologi Pancasila adalah dasar negara yang memiliki cita-cita dan tujuan negara
dengan mewujudkan kehidupan berke-Tuhanan,yang ber-kemanusiaan, yang ber-persatuan,
yang ber-kerakyatan dan yang ber-keadailan. Makna ideologi pancasila yaitu, merupakan
sarana pemersatu bangsa dari berbagai golongan masyarakat di Indonesia.

Negara adalah suatu wilayah yang didiami oleh sekelompok masyarakat yang
memiliki kedaulatan pada suatu organisasi atau memerintahan yang sama.

Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang memiliki kareakteristik dan ciri yang
sama (nama, budaya, adat) yang bertempat tinggal di suatu wilayah yang telah dikuasainya
atas sebuah persatuan yang timbul dari rasa nasionalisme serta rasa solidaritas dari
sekumpulan manusia tersebutserta mengakui negaranya sebagai tanah airnya.
Warga negara adalah suatu kelompok/ sekumpulan orang yang mendiami suatu
wilayah tertentu dan telah disepakati oleh setiap warganya. Warga negara meupakan orang
yang tinggal di dalam suatu negara dan mengakui semua peraturan yang terkandung di dalam
negara tersebut.

Warga negara menurut pasal 26 UUD 1945 adalah warga negara Indonesia asli dan
bangsa lain yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia, yang telah disahkan oleh Undang-
Undang.

Bela Negara

Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik. Secara fisik dapat
diartikan dengan angkat senjata menghadapi perang atas serangan musuh atau ancaman dari
luar. Sementara itu, bela negara secara non-fisik adalah mempertahankan negara dengan cara
meningkatkan rasa kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan
bangsa dan negara.

Hak dan kewajiban

Hak adalah sesuatu yang mutlak dimiliki oleh warga negara. Hak sebagai warga
negara Indonesia yaitu:

1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”(pasal 27 ayat 2).

2. Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup
serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).

3. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang
sah (pasal 28B ayat 1).

4. Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh,
dan Berkembang serta berhak atas perlindungan diri dari kekerasan dan diskriminasi. (
psl 28B ayat 2 )

5. Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan
berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (Pasal 28C ayat
1).
6. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk
membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

7. Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).

8. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil
dan layak dalam hubungan kerja ( 28D ayat 2 ).

9. Setiap orang berhak atas kebebasan menyakini kepercayaan,menyatakan pikiran dan


sikap sesuai dengan hati nurani. ( psl 28E ayat 2 ).

10. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa,
hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas
dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi
dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

11. setiap warga negara berhak mendapat pendidikan ( pasal 31 ayat 1 ).

Kewajiban adalah sesuatu yang dilakukan dengan tanggungjawab sebagai warga


negara. Kewajiban sebagai warga negara Indonesia adalah:

1. Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :
segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan
dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

2. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945
menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara”.

3. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan :
Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

4. Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal


28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang
wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan
maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang
lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral,
nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat
demokratis.”

5. Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1)
UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pertahanan dan keamanan negara.”

6. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya. ( pasal 31 ayat 2 ).

Pengertian Demokrasi

Pengertian umum demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan


suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas
negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Menurut ahli politik Harris Soehe
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintah melekat
pada diri rakyat, diri orang banyak dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk
mengatur, mempertahankan, dan melindungi dirinya dari paksaan orang lain atau badan yang
diserahi untuk pemerintah.

Bentuk Demokrasi

Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan
demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.

1. Demokrasi langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat


memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini,
setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka
memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.

2. Demokrasi perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan atau demokrasi tidak langsung, seluruh rakyat memilih
perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil
keputusan bagi mereka.
Struktur Demokrasi

Sruktur demokrasi adalah suatu birokrasi pemerintah yang bertanggung jawab yaitu
meliputi Presiden dan para mentrinya serta para pembantunya.

Struktur Demokrasi di Indonesia ada 3 yaitu :

1. Jajaran Eksekutif
2. Jajaran Legislatif
3. Jajaran Yudikatif

Kultur Demokrasi adalah masyarakat demokratis yang mewujudkan pada nilai-nilai


demokrasi meliputi sikap dan budaya demokratis menjadi pola pikir rakyat yang memiliki
hak dalam berbangsa dan bernegara.

Amandemen UUD 1945

Amandemen atas UUD 1945 dimaksudkan untuk mengubah dan memperbarui


konstitusi negara Indonesia agar sesuai dengan prinsip-prinsip neagra demokrasi. Dengan
adanya amandemen ini, maka konstitusi kita diharapkan semakin baik dan lengkap
menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan dan kehidupan kenegaraan yang demokratis.
Ada beberapa pertimbangan mengapa UUD harus dilakukan amandeman. Pertama,
Selama Indonesia memakai UUD 1945 selalu melahirkan pemerintahan yang tidak
demokratis, bahkan cenderung dikatakan sebagai pemerintahan otoriter. Kedua menyatakan
bahwa, UUD 1945 sebenarnya dibuat untuk maksud sementara, dari sudut pandang sejarah
pembuatanya belum memuat berbagai konstitusi tertulis.
Terjadi empat kali perubahan dalam bentuk penambahan dan penghapusan ayat-ayat,
namun secara keseluruhan tetap terdiri atas 37 pasal yang secara keseluruhan, ternyata lebih
banyak materi muatannya dari naskah sebelum dilakukan perubahan. 4 (empat) kali
perubahan yaitu perubahan pertama tahun 1999, perubahan kedua tahun 2000, perubahan
ketiga tahun 2001 dan perubahan keempat tahun 2002.
Amandemen tersebut yaitu :
1. Amandemen Pertama diputuskan dalam Rapat Paripurna MPR RI tanggal 19
Oktober 1999 pada Sidang Umum MPR RI. Ada sembilan pasal UUD 1945
yang diubah yaitu Pasal 5 Ayat (1), Pasal 7, Pasal 9, Pasal 13 ayat (2), Pasal 14, Pasal
15, Pasal 17 ayat (2) dan (3), Pasal 20, dan Pasal 21. Inti Perubahan: Pergeseran
kekuasaan Presiden yang dipandang terlampau kuat (executive heavy).
2. Amandemen kedua diputuskan dalam dalam Rapat Paripurna MPR RI tanggal 18
Agustus 2000 pada Sidang Tahunan MPR RI. Ada 10 pasal UUD 1945 yang diubah
dan/atau ditambah yaitu Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 19, Pasal 20 Ayat (5) ,
Pasal 20A, Pasal 22A, Pasal 22B,Bab IXA, Pasal 25E, Bab X, Pasal 26 Ayat (2) dan
Ayat (3), Pasal 27 Ayat (3), Bab XA, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28D,
Pasal 28E, Pasal 28F, pasal 28G, Pasal 28H, Pasal 28I,Pasal 28J, Bab XII, Pasal 30,
Bab XV, Pasal 36A, Pasal 36B, dan Pasal 36C. Inti Perubahan: Pemerintah Daerah,
DPR dan Kewenangannya, Hak Asasi Manusia, Lambang Negara dan Lagu
Kebangsaan.
3. Amandemen ketiga diputuskan dalam Rapat Paripurna MPR RI tanggal
10 November 2001 pada Sidang Tahunan MPR RI. Ada 10 pasal UUD 1945
yang diubahdan/atau ditambah yaitu Pasal 1 Ayat (2) dan (3); Pasal 3 Ayat (1), (3)
dan (4); Pasal 6Ayat (1) dan Ayat (2); Pasal 6AAyat (1), (2), (3) dan (5); Pasal 7A, Pasal 7B Ayat (1),
(2),(3), (4), (5), (6) dan (7); Pasal 7C, Pasal 8 Ayat (1) dan (2), Pasal 11 Ayat (2) dan
(3); Pasal 17 Ayat (4), Bab VIIA, Pasal 22C Ayat (1), (2), (3) dan (4); Pasal 22D Ayat
(1), (2),(3) dan (4); Bab VIIB, Pasal 22E ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6); Pasal 23
Ayat (1), (2)dan (3); Pasal 23A; Pasal 23C; Bab VIIIA, Pasal 23E Ayat (1), (2)
dan (3); Pasal 23FAyat (1) dan (2); Pasal 23G Ayat (1) dan (2); Pasal 24 Ayat (1) dan (2), Pasal 24A
Ayat(1), (2), (3), (4) dan (5); Pasal 24B Ayat (1), (2), (3) dan (4); dan Pasal 24C Ayat
(1), (2),(3), (4), (5) dan (6). Inti Perubahan: Bentuk dan Kedaulatan Negara,
Kewenangan MPR, Kepresidenan, Impeachment, Keuangan Negara, Kekuasaan
Kehakiman.
4. Amandemen keempat diputuskan dalam rapat paripurna MPR RI tanggal 10 Agustus
2002. meliputi 14 Pasal, Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan. Pasal yang diubah
dan/atau ditambah yaitu Pasal 2 ayat (1); Pasal 3 ayat (2); Pasal 6A ayat (4); Pasal 8
ayat (3); BAB IV; 15A; Pasal 16 ayat (1), (2), (3); Pasal 23B;Pasal 23D; Pasal 24 Ayat
(3); Pasal 29 Ayat (1), (2), (3), (4), (5); BAB XIII; Pasal 31Ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal
32 Ayat (1), (2); BAB XIV; Pasal 33 Ayat (1), (2), (3),(4), (5), Pasal 34 Ayat (1), (2), (3); Pasal 37 Ayat (1),
(2), (3), (4), (5); ATURAN PERALIHAN, Pasal I; Pasal II; ATURAN TAMBAHAN Ayat (1), (2), (3).
Inti Perubahan: DPD sebagai bagian MPR, Penggantian Presiden, pernyataan
perang, perdamaian dan perjanjian, mata uang, bank sentral, pendidikan dan
kebudayaan, perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial, perubahan UUD.