Anda di halaman 1dari 164

Paket Unit Pembelajaran

PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)


MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN (PKP)
BERBASIS ZONASI

MATA PELAJARAN MATEMATIKA


SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

ALJABAR 2
Penulis:
Ibrahim
Markaban

Penyunting:
Sumaryanta
Sapon Suryopurnomo

Desainer Grafis dan Ilustrator:


TIM Desain Grafis

Copyright © 2019
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang mengopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Paket Unit Pembelajaran
Aljabar 2

KATA SAMBUTAN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya menyambut baik terbitnya Paket Unit Pembelajaran dalam rangka


pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran merupakan salah satu upaya
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran yang berfokus pada upaya mencerdaskan peserta didik melalui
pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi. Program
berbasis zonasi ini dilakukan mengingat luasnya wilayah Indonesia dan
kualitas pendidikan yang belum merata, sehingga peningkatan pendidikan
dapat berjalan secara masif, merata, dan tepat sasaran.

Paket unit pembelajaran ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan


Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).
Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir kompleks dalam
menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi,
menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental
yang paling dasar.

Sasaran Program PKB melalui PKP berbasis zonasi ini adalah seluruh guru di
wilayah NKRI yang tergabung dalam komunitas guru sesuai bidang tugas yang
diampu di wilayahnya masing-masing. Komunitas guru dimaksud meliputi
kelompok kerja guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan
Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK).

iii
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Semoga Paket Unit Pembelajaran ini dapat digunakan dengan baik


sebagaimana mestinya sehingga dapat menginspirasi guru dalam
mengembangkan materi dan melaksanakan proses pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi yang bermuara pada
meningkatnya kualitas lulusan peserta didik.

Untuk itu, kami ucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja cerdas para
penulis dan semua pihak terkait yang dapat mewujudkan Paket Unit
Pembelajaran ini. Semoga Allah Swt. senantiasa meridai upaya yang kita
lakukan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, Juli 2019


Direktur Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan,

Dr. Supriano, M.Ed.


NIP. 196208161991031001

iv
Paket Unit Pembelajaran
Aljabar 2

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt., Tuhan YME, karena atas izin
dan karunia-Nya Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi ini dapat diselesaikan. Paket Unit
Pembelajaran ini disusun berdasarkan analisis Standar Kompetensi Lulusan,
Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian serta analisis Ujian Nasional
(UN).

Hasil UN tahun 2018 menunjukkan bahwa peserta didik masih lemah dalam
keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) seperti
menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Hasil tersebut ternyata selaras
dengan capaian PISA (Programme for International Student Assessment)
maupun TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study). Oleh
karena itu, perserta didik harus dibiasakan dengan pembelajaran dan soal-
soal yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi agar
meningkat kemampuan berpikir kritisnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan


Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), berupaya meningkatkan kualitas
pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas lulusan peserta didik
dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Program ini
dikembangkan dengan menekankan pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi.

v
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pemerataan mutu pendidikan,


maka pelaksanaan Program PKP dilakukan dengan mempertimbangkan aspek
kewilayahan (Zonasi). Melalui zonasi ini, pengelolaan komunitas guru seperti
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA/SMK dan SLB, dan
Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) dilaksanakan dengan
memperhatikan keragaman mutu pendidikan.

Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


seluruh tim penyusun yang berasal dari Pusat Pengembangan dan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
bidang Kelautan dan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPPPTK
KPTK), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), dan Perguruan Tinggi
serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan penyelesaian
Paket Unit Pembelajaran ini. Semoga Allah Swt. senantiasa meridai upaya yang
kita lakukan.

Wassalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Direktur Pembinaan Guru


Pendidikan Menengah dan
Pendidikan Khusus,

Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A.


NIP. 196007091985032001

vi
Paket Unit Pembelajaran
Aljabar 2

DAFTAR ISI

Hal

KATA SAMBUTAN ___________ ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.


KATA PENGANTAR _________________________________ III
DAFTAR ISI _____________________________________ VII
PENGANTAR PAKET UNIT PEMBELAJARAN ________________ 1
UNIT PEMBELAJARAN 1 KOMPOSISI DAN INVERS FUNGSI ___ 3
UNIT PEMBELAJARAN 2 EKSPONEN DAN LOGARITMA ______ 87
PENUTUP _______________________________________ 151
DAFTAR PUSTAKA ________________________________ 153

vii
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

viii
Paket Unit Pembelajaran
Aljabar 2

PENGANTAR PAKET UNIT PEMBELAJARAN

Paket unit pembelajaran ini disusun sebagai salah satu alternatif sumber
bahan ajar bagi guru untuk memahami materi Aljabar II di kelas X. Paket unit
ini terbagi dalam dua unit, yaitu: (1) Komposisi dan Invers Fungsi, dan (2)
Eksponen dan Logaritma. Melalui pembahasan unit yang terdapat pada paket
unit ini, guru dapat memiliki dasar pengetahuan untuk mengajarkan materi-
materi tersebut ke peserta didik yang disesuaikan dengan indikator yang telah
disusun terutama dalam memfasilitasi kemampuan pengembangan
kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Untuk memudahkan guru mempelajari materi dan cara mengajarkannya, pada


paket unit ini untuk setiap unit memuat kompetensi dasar yang memuat target
kompetensi dan indikator pencapaian kompetensi, aplikasi materi di dunia
nyata, soal-soal UN, bahan pembelajaran, dan pengembangan penilaian. Pada
setiap unit juga memuat bagian pengembangan penilaian terdiri dari
pembahasan soal Ujian Nasional (UN) dan pengembangan soal HOTS.
Pengembangan soal HOTS guru diharapkan dapat mengembangkan soal
Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang sesuai dengan kompetensi yang
dipelajari.

Setiap unit pada paket unit ini memuat Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
dapat digunakan guru untuk memfasilitasi pembelajaran. Bahan bacaan
merupakan referensi yang dapat dipelajari oleh guru, maupun peserta didik,
dan sebagai rujukan dalam mengembangkan kisi-kisi dan soal HOTS.

1
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Komponen-komponen di dalam setiap unit pada paket unit ini dikembangkan


dengan tujuan agar guru dapat dengan mudah memfasilitasi peserta didik
belajar tentang Aljabar 2 (Komposisi, Invers Fungsi, Eksponen dan Logaritma)
serta mendorong peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Semoga paket unit ini dapat menjadi bahan referensi, kajian dan diskusi bagi
guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih baik di kelas.

2
Unit Pembelajaran
PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN (PKP)
BERBASIS ZONASI

MATA PELAJARAN MATEMATIKA


SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

Komposisi dan Invers Fungsi

Penulis:
Markaban

Penyunting:
Sumaryanta

Desainer Grafis dan Ilustrator:


TIM Desain Grafis

Copyright © 2019
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang mengopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

DAFTAR ISI
Hal
DAFTAR ISI ___________________________________ 5
DAFTAR GAMBAR_______________________________ 6
DAFTAR TABEL ________________________________ 6
PENDAHULUAN ________________________________ 7
KOMPETENSI DASAR DAN PERUMUSAN IPK __________ 9
A. Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi ________________________________ 9
B. Indikator Pencapaian Kompetensi _______________________________________ 10
APLIKASI DI DUNIA NYATA _____________________ 11
A. Komposisi Fungsi __________________________________________________________ 11
B. Invers Fungsi _______________________________________________________________ 12
SOAL-SOAL UN/USBN __________________________ 14
A. Komposisi Fungsi __________________________________________________________ 14
B. Invers Fungsi _______________________________________________________________ 17
BAHAN PEMBELAJARAN ________________________ 21
A. Aktivitas Pembelajaran ____________________________________________________ 21
Aktivitas 1 _________________________________________________________________________ 23
Aktivitas 2 _________________________________________________________________________ 25
B. Lembar Kerja Peserta Didik _______________________________________________ 29
Lembar Kerja Peserta Didik 1 ____________________________________________________ 29
Lembar Kerja Peserta Didik 2 ____________________________________________________ 35
C. Bahan Bacaan ______________________________________________________________ 41
Fungsi Komposisi _________________________________________________________________ 41
Invers Fungsi ______________________________________________________________________ 48
PENGEMBANGAN PENILAIAN ____________________ 63
A. Pembahasan Soal-soal _____________________________________________________ 63
B. Pengembangan Soal HOTS ________________________________________________ 69
KESIMPULAN _________________________________ 83
UMPAN BALIK ________________________________ 84

5
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

DAFTAR GAMBAR
Hal

Gambar 1 Kursi yang sudah jadi ..................................................................................... 11


Gambar 2 Mengambil sepatu............................................................................................ 12
Gambar 3 Komposisi fungsi .............................................................................................. 45
Gambar 4 Invers Fungsi ..................................................................................................... 51

DAFTAR TABEL
Hal

Tabel 1. Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi ____________________________ 9


Tabel 2. Indikator Pencapaian Kompetensi ____________________________________ 10

6
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

PENDAHULUAN
Unit pembelajaran ini disusun sebagai salah satu alternatif sumber bahan ajar
bagi guru untuk memahami materi Komposisi dan Invers Fungsi di kelas X.
Topik ini terbagai dalam dua materi yaitu: (1) Komposisi Fungsi, dan (2)
Invers Fungsi. Melalui pembahasan materi yang terdapat pada unit ini, guru
dapat memiliki dasar pengetahuan untuk mengajarkan materi-materi tersebut
ke peserta didik yang disesuaikan dengan indikator yang telah disusun
terutama dalam memfasilitasi kemampuan pengembangan kemampuan
berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Untuk memudahkan guru mempelajari materi dan cara mengajarkannya, pada


unit ini dimuat kompetensi dasar yang memuat target kompetensi dan
indikator pencapaian kompetensi, aplikasi materi di dunia nyata, soal-soal UN,
bahan pembelajaran dan pengembangan penilaian. Pada bagian
pengembangan penilaian terdiri dari pembahasan soal UN dan pengembangan
soal HOTS. Pada pengembangan soal HOTS guru diharapkan dapat
mengembangkan soal HOTS yang sesuai dengan kompetensi yang dipelajari.

Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dapat digunakan guru untuk


memfasilitasi pembelajaran. Bahan bacaan merupakan referensi yang dapat
dipelajari oleh guru, maupun peserta didik, dan sebagai rujukan dalam
mengembangkan kisi-kisi dan soal HOTS. Komponen-komponen di dalam unit
ini dikembangkan dengan tujuan agar guru dapat dengan mudah memfasilitasi
peserta didik belajar tentang komposisi dan invers fungsi serta mendorong
peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi.

7
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Pada Komposisi dan Invers Fungsi dibahas tentang pengertian komposisi


fungsi, invers fungsi, dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Pada materi
Komposisi Fungsi akan dibahas konsep komposisi fungsi, operasi komposisi
pada fungsi, sifat-sifat operasi komposisi pada fungsi dan aplikasinya dalam
kehidupan nyata. Pada materi Invers Fungsi akan dibahas konsep fungsi
invers, operasi invers pada fungsi, sifat-sifat operasi invers pada fungsi dan
aplikasinya dalam kehidupan nyata. Semoga Unit ini dapat menjadi bahan
referensi, kajian dan diskusi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran
yang lebih baik di kelas.

8
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

KOMPETENSI DASAR DAN PERUMUSAN IPK

A. Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi

Unit pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar kelas X.


Kompetensi Dasar tersebut dijabarkan menjadi beberapa target kompetensi
yang disajikan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi


NO KOMPETENSI DASAR TARGET KOMPETENSI KELAS

KD PENGETAHUAN

3.6 Menjelaskan operasi 1. Menjelaskan konsep komposisi X


komposisi pada fungsi dan pada fungsi
operasi invers pada fungsi 2. Menjelaskan operasi komposisi
invers serta sifat-sifatnya pada fungsi
serta menentukan 3. Menjelaskan sifat-sifat operasi
eksistensinya. komposisi pada fungsi
4. Menjelaskan konsep invers pada
fungsi invers
5. Menjelaskan operasi invers pada
fungsi invers
6. Menjelaskan sifat-sifat operasi
invers pada fungsi invers
7. Menentukan eksistensi operasi
invers pada fungsi invers

KD KETERAMPILAN

4.6 Menyelesaikan masalah 1. Menyelesaikan masalah yang X


yang berkaitan dengan berkaitan dengan operasi
operasi komposisi dan komposisi fungsi
operasi invers suatu 2. Menyelesaikan masalah yang
fungsi berkaitan dengan operasi invers
suatu fungsi

9
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Berikut ini rincian Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang


dikembangkan pada Kompetensi Dasar 3.6 dan 4.6. di kelas X

Tabel 2. Indikator Pencapaian Kompetensi


IPK Pengetahuan IPK Keterampilan
IPK Pendukung IPK Pendukung
3.6.1 Menjelaskan konsep fungsi 4.6.1 Mengemukakan gagasan
3.6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat fungsi terkait masalah kontekstual
3.6.3 Menjelaskan operasi pada fungsi yang berkaitan dengan
fungsi
IPK Kunci IPK Kunci
3.6.4 Menjelaskan operasi komposisi 4.6.2 Menyelesaikan masalah
pada fungsi yang berkaitan dengan
3.6.5 Menjelaskan sifat-sifat operasi operasi komposisi fungsi
komposisi pada fungsi 4.6.3 Menyelesaikan masalah
3.6.6 Menjelaskan operasi invers pada yang berkaitan dengan
fungsi invers operasi invers suatu fungsi
3.6.7 Menjelaskan sifat-sifat operasi
invers pada fungsi invers
3.6.8 Menentukan eksistensi operasi
invers pada fungsi invers

IPK Pengayaan IPK Pengayaan


- -

10
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

APLIKASI DI DUNIA NYATA

A. Komposisi Fungsi

Banyak benda-benda di sekitar kita yang pembuatannya tidak sekaligus jadi


tetapi pengerjaannya bisa melalui beberapa tahap. Misalnya kursi pada
gambar berikut agar siap dipakai dapat dikerjakan melalui beberapa tahap
yaitu tahap pengerjaan pembuatan dan tahap finishing.

Gambar 1 Kursi yang sudah jadi


Sumber: https://rumahpedia.info/kursi-kayu-minimalis

Untuk membuat mebel berupa meja dan kursi, agar biaya yang diperlukan
tidak berlebih maka pengusaha mebel tersebut harus mengetahui berapa
biaya pembuatan meja dan kursi sampai jadi, mereka merencanakan dan
menghitung satu persatu yaitu biaya pada tahap pengerjaan pembuatan dan
biaya pada tahap finishing. Didalam matematika, biaya dari setiap tahapan
dapat dinyatakan dalam suatu fungsi biaya sehingga biaya totalnya
merupakan fungsi komposisi dari setiap tahapan.

Sebagai contoh berapakah total biaya yang diperlukan untuk menghasilkan 10


kursi dengan kualitas yang bagus dari seorang tukang kayu yang dapat
menghasilkan kursi yang bagus melalui dua tahap, yaitu tahap pembuatan dan

11
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

tahap finishing. Apabila biaya yang diperlukan pada tahap pembuatan adalah
Rp35.000,00 per kursi, dan biaya pada tahap finishing adalah Rp15.000,00 per
kursi. Apabila banyaknya kursi yang dihasilkan adalah x buah dan biaya yang
diperlukan pada tahap pembuatan adalah dengan persamaan 𝑓(𝑥) =
35000 𝑥 + 1500, sedangkan biaya pada tahap finishing dengan persamaan
𝑔(𝑥) = 15000𝑥 + 1000. Berapa total biaya dari tahap pembuatan hingga
tahap finishing untuk 10 kursi tersebut?

B. Invers Fungsi

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita tidak memikirkan langkah


yang harus kita lakukan untuk mengerjakan sesuatu dengan pekerjaan yang
sebaliknya. Misalnya bagaimana langkah-langkah kita mengajari anak
memakai sepatu yang benar dan langkah-langkah pada waktu melepaskan
sepatu tersebut. Kegiatan memakai sepatu diawali dengan mengambil sepatu.

Gambar 2 Mengambil sepatu


Sumber: https://id.wikihow.com

Kegiatan memakai sepatu dan melepas sepatu tersebut merupakan kegiatan


yang berkebalikan, dalam matematika sering dinamakan invers. Langkah-
langkah “memakai sepatu“ dan “melepas sepatu” tersebut dapat digambarkan
sebagai berikut:

12
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Sekarang perhatikan contoh kontekstual yang terkait dengan invers fungsi


berikut:

Seorang penjual sepatu memperoleh keuntungan dari hasil penjualan setiap 𝑥


pasang sepatu sebesar 𝑓(𝑥) rupiah. Nilai keuntungan yang diperoleh
mengikuti fungsi 𝑓(𝑥) = 50.000 𝑥 + 15.000, dimana 𝑥 banyak pasang
sepatu yang terjual. Berapa banyaknya pasang sepatu yang harus terjual agar
keuntungan yang diperoleh dari seorang penjual tersebut sebesar Rp
515.000,00 ?

Dengan mengingat konsep fungsi yang telah dipelajari bahwa fungsi 𝑓(𝑥) =
50.000 𝑥 + 15.000 atau dapat dinyatakan 𝑓: 𝑥 → 50000𝑥 + 15000. Untuk
menjawab pertanyaan soal diatas dapat dicari dengan mencari invers dari
fungsi 𝑓 atau dapat dinyatakan dengan 𝑓 −1 . Hal ini dapat ditunjukkan seperti
berikut:

𝑥−15000
Dari penjelasan diatas maka invers dari fungsi 𝑓 adalah 𝑓 −1 (𝑥) = 50000

13
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

SOAL-SOAL UN/USBN

A. Komposisi Fungsi

Berikut ini contoh soal-soal UN yang berkaitan dengan materi Komposisi


Fungsi pada Kompetensi Dasar 3.6 kelas X Menjelaskan dan menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan operasi komposisi dengan memanfaatkan
berbagai sifat operasi. Soal-soal ini disajikan agar dapat dijadikan sebagai
sarana berlatih bagi peserta didik untuk menyelesaikannya. Selain itu, soal-
soal ini juga dapat menjadi acuan ketika Saudara akan mengembangkan soal
yang setipe pada materi Komposisi Fungsi.

1. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 9

No. Soal

9 Diketahui 𝑓: 𝑅  R dan 𝑔: 𝑅  R didefinisikan dengan 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3


dan 𝑔(𝑥) = 𝑥 + 6 Fungsi komposisi (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) adalah ... .
A. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 + 3
B. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 9
C. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 10𝑥 − 21
D. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 10𝑥 + 21
E. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 10𝑥 − 21

Identifikasi

Level Kognitif : Pengetahuan dan pemahaman

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi


yang komposisi fungsi
bersesuaian

Diketahui : 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 dan 𝑔(𝑥) = 𝑥 + 6

Ditanyakan : (𝑓𝑜𝑔)(𝑥)

14
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Materi yang : Operasi komposisi pada fungsi


dibutuhkan

2. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 5

No. Soal

5 Diketahui fungsi 𝑓: 𝑅  R dan 𝑔: 𝑅  R didefinisikan dengan


𝑔(𝑥) = −𝑥 + 3 dan (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32 maka nilai 𝑓(1)
adalah ...
A. − 5
B. −4
C. −3
D. 3
E. 4

Identifikasi

Level Kognitif : Pemahaman dan penerapan

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi


yang komposisi fungsi
bersesuaian

Diketahui : 𝑔(𝑥) = −𝑥 + 3 dan (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32

Ditanyakan : 𝑓(1)

Materi yang : Sifat-sifat operasi komposisi pada fungsi


dibutuhkan

3. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 3

No. Soal
Suatu pabrik kertas dengan bahan dasar kayu (𝑥) memproduksi kertas
3.
melalui dua tahap. Tahap pertama menggunakan mesin I menghasilkan

15
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

bahan kertas setengah jadi (𝑚) dengan mengikuti fungsi


2
𝑚 = 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 3𝑥 − 2. Tahap kedua menggunakan mesin II
menghasilkan kertas mengikuti fungsi 𝑔(𝑚) = 4𝑚 + 2 dengan 𝑥 dan 𝑚
dalam satuan ton. Jika bahan dasar kayu yang tersedia untuk suatu
produksi sebesar 4 ton, banyak kertas yang dihasilkan adalah … .
A. 5 ton
B. 10 ton
C. 15 ton
D. 20 ton
E. 30 ton

Identifikasi

Level Kognitif : Penerapan dan analisis

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi


yang komposisi fungsi
bersesuaian

Diketahui : Pabrik kertas dengan bahan dasar kayu (𝑥) memproduksi


kertas melalui dua tahap
Mesin I menghasilkan bahan kertas setengah jadi (𝑚) dengan
mengikuti fungsi 𝑚 = 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 3𝑥 − 2
Mesin II menghasilkan kertas mengikuti fungsi 𝑔(𝑚) = 4𝑚 + 2
dengan 𝑥 dan 𝑚 dalam satuan ton

Ditanyakan : Banyak kertas yang dihasilkan

Materi yang : Operasi komposisi fungsi


dibutuhkan

Berdasarkan soal-soal UN tahun 2016, 2017, dan 2018, dapat dikatakan


bahwa soal UN tahun 2016 masih berada pada level kognitif pengetahuan dan
pemahaman. Soal-soal tersebut masih termasuk menggunakan prosedur yang
rutin, sedangkan tahun 2017 level kognitif pemahaman dan penerapan.
Meskipun demikian hasil UN yang terkait dengan komposisi fungsi ini
mengalami penurunan daya serap dari 70,63% (tahun 2016) menjadi 43,37%
(tahun 2017).

16
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Soal UN tahun 2018 sudah mulai mengarah pada level kognitif aplikasi dan
analisis. Peserta didik tidak hanya sekedar melakukan operasi fungsi
komposisi tetapi juga dituntut untuk menerapkan materi komposisi fungsi
dalam kehidupan sehari-hari. Soal dikemas dalam soal cerita. Sebelum
melakukan operasi, peserta didik harus bisa menuliskan pertanyaan ke dalam
kalimat matematika. Hasil UN yang terkait dengan penerapan operasi
komposisi fungsi ini juga memiliki daya serap yang rendah yaitu 38,11.

B. Invers Fungsi

Berikut ini contoh soal-soal UN yang berkaitan dengan materi Invers Fungsi
pada Kompetensi Dasar 3.6 kelas X. Menjelaskan dan menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan invers pada fungsi invers dengan memanfaatkan
berbagai sifat operasi. Soal-soal ini disajikan agar dapat dijadikan sebagai
sarana berlatih bagi peserta didik untuk menyelesaikannya. Selain itu, soal-
soal ini juga dapat menjadi acuan ketika Anda akan mengembangkan soal yang
setipe pada materi Invers Fungsi.

1. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 10

No. Soal
5𝑥−3
10. Diketahui 𝑓 (𝑥) = 𝑥+2
, 𝑥 ≠ 2 dan 𝑔 (𝑥) = 6𝑥 − 2 . Invers dari (𝑓𝑜𝑔)(𝑥)

adalah … .
−13
A. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) =
6𝑥−30
; 𝑥≠5
−13
B. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) = ; 𝑥 ≠ −5
6𝑥+30
13
C. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) =
6𝑥−30
; 𝑥≠5
14
D. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) = ; 𝑥 ≠ −5
6𝑥+30
14
E. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) =
6𝑥−30
; 𝑥≠5

Identifikasi

17
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Level Kognitif : Pengetahuan dan pemahaman

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi


yang invers suatu fungsi
bersesuaian

Diketahui : 𝑓 (𝑥) =
5𝑥−3
, 𝑥 ≠ 2 dan 𝑔 (𝑥) = 6𝑥 − 2
𝑥+2

Ditanyakan : Invers dari (𝑓𝑜𝑔)(𝑥)

Materi yang : Operasi invers fungsi


dibutuhkan

2. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 6

No. Soal
2𝑥+3
6 Jika fungsi 𝑓 (𝑥) = 𝑥−5
, 𝑥 ≠ 5 dan 𝑔 (𝑥) = 3𝑥 + 1, maka (𝑔𝑜𝑓)−1 (𝑥) =

⋯.
5𝑥+4
A. ; 𝑥 ≠ −7
𝑥+7
5𝑥+7
B. 𝑥−4
; 𝑥≠4
5𝑥+4
C. 𝑥−7
; 𝑥≠7
5𝑥−4
D. 𝑥−7
; 𝑥≠7
5𝑥−7
E. 𝑥−4
; 𝑥≠4

Identifikasi

Level Kognitif : Pemahaman dan penerapan

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi


yang invers suatu fungsi
bersesuaian

Diketahui : Fungsi 𝑓 (𝑥) =


2𝑥+3
, 𝑥 ≠ 5 dan 𝑔 (𝑥) = 3𝑥 + 1 -
𝑥−5

Ditanyakan : (𝑔𝑜𝑓)−1 (𝑥) = ⋯ .

Materi yang : Sifat-sifat operasi invers fungsi


dibutuhkan

18
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

3. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 2

No. Soal
Diketahui 𝑓(𝑥) = 3𝑥 + 2 dan (𝑔𝑜𝑓)(𝑥) = 6𝑥 − 4 . Nilai 𝑓 −1 (−4) = ⋯ .
2.
A. 4
B. 2
C. 1
D. −2
E. −4

Identifikasi

Level Kognitif : Penerapan dan analisis

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi invers


yang suatu fungsi
bersesuaian

Diketahui : 𝑓(𝑥) = 3𝑥 + 2 dan (𝑔𝑜𝑓)(𝑥) = 6𝑥 − 4

Ditanyakan : Nilai 𝑓 −1 (−4) = ⋯ .

Materi yang : Operasi fungsi invers


dibutuhkan

Berdasarkan soal-soal UN tahun 2016, 2017, dan 2018, dapat dikatakan


bahwa soal UN tahun 2016 masih berada pada level kognitif pengetahuan dan
pemahaman. Soal-soal tersebut masih termasuk menggunakan prosedur yang
rutin, sedangkan tahun 2017 level kognitif pemahaman dan penerapan.
Meskipun demikian hasil UN yang terkait dengan invers fungsi ini mengalami
penurunan daya serap dari 67,47% (tahun 2016) menjadi 42,71% (tahun
2017).

Soal UN tahun 2018 sudah mulai mengarah pada level kognitif analisis. Peserta
didik tidak hanya sekedar melakukan operasi invers tetapi juga dituntut untuk
menerapkan materi operasi invers. Sebelum melakukan operasi invers,

19
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

peserta didik harus bisa menganalisis fungsi komposisi ke dalam bentuk lain.
Hasil UN yang terkait dengan analisis invers fungsi ini juga memiliki daya
serap yang rendah yaitu 36,54 %

20
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

BAHAN PEMBELAJARAN

A. Aktivitas Pembelajaran

Sesuai tuntutan kurikulum 2013, pembelajaran diharapkan berpusat pada


peserta didik sehingga peserta didiklah yang dituntut untuk aktif belajar,
sedangkan guru lebih berperan sebagai fasilitator saja.

Ada beberapa model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan


kurikulum 2013, salah satunya adalah discovery learning. Secara umum,
langkah pembelajaran dengan discovery learning adalah: pemberian
rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data,
verifikasi/pembuktian, penarikan kesimpulan atau generalisasi. Langkah-
langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)

Pada tahap ini, peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang membingungkan
karena yang ia hadapi adalah hal yang masih baru. Guru diharapkan tidak
memberi generalisasi agar dalam diri peserta didik muncul keinginan untuk
menyelidiki. Guru pada tahap ini dapat mengajukan pertanyaan atau memberi
saran peserta didik untuk membaca/mencari sumber belajar (diharapkan
sumber belajar yang ada juga mendukung, bukan sumber bacaan yang
langsung memberi jawaban/rumus).

b. Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah)

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi


sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan
pelajaran berdasarkan hasil stimulasi, kemudian salah satunya dipilih dan
dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan
masalah).

21
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

c. Data collection (Pengumpulan Data).

Pada saat eksplorasi berlangsung, guru juga meminta peserta didik


mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Tahap ini berfungsi untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. Anak
didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang
relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara
sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

d. Data Processing (Pengolahan Data)

Pengolahan data yang diperoleh para peserta didik baik melalui wawancara,
observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informasi hasil bacaan,
wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak,
diklasifikasikan, ditabulasi.

e. Verification (Pembuktian)

Pada tahap ini peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan
secara cermat dalam membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang
ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data
processing.

f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

Ini adalah proses menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan
berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan
memperhatikan hasil verifikasi. Berdasarkan hasil verifikasi maka
dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

22
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Aktivitas 1

Materi : Komposisi Fungsi dalam Pembelajaran Matematika

Tujuan: Melalui kegiatan ini Saudara mampu memfasilitasi peserta didik


untuk mampu :
1. Menjelaskan operasi komposisi fungsi
2. Mengidentifikasi sifat-sifat operasi komposisi pada fungsi
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi
komposisi
4. Mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter agar siswa
bertanggung jawab, pantang menyerah dan bekerja sama dalam
pembelajaran.
Perkiraan waktu 4 jam pelajaran.

Model Pembelajaran adalah Discovery Learning

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

1. Stimulation  Guru memandu peserta didik mengingat materi yang


(Stimulasi/ telah dipelajari sebelumnya dengan menanyakan
Pemberian materi yang terkait dengan konsep fungsi
rangsangan)
 Guru menyampaikan tujuan dan topik pembelajaran

 Guru memotivasi peserta didik dengan cara


memberikan apersepsi yang terkait dengan komposisi
fungsi, misalnya:

Suatu penggilingan padi dapat memproduksi beras


melalui dua tahap. Tahap pertama menghasilkan beras
setengah jadi berupa pelepasan kulit padi dan tahap
kedua menghasilkan beras. Dalam produksinya, mesin-
1 menghasilkan bahan setengah jadi dengan mengikuti
fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,10 dan mesin-2 mengikuti fungsi

23
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

𝑔(𝑥) = 𝑥 − 1, dengan 𝑥 banyak padi dalam satuan kg.


Jika padi yang tersedia sebesar 1 ton, berapakah beras
yang dihasilkan dalam ton?

 Guru meminta peserta didik mengamati susunan fungsi


yang terkait dengan apersepsi di atas dengan
memancing siswa untuk bertanya tentang susunan
fungsi tersebut. Alternatif lain, guru memberikan
pertanyaan berikut.

“Berapa ton beras yang dihasilkan pada mesin-1,


bagaimana caranya?
Berapa ton beras yang dihasilkan pada mesin-2 ( beras
yang sudah jadi), bagaimana caranya?

 Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran akan


dilakukan dalam kelompok dengan model penemuan.

2. Identifikasi/  Guru memandu peserta didik masuk dalam kelompok-


pernyataan kelompok yang sudah pernah dibentuk.
masalah
(Problem  Guru menyampaikan masalah yang terdapat pada
statement) LKPD-1, yakni peserta didik mencermati setiap
pertanyaan/instruksi yang diberikan pada LKPD-1

3. Data  Secara berkelompok peserta didik berdiskusi


collection mengerjakan LKPD-1.
(pengumpul
an data)  Peserta didik mencoba berdiskusi secara aktif dalam
kelompok untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada
tempat yang disediakan pada LKPD-1.

4. Data  Guru berkeliling memeriksa aktifitas dalam tiap


processing kelompok dan memberi bantuan kepada kelompok-
(pengolahan
data)

24
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

kelompok yang memerlukan, secara terbatas, misalnya


dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan

 Siswa menuliskan hasil diskusi pada LKPD-1 untuk


untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada tempat
yang disediakan pada LKPD-1

5. Verification  Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk


(pembuktian) membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang
ditetapkan.

Misal dengan memverifikasi jawaban yang telah


didiskusikan.

6. Generalization  Peserta didik bersama guru membuat rangkuman, guru


(menarik mengingatkan peserta didik untuk membandingkan
kesimpulan/ kesimpulan yang dibuat dengan sumber lain, misalnya
generalisasi)
buku paket matematika kurikulum 2013 untuk kelas X,
atau sumber lain termasuk dari internet.

 Guru meminta peserta didik menerapkan hasil


kesimpulan pada latihan soal yang diberikan secara
individual.

Aktivitas 2

Materi : Invers Fungsi dalam Pembelajaran Matematika

Tujuan: Melalui kegiatan ini Saudara mampu memfasilitasi peserta didik


untuk mampu :
1. Menjelaskan operasi invers fungsi
2. Mengidentifikasi sifat-sifat operasi invers pada fungsi

25
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi invers


fungsi
4. Mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter agar siswa
bertanggung jawab, pantang menyerah dan bekerja sama dalam
pembelajaran.

Perkiraan waktu 4 jam pelajaran.

Model Pembelajaran adalah Discovery Learning

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

1. Stimulation  Guru memandu peserta didik untuk mengingat materi


(Stimulasi/ yang telah dipelajari sebelumnya yakni materi fungsi
Pemberian dengan menanyakan materi yang terkait dengan
rangsangan)
konsep fungsi

 Guru menyampaikan tujuan dan topik pembelajaran

 Guru memotivasi peserta didik dengan cara


memberikan apersepsi yang terkait dengan invers
fungsi, misalnya:

Kalian pada waktu datang ke Sekolah diwajibkan


memakai sepatu yang ada talinya dengan rapi. Dan
pada waktu pulang seharusnya juga melepas sepatu
dengan tertib juga. Hal ini ada kegiatan yang
berkebalikan yaitu memakai sepatu dengan melepas
sepatu.

 Guru meminta peserta didik memikirkan sejenah


kegiatan yang telah dilakukan tersebut dan
memberikan pertanyaan kepada salah satu peserta
didik untuk menceritakan bagaimana langkah-langkah
memakai dan melepas sepatu, kemudian mengaitkan
dengan matematika, misalnya peserta diminta untuk

26
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

memikirkan sebuah bilangan dikalian 2 kemudian


ditambah 1hasilnya berapa? Bagaimana kalau dibalik
dari hasilnya yang diperoleh dari proses itu sehingga
diperoleh bilangan yang diperoleh.

 Guru menjelaskan kegiatan tersebut dalam


matematika disebut Invers

 Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran akan


dilakukan dalam kelompok dengan model penemuan.

2. Identifikasi/  Guru memandu peserta didik masuk dalam kelompok-


pernyataan kelompok yang sudah pernah dibentuk.
masalah
(Problem  Guru menyampaikan masalah yang terdapat pada
statement) LKPD-2, yakni peserta didik mencermati setiap
pertanyaan/instruksi yang diberikan pada LKPD-2

3. Data  Secara berkelompok peserta didik berdiskusi


collection mengerjakan LKPD-2.
(pengumpul
an data)  Peserta didik mencoba berdiskusi secara aktif dalam
kelompok untuk mengisikan jawaban pertanyaan
pada tempat yang disediakan pada LKPD-2.

4. Data  Guru berkeliling memeriksa aktifitas dalam tiap


processing kelompok dan memberi bantuan kepada kelompok-
(pengolahan kelompok yang memerlukan, secara terbatas,
data)
misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan

 Siswa menuliskan hasil diskusi pada LKPD-2 untuk


untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada tempat
yang disediakan pada LKPD-2

7. Verification  Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk


(pembuktian) membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang
ditetapkan.

27
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

Misal dengan memverifikasi jawaban yang telah


didiskusikan.

8. Generalization  Peserta didik bersama guru membuat rangkuman,


(menarik guru mengingatkan peserta didik untuk
kesimpulan/ membandingkan kesimpulan yang dibuat dengan
generalisasi)
sumber lain, misalnya buku paket matematika
kurikulum 2013 untuk kelas X, atau sumber lain
termasuk dari internet.

 Guru meminta peserta didik menerapkan hasil


kesimpulan pada latihan soal yang diberikan secara
individual.

28
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

B. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik 1

Materi : Komposisi Fungsi


Tujuan : Melalui LKPD-1 ini secara berkelompok kalian akan melakukan
aktivitas untuk mampu :
1. Menjelaskan operasi komposisi fungsi
2. Mengidentifikasi sifat-sifat operasi komposisi pada fungsi
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi
komposisi fungsi
Petunjuk : LKPD ini terdiri dari lima soal. Dengan bekerjasama dalam kelompok
kalian, cermati dan jawablah setiap pertanyaan yang diberikan.
Berdiskusilah secara aktif dalam kelompokmu, kemudian isikan
jawaban pada tempat yang disediakan.

1. Perhatikan fungsi 𝑓 yang memetakan himpunan A ke himpunan B, dan


fungsi 𝑔 memetakan himpunan B ke dalam C yang disajikan pada gambar
berikut:

a. Nyatakan komposisi fungsi yang memetakan himpunan A ke himpunan


C atau (𝑔𝑓): 𝐴  𝐶 ke dalam bentuk persamaan fungsi komposisi
yaitu : (𝑔𝑓)(𝑥) = 𝑔 (… ) = 𝑔(… )

29
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

b. Apabila pada gambar di atas diketahui fungsi 𝑓 adalah 𝑓(𝑥) = 3– 2𝑥


dan fungsi 𝑔 adalah 𝑔(𝑦) = 3𝑦 + 1.
i). Tentukan bayangan 𝑥=2 untuk komposisi fungsi
(𝑔 𝑓) atau (𝑔 𝑓)(2) = ⋯.
ii). Nyatakan persamaan komposisi fungsi (𝑓 𝑔)(𝑥)
iii). Tentukan nilai 𝑥 agar supaya (𝑓 𝑔)(𝑥) = 4

30
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

2. Jika 𝐴 = { 𝑥 ∶ 𝑥 < – 1 }, B dan C adalah himpunan bilangan real,


𝑓 ∶ 𝐴 → 𝐵 dengan 𝑓(𝑥) = – 𝑥 + 1 dan 𝑔: 𝐵 → 𝐶 dengan 𝑔(𝑥) = 𝑥 2
serta ℎ = 𝑔 𝑜 𝑓 ∶ 𝐴 → 𝐶, maka:

a. Tentukan nilai 𝑥 apabila bilangan 𝑥 di 𝐴 dipetakan ke 64 di 𝐶.

b. Nyatakan persamaan komposisi fungsi (𝑓 𝑔)(𝑥) = ⋯.

31
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3. Fungsi 𝑓: 𝑅𝑅 dan 𝑔: 𝑅𝑅 ditentukan oleh 𝑓(𝑥) = 3– 2𝑥 dan


𝑔(𝑥) = 𝑥 2 + 1
a. Tentukan rumus fungsi ( 𝑔𝑓)(𝑥) 𝑑𝑎𝑛 (𝑓𝑔)(𝑥).
Apakah ( 𝑔𝑓)(𝑥) = (𝑓 𝑔)(𝑥)? Jelaskan !
b. Tentukan (𝑔𝑓)(2) dan (𝑓𝑔)(2)
c. Jika (𝑔𝑓)(𝑥) = 2 , tentukan 𝑥 !

32
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

4. Fungsi 𝑓, 𝑔, ℎ adalah terdefinisi pada bilangan real, yang didefinisikan


𝑓(𝑥) = 𝑥 + 2 , 𝑔(𝑥) = 2𝑥– 3 dan ℎ(𝑥) = 𝑥 2
a. Tentukan rumus fungsi komposisi (𝑓𝑔) (𝑥) ,dan (𝑔h)(𝑥).
b. Tentukan rumus fungsi komposisi ((𝑓𝑔)ℎ)(𝑥) dan
(𝑓(𝑔ℎ))(𝑥). Apakah ((𝑓𝑔)ℎ)(𝑥) = (𝑓(𝑔ℎ))(𝑥)
c. Tentukan rumus fungsi komposisi (ℎ𝑔𝑓)(𝑥)

33
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

5. Suatu penggilingan padi dapat memproduksi beras super melalui dua


tahap. Tahap pertama menggunakan mesin I yang menghasilkan beras
setengah jadi berupa pelepasan kulit padi. Tahap kedua dengan
menggunakan mesin II yang menghasilkan beras super. Dalam
produksinya, mesin I menghasilkan bahan setengah jadi dengan mengikuti
fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,175 dan mesin II mengikuti fungsi 𝑔(𝑥) = 𝑥 − 0,125
dengan 𝑥 merupakan banyak bahan dasar padi dalam satuan kg. Jika bahan
dasar padi yang tersedia untuk suatu produksi sebesar 5 ton, berapakah
beras super yang dihasilkan dalam kwintal?

34
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Lembar Kerja Peserta Didik 2

Materi : Invers Fungsi

Tujuan : Melalui LKPD-2 ini secara berkelompok kalian akan melakukan


aktivitas untuk mampu :

1. Menjelaskan operasi invers fungsi


2. Mengidentifikasi sifat-sifat operasi invers pada fungsi
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi invers
fungsi

Petunjuk : LKPD ini terdiri dari lima soal. Dengan bekerjasama dalam
kelompok kalian, cermati dan jawablah setiap pertanyaan yang
diberikan. Berdiskusilah secara aktif dalam kelompokmu, kemudian
isikan jawaban pada tempat yang disediakan.

1. Perhatikan fungsi 𝑓 yang memetakan himpunan 𝐴 ke himpunan 𝐵, dan


fungsi 𝑓 −1 (invers fungsi 𝑓) memetakan himpunan 𝐵 ke dalam himpunan
𝐴 seperti pada gambar berikut:
𝐴 𝐵
𝑓

𝑥 = 𝑓 −1 (𝑦) 𝑦 = 𝑓(𝑥)

𝑓 −1

Dari gambar di atas apabila diketahui fungsi 𝑓 dengan rumus


𝑓(𝑥) = 2𝑥 + 1 .

a. Tentukan nilai 𝑓(𝑥)untuk 𝑥 = 2 atau dapat dituliskan 𝑓(2) = ⋯.

b. Tentukan nilai 𝑥 untuk 𝑓(𝑥) = 5 atau dapat dituliskan 𝑓 −1 (5) = ⋯

c. Nyatakan rumus fungsi 𝑓 −1 (𝑥) atau invers dari fungsi 𝑓(𝑥)

35
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

36
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

2. Tentukan fungsi invers dari :


a ). 𝑓(𝑥) = 3𝑥 + 5
2𝑥+4
b). 𝑓(𝑥) = 3𝑥−6 , 𝑥 ≠ 2

37
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3. Fungsi 𝑓 ∶ 𝑅 → 𝑅 dan 𝑔 ∶ 𝑅 → 𝑅 dirumuskan dengan : 𝑓(𝑥) = 21 𝑥 – 1


dan 𝑔(𝑥) = 2𝑥 + 4 .

a. Tentukan nilai (𝑔 𝑜𝑓)(10) dan nilai (𝑔 𝑜 𝑓)−1 (10)

b. Nyatakan rumus fungsi (𝑔 𝑜 𝑓)−1 (𝑥)

38
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

4. Fungsi 𝑓, 𝑔, ℎ adalah terdefinisi pada bilangan real, yang didefinisikan


𝑓(𝑥) = 𝑥 + 2 , 𝑔(𝑥) = 2𝑥– 3 dan ℎ(𝑥) = 𝑥 2

1
a). Tentukan rumus fungsi (𝑔−1  𝑓 −1 )(𝑥) dan (𝑓 𝑔) (𝑥). Apakah
1
(𝑔−1 𝑓 −1 )(𝑥) = (𝑓 𝑔) (𝑥)

1
b). Carilah 𝑥 sebagai peta dari (𝑔  ℎ) (𝑥) = 0

39
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

5. Salah satu sumber penghasilan yang diperoleh klub sepak bola adalah hasil
penjualan tiket penonton jika timnya sedang bertanding. Besarnya dana
yang diperoleh bergantung kepada banyaknya penonton yang
menyaksikan pertandingan tersebut. Suatu klub memberikan informasi
bahwa besar pendapatan yang diperoleh klub dari penjualan tiket
penonton mengikuti fungsi 𝑓(𝑥) = 1400𝑥 + 50.000, dengan 𝑥
merupakan banyak penonton yang menyaksikan pertandingan.

a). Tentukanlah fungsi invers pendapatan dari tiket penonton klub sepak
bola tersebut.

b). Jika dalam suatu pertandingan, klub memperoleh dana hasil penjualan
tiket penonton sebesar Rp 6.000.000,00, berapa penonton yang
menyaksikan pertandingan tersebut?

40
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

C. Bahan Bacaan

Fungsi Komposisi

1. Aljabar Fungsi

Sebelum membahas komposisi fungsi, terlebih dahulu akan dibahas tentang


aljabar fungsi. Secara umum, aljabar fungsi terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

1) Jumlah dan Selisih Dua Fungsi

Apabila f dan g masing-masing adalah fungsi dengan daerah asal (domain) Df


dan Dg dan peta-peta 𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥) ada pada kedua domain tersebut maka :

(1). Jumlah fungsi 𝑓 dan 𝑔, ditulis dengan simbol 𝑓 + 𝑔 adalah suatu fungsi:

𝑓 + 𝑔: 𝑥  𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥) dapat dinyatakan sebagai (f + g)(x) = f(x) + g(x)


dengan domain dari 𝑓 + 𝑔 adalah irisan dari Df dan Dg (Df + g = Df ∩Dg).

(2). Selisih fungsi 𝑓 dan 𝑔, ditulis dengan simbol 𝑓 − 𝑔 adalah suatu fungsi:

𝑓 − 𝑔: 𝑥  𝑓(𝑥) − 𝑔(𝑥) dapat dinyatakan sebagai (f – g)(x) = f(x) – g(x)


dengan domain dari 𝑓– 𝑔 adalah irisan dari Df dan Dg (Df – g = Df ∩Dg).

Contoh:
Diketahui fungsi f dan g masing-masing pada R yang didefinisikan dengan
𝑓(𝑥) = 𝑥 2 dan (𝑥) = 2𝑥 + 3. .

Tentukan: a). 𝑓 + 𝑔
b). 𝑓– 𝑔
c). prapeta dari 12 untuk fungsi 𝑓– 𝑔
Jawab:
a). 𝑓 + 𝑔: 𝑥  𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥) = 𝑥 2 + ( 2𝑥 + 3 ) = 𝑥 2 + 2𝑥 + 3
Jadi ( 𝑓 + 𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 2𝑥 + 3
b). 𝑓 − 𝑔: 𝑥  𝑓(𝑥) − 𝑔(𝑥) = 𝑥 2 − ( 2𝑥 + 3) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3

41
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Jadi ( 𝑓 − 𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3
c). ( 𝑓 − 𝑔)(𝑥) = 12  𝑥 2 − 2𝑥– 3 = 12
 𝑥 2 − 2𝑥 – 15 = 0
 (𝑥 + 3)(𝑥– 5) = 0
 𝑥 = −3 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑥 = 5
Jadi prapeta dari 12 untuk fungsi 𝑓– 𝑔 adalah 𝑥 = −3 atau 𝑥 = 5.

2) Perkalian dan Pembagian Dua Fungsi

Apabila f dan g masing-masing adalah fungsi dengan daerah asal (domain) Df


dan Dg dan peta-peta 𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥) ada pada kedua domain tersebut maka :

(1). Hasil kali fungsi 𝑓 dan 𝑔, ditulis dengan 𝑓 × 𝑔 didefinisikan dengan: 𝑓 ×


𝑔: 𝑥  𝑓(𝑥) × 𝑔(𝑥) dapat dinyatakan sebagai (𝑓 × 𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑥) × 𝑔(𝑥)
dengan domain dari 𝑓 × 𝑔 adalah irisan dari Df dan Dg (Df × g = Df ∩Dg).

f
(2). Hasil bagi fungsi f dan g ditulis dengan didefinisikan dengan:
g

f f(x) f f ( x)
:x dengan g(x)  0 dapat dinyatakan sebagai  ( x) 
g g(x) g g ( x)

f
dengan domain dari adalah {𝐷𝑓 = 𝐷𝑓 ∩ 𝐷𝑔 – {𝑥|𝑔(𝑥) = 0}.
g 𝑔

Contoh :

Diketahui fungsi 𝑓 dan 𝑔 masing-masing pada R yang ditentukan oleh


𝑓(𝑥) = 2𝑥 + 3 dan (𝑥) = 𝑥 − 1 . Tentukan :

a). rumus fungsi 𝑓 × 𝑔 dan ( 𝑓 × 𝑔 )(2)


f f
b). rumus fungsi dan domain
g g
Jawab :
a). 𝑓 × 𝑔 ∶ 𝑥  𝑓(𝑥) × 𝑔(𝑥) = ( 2𝑥 + 3 )( 𝑥 – 1 ) = 2𝑥 2 + 𝑥– 3

42
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Jadi rumus fungsi (𝑓 × 𝑔)(𝑥) = 2𝑥 2 + 𝑥– 3 dan (𝑓 × 𝑔)(2) = 7


f f(x) 2x  3
b). :x =
g g(x) x -1
f 2x  3 f
Jadi rumus fungsi (x) = dan domain dari fungsi adalah
g x -1 g

Df ⋂Dg = R – { x x – 1 = 0 } = { x x  R, x 1 }

2. Pengertian Komposisi Fungsi

Perhatikan permasalahan berikut.

Suatu penggilingan padi dapat memproduksi beras super melalui dua


tahap. Tahap pertama menggunakan mesin-1 yang menghasilkan beras
setengah jadi berupa pelepasan kulit padi. Tahap kedua dengan
menggunakan mesin-2 yang menghasilkan beras super. Dalam
produksinya, mesin-1 menghasilkan bahan setengah jadi dengan mengikuti
fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,10 dan mesin-2 mengikuti fungsi 𝑔(𝑥) = 𝑥 − 1,
dengan 𝑥 merupakan banyak bahan dasar padi dalam satuan kg. Jika bahan
dasar padi yang tersedia untuk suatu produksi sebesar 1 ton, berapakah
beras super yang dihasilkan dalam ton?

Hal ini dapat kita gambarkan sebagai berikut.

Dari gambar di atas, terlihat bahwa tahap produksi beras terdiri atas dua
tahap yang hasil produksi setiap tahapnya dapat dihitung sebagai berikut.

43
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Hasil produksi tahap I

Rumus fungsi pada produksi tahap I adalah 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,10.


Untuk 𝑥 = 1000, diperoleh:
𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,10
= 1000 − 0,10
= 999,90
Hasil produksi tahap I adalah 999,90 kg beras setengah jadi.

Hasil produksi tahap II

Rumus fungsi pada produksi tahap II adalah 𝑔(𝑥) = 𝑥 − 1.

Karena hasil produksi pada tahap I akan dilanjutkan pada produksi tahap II,
maka hasil produksi tahap I menjadi bahan dasar produksi tahap II, sehingga
diperoleh:
𝑔(𝑥) = 𝑥 − 1
= 999,90 − 1
= 998,90

Dengan demikian, hasil produksi tahap II adalah 998,90 kg beras super.

Hasil produksi yang dihasilkan penggilingan padi tersebut jika bahan dasar
padinya sebanyak 1 ton adalah 0,9989 ton beras super.

Masalah di atas merupakan contoh permasalahan komposisi fungsi. Hal ini,


secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut.

Misalkan fungsi f memetakan himpunan A ke dalam himpunan B, dan fungsi g


memetakan himpunan B ke dalam C, sebagaimana ilustrasi di bawah ini:

44
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Gambar 3 Komposisi fungsi

Untuk 𝑎𝐴 maka petanya 𝑓(𝑎) berada di B yang juga merupakan domain dari
fungsi 𝑔, oleh sebab itu pasti diperoleh peta dari 𝑓(𝑎) di bawah pemetaan 𝑔
yaitu 𝑔(𝑓(𝑎)). Dengan demikian kita mempunyai suatu aturan yang
menentukan setiap elemen 𝑎𝐴 dengan tepat satu elemen 𝑔(𝑓(𝑎))𝐶. Fungsi
baru inilah yang disebut fungsi komposisi dari 𝑓 dan 𝑔, yang dinyatakan
dengan notasi 𝑔𝑓 (dibaca “𝑔 bundaran 𝑓”).

Secara singkat, jika 𝑓: 𝐴  𝐵, dan 𝑔: 𝐵  𝐶 maka kita definisikan suatu fungsi


komposisi 𝑔𝑓: 𝐴 𝐶 sedemikian hingga (𝑔𝑓)(𝑎) = 𝑔(𝑓(𝑎)). Perhatikan
bahwa fungsi komposisi 𝑔𝑓 adalah penggandaan fungsi yang mengerjakan 𝑓
dahulu, baru kemudian mengerjakan 𝑔.

Dengan memperhatikan definisi dari fungsi komposisi di atas, dua fungsi


𝑓: 𝐴  𝐵, dan 𝑔: 𝐶  𝐷 dapat diperoleh fungsi komposisi 𝑔𝑓 apabila daerah

.
hasil dari fungsi 𝑓 atau Rf merupakan himpunan bagian dari C (domain 𝑔 atau

C
x 45
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Dg). Demikian juga agar diperoleh fungsi komposisi 𝑓𝑔 maka syaratnya
daerah hasil dari fungsi 𝑔 yakni Rg haruslah menjadi himpunan bagian dari
domain 𝑓, yaitu Rg A

Contoh 1:

Misalkan 𝑓: 𝐴  𝐵 dan 𝑔: 𝐵  𝐶 yang didefinisikan sebagai berikut:

(𝑔𝑓): 𝐴  𝐶 ditentukan oleh :


(𝑔𝑓)(𝑎) = 𝑔 (𝑓(𝑎)) = 𝑔 (𝑥) = 𝑠.
(𝑔𝑓)(𝑏) = 𝑔 (𝑓(𝑏)) = 𝑔 (𝑦) = 𝑟.
(𝑔𝑓) (𝑐) = 𝑔 (𝑓(𝑐)) = 𝑔 (𝑧) = 𝑠.

Contoh 2:

Fungsi 𝑓: 𝑅  𝑅, 𝑔 ∶ 𝑅  𝑅 dan ℎ: 𝑅  𝑅 yang didefinisikan oleh rumus


𝑓(𝑥) = 𝑥 + 2, (𝑥) = 3𝑥 2 dan ℎ(𝑥) = 2𝑥 − 3

Tentukan : a) (𝑔𝑓)(1) dan (𝑓𝑔ℎ)(1)


b) rumus untuk (𝑔𝑓), (𝑓𝑔) dan (𝑓𝑔ℎ)
Penyelesaian :

a. (𝑔𝑓)(1) = 𝑔 (𝑓(1)) = 𝑔(1 + 2) = 𝑔(3) = 3(32 ) = 27


(𝑓𝑔ℎ)(1) = 𝑓(𝑔(ℎ(1))) = 𝑓(𝑔(−1)) = 𝑓 (3) = 3 + 2 = 5

46
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

b. (𝑔𝑓): 𝑥  (𝑔𝑓)(𝑥) = 𝑔 (𝑓(𝑥)) = 𝑔(𝑥 + 2) = 3(𝑥 + 2)2 = 3𝑥 2 + 12𝑥 +


12
sehingga (𝑔𝑓): 𝑥  3𝑥 2 + 12𝑥 + 12.
(𝑓𝑔): 𝑥  (𝑓𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑔(𝑥)) = 𝑓(3𝑥 2 ) = 3𝑥 2 + 2
sehingga (𝑓𝑔): 𝑥  3𝑥 2 + 2.

Catatan: Dari jawab di atas didapat fungsi 𝑔 𝑓 dan 𝑓 𝑔 tidak sama, sehingga
dapat ditarik kesimpulan bahwa komposisi fungsi tidak bersifat
komutatif.

(𝑓𝑔ℎ): 𝑥  (𝑓𝑔ℎ)(𝑥) = 𝑓(𝑔(ℎ(𝑥)))

= 𝑓(𝑔(2𝑥 − 3))

= 𝑓(3(2𝑥 – 3)2 = 𝑓(12𝑥 2 – 36𝑥 + 27)

= 12𝑥 2 – 36𝑥 + 29.

sehingga (𝑓𝑔ℎ): 𝑥  12𝑥 2 – 36𝑥 + 29.

Contoh 3:

Fungsi 𝑓: 𝑅  𝑅 dan 𝑔: { x 𝑥 1, 𝑥𝑅}  𝑅 didefinisikan oleh rumus

(𝑥) = 𝑥 + 2 , dan 𝑔(𝑥) = x  1 . Selidiki apakah 𝑔𝑓 ada, jika tidak ada
tentukan domain dari 𝑓 dan 𝑔 agar diperoleh 𝑔𝑓.

Penyelesaian :

Karena daerah hasil dari fungsi 𝑓 atau Rf tidak merupakan himpunan


bagian dari domain 𝑔, yaitu Rf  Dg sehingga 𝑔𝑓 tidak dapat didefinisikan,
misalnya 𝑓(2) = 4 dan 4 Dg, tetapi 𝑓(−2) = 0 dan 0Dg.

Agar diperoleh 𝑔𝑓 maka daerah hasil dari fungsi f harus merupakan

himpunan bagian dari domain g. Dari fungsi 𝑔(𝑥) = x  1 dengan domain Dg

47
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

= { x 𝑥 1, 𝑥𝑅 } sedang (𝑔𝑓)(𝑥) = 𝑔 (𝑓(𝑥)) = 𝑔(𝑥 + 2) =

( x  2)  1  x  1 Dengan demikian domain dari 𝑓, yaitu Df diperoleh dari

𝑥 + 1  0  𝑥  − 1. Jadi, Df = { x 𝑥  − 1, 𝑥𝑅 }.

3. Sifat-sifat Komposisi Fungsi

Dua buah fungsi 𝑓 dan 𝑔 dikatakan sama dan ditulis 𝑓 = 𝑔 apabila kedua
fungsi tersebut mempunyai domain yang sama. Dan setiap elemen di
domain 𝑎𝐷 diperoleh peta yang sama dari kedua fungsi, yaitu
𝑓(𝑎) = 𝑔(𝑎). Dari definisi kesamaan fungsi didapat sifat-sifat komposisi
fungsi sebagai berikut .

1). Komposisi fungsi tidak bersifat komutatif (contoh 2b di atas bahwa


𝑔𝑓  𝑓𝑔).

2). Komposisi fungsi bersifat asosiatif 𝑓(𝑔ℎ) = (𝑓𝑔)ℎ.

3). Fungsi 𝐼 yang memetakan 𝐼: 𝑥  𝑥 disebut fungsi identitas atau fungsi


netral sehingga 𝐼𝑓 = 𝑓𝐼 = 𝑓, untuk setiap fungsi f.

4). Jika untuk fungsi 𝑓: 𝑥  𝑓(𝑥) dan fungsi 𝑔: 𝑥  𝑔(𝑥) yang terdefinisi
pada suatu domain sedemikian sehingga diperoleh 𝑓𝑔 = 𝑔𝑓 = 𝐼
dengan 𝐼 fungsi identitas maka 𝑔 dapat dikatakan sebagai fungsi invers
dari 𝑓 ditulis dengan notasi 𝑓-1.

Jadi, 𝑓 𝑓 -1 = 𝑓-1𝑓 = 𝐼 ..

Invers Fungsi

1. Pengertian Invers Fungsi

Perhatikan permasalahan berikut:


Seorang penjual sepatu memperoleh keuntungan dari hasil penjualan setiap 𝑥
pasang sepatu sebesar 𝑓(𝑥) rupiah. Nilai keuntungan yang diperoleh

48
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

mengikuti fungsi 𝑓(𝑥) = 50.000 𝑥 + 15.000, dengan 𝑥 banyak pasang


sepatu yang terjual. Apabila dalam suatu hari pedagang tersebut mampu
menjual 10 pasang sepatu, berapa keuntungan yang diperoleh? Sekarang
berapa potong kain yang harus terjual jika keuntungan yang diharapkan
sebesar Rp 515.000,00

Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan 10 pasang sepatu yaitu


dengan mensubtitusikan 𝑥 = 10 kedalam persamaan fungsi
𝑓(𝑥) = 50.000𝑥 + 15.000 sehingga diperoleh:

𝑓(𝑥) = 50.000 𝑥 + 15.000


⇒ = 50.000 × 10 + 15.000
⇒ = 500.000 + 15.000
⇒ = 515.000

Jadi, keuntungan yang diperoleh dalam penjualan 10 pasang sepatu sebesar


Rp515.000,00.

Agar keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 515.000,00, maka banyaknya


pasang sepatu yang harus terjual yaitu mencari nilai 𝑥 dengan
𝑓(𝑥) = 515.000 sehingga diperoleh:
𝑓(𝑥) = 50.000 𝑥 + 15.000
⇔ 515.000 = 50.000 𝑥 + 15.000
⇔ 50.000 𝑥 = 515.000 − 15.000
⇔ 50.000 𝑥 = 500.000
⇒ 𝑥 = 10.

Jadi, banyaknya pasang sepatu yang harus terjual adalah 10 pasang sepatu.

Hal ini dapat dikatakan bahwa untuk mencari nilai 𝑥 adalah merupakan
pembahasan invers suatu fungsi.

49
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Dengan demikian secara umum invers dari suatu fungsi dapat dijelaskan
sebagai berikut.

Misalkan 𝑓 suatu fungsi dari 𝐴 ke dalam 𝐵 dan misalkan untuk suatu 𝑎  𝐴


petanya adalah 𝑓(𝑎) = 𝑏𝐵, maka invers dari b (dinyatakan dengan 𝑓 −1 (𝑏)
adalah elemen-elemen dalam 𝐴 yang memiliki 𝑏𝐵 sebagai petanya.

Secara singkat, jika 𝑓 ∶ 𝐴  B sedemikian hingga 𝑓 ∶ 𝑥  f (x) maka yang


dimaksud dengan invers fungsi 𝑏 adalah :

𝑓 −1 (𝑏) = {𝑥 | 𝑥𝐴, 𝑓(𝑥) = 𝑏 }

(notasi 𝑓 1 dibaca "𝑓 invers")

Contoh :

Misalkan 𝑓: 𝐴  𝐵 didefinisikan sebagaimana diagram panah berikut :

Dari diagram di atas maka :

 𝑓 −1 (𝑥) = 𝑏
 𝑓 −1 (𝑦) = 𝑎
 𝑓 −1 (𝑧) = 𝑐

2. Fungsi Invers

Misalkan 𝑓 adalah suatu fungsi dari 𝐴 ke dalam 𝐵 dan misalkan untuk suatu
𝑎  𝐴 petanya adalah 𝑓(𝑎) = 𝑏𝐵, maka invers dari 𝑏 (dinyatakan dengan

50
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

𝑓 −1 (𝑏)) adalah elemen-elemen dalam 𝐴 yang memiliki 𝑏𝐵 sebagai petanya


dan pada umumnya 𝑓 −1 (𝑏) untuk suatu 𝑏𝐵 dapat terdiri lebih dari satu
elemen atau mungkin tidak ada. Jika 𝑓: 𝐴  𝐵 adalah suatu fungsi yang bijektif,
maka untuk setiap 𝑏𝐵, invers 𝑓 −1 (𝑏) akan terdiri dari sebuah elemen tunggal
dalam 𝐴. Dengan demikian kita mendapatkan suatu aturan yang menetapkan
untuk setiap 𝑏𝐵 dengan suatu elemen tunggal 𝑓 −1 (𝑏) dalam 𝐴. Oleh sebab
itu 𝑓 −1 adalah suatu fungsi dari 𝐵 ke dalam 𝐴, dan ditulis fungsi 𝑓 −1 ∶ 𝐵  𝐴.

Disini fungsi 𝑓 −1 disebut “fungsi invers dari 𝑓 “

Catatan: Suatu fungsi 𝑓 ∶ 𝐴 𝐵 akan diperoleh fungsi invers 𝑓 ∶ 𝐵 𝐴 hanya


apabila f suatu fungsi yang bijektif, yaitu injektif dan surjektif
sekaligus

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar sebagai berikut:

Gambar 4 Invers Fungsi

Pada gambar di atas fungsi 𝑓: 𝐴 ⟶ 𝐵 dengan 𝑓 = {(𝑥, 𝑦)/𝑦 = 𝑓(𝑥),


𝑥𝐴 dan 𝑦𝐵} dan misalkan relasi 𝑔: 𝐵 ⟶ 𝐴 dengan 𝑔 = {(𝑦, 𝑥)/𝑥 = 𝑔(𝑦),
𝑥𝐴 dan 𝑦𝐵} maka g adalah invers dari fungsi 𝒇 ditulis 𝑓 −1 . Jika relasi
𝑓 −1 bukan merupakan fungsi maka 𝑓 −1 disebut invers dari 𝑓 saja. Tetapi jika
relasi 𝑓 −1 merupakan fungsi maka 𝑓 −1 disebut fungsi invers. Syarat suatu
fungsi memiliki fungsi invers adalah jika fungsi tersebut berkorespodensi
satu-satu (bijektif). Dengan memperhatikan syarat bahwa suatu fungsi 𝑓
mempunyai invers 𝑓 −1 , haruslah f suatu fungsi bijektif. Dari ketentuan ini

51
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

maka didapat domain dan kodomain suatu fungsi agar fungsi tersebut
mempunyai invers, sehingga kodomain dari fungsi 𝑓 adalah domain dari 𝑓 −1

Secara umum jika 𝑓 adalah fungsi bijektif maka 𝑓 menentukan setiap 𝑥𝐴 ke
𝑦𝐵, dan 𝑓 −1 menentukan setiap 𝑦𝐵 ke 𝑥𝐴 , sehingga: 𝑓(𝑥) = 𝑦 
𝑓 −1 (𝑦) = 𝑥

Mengacu definisi di atas, maka 𝑓  𝑓 −1 : 𝑥  𝑥 demikian juga 𝑓 −1  𝑓: 𝑥  𝑥,


yang ini berarti: f  f 1  f 1  f  I

Contoh 1

Jika fungsi 𝑓 ∶ 𝐴  B didefinisikan dengan diagram sebagai berikut.

Dari gambar diagram di atas maka fungsi invers 𝑓 1 ∶ 𝐵  A didefinisikan


oleh diagram panah :

Dari diagram panah di atas, terlihat bahwa:


𝑓 −1 ∘ (𝑓(𝑥)) = 𝑓 −1 (𝑏) = 𝑥 = 𝐼(𝑥), dan
𝑓 ∘ (𝑓 −1 (𝑦)) = 𝑓(𝑎) = 𝑦 = 𝐼(𝑦)
Ini mempertegas sifat 𝑓 −1 ∘ 𝑓 = 𝑓 ∘ 𝑓 −1 = 𝐼

52
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Contoh 2

Misalkan fungsi 𝑓 ∶ 𝐴  B yang didefinisikan dengan 𝑓(𝑥) = 2𝑥  3. Karena


fungsi 𝑓 adalah fungsi yang bijektif, maka akan diperoleh fungsi inversnya.
Untuk menentukan rumus fungsi invers 𝑓 1 ditempuh langkah-langkah
sebagai berikut.

1
Misalkan 2𝑥  3 = 𝑦 maka 2𝑥 = 𝑦 + 3 sehingga 𝑥 = ( y  3)
2
1
Oleh karena itu fungsi invers 𝑓 1 (𝑦) = 2 (𝑦 + 3)
1
Jadi fungsi invers 𝑓 1 : 𝑅  𝑅 ditentukan oleh 𝑓 1 (𝑥) = 2 (𝑥 + 3)
.

Contoh 3:

Suatu fungs i 𝑓 pada bilangan real ditentukan oleh rumus fungsi


x4
𝑓(𝑥) =
2x  3

Tentukan domain dan kodomain 𝑓 agar diperoleh fungsi invers 𝑓 −1

Penyelesaian:

Dengan memperhatikan rumus fungsi 𝑓 yang berupa fungsi pecah, maka


domain dari fungsi 𝑓 adalah:

𝐷𝑓 = {𝑥| 2𝑥 + 3 ≠ 0, 𝑥 𝑅}

53
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3
= {𝑥| 𝑥 ≠ − 2 , 𝑥  𝑅}

Untuk menentukan kodomainnya terlebih dulu dicari rumus inversnya,

Misalkan 𝑓(𝑥) = 𝑦

𝑥−4
2𝑥+3 = 𝑦

 𝑥 − 4 = 𝑦(2𝑥 + 3)

 (1 − 2𝑦)𝑥 = 3𝑦 + 4

3y  4
𝑥 =
1 2y

3y  4
 𝑓 −1 (𝑦) =
1 2y

3x  4
 𝑓 −1 (𝑥) =
1  2x
.
Syarat suatu fungsi memiliki fungsi invers apabila fungsi tersebut adalah
bijektif, maka kodomain dari fungsi 𝑓 adalah domain dari 𝑓 −1 , sehingga
kodomain dari 𝑓 adalah
Df-1 = {x | 1 − 2x ≠ 0, x  R} = {x | x ≠ 12 , x  R }.

3. Menentukan Fungsi Invers

Telah diuraikan sebelumnya bahwa jika 𝑓 dan 𝑓 −1 adalah fungsi-fungsi yang


saling invers, maka 𝑓(𝑥) = 𝑦  𝑓 −1 (𝑦) = 𝑥.

Untuk menentukan rumus fungsi invers dari fungsi 𝑓 dapat dilakukan langkah-
langkah:

 memisalkan 𝑓(𝑥) = 𝑦,

54
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

 menyatakan 𝑥 dalam 𝑦,

 menentukan rumus dari 𝑓 −1 (𝑥) dengan mengingat 𝑓 −1 (𝑦) = 𝑥


dan mengganti variabel 𝑦 dengan 𝑥.

Contoh 1:

Tentukan fungsi invers dari 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 + 𝑏, dengan a, b bilangan riil dan a0.

Penyelesaian: misal : 𝑓(𝑥) = 𝑦  𝑦 = 𝑎𝑥 + 𝑏  𝑎𝑥 = 𝑦– 𝑏

𝑦−𝑏
𝑥= 𝑎
𝑦−𝑏
 𝑓 −1 (𝑦) = 𝑎
𝑥−𝑏
Jadi, jika 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 + 𝑏, maka 𝑓 −1 (𝑥) = .
𝑎

Contoh 2:
Tentukan invers dari (𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 , a, b, c bilangan riil dan a0.
Penyelesaian: misal 𝑓(𝑥) = 𝑦 maka dapat dijabarkan
𝑦 = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐  𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 = 𝑦 – 𝑐
𝑏 𝑦−𝑐
 𝑥2 + 𝑎 𝑥 = 𝑎
𝑥
𝑏 𝑏 2 𝑦−𝑐 𝑏 2
 𝑥 2 + 𝑎 𝑥 + (2𝑎) = 𝑎
+ (2𝑎)

𝑏 2 𝑦−𝑐 𝑏2
 (𝑥 + 2𝑎) = 𝑎
+ 4𝑎2

4a (y - c) b 2
   2
4a 2 4a
4ay - 4ac  b 2
 
4a 2
4ay  b 2 - 4ac
 
4a 2

 b  4ay  b 2 - 4ac
 x    
 2a  4a 2

55
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

 b  4ay  b 2 - 4ac
 x    
 2a  2a

-b 4ay  b 2 - 4ac
 x 
2a 2a
- b  4ay  b 2 - 4ac
 x
2a

- b  4ay  b 2 - 4ac
 f (y) 
-1

2a
- b  4ax  b 2 - 4ac
 f -1 (x) 
2a

- b  4ax  b 2 - 4ac
Jadi, jika (𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 , maka inversnya f -1 (x) 
2a

- b  4ax  b 2 - 4ac
Perhatikan: f -1 (x)  bukan merupakan fungsi untuk
2a
bilangan riil.

Contoh tersebut di atas, memperlihatkan bahwa tidak semua fungsi punya


fungsi

𝑏 - b  4ax  b 2 - 4ac
invers, namun jika dibatasi: 𝑥 ≥ − 2𝑎 , maka f (x)  -1

2a
merupakan fungsi. Hal ini menunjukkan bahwa ada tidaknya invers juga
ditentukan

oleh domain.

Contoh 3:

Tentukan invers dari f(x)  n ax  b .

Penyelesaian: misal 𝑓(𝑥) = 𝑦 maka dapat dijabarkan

56
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

f(x)  n ax  b
y  n ax  b
 y n  ax  b
 ax  y n  b
yn - b
 x
a
yn - b
 f -1 (y) 
a
n
x -b
f -1 (x) 
a

xn - b
Jadi jika f(x) = n
ax  b , maka f -1 (x)  .
a

4. Invers dari Fungsi Komposisi

Misalkan fungsi h merupakan fungsi komposisi dari fungsi 𝑓 dan 𝑔 ditulis


ℎ = 𝑔 ∘ 𝑓 maka invers dari fungsi h adalah fungsi invers dari fungsi
komposisi ℎ dapat ditulis dengan notasi ℎ−1 = (𝑔 ∘ 𝑓)−1.

Untuk menentukan fungsi (𝑔 ∘ 𝑓)−1 jika masing-masing fungsi 𝑓 dan 𝑔


diketahui, salah satu jalan yang dapat ditempuh dengan menentukan
terlebih dahulu fungsi komposisi 𝑔 ∘ 𝑓 kemudian menetukan fungsi
inversnya. Dapat juga karena dari sifat komposisi fungsi bahwa (gf)-1
adalah fungsi yang jika dikomposisikan dengan gf akan diperoleh fungsi
identitas I(x) = x, yaitu (gf)-1(gf) = I sehingga akan didapat-suatu sifat
bahwa : (gf)-1= f-1 g-1 . Hal ini dapat dijelaskan untuk menurunkan rumus
invers fungsi komposit sebagai berikut:

(fg)-1 (fg) = I

 (fg)-1  (fg)  g-1 = Ig-1 (dikomposisikan dengan g-1)

 (fg)-1  f  (gg-1) = g-1 (sifat asosiatif)

57
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

 (fg)-1  f  I = g-1 (sifat invers)

 (fg)-1  f = g-1 (sifat identitas)

 (fg)-1  f  f-1 = g-1f-1 (dikomposisikan dengan f-1)

 (fg)-1  I = g-1f-1 (sifat invers)

 (fg)-1 = g-1 f-1 (sifat identitas)

Sehingga kita dapatkan rumus: (fg)-1 = g-1f-1.

Dengan demikian untuk menentukan rumus invers fungsi dari fungsi


komposisi, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

a. Menentukan dulu rumus fungsi komposisi, kemudian menentukan


inversnya

b. Menentukan dulu inversnya masingmasing fungsi, kemudian


dikomposisikan.

Contoh 1:

Diketahui f  x  7 dan g  4x + 1, tentukan (f  g) 1(x) dengan dua cara


di atas

Penyelesaian:

a. Menentukan dulu rumus fungsi komposisi, kemudian menentukan


inversnya

(f  g)(x)  f(g(x))  f(4x + 1)  4x + 1  7  4x  6


Misalkan y  4x  6.
 4x  y + 6
y6
 x
4

58
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

x6
Jadi (f  g) 1(x) 
4 .

b. Menentukan dulu inversnya masingmasing fungsi, kemudian


dikomposisikan

f (x)  x  7  misalkan y  x  7

 xy+7 sehingga f 1(x)  x + 7.

g(x)  4x + 1  misalkan y  4x + 1

 4x  y  1

y 1 x 1
 x sehingga g1(x) 
4 4

(f  g) 1(x)  (g 1  f 1)(x)

 g 1 (f 1(x))

 g 1(x + 7)

( x  7)  1

4

x6

4 .

x6
Jadi (f  g) 1(x) 
4 .

Contoh 2 :
Jika 𝑓 dan 𝑔 adalah fungsi pada R yang didefinisikan 𝑓(𝑥) = 𝑥 + 3 dan
𝑔(𝑥) = 2𝑥– 1. Tentukan :

a). f-1 dan g-1

59
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

b). g-1 f-1 dan f-1  g-1

c). (gf)-1 dan (fg)-1

Penyelesaian :
x 1
a). f-1(x) = x – 3 dan g-1(x) =
2

(x - 3)  1 x - 2
b). ( g-1 f-1)(x) = g-1(f-1(x)) = g-1(x – 3) = =
2 2

x 1 x 1 x -5
(f-1  g-1)(x) = f-1(g-1(x)) = f-1( )= -3=
2 2 2

c). Kita tahu bahwa: ( g f)(x) = g(f(x)) = g(x + 3) = 2 (x + 3 ) – 1 = 2x + 5

Misalkan : ( 𝑔 𝑓)(𝑥) = 𝑦

 2𝑥 + 5 = 𝑦

 2𝑥 = 𝑦 – 5

y−5
𝑥 = 2

𝑥−5
 ( 𝑔 𝑓)−1 (𝑥) = 2

𝑥−5
Jadi ( 𝑔 𝑓)−1 (𝑥) = 2

Kita tahu bahwa: (f  g)(x) = f(g(x)) = f(2x - 1) = (2x - 1) + 3 = 2x + 2.

Misalkan (f  g)(x) = y

 2x + 2 = y

 2𝑥 = 𝑦 – 2

𝑦−2
𝑥 = 2

60
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

𝑥−2
 ( 𝑓 𝑔)−1 (𝑥) = .
2

𝑥−2
Jadi ( 𝑓 𝑔)−1 (𝑥) = .
2

Contoh 3:
Fungsi 𝑓 dan 𝑔 terdefinisi pada 𝑅, dan diketahui pula 𝑔(𝑥) = 𝑥 + 3

Tentukan 𝑓(𝑥) jika diketahui berikut ini!

a. (𝑔 ∘ 𝑓)(𝑥) = 3𝑥  5

b. (𝑓 ∘ 𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 6𝑥

Penyelesaian:

a. Langkah pertama dicari 𝑔−1

Misalkan 𝑔(𝑥) = 𝑥 + 3 = 𝑦

 𝑥 = 𝑦  3,

Sehingga 𝑔−1 (𝑥) = 𝑥  3

Berdasarkan sifat-sifat fungsi invers maka 𝑓(𝑥) = (𝑔−1 ∘ (𝑔 ∘ 𝑓))(𝑥)


dan karena diketahui (𝑔 ∘ 𝑓)(𝑥) = 3𝑥  5 diperoleh:

𝑓(𝑥) = (𝑔−1 ∘ (𝑔 ∘ 𝑓))(𝑥)

= 𝑔−1 (3𝑥  5)

= (3𝑥  5) 3

= 3𝑥  8

Jadi 𝑓(𝑥) = 3𝑥 − 8

61
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

b. Berdasarkan sifat-sifat fungsi invers maka 𝑓(𝑥) = ((𝑓 ∘ 𝑔) ∘ 𝑔−1 )(𝑥)


dan karena 𝑔−1 (𝑥) = 𝑥  3 diperoleh:

𝑓(𝑥) = ((𝑓 ∘ 𝑔) ∘ 𝑔−1 )(𝑥)

= (𝑓 ∘ 𝑔)(𝑥  3) ( karena diketahui (𝑓 ∘ 𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 6𝑥 )

= (𝑥  3)2 + 6(𝑥  3) = 𝑥 2  9

Jadi 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 9

Contoh 4:

Tentukan fungsi 𝑓 pada 𝑅 sedemikian hingga:

1 x 1
f (1  )  , x   32
x 2x  3

Penyelesaian:

1
Misalkan: 1 y
x

1
  1 y
x

1
x
1 y

1
1
1 y 1  (1  y ) y
Dengan demikian 𝑓(𝑦) =  
1 2  3(1  y ) 5  3 y
2 3
1 y

x
Jadi 𝑓(𝑥) = ,x  5
5  3x 3

62
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

PENGEMBANGAN PENILAIAN

A. Pembahasan Soal-soal

Fungsi Komposisi

1. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 9

Diketahui 𝑓: 𝑅  R dan 𝑔: 𝑅  R didefinisikan dengan 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 dan


𝑔(𝑥) = 𝑥 + 6 Fungsi komposisi (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) adalah ... .
A. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 + 3
B. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 9
C. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 10𝑥 − 21
D. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 10𝑥 + 21
E. (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 − 10𝑥 − 21

Pembahasan:

Pada soal di atas diketahui dua fungsi yaitu 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 dan 𝑔(𝑥) =
𝑥 + 6. Untuk menjawab soal ini siswa harus memahami konsep fungsi dan
operasi komposisi pada fungsi. Komposisi fungsi di atas jika diuraikan
menjadi;

( 𝑓  𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑔(𝑥))

= 𝑓(𝑥 + 6)

= (𝑥 + 6 )2 – 2(𝑥 + 6) − 3

= 𝑥 2 + 12𝑥 + 36 − 2𝑥 − 12 − 3

= 𝑥 2 + 10𝑥 + 21

Jadi (𝑓 𝑔)(𝑥) = 𝑥 2 + 10𝑥 + 21

63
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kunci : D

2. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 5

Diketahui fungsi 𝑓: 𝑅  R dan 𝑔: 𝑅  R didefinisikan dengan 𝑔(𝑥) = −𝑥 + 3


dan (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32 maka nilai 𝑓(1) adalah ... .
A. − 5
B. −4
C. −3
D. 3
E. 4

Pembahasan:

Pada soal di atas diketahui dua fungsi yaitu fungsi 𝑔(𝑥) = −𝑥 + 3 dan fungsi
komposisi (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32. Untuk menjawab soal ini siswa harus
memahami konsep fungsi dan operasi komposisi pada fungsi. Komposisi
fungsi di atas jika diuraikan menjadi;

( 𝑓  𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑔(𝑥)) = 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32

𝑓(−𝑥 + 3) = 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32

= 4(−𝑥 + 3 )2 + 2(−𝑥 + 3) − 2

Dari bentuk persamaan 𝑓(−𝑥 + 3) = 4(−𝑥 + 3 )2 + 2(−𝑥 + 3) − 2 ini berarti


𝑓(𝑥) = 4𝑥 2 + 2𝑥 − 2 mengakibatkan 𝑓(1) = 4.12 + 2.1 − 2 = 4

Jadi (𝑓)(1) = 4

Kunci : E

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab soal di atas


adalah;

64
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

a. Peserta didik harus memahami dengan benar konsep fungsi yang


terkait dengan peta fungsi.
b. Menguraikan 4𝑥 2 − 26𝑥 + 32 menjadi 4(−𝑥 + 3 )2 + 2(−𝑥 + 3) − 2

3. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 3

Suatu pabrik kertas dengan bahan dasar kayu (𝑥) memproduksi kertas melalui
dua tahap. Tahap pertama menggunakan mesin I menghasilkan bahan kertas
setengah jadi (𝑚) dengan mengikuti fungsi 𝑚 = 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 3𝑥 − 2. Tahap
kedua menggunakan mesin II menghasilkan kertas mengikuti fungsi 𝑔(𝑚) =
4𝑚 + 2 dengan 𝑥 dan 𝑚 dalam satuan ton. Jika bahan dasar kayu yang tersedia
untuk suatu produksi sebesar 4 ton, banyak kertas yang dihasilkan adalah … .
A. 5 ton
B. 10 ton
C. 15 ton
D. 20 ton
E. 30 ton

Pembahasan:

Hasil produksi tahap I

Rumus fungsi pada produksi tahap I adalah 𝑚 = 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 3𝑥 − 2


Untuk 𝑥 = 4, diperoleh:
𝑚 = 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 3𝑥 − 2
= 42 − 3.4 − 2
= 16 − 12 − 2 = 2
Hasil produksi tahap I adalah 2 ton bahan kertas setengah jadi.

Hasil produksi tahap II

Rumus fungsi pada produksi tahap II adalah 𝑔(𝑚) = 4𝑚 + 2

65
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Karena hasil produksi pada tahap I akan dilanjutkan pada produksi tahap II,
maka hasil produksi tahap I menjadi bahan dasar produksi tahap II, sehingga
diperoleh:

𝑔(𝑚) = 4𝑚 + 2
= 4.2 + 2 = 10
Dengan demikian, hasil produksi tahap II adalah 10 ton kertas.

Jadi banyaknya kertas yang dihasilkan adalah 10 ton.

Kunci: B

Invers Komposisi

1. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 10

5𝑥−3
Diketahui 𝑓 (𝑥) = 𝑥+2
, 𝑥 ≠ 2 dan 𝑔 (𝑥) = 6𝑥 − 2 . Invers dari (𝑓𝑜𝑔)(𝑥)

adalah … .
−13
A. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) =
6𝑥−30
; 𝑥≠5
−13
B. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) = ; 𝑥 ≠ −5
6𝑥+30
13
C. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) = ; 𝑥≠5
6𝑥−30
14
D. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) = 6𝑥+30 ; 𝑥 ≠ −5
14
E. (𝑓𝑜𝑔)−1 (𝑥) = 6𝑥−30 ; 𝑥 ≠ 5

Pembahasan:

5𝑥−3
Pada soal di atas diketahui dua fungsi yaitu fungsi 𝑓 (𝑥) = 𝑥+2
, 𝑥 ≠ 2 dan

𝑔 (𝑥) = 6𝑥 − 2 Untuk menjawab soal ini siswa harus memahami konsep


komposisi fungsi, fungsi invers dan operasi invers pada fungsiinvers. Untuk
menentukan invers fungsi dari fungsi komposisi di atas dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu:

c. Menentukan dulu rumus fungsi komposisi, kemudian menentukan inversnya

66
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

d. Menentukan dulu inversnya masingmasing fungsi, kemudian dikomposisikan.

Untuk menentukan Invers dari komposisi fungsi dari soal di atas, alternatif
penyelesaian dapat ditentukan dahulu rumus fungsi komposisinya, kemudian
dicari inversnya sebagai berikut:

Fungsi komposisi (𝑓  𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑔(𝑥))

= 𝑓(6𝑥 − 2)

5(6𝑥−2)−3
= (6𝑥−2)+2

30𝑥−13
=
6𝑥
30𝑥−13
Untuk menentukan inversnya dimisalkan 𝑦 =
6𝑥

 6𝑦𝑥 = 30𝑥 − 13
 𝑥(6𝑦 − 30) = −13
−13
 𝑥= 6𝑦−30
−13
⇒ (𝑓  𝑔)−1 (𝑦) =
6𝑦−30
−13
Jadi (𝑓  𝑔)−1 (𝑥) = 6𝑥−30

Kunci: A

2. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 6

2𝑥+3
Jika fungsi 𝑓 (𝑥) = 𝑥−5
, 𝑥 ≠ 5 dan 𝑔 (𝑥) = 3𝑥 + 1 . Maka (𝑔𝑜𝑓)−1 (𝑥) = ⋯ .
5𝑥+4
A. 𝑥+7
; 𝑥 ≠ −7
5𝑥+7
B. 𝑥−4
; 𝑥≠4
5𝑥+4
C. 𝑥−7
; 𝑥≠7
5𝑥−4
D. 𝑥−7
; 𝑥≠7
5𝑥−7
E. 𝑥−4
; 𝑥≠4

67
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Pembahasan:

Untuk menentukan Invers dari komposisi fungsi dari soal di atas, alternatif
penyelesaian dapat ditentukan dahulu rumus fungsi komposisinya, kemudian
dicari inversnya sebagai berikut:

Fungsi komposisi (𝑔  𝑓)(𝑥) = 𝑔(𝑓(𝑥))

2𝑥+3
= 𝑔 ( 𝑥−5 )

2𝑥+3
= 3( )+ 1
𝑥−5

6𝑥+9 𝑥−5
= 𝑥−5
+ 𝑥−5

7𝑥+4
=
𝑥−5
7𝑥+4
Untuk menentukan inversnya dimisalkan 𝑦 =
𝑥−5

 𝑦(𝑥 − 5) = 7𝑥 + 4
 𝑦𝑥 − 5𝑦 = 7𝑥 + 4
 𝑥(𝑦 − 7) = 5𝑦 + 4
5𝑦+4
 𝑥=
𝑦−7
5𝑦+4
⇒ (𝑔  𝑓)−1 (𝑦) = 𝑦−7
5𝑥+4
Jadi (𝑔  𝑓)−1 (𝑥) =
𝑥−7

Kunci: C

3. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 2

Diketahui 𝑓(𝑥) = 3𝑥 + 2 dan (𝑔𝑜𝑓)(𝑥) = 6𝑥 − 4 . Nilai 𝑓 −1 (−4) = ⋯ .


A. 4
B. 2
C. 1
D. −2
E. −4

68
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Pembahasan:

Pada soal di atas diketahui dua fungsi yaitu fungsi 𝑓(𝑥) = 3𝑥 + 2 dan fungsi
komposisi (𝑔𝑜𝑓)(𝑥) = 6𝑥 − 4 Untuk menjawab soal ini siswa harus
memahami konsep fungsi, operasi komposisi fungsi dan invers fungsi.
Nilai fungsi invers soal di atas dapat ditentukan dahulu fungsinya dari
fungsi komposisi yang diketahui, jika diuraikan sebagai berikut:

( 𝑔  𝑓)(𝑥) = 𝑔(𝑓(𝑥)) = 6𝑥 − 4

𝑔(3𝑥 + 2) = 6𝑥 − 4

= 2(3𝑥 + 2) − 8

Dari bentuk persamaan 𝑔(3𝑥 + 2) = 2(3𝑥 + 2) − 8 berarti 𝑔(𝑥) = 2𝑥 − 8

Untuk menentukan inversnya dimisalkan 𝑦 = 2𝑥 − 8


 2𝑥 = 𝑦 + 8
1
 𝑥 = 2𝑦 + 4
1
⇒ 𝑔−1 ( 𝑥) = 𝑥 + 4
2

1
Maka 𝑔−1 ( −4) = . (−4) + 4 = −2 + 4 = 2
2

Jadi 𝑔−1 ( −4) = 2

Kunci : B

B. Pengembangan Soal HOTS

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk


mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir
yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau
merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Tetapi soal HOTS pada konteks
asesmen hendaknya mengukur kemampuan: 1) transfer satu konsep ke

69
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan


dari berbagai informasi yangberbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk
menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis.
Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih
sulit daripada soal recall.

Anderson & Krathwohl mengklasifikasi dimensi proses kognitif sebagai


berikut.

Mencipta Mengkreasi ide/gagasan sendiri


Kata kerja: mengkonstruksi, desain, kreasi,
mengembangkan,
menulis, memformulasikan.
Evaluasi Mengambil keputusan sendiri
Kata Kerja: evaluasi, menilai, menyanggah,
HOTS
memutuskan,
memilih, mendukung.
Analisis Menspesifikasi aspek-aspek/elemen
Kata kerja: membandingkan, memeriksa,
menguji, mengkritisi,
menguji.
Aplikasi Menggunakan informasi pada domain
berbeda
Kata kerja: Menggunakan,
mendemostrasikan, mengilustrasikan,
MOTS mengoperasikan
Pemahaman Menjelaskan ide atau konsep
Kata kerja: menjelaskan,
mengklasifikasikan, menerima,
melaporkan
Pengetahuan Mengingat kembali
LOTS Kata kerja: mengingat,
mendaftar,mengulang, menirukan
Anderson dalam (Kemdikbud, 2015)

Dengan demikian untuk mengembangan soal-soal HOTS dapat dilakukan


dengan menaikkan level kognitf minimal C-4 atau level analisis.

Pada materi Komposisi dan Invers Fungsi, Kompetensi Dasar yang diberikan
seharusnya sudah merupakan ranah C4 karena “menyelesaikan masalah”.

70
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Sehingga soal-soal untuk materi Komposisi dan Invers Fungsi tidak lagi
sekedar mengingat, memahami atau mengimplementasikan rumus tetapi
perlu menganalisis.

Berikut ini adalah contoh soal-soal HOTS terkait materi komposisi dan invers
fungsi.

KISI-KISI UJIAN SOAL HOTS

Jenis Sekolah : Sekolah Menengah Atas (SMA)


Mata Pelajaran : Matematika
Alokasi Waktu : … menit
Jumlah Soal : 6 Soal
Tahun Pelajaran : 2019/2020

Kompetensi Lingkup Indikator No Level Bentuk


NO Materi
Dasar Materi Soal Soal Kognitif Soal
1 Menyelesaikan Komposisi Komposisi Diberikan 1 L3 PG
masalah yang dan Invers Fungsi persamaan (Penalaran)
berkaitan Fungsi fungsi
komposisi dan
dengan operasi
dua fungsi,
komposisi dan peserta didik
operasi invers dapat
suatu fungsi. menentukan
nilai konstanta
dari salah satu
fungsi yang
diketahui
2 Menyelesaikan Komposisi Komposisi Diberikan 2 L3 PG
masalah yang dan Invers Fungsi fungsi linear (Penalaran)
berkaitan Fungsi dan fungsi
komposisi,
dengan operasi
peserta didik
komposisi dan dapat
operasi invers menentukan
suatu fungsi. nilai fungsi
dari salah satu
fungsi yang
belum
diketahui

71
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kompetensi Lingkup Indikator No Level Bentuk


NO Materi
Dasar Materi Soal Soal Kognitif Soal
3 Menyelesaikan Komposisi Invers Diberikan 3 L3 PG
masalah yang dan Invers Fungsi fungsi linear (Penalaran)
berkaitan Fungsi dan fungsi
komposisi,
dengan operasi
peserta didik
komposisi dan dapat
operasi invers menentukan
suatu fungsi. nilai fungsi
invers dari
salah satu
fungsi yang
belum
diketahui
4 Menyelesaikan Komposisi Komposisi Diberikan 4 L3 Uraian
masalah yang dan Invers Fungsi fungsi linear (Penalaran)
berkaitan Fungsi dan fungsi
komposisi,
dengan operasi
peserta didik
komposisi dan dapat
operasi invers menentukan
suatu fungsi. nilai fungsi
dari salah satu
fungsi yang
belum
diketahui
5 Menyelesaikan Komposisi Komposisi Diberikan soal 5 L3 Uraian
masalah yang dan Invers Fungsi cerita yang (Penalaran)
berkaitan Fungsi terkait dengan
komposisi
dengan operasi
fungsi, peserta
komposisi dan didik dapat
operasi invers menyelesaikan
suatu fungsi. masalah yan
terkait dengan
komposisi
fungsi

72
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

Kompetensi Lingkup Indikator No Level Bentuk


NO Materi
Dasar Materi Soal Soal Kognitif Soal
6. Menyelesaikan Komposisi Invers Diberikan 6 L3 Uraian
masalah yang dan Invers Fungsi suatu fungsi (Penalaran)
berkaitan Fungsi pecah dalam
dengan operasi peubah 𝑥,
peserta didik
komposisi dan dapat
operasi invers menentukan
suatu fungsi. nilai invers
dari fungsi
tersebut dalam
(𝑥 − 1)

73
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

KARTU SOAL PILIHAN GANDA

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran ………….
Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013
Kelas : X Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Mata
: Matematika Nama Penyusun :
Pelajaran
Pengetahuan
KOMPETENSI Buku Aplikasi Penalaran
/ √
DASAR Sumber :
Pemahaman
Menyelesaikan RUMUSAN BUTIR SOAL
masalah yang 1. Ditentukan 𝑔(𝑓(𝑥)) = 𝑓(𝑔(𝑥)). Jika 𝑓(𝑥) = 2𝑥 + 𝑝
berkaitan dengan
Nomor dan 𝑔(𝑥) = 3𝑥 + 120, maka nilai 𝑝 = …
operasi komposisi
Soal
dan operasi invers A. 30
suatu fungsi 1
B. 60
LINGKUP
MATERI C. 90
Komposisi dan D. 120
Invers Fungsi
E. 150
MATERI
Komposisi Fungsi
Kunci
INDIKATOR
Jawaban
SOAL
B
Diberikan
persamaan fungsi
komposisi dan
dua fungsi,
peserta didik
dapat menentukan
nilai konstanta
dari salah satu
fungsi yang
diketahui.

74
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran ………….
Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013
Kelas : X Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Mata
: Matematika Nama Penyusun :
Pelajaran
Pengetahuan
KOMPETENSI Buku Aplikasi Penalaran
/ √
DASAR Sumber :
Pemahaman
Menyelesaikan RUMUSAN BUTIR SOAL
masalah yang 2. Diketahui (𝑔𝑜𝑓)(𝑥) = 4𝑥 2 + 4𝑥 dan 𝑔(𝑥) = 𝑥 2 − 1 .
berkaitan dengan
Nomor Nilai 𝑓(𝑥 − 2) = ⋯ .
operasi komposisi
Soal
dan operasi invers A. 2𝑥 − 2
suatu fungsi 2
B. 2𝑥 + 2
LINGKUP
MATERI C. 2𝑥 − 1
Komposisi dan D. 2𝑥 + 3
Invers Fungsi
E. 2𝑥 − 3
MATERI
Komposisi Fungsi
Kunci
INDIKATOR
Jawaban
SOAL
E
Diberikan fungsi
linear dan fungsi
komposisi,
peserta didik
dapat menentukan
nilai fungsi dari
salah satu fungsi
yang belum
diketahui.

75
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran ………….
Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013
Kelas : X Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Mata
: Matematika Nama Penyusun :
Pelajaran
Pengetahuan
KOMPETENSI Buku Aplikasi Penalaran
/ √
DASAR Sumber :
Pemahaman
Menyelesaikan RUMUSAN BUTIR SOAL
masalah yang 3. Diketahui 𝑓(𝑥) = 3𝑥 + 2 dan (𝑔𝑜𝑓)(𝑥) = 6𝑥 − 4 .
berkaitan dengan
Nomor Nilai 𝑓 −1 (−4) = ⋯ .
operasi komposisi
Soal
dan operasi invers A. 4
suatu fungsi 3
B. 2
LINGKUP
MATERI C. 1
Komposisi dan D. −2
Invers Fungsi
E. −4
MATERI
Invers Fungsi
Kunci
INDIKATOR
Jawaban
SOAL
B
Diberikan fungsi
linear dan fungsi
komposisi,
peserta didik
dapat menentukan
nilai fungsi invers
dari salah satu
fungsi yang belum
diketahui.

76
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

SOAL URAIAN

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran ………….
Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013
Kelas : X Bentuk Soal : Uraian
Mata
: Matematika Nama Penyusun :
Pelajaran
Pengetahuan
KOMPETENSI Buku Aplikasi Penalaran
/ √
DASAR Sumber :
Pemahaman
Menyelesaikan RUMUSAN BUTIR SOAL
masalah yang 4. Diketahui (𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 4𝑥 2 + 4𝑥 dan 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 1 .
berkaitan dengan
Nomor Tentukan nilai 𝑔(𝑥 − 1) = ⋯ .
operasi komposisi
Soal
dan operasi invers
suatu fungsi 4
LINGKUP
MATERI
Komposisi dan
Invers Fungsi
MATERI
Komposisi Fungsi

INDIKATOR
SOAL
Diberikan fungsi
linear dan fungsi
komposisi,
peserta didik
dapat menentukan
nilai fungsi dari
salah satu fungsi
yang belum
diketahui.

77
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Pedoman Penskoran

Kunci Jawaban Skor

(𝑓𝑜𝑔)(𝑥) = 4𝑥 2 + 4𝑥

𝑓(𝑔(𝑥)) = 4𝑥 2 + 4𝑥 2

2
(𝑔(𝑥)) − 1 = 4𝑥 2 + 4𝑥 4

2
(𝑔(𝑥)) = 4𝑥 2 + 4𝑥 + 1 5

𝑔(𝑥) = ±√4𝑥 2 + 4𝑥 + 1 6

𝑔(𝑥) = +(2𝑥 + 1) atau 𝑔(𝑥) = −(2𝑥 + 1) 7

𝑔(𝑥) = 2𝑥 + 1 atau 𝑔(𝑥) = −2𝑥 − 1 8

𝑔(𝑥 − 1) = 2(𝑥 − 1) + 1 atau 9


𝑔(𝑥 − 1) = −2(𝑥 − 1) − 1

Jadi nilai 𝑔(𝑥 − 1) = 2𝑥 − 1 atau 𝑔(𝑥 − 1) = −2𝑥 + 1 10

78
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran ………….
Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013
Kelas : X Bentuk Soal : Uraian
Mata
: Matematika Nama Penyusun :
Pelajaran
Pengetahuan
KOMPETENSI Buku Aplikasi Penalaran
/ √
DASAR Sumber :
Pemahaman
Menyelesaikan RUMUSAN BUTIR SOAL
masalah yang 5. Suatu penggilingan padi dapat memproduksi
berkaitan dengan
Nomor beras super melalui dua tahap. Tahap pertama
operasi komposisi
Soal
dan operasi invers menggunakan mesin I yang menghasilkan beras
suatu fungsi 5
LINGKUP setengah jadi berupa pelepasan kulit padi. Tahap
MATERI kedua dengan menggunakan mesin II yang
Komposisi dan
Invers Fungsi menghasilkan beras super. Dalam produksinya,
MATERI mesin I menghasilkan bahan setengah jadi
Komposisi Fungsi
dengan mengikuti fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,175 dan
INDIKATOR mesin II mengikuti fungsi 𝑔(𝑥) = 𝑥 − 0,125
SOAL
Diberikan soal dengan 𝑥 merupakan banyak bahan dasar padi
cerita yang terkait dalam satuan kg. Jika bahan dasar padi yang
dengan komposisi
fungsi, peserta tersedia untuk suatu produksi sebesar 5 ton,
didik dapat berapakah beras super yang dihasilkan dalam
menyelesaikan
masalah yan kwintal?
terkait dengan
komposisi fungsi

Pedoman Penskoran

Kunci Jawaban Skor

 Fungsi tahap I adalah 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,175.

Untuk 𝑥 = 5000, diperoleh:

79
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,175
= 5000 − 0,175
= 4999,825
Hasil produksi tahap I adalah 4999,825 kg beras setengah
jadi

4
 Fungsi tahap I adalah 𝑓(𝑥) = 𝑥 − 0,175.

Untuk 𝑥 = 4999,825, diperoleh:


𝑔(𝑥) = 𝑥 − 0,125
= 4999,825 − 0,125
= 4999,7

Hasil produksi tahap II adalah 4999,7 kg beras super. 9

Jadi beras super yang dihasilkan adalah 49,997 kwintal 10

80
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran ………….
Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013
Kelas : X Bentuk Soal : Uraian
Mata
: Matematika Nama Penyusun :
Pelajaran
Pengetahuan
KOMPETENSI Buku Aplikasi Penalaran
/ √
DASAR Sumber :
Pemahaman
Menyelesaikan RUMUSAN BUTIR SOAL
masalah yang 6. Diketahui suatu fungsi 𝑓 yang dirumuskan dengan
berkaitan dengan 2𝑥−5 4
Nomor 𝑓(𝑥) = 4−3𝑥 ; 𝑥 ≠ 3 jika 𝑓 −1 adalah invers dari
operasi komposisi Soal
dan operasi invers fungsi 𝑓 . Tentukan nilai dari 𝑓 −1 (𝑥 − 1) .
6
suatu fungsi
LINGKUP
MATERI
Komposisi dan
Invers Fungsi
MATERI
Invers Fungsi

INDIKATOR
SOAL
Diberikan suatu
fungsi pecah
dalam peubah 𝑥,
peserta didik
dapat menentukan
nilai invers dari
fungsi tersebut
dalam (𝑥 − 1)

Pedoman Penskoran

Kunci Jawaban Skor

2𝑥 − 5 1
𝑓(𝑥) =
4 − 3𝑥

81
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

2𝑥 − 5 2
𝑦=
4 − 3𝑥
4
4𝑦 + 5
𝑥=
3𝑦 + 2

4𝑥 + 5
𝑓 −1 (𝑥) = 6
3𝑥 + 2

4(𝑥 − 1) + 5 8
𝑓 −1 (𝑥 − 1) =
3(𝑥 − 1) + 2
10
4𝑥 + 1
𝑓 −1 (𝑥 − 1) =
3𝑥 − 1

82
Unit Pembelajaran
Komposisi dan Invers Fungsi

KESIMPULAN
Pada unit pembelajaran komposisi dan invers fungsi berkaitan dengan
kompetensi dasar 3.6 Menjelaskan operasi komposisi pada fungsi dan operasi
invers pada fungsi invers serta sifat-sifatnya serta menentukan eksistensinya
dan 4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi komposisi dan
operasi invers suatu fungsi

Secara garis besar unit pembelajaran komposisi dan invers fungsi ini memuat
tentang Kompetensi Dasar (KD) yang berhubungan dengan unit yang
dipelajari dan diturunkan dalam terget kompetensi dan indikator pencapaian
kompetensi. Indikator pencapaian kompetensi terdiri atas indikator
pendukung, indikator kunci, dan indikator pengayaaan. Pada unit ini indikator
pengayaan tidak ada karena kompetensi dasar sudah berada pada level C4
analisis yang masuk pada indikator kunci. Aplikasi di dunia nyata mengaitkan
materi yang ada pada unit ini dengan kegiatan yang berhubungan dengan
materi yang ada disekitar peserta didik. Unit ini juga memuat soal-soal Ujian
Nasional yang berkaitan dengan komposisi dan invers beserta
penyelesaiannya.

Unit ini juga memuat contoh aktivitas pembelajaran yang bisa digunakan guru
dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
discovery learning, yang dilengkapi dengan lembar kerja peserta didik.
Selanjutnya pada unit ini ada bagian bahan bacaan untuk peserta didik dan
bahan bacaan sebagai pengayaan untuk guru. Unit ini juga dilengkapi dengan
pengembangan penilaian berupa soal HOTS berbentuk pilihan dan uraian yang
disertai dengan jawaban.

83
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

UMPAN BALIK
Pada bagian ini, lakukan refleksi apakah saudara telah memahami isi dari unit
ini. Saudara sebaiknya bertanya pada diri sendiri mengenai berbagai hal yang
sudah saudara dapatkan selama mengikuti kegiatan dalam modul ini dan juga
di kelas, khususnya terkait Komposisi dan Invers Fungsi, antara lain:

 Apa yang sudah saya pelajari?

 Materi apa yang belum saya pahami?

 Apakah semua materi sudah saya pahami dengan baik?

 Kesulitan terbesar apa yang saya alami untuk memahami materi?

 Apakah semua aktivitas sudah saya lakukan?

 Apakah semua aktivitas dapat saya selesaikan?

 Apakah manfaat pengetahuan dan keterampilan yang sudah saya


dapatkan?

Apabila Saudara telah memahami dengan baik, cobalah kembangkan soal-soal


dalam bentuk yang lain dengan membaca referensi-referensi pendukung yang
ada dan jika terdapat hal yang belum dipahami, berdiskusilah dengan
fasilitator, rekan sejawat atau dalam MGMP. Selamat belajar, selamat bekerja,
dan semoga sukses!

84
Unit Pembelajaran
PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN (PKP)
BERBASIS ZONASI

MATA PELAJARAN MATEMATIKA


SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

Eksponen dan Logaritma


Penulis:
Ibrahim
Markaban

Penyunting:
Sapon Suryopurnomo

Desainer Grafis dan Ilustrator:


TIM Desain Grafis

Copyright © 2019
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang mengopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

DAFTAR ISI

Hal

DAFTAR ISI __________________________________ 89


DAFTAR GAMBAR______________________________ 90
DAFTAR TABEL _______________________________ 90
PENDAHULUAN _______________________________ 91
KOMPETENSI DASAR DAN PERUMUSAN IPK _________ 93
A. Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi ______________________________ 93
B. Indikator Pencapaian Kompetensi _______________________________________ 94
APLIKASI DI DUNIA NYATA _____________________ 96
A. Fungsi Eksponensial _______________________________________________________ 96
B. Fungsi Logaritma __________________________________________________________ 97
SOAL-SOAL UN/USBN _________________________ 100
A. Eksponen __________________________________________________________________ 100
B. Logaritma __________________________________________________________________ 102
BAHAN PEMBELAJARAN _______________________ 105
A. Aktivitas Pembelajaran ___________________________________________________ 105
Aktivitas 1 Fungsi Eksponensial ________________________________________________ 106
Aktivitas 2 Fungsi Logaritma ___________________________________________________ 109
B. Lembar Kerja Peserta Didik ______________________________________________ 111
Lembar Kerja Peserta Didik 1 ___________________________________________________ 111
Lembar Kerja Peserta Didik 2 ___________________________________________________ 119
C. Bahan Bacaan _____________________________________________________________ 123
Eksponen _________________________________________________________________________ 123
Logaritma _________________________________________________________________________ 131
PENGEMBANGAN PENILAIAN ___________________ 135
A. Pembahasan Soal-soal ____________________________________________________ 135
B. Pengembangan Soal HOTS _______________________________________________ 140
Kisi-kisi Soal ______________________________________________________________________ 142

89
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kartu Soal _________________________________________________________________________ 144


KESIMPULAN ________________________________ 147
UMPAN BALIK _______________________________ 148

DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 1 Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi_____________________________________ 96


Gambar 2 IlustrasiPertumbuhan Penduduk ____________________________________ 97
Gambar 3 Ilustrasi Pertumbuhan Teknologi Nano _____________________________ 98
Gambar 4 Ilustrasi Perhitungan Astronom _____________________________________ 98

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 1 Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi ___________________________ 93


Tabel 2 Indikator Pencapaian Kompetensi _____________________________________ 94
Tabel 3. Keterkaitan antara Tingkat Keterampilan Berpikir dan Taksonomi
Bloom Hasil Revisi Anderson & Krathwohl _____________________________ 141

90
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

PENDAHULUAN

Unit pembelajaran ini disusun sebagai salah satu alternatif sumber bahan ajar
bagi guru untuk memahami materi Eksponen dan Logaritma di kelas X
Peminatan. Topik ini terbagi dalam dua materi yaitu: (1) Eksponen, dan (2)
Logaritma. Melalui pembahasan materi yang terdapat pada unit ini, guru
dapat memiliki dasar pengetahuan untuk mengajarkan materi-materi tersebut
ke peserta didik yang disesuaikan dengan indikator yang telah disusun
terutama dalam memfasilitasi kemampuan pengembangan kemampuan
berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Untuk memudahkan guru mempelajari materi dan cara mengajarkannya, pada


unit ini dimuat kompetensi dasar yang memuat target kompetensi dan
indikator pencapaian kompetensi, aplikasi materi di dunia nyata, soal-soal UN,
bahan pembelajaran, dan pengembangan penilaian. Bagian pengembangan
penilaian terdiri dari pembahasan soal Ujian Nasional (UN) dan
pengembangan soal HOTS. Pengembangan soal HOTS guru diharapkan dapat
mengembangkan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang sesuai dengan
kompetensi yang dipelajari.

Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dapat digunakan guru untuk


memfasilitasi pembelajaran. Bahan bacaan merupakan referensi yang dapat
dipelajari oleh guru, maupun peserta didik, dan sebagai rujukan dalam
mengembangkan kisi-kisi dan soal HOTS. Komponen-komponen di dalam unit
ini dikembangkan dengan tujuan agar guru dapat dengan mudah memfasilitasi
peserta didik belajar tentang Eksponen dan Logaritma serta mendorong
peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Materi Eksponen dan Logaritma membahas tentang pengertian Eksponen,


Logaritma, dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Untuk materi Eksponen
akan dibahas konsep eksponen, fungsi eksponen, sifat-sifat operasi eksponen
dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Sementara itu, untuk materi

91
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

logaritma akan dibahas konsep logaritma, operasi logaritma, cara menentukan


nilai logaritma, sifat-sifat operasi logaritma dan aplikasinya dalam kehidupan
nyata. Semoga unit ini dapat menjadi bahan referensi, kajian dan diskusi bagi
guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih baik di kelas.

92
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

KOMPETENSI DASAR DAN PERUMUSAN IPK

A. Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi

Unit pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar kelas X


untuk Peminatan. Kompetensi Dasar tersebut dijabarkan menjadi beberapa
target kompetensi yang disajikan pada tabel sebagai berikut.

Tabel 1 Kompetensi Dasar dan Target Kompetensi


NO KOMPETENSI DASAR TARGET KOMPETENSI KELAS

KD PENGETAHUAN

3.1 Mendeskripsikan dan 1. Mendeskripsikan fungsi X


menentukan eksponensial
penyelesaian fungsi 2. Menentukan penyelesaian
eksponensial dan fungsi fungsi eksponensial
logaritma menggunakan 3. Menggunakan masalah
masalah kontekstual, kontekstual yang terkait
serta keberkaitannya. dengan fungsi eksponensial,
4. Mendeskripsikan fungsi
logaritma
5. Menentukan penyelesaian
fungsi logaritma
6. Menggunakan masalah
kontekstual yang terkait
dengan fungsi logaritma

KD KETERAMPILAN

4.1 Menyajikan dan 1. Menyajikan fungsi X


menyelesaikan masalah eksponensial
yang berkaitan dengan 2. Menyelesaikan masalah yang
fungsi eksponensial dan berkaitan dengan fungsi
fungsi logaritma eksponensial
3. Menyajikan fungsi logaritma

93
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

NO KOMPETENSI DASAR TARGET KOMPETENSI KELAS

4. Menyelesaikan masalah yang


berkaitan dengan fungsi
logaritma

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Berikut ini rincian Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang


dikembangkan pada Kompetensi Dasar 3.1 dan 4.1. di kelas X untuk Peminatan

Tabel 2 Indikator Pencapaian Kompetensi


IPK Pengetahuan IPK Keterampilan
IPK Pendukung IPK Pendukung
3.1.1 Menjelaskan konsep fungsi 4.1.1 Mengemukakan gagasan
eksponensial terkait masalah yang
3.1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat berkaitan dengan fungsi
fungsi eksponensial eksponensial
3.1.3 Menjelaskan konsep fungsi 4.1.2 Mengemukakan gagasan
logaritma terkait masalah yang
3.1.4 Mengidentifikasi sifat-sifat berkaitan dengan fungsi
fungsi logaritma logaritma

94
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

IPK Kunci IPK Kunci


3.1.5 Mendeskripsikan fungsi 4.1.3 Menyajikan fungsi
eksponensial eksponensial
3.1.6 Menentukan penyelesaian 4.1.4 Menyelesaikan masalah
fungsi eksponensial yang berkaitan dengan
3.1.7 Menggunakan masalah fungsi eksponensial
kontekstual yang terkait dengan 4.1.5 Menyajikan fungsi
fungsi eksponensial logaritma
3.1.8 Mendeskripsikan fungsi 4.1.6 Menyelesaikan masalah
logaritma yang berkaitan dengan
3.1.9 Menentukan penyelesaian
fungsi logaritma
fungsi logaritma
3.1.10 Menggunakan masalah
kontekstual yang terkait dengan
fungsi logaritma
IPK Pengayaan IPK Pengayaan
3.1.11 Menganalisis masalah yang 4.1.7 Membuat suatu situasi
berkaitan dengan fungsi masalah berdasarkan
eksponensial grafik fungsi logaritma
3.1.12 Menganalisis masalah yang yang diberikan
berkaitan dengan fungsi
logaritma

95
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

APLIKASI DI DUNIA NYATA

A. Fungsi Eksponensial

Tahukah Anda bahwa ditubuh kita ini ada bakteri yang tumbuh dengan
membelah diri. Seandainya sebuah bakteri berkembang biak dengan
membelah diri, yaitu setiap satu bakteri akan membelah menjadi dua bakteri
setiap harinya dan setelah membelah diri dia akan mati, lalu apabila hari
pertama terdapat dua bakteri, maka untuk mengetahui banyak bakteri di hari
ke lima dapat diketahui dengan fungsi eksponen.

Permasalahan lain dalam kehidupan nyata yang memanfaatkan fungsi


ekponen, ialah permasalahan pertumbuhan. Fungsi pertumbuhan adalah
salah satu contoh aplikasi fungsi eksponen dan logaritma dalam bidang
ekonomi dan bisnis (analisa ekonomi). Sifat utama fungsi ini adalah meningkat
secara menoton. Fungsi pertumbuhan mempunyai beberapa bentuk, baik
fungsi yang memiliki asimtot maupun fungsi yang tanpa asimtot yang
merupakan batas atas.

Gambar 1 Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi


Sumber: http://www.tribunnews.com

Seringkali konsep eksponen ditemukan dengan mengamati beberapa masalah


nyata berikut dan mencermati beberapa alternatif penyelesaiannya. Masalah
tersebut biasanya dapat dibuat pemodelan matematika yang melibatkan
eksponen.

96
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Contoh lain dalam kehidupan nyata yang menggunakan konsep eksponen


dalam menyelesaikan permasalahan, yaitu peluruhan zat kimia,
perkembangan bakteri dan lain – lain. Untuk itu pemahaman terhadap fungsi
ekponen ini menjadi penting.

Gambar 2 IlustrasiPertumbuhan Penduduk


Sumber: http://www.ayotasik.com

B. Fungsi Logaritma

Logaritma secara dasar merupakan operasi matematika yang merupakan


kebalikan dari Eksponen. Artinya, untuk mencari nilai dari suatu bilangan
logaritma harus membalikkan fungsi dari eksponensial.

Logaritma merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk


menyelesaikan permasalahan mengenai fungsi yang memiliki pangkat banyak,
bahkan bisa dilakukan untuk fungsi yang memiliki pangkat yang tidak
diketahui (n). Logaritma dapat memudahkan dalam mencari turunan
(integral) dari suatu kasus.

Kegunaan logaritma dalam kehidupan sehari - hari secara langsung memang


sulit ditemukan sebagaimana juga eksponen. Namun demikian, manfaat
logaritma ini dalam kehidupan secara tidak langsung. Artinya, logaritma
terlalu rumit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari - hari. Logaritma
dipakai oleh para peneliti dan saintis untuk menyederhanakan suatu model
matematis dari suatu fenomena yang diamati dalam penelitian. Hasil

97
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

penemuan dari peneliti dan saintis ini berpengaruh dalam kehidupan kita.
Misalkan penemuan komputer dan smartphone banyak menggunakan konsep
logaritma dalam pembuatan program mereka.

Gambar 3 Ilustrasi Pertumbuhan Teknologi Nano


Sumber: http://www.monsterrarnet.com

Perlu diketahui bahwa sebelum ditemukannya logaritma, banyak persoalan


dalam sains yang sulit untuk dipecahkan, terutama bagi astronom dalam
mengukur jarak antar bumi dengan bulan atau jarak antara satu bintang
dengan bintang yang lainnya. Penggunaan logaritma telah memudahkan
astronom dalam mengalikan dan menghitung jarak antara satu objek dengan
objek lain yang mempunyai jarak yang sangat jauh, bahkan hingga
memunculkan fungsi logaritma.

Gambar 4 Ilustrasi Perhitungan Astronom


Sumber: http://www.monsterrarnet.com

Demikian juga pada ilmu biologi logaritma banyak digunakan. Contoh dalam
menghitung pertumbuhan, suatu tumbuhan membutuhkan waktu yang sangat
lama. Adanya pemodelan-pemodelan matematis seperti halnya fungsi

98
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

logaritma memudahkan para saintis biologi atau kimia melakukan


perhitungan dalam persoalan pertumbuhan tumbuhan atau zat.

Beberapa kegunaan logaritma dalam kehidupan sehari – hari menunjukkan


bahwa logaritma sesungguhnya ke depan akan semakin dekat dengan dengan
kehidupan manusia. Hal ini melihat kecenderungan konsep dari logaritma
banyak digunakan dalam teknologi-teknologi tingkat tinggi.

99
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

SOAL-SOAL UN/USBN

A. Eksponen

Berikut ini contoh soal-soal UN yang berkaitan dengan materi Eksponen pada
Kompetensi Dasar 3.1 kelas X untuk Peminatan. Mendeskripsikan dan
menentukan penyelesaian fungsi eksponensial menggunakan masalah
kontekstual, serta keberkaitanannya. Soal-soal ini disajikan agar dapat
dijadikan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk menyelesaikannya.
Selain itu, soal-soal ini juga dapat menjadi acuan ketika Saudara akan
mengembangkan soal yang setipe pada materi Eksponen.

1. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 4

No. Soal
Penyelesaian dari 5 −2𝑥+2
+ 74.5 −𝑥
− 3 ≥ 0 adalah … .
4.
1
A. 𝑥 ≤ −3 atau 𝑥 ≥ 25
1
B. −3 ≤ 𝑥 ≤ 25

C. 𝑥≤2
D. 𝑥≥2
E. 𝑥 ≥ −2
Identifikasi

Level Kognitif : Penerapan

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi


yang eksponensial
bersesuaian

Diketahui : 5−2𝑥+2 + 74.5−𝑥 − 3 ≥ 0

Ditanyakan : Nilai 𝑥 yang memenuhi pertidaksamaan

Materi yang : Pertidaksamaan pada fungsi eksponensial


dibutuhkan

100
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

2. Contoh soal SBMPTN Tahun 2014 No Soal 9

No. Soal
Jika 4𝑥 – 4𝑥−1 = 6 maka (2𝑥)𝑥 sama dengan .…
9
A. 3
B. 3√3
C. 9
D. 9√9
E. 27

Identifikasi

Level Kognitif : Penerapan

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi


yang eksponensial
bersesuaian

Diketahui : 4𝑥 – 4𝑥−1 = 6

Ditanyakan : Nilai (2𝑥)𝑥 yang memenuhi persmaan

Materi yang : Persamaan pada fungsi eksponensial


dibutuhkan

3. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 1

No. Soal
3 5

1. Hasil dari
8 5 . 94
adalah ….
1 1

81 8 . 645
27
A. 2
9
B. 2
27
C. 8
9
D. 8
8
E. 27

101
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Identifikasi

Level Kognitif : Penerapan

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi


yang eksponensial
bersesuaian

Diketahui : −
3 5
8 5 . 94
1 1

81 8 . 645

Ditanyakan : −
3
8 5 . 94
5

Hasil operasi dari 1 1



81 8 . 645

Materi yang : Sifat-sifat operasi eksponen


dibutuhkan

B. Logaritma

Berikut ini contoh soal-soal UN yang berkaitan dengan materi Logaritma pada
Kompetensi Dasar 3.1 kelas X untuk Peminatan. Mendeskripsikan dan
menentukan penyelesaian fungsi logaritma menggunakan masalah
kontekstual, serta keberkaitanannya. Soal-soal ini disajikan agar dapat
dijadikan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk menyelesaikannya.
Selain itu, soal-soal ini juga dapat menjadi acuan ketika Anda akan
mengembangkan soal yang setipe pada materi Logaritma.

1. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 4

No. Soal
1 1
4. Nilai x yang memenuhi 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 + √3) + 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 − √3) > 0 adalah ….
A. 𝑥 ≤ −√3 atau 0 < 𝑥 < 2
B. −2 < 𝑥 < −√3 atau √3 < 𝑥 < 2
C. √3 < 𝑥 < 2

102
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

D. −2 < 𝑥 < 2
E. −√3 < 𝑥 < 2

Identifikasi

Level Kognitif : Penerapan

Indikator : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi


yang logaritma
bersesuaian

Diketahui : 1
3 𝑙𝑜𝑔(𝑥
1
+ √3) + 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 − √3) ≥ 0

Ditanyakan : Nilai 𝑥 yang memenuhi pertidaksamaan

Materi yang : Pertidaksamaan pada fungsi logaritma


dibutuhkan

2. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA IPS No


Soal 3

No. Soal
2 2 2 1
3. Nilai 3( log 𝑦) − log 𝑦 2 + log 𝑦 adalah ….

A. 1
B. 0
C. y
D. –1
E. –y

Identifikasi

Level Kognitif : Pemahaman

Indikator : Menentukan penyelesaian fungsi logaritma dalam terkait


yang sifat-sifat logaritma
bersesuaian

Diketahui : 2 2
3( log 𝑦) − log 𝑦 2 + log 𝑦
2 1

103
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Ditanyakan : Nilai dari logaritma

Materi yang : Sifat-sifat operasi logaritma


dibutuhkan

3. Contoh soal UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Matematika SMA/MA IPS No


Soal 2

No. Soal
5 25
2. Diketahui log 4 = 𝑚. Bentuk log 20 jika dinyatakan dalam m adalah ....
A. 𝑚 + 1
B. 𝑚 + 2
1
C. 2
𝑚 +1
1 1
D. 𝑚 +
2 2
1 1
E. 2
𝑚 −2

Identifikasi

Level Kognitif : Penalaran

Indikator : Menentukan penyelesaian fungsi logaritma dalam terkait


yang sifat-sifat logaritma
bersesuaian

Diketahui : 5
log 4 = 𝑚

Ditanyakan : 25
log 20 dinyatakan dalam m

Materi yang : Sifat-sifat operasi logaritma


dibutuhkan

104
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

BAHAN PEMBELAJARAN

A. Aktivitas Pembelajaran

Sesuai tuntutan kurikulum 2013, pembelajaran sedapat mungkin berpusat


pada peserta didik. Jadi, peserta didiklah yang dituntut untuk aktif belajar
sedangkan guru lebih berperan dalam sebagai fasilitator.

Ada beberapa model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan


kurikulum 2013, salah satunya adalah discovery learning. Secara umum,
langkah pembelajaran dengan discovery learning adalah: pemberian
rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data,
verifikasi/pembuktian, penarikan kesimpulan atau generalisasi.

a. Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)

Pada tahap ini, peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang membingungkan
karena yang ia hadapi adalah hal yang masih baru. Guru diharapkan tidak
memberi generalisasi agar dalam diri peserta didik muncul keinginan untuk
menyelidiki. Guru pada tahap ini dapat mengajukan pertanyaan atau memberi
saran peserta didik untuk membaca/mencari sumber belajar (diharapkan
sumber belajar yang ada juga mendukung, bukan sumber bacaan yang
langsung memberi jawaban/rumus).

b. Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah)

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi


sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan
pelajaran berdasarkan hasil stimulasi, kemudian salah satunya dipilih dan
dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan
masalah).

c. Data Collection (Pengumpulan Data).

105
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Pada saat eksplorasi berlangsung, guru juga meminta peserta didik


mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Tahap ini berfungsi untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. Anak
didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang
relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara
sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

d. Data Processing (Pengolahan Data)

Pengolahan data yang diperoleh para peserta didik baik melalui wawancara,
observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informasi hasil bacaan,
wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak,
diklasifikasikan, serta ditabulasi.

e. Verification (Pembuktian)

Pada tahap ini peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan
secara cermat dalam membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang
ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data
processing.

f. Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)

Ini adalah proses menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan
berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan
memperhatikan hasil verifikasi. Berdasarkan hasil verifikasi maka
dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

Aktivitas 1 Fungsi Eksponensial

Materi : Eksponen dalam Pembelajaran Matematika

Tujuan: Melalui kegiatan ini Saudara mampu memfasilitasi peserta didik


untuk mampu:
1. mendeskripsikan fungsi eksponensial;

106
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

2. menentukan penyelesaian fungsi eksponensial;


3. menggunakan masalah kontekstual yang terkait dengan fungsi
eksponensial;
4. menyajikan fungsi eksponensial;
5. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi
eksponensial; dan
6. menganalisis masalah yang berkaitan dengan fungsi
eksponensial.
Perkiraan waktu : 4 jam pelajaran.
Model Pembelajaran : Discovery Learning

Perlu diperhatikan bahwa aktivitas pembelajaran dan LKPD merupakan satu


kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

1. Stimulation  Guru memandu peserta didik untuk mengingat materi


(Stimulasi/
yang telah dipelajari sebelumnya yakni materi
Pemberian
Rangsangan) bilangan pangkat eksponen dengan menanyakan
materi yang terkait.
 Guru menyampaikan tujuan dan topik pembelajaran.
 Guru memotivasi peserta didik dengan cara
memberikan apersepsi yang terkait dengan eksponen.
 Guru meminta peserta didik mengamati materi yang
terkait dengan apersepsi di atas dengan memancing
peserta didik untuk bertanya.
 Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran akan
dilakukan dalam kelompok dengan penemuan.

107
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

2. Identifikasi/  Guru memandu peserta didik masuk dalam kelompok-


Pernyataan
kelompok yang sudah pernah dibentuk.
Masalah
(Problem  Guru menyampaikan masalah yang terdapat pada
Statement)
LKPD 1, yakni peserta didik mencermati setiap
pertanyaan/instruksi yang diberikan pada LKPD 1.

3. Data  Secara berkelompok peserta didik berdiskusi


Collection
mengerjakan LKPD 1.
(Pengumpul
an Data)  Peserta didik mencoba berdiskusi secara aktif dalam
kelompok untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada
tempat yang disediakan pada LKPD 1.
4. Data  Guru berkeliling memeriksa aktifitas dalam tiap
Processing
kelompok dan memberi bantuan kepada kelompok-
(Pengolahan
Data) kelompok yang memerlukan, secara terbatas, misalnya
dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD 1
untuk untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada
tempat yang disediakan pada LKPD 1.
5. Verification Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat
(Pembuktian)
untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang
ditetapkan tadi.

6. Generalization Peserta didik bersama guru membuat rangkuman, guru


(Menarik
mengingatkan peserta didik untuk membandingkan
Kesimpulan/
Generalisasi) kesimpulan yang dibuat dengan sumber lain, misalnya
buku paket matematika kurikulum 2013 untuk kelas XI,
atau sumber lain termasuk dari internet.

108
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Aktivitas 2 Fungsi Logaritma

Materi : Logaritma dalam Pembelajaran Matematika

Tujuan: Melalui kegiatan ini Saudara mampu memfasilitasi peserta didik


untuk mampu:
1. mendeskripsikan fungsi logaritma;
2. menentukan penyelesaian fungsi logaritma;
3. menggunakan masalah kontekstual yang terkait dengan fungsi
logaritma;
4. menyajikan fungsi logaritma;
5. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi logaritma;
dan
6. menganalisis masalah yang berkaitan dengan fungsi logaritma.
Perkiraan waktu : 4 jam pelajaran.
Model Pembelajaran : Discovery Learning

Perlu diperhatikan bahwa aktivitas pembelajaran dan LKPD merupakan satu


kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

1. Stimulation  Guru memandu peserta didik untuk mengingat materi yang


(Stimulasi/
telah dipelajari sebelumnya yakni materi bilangan pangkat
Pemberian
Rangsangan) logaritma dengan menanyakan materi yang terkait.
 Guru menyampaikan tujuan dan topik pembelajaran.
 Guru memotivasi peserta didik dengan cara memberikan
apersepsi yang terkait dengan logaritma.
 Guru meminta peserta didik mengamati materi yang
terkait dengan apersepsi di atas dengan memancing
peserta didik untuk bertanya.

109
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Tahap
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

 Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran akan


dilakukan dalam kelompok dengan penemuan.
2. Identifikasi/  Guru memandu peserta didik masuk dalam kelompok-
Pernyataan
kelompok yang sudah pernah dibentuk.
Masalah
(Problem  Guru menyampaikan masalah yang terdapat pada LKPD 1,
Statement)
yakni peserta didik mencermati setiap
pertanyaan/instruksi yang diberikan pada LKPD 1.

3. Data  Secara berkelompok peserta didik berdiskusi mengerjakan


Collection
LKPD 1.
(Pengumpulan
Data)  Peserta didik mencoba berdiskusi secara aktif dalam
kelompok untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada
tempat yang disediakan pada LKPD 1.
4. Data  Guru berkeliling memeriksa aktifitas dalam tiap kelompok
Processing
dan memberi bantuan kepada kelompok-kelompok yang
(Pengolahan
Data) memerlukan, secara terbatas, misalnya dengan
pertanyaan-pertanyaan pancingan
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD 1 untuk
untuk mengisikan jawaban pertanyaan pada tempat yang
disediakan pada LKPD.
7. Verification Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk
(Pembuktian)
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan
tadi.
8. Generalization Peserta didik bersama guru membuat rangkuman, guru
(Menarik
mengingatkan peserta didik untuk membandingkan
Kesimpulan/
Generalisasi) kesimpulan yang dibuat dengan sumber lain, misalnya buku
paket matematika kurikulum 2013 untuk kelas XI, atau
sumber lain termasuk dari internet.

110
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

B. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik 1

Materi : Eksponen
Tujuan : Melalui LKPD 1 ini secara berkelompok akan melakukan
aktivitas untuk mampu:
1. mendeskripsikan fungsi eksponensial;
2. menentukan penyelesaian fungsi eksponensial;
3. menggunakan masalah kontekstual yang terkait
dengan fungsi eksponensial;
4. menyajikan fungsi eksponensial;
5. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
fungsi eksponensial; dan
6. menganalisis masalah yang berkaitan dengan fungsi
eksponensial.
Petunjuk : LKPD 1 ini terdiri dari lima soal yang akan membawa
Anda untuk memahami tentang fungsi eksponen.
Dengan bekerjasama dalam kelompok kalian, cermati dan
jawablah setiap pertanyaan yang diberikan. Berdiskusilah
secara aktif dalam kelompokmu, kemudian isikan
jawaban pada tempat yang disediakan.

1. Harga sebuah motor pada saat pembelian adalah Rp30.000.000,-.


Setiap tahun mengalami penyusutan 5% terhadap nilai pada awal
permulaan tahun (nilai buku). Tentukan:
a. Harga motor pada awal tahun kedua.

111
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

b. Harga motor pada awal tahun ketiga.

c. Harga motor pada awal tahun keempat.


Isi table berikut:
Tahun Harga motor
Saat pembelian
Awal tahun kedua
Awal tahun ketiga
Awal tahun
keempat

d. Perbandingan harga motor pada tahun kedua dengan harga


motor pada saat pembelian.

e. Perbandingan harga motor pada tahun ketiga dengan tahun


kedua.

112
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

f. Perbandingan harga motor pada tahun keempat dengan


tahun ketiga.

g. Selisih harga motor pada tahun kedua dengan tahun pertama.

h. Selisih harga motor pada tahun ketiga dengan tahun kedua.

i. Selisih harga motor pada tahun keempat dengan tahun ketiga.

j. Hubungan harga motor pada tahun pertama dengan tahun


kedua.

k. Hubungan harga motor pada tahun kedua dengan tahun


ketiga.

113
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

l. Hubungan harga motor pada tahun ketiga dengan tahun


keempat.

m. Hubungan harga motor pada tahun pertama dengan tahun


ketiga.

n. Hubungan harga motor pada tahun pertama dengan tahun


keempat.

o. Hubungan harga motor pada tahun pertama dengan tahun ke


n.

p. Perhatikan aktivitas d, e, f pada permasalahan di atas. Dari


hasil perhitungan yang kamu lakukan, tuliskan kesimpulan
yang kamu peroleh!

q. Perhatikan aktivitas g, h, i pada permasalahan di atas. Uraikan


temuan yang Anda peroleh.

114
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

r. Berdasarkan kesimpulan yang Anda tuliskan pada aktivitas p


dan q, uraikan persamaan yang Anda temukan pada
permasalahan di atas.

s. Tuliskanlah model matematika tersebut dalam bentuk rumus


fungsi! Tuliskan yang dapat Anda simpulkan?

2. Sketlah grafik fungsi yang persamaannya 𝑦 = 4𝑥 dan 𝑦 =


1 𝑥
(4) dalam satu sistem koordinat dan berikan sifat umum grafik

fungsi 𝑓: 𝑥 → 𝑎 𝑥 , dan 𝑔: 𝑥 → 𝑎−𝑥

X -3 -2 -1 0 1 2 3 ….

4𝑥 …… …… …… …… …… …… …… …..

1 𝑥 …… …… …… …… …… …… …… ……
( )
4

115
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3. Sebuah perusahaan memiliki mesin yang nilai bukunya sebesar Rp.


200.000.000,00 yang setiap tahunnya mengalami penyusutan
sebesar 10 % . Berapakah nilai buku mesin itu pada akhir tahun
kelima ?

116
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

4. Sketlah grafik fungsi yang persamaannya 𝑦 = 4𝑥 dan 𝑦 =


1 𝑥
(4) dalam satu sistem koordinat dan berikan sifat umum grafik

fungsi 𝑓: 𝑥 → 𝑎 𝑥 , dan 𝑔: 𝑥 → 𝑎−𝑥

117
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

5. Berikan satu contoh fungsi eksponen serta bagaimana bentuk


sketsa grafiknya!

118
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Lembar Kerja Peserta Didik 2

Materi : Logaritma
Tujuan : Melalui LKPD-2 ini secara berkelompok kalian
akan melakukan aktivitas untuk mampu:
1. mendeskripsikan fungsi logaritma;
2. menentukan penyelesaian fungsi logaritma;
3. menggunakan masalah kontekstual yang terkait
dengan fungsi logaritma;
4. menyajikan fungsi logaritma;
5. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
fungsi logaritma; dan
6. menganalisis masalah yang berkaitan dengan
fungsi logaritma.
Petunjuk : LKPD 2 ini terdiri dari tiga soal yang akan membawa
Anda untuk memahami fungsi logaritma. Dengan
bekerjasama dalam kelompok kalian, cermati dan
jawablah setiap pertanyaan yang diberikan.
Berdiskusilah secara aktif dalam kelompokmu,
kemudian isikan jawaban pada tempat yang
disediakan.

1. Naiknya suhu logam setelah dipanaskan dalam waktu tertentu


adalah seperti pada tabel berikut:

1 1
x = waktu 1 3 9 27
9 3

y = suhu -2 -1 0 1 2 3

119
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

a. Tulislah persamaan yang menyatakan hubungan antara waktu


dengan suhu logam yang dipanaskan yang datanya seperti di
atas!

b. Sketlah grafik fungsi yang menyatakan hubungan tersebut.

c. Apa yang dapat Anda simpulkan dari aktivitas a dan b?

120
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

d. Berdasarkan kesimpulan yang Anda tuliskan pada aktivitas c,


uraikan persamaan yang Anda temukan pada permasalahan di
atas.

e. Tuliskanlah model matematika tersebut dalam bentuk rumus


fungsi! Tuliskan yang dapat Anda simpulkan?

1
2. Sketsalah grafik fungsi yang persamaannya 𝑦 = 2log 𝑥 dan 𝑦 =
2
log 𝑥 dalam satu sistem koordinat dan berikan sifat umum dari
dua grafik fungsi tersebut.

121
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3. Berikan satu contoh fungsi logaritma serta bagaimana bentuk


sketsa grafiknya!

122
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

C. Bahan Bacaan

Eksponen

1. Fungsi Eksponen dan Grafiknya

Tuhan telah menciptakan makluk hidup seperti jenis amuba yang sudah diatur
dalam kehidupannya, perhatikan perkembangan banyaknya amuba yang
dinyatakan dalam tabel sebagai berikut :
Periode awal 0 ( awal ) 1 2 3 4 5 …… X
Banyak amuba 1 2 4 8 16 32 ……
Bentuk pangkat 20 21 22 23 24 25 …… 2x

Pada bentuk urutan dari baris ke-1 dengan baris ke-3 di atas
merepresentasikan suatu fungsi satu-satu dengan domain bilangan asli.

Fungsi 𝑓: 𝑥  𝑓(𝑥) = 2𝑥 merupakan salah satu fungsi eksponen, sehingga


perkembangan amuba tersebut merupakan salah satu contoh dari fungsi
eksponen yang domainnya adalah bilangan cacah. Perubahan panas,
perubahan sifat logam karena pendinginan dari waktu ke waktu ternyata juga
terkait dengan fungsi eksponen, sedangkan waktu berjalan secara kontinyu,
bukan diskrit. Ini mengindikasikan bahwa domain fungsi eksponensial dapat
merupakan himpunan bilangan real. Peluruhan zat radioaktif juga merupakan
contoh peristiwa alam yang mengikuti sifat fungsi eksponen.

Fungsi 𝑓: 𝑥  𝑎 𝑥 , dengan 𝑎  0 dan 𝑎  1 disebut fungsi eksponen, yang


mempunyai domain bilangan real dan range bilangan positif.

Fungsi 𝑓: 𝑥  𝑎 𝑥 , untuk 𝑎  1 adalah fungsi naik dan jika 0  𝑎  1 maka fungsi


turun. Karena range dari 𝑓 adalah bilangan positif dan 𝑎0 = 1, maka grafik
fungsi 𝑓: 𝑥  𝑎 𝑥 untuk 𝑎  0 terletak di atas sumbu 𝑥 dan melalui titik (0, 1).
Grafik fungsi 𝑓: 𝑥  𝑎 𝑥 dan 𝑔: 𝑥  𝑎−𝑥 akan simetris terhadap sumbu y

123
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Dengan demikian bentuk umum fungsi eksponen adalah f : x  a x atau

f ( x )  a x dengan a > 0 dan a  1


Pada fungsi eksponen yaitu f ( x )  a x , berlaku:
x disebut peubah dan daerah asal (domain) dari fungsi eksponen adalah
himpunan bilangan real yaitu D f : x    x  , x  R.

a disebut bilangan pokok fungsi dengan syarat a  0 dan a  1 dengan


demikian berlaku 0  a  1 dan a  1 . Apabila 0  a  1 maka grafiknya turun,
sedangkan apabila a  1 maka grafiknya naik.

Untuk menggambar sketsa grafik fungsi eksponen dengan cara menentukan


beberapa titik yang mudah, kemudian beberapa titik digambar pada koordinat
kartesius dan melalui titik-titik tersebut dibuat kurva yang mulus, misalnya

grafik fungsi 𝑓(𝑥) = 2𝑥 dan g(x) = 12 x dapat digambarkan sebagai berikut:

g(x) = Y f(x)= 2x
8

–1 1 X

124
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Pada gambar tersebut terlihat bahwa:


1) Kedua grafik melalui titik (0, 1)
2) Kedua grafik simetris terhadap sumbu Y

3) Grafik f: x  2x merupakan grafik naik/mendaki dan grafik g: x  12 x


merupakan grafik yang menurun, dan keduanya berada di atas sumbu X
(nilai fungsi senantiasa positif)

Contoh:
Sepotong logam mendingin menurut rumus 𝑇 = 𝑇𝑜  𝑒 –1,2𝑡 dengan 𝑇 selisih
suhu logam dengan udara sekitarnya setelah 𝑡 menit, dan 𝑇𝑜 selisih
permulaan. Bila suhu logam semula 400𝑜 𝐶 dan suhu udara 30𝑜 𝐶, tentukanlah
suhu logam itu sesudah 2 menit.
Jawab:
𝑻𝒐 = 𝟒𝟎𝟎 – 𝟑𝟎 = 𝟑𝟕𝟎
𝑻 = 𝑻𝒐  𝒆–𝟏,𝟐𝒕
= 𝟑𝟕𝟎  (𝟐, 𝟕𝟏𝟖𝟐𝟖𝟏𝟖𝟐)–𝟏,𝟐𝟐
= 𝟑𝟕𝟎  (𝟐, 𝟕𝟏𝟖𝟐𝟖𝟏𝟖𝟐)–𝟐,𝟒
= 𝟑𝟕𝟎  𝟎, 𝟎𝟗𝟎𝟕𝟏𝟕𝟗𝟓𝟑𝟗𝟔𝟔𝟗𝟒𝟔𝟗𝟎𝟕𝟓𝟓𝟎𝟓𝟖𝟖𝟔𝟔𝟐𝟏𝟓𝟒𝟓𝟗𝟖𝟑
= 𝟑𝟑, 𝟓𝟔𝟓𝟔𝟒𝟐𝟗𝟔𝟕𝟕𝟕𝟎𝟑𝟓𝟓𝟕𝟗𝟑𝟕𝟏𝟕𝟖𝟎𝟒𝟗𝟗𝟕𝟐𝟎𝟏𝟒
Jadi, suhu logam setelah 2 menit  (30 + 33,57)𝑜 𝐶 = 63,57𝑜 𝐶

2. Persamaan dan Pertidaksamaan Eksponen

Persamaan eksponen adalah suatu persamaan yang memuat variabel sebagai


eksponen bilangan berpangkat
Bentuk–bentuk persamaan eksponen yang akan dibahas diantaranya adalah:
1) Bentuk af(x) = ap
Untuk menyelesaikan persamaan ini digunakan sifat :

Jika af(x) = ap; a > 0; a  1, maka f(x) = p

125
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan 9x+1 = 27

Jawab: 9x+1 = 27  (32 ) x 1  33

 3 2 x  2  33

 2x + 2 = 3

 2x = 1

1
x=
2
1
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { }.
2

2) Bentuk a f ( x )  a g ( x )
Penyelesaian dari persamaan bentuk ini digunakan sifat:

Jika a f ( x )  a g ( x ) ; a  0; a  1, maka f(x) = g(x)

Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan 8 2 x 1  128 x 5

Jawab: 8 2 x 1  128 x 3  ( 2 3 ) 2 x 1  ( 2 7 ) x 3

 2 6 x 3  2 7 x 21

 6x + 3 = 7x – 21

 x = 24

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {24}.

3) Bentuk a f ( x )  b f ( x )
Untuk menyelesaikan persamaan eksponen bentuk ini digunakan sifat:

Jika af(x) = bf(x) ; a > 0 ; a  1 ; b > 0 ; b  1 ; a  b, maka f(x) = 0

126
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan 32x-4 = 52x-4

Jawab: 32x-4 = 52x-4  2x – 4 = 0

 x=2
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {2}.

4) Bentuk af(x) = bg(x)


Cara menyelesaikan persamaan af(x) = bg(x) jika x tidak dapat dinyatakan
ke dalam bentuk af(x) = ah(x), maka persamaan itu dapat diselesaikan
dengan menggunakan sifat-sifat logaritma.

ap = b q  log ap = log bq

 p log a = q log b ; a > 0 ; b > 0

Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan 2x+1 = 3x-1

Jawab: 2x+1 = 3x-1  log 2x+1 = log 3x-1

 (x + 1) log 2 = (x – 1) log 3

 x log 2 + log 2 = x log 3 – log 3

 x (0,301) + 0,301 = x (0,477) – 0,477

 0,176x = 0,778

 x = 4,420

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {4,420}.

5) Bentuk (f(x))g(x) = (f(x))h(x)


Untuk menyelesaikan persamaan bentuk di atas perlu dipertimbangkan
beberpa kemungkinan:

127
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

1) Persamaan berlaku untuk pokok = 1 atau f(x) = 1


2) Persamaan berlaku untuk pokok = -1, dengan syarat :
g(x) dan h(x) bernilai genap atau

g(x) dan h(x) bernilai ganjil.

3) Persamaan berlaku untuk pokok = 0 atau f(x) = 0, dengan syarat g(x)


dan h(x) bernilai positif.
4) Persamaan berlaku jika pangkatnya sama atau g(x) = h(x), dengan
syarat untuk pokok = 0, pangkat bernilai positif, atau untuk f(x) = 0
maka g(x) dan h(x) bernilai positif.
Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan (x + 2)2x-5 = (x + 2)x-3

Jawab: (x + 2)2x-5 = (x + 2)x-3


Kemungkinan penyelesaian:

1) x + 2 = 1  x = -1
2) x + 2 = -1  x = -3
Pengecekan terhadap eksponennya:

Untuk x = -3, 2x – 5 = 2.-3 – 5 = -11 (ganjil)

x – 3 = -3 – 3 = -6 (genap)

berarti x = -3 tidak memenuhi persamaan

3) x + 2 = 0  x = -2
Pengecekan terhadap eksponennya:
Untuk x = -2, 2x – 5 = 2.-2 – 5 = -1 (negatif)

x – 3 = -2 – 3 = -5 (negatif)

Berarti x = -2 tidak memenuhi persamaan.

4) 2x – 5 = x – 3  x = 2

128
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Pengecekan terhadap pokoknya:


Untuk x = 2, x + 2 = 2 + 2 = 4 (tidak nol) maka tidak perlu
pengecekan terhadap eksponen.
Berarti x = 2 merupakan penyelesaian persamaan.
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {-1, 2}.

6) Bentuk (f(x))g(x) = (k(x))g(x)


Untuk menyelesaikan persamaan di atas, perlu dipertimbangkan
beberapa kemungkinan :

1) f(x) = k(x)
2) g(x) = 0, syarat tidak menyebabkan f(x) = 0 atau k(x) = 0.
Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan
3 x 3 x
(2 x  3) x  ( x  1) x
2 2

Jawab:
1) 2x – 3 = x + 1  x = 4
2) x2 + 3x = 0
 x(x + 3) = 0

 x = 0 atau x = -3

Pengecekan terhadap pokoknya :

- untuk x = 0 ; 2x – 3 = 2.0 – 3 = -3 (tidak nol)


berarti x = 0 merupakan penyelesaian persamaan

- untuk x = -3 ; 2x – 3 = 2.-3 – 3 = -9 (tidak nol)


x + 1 = -3 + 1 = -2 (tidak nol)

Sehingga x = -3 merupakan penyelesaian persamaan.

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {-3, 0, 4}.

129
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

7) Bentuk A(af(x))2 + B(af(x)) + C = 0 ; A  0 ; a > 0 ; a  1.


Untuk menyelesaikan persamaan di atas, dilakukan dengan cara
mengubah persamaan tersebut dikembalikan ke bentuk persamaan
kuadrat. Dengan memisahkan af(x) = p, maka diperoleh persamaan
kuadrat : Ap2 + Bp + C = 0.

Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian persamaan 72-x – 492-x + 42 = 0

Jawab: 72-x – 492-x + 42 = 0  72-x –(72)2-x + 42 = 0

 72-x – (72-x)2 + 42 = 0
Misalkan 72-x = p, maka diperoleh:
p – p2 + 42 = 0  -p2 + p + 42 = 0

 p2 – p – 42 = 0

 (p – 7)(p + 6) = 0

 p = 7 atau p = -6

Untuk p = 7 didapat : 72-x = 7  72-x = 71 2 – x = 1  x = 1


Untuk p = -6 tidak ada penyelesaian (Mengapa?)
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {1}.

Untuk menyelesaikan pertidaksamaan eksponen, dapat menggunakan


ketentuan bahwa :
a). Untuk a  1 sehingga: ap  aq  p  q
ap  aq  p  q
b). Untuk 0  a  1 sehingga: ap  aq  p  q
ap  aq  p  q
Contoh: Tentukan nilai x yang memenuhi 24 x 5  82 x  7
Jawab:

24 x 5  82 x  7  24 x 5  (23 )2 x  7

130
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

 4𝑥 – 5 > 6𝑥 + 21 (tanda tetap karena bilangan pokok 𝑎 > 1)


 - 2x > 26
 x < - 13
Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan adalah x < - 13

Logaritma

1. Fungsi Logaritma dan Grafiknya

Dari fungsi 𝑓: 𝑥  𝑎 𝑥 yang mempunyai domain bilangan real dan range


bilangan real positif. Fungsi tersebut bijektif dari 𝑅 ke 𝑅 + sehingga mempunyai
invers 𝑓 −1 : 𝑅 +  𝑅 Yaitu setiap x  R mempunyai peta tunggal 𝑦  𝑅 + dan
sebaliknya 𝑦 𝑅 + mempunyai peta tunggal 𝑥  𝑅 .

Jadi fungsi f : x  ax mempunyai invers f-1 sehingga dari y = ax  a log y  x

diperoleh : f-1(x) = log x dan f-1(y) = log y .


a a

Fungsi invers ini disebut fungsi logaritma yang mempunyai domain himpunan
bilangan positif R+ dan range himpunan bilangan real R Berarti fungsi f-1 : x 
a
log x adalah fungsi invers dari fungsi f : x  ax Fungsi – fungsi tersebut
grafiknya simetris terhadap garis y = x sehingga setiap titik (q,p) pada grafik
y = log x merupakan peta titik (p,q) pada grafik y = ax
a

Dalam logaritma log x diisyaratkan a  0 dan a  1, serta x  0


a

Fungsi logaritma merupakan invers dari fungsi eksponen. Fugsi logaritma


dapat dicari nilai fungsinya untuk domain 0  x   .

Dengan demikian secara umum bentuk umum fungsi logaritma adalah:


f : x a log x atau f ( x) a log x dengan a > 0 , a  1, x > 0 dan x  R

131
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Dari bentuk umum di atas dapat diambil pengertian sebaga berikut:


1. Daerah asal (domain) dari fungsi logaritma adalah Df : x x  0, x  R.

2. a disebut bilangan pokok (basis ) logaritma dengan syarat a  0 dan


a  1 dengan demikian berlaku 0  a  1 dan a  1 .
3. Daerah hasil (range) dari fungsi logaritma adalah
Rf : y    y  , y  R

Grafik fungsi logaritma f ( x) a log x selalu memotong sumbu X di titik (1,0) dan

tidak pernah memotong sumbu Y. Apabila 0  a  1 maka grafiknya turun,


sedangkan apabila a  1 maka grafiknya naik.

Berdasar kenyataan bahwa fungsi eksponen dan fungsi logaritma yang pokok
eksponen dan pokok logaritmanya sama adalah fungsi yang saling invers,
maka grafik kedua fungsi tersebut saling simetris terhadap grafik fungsi
identitas, yaitu f(x) = x yang persamaannya y = x. Karena itu maka setiap titik
(q, p) pada grafik y = alog x merupakan peta titik (p, q) pada grafik y = ax. Hal
ini dapat ditunjukkan seperti pada gambar berikut.
0<a<1

Y Y
y = ax
y = ax

a>1

(p, q)
(p, q)
y = alog x
(q, p)

(0, 1) a>1 (0, 1)

O (1,0) X O (1, 0) X

y = alog x (q, p)

0<a<1

Contoh:
Kerja suatu motor (ω) dirumuskan dengan ω = ln V2 – ln V1. Diketahui V1=0,01
; V2=0,5 dan log 5 = 0,6989. Tentukan besarnya kerja motor tersebut!

132
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Jawab:
V2
ω = ln V2 – ln V1= ln = ln 50 = 2,303 log 50
V1
= 2,303 (log 5 + log 10) = 2,303. 1,6989= 3,9126
Jadi, besarnya kerja motor adalah 3,9126 joule.

2. Persamaan dan Pertidaksamaan Logaritma

Persamaan logaritma adalah suatu persamaan yang memuat variabel dalam


pokok logaritma atau dalam numerisnya ( anti logaritma ).

Ada beberapa bentuk persamaan logaritma diantaranya:


1. Persamaan logaritma berbentuk :
a). a log f ( x)a log p

b). a log f ( x)a log g ( x) dengan f(x) dan g(x) bukan fungsi konstan
2. Persamaan logaritma dalam bentuk persamaan kuadrat
Hal ini sering dijumpai bentuk log f(x) , yang artinya ( log f(x))
a n a n

Dalam persamaan logaritma perlu disyaratkan bahwa bilangan pokok dan


yang dilogaritmakan harus positif dan bilangan pokok tidak sama dengan satu.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaiaan dari : log ( x –2 ) + log ( x- 7 ) = log 6
Jawab: Syarat x – 2 > 0 dan x – 7 > 0 . Jadi syaratnya x > 7
Maka log ( x –2 ) + log ( x- 7 ) = log 6  log ( x2 – 9x + 14 ) = log 6
 x2 – 9x + 14 = 6
 x2 – 9x + 14 = 6
 x2 – 9x + 8 = 0
 (x – 1 )( x – 8) = 0
 x = 1 atau x =8
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { 8 }

133
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Dari fungsi f : x  log x yang merupakan fungsi naik bila a  1 dan x  R+,
a

sedangkan fungsi turun bila 0  a  1, berlakulah :

a). Untuk a  1 sehingga: log x  log y  x  y


a a

a
log x  a log y  x  y

b). Untuk 0  a  1 sehingga: log x  log y  x  y


a a

a
log x  a log y  x  y
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari : 7 log( x  1)  3  2. x 1log 7

x 1 1
Jawab : Misalkan 7 log( x  1)  p maka log 7 
p

Pertidaksamaan menjadi :

p  3 – 2. 1p  p2 – 3p + 2  0

 (p – 1) (p – 2)  0
 p  1 atau p  2
untuk p  1 maka x – 1  7  x  8
karena syaratnya x - 1  0
sehingga x 1 dan x  8 diperoleh 1  x  8
untuk p  2 maka x – 1  49  x 50
Jadi, himpunana penyelesaiannya adalah { x 1  x  8 atau x  50 }

134
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

PENGEMBANGAN PENILAIAN

A. Pembahasan Soal-soal

Eksponen

1. Pembahasan Soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 5

Penyelesaian dari 5−2𝑥+2 + 74.5−𝑥 − 3 ≥ 0 adalah … .


1
A. 𝑥 ≤ −3 atau 𝑥 ≥ 25
1
B. −3 ≤ 𝑥 ≤ 25

C. 𝑥 ≤ 2
D. 𝑥 ≥ 2
E. 𝑥 ≥ −2

Pembahasan:

Pada soal di atas diketahui pertidaksamaan dalam fungsi eksponen.


Untuk menjawab soal ini peserta didik harus memahami sifat-sifat
bilangan berpangkat (eksponen). Pertidaksamaan fungsi eksponen di atas
jika diuraikan menjadi seperti berikut.

5−2𝑥+2 + 74.5−𝑥 − 3 ≥ 0  52 . 5−2𝑥 + 74.5−𝑥 − 3 ≥ 0

 25. 5−2𝑥 + 74.5−𝑥 − 3 ≥ 0

Dari bentuk pertidaksamaan itu dimisalkan 5-x = p, maka diperoleh:

25p2 + 74p -3 ≥ 0

 (25p – 1)(p + 3) = 0

135
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

1
Harga nolnya 𝑝 = 25 atau 𝑝 = −3 maka harga p yang memenuhi
1
pertidaksamaan 25p2 + 74p -3 ≥ 0 adalah 𝑝 ≤ −3 atau 𝑝 ≥ 25

Untuk 𝑝 ≤ −3 didapat : 5−𝑥 ≤ −3 berati tidak ada harga 𝑥 yang


memenuhi

1 1
Untuk 𝑝 ≥ 25 di dapat 5−𝑥 ≥ 25 maka 𝑥 ≤ 2

Jadi, penyelesaiannya adalah 𝑥 ≤ 2

Kunci: C

2. Pembahasan soal SBMPTN Tahun 2014 No Soal 9

Jika 4𝑥 – 4𝑥−1 = 6 maka (2𝑥)𝑥 sama dengan .…


A. 3
B. 3√3
C. 9
D. 9√9
E. 27

Pembahasan:

Untuk mencari nilai (2𝑥)𝑥 , Jika diketahui 4𝑥 – 4𝑥−1 = 6 maka dapat


diawali dari persamaan yang diketahui dengan menggunakan sifat-sifat
pada eksponen sebagai berikut.

1
4𝑥 – 4𝑥−1 = 6 ⇔ 4𝑥 – 4 . 4𝑥 = 6
3
⇔ . 4𝑥 = 6
4

⇔ 4𝑥 = 8

⇔ 22𝑥 = 23

136
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

⇔ 2𝑥 = 3
3
⇔ 𝑥= 2
3
maka (2𝑥)𝑥 = (2. 2)
3
= 32
= 3√3
Jadi, jika 4𝑥 – 4𝑥−1 = 6 maka (2𝑥)𝑥 = 3√3
Kunci: B

3. Pembahasan soal UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 1
3 5

8 5 . 94
Hasil dari 1 1 adalah ….

81 8 . 645
27
A.
2
9
B.
2
27
C.
8
9
D.
8
8
E.
27

Pembahasan:
3 5

8 5 . 94
Untuk mendapatkan nilai 1 1 dilakukan dengan menggunakan

81 8 . 645

sifat-sifat eksponen dan langkah-langkah berikut.


3 5 3 5
− 3(− ) 2( )
8 5 . 94 2 5 .3 4


1 1 = 1
4(− )
1
6( )
81 8 . 645 3 8 . 2 5

9 10

2 5 .3 4
= −
4 6
3 8 .25
9 6 10 4
= 2−5−5 . 3 4 +8
15 12
= 2− 5 . 3 4

137
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

= 2−3 . 33
27
=
8
3 5

8 5 . 94 27
Jadi, hasil dari 1 1 adalah .

81 8 . 645 8

Kunci: C

Logaritma

1. Pembahasan soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPA/MIPA No Soal 4
1 1
Nilai x yang memenuhi 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 + √3) + 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 − √3) > 0 adalah ….
A. 𝑥 ≤ −√3 atau 0 < 𝑥 < 2
B. −2 < 𝑥 < −√3 atau √3 < 𝑥 < 2
C. √3 < 𝑥 < 2
D. −2 < 𝑥 < 2
E. −√3 < 𝑥 < 2

Pembahasan:
Untuk mendapatkan nilai x yang memenuhi dilakukan langkah-langkah
berikut.
Pada persamaan yang diketahui ada syarat bahwa 𝑥 + √3 > 0 dan
𝑥 − √3 > 0
Berdasarkan syarat itu maka diperoleh 𝑥 > √3 …. (1)
1 1
sehingga 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 + √3) + 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 − √3) > 0
1 1
⇔ 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 + √3)(𝑥 − √3) > 3 log 1

⇔ (𝑥 2 − 3) < 1

⇔ 𝑥2 < 4

⇔ −2 < 𝑥 < 2 …. (2)

138
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Dari (1) dan (2) diperoleh √3 < 𝑥 < 2


1 1
Jadi, nilai x yang memenuhi 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 + √3) + 3 𝑙𝑜𝑔(𝑥 − √3) > 0 adalah

√3 < 𝑥 < 2
Kunci: C

2. Pembahasan soal UN Tahun Pelajaran 2015/2016 Matematika SMA/MA


IPS No Soal 3

1
Nilai 3( 2log 𝑦) − 2log 𝑦 2 + 2log 𝑦 adalah ….

A. 1
B. 0
C. y
D. –1
E. –y

Pembahasan:
1
Untuk mendapatkan nilai 3( 2log 𝑦) − 2log 𝑦 2 + 2log 𝑦 dilakukan dengan

menggunakan sifat-sifat logaritma dan langkah-langkah berikut.


1 1
3( 2log 𝑦) − 2log 𝑦 2 + 2log 𝑦 = 2log 𝑦 3 − 2
log 𝑦 2 + 2log 𝑦

𝑦3 1
= 2log .
𝑦2 𝑦
= 2log 1
= 2log 20
=0
1
Jadi, nilai 3( 2log 𝑦) − 2log 𝑦 2 + 2log 𝑦 adalah 0.

Kunci: B

139
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

3. Pembahasan soal UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Matematika SMA/MA


IPS No Soal 2

Diketahui 5log 4 = 𝑚. Bentuk 25log 20 jika dinyatakan dalam m adalah ....


A. 𝑚 + 1
B. 𝑚 + 2
1
C. 𝑚+1
2
1 1
D. 𝑚+2
2
1 1
E. 𝑚−2
2

Pembahasan:
25 5
Untuk menyatakan log 20 dalam m jika diketahui log 4 = 𝑚 maka
dapat dilakukan dengan berawal dari persamaan yang diketahui dan
menggunakan sifat-sifat logaritma sebagai berikut.
5
25 log 20
log 20 = 5log 25

5
log 4 + 5log 5
= 5log 52

𝑀+1
= 2
1 1
= 2𝑚 + 2
1 1
Jadi, jika 5log 4 = 𝑚, maka 25log 20 dinyatakan dalam m adalah 2 𝑚 + 2

Kunci: D

B. Pengembangan Soal HOTS

Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) merupakan soal yang digunakan
untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan yang
diukur oleh soal HOTS adalah kemampuan berpikir yang tidak sekadar
mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa
melakukan pengolahan (recite). Soal HOTS pada konteks sesmen hasil belajar

140
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

memiliki karakteristik: 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2)


memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai
informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk
menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis.
Namun demikian, soal HOTS tidak berarti selalu memiliki tingkat kesukaran
yang sukar atau sangat sukar. Inti dari soal HOTS umumnya diselesaikan
dengan menggunakan kemampuan bernalar.
Apabila tingkat keterampilan berpikir (LOTS, MOTS, dan HOTS) akan
dikaitkan dengan Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson & Krathwohl,
maka dapat dibuat keterkaitan yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 3. Keterkaitan antara Tingkat Keterampilan Berpikir dan Taksonomi Bloom Hasil Revisi
Anderson & Krathwohl
Mencipta Mengkreasi ide/gagasan sendiri
Kata kerja: mengkonstruksi, desain,
kreasi, mengembangkan,
menulis, memformulasikan.
Evaluasi Mengambil keputusan sendiri
Kata Kerja: evaluasi, menilai,
HOTS
menyanggah, memutuskan,
memilih, mendukung.
Analisis Menspesifikasi aspek-aspek/elemen
Kata kerja: membandingkan, memeriksa,
menguji, mengkritisi,
menguji.
Aplikasi Menggunakan informasi pada domain
berbeda
Kata kerja: Menggunakan,
mendemostrasikan, mengilustrasikan,
MOTS mengoperasikan
Pemahaman Menjelaskan ide atau konsep
Kata kerja: menjelaskan,
mengklasifikasikan, menerima,
melaporkan
Pengetahuan Mengingat kembali
LOTS Kata kerja: mengingat,
mendaftar,mengulang, menirukan
Anderson dalam (Kemdikbud, 2015)

141
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kisi-kisi Soal

KISI-KISI UJIAN SOAL HOTS

Jenis Sekolah : Sekolah Menengah Atas (SMA)


Mata Pelajaran : Matematika
Alokasi Waktu : 60 menit
Jumlah Soal : 3 Soal
Tahun Pelajaran : 2019/2020

Kompetensi Lingkup Level Bentuk


NO Materi Indikator Soal No
yang diuji Materi Kognitif Soal

Menyelesai Fungsi Fungsi a. Peserta didik 1 L3 Uraian


1 kan Ekspo- Eksponen mampu (Penalaran)
masalah nen
menentukan
yang persamaan
berkaitan fungsi
dengan eksponen dari
fungsi banyaknya
eksponensi langkah dalam
al. kasus menara
Hanoi.

b. Peserta didik
mampu
menentukan
banyaknya
langkah dalam
kasus menara
Hanoi ketika
banyaknya
keping
diketahui.

Menyelesai Fungsi Fungsi


kan Ekspo- Eksponen a. Diberikan suatu 2 L3 Uraian
2
masalah nen situasi masalah (Penalaran)
yang yang secara
berkaitan implisit
dengan memuat fungsi
fungsi eksponensial

142
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

Kompetensi Lingkup Level Bentuk


NO Materi Indikator Soal No
yang diuji Materi Kognitif Soal
eksponensi dari
al. pertumbuhan
bakteri, peserta
didik mampu
menentukan
banyaknya
bakteri dalam
waktu yang
ditentukan.

b. Diberikan suatu
situasi masalah
yang secara
implisit
memuat fungsi
eksponensial
dari
pertumbuhan
bakteri, peserta
didik mampu
menentukan
waktu yang
diperlukan
untuk tumbuh
hingga
banyaknya
bakteri yang
ditentukan.

Menyelesai- Fungsi Fungsi Diberikan dua 3 L3 Uraian


3 kan soal Logarit Logaritma grafik fungsi (Penalaran)
terkait ma logaritma dalam
fungsi satu gambar sistem
logaritma. koordinat Cartesius,
peserta didik
mampu membuat
situasi masalah
yang dapat
dimodelkan oleh
grafik fungsi
logaritma yang
diberikan.

143
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kartu Soal

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran 2019/2020

Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013


Kelas : XI Bentuk Soal : Uraian
Mata Pelajaran : Matematika Nama Penyusun : Ibrahim
Buku Pengetahuan/
KOMPETENSI DASAR Aplikasi √ Penalaran
Sumber : Pemahaman
Mendeskripsikan dan RUMUSAN BUTIR SOAL
menentukan penyelesaian Nomor
fungsi eksponensial dan fungsi Menara Hanoi merupakan sebuah puzzle
Soal populer yang ditemukan oleh seorang
logaritma menggunakan
masalah kontekstual, serta 1 matematikawan Perancis Edouard Lucas
keberkaitanannya. pada abad 19. Terdapat 3 tiang untuk
LINGKUP MATERI meletakkan sejumlah disk berukuran
Fungsi Eksponen berbeda. Awalnya semua disk terletak
secara terurut pada tiang pertama, dari
MATERI yang paling besar ke yang paling kecil,
dengan disk terbesar berada paling bawah.
Semua disk akan dipindahkan ke tiang ke-
Fungsi Eksponen
dua, dengan aturan pindahkan satu-persatu,
dari satu tiang ke tiang lain, asal disk
tersebut tidak berada di atas disk yang lebih
kecil.
INDIKATOR SOAL
a. Tentukanlah persamaan fungsi
a. Peserta didik mampu eksponen dari banyaknya langkah
menentukan persamaan untuk memindahkan keping!
fungsi eksponen dari b. Memerlukan berapa langkah untuk
banyaknya langkah dalam memindahkan 64 disk di tiang pertama
kasus menara Hanoi. ke tiang ke-dua?
b. Peserta didik mampu
menentukan banyaknya
langkah dalam kasus
menara Hanoi ketika
banyaknya keping
diketahui.

144
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran 2019/2020

Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013


Kelas : XI Bentuk Soal : Uraian
Mata Pelajaran : Matematika Nama Penyusun : Ibrahim
Buku Pengetahuan/
KOMPETENSI DASAR Aplikasi √ Penalaran
Sumber : Pemahaman
Mendeskripsikan dan RUMUSAN BUTIR SOAL
menentukan penyelesaian Nomor
fungsi eksponensial dan fungsi Soal
logaritma menggunakan Sejumlah bakteri ditempatkan pada suatu
masalah kontekstual, serta 2 tempat yang diberi kondisi khusus
keberkaitanannya. sedemikian sehingga setiap 1000 bakteri
LINGKUP MATERI dalam selang waktu t jam berkembang
Fungsi Eksponen menjadi 1000  4𝑡 .
a. Berapa banyak bakteri (yang semula
MATERI 1000) itu dalam waktu:
(i) 30 menit pertama
Fungsi Eksponen
(ii) 2 jam pertama
INDIKATOR SOAL b. Dalam berapa jam 1000 bakteri itu
a. Diberikan suatu situasi menjadi 64000?
masalah yang secara
implisit memuat fungsi
eksponensial dari
pertumbuhan bakteri,
peserta didik mampu
menentukan banyaknya
bakteri dalam waktu yang
ditentukan.
b. Diberikan suatu situasi
masalah yang secara
implisit memuat fungsi
eksponensial dari
pertumbuhan bakteri,
peserta didik mampu
menentukan waktu yang
diperlukan untuk tumbuh
hingga banyaknya bakteri.

145
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


KARTU SOAL
Tahun Pelajaran 2019/2020

Jenis Sekolah : SMA Kurikulum : 2013


Kelas : XI Bentuk Soal : Uraian
Mata Pelajaran : Matematika Nama Penyusun : Ibrahim
Buku Pengetahuan/
KOMPETENSI DASAR Aplikasi √ Penalaran
Sumber : Pemahaman
Mendeskripsikan dan RUMUSAN BUTIR SOAL
menentukan penyelesaian Nomor
fungsi eksponensial dan fungsi Soal
logaritma menggunakan Perhatikan dua grafik fungsi logaritma di
masalah kontekstual, serta 3 bawah ini.
keberkaitanannya.
LINGKUP MATERI
Fungsi Logaritma

MATERI

Fungsi Logaritma

INDIKATOR SOAL
Diberikan dua grafik fungsi
logaritma dalam satu gambar
sistem koordinat Cartesius,
peserta didik mampu membuat
situasi masalah yang dapat
dimodelkan oleh grafik fungsi Buatlah masing-masing satu situasi masalah
logaritma yang diberikan. yang dapat dimodelkan oleh grafik fungsi
logaritma di atas!

146
Unit Pembelajaran
Eksponen dan Logaritma

KESIMPULAN

Pada unit Eksponen dan Logaritma di bahas dua materi utama yaitu Fungsi
Eksponen dan Fungsi Logaritma. Adapun dua materi, yaitu Persamaan
Eksponen dan Logaritma merupakan materi pendukung dan pengayaan.
Fungsi Eksponen dan Fungsi Logaritma memang tidak mempunyai banyak
aplikasi langsung dalam kehidupan nyata, namun demikian banyak digunakan
di dunia ilmiah, misalkan bagi para peneliti atau saintis. Oleh karena itu, guru
dalam merancang pembelajaran sebaiknya mengaitkan materi pembelajaran
dengan konteks tersebut. Hal ini dapat juga dijadikan motivasi bagi peserta
didik dalam dunia ilmiah.

Agar kompetensi dasar dapat tercapai dengan baik, perancangan aktivitas


pembelajaran merupakan salah satu unsur terpenting. Aktivitas yang baik
akan menghasilkan output pembelajaran yang baik pula. Merancang aktivitas
pembelajaran hendaknya memperhatikan alat, bahan, dan sarana yang
tersedia. Dalam merancang aktivitas pembelajaran, guru juga harus
memperhatikan kondisi peserta didik. Perlu diketahui dan penting bahwa
antara aktivitas dan LKPD merupakan dua komponen yang tidak dapat
dipisahkan satu sama lain.

UN merupakan salah satu evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan


untuk melihat ketercapaian hasil belajar peserta didik. Kemampuan peserta
didik dalam menjawab soal UN sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran.
Proses pembelajaran yang terencana dengan baik akan dapat mencapai nilai
UN yang baik.

Soal HOTS merupakan soal yang dirancang oleh guru sesuai kompetensi dasar
yang dapat melatih peserta didik agar dapat berpikir kritis dan kreatif, serta
berpikir matematis tingkat tinggi lainnya. Dengan mempertimbangkan
pentingnya HOTS maka pengembangan soal HOTS wajib dilakukan oleh guru.

147
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

UMPAN BALIK

Agar Saudara berhasil baik dalam mempelajari Eksponen dan Logaritma,


ikutilah petunjuk belajar berikut ini.
1. Bacalah uraian dan contoh-contoh dengan cermat dan berulang-ulang
sehingga Saudara benar-benar memahami dan menguasai materi yang ada
dalam unit ini.
2. Kerjakan contoh-contoh soal secara mandiri maupun berkelompok. Jika
Saudara mengalami kesulitan, maka ikutilah rambu-rambu atau penjelasan
dalam menjawab latihan.
3. Lakukanlah aktivitas-aktivitas yang dicontohkan oleh unit ini kepada
peserta didik Saudara di dalam kelas. Mintalah bantuan rekan guru,
instruktur atau pengawas untuk menjadi observer di kelas Saudara, ketika
Saudara melakukan aktivitas-aktivitas yang dicontohkan. Mintalah
bantuan dan saran mereka dalam rangka perbaikan pelaksanaan aktivitas-
aktivitas tersebut.
4. Jika Saudara masih mengalami kesulitan setelah mengikuti rambu-rambu
atau penjelasan dalam memahami materi serta melakukan aktivitas-
aktivitas yang terdapat di dalam subunit ini, mintalah bantuan instruktur,
pengawas atau narasumber yang ada.
5. Lakukan refleksi apakah Saudara telah memahami isi dari subunit ini.
Apabila Saudara belum memahami secara tuntas pelajari ulang subunit ini,
kembali baca dan diskusikan dengan teman dalam MGMP. Apabila Saudara
telah memahami dengan baik, cobalah kembangkan soal-soal dalam
bentuk yang lain dengan membaca referensi-referensi pendukung yang
ada.
Selamat belajar, selamat bekerja, semoga sukses.

148
Paket Unit Pembelajaran
Aljabar 2

PENUTUP

Paket unit pembelajaran Aljabar II ini terdiri dari 2 unit pembelajaran, yaitu
unit pembelajaran 1 Komposisi dan Invers Fungsi, serta unit pembelajaran 2
Eksponen dan Logaritma. Setiap unit berkaitan dengan satu atau lebih
Kompetensi Dasar yang tercantum dalam permendikbud no 37 tahun 2018.
Unit-unit tersebut sebaiknya dipelajari secara berurutan, namun bisa juga
dipelajari secara terpisah tergantung pada kebutuhan Saudara. Saudara dapat
langsung mempelajari unit-unit tertentu yang Saudara butuhkan tanpa
mempelajari unit sebelumnya.

Dengan belajar menggunakan unit-unit ini diharapkan Saudara dapat


meningkatkan kompetensi pembelajaran terkait materi Aljabar II dan juga
meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan dan menyelesaikan soal
HOTS terkait materi tersebut. Melalui materi-materi tersebut, diharapkan
Saudara dapat memfasilitasi siswa menguasai materi Aljabar II dengan baik.
Oleh karenanya, walaupun telah tuntas menguasai materi tersebut ini Saudara
diharapkan terus memperkaya diri dengan banyak membaca literatur lain,
memperbanyak contoh masalah, dan menerapkan strategi pembelajaran yang
efektif bagi siswa. Selain itu, Saudara diharapkan mendapatkan pengalaman
belajar bagaimana menguatkan banyak nilai karakter melalui permasalahan-
permasalahan terkait materi Aljabar II, seperti rasa ingin tahu, pantang
menyerah, teliti dan lain-lain

Paket unit pembelajaran ini diharapkan dapat pula digunakan sebagai bahan
belajar mandiri yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi guru.
Namun demikian, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam
buku ini. Buku ini masih jauh dari sempurna. Agar topik dan pembahasan pada
buku ini senantiasa relevan dengan perkembangan kebutuhan guru di
lapangan, penulis terbuka untuk menerima saran dan kritik terkait topik dan

151
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

isi buku ini. Untuk itu, saran yang membangun dari pembaca sangat
diharapkan untuk perbaikan buku ini di masa yang akan datang.

152
Paket Unit Pembelajaran
Aljabar 2

DAFTAR PUSTAKA

Barnett, R. A. (1987). College Algebra. New York: McGraw-Hill Book Company.

Dungsungnoen, D. S. (2016). Student’s Perceived Level and Teachers’ Teaching


Strategies of Higher Order Thinking Skills ; A Study on Higher
Educational Institutions in Thailand. Journal of Education and Practice ,
211 - 219.

Ibrahim dan Musaffi, N. S. (2013). Pengantar Teori Graf dan Kombinatorika.


Jakarta: Graha Ilmu.

Ibrahim. (2007). Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa


SMP dalam Matematika melalui Pendekatan Advokasi dengan
Penyajian Masalah Open-Ended. Tesis pada PPS UPI. Bandung: Tidak
Dipublikasikan.

Ibrahim. (2011). Peningkatan Kemampuan Komunikasi, Penalaran, dan


Pemecahan Masalah Matematis serta Kecerdasan Emosional melalui
Pembelajaran Berbasis-Masalah pada Siswa Sekolah Menengah Atas.
Disertasi pada PPS UPI. Bandung: Tidak Dipublikasikan.

Ibrahim. (2018). Modul Multisubject Teaching Matematika SMA: Persamaan


dan Pertidaksamaan II. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Guru Dan
Tenaga Kependidikan, Kemdikbud.

Kemdikbud. (2015). Penyusunan Soal High Order Thinking Skill;s (HOT'S).


Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA.

Kemdikbud. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik


Indonesia No. 37 Tahun 2018. Jakarta: Kemdikbud.

Kreyzig, E. (1988). Advanced Engineering Mathematics. Singapore: John Willey


& Sons.

Laily, A. H. (2007). Pendekatan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan


Kemampuan Siswa Mengaplikasikan Konsep Matematika. Tesis pada
PPS UPI. Bandung: Tidak Dipublikasikan.

153
Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Markaban dan Sutanti, T. (2018). Modul Multisubject Teaching Matematika


SMA: Relasi dan Fungsi. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Guru Dan
Tenaga Kependidikan, Kemendikbud.

Markaban, dkk. (2017). Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


Mapel Matematika SMA Kelompok Kompetensi B. Yogyakarta:
Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud.

Noormandiri, B. K., dan Endar, S. (2000). Matematika SMU untuk Kelas 3


Program IPA. Jakarta: Erlangga.

Richard G. B. (1994). Advanced Mathematics. California: Houghton Mifflin


Company.

Ron, L. (2008). Algebra 2: Concept and Skill. California: Key Curriculum Press.

Tim PPPG Matematika. (2004). Aljabar. Yogjakarta: PPPG Matematika.

Tim PPPG Matematika. (2012). Bahan Ajar Diklat Pasca UKA Guru Matematika.
Yogyakarta: PPPPTK Matematika.

Tim PPPG Matematika. (2015). Bahan Ajar Diklat Pasca UKG Mapel
Matematika SMA. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.

154