Anda di halaman 1dari 3

Iip Syarip Hidayatuloh

160104003

Titik Kritis Kehalalan Pangan Daging dan Ikan


Produk Sarden Saos Tomat (Pronas)

Diagram Alir Pembuatan Sarden


Iip Syarip Hidayatuloh
160104003

Titik Kritis Kehalalan Pangan Produk Sarden Saos Tomat :


1. Ikan Sardin
Ikan ini berasal dari laut, maka hewan yang berada di laut termasuk hewan halal walaupun
bangkai ikan tersebut, seperti bangkai belalang.
Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Telah dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah, adapun dua
macam bangkai adalah: (bangkai) belalang dan ikan, dan dua macam darah adalah limpa dan
hati.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
2. Air
Untuk mendapatkan air yang baik dan dapat digunakan sebagai bahan pangan maka tentunya
perlu adanya suatu proses yg ditempuh diantaranya dengan filter karbon aktif untuk
menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya.
Adapun karbon aktif yg biasa digunakan untuk filter yaitu arang kayu tanaman maupun tulang
hewan. Apabila arang aktif dibuat dari tulang hewan yang haram maka air tersebut juga bisa
menjadi haram. Arang tulang babi disinyalir banyak tersedia di pasaran atau tulang dari sapi
yang ga di sembelih secara islami.
3. Saus Tomat
Dalam bahan ini yg perlu dikritisi yaitu penambahan bahan pewarna alami Canthaxanthin,
jenisnya termasuk kelompok pigmen karotenoid. pigmen jenis ini bisa didapatkan hasil isolasi
dari jamur. Pewarna alami ini cenderung tidak stabil. Agar stabil, biasanya disalut atau
Iip Syarip Hidayatuloh
160104003
dicoating dengan bahan tertentu. Penyalut yang paling riskan adalah gelatin, karena 40%
gelatin dunia diproduksi dari kulit babi. Selain itu juga berasal dari kulit atau tulang sapi, dari
sapi pun harus dipastikan disembelih secara Islam. Tetapi dengan adanya kasus sapi gila,
produsen di Eropa cenderung menggunakan gelatin babi.
4. Gula
Gula didapatkan dari bahan yang berasal dari tanaman bisa disebut bahan baku gula tersebut
halal, akan tetapi kita perlu melihat dalam proses pembuatannya mulai dari proses ekstraksi,
penjernihan, evaporasi, kristalisasi, hingga pengeringan. Dalam tahapan-tahapan proses ini
bisa jadi bahan haram masuk dan mencemari gula pasir.
Salah satunya sama halnya dengan filter air. Selanjutnya, bahan lain yang ditambahkan pada
proses hidrolisis juga harus dicermati. Apabila menggunakan bahan sintetis kimia tentu tidak
masalah. Namun apabila menggunakan produk mikrobial, maka harus dipastikan bahwa media
yang dipakai untuk mengkulturkannya adalah media yang halal.
5. Bumbu-Bumbu (mengandung penguat rasa mononatrium glutamate)
Bumbu yang digunakan dalam produk ini yaitu rempah-rempah yang tak disebutkan satu per
satu dalam komposisi di kalengnya, tapi tidak perlu khawatir insyaallah rempah rempah
tersebut halal karena bahan baku dari tanaman. Yang perlu diperhatikan yaitu mononatrium
glutamate atau MSG. Bahan ini diproduksi dalam skala industri secara mikrobial dengan media
pertumbuhan (perkembangbiakan) bakteri yang beraneka macam.Salah satu media fermentasi
yang cukup dikenal dan meresahkan masyarakat di Indonesia adalah daging dead flesh (daging)
babi, disinilah titik kritis kehalalan penyedap rasa.
6. Pengental Tepung Tapioka
Dari sisi kehalalan tepung relatif tidak memiliki masalah, akan tetapi berbagai bahan improving
agent yang ditambahkan rentan terhadap cemaran bahan haram. Sebagai contoh, vitamin B1
(thiamine), vitamin B2 (riboflavin), dan asam folat (folic acid) yang bersumber dari tanaman
halal dikonsumsi. Vitamin-vitamin tersebut berubah status menjadi tidak halal manakala
diproduksi secara mikrobiologis menggunakan media yang tidak halal.
7. Garam
Tidak ada masalah dengan kehalalan garam yang dibuat dari air laut yang dikeringkan.

Kesimpulan
Dapat kita lihat titik kritis kehalalan dari produk sarden saos tomat pronas yang mana dalam
beberapa bahan baku pembuatannya terdapat banyak sekali titik kritisnya dan kemudian kita
juga melihat proses pengolahannya serta alat yang digunakan dikhawatirkan adanya cemaran
bahan haram masuk dalam proses dan tercemar pada alat.