Anda di halaman 1dari 4

Tugas Kelompok ke-4

(Minggu 10/Sesi 15)

TEAM 7

Nama Mahasiswa :

2301927512 – FAJAR ZULMI SOPIAN

2301927866 – HANNA HAFIFAH YASMIN SUPRIADY

2301928692 – MUHAMMAD RAYVAN

2301934316 - RAMBU CYNTIA VEROLITA

2301928755 – YUDDY MARDYANA

Buatlah sebuah deskripsi minimal 1 halaman Font: Times New Roman, ukuran: 12,
spasi: 1,5.

Menurut Anda, bagaimana kinerja pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia?

Berikan jawaban Anda berdasarkan nilai-nilai sila ke 5 Pancasila. Analisa anda harus
mencerminkan sikap kritis anda mengenai kasus yang dideskripsikan.

Analisa anda harus memuat referensi.

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


Menurut saya pembangunan sosial ekonomi di Indonesia sangatlah berpengaruh
dari sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi. Antara modal itu, manusia dan
pertumbuhan ekonomi sebetulnya terdapat hubungan yang saling mempengaruhi. ut.Pertama
adalah dari pertumbuhan ekonomi ke pembangunan manusia. Kinerja ekonomi
mempengaruhi pembangunan manusia, khususnya melalui aktivitas rumah tangga dan
pemerintah, selain adanya peran civil society seperti melalui organisasi masyarakat dan
lembaga swadaya masyarakat. Alokasi antar dan dalam lembaga-lembaga tersebut dan
perbedaan perilakunya dapat menjadi penyebab perbedaan kinerja pembangunan manusia
sekalipun tingkat kinerja ekonominya setara. Sayangya ekonomi di Indonesia sangatlah
timpang. Tingkat pembangunan manusia yang tinggi akan mempengaruhi perekonomian
melalui peningkatan kapabilitas penduduk dan konsekuensinya adalah juga pada produktifitas
dan kreatifitas mereka. Pendidikan dan kesehatan penduduk sangat menentukan kemampuan
untuk menyerap dan mengelola sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baik dalam kaitannya
dengan teknologi sampai kelembagaan yang penting bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan
pendidikan yang baik, pemanfaatan teknologi ataupun inovasi teknologi menjadi mungkin
untuk terjadi.

Ketika semua elemen lapisan itu dapat berinteraksi tanpa terpisah seperti jarak, status
sosial, atau kondisi geografis akan ada banyak nilai-nilai atau pandangan yang mungkin akan
menjadi cara pandang masyarakat untuk menyikapi hal ini.

Dengan meningkatkan pembangunan terhadap pendidikan seperti mengisi tenaga


pendidik dan pusat kesehatan masyarakat di kawasan perbatasan juga mendukung terhadap
kinerja pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia. Dan untuk pembangunan pendidikan bagi
masyarakat yang berada di daerah atau pun kota besar bisa didukung dengan adanya training
ataupun sertifikasi agar bisa memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia serta menyesuaikan
dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Dengan menggunakan sudut pandang Pancasila sebagai alat untuk mengamati


perkembangan kinerja pembangunan sosial ekonomi, diharapkan golongan di masyarakat
dapat dihindari dengan cara menghargai nilai-nilai yang ada.

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


Indonesia sendiri bisa dibilang masih mempunyai masalah terhadap ketimpangan ekonomi
begitu tinggi yang terjadi di masyarakat. Bisa dikatakan bahwa permasalahan ini sudah
terlihat jelas pada pembangunan ekonomi antara Pulau Jawa dan Pulau Papua, jika dilihat
menurut wilayah, daerah perkotaan memiliki angka ketimpangan sedang sedangkan wilayah
pedesaan angka ketimpangan rendah.

Namun sekarang ini pemerataan pembangunan sudah mulai diusahakan seperti di


daerah Papua misalnya, pembangunan trans Papua dan juga di realisasikannya kereta di luar
Pulau Jawa. Meskipun sebenarnya hal ini tidak membawa keuntungan besar bagi pemerintah,
tetapi ini demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dan sangat erat kaitannya
dengan sila kelima Pancasila. Membayar pajak secara teratur dan tidak melakukan tindakan
kriminalitas serta menaati peraturan hukum yang ada adalah beberapa contoh hal yang harus
dilakukan untuk mengurangi angka ketimpangan sosial secara perlahan, tentunya semua
bukan hanya harapan dan keinginan dari setiap warga negara namun bisa juga untuk
direalisasikan dan diwujudkan seperti nilai sila kelima Pancasila.

Jadi kesimpulannya adalah, kinerja pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia


masih belum mendekati sempurna jika dinilai dengan berdasarkan nilai sila ke lima Pancasila
“Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Hal ini dapat dilihat dengan masih adanya
kesenjangan sosial maupun ekonomi yang ada di kehidupan masyarakat sehari-hari, dimana
masih banyak penggolongan-penggolongan masyarakat sesuai dengan kemampuan ekonomi
dan tingkat sosialnya. Untuk membawa pembangunan sosial-ekonomi di Indonesia,
pemerintah telah menggunakan berbagai cara dan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk
mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi yang ada secara merata ke seluruh daerah di
Indonesia, seperti tunjangan kesehatan, bantuan dana bagi masyarakat yang tidak
berkecukupan, meresmikan penyalur BBM satu harga dan masih banyak lagi program lainnya
yang diharapkan dapat membantu masyarakat yang tidak mampu. Namun, diharapkan
prosedur yang harus dilalui oleh masyarakat tidak terlalu rumit dan malah menyusahkan.
Pihak-pihak pemerintah maupun penyelenggara kebijakan juga harus bersikap adil, dan jujur
sehingga semua program pemerintah dapat benar-benar terwujud tanpa diganggu oleh adanya
penggelapan dana maupun kasus korupsi. Dengan bantuan kerjasama masyarakat dan

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


pemerintah, niscaya kinerja pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia akan memenuhi
standar sesuai dengan makna nilai sila kelima Pancasila.

Sumber referensi :

https://media.neliti.com/media/publications/59791-ID-pembangunan-manusia-dan-kinerja-
ekonomi.pdf

https://news.detik.com/kolom/d-4153925/kualitas-pertumbuhan-ekonomi-indonesia

https://www.kppod.org/berita/view?id=592

CHAR6019 – Character Building: Pancasila

Anda mungkin juga menyukai