Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

Adaptasi dan Seleksi Alam


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Evolusi

Disusun oleh :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018

i
Kata Pengantar

ii
Daftar Isi
Cover ...............................................................................................................
Kata pengantar .................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ............................................................................................
1.2 Rumusan masalah.......................................................................................
1.3 Tujuan .......................................................................................................
1.4 Manfaat ......................................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Adaptasi ...................................................................................
2.2 Jenis Adaptasi Pada hewan ........................................................................
2.3 Sejarah Seleksi Alam .................................................................................
2.4 Hukum-Hukum Yang Melatar Belakangi Seleksi Alam ............................
2.5 Pengertian Seleksi Alam ............................................................................
2.6 Macam-macam Seleksi Alam ....................................................................
2.7 Contoh Seleksi Alam .................................................................................
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ...............................................................................................
3.2 Saran ..........................................................................................................
Daftar Pustaka

iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan kita tak pernah terlepas dari orang lain, yang mana kita
membutuhkan mereka sebagai pelengkap dalam hidup kita, akan tetapi sebelum
kita mengenal siapa mereka dan bagaimana mereka kita harus bisa beradaptasi
dengan mereka terlebih dahulu. Individu merupakan organisme tunggal, tanpa
bantuan dari orang lain kita tidak bisa hidup sempurna. Jika diperhatikan hewan-
hewan yang ada di sekitar kita, kita akan melihat bahwa setiap hewan diciptakan
Tuhan dengan unik. Makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan) selalu
berkembang selama berjuta-juta tahun. Menunjukkan bahwa, perkembangan
makhluk hidup dari nenek moyang terdahulu terus berkesinambungan hingga
sekarang dengan berbagai proses yang dilewati. Bisa jadi makhluk hidup tersebut
merupakan perkembangan menuju bentuk yang kompleks atau sebaliknya. Baik
mamalia besar seperti gajah, kerbau, kuda, hingga serangga kecil seperti lebah,
kupu-kupu dan belalang diberi tuhan kemampuan dan bentuk tubuh yang paling
sesuai dengan tempat dan cara hidupnya. Adaptasi merupakan bentuk penyuasaian
yang dilakukan makhluk hidup agar bisa betahan hidup dalam lingkungannya,
terlebih lingkungan yang baru, bukan hanya pada manusia saja tetapi juga pada
hewan dan juga tumbuhan, mereka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan
dimana mereka berada, demi mempertahankan kelangsungan hidup atau dalam
mempertahankan hidupnya. Salah satu penyebab kepunahan makhluk hidup
adalah ketidakmampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungan.
Misalnya, ketika memindahkan seekor ikan yang diambil dari habitat aslinya ke
dalam kolam ikan buatan sendiri. Beberapa hari kemudian ikan yang dipelihara
mati. Kematian ikan ini disebabkan ikan tersebut tidak mampu beradaptasi dengan
lingkungan barunya. Maka jelaslah bahwa makhluk hidup yang tidak beradaptasi
dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan.
Selama kehidupan masih tetap berlangsung, kejadian-kejadian alam akan
terus menyertai aktifitas kehidupan setiap organisme yang ada didunia. Setiap
saat berlangsung peristiwa-peristiwa alam yang erat hubungannya dengan

iv
kelangsungan hidup organisme yang ada di dalam nya, seperti banjir,
gunungmeletus, wabah penyakit, tanah longsor, badai, angin topan, gempa bumi
dan sebagainya. Keadaan ini dapat diartikan bahwa alam telah melakukan seleksi
terhadap organisme yang ada di dalamnya. Apabila organisme tersebut mampu
beradaptasi, maka organisme tersebut akan dapat bertahan hidup, tetapi bagi
organisme yang tidak mampu beradaptasi akan mati dan akhirnya punah.
Peristiwa inilah yang disebutdengan seleksi alam yang erat kaitannya dengan jenis
(spesies), macam (varian),rantai makanan, perkembangbiakan secara kawin,
genetika dan adaptasi. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis berinisiatif untuk
membuat makalah mengenai adaptasi dan seleksi alam.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari adaptasi?
2. Jelaskan jenis- jenis adaptasi?
3. Bagaimana sejarah seleksi alam?
4. Bagaimana hukum-hukum yang melatar belakangi seleksi alam?
5. Apa pengertian dari seleksi alam?
6. Apa saja macam-macam seleksi alam?
7. Apa saja contoh dari seleksi alam?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian adaptasi.
2. Untuk mengetahui jenis- jenis adaptasi.
3. Untuk mengetahui sejarah seleksi alam.
4. Untuk mengetahui hukum-hukum yang melatar belakangi seleksi alam.
5. Untuk mengetahui pengertian dari seleksi alam.
6. Untuk mengetahui macam-macam seleksi alam.
7. Untuk mengetahui contoh dari seleksi alam.

1.4 Manfaat
1. Mengetahui pengertian adaptasi
2. Mengetahui jenis-jenis adaptasi

v
3. Mengetahui sejarah seleksi alam
4. Mengetahui hukum-hukum yang melatar belakangi seleksi alam
5. Mengetahui pengertian dari seleksi alam
6. Mengetahui macam-macam seleksi alam
7. Mengetahui contoh dari seleksi alam

vi
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian adaptasi
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya disebut adaptasi. Adaptasi ini bertujuan untuk
mempertahankan hidupnya. Tiap jenis makhluk hidup memiliki cara-cara
adaptasi yang berbeda terhadap lingkungannya (Endah, 2011).
Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk :
 Memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
 Mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
 Mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
 Merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya (Sutantri, 2014).

2.2 Jenis Adaptasi pada hewan


a. Adaptasi Morfologi
Penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh,
struktur tubuh atau alat-alat tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya
(Sutantri, 2014).
Contoh dari adaptasi morfologi :
 Bentuk paruh
1) Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai
untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi untuk
menghancurkan biji tersebut.
2) Burung elang mempunyai paruh yang kuat, tajam dan melengkung bagia
ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
3) Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh ini
sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlupur atau di air.
4) Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang kuat dan runcing. Paruh
burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon.
Dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.

vii
5) Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk
paruh seperti ini memudahkan untuk menghisap nektar.
6) Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh yang demikian
memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air (Sutantri, 2014).
Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada kesesuaian antara
bentuk paruh burung dengan jenis makanannya (Sutantri, 2014).
 Bentuk kaki
1) Bentuk kaki burung kakatua untuk memanjat, selain itu juga untuk
memegang makanan.
2) Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
3) Burung elang mempunyai kaki kuat dan kuku yang tajam, kaki ini untuk
mencengkeram mangsanya.
4) Burung pipit mempunyai kaki yang langsing yaitu untuk bertengger.
5) Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.
6) Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk
memanjat
(Endah, 2011).
 Jenis mulut
1) Mulut penghisap, serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh
makanan.
2) Mulut penusuk, nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan
penghisap. Mulutnya dapat menghisap makanan berupa darah manusia
atau hewan.
3) Mulut penggigit dan pengunyah, jangkrik mempunyai bentuk mulut
penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk
menguyah makanan yang berupa daun.
Mulut penyerap, lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya.
Alat penyerap ini seperti spons (gabus), alat ini untuk menyerap makanan
terutama yang berupa cairan (Endah, 2011).
 Bentuk gigi pada hewan

viii
Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan
tajam untuk makan daging, sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau,
biri-biri, domba tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak
dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk mengunyah
makanan (Ariyantini, 2008).
b. Adaptasi Fisiologi
Adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang
menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan
hidup dengan baik.
Contoh adaptasi fisiologi pada hewan :
1) Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas.
Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang
pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah yang
banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.
2) Beruang kutub dan anjing laut
Beruang kutub dan anjing laut mempunyai lapisan lemak yang tebal
untuk bertahan hidup di daerah yang dingin. Beruang kutub hidup di
daerah kutub yang dingin. Hewan yang hidup di daerah dingin mempunyai
bentuk kaki yang besar dan lebar untuk berjalan di salju. Bulunya tebal
dan telinganya kecil untuk mengurangi kehilangan panas.
3) Pinguin
Pinguin merupakan hewan yang hidup di daerah kutub yang bersuhu
dingin. Sejak lahir pinguin memiliki bulu yang tebal. Bulu yang tebal ini
membuatnya merasa hangat walaupun berada di daerah yang dingin. Hal
ini merupakan bentuk penyesuaian diri pinguin terhadap lingkungannya
(Ariyantini, 2008).
c. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian tigkah laku makhluk hidup
terhadap lingkungan tempat hidupnya. Contoh dari adaptasi tingkah lau pada
hewan adalah sebagai berikut :

ix
1). Cumi-cumi, dan gurita
Cumi-cumi, dan gurita hidup di laut, ketika diserang musuh
hewan-hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air
menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini melarikan diri. Cumi-cumi
dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.
2) Cicak dan kadal
Cicak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh,
tindakan hewan memutuskan bagian tubuhnya disebut dengan autotomi.
Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi musuhnya.
3) Paus
Paus merupakan hewan mamalia yang hidup di air. Mereka
bernapas dengan paru-paru. Untuk menghirup udara yang mengandung
oksigen, hewan tersebut muncul ke permukaan air. Setiap paus muncul ke
permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-
parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter. Setelah itu, paus akan
menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak itu, paus mampu
bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat muncul
kembali di permukaan air, hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui
lubang hidung, seperti pancaran air mancur. Sisa oksidasi ini berupa
karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami
pengembunan (kondensasi).
4) Kura-kura
Beberapa hewan melewati musim dingin dengan tetap giat mencari
makan. Sementara itu hewan yang lain bertahan hidup dengan terlelap
dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi. Ciri-ciri hewan yang
melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan
pernapasan sangat lambat. Tujuannya untuk menghindari cuaca yang
sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi.
5) Bunglon
Bunglon dapat megubah warna kulit sesuai dengan warna
lingkungannya. Misalnya di daun yang berwarna hijau bunglon berwarna

x
hijau. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri
dinamakan mimikri.
6) Belalang daun
Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari
makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga
tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan
belalang tersebut (Ariyantini, 2008).

2.3 Sejarah Seleksi Alam

Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert


Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di
pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebgai
bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori
evolusi. Charles Darwin mengeluarkan dua buah buku yang memberikan andil
yang cukup penting bagi perkembangan teori evolusi, yakni :

1. On the origin of species by means of natural selections - tahun 1859.


Darwin menelusuri asal-usul manusia berdasarkan bukti sisa-sisa
kehidupan masa lalu. Sayangnya, ia tidak menemukan jawabannya, karena
saat itu belum ditemukan fosil hominid yang menunjukkan evolusi ke arah
manusia. Ia hanya menyimpulkan makhluk hidup saat ini merupakan hasil
proses evolusi yang sangat panjang, dari makhluk bersel satu yang
membelah menjadi makhluk bersel banyak. Ia pun yakin bahwa umur
bumi sangat tua dan manusia sudah sangat panjang riwayatnya. Namun,
baginya, asal-usul manusia tetap masih menjadi tanda Tanya (Aziz, 2013).
2. The descent of man - tahun 1857
Dua inti pokok dari teori darwin :

a. Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang
berasal dari masa lampau.
b. Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections)

xi
Persamaan teori lamack dengan tori darwin adalah evolusi sama-sama
terjadi karena pengaruh faktor lingkungan. Sedangkan perbedaannya adalah pada
yang menyebabkan perubahan makhluk hidup, di mana lamarck disebabkan oleh
kuantitas penggunaan organ tubuh, sedangkan darwin pada seleksi alam
(Nusantari, 2013).

2.4 Hukum-Hukum Yang Melatar Belakangi Seleksi Alam

Pemikiran Darwin menyatakan bahwa bentuk mahluk hidup dengan


struktur baru yang disebutnya sebagai bentuk modern, adalah diperoleh dari
makhluk hidup dari warisan makhluk hidup yang telah ada sebelumnya tetapi
dengan suatu modifikasi. Modifikasi makhluk individu merupakan adaptasi
terhadap lingkungannya. Individu yang mempunyai kecocokan yang lebih besar
dengan lingkungannyalah yang mampu bertahan, karena itu lingkungannya
berperan sebagai penyeleksi terhadap kelestarian makhluk hidup dari generasi
kegenerasi, sehingga kemudian disebut dengan istilah seleksi alam. Seleksi alam
menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan
diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki
keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan
punah.
Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman
hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang
akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini
berlangsung, tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa
akan tetap menjadi rusa.

Maka pengertian seleksi alam menurut Darwin dapat dideskripsikan


sebagai barikut :
1. Di alam, individu-individu berbeda dengan sesamanya
2. Perbedaan ini meskipun hanya sebagian kecil saja, ditentukan oleh faktor
yang diteruskan melalui pewarisan sifat

xii
3. Kapanpun perbedaan-perbedaan ini menyangkut ketahanan, yaitu
keberhasilan bertahan sampai usia reproduksi, sehingga makhluk hidup
mampu memberikan keturunan (Vitasari, 2013).

Seleksi alam berperan sebagai mekanisme pengeliminasi individu-individu


lemah dalam suatu spesies. Ini adalah kekuatan konservasi yang menjaga spesies
yang ada dari kepunahan. Namun mekanisme ini tidak memiliki kemampuan
mengubah satu spesies ke spesies lain. Seleksi alam hanya mengeliminir individu-
individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan
habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi
genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu
menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan
mengatakan: "Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-
variasi menguntungkan berkebetulan terjadi". Karena itulah neo-Darwinisme
harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai "penyebab
perubahan-perubahan menguntungkan". Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat,
mutasi hanya dapat men-jadi "penyebab perubahan-perubahan merugikan".
Teori Darwin tentang evolusi melalui seleksi alam didasarkan pada dua
fakta sederhana yaitu:
a. Adanya variabilitas
b. Kesamaan antara induk dan keturunannya, dan satu kesimpulan bahwa
variasi-variasi yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

xiii
kemungkinan makhluk hidup untuk tertahan dan berproduksi.darwin
percaya bahwa perubahan kondisi akan menghasilkan variasi baru. Ini
merupakan hasil yang segera tampak sebagai akibat adanya seleksi dan
akhirnya menghasilkan perubahan evolutif yang tetap (Swara, 2013).
Tidak dipungkiri lagi ide Darwin tentang seleksi alam merupakan konsep
biologi yang sangat penting. Ide seleksi alam sebagai mekanisme evolusi
didasarkan pada beberapa ide yaitu :
Mahluk hidup yang dilahirkan jauh lebih banyak daripada mahluk hidup yang
dapat bertahan pada keadaan lingkungan dengan makanan terbatas. Ketersediaan
kebutuhan hidup yang terbatas mengakibatkan terjadinya kompetisi di antara
mahluk hidup. Kompetisi terjadi sangat hebat di antara individu-individu yang
sama jenisnya, karena mereka memiliki keperluan atau kebutuhan hidup yang
sama.

Teori-teori tentang seleksi alam


a. J.B Lamarck

Jean Baptiste Lamarck (1774-1829) adalah seorang ahli biologi dari


Perancis yang membuat suatu teori mengenai makhluk hidup yang sederhana
dengan yang modern mamiliki suatu hubungan asal-muasal. Teori Lamarck
dikenal dengan paham "use and disuse" dari buku Philosophie Zoologique yang
sudah tidak dapat diterima alias gagal.

Dalam bukunya lamarck menjelaskan teorinya dengan inti sari sebagai


berikut di bawah ini :

1) Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup


yang sempurna / modern dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
2) Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitarnya dengan menggunakan organ tubuhnya.

xiv
3) Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf
yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah
digunakan akan menghilang.
4) Perubahan organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi
berikutnya atau keturunannya.
b. Charles Darwin
Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert
Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di
pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebgai
bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori
evolusi. Charles Darwin mengeluarkan dua buah buku yang memberikan andil
yang cukup penting bagi perkembangan teori evolusi, yakni :
1) On the origin of species by means of natural selections - tahun 1859
2) The descent of man - tahun 1857

Dua inti pokok dari teori darwin :


1) Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang
berasal dari masa lampau.
2) Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections)
Teori evolusi Count de Buffon (1707-1788). Buffon berpendapat bahwa
variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga
terjadi penimbunan variasi.
c. Alfred Russel Wallace (1823-1913) mengadakan pengamatan tentang
adanya penyebaran flora dan fauna di wilayah oriental yaitu Sumatera, Jawa,
dan Kalimantan yang ternyata mempunyai banyak persamaan dengan wilayah
Australia dan Maluku serta Sulawesi sebagai daerah transisi. Dengan gagasan
dan teori kedua tokoh yaitu, Malthus dan Wallace, maka Darwin
menggunakan teori evolusinya lebih lanjut. Ide-ide Darwin berdasarkan hasil
observasinya antara lain seperti berikut.

xv
1) Tidak ada individu yang sama. Antara individu satu dengan yang lainnya
mempunyai perbedaan atau variasi walaupun dalam satu spesies dan
variasi tersebut bersifat menurun.
2) Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena mempunyai
kemampuan untuk bereproduksi.
3) Bertambahnya populasi tidak akan berjalan terus-menerus, tetapi kenaikan
populasi akan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas.
4) Jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada individu yang
dapat bertahan hidup.
5) Individu-individu akan mengadakan persaingan untuk mendapatkan
makanan agar dapat mempertahankan hidupnya.
6) Adanya seleksi alam akan mengakibatkan individu harus beradaptasi
dengan lingkungannya. Individu yang dapat beradaptasi akan dapat terus
hidup dan akan mewariskan sifat-sifatnya pada keturunannya.

2.5 Pengertian Seleksi Alam

Seleksi alam adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk memilih
makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan makhluk hidup yang tidak
dapat terus bertahan hidup. Makhluk hidup yang terus dapat bertahan hidup akan
tetap hidup sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup akan mati.
Selama kehidupan di bumi ini terus berlangsung, peristiwa alam juga akan terus
berlangsung menyertai aktivitas kehidupan makhluk hidup. Peristiwa alam
tersebut dapat berlangsung setiap saat dan setiap waktu tanpa adanya kesiapan
dari makhluk hidup yang ada di alam ini. Peristiwa alam tersebut erat
hubungannya dengan kelangsungan hidup makhluk hidup seperti banjir, tanah
longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan bencana alam lain.
Keadaan tersebut dapat di artikan bahwa alam telah melakukan seleksi
terhadap mahluk hidup yang ada di dalamnya. Mahluk hidup yang mampu
bertahan hidup akan dapat bertahan hidup, sedangkan mahluk hidup yang tidak
bertahan hidup akan mati dan mengalami kepunahan. Seleksi alam erat kaitannya

xvi
dengan jenis (spesies), macam (varian), rantai makanan, jaring-jaring makanan,
perkembangbiakan secara kawin, genetika dan adptasi. Proses perubahan karena
seleksi alam tersebut berlangsung secara perlahan, sedikit demi sedikit, dan dalam
jangka waktu yang relatif sangat lama (ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun).
Seleksi alam adalah keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi
(kemampuan individu yang tidak sama untuk bertahan hidup dan reproduksi),
seleksi alam terjadi melalui suatu interaksi antara lingkungan dan
keanekaragaman yang melekat diantara individu organisme yang menyusun suatu
populasi. Produk seleksi alam adalah adaptasi pepoulasi organisme dengan
lingkungannya. Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori
bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama
kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi
dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk
mempertahankan hidupnya.
Teori seleksi alam bersandar pada tiga prinsip utama :
a. Pada setiap generasi dihasilkan keturunan yang jumlahnya banyak, lebih
banyak daripada yang dapat didukung oleh sumber-sumber terbats
(makanan, air, tempat teduh dan pasangan kawin)
b. Terdapat variasi yang dapat diwariskan dalam populasi keturunan yang
terlalu besar.
c. Terjadi kompetisi demi kesintasan, yang menyebabkan varian-varian yang
teradaptasi denga lebih baik terhadap lingkungan tertentulah yang akan
berhasil dan menghasilkan keturunan yang mewarisi sifat-sifat adaptif
tersebut.
Seleksi Alam merupakan suatu populasi memiliki kemampuan yang sama
untuk bertahan hidup dan menghasilkan keturunan. Populasi terdiri dari individu
yang bervariasi dan rata-rata beberapa varian menghasilkan lebih banyak
keturunan dibandingkan yang lain. Keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi
ini adalah seleksi alam dan alel akan diturunkan ke generasi berikutnya.
Seluk-beluk seleksi alami adalah pentingnya populasi dalam evolusi.
Suatu populasi adalah satuan terkecil yang dapat berkembang. Evolusi dapat

xvii
diukur sebagai peruahan dalam pembagian relative variasi dalam suatu populasi
selama beberapa generasi. Contoh kerja seleksi alam adalah kegiatan para saintis
menguji hipotesis Darwin bahwa paruh burung Finch Galapagus merupakan
adaptasi evolusioner terhadap sumber makanan yang berbeda.
Masih jelas teringat di benak kita tentang teori evolusinya yang
menceritakan bahwa awalnya jerapah ada yang berleher pendek dan ada yang
berleher panjang. Lalu jerapah yang berleher panjang lebih mudah menjangkau
daun-daun muda yang tempatnya memang lebih tinggi dibandingkan dengan
jerapah berleher pendek. Akhirnya, jerapah berleher panjang dapat bertahan hidup
dan jerapah berleher pendek perlahan-lahan akan punah. Ini yang disebut Charles
Darwin sebagai “Seleksi Alam”.
Seleksi alam adalah proses dimana mutasi genetika yang meningkatkan
reproduksi menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke generasi
yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang
“terbukti sendiri” karena:
a. Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
b. Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup.
c. Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup
dan bereproduksi.
Kondisi-kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk
bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat
yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya,
sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke
generasi selanjutnya.

2.6 Macam-macam Seleksi Alam


Seleksi alam dalam sebuah populasi untuk sebuah sifat yang nilainya
bervariasi, misalnya tinggi badan, dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Yang
pertama adalah seleksi berarah (directional selection), yang merupakan geseran
nilai rata-rata sifat dalam selang waktu tertentu, misalnya organisme cenderung
menjadi lebih tinggi. Kedua, seleksi pemutus (disruptive selection), merupakan

xviii
seleksi nilai ekstrem, dan sering mengakibatkan dua nilai yang berbeda menjadi
lebih umum (dengan menyeleksi keluar nilai rata-rata). Hal ini terjadi apabila baik
organisme yang pendek ataupun panjang menguntungkan, sedangkan organisme
dengan tinggi sedang tidak. Ketiga, seleksi pemantap (stabilizing selection), yaitu
seleksi terhadap nilai-nilai ektrem, menyebabkan penurunan variasi di sekitar nilai
rata-rata. Hal ini dapat menyebabkan organisme secara pelahan memiliki tinggi
badan yang sama.
a. Seleksi Penstabilan
Seleksi alamiah sering bekerja untuk menyingkirkan individu dari kedua
fenotip ekstrim tersebut,di samping meningkatkan keberhasilan reproduksi fenotip
yang mendekati nilai rata-rata. Dalam hal yang demikian, seleksi alamiah
merupakan kekuatan yang bekerja untuk memelihara suatu keadaan tetap pada
saat tertentu. Misalnya, ekor panjang dan ekor pendek itu keduanya tidak
menguntungkan bagi tikus. Faktor-faktor yang mungkin melibatkan seperti halnya
daya tarik pada lawan jenis, kemudahan gerak, kerugian karena pemangsa. Pada
manusia misalnya, insiden mortalitas bayi itu lebih tinggi baik pada bayi dengan
bobot sangat berat maupun dengan bobot yang sangat ringan. Jadi bayi dengan
bobot rata-rata pada waktu lahir terseleksi,dan yang bobotnya pada kedua ekstrim
itu tersingkir. Polimorfisme berimbang yang terjadi karena kemampuan superior
heterozigot merupakan contoh yang lain.
b. Seleksi Berarah
Suatu populasi mungkin dapat berada dalam keadaan dimana individu-
individu yang menempati satu ekstrim dari kisaran fenotiplebih disukai daripada
yang lain-lain. Hal ini terjadi akibat perubahan pada lingkungan fisiknya. Polusi
udara yang disebabkan oleh revolusi industri di Britania Raya berakibat evolusi
populasi berwarna lebih gelap pada banyak sekali spesies ngengat-melanisme
industri. Pergeseran fenotip ini biasa disebut penggantian ciri. Ini adalah akibat
dari seleksi berarah. Jadi seleksi berarah adalah kekuatan dinamis yang
menyebabkan perubahan progressif dalm genotip dan oleh karena itu perubahan
evolusioner.

xix
Gambar diatas menunjukkan bahwa ada tiga cara seleksi alamiah yang
dapat mengubah distribusi fenotipe populasi. Pada setiap kasus, sumbu X
merupakan kisaran variasi sifat yang dipertimbangkan sedangkan sumbu Y
merupakan kisaran jumlah individu dalam populasi di tempat tersebut.
Grafik sebelah kiri menunjukkan seleksi penstabilan bekerja melawan
individu yang ekstrim dari sifat yang terseleksi. Polimorfisme berimbang
merupakan salah satu contoh seleksi penstabilan. Grafik tengah menunjukkan
seleksi berarah menguntungkan fenotipe pada stu ujung kisaran tersebut, sehingga
menimbulkan pergeseran bertahap dalam distribusi fenotipe pada populasi tadi.
Grafik kanan menunjukkan seleksi distruptif menguntungkan tipe ekstrim di ats
tipe intermediate. Hal ini dapat menyebabkan pemisahan populasi itu menjadi dua
subpopulasi.
c. Seleksi Disruptif
Tampaknya ada keadaan tertentu dimana individu pada kedua ekstrim dar
kisaran fenotipnya lebih sesuai dari pada yang terdapat di tengah-tengah. Hal ini
dinamakan seleksi disruptif atau seleksi terganggu. Arti penting evulisionermya
terdapat pada kenyataan bahwa seleksi disruptif itu dapat menimbulkan
terpecahnya lungkang (pool) gen tungal menjadi dua lungkang gen yang berbeda.
Hal ini dapat merupakan suatu cara pembentukan spesies baru.

xx
Residu dari operasi pertambahan sering kali mengandung ion metal
toksik dalam konsentrasi sangat tinggi, sehingga sebagian besar tumbuhan tak
dapat tumbuhan ditempat tersebut. Akan tetapi, beberapa spesies yang kuat,
misalnya rumput tertentu, mampu mentebar dari tanah sekitarnya yang tak
terkontaminasi sampai diatas timbunan limbah tersebut. Pemeriksaan pada
tumbuhan ini memperlihatkan bahwa mereka telah mengembangkan daya tahan
yang tinggi terhadap ion-ion toksik, disamping itu pada saat yang sama
mengembangkan pula kekurangmampuan tumbuh pada tanah yang tak
terkontaminasi. Karena penyerbukan pada rumput terjadi oleh angin, maka terjadi
persilangan antara populasi yang resisten dan tak resisten, namun akhirnya terjadi
seleksi disruptif. Laju kematian yang lebih tinggi pada tumbuhan yang kurang
resisten yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi, dibandingkan dengan laju
kematian yang lebih tinggi pada tumbuhan yang lebih resisten yang tumbuh pada
tanah yang tak terkontaminasi, menyebabkan divergensi meningkat dan
populasinya terbagi menjadi dua sub populasi dengan perwujudan ekstrim sifat
ini.
Kasus khusus seleksi alam adalah seleksi seksual, yang merupakan seleksi
untuk sifat-sifat yang meningkatkan keberhasilan perkawinan dengan
meningkatkan daya tarik suatu organisme. Sifat-sifat yang berevolusi melalui
seleksi seksual utamanya terdapat pada pejantan beberapa spesies hewan.
Walaupun sifat ini dapat menurunkan keberlangsungan hidup individu jantan
tersebut (misalnya pada tanduk rusa yang besar dan warna yang cerah dapat
menarik predator). Ketidakuntungan keberlangsungan hidup ini diseimbangkan
oleh keberhasilan reproduksi yang lebih tinggi pada penjantan.
Bidang riset yang aktif pada saat ini adalah satuan seleksi, dengan seleksi
alam diajukan bekerja pada tingkat gen, sel, organisme individu, kelompok
organisme, dan bahkan spesies. Dari model-model ini, tiada yang eksklusif, dan
seleksi dapat bekerja pada beberapa tingkatan secara serentak. Di bawah tingkat
individu, gen yang disebut transposon berusaha menkopi dirinya di seluruh
genom. Seleksi pada tingkat di atas individu, seperti seleksi kelompok, dapat
mengijinkan evolusi ko-operasi.

xxi
2.7 Contoh-contoh seleksi alam
a. Terjadinya spesies baru burung Finch di Kepulauan Galapagos
Kepulauan Galapagos berada di kawasan Amerika Selatan. Pada waktu
melakukan ekspedisi di Kepulauan Galapagos, Darwin menemukan berbagai jenis
burung yang sebelumnya tidak pernah dikenal. Burung-burung memiliki paruh
dan kebiasaan makan yang berbeda-beda. Darwin memeperkirakan burung-
burung tersebut merupakan keturunan burung Finch yang berasal dari daratan
Amerika Selatan. Pada mulanya lingkungan dan makanannya yang baru. Lama-
kelamaan muncullah berbagai spesies burung Finch yang baru. Berung Finch yang
tidak dapat beradaptasi akan terseleksi, sehingga hanya burung-burung Finch yang
mampu beradaptasi saja yang dapat bertahan hidup.

b. Jerapah yang berleher panjang

Menurut Darwin, pada mulanya tidak semua jerapah berleher panjang. Oleh
karena sumber makanan mereka yang berupa daun-daun muda di pucuk-pucuk

xxii
pohon yang tinggi, hanya zarafah berleher panjang saja yang dapat bertahan
hidup. Zarafah-zarafah berleher pendek punah terseleksi oleh alam.

b. Punahnya dinosaurus dan reptil-reptil raksasa

Punahnya dinosaurus dan reptil-reptil raksasa lainnya diduga karena tidak


dapat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi pada
zaman Mesozoikum 180 juta tahun yang lalu. Para peneliti menduga bahwa pada
saat itu terjadi tabrakan antara bumi dan meteor. Tabrakan tersebut menyebabkan
bumi tertutup debu. Akibatnya, sinar matahari tidak sampai ke permukaan bumi.
Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis dan akhirnya
mati. Matinya tumbuhan diikuti dengan matinya dinosaurus pemakan rumbuh-
tumbuhan dan akhirnya dinosaurus pemakan daging juga mati.

xxiii
Contoh seleksi alam pada manusia

Manusia merupakan organisme paling maju di bumi. Manusia, organisme


yang tidak mempunyai senjata untuk membela diri, merupakan satu-satunya
organisme yang kemudian menggunakan kemampuan otak untuk dapat bertahan
hidup. Secara umum terlihat bahwa evolusi memberikan kecenderungan
penyempurnaan. Hal-hal baik dipertahankan, sedangkan hal yang buruk terseleksi
dan punah. Salah satu hal baik yang selalu kita jumpai adalah pertambahan ukuran
yang berarti evolusi menuju kepada komponen tersier.

Seleksi alam dalam sebuah populasi untuk sebuah sifat yang nilainya
bervariasi, misalnya tinggi badan, dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Yang
pertama adalah seleksi berarah (directional selection), yang merupakan geseran
nilai rata-rata sifat dalam selang waktu tertentu, misalnya organisme cenderung
menjadi lebih tinggi. Kedua, seleksi pemutus (disruptive selection), merupakan
seleksi nilai ekstrem, dan sering mengakibatkan dua nilai yang berbeda menjadi
lebih umum (dengan menyeleksi keluar nilai rata-rata). Hal ini terjadi apabila baik
organisme yang pendek ataupun panjang menguntungkan, sedangkan organisme
dengan tinggi menengah tidak. Ketiga, seleksi pemantap (stabilizing selection),

xxiv
yaitu seleksi terhadap nilai-nilai ektrem, menyebabkan penurunan variasi di
sekitar nilai rata-rata. Hal ini dapat menyebabkan organisme secara pelahan
memiliki tinggi badan yang sama.

Gen manusia berevolusi dengan cepat di benua Eropa, Asia dan Afrika.
Namun perubahan tersebut berbeda-beda sesuai dengan benua asalnya. Akibatnya,
manusia secara genetik menjadi semakin berbeda satu dengan lainnya. Contoh
karakter yang semakin muncul adalah mata biru dan kulit putih di Eropa Utara
serta ketahanan terhadap malaria di Afrika. Hal itu terjadi karena turunnya tingkat
kawin mawin antar benua dibanding pada masa nenek moyang manusia modern
meninggalkan Afrika untuk menyebar ke seluruh dunia Lima ribu tahun
merupakan waktu yang sangat singkat bila menyangkut sebuah proses evolusi.
Namun dalam evolusi manusia ini, hanya dalam 100 sampai 200 generasi, gen
yang menguntungkan dan terseleksi telah dimiliki oleh 30%-40% populasi
manusia. Salah satu faktor yang menyebabkan evolusi cepat ini adalah perubahan
lingkungan. Pola dan bahan makanan kita berubah dengan cepat, demikian juga
dengan timbulnya berbagai penyakit. Ini semua memaksa spesies manusia untuk
’berubah’, agar dapat terus bertahan hidup walau apa pun yang terjadi.

xxv
BAB III
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
1. Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungannya, adaptasi ini bertujuan untuk mempertahankan
hidupnya.
2. Jenis-jenis adaptasi antara lain: Adaptasi Morfologi, adaptasi fisiologi,
adaptasi tingkah laku
3. Sejarah seleksi alam berasal dari teori Darwin dan teori Lamarck. persamaan
dari keduanya yakni evolusi sama-sama terjadi karena pengaruh faktor
lingkungan. Sedangkan perbedaannya adalah pada yang menyebabkan
perubahan makhluk hidup, di mana lamarck disebabkan oleh kuantitas
penggunaan organ tubuh, sedangkan darwin pada seleksi alam.
4. Hukum seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih
mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan
mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup,
sebaliknya yang tidak mampu akan punah.
5. Pengertian seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori
bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya
lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu
beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling
bersaing untuk mempertahankan hidupnya.
6. Jenis-jenis dari seleksi alam antara lain: Seleksi terarah, Seleksi stabilisasi,
Dan Seleksi disruktif
7. Contoh peristiwa seleksi alam adalah pada kupu-kupu biston betularia di
inggris. Jerapah yang berleher panjang dengan jerapah yang berleher pendek

7.2 Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
secara penulisan maupun secara materi. Oleh karena itu, kami sangat

xxvi
mebgharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun agar
makalah ini bisa berguna bagi mereka yang memerlukan dan untuk masa depan.

xxvii
DAFTAR PUSTAKA

Ariyantini. 2008. Adaptasi Dalam Anthropologi.


http://etnobudaya.net/2008/01/28/adaptasi-dalam-anthropologi/. (DIakses
tanggal 25 februari 2017).

Aziz, Fachroel. 2013. GEOMAGZ “Pencaharian Mata Rantai Yang Hilang”.


Jurnal Badan Geologi-Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.
ISSN: 2088-7906. Vol.3 No.3. Juni.

Endah, Faqiyah. 2011. Pengertian Adaptasi. http://id.shvoong.com/social-


sciences/education/2090615-pengertian-adaptasi/. (DIakses tanggal 25
februari 2017).

Hidayat, dayat. 2010. Seleksi Alam. http:\\evolusi\Seleksi alam - Wikipedia


bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm (DIakses tanggal 25 februari
2017).

Mayr, Ernst. 2002. What Evolutions. Basic Books: California

Nusantari, Elya. 2013. Kesalahan Memahami Mutasi Terhadap Penolakan Teori


Evolusi dan Mempersiapkan Pembelajaran Evolusi Masa Depan. Jurnal
Penelitian Kependidikan. No.1. April.

Ridley, Mark. 2004. Evolution. Wiley-Blackwell. Maldem, USA.

Shafwan, Ahmad. 2014. Perkembangan Organisme Ditinjau dari Evolusi Sel.


Jurnal Biosains Unimed. ISSN: 2338-2562. Vol.2 No.3. November

Sutantri. 2014. Adaptasi. http://id.scribd.com/doc/76111234/ADAPTASI,


(DIakses tanggal 19 februari 2017).

Swara, anjar. 2013. Seleksi Alam.


http://www.academia.edu/6274831/SELEKSI_ALAM_FIX (DIakses
tanggal 25 Februari 2017).
Vitasari. 2013. Evolusi. http:\\evolusi\Teori Evolusi Charles Darwin Tentang
Seleksi Alam Dari Inggris Dgn Buku On the Origin of Species by Means
of Natural Selections Organisasi_Org.htm (DIakses tanggal 25 februari
2017).

xxviii
xxix