Anda di halaman 1dari 6

UJIAN AKHIR SEMESTER MATA KULIAH EKOLOGI POPULASI

NAMA : Hanif Amirusdi Puteno


NIM : 170342615586
OFFERING : L (2017)

1. Uniq atau spesifik merupakan salah satu karakter dari populasi. Jelaskan bagaimana
karakter tersebut dapat terbentuk.
Jawab:
Karakter spesifik yang dimaksudkan merupakan suatu ciri-ciri kelompok dan merupakan
hasil penggabungan berbagai karakteristik dari individu di dalam populasi yang
diantaranya :

 Kepadatan atau ukuran besarnya suatu populasi termasuk berbagai parameter utama ini
dipengaruhi oleh natalitas (laju kelahiran), dan mortalitas (laju kematian).
 Sebaran suatu populasi dipengaruhi oleh persebaran suatu objek tertentu, kondisi iklim
dan cuaca, struktur, dan umur objek tersebut.
 Populasi ini juga dipengaruhi oleh komposisi genetik
 Terdapat dispersi, yaitu suatu sebaran individu intra populasi.

Natalitas dan mortalitas menentukan pertumbuhan populasi. Populasi tumbuh apabila


natalitas melebihi dari mortalitas. Dalam suatu daerah atau ekosistem pertumbuhan,
dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi tetapi dalam biosfer, yang juga merupakan
suatu ekosistem tidak ada imigrasi dan emigrasi. populasi dapat mengalami kenaikan atau
penyusutan kepadatannya, tergantung pada kondisi sumber daya alam dan lingkungan
hidupnya. Bila daya dukung lingkungan tidak mendukung suatu kepadatan populasi, maka
kepadatn populasi dapat mengalami penyusutan, sebaliknya jika daya dukung lingkungan
itu menunjang, sehingga kebutuhan populasi akan makanan, habitat serta kebutuhan lain
terpenuhi maka akan meningkatkan kepadatan populasi meningkatkan kepadatan populasi.

2. Daerah Jelajah pada populasi yang kerapatannya lebih tinggi cenderung lebih lebar.
Jelaskan mengapa demikian.
Jawab:
Wilayah jelajah (homerange) merupakan daerah yang dikunjungi satwa liar. Luas daerah
jelajah sangat bervariasi bergantung kepada ketersediaan jumlah pakan dan besar kecilnya
kelompok. Kepadatan atau kerapatan yang tinggi akan meningkatkan ketegangan dan
agresivitas di antara anggota populasi, sehingga dapat menyebabkan persaingan misalnya
dalam perebutan betina dan yang kalah dalam persaingan akan meninggalkan /bermigrasi
keluar tempat kelahirannya dan membuat kelompok baru. Hal tersebut mempengaruhi akan
tingkat kerapatan populasi. Sehingga suatu wilayah jelajah akan terus bertambah seiring
dengan tingginya tingkat kerapatan. Dimana pelebaran tersebut karena untuk pemenuhan
makanan bagi anggota kelompoknya yang semakin banyak. Pola persebarannya sendiri
secara acak sehingga dimungkinkan untuk menghindari terjadinya persaingan dengan
individu/kelompok lainnya (inter spesies) atau dengan jenis lain yang mengonsumsi
sumber makanan yang sama (antar spesies) dan/atau menghindar dari serangan predator
karena satwa yang mengelompok cenderung lebih mudah dideteksi oleh predator atau
pemburu satwa.

3. Bagaimana menentukan spesies kunci pada populasi yang kerapatannya nisbi.


Jawab:
Untuk menentukan spesies kunci pada populasi yang kerapatannya nisbi dapat
menggunakan sampling acak dengan metode cluster kemudian menghitung keragaman
spesies dengan indeks nilai penting (INP), berdasarkan hasil spesies yang dominan
mempengaruhi ekosistem maka spesies tersebut dapat disebut spesies kunci. Sebab, spesies
kunci merupakan spesies yang berdampak besar terhadap lingkungan. Ekosistem dapat
berubah dan bergantung pada spesies kunci karenan keberadaan spesies tersebut
mempengaruhi jumlah dan karakteristik spesies lain di suatu komunitas.

4. Jelaskan mengapa pertumbuhan eksponensial dikatakan sebagai pertumbuhan yang


hipotetik.
Jawab:
Karena dalam alam, factor lingkungan (f) akan mengalami perubahan sepanjang waktu.
Baik langsung maupun secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap populasi. Dan di
lingkungan asli tidak ada yang menyediakan sumberdaya yang tidak terbatas sekaligus
tidak ada musuh alami. Padahal, pertumbuhan eksponensial memperlihatkan potensi biotik
(biotic potensial) makhluk hidup dengan sumber daya yang tidak terbatas, tidak ada
kematian, sumberdaya tidak terbatas, dan umurnya seragam. Oleh karena itu, pertumbuhan
ekponensial dalam populasi hanyalah hipotetik.

5. Data pertumbuhan ulat pada praktikum dikatakan sebagai out ekologi data. Jelaskan
mengapa demikian.
Jawab:
Out ekologi data merupakan data ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau
organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Data pertumbuhan
ulat pada praktikum yang kami lakukan merupakan data out ekologi karena adanya
keterkaitan dengan lingkungan dimana lingkungan tidak bisa selalu dalam kondisi
konstan/optimal. Contohnya yakni adanya posisi sinar matahari yang terus bergeser
menyebabkan adanya perbedaan energi pada setiap spesies organisme. Sehingga, data
pertumbuhan ulat tergantung dengan interaksi dengan kondisi lingkungannya yang tidak
bisa selalu dalam kondisi konstan atau optimal, ada batasan pertumbuhan eksponensial dan
carry capacity nya.

6. Apa syarat yang harus terpenuhi dalam suatu populasi sehingga metode CMRR dapat
diterapkan.
Jawab:
 Pemberian tanda pada hewan tidak mudah hilang.
 Hewan yang sudah ditandai harus tercampur secara homogen dalam populasi.
 Populasi harus dalam system tertutup.
 Hewan yang ditangkap sekali atau lebih, tidak mempengaruhi hasil sampling
selanjutnya.
 Sampel diambil secara acak dari populasi.
 Ukuran populasi harus konstan dari satu periode sampling dengan periode yang
berikutnya.

7. Dalam pertumbuhan populasi terjadi keterkaitan yang erat antara dependent factor,
environmental resistance, biotik potensial, dan daya dukung lingkungan. Jelaskan dan
bantu dengan gambar.
Jawab:
Dependent factor adalah factor yang keberadaannya dipengaruhi oleh factor lain yang
mana di alam populasi organisme tidak dapat meningkat secara eksponensial karena
adanya kekuatan lain yang me"lawan" atau meng"hambat" yang kita namakan
Environmental resistance atau Perlawanan Lingkungan. Disisi lain setiap spesies memiliki
biotic potensial yaitu kemampuan suatu organisme untuk tetap hidup dan berkembangbiak.
Dan daya dukung lingkungan/carrying capacity ( K ) adalah batas atas dari pertumbuhan
suatu populasi, dimana jumlah populasi tersebut tidak dapat lagi didukung oleh sarana,
sumberdaya dan lingkungan yang ada.
8. Sebutkan dan jelaskan macam-macam interaksi antar populasi.
Jawab:
a) Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan
zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon
walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan
zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai
anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
b) Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan
yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan.
Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.
c) Simbiosis adalah interasksi yang sangat erat antarindividu dan lain Jenis. Simbiosis
dapat di bedakan menjadi beberapa macam, Simbiosis Paratsitisme, simbiosis
mutualisme, simbiosis komensalisme
d) Predasi adalah interaksi antarindividu/popuasi dimanapopulasi yang satu memangsa
populasi yang lain. Pemangsa di sebut predator, sedangkan yang dimakan disebut
mangsa. Interaksi predasi antarpopilasi ini menyebabkan terjadinya fluktuasi populasi
predator dan mangsa. Misalnya populasi kelinci hutan dengan pemangsanya yaitu
kucing hutan

9. Dalam populasi dikenal dengan strategi R dan K. Jelaskan apa yang dimaksud dan
perbedaannya.
Jawab:
a) Strategi Hidup-r
Jenis makhluk hidup dengan strategi hidup r adalah yang mengalami pertumbuhan
populasi yang cepat dengan mengabaikan terlampaunya daya dukung
lingkungannya. Makhluk hidup yang memiliki strategi hidup r memiliki kemampuan
untuk berkompetisi rendah, namun bereproduksi lebih dini dengan jumlah anakan
yang banyak dan berkembang dengan cepat. Mereka biasanya berukuran kecil, selalu
berpindah-pindah tempat, dan memiliki waktu generasi yang pendek.
b) Strategi Hidup-K
Makhluk hidup dengan strategi hidup K hidup di habitat yang stabil dan ukuran
populasinya mendekati daya dukung lingkungan. Makhluk hidup yang memiliki
strategi hidup K kemampuan berkompetisinya tinggi, namun bereproduksi lebih
lambat dengan jumlah anakan yang sedikit dan berkembang dengan lambat pula.
Mereka biasanya berukuran besar, jarang berpindah-berpindah tempat, dan waktu
generasinya panjang.
10. Apa fungsi life table dan berikan contoh implementasinya.
Jawab:
Tabel kehidupan (life table) merupakan tabel yang memberikan gambaran tentang
kematian dan survival di dalam suatu populasi, berdasarkan data sejarah hidupnya. Dari
table ini kita dapat mengetahui harapan hidup dari suatu populasi. Dari table ini kita juga
dapat mengetahui pertumbuhan dari suatu populasi. Contoh implementasinya adalah
Informasi mengenai laju reproduksi bersih (Ro), waktu generasi (T), dan laju pertambahan
per kapita (r) sejenis makhluk hidup akan dapat diketahui dengan membuat tabel kehidupan
(life table) nya.

SOAL STUDI KASUS


Perkebunan coklat green leaf produksinya terkendala masalah hama yang serangannya,
menggerek buah, sehingga buah menjadi berwarna kuning kemudian membusuk.
Diketahui ada 3 jenis serangga yang dapat meletakkan telurnya ke dalam buah, dan telur
tersebut menetas menjadi larva yang hidup dan memakan jaringan buah coklat.
Pengendalian dengan menggunakan insektisida tidak memberikan hasil yang signifikan.
Oleh karena itu pihak manajemen perkebunan berupaya untuk melakukan rekayasa genetic
untuk mengembangkan tanaman coklat yang tahan terhadap hama penggerek buah. Ada 5
jenis strain coklat yang berhasil dikembangkan dan diharapkan mempunyai resistensi
terhadap serangan hama penggerek buah coklat. Terkait dengan hal tersebut pihak
perkebunan merencanakan untuk menguji resistensi. 5 strain tanaman coklat tersebut
terhadap jenis hama dan tingkat serangan dengan indicator presentase kerusakan buah
akibat serangan.

Permasalahan, bagaimana cara pengambilan sample untuk mengetahui resistensi strain


tanaman yang resisten terhadap serangan hama.

Jawab : pihak perkebunan harus menanam masing-masing strain dari 5 strain dari jumlah
yang sama pada tempat yang sama sehingga peluang 3 jenis hama memiliki peluang yang
sama untuk menyerang tanaman. Ditanam masing-masing 5 strain sebanyak 10 tanaman
sehingga total jumlah tanaman coklat sebanyak 50 tanaman, ini berarti setiap strain terdapat
10 ulangan dan keseluruhan strain sebanyak 50 ulangan. Masing-masing strain yang
teradapat 10 tanaman diberikan 3 jenis hama. Kemudian ditunggu hingga hama menyerang
tanaman. Selanjutnya dihitung setiap 5 strain berapa jumlah tanaman yang terinfeksi.
Kemudian masing-masing 5 strain dibandingkan mana strain yang lebih banyak terinfeksi
yang ditunjukkan dengan buah berwarna kekuningan dan mana strain yang lebih sedikit
terinfeksi, sehingga dapat dihitung presentase kerusakan buah akibat serangan hama.

Jumlah hama pada strain yang diamati


Serangan hama = --------------------------------------------------------X 100%
Jumlah hama dari strain yang sama
Persentase hama/3 tersebut dikonversikan ke dalam nilai D sebagai berikut:

% hama dari strain yang diuji


D = ------------------------------------------------------------- X 100%
% hama dari varietas pembanding rentan

Nilai D ditransformasikan ke dalam skala 0-9


(0 = 0%; 1 = 1-20%; 3= 21-40%; 5 = 41-60%; 7 = 61-80%;9 = 81-100%).
Tanaman tahan adalah tanaman yang mempunyai nilai D 0, 1, 3, atau 5, sedangkan tanaman
rentan mempunyai nilai D 7 atau 9.