Anda di halaman 1dari 15

PRAKTIKUM III

Topik : Lingkungan Pemukiman


Tujuan : Mengidentifikasi kondisi lingkungan pemukiman melalui
pengamatan lingkungan biologi dan fisiko-kimia dan sosial.
Hari/tanggal : Jumat dan Sabtu/ 26 dan 27 Oktober 2018
Tempat: Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut

I. ALAT DAN BAHAN


A. Alat :
1. Tape recorder/handphone
2. Alat dokumentasi
3. Alat tulis
4. Parameter Lingkungan :
a. Anemometer
b. Termometer
c. Lux meter
d. Hygrometer
e. Soil tester
f. PH meter
B. BAHAN :
1. Responden
II. CARA KERJA
A. Pengamatan Sosial (Pengetahuan prolaku sadar masyarakat
terhadap lingkungan)
1. Masing- masing kelompok mencari masing-masing satu responden
disekitar lingkungan pemukiman.
2. Melakukan wawancara terhadap responden sesuai format
pengamatan.
3. Merekam hasil wawancara dengan responden dengan
menggunakan tape recorder/ Handphone.
4. Mengisi tiap- tiap format sesuai dengan hasil wawancara.

B. Pengamatan Lingkungan Biologi dan Fisika- Kimia


Faktor Biotik
1. Mengamati kondisi fisik, yaitu warna tanah dan warna air, kondisi
tanah dan kondisi air, jenis tanah dan kondisi udara.
2. Mencatat semua hasil pengamatan.

III. TEORI DASAR


Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan
lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi
sebagagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat
kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

Permukiman adalah kawasan yang didominasi oleh lingkungan yang


dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan dan tempat kerja yang
memberikan pelayanan dan kesempatan kerja yang terbatas untuk mendukung
perikehidupan dan penghidupan, sehingga fungsinya dapat berdaya guna dan
berhasil guna. Permukiman ini dapat berupa permukiman perkotaan maupun
permukiman perdesaan. Permukiman adalah tempat atau daerah untuk
bertempat tinggal dan menetap permukiman di dalam kamus tata ruang terdiri
dari tiga pengertian yaitu :

a. Bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang berupa
kawasan perkotaan maupun kawasan perdesaan yang berfungsi sebagai
lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan
yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.
b. Kawasan yang didomisili oleh lingkungan hunian dengan fungsi utama
sebagai tempat tinggal yang dilengkapi dengan prasarana, sarana
lingkungan dan tempat kerja yang memberikan pelayanan dan
kesempatan kerja terbatas untuk mendukung perikehidupan dan
penghidupan sehingga fungsi permukiman tersebut dapat berdaya guna
dan berhasil guna.
c. Tempat atau daerah untuk bertempat tinggal atau tempat untuk menetap.
Permukiman adalah suatau lingkungan hidup yang meliputi masalah
lapangan kerja, struktur perekonomian dan masalah kependudukan yang
bukan saja mencakup mengenai pemerataan dan penyebaran penduduk
melainkan juga menyangkut kualitas manusia yang diharapkan pada
generasi mendatang Konsep permukiman adalah sebagai berikut:
permukiman adalah penataan kawasan yang dibuat oleh manusia dan
tujuannya adalah untuk berusaha hidup secara lebih mudah dan lebih
baik terutama pada masa kanak-kanak) memberi rasa bahagia dan rasa
aman. Dan mengandung kesimpulan untuk membangun manusia
seutuhnya.
Permukiman adalah suatu tempat atau daerah dimana penduduk
berkumpul dan hidup bersama, dimana mereka membangun rumah-
rumah, jalan dan sebagainya.

Perumahan dan permukiman yang adalah :

a) Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau


hunian dan sarana pembinaan keluarga.
b) Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana
dan sarana lingkungan.
c) Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan
lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdcsaan yang
berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan
tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.
d) Satuan lingkungan permukiman adalah kawasan perumahan dalam
berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana
dan sarana lingkungan yang terstruktur.
Faktor lingkungan yang berpengaruh pada kondisi suatu kawasan
adalah faktor iklim, topografi, tanah dan faktor biotik.

1. Faktor Iklim
Iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu yang
cukup lama. Sedangkan menurut ahli lain iklim adalah pola keadaan cuaca
termasuk suhu, curah hujan dan radiasi sinar matahari.Salah satu dari
faktor iklim adalah angin yang mempengaruhi faktor-faktor ekologi
disuatu tempat seperti kandungan air dalam udara dan suhu.
2. Faktor Topografi
Topografi memiliki sifat-sifat seperti ketinggian dan
kemiringan.Tofografi dalam dal ini ketinggian tempat dari permukaan
dapat dipergunakan untuk menggambarkan perbedaan suhu dan
kelembaban, suhu biasanya menurun dengan bertambahnya ketinggian.

3. Faktor Tanah
Tanah di definisikan sebagai bagian atas dari lapisan kerak bumi
yang mengalami penghawaan dan dipengaruhi oleh tumbuhan dan hewan.
Faktor tanah penting bagi perkembangan tumbuhan, karena tanah sebagai
medium hidup tumbuhan berfungsi sebagai tempat akar berpegang, suplai
air, suplai nutrisi dan suplai udara.

Beberapa faktor penyebab kerusakan tanah adalah bahan kimia yang


berlebihan (sampah). Pengelolaan yang tidak berencana dan mekanisme
alamiah dari tanah itu sendiri. Di antara faktor tersebut sampah baik
organik maupun anorganik merupakan penyebab utama. Adanya tumpukan
sampah yang berlebihan pada lapisan tanah akan menyebabkan munculnya
polusi (tanah, air, dan udara), berkurangnya kesuburan tanah dan
meningkatnya asam organik.

4. Faktor Biotik
Faktor-faktor biotik adalah faktor yang ditimbulkan oleh makhluk
hidup baik hewan, tumbuhan maupun manusia. Di alam ini tak ada
organisme yang mampu hidup tanpa pengaruh dari organisme lain.

Kehilangan suatu jenis di suatu habitat menunjukkan lingkungan


yang berubah menjadi tidak menguntungkan lagi bagi suatu organisme
untuk hidup dan berkembang. Flora bagi kawasan pantai merupakan
kepentingan dalam menahan angin, erosi akibat ombak, tempat
berpijaknya beberapa jenis ikan dan udang-udangan dan faktor penentu
siklus materi yang amat penting bagi kesuburan tanah.Dampak yang
ditimbulkan bila kondisi flora dan fauna berkurang adalah berkurangnya
sumber daya alam hayati.

Pertumbuhan penduduk yang cepat, perkembangan pemanfaatan


tekhnologi yang relatif pesat dan usaha pembangunan yang telah di
laksanakan oleh pemerintah secara serentah hampir di semua sektor
selama 2 (dua) PELITA yang lalu. Hal tersebut dikhawatirkan akan
menimbulkan masalah-masalah lingkungan dan menimbulkan kerugian
yang besar. Beberapa contoh masalah lingkungan dan kelestarian sumber
daya alam di Indonesia yaitu:

1. Lingkungan Pasar

2. Lingkungan Sungai

3. Lingkungan Pantai

4. Lingkungan Persawahan

5. Lingkungan Industri

6. Lingkungan Perkebunan

Perkebunan merupakan suatu proses pemanfaatan sumber daya


bahan galian yang ada di alam, sehingga kegiatan tersebut dapat
mendatangkan pemasukan bagi daerah di mana perkebunan itu berada.
Berbagai jenis perkebunan seperti perkebunan intan, perkebunan batubara
dan perkebunan emas. Salah satu kegiatan perkebunan yang terus
berkembang adalah perkebunan emas.

Dampak-dampak ini kalau ditinjau dari segi ekonomi memang


sangat menguntungkan bagi pendapatan daerah, namun demikian hal
tersebut tidak lepas dari suatu dampak negatif khususnya dampak yang
ditimbulkan perkebunan terhadap lingkungan.

Dampak yang ditimbulkan dari perkebunan, diantaranya adalah:


 Tampak terlihat adanya bekas-bekas penambang walaupun telah
tertutup semak belukar sehingga berdampak buruk pada masyarakat.
 Akibat dari endapan lumpur ini menyebabkan terjadinya proses
pendangkalan.
 Menurunnya kualitas hidup penduduk lokal dan kehancuran ekologi.
 Perubahan struktur dan ekosistem perairan baik hewan maupun
tumbuhan.
Hilangnya species tertentu.

IV. HASIL PENGAMATAN

A. Data Responden

Jenis
No. Nama Alamat Suku Agama
Kelamin
1. Hj. Midayanti Desa Tabanio, RT. 05 Perempuan Banjar Islam
RW. 03, Kecamatan
Takisung
2. Masdiana Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
3. Siti Rahmah Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
4. Salamiah Desa Tabanio, RT. 07 Perempuan Banjar Islam
RW. 04, Kecamatan
Takisung
5. Hafsah Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
6. Burhan Desa Tabanio, RT. 09 Laki – laki Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
7. Lutfia Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
8. Ahmad Desa Tabanio, RT. 06 Laki – laki Banjar Islam
RW. 03, Kecamatan
Takisung
9. Maulida Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
10. Ahmad Yani Desa Tabanio, RT. 09 Laki – laki Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
11. Farida Desa Tabanio, RT. 11 Perempuan Banjar Islam
RW. 06, Kecamatan
Takisung
12. Sumiati Desa Tabanio, RT. 13 Perempuan Banjar Islam
RW. 07, Kecamatan
Takisung
13 Mulyani Desa Tabanio, RT. 06 Perempuan Banjar Islam
RW. 03, Kecamatan
Takisung
14. Mulyani Desa Tabanio, RT. 10 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
15. Mustaniah Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
16. Musyairi Desa Tabanio, RT. 09 Laki - laki Banjar Islam
RW. 04, Kecamatan
Takisung
17. Saniah Desa Tabanio, RT. 08 Perempuan Banjar Islam
RW. 04, Kecamatan
Takisung
18. Hariati Desa Tabanio, RT. 09 Perempuan Banjar Islam
RW. 05, Kecamatan
Takisung
19. Etnawati Desa Tabanio, RT. 06 Perempuan Banjar Islam
RW. 03, Kecamatan
Takisung

B. Wawancara
1. Data Hasil Wawancara ( Terlampir)
2. Persentase Hasil Wawancara
a. Perilaku Sadar Lingkungan
No Materi Wawancara Jumlah Hasil
Orang Wawancara
1 Cara membuang sampah rumah tangga ?
a. Dibakar 13 46,43 %
b. Dibuang ke sungai 4 14,28 %
c. Dibuang ke hutan 1 3,57 %
d. Dibuang ke TPA 7 25,00 %
e. Di kubur 1 3,57 %
f. Memilah sampah organic dan anorganik 2 7,14 %
2 Mengetahui pengertian pencemaran dan
dampaknya ? 14 73,68 %
a. Mengetahui 5 26,32 %
b. Tidak mengetahui
3 Kerja bakti yang pernah dilakukan ?
a. Gotong Royong 7 36,84 %
b. Membersihkan desa 1 5,26 %
c. Membersihkan pantai 3 15,79 %
d. Pembangunan jalan 1 5,26 %
e. Penanaman pohon 2 10,53 %
f. Memotong rumput 1 5,26 %
g. Tidak ada 4 21,05 %

4 Apakah pernah melakukan penanaman pohon ?


a. Pernah 9 47,37 %
b. Tidak 10 52,63 %
5 Cara menangani sampah yang ada di
lingkungan ? 17 60,71 %
a. Dibakar 7 25,00 %
b. Dibuang kesungai 2 7,14 %
c. TPA 1 3,57 %
d. Dikubur 1 3,57 %
e. Dipilah
6 Cara membuang limbah minyak dan oli ?
a. Dibuang ke sungai 4 20,00 %
b. Diperbaharui 7 35,00 %
c. Dibuang di bawah rumah 3 15,00 %
d. Dibuang ke TPA 1 5,00 %
e. Dibuang disekitar rumah 3 15,00 %
f. Dibuang ke laut 1 5,00 %
g. Tidak pernah 1 5,00 %
7 Jumlah MCK umum ?
a. 1 buah 12 63,16 %
b. 2 buah 2 10,53 %
c. 4 buah 2 10,53 %
d. 5 buah 1 5,26 %
e. 20 buah 1 5,26 %
f. 27 buah 1 5,26 %
8 Pembuangan sampah dilingkungan sekitar?
Berapa jumlahnya ?
a. 1 buah 9 47,37 %
b. 2 buah 2 10,53 %
c. 3 buah 1 5,26 %
d. 22 buah 1 5,26 %
e. Tidak ada 6 31,58 %
9 Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan
sekitar ? 9 47,37 %
a. Ditanami 10 52,63 %
b. Dibiarkan saja
10 Kondisi jalan disekitar ?
a. Baik 15 78,94 %
b. Tidak baik 4 21,05 %
11 Kondisi perumahan disekitar ?
a. Padat 19 100 %

12 Kondisi kebersihan di lingkungan sekitar ?


a. Bersih 18 94,73 %
b. Tidak 1 5,26 %
13 Kawasan hijau dan tanaman di lingkungan sekitar
? 13 68,42 %
a. Ada 6 31,58 %
b. Tidak
14 Kondisi sungai di lingkungan sekitar ?
a. Bersih 5 26,31 %
b. Tidak bersih 14 73,68 %
15 Kondisi udara di lingkungan sekitar ?
a. Bersih 18 94,74 %
b. Tidak 1 5,26 %
V. ANALIS DATA
A. Hasil Wawancara
1. Pengetahuan Kesehatan Keluarga
Berdasarkan hasil wawancara kami dengan responden bernama
Mutmainah yang berumur 56 tahun dan beralamat di Desa Tabanio RT 04
RW 02 Kecamatan Takisung kami mendapat data tentang pengetahuan
kesehatan keluarga masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar
pemukiman.
Kamar mandi dan toilet di rumah responden terpisah dan terletak di
dalam rumah. Letak toilet dan kamar mandi yang terpisah seperti ini
bertujuan agar kamar mandi tidak berbau apabila bergabung dengan toilet
serta keluarga beliau tidak perlu mengantri saat hendak menggunakan
kamar mandi ataupun toilet berhubung anggota keluarga responden
terbilang cukup banyak. Saat diamati, kamar mandi dan wc responden
cukup bersih dan terawat. Bak airnya ditutup dengan seng bekas, hal ini
menghindari kotoran jatuh dari atap-atap toilet ke bak penampungan air di
wc tersebut. Air yang akan digunakan untuk mandi ditampung di baskom
besar atau ember-ember besar.
Untuk keperluan memasak dan air minum, responden mengambil
air bersih yang berasal dari sumur umum dan berada tidak jauh dari
rumah. Air bersih tersebut diambil dengan menggunakan mesin penyedot
air kemudian ditampung dalam suatu tandon sebelum digunakan.
Saat di tanya tentang penyakit, responden mengaku hanya
menderita penyakit ringan dan umum di usianya yang terbilang senja.
Penyakit yang sering di derita responden adalah penyakit rematik dan juga
demam biasa. Pada saat sakit, responden beserta keluarga akan berobat ke
mantri atau bidan sekitar. Hal ini disebabkan karena jarak rumah sakit
ataupun puskesmas sangat jauh dari rumah beliau. Responden mengatakan
waktu tempuh antara rumah dengan rumah sakit bisa mencapai tiga puluh
menit dengan sepeda motor. Responden tidak melakukan pemeriksaan
kesehatan rutin ke dokter, responden akan pergi ke dokter atau petugas
kesehatan lainnya hanya pada saat sakit saja.
Untuk imunisasi, responden tidak pernah melakukannya, hal ini
karena memang pada zaman beliau, imunisasi masih belum diwajibkan.
Namun, anak dan cucu responden sudah pernah diimunisasi. Maka dari iru
saat ditanya mengenai imunisasi, responden mengakui bahwa ia tidak
mengetahui pengertian dari imunisasi itu sendiri. Namun responden
menyadari bahwa imunisasi penting dilakukan. Selain imunisasi, kami
juga menanyakan tentang vaksin pada beliau, namun responden mengaku
juga tidak mengetahui pengertian serta fungsinya, responden hanya
mengetahui contohnya saja dengan menyebutkan vaksin rubella. Namun
responden menyadari penuh bahwa vaksin itu penting dan perlu dilakukan.
Rumah responden memiliki ventilasi yang berjumlah 16 buah,
panjang masing-masing ventilasi ini mencapai kurang lebih 1 meter.
Ventilasi berada diatas jendela, beberapa terbuat dari kaca namun ada pula
yang dari kayu. Di rumah responden juga terdapat 3 kamar tidur dan dapur
berbentuk persegi serta ruang keluarga dan ruang tamu berbentuk persegi
panjang. Ruang keluarga responden berhubungan langsung dengan ruang
tamu. Sedangkan untuk jumlah pintu dan jendela, responden memiliki 3
buah pintu, letaknya di bagian terdepan rumah atau berhubungan langsung
dengan ruang tamu dan dua pintu lainnya terletak di dapur. Jendela di
rumah responden berjumlah 16 buah dan semua jendela tersebut terbuat
dari kaca. 7 buah jendela diantaranya bisa dibuka namun sisanya tidak
dapat di buka. Jendela di rumah responden ini besar dengan panjang lebih
dari 1 meter per-jendelanya.
Saat di tanya tentang kondisi masyarakat sekitar, menurut
sepengetahuan responden, masyarakat di sekitar tidak ada yang menderita
riwayat penyakit parah. Untuk obat-obatan, responden hanya menyimpan
obat-obatan umum seperti obat demam atau obat sakit kepala. Responden
cukup sering melakukan olahraga, olahraga yang sering dilakukan
responden adalah jalan santai atau lari pagi pada pagi hari.
Untuk sampah, responden tidak memiliki tempat sampah. Biasanya
sampah rumah tangga akan di kumpulkan oleh responden dalam suatu
wadah sementara, seperti plastik atau ember bekas. Begitu sampah di
plastik tersebut penuh, responden akan membawanya ke suatu tempat yang
umum digunakan untuk pembakaran sampah. Menurut responden, pada
saat ini tidak ada petugas sampah untuk menangani masalah sampah
keluarga masyarakat sekitar.
Berdasarkan data wawancana yang kami dapatkan, menurut kami
responden memiliki pengetahuan kesehatan yang cukup baik. Walaupun
responden tidak bisa menjelaskan tentang imunisasi dan vaksin dengan
baik, responden tetap menyadari bahwa imunisasi dan vaksin itu penting,
hal ini tercermin dari anak dan cucu responden yang sekarang sudah
diimunisasi. Tindakan responden yang memperlihatkan pengetahuan
kesehatan yang baik juga terlihat dari wc dan kamar mandi responden. Wc
dan kamar mandi yang terpisah terbilang lebih bersih dari pada wc dan
kamar mandi yang bergabung. Selain itu, cara responden menjaga
kebersihan air toilet juga cukup baik. Responden meletakan tutup berupa
seng diatas bak air toilet sehingga kotoran dari atap-atap rumahnya tidak
jauh ke air tersebut. Kemudian untuk sampah, walaupun responden tidak
memiliki tempat sampah dan tidak ada petugas yang menangani masalah
sampah di rumah responden. Responden lebih memilih membakarnya
daripada membuangnya sembarangan ke sungai.
2. Perilaku Sadar Lingkungan

Berdasarkan hasil wawancara di desa tabanio RT.06 RW 03


terhadap responden yang bernama Etnawati berumur 50 tahun. Dapat
disimpulkan bahwa perilaku sadar lingkungan dari responden masih
kurang. Hal ini ini terbukti bahwa responden mengumpulkan sampah
di ember bekas dan tidak terdapat pembuangan sampah umum, hanya
terdapat tempat membakar di pinggir sungai. Kondisi sungai menjadi
kurang bersih dan terdapat sampah karena sebagian ada yang
membuang sampah di sungai. Selain itu, responden membuang minyak
goreng bekas langsung pada tempat pencucian dirumahnya dan
responden tidak mengetahui tentang pencemaran lingkungan serta
dampaknya. Pada masyarakat sekitar, belum pernah di adakan kegiatan
kerja bakti untuk kebersihan lingkungan padahal rumah warga di desa
tabanio sangat padat. Walaupun pengetahuan tentang lingkungan
kurang, akan tetapi tanpa disadari warga sekitar sudah menjaga
kebersihan, hal ini terbukti dari jawaban respon yang menyatakan
masing-masing penduduk menjaga kebersihan lingkungannya.
Berdasarkan hasil pengamatan sekitar rumah responden, di depan
rumah responden tidak terdapat halaman atau lahan kosong untuk
menanam tumbuhan. Akan tetapi, di samping pekarangan rumah
responden terdapat tumbuhan liar yang tumbuh dengan sendirinya.
MCK yang terdapat di Desa Tabanio hanya 1 untuk 1 RT. Kondisi
jalan yang didepan responden rusak, akan tetapi ada terdapat jalan
yang masih bagus.
Dalam pengelolaan sampah terdapat dua aspek, yaitu aspek
teknis dan nonteknis.Aspek14teknis terdiri atas
pewadahan,pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pembuangan
akhir, daur ulang, dan pengomposan. Sedangkan aspek nonteknis
terdiri atas keuangan, institusi dan instansi pemerintah, partisipasi
masyarakat, partisipasi pihak swasta, pungutan retribusi dan peraturan
pemerintah (Nadiasa, dkk., 2009).14
Dari hasil data responden, mck yang berada di Desa Tabanio
hanya 1 untuk satu RT. Pembuangan sampah yang masih belum ada
tempat khusus dan sebagian warga membuang membakar sampah di
pinggir sungai. Dari kedua hal tersebut, menunjukkan bahwa
responden belum mengerti arti pencemaran dan kurang memperhatikan
lingkungannya.
Biasanya orang membakar sampah sembarangan saja, sehingga
suplai oksigen untuk menghasilkan CO2 hanya ada pada permukaan
tumpukan sampah yang dibakar. Sementara bagian dalam dari
tumpukan sampah kekurangan oksigen, sehingga akan menghasilkan
karbonmonoksida (CO). Satu ton sampah, akan berpotensi
menghasilkan sekitar 30 kg CO. Asap karbon monoksida mampu
membunuh orang karena bila terhirup karena menggangu fungsi kerja
hemoglobin yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen
ke seluruh tubuh. Tubuh akan kekurangan O2 dan dapat menimbulkan
kematian. (Soemarno, 2011)

VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat di simpulkan
bahwa:
1. Pengetahuan kesehatan keluarga responden sudah cukup baik dengan
sadarnya responden tentang pentingnya imunisasi dan vaksin serta cara
responden dalam merawat kamar mandi, toilet dan mengurus sampah
rumah tangga dirumahnya.
2. Tingkat perilaku sadar lingkungan dari responden masih kurang. Hal ini
ini terbukti bahwa responden mengumpulkan sampah di ember bekas dan
tidak terdapat pembuangan sampah umum, hanya terdapat tempat
membakar di pinggir sungai.

VII. DAFTAR PUSTAKA

Halang, Bunda., Dharmono. 2018. Penuntun Praktikum Pengetahuan


Lingkungan. Banjarmasin: Batang

Nadiasa, M., Sudarsana, D.K., Yasmara, I.N. 2009. Manajemen Pengangkutan


Sampah Di Kota Amlapura. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 13 (2)15:120-
135.

Soemarno.2011. Sampah Jangan Dibakar Banyak Mudhoratnya. Bahan kajian


MK Filsafat Lingkungan PDKLP PPSUB