Anda di halaman 1dari 8

REKAYASA IDE

OSEANOGRAFI DAN SUMBERDAYA KELAUTAN

“CARA MEMANFAATKAN BUAH MANGROVE SEBAGAI

ALTERNATIF SUMBER PANGAN”

Disusun Oleh:

MONICA NAINGGOLAN (3173131026)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis hadiahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia
dan kasih sayangnya penulis dapat menyelesaikan tugas Rekayasa ide dengan baik dan tepat
waktu. Terimakasih kepada bapak dosen pengampu mata kuliah Oseanografi yang telah membantu
dalam penyelesaian tugas Rekayasa ide ini.

Dalam makalah sederhana ini penulis mengambil beberapa idea tau gagasan dari setiap
anggota kelompok sebagai tuntutan Kurikulum KKNI dalam tugas Rekayasa ide yang berjudul
Cara memanfaatkan Buah Mangrove sebagai Alternatif sumber pangan.

Penulis menyadari bahwa hasil kerja yang dibuat dalam tugas ini masih jauh dari kata
sempurna namun penulis berharap tugas ini dapat bermanfaat dan berguna untuk bahan
pembelajaran bersama, khususnya pada Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan
dan selamat mencoba menerapkan ide penulis.

Akhir kata penulis ucapkan terimakasih.

Medan, 27 Mei 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………... ii

BAB I PENDAHULUAN

PENGERTIAN MANGROVE…………….……………………….........…………… 1

BAB II PEMBAHASAN

PENGENALAN MANGROVE…………………………………………………………… 3

CARA PENGOLAHAN…………………………………………………………… ……… 4

SPESIES BUAH MANGROVE……………………………………………………........... 4

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN…………………………………………………………………………….. 5

SARAN……………………………………………………………………………………… 5

ii
BAB I
PENDAHULUAN

Hutan bakau atau di sebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau,
dan dipengeruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana
terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organic. Mangrove adalah hutan pohon yang sudah
beradaptasi sedemikian rupa sehingga akan mampu untuk hidup di lingkungan berkadar garam
tinggi seperti lingkungan laut. Sedangkan hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis
dan subtropics yang didominasi beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan
berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.

Mangrove tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pada pantai yang datar,
biasanya di tempat yang tidak ada muara sungainya, biasanya tumbuh meluas. Mangrove tidak
tumbuh di pantai yang terjal dan berombak besar dengan arus pasang surut yang kuat, karena hal
ini tidak memungkinkan terjadinya pengendapan lumpur dari pasir.

Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat payau tanaman dikotil adalah
tumbuhan buahnya berbiji berbelah dua. Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai
tropis yang didominasi oleh beberapa jenis hutan mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang
di pasang surut pantai berlumpur.

Manfaat atau fungsi mangrove, secara tidak langsung mangrove memberikan banyak
manfaat. Ada manfaat secara tidak langsung dan ada manfaat secara langsung kepada kehidupan
manusia sebagai konsumsi manusia antara lain :
1. menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai
2. menjernihkan air, penahan lumpur dan perangkap sedimen
3. peredam gelombang dan angin badai
4. mengawali rantai makanan
5. melindungi dan member nutrisi (nursery dan spawning)
6. pemasok larva ikan, udang, dan biota laut lainnya.
7. sebagai tempat pariwisata
8. manfaat bagi manusia.
Beberapa kegunaan hutan mangrove yang langsung dapat di rasakan dalam kehidupan
sehari-hari antara lain adalah tempat tambat kapal, bahan obat-obatan, pengawet, pakan dan
makanan, bahan bakar, bahan kertas dan bangunan.

2
BAB II
IDE ATAU GAGASAN
Dari jurnal yang penulis baca, penulis melihat dalam jurnal tentang pemanfaatan buah
mangrove yang di teliti oleh DEWI WAHYUNI K. BADERAN, dkk. Di sini hutan mangrove di
wilayah pesisir Toroseaje yang berfungsi sebagai daerah penyangga teluk Tomini. Selain itu, hutan
mangrove juga memiliki fungsi ekonomi karena buah mangrove dapat di jadikan sebagai sumber
pangan alternative pengganti beras. Masyarakat pesisir setempat belum mengetahui bahwa buah
mangrove yang terbuang percuma dapat diolah menjadi pengganti beras.

Menurut yang penulis ketahui masyarakat daerah pesisir memiliki perekonomian yang
dapat di bilang tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari hari, jangankan untuk
menghidupi bahkan terkadang untuk makan sehari hari pun terbilang kurang mampu, perubahan
iklim yang tidak menentu dapat menyebabkan mata pencaharian mereka terganggu dan dapat
menyebabkan tidak berpenghasilan sama sekali dalam sehari, dan merekapun dapat merambah
hutan mangrove demi kebutuhan hidup.

Dengan menemukan sumber pangan baru dalam bentuk produk dari buah mangrove, maka
masyarakat pesisir dapat informasi dan pengetahuan baru tentang bagaimana mereka mendapat
bahan makanan pokok mereka dengan menggantikan beras selain dengan ubi, jagung dll, mereka
dapat mengganti dengan buah mangrove yang selalu terbuang menjadi limbah. Setidaknya dengan
dijadikan sumber pangan akan mengatasi ancaman rawan pangan terhadap daerah pesisir pantai
mangrove, di bangsa Indonesia ini.

Di sini penulis menjelaskan sedikit tentang bagaimana pengolahan buah mangrove sebagai
salah satu bahan pangan. Pertama, pengupasan. Buah mangrove yang akan diolah terlebih dahulu
di kupas, pengupasan ini hanya untuk memisahkan putiknya, dan memanfaatkan daging buah
untuk di olah. Kedua, perebusan. Daging buah yang sudah di peroleh kemudian di rebus, perebusan
di lakukan selama dua tahap.

3
Yakni perebusan pertama selama 10 menit dan perebusan kedua di tambah abu gosok. Ketiga,
pencucian. Buah yang sudah di cuci bersih kemudian akan di rendam.

Perendaman minimal dilakukan selama dua hari. Perendaman tersebut dilakukan selama
2X24 jam. Dan sangat di perhatikan terhadap perendaman air yang digunakan harus di ganti air
setiap 6 jam. Keempat, penghancuran. Buah yang sudah selesai di rendam kemudian akan di
hancurkan (bisa di ulek halus, di blender, dan di tumbuk)

Beberapa spesies buah mangrove :

Buah Bruguiera gymnorrhiza perawakannya melingkar spiral, bundar melintang dengan


panjang 2-2,5 cm. Hipokotil lurus tumpul dan berwarna hijau tua keunguan. Ukuran hipotokil
mempunyai panjang 12-30 cm dan berdiameter 1,5-2 cm. Buah dari spesies ini, sudah banyak

dieksplorasi sebagaai sumber pangan lokal baru menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau
dimakan langsung dengan kelapa parut. Buah mangrove jenis Bruquiera gymnorrhiza yang secara
tradisional diolah pokok bangsa kita yakni beras.

Produk pangan dengan bahan dasar buah mangrove, dapat di kategorikan sebagai produk
yang unik, di kerenakan selama ini masyarakat pesisir belum banyak memanfaatkan buah dari
berbagai spesies mangrove untuk menjadikan sumber pangan pengganti beras.

Sumberdaya local dalam hal ini di versivikasikan pangan berbasis buah yang melimpah dan itu
bisa di peroleh dengan terus melakukan pelestarian mangrove.

4
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan dalam pemanfaatan hutan mangrove selain bermanfaat bagi pesisir pantai,
buahnya juga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat dan mampu menggantikan bahan
pangan beras, dengan melalui beberapa proses terlebih dahulu dan mampu siap untuk di gantikan
sebagai bahan pangan, dalam hal seperti ini pun dapat membantu perekonomian masyarakat
wilayah pesisir dengan mengurangi pengeluran biaya makan sehari-hari, dengan kondisi
bagaimanapun kalau nelayan tidak berpenghasilan nelayan tersebut dapat menghidupi
keluarganya. Dengan seperti ini masyarakat setempat mendapat ilmu pengetahuan baru akan buah
mangrove dan dapat di kembangkan lagi dengan variasi yang baru dan banyak lagi.

Saran

Dengan ini kita tahu bahwa hutan mangrove memiliki banyak manfaatnya, tidak salah
bahwa kita sendiri pun harus menyadari dengan perlakuan manusia yang suka merusak dan serakah
dengan alam sekitar. Ada baiknya kita sesama manusia saling menjaga dan melindungi hutan
mangrove untuk kehidupan manusia selanjutnya, lestarikanlah hutan mangrove dan sayangilah
hutan mangrove karena dia dapat memberikan kehidupan bagi mu.