Anda di halaman 1dari 3

yang mengarah pada penghinaan,

1. PENGERTIAN situasi lingkungan yang tidak


RESIKO PERILAKU KEKERASAN
Perilaku kekerasan merupakan mendukung
respon terhadap stresor yang dihadapi
oleh seseorang yang ditunjukan dengan 3. TANDA DAN GEJALA
perilaku aktual melakukan kekerasan,  Muka merah dan tegang
baik pada diri sendiri, orang lain  Mata melotot / pandangan tajam
maupun lingkungan, secara verbal  Tangan mengepal
maupun nonverbal , bertujuan untuk  Bicara kasar
melukai orang lain secara fisik maupun  Suara tinggi, membentakan atau
psikologis. berteriak
 Mengancam secara verbal atau fisik
2. ETIOLOGI  Melukai diri sendiri / orang lain
a. Faktor Predisposisi  Merusak lingkungan
 Teori biologik
 Teori psikologik
 Teori sosiokultural
OLEH : b. Faktor Presipitasi
DESI FATMAWATI S.Tr, Kep Bila dilihat dari sudut pandang
perawat, klien maka factor yang
mencetuskan terjadinya prilaku
kekerasan yaitu :
PROFESI NERS JURUSAN 1) Klien : kelemahan fisik ,
KEPERAWATAN POLTEKKES keputusasaan ,ketidak berdayaan,
KEMENKES BENGKULU kurang percaya diri.
2) Lingkungan : rebut , kehilangan
TAHUN AKADEMIK
orang atau objek yang berbahaya ,
2019/2020 konflik intraksi social, keritikan
b. Minum obat teratur
4. CARA MENGONTROL PERILAKU 1. Chlorpromazine (CPZ) : untuk 5. PERAN KELUARGA DALAM
KEKERASAN pemikiran tenang UPAYA PENCEGAHAN
a. Secara Fisik : 2. Respiridone : untuk gangguan KEKAMBUHAN PENDERITA DI
1. Tarik nafas dalam psikologi RUMAH
3. Haloperidol (HLD) : pikiran a. Memberikan perhatian dan rasa
teratur dan rasa marah berkurang kasih sayang dan penghargaan sosial
c. Secara Verbal kepada penderita
1. Meminta dengan baik tanpa b. Mengawasi kepatuhan penderita
marah dengan nada suara yang dalam minum obat.
rendah serta tidak menggunakan c. Bantu penderita untuk selalu
kata-kata kasar. Contoh : “Ibu, berinteraksi dengan lingkungan
saya perlu uang untuk membeli d. Beri kegiatan yang positif untuk
baju”. mengisi waktu penderita dirumah
2. Menolak dengan baik. Contoh : e. Jangan biarkan penderita
“Maaf, saya tidak bisa menyendiri, libatkan dalam kegiatan
melakukannya karena sedang sehari-hari.
2. Latihan pukul bantal / kasur ada kerjaan”. f. Memberikan pujian jika penderita
3. Mengungkapkan perasaan kesal melakukan hal yang positif.
dengan baik. Contoh : “Saya jadi g. Jangan mengkritik penderita jika
ingin marah karena perbuatanmu penderita melakukan kesalahan.
itu”. h. Menjauhkan penderita dari
d. Spiritual litas dan berdoa pengalaman atau keadaan yang
menyebabkan penderita merasa
tidak berdaya dan tidak berarti
i. Membawa penderita untuk kontrol
rutin kepelayanan kesehatan.