Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN

BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, berkaitan dengan berbagai segi
kehidupan antara lain: seni, teknik, ruang/tata ruang, geografi, dan sejarah. Arsitektur
juga berkembang dalam bentuk yang semakin kompleks sejalan dengan perkembangan
peradaban dan budaya termasuk ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan kebutuhan
manusia baik secara kualitatif maupun kuantitatif (Sumalyo, 1997).
Kata Arsitektur berasal dari gabungan Bahasa Yunani, “Arch” dan “Teknon”.
Arch, memiliki arti berdiri, memulai sesuatu, berdiri untuk memulai, mengusaha, dan
membimbing. Sedangkan kata Teknon, memiliki arti menciptakan, mengembangkan, dan
membangun (Saktia, 2017). Jika kedua kata ini digabungkan, maka arsitektur mengusahakan
atau berdiri untuk memulai membangun sesuatu. Sedangkan menurut dari sumber Kamus
Besar Bahasa Indonesia, arsitektur adalah seni dan ilmu merancang serta membuat
konstruksi bangunan, jembatan, dan sebagainya; metode dan gaya rancangan suatu konstruksi
bangunan. Sehingga, arsitektur merupakan seseorang yang merancang sesuatu yang memiliki
konstruksi bangunan (membuat konstruksi) dengan kaitan nilai estetika.
Seiring berjalannya waktu, dapat kita lihat juga teknologi yang diciptakan pada masa
kini semakin berkembang untuk mempermudah kehidupan manusia. Namun, hal ini juga
mengakibatkan eleminasi sumber daya manusia, dimana manusia disaring sesuai kemampuan
dan keahlian di bidangnya. Softskill maupun hardskill, sangat diperlukan agar mampu
bersaing dengan dunia luar. Apalagi saat ini dalam era politik terdapat adanya MEA
(Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara) atau ASEAN Economic Community yang dimulai
tahun 2015. MEA ini adalah sebuah sistem ekonomi campuran dimana sektor perdagangan yang
berkaitan dengan hidup banyak orang akan dibebaskan bagi daerah Asia Tenggara. Hal ini tentu
menyebabkan wilayah ekonomi semakin sempit dan persaingan yang bangsa Indonesia
hadapi semakin ketat.
Bagi lulusan Teknik Arsitektur, tentu dalam menghadapi pasar saingan bukanlah
suatu hal yang baru, namun jika dalam isu politik MEA pasar ekonomi juga semakin
berkembang dan besar kemungkinan bahwa potensi seorang lulusan arsitek cukup maju dan
independent. Bagi para mahasiswa, situasi dari bekerja akan jauh berbeda dari pembelajaran di
kelas. Dapat dilihat dari sisi tanggung jawab yang lebih besar serta pemahaman yang akan

BAB I PENDAHULUAN | 1
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

berbeda dari teori namun sama. Pembelajaran dari tempat pendidikan formal seperti
Universitas Udayana khususnya Fakultas Teknik Arsitektur, sudah memahami dengan baik
akan dunia persaingan. Pembekalan ilmu diberikan agar menghasilkan hasil karya yang
maksimal. Universitas Udayana juga sadar akan hal ini tidak di dapat dari teori, melainkan
sebuah praktek. Oleh karena itu, diadakan mata kuliah Kerja Praktek sebagai salah satu mata
kuliah wajib dan syarat kelulusan.
Kerja Praktek diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa
melalui softskill dan hardskill untuk menunjang mahasiswa yang kompeten menghadapi
dunia luar. Mahasiswa dituntut agar dapat membandingkan kehidupan dunia kerja dengan
teori yang sudah di bekali oleh pelajaran di kampus. Kerja praktek akan membimbing
mahasiswa untuk melakukan pekerjaan bidang arsitektur lebih baik dan mapan akan ilmu
pengetahuan. Selain ilmu pengetahuan, kerja praktek membuat mahasiswa terlatih akan
penerapan konsep-konsep arsitektur dari seorang arsitek. Sehingga, mahasiswa akan siap
bersaing dengan negara lain khususnya dalam bidang arsitektur. Universitas Udayana
menawarkan 2 cabang dari kerja praktek yaitu, perencanaan dan pelaksanaan. Perbedaan dari
dua cabang ini terletak dari proses di lapangan kerja. Pada perencanaan, mahasiswa diajarkan
untuk membuat sebuah gambar bangun, konsep, serta visual presentasi ke klien. Perencanaan
akan cenderung ke arah konsultan. Pelaksanaan, mahasiswa akan diajarkan untuk
memperhatikan serta melaksanakan proyek agar sesuai dengan gambar sehingga cenderung ke
arah kontraktor.
Pada kesempatan kali ini, kerja praktek yang dipilih adalah perencanaan. Konsultan
yang memberi kesempatan adalah HG Architects and Designers Associates dengan kepala
bernama I Gede Harimurti, ST., IAI. Lokasi dari HG Architects and Designers Associates ini
sendiri terletak di Jl. Gunung Kapur No. 2B, Tegal Kertha, Denpasar. Proyek yang sedang di
kerjakan adalah Batursari Private House yang akan dibangun di Jl. Batursari, Sanur,
Bali. Harapan dari mata kuliah Kerja Praktek Perencanaan, mahasiswa dapat lebih terampil
dan mengerti akan setiap prosedur yang dilakukan untuk mengerjakan suatu proyek.
Sehingga mahasiswa akan lebih matang dalam mengikuti dunia kerja nanti.

1.2. Tujuan dan Manfaat


Kegiatan pembuatan laporan ini memiliki tujuan yang sangat baik dalam
melaksanakan kerja praktek perencanaan, sasaran yang jelas, serta manfaat yang banyak dari
segi berbagai pihak saat melakukan kerja praktek perencanaan.

BAB I PENDAHULUAN | 2
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

1.2.1. Tujuan
Tujuan dari kerja praktek perencanaan ini sesuai dengan kompetensi yang
diharapkan, sesuai dengan penyajian Kurikulum Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik,
Universitas Udayana, mahasiswa Teknik Arsitektur diharapkan:
a. Kerja Praktek Perencanaan merupakan sebuah syarat untuk memasuki mata
kuliah Studio Akhir dan kelulusan.
b. Dapat mengenal dan menghayati tentang cara, proses, dan sistem yang
digunakan oleh konsultan profesional dalam merencanakan sebuah proyek
bangunan.
c. Menambah dan melengkapi wawasan dalam proses perencanaan sebuah
proyek bangunan.
1.2.2. Manfaat
Manfaat yang akan diperoleh dari penyusunan buku laporan kerja praktek ini
antara lain:
a. Bagi Penulis (Mahasiswa)
Manfaat bagi Penulis setelah melakukan kegiatan Kerja Praktek
Perencanaan ini, mahasiswa akan memperoleh sejumlah pengalaman baru
khususnya bekerja di dunia kerja sebenarnya, pengalaman ini tentunya dapat
dijadikan sebuah bekal di kemudian hari, sebelum terjun ke masyarakat dalam
bidang kompetensi yang nanti akan dilakukan sebagai seorang arsitek. Penulis
juga mendapatkan sejumlah pengetahuan terkait bagaimana proses perencanaan di
dunia nyata, dengan demikian penulis mampu memahami dan menghayati
keterkaitan antara praktek lapangan dengan teori-teori yang telah diberikan pada
perkuliahan. Sehingga hasil perencanaan dari teori dapat dikembangkan lagi oleh
mahasiswa demi menciptakan solusi bagi masalah yang timbul saat perencanaan
sedang berlangsung, dengan begitu penulis dapat melihat sisi kekurangan dan
kelebihan dari masing-masing aspek perencanaan.
b. Bagi Pembaca
Pembaca akan mendapatkan sebuah masukan berupa teori maupun hasil
dari praktek dalam proses perencanaan sebuah bangunan berlangsung. Pembaca
juga mampu memberikan kritik dan saran terhadap permasalahan yang timbul
pada proses perencanaan tersebut. Pembaca juga mampu memberikan penilaian
terhadap menentukan baik atau tidaknya laporan ini untuk menentukan nilai

BAB I PENDAHULUAN | 3
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

kompetensi dan usaha penulis dalam menyelesaikan Kerja Praktek Perencana


dengan hasil laporannya.
c. Bagi Institusi
Laporan Kerja Praktek Perencanaan ini dapat menjadi suatu masukan teori
praktek perencanaan bagi institusi yang dapat dilanjutkan sebagai kajian ilmu.

1.3. Ruang Lingkup dan Batasan


Ruang lingkup pembahasan dan Batasan waktu yang berkaitan dengan penyusunan
Laporan Kerja Praktek Perencanaan ini adalah sebagai berikut:
1.3.1. Ruang Lingkup Pembahasan
Secara garis besar, lingkup pembahasan yang akan dibahas dalam laporan
kerja praktek perencanaan dari proyek Batursari Private House ini adalah meliputi
proses penanganan proyek oleh HG Architects and Designers Associates serta proses
dalam desainnya. Proses pengerjaan yang akan diamati selama Kerja Praktek pada
proyek ini dimulai dari Schematic Design Services, Design Development Services, dan
Document Construction Services.
1.3.2. Batasan Waktu
Sesuai dengan surat keputusan yang diberikan oleh Dosen Kordinator Mata
Kuliah Kerja Praktek Perencanaan, penulisan laporan Kerja Praktek ini dilaksanakan
mulai dari tanggan 8 Februari 2018 – 8 Mei 2018 dibawah pengawasan dari HG
Architects and Designers Associates dengan proyek yang dikerjakan yaitu Batursari
Private House.

1.4. Metode
Dalam penulisan Laporan Kegiatan Kerja Praktek Perencanaan ini memiliki beberapa
metode dan teknik yang digunakan. Teknik yang digunakan meliputi:
1.4.1. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan merupakan data yang di dapat dari HG Architects and
Designers Associates sebagai bahan laporan. Data dibagi berdasarkan jenis data dan
sumber data yang di dapat. Penjelasan data-data yang dibagi tersebut, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN | 4
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

a. Data berdasarkan Jenis Data


1. Data Kualitatif
Data kualitatif merupakan data yang tidak memiliki tolak ukuran yang
jelas seperti angka (tidak memiliki jumlah yang pasti). Cara menilai dari data
kualitatif adalah dirasakan atau dibandingkan. Data kualitatif umumnya dapat
berupa sebuah cara kerja pihak konsultan perencanaan dalam menangani
sebuah pekerjaan, cara berkomunikasi, cara manajemen hubungan internal
maupun eksternal, dan sebagainya.
2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif merupakan data yang berbanding terbalik dengan data
kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang jelas, data yang dapat dihitung
karena memiliki jumlah yang pasti. Data kuantitatif biasanya dapat berupa
jumlah struktur organisasi pegawai, tahapan-tahapan dalam menangani
proyek, rencana anggaran biaya, dan sebagainya.
b. Data berdasarkan Sumber Data
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh berdasarkan hasil di dapat
langsung (tanpa perantara). Data primer harus di dapat dari sumber-sumber
terpercaya dan dianggap berkompeten dalam memberikan informasi.
Wawancara
Pengumpulan data dalam bentuk wawancara biasanya berupa tanya
jawab atau diskusi langsung dengan sumber yang kompeten. Dalam hal ini I
Gede Harimurti, ST., IAI., selaku pimpinan dan arsitek HG Architects
and Designers Associates, merupakan salah satu subjek yang menjadi
sumber wawancara. Wawancara dapat dilakukan dari berbagai pihak
terkait informasi yang dibutuhkan.
Observasi
Pengumpulan data melalui observasi, merupakan bentuk dari
pengamatan secara langsung. Pengamatan langsung harus diadakannya
survei ke tempat yang bersangkutan. Hasil observasi akan dituliskan ke
dalam laporan harian Kerja Praktek Perencanaan.

BAB I PENDAHULUAN | 5
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sebuah data yang di dapat dari luar konteks
lingkungan maupun sumber langsung yang berkaitan. Data sekunder biasanya
dijadikan sebagai bahan acuan atau pedoman dalam melakukan sesuatu
(dalam hal ini adalah perencanaan bangunan). Data sekunder juga dapat
dijadikan sebagai bahan pembanding. Hal ini dikarenakan data sekunder
sebagian besar adalah teori, gagasan tokoh-tokoh besar, dan kejadian masa
lampau yang kini masih dipelajari.
Studi Literatur
Studi literatur adalah bagian dari cara pengumpulan data yakni
dengan mengumpulkan informasi dari buku-buku atau internet. Isi dari
buku-buku ini akan menjadi pedoman informasi dalam melakukan
kegiatan kerja praktek. Buku-buku dapat dicari di perpustakaan umum
maupun perpustakaan di Universitas Udayana.
1.4.2. Teknik Pembahasan
Dalam melakukan pembahasan di dalam laporan Kerja Praktek
Perencanaan ini, terdapat beberapa teknik untuk menyusunnya. Teknik tersebut
adalah:
a. Teknik Deskriptif
Teknik deskriptif digunakan dalam menjelaskan secara detail bagian-
bagian informasi terkait dengan penjelasan yang membutuhkan deskripsi. Teknik
ini dipakai saat menjelaskan bagian identitas konsultan perencanaan arsitektur,
identitas proyek, serta tahapan-tahapan atau proses yang digunakan saat
merancang sebuah bangunan.
b. Teknik Korelasi
Teknik korelasi merupakan sebuah teknik yang menggunakan relasi dalam
penjelasannya. Teori korelasi biasanya digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang
berhubungan satu dengan yang lain. Contoh informasi yang digunakan dalam
tahap teknik korelasi misalnya, hubungan dari konsultan perencana dengan klien,
hubungan untuk mendapatkan proyek, dan hubungan dari manajemen dalam
organisasi lingkungan kerja.
c. Teknik Komparatif

BAB I PENDAHULUAN | 6
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI
Teknik penyajian komparatif merupakan teknik pembanding. Pada
penggunaan teknik komparatif, biasanya menggunakan teori-teori serta pedoman

BAB I PENDAHULUAN | 8
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

yang di dapat dari studi literatur maupun pelajaran saat di kuliah. Keuntungan dari
penggunaan teknik komparatif dalam pembahasannya, keadaan di dunia kerja
dengan teori dapat dibandingkan sehingga hasil perbandingannya mampu
memunculkan pernyataan, kritik, dan saran.
1.4.3. Teknik Pengambilan Kesimpulan
Dalam mengakhiri sebuah laporan, tentunya harus dituliskan beberapa
kesimpulan. Pengambilan kesimpulan pada laporan Kerja Praktek Perencanaan ini
dapat diambil berdasarkan teori dedukatif. Metode penyimpulan yaitu menyimpulkan
bagaimana perencaan proyek secara khusus dengan pemaparan yang baik dan mudah
dimengerti.

1.5. Sistematika Penulisan


Adapun penyusunan laporan kegiatan Kerja Praktek Perencanaan ini memiliki sistem
penulisan yang digunakan. Sistem penulisan tersebut, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Bab I merupakan bagian awal dari laporan Kerja Praktek Perencanaan. Bab I
merupakan penjabaran dari latar belakangnya diadakannya Kerja Praktek Perencanaan
ini serta berbagai rumusan masalah yang akan dihadapi dan dijawab. Pada bab I juga
diberikan sebuah gambaran tentang teknik dan sistem yang digunakan saat penulisan
berlangsung. Bab I menjadi sebuah gambaran awal dalam memasuki bab-
bab selanjutnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab II merupakan hasil dari studi literatur atau data yang diterima merupakan
data yang bersifat sekunder. Pada bab II dijabarkan teori-teori yang bersangkutan
dengan konsultan perencanaan arsitektur, jenis proyek, dan manajemen-manajemen di
lingkungan konsultan perencanaan arsitektur. Tujuan dari bab II ini adalah
memberikan sebuah cerminan akan bab pembahasan selanjutnya. Bab II juga akan
dijadikan sebagai patokan pembanding dari hasil yang ditemukan pada lingkungan
kerja yang sesungguhnya.
BAB III TINJAUAN PROYEK
Bab III adalah hasil dari peninjauan langsung terhadap lingkungan konsultan
perencanaan arsitektur. Bab III merupakan hasil dari susunan data primer yang
dikumpulkan untuk dijadikan sebuah acuan dasar dari kegiatan Kerja Praktek

BAB I PENDAHULUAN | 7
LAPORAN KERJA PRAKTEK PERENCANAAN
BATURSARI PRIVATE HOUSE – SANUR, BALI

Perencanaan. Peninjauan praktek dapat menghasilkan informasi berupa identitas


konsultan perencanaan arsitektur, identitas proyek, peraturan terkait hak dan
kewajiban, dan sebagainya.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab IV merupakan bagian dari hasil yang dikerjakan selama kegiatan kerja
praktek berlangsung. Bab IV juga dapat menjadi sarana memberikan hasil
perbandingan antara teori-teori dengan hasil di lingkungan kerja yang sebenarnya.
Dalam pembahasan tentu dapat ditemukan nilai-nilai penting. Nilai-nilai penting ini
biasanya ditemukan masalah-masalah yang harus di kritisi dan dijabarkan untuk
menciptakan sebuah solusi.
BAB V PENUTUP
Bab V adalah bagian akhir dari laporan Kerja Praktek Perencanaan. Pada bab V
terdapat kesimpulan yang diambil. Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil
perbandingan dan solusi-solusi yang telah ditemukan. Lewat kesimpulan, makan
ditemukan solusi terhadap permasalahan, dimana setiap permasalahan dijadikan
sebagai acuan kritik dan saran. Bab V juga menjadi sebuah pendapat dari penulis
khususnya di bagian keuntungan dan kerugian dalam hal kerja praktek ini.

BAB I PENDAHULUAN | 8