Anda di halaman 1dari 12

1. Apa persamaan antara perhitungan job order dan proses costing? Min 3 persamaan?

Persamaannya adalah:

Sama-sama bertujuan biaya bahan baku, tenaga kerja dan overhead ke produk dan mekanisme
menentukan harga pokok perunit.

Sama menggunakan rekening overhead pabrik, barang dalam proses dan barang jadi.

Aliran biaya melalui rekening manufaktur pada dasarnya sama.

2. Mengapa pengumpulan biaya berdasarkan proses (proses costing) lebih mudah ketimbang biaya
berdasarkan pesanan (job order)?

Pengumpulan biaya pada process costing lebih mudah dari pada job-order costing karena dalam process
costing biaya ditelusuri ke setiap departemen proses yang teribat, yang masing-masing memiliki
rekening Barang Dalam Proses sedangkan dalam job-order costing biaya harus ditelusuri ke masing-
masing kartu biaya dimana hanya ada satu rekening Barang Dalam Proses.

3. Pemotongan Perakitan

Jumlah unit barang dalam proses, persediaan awal 100 180

Jumlah unit dimulai di Departemen Pemotongan 600

Jumlah unit ditransfer ke Departemen Perakitan 500

Jumlah unit diterima dari Departemen Pemotongan 500

Jumlah unit ditransfer ke Persediaan Barang Jadi 580

Jumlah unit Barang dalam proses, persediaan akhir 200 100

Supervisor masing2 departemen melaporkan bahwa persediaan akhir barang dalam proses 60% selesai
untuk bahan baku di Departemen Pemotongan dan 100% selesai untuk bahan baku Perakitan.
Persediaan akhir 20% selesai untuk Tenaga Kerja di Departemen Pemotongan dan 70% selesai di
Departemen Perakitan. Untuk overhead pabrik, persediaan akhir 40% selesai di Departemen
Pemotongan dan 70% selesai di Departemen Perakitan. (Persentase penyelesaian dari pers. awal barang
dalam proses tidak diperlukan jika metode rata2 tertimbang yang digunakan).

Data biaya untuk bulan Januari adalah sebagai berikut:

Barang dalam proses, Persediaan awal: Pemotongan Perakitan


Biaya dari Departemen sebelumnya - $ 8.320

Bahan Baku $ 1.892 830

Tenaga Kerja 400 475

Overhead pabrik 796 518

Biaya yang ditambahkan ke proses selama periode berjalan:

Bahan Baku $ 13.608 $ 7.296

Tenaga Kerja 5.000 9.210

Overhead pabrik 7.904 11.052

Jawab:

Departemen Pemotongan:

1) Skedul Kuantitas

Persediaan awal 100

Dimulai periode ini 600 700

Ditransfer ke Dep. Perakitan 500

Persediaan akhir (60%, 20%, 40%) 200 700

2) Biaya dibebankan:

Bahan Baku 1.892

Tenaga Kerja 400

Overhead Pabrik 796+

-> 3.088
Biaya ditambahkan Ekuivalen Harga/unit

Bahan Baku 13.608 500 + (200 x 60%) = 620 (1.892 + 13.608) : 620 = 25

Tenaga Kerja 5.000 500 + (200 x 20%) = 540 ( 400 + 5.000) : 540 = 10

Overhead Pabrik 7.904+ 500 + (200 x 40%) = 580 ( 796 + 7.904) : 580 = 15+

-> 26.512+ 50

Total biaya dibebankan ke Dep. 29.600

3) Biaya dipertanggungjawabkan

Selesai ditransfer ke Perakitan 500 x 50 = 25.000

Persediaan akhir:

Bahan Baku (200 x 60% x 25) = 3.000

Tenaga Kerja (200 x 20% x 10) = 400

Overhead Pabrik (200 x 40% x 15) = 1.200+

4.600+

29.600

Departemen Perakitan:

1) Skedul Kuantitas

Persediaan awal 180

Dimulai periode ini 500 680

Ditransfer ke Dep. Perakitan 580

Persediaan akhir (100%, 70%, 70%) 100 680

2) Biaya dibebankan:
B.dari Dep. Sebelumnya 8.320

Bahan Baku 830

Tenaga Kerja 475

Overhead Pabrik 518 +

10.143

Biaya ditambahkan Ekuivalen Harga/unit

B.dari Dep. Sebelumnya 25.000 580 + (100 x 100%) = 680 (8.320 + 25.000) : 680 = 49

Bahan Baku 7.296 580 + (100 x 100%) = 680 (830 + 7.296) : 680 = 11,95

Tenaga Kerja 9.210 580 + (100 x 70%) = 650 (475 + 9.210) : 650 = 14,9

Overhead Pabrik 11.052+ 580 + (100 x 70%) = 650 (518 + 11.052) : 650 = 17,8 +

52.558+ 93,65

Tot. b.dibebankan ke Dep. 62.701

3) Biaya dipertanggungjawabkan

Selesai ditransfer ke Perakitan 580x 93,65 = 54.317

Persediaan akhir 100 x 49 = 4.900

Bahan Baku (100 x 100% x 11,95) = 1.195

Tenaga Kerja (100 x 70% x 14,9) = 1.043

Overhead Pabrik (100 x 70% x 17,8) = 1.246+

8.384+

62.701

4. Laporan Biaya Produksi; Departemen Pertama; Biaya Rata-rata Tertimbang. Tyndol Fabricators Inc.
memproduksi suatu produk didua departemen. Produk ini dibuat dari lempengan logam yang dipotong
dan dibentuk di Departemen Pemotongan dan Pembentukan. Produk ini kemudian ditransfer ke
Departemen Perakitan, dimana bagian2 lain yang dibeli dari pemasok luar ditambahkan ke unit dasar.
Karena hanya ada satu produk yang diproduksi oleh perusahaan, maka system perhitungan biaya
berdasarkan proses yang digunakan. Perusahaan menggunakan asumsi aliran biaya rata2 tertimbang
untuk mempertanggungjawabkan persediaan barang dalam proses. Data yang berkaitan dengan operasi
bulan November di Departemen Pemotongan dan Pembentukan adalah:

Jumlah unit di persediaan awal 800

Jumlah unit yang mulai diproses selama periode berjalan 3.200

Jumlah unit yg ditransfer ke Dep.Perakitan selama periode berjalan 3.400

Jumlah unit dipers.akhir (75% selesai u/ BB, 40% selesai u/ TK, 25% u/ BOP) 600

Biaya yang dibebankan ke Departemen: Pers.awal Ditambahkan dibulan berjalan

Bahan Baku $ 17.923 $ 68.625

Tenaga Kerja langsung 2.352 14.756

BOP 3.800 29.996

Buatlah Laporan Produksi Bulan November untuk Departemen yang bersangkutan.

Jawab:

1) Skedul Kuantitas

Persediaan awal 800

Dimulai periode ini 3.200 4.000

Ditransfer ke Dep. Perakitan 3.400

Persediaan akhir (60%, 20%, 40%) 600 4.000

2) Biaya dibebankan:
Bahan Baku 17.923

Tenaga Kerja 2.352

Overhead Pabrik 3.800+

24.075

Biaya ditambahkan Ekuivalen Harga/unit

Bahan Baku 68.625 3.400 + (600 x 75%) = 3.850 (7.923 + 68.625) : 3.850 = 22,48

Tenaga Kerja 14.756 3.400 + (600 x 40%) = 3.640 (2.352 + 14.756) : 3.640 = 4,7

Overhead Pabrik 29.996+ 3.400 + (600 x 25%) = 3.550 (3.800 + 29.996) : 3.550 = 9,52+

113.377+ 36,7

Tot. b. dibebankan ke Dep. 137.452

3) Biaya dipertanggungjawabkan

Selesai ditransfer ke Perakitan 3.400 x 36,7 = 124.780

Persediaan akhir:

Bahan Baku (600 x 75% x 22,48) = 10.116

Tenaga Kerja (600 x 40% x 4,7) = 1.128

Overhead Pabrik (600 x 25% x 9,52) = 1.428+

12.672+

137.452

BIAYA MUTU AKUNTANSI UNTUK KEHILANGAN DALAM PROSES PRODUKSI

Pembentukan Pelapisan
Jumlah unit dibarang dalam proses, persediaan awal 4.000 3.000

Jumlah unit dimulai di Departemen Pembentukan 21.000

Jumlah unit ditransfer ke Departemen Pelapisan 19.000

Jumlah unit diterima dari Departemen Pembentukan 19.000

Jumlah unit ditransfer ke Pers.Barang Jadi 15.000

Jumlah unit barang dalam proses. Pers.akhir 3.600 4.000

Jumlah unit cacat selama periode berjalan 2.400 3.000

Barang dalam proses, pers. awal:

Biaya dari departemen sebelumnya 1.396

Bahan baku 615 196

Tenaga kerja 366,4 310

Overhead pabrik 549,6 310

Biaya yang ditambahkan keproses selama periode berjalan:

Bahan baku 3.885 1.520

Tenaga kerja 2.273,6 3.718

Overhead pabrik 3.410,4 3.718

Jawab:

Dep 1:

1) Skedul kuantitas

Pers. awal 4.000

Dimulai periode ini 21.000 25.000

Jumlah unit ditransfer 19.000

Pers. akhir(100, 30,30) 3.600


Barang cacat(100, 80,80) 2.400 25.000

2) Biaya dibebankan:

Bahan Baku 615

Tenaga Kerja 366,4

BOP 549,6

Biaya ditambahkan: Ekuivalen Harga/unit

Bahan Baku 3.885 19.000+(3.600x100%)+(2.400x100%)= 25.000 (615+3.885):25.000


= 0,18

Tenaga Kerja 2.273,6 19.000+(3.600x30%)+(2.400x80%) = 22.000


(366,4+2.273,6):22.000=0,12

BOP 3.410,4+ 19.000+(3.600x30%)+(2.400x80%) = 22.000


(549,6+3.410,4):22.000=0,18+

11.100 0,48

3) Biaya dipertanggungjawabkan:

Ditransfer ke Dep. Perakitan 19.000 x 0,48 = 9.120

Pers. akhir

Bahan baku 3.600 x 100% x 0,18 = 648

Tenaga kerja 3.600 x 30% x 0,12 = 129,6

BOP 3.600 x 30% x 0,18 = 194,4

972

Barang Cacat:
Bahan baku 2.400 x 100% x 0,18 = 432

Tenaga kerja 2.400 x 80% x 0,12 = 230,4

BOP 2.400 x 80% x 0,18 =345,6

1.008

Dep 2: 11.100

1) Skedul kuantitas

Pers. awal 3.000

Dimulai periode ini 19.000 22.000

Jumlah unit ditransfer 15.000

Pers. akhir(100, 25, 25) 4.000

Barang cacat(100, 100, 100) 3.000 22.000

2) Biaya dibebankan:

Biaya dari dep.sblmnya 1.396

Bahan baku 196

Tenaga kerja 310

BOP 310

Biaya ditambahkan: Ekuivalen Harga/unit

Biaya dep.sebelumnya 9.120 15.000+(4.000x100%)+(3.000x100%)=22.000


(1.396+9.120):22.000=0,478

Bahan baku 1.520 15.000+(4.000x100%)+(3.000x100%)=22.000


(196+1.520):22.000 =0,078

Tenaga kerja 3.718 15.000+(4.000x25%)+(3.000x100%)=19.000


(310+3.718):19.000 =0,212
BOP 3.718+ 15.000+(4.000x25%)+(3.000x100%)=19.000 (310+3.718):19.000
=0,212+

20.288 0,98

3) Biaya dipertanggungjawabkan:

Ditransfer ke Dep. Perakitan 15.000 x 0,98 = 14.700

Pers. Akhir

Biaya dept.sblmny 4.000 x 100% x 0,478 = 1.912

Bahan baku 4.000 x 100% x 0,078 = 312

Tenaga kerja 4.000 x 25% x 0,212 = 212

BOP 4.000 x 25% x 0,212 = 212

2.648

Barang Cacat:

Biaya dept.sblmny 3.000 x 100% x 0.478 = 1.434

Bahan baku 3.000 x 100% x 0.078 = 234

Tenaga kerja 3.000 x 100% x 0.212 = 636

BOP 3.000 x 100% x 0.212 = 636

2.940

20.288

5. perbedaan job order costing dan process costing.

Job Order Costing

Process Costing

- Beberapa pekerjaan yang berbeda dikerjakan dalam satu periode

- Hanya ada satu unit produksi yang diproduksi secara kontinyu dan dalam jangka panjang

- Biaya dikumpulkan untuk setiap pekerjaan


- Biaya dikumpulkan perdepartemen

- Biaya perunit dihitung untuk setiap pekerjaan berdasarkan kartu biaya

- Biaya perunit dihitung perdepartemen berdasarkan laporan produksi perdepartemen

- Kartu biaya adalah dokumen sumber yang digunakan untuk mengendalikan pengumpulan biaya
suatu pekerjaan.

- Laporan produksi departemen menjadi dukumen sumber yang menunjukkan pengumpulan dan
posisi biaya perdepartemen

6. Karakteristik sistem biaya proses yang diterapkan pada perusahaan manufaktur adalah :

 Sistem produksi merupakan sistem produksi yang berjalan terus menerus (intermitten);
 Produk yang dihasilkan merupakan produksi massal dan bersifat seragam (homogen);
 Tujuan produksi adalah untuk membentuk persediaan (inventory).

7. Laporan pertanggung-jawaban untuk sistem biaya proses ini, terdiri dari 3 bagian yakni:

 Bagian pertama berisi informasi data produksi yang sekaligus laporan arus fisik. Perlu dipahami
bahwa pengertian unit dalam bagian ini adalah unit ekuivalen.
 Bagian kedua berisi informasi total akumulasi biaya yang menjadi tanggung-jawab Manajer
Departemen Produksi yang bersangkutan.
 Bagian ketiga berisi informasi bagaimana total biaya didistribusikan menjadi nilai dari barang
dalam proses dan produk jadi.

8. Output dari proses akuntansi biaya bisa berupa ?

 Laporan harga pokok produksi


 Laporan biaya pemasaran
 Info biaya untuk penyusunan anggaran
 Laporan biaya penelitian dan pengembangan produk
9. Dasar pembebanan biaya berdasarkan aktivitas apa saja ?

 unit produksi

 jam mesin

 tenaga kerja langsung

 biaya bahan baku

 biaya tenaga kerja langsung


 biaya pemeliharaan

10. Apa yang dimaksud dengan process costing ?

suatu metode dimana bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya atau
departemen.

Biaya yang dibebankan ke setiap unit produk yang dihasilkan ditentukan dengan membagi total biaya
yang dibebankan ke pusat biaya tersebut dengan jumlah unit yang diproduksi pada pusat biaya yang
bersangkutan.