Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL PENYULUHAN CMHN

PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL PRA SEKOLAH (3-6 TAHUN) :INISIATIF VS


RASA BERSALAH

OLEH:
KELOMPOK 1
1. ADELA NOFITA 9. ARENA IRAWAN
2. ALFINA NORA 10. ASTRI PUTRI UTAMI
3. ADISTY FERIANI 11. CHINTYA DWI RIZAL
4. AFANNY SEPTI LEGI 12. DARA JINGGA
5. ANJELA NOVEREN 13. DIAN RESTUTI
6. ANNISA ZAHRA 14. DINI RAHMADANI
7. ANNISHA ALLAMA NOPTIKHA 15. DWIRA JANUAR
8. APRILLIA DHEANA PUTRI 16. ELFIRA YUNITA

SI KEPERAWATAN (4A)

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG


2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok Bahasan : Perkembangan Psikososial Pra Sekolah (3-6 tahun): inisiatif vs rasa
bersalah
Sasaran : Orang tua, guru dan anak Pra sekolah
Hari/ Tanggal : Kamis, 5 Desember 2019
Waktu : 08.30-09.15 WIB
Tempat : PAUD Kelurahan Kurao Pagang

A. LATAR BELAKANG
Fase prasekolah merupakan salah satu tahap perkembangan pada anak usia
tiga sampai enam tahun (Wong, 2009). Tahap perkembangan anak pada fase ini
meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), dan
psikososial. Pada fase ini perkembangan psikososial anak akan melalui tahap antara
inisiatif dan rasa bersalah (Erickson dalam Wong, 2009).
Perkembangan psikososial yang didefinisikan sebagai faktor-faktor yang
berkaitan dengan lingkungan sosial atau interaksi dengan orang lain yang dapat
memberikan pengaruh terhadap perilaku individu (Djohan, 2006). Pada fase ini anak
akan melalui perkembangan dalam perubahan interaksi dengan keluarga, konsep diri,
permainan kelompok, dan membedakan gender. Perkembangan psikososial
mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pada tahap perkembangan
selanjutnya.
Berdasarkan data Dirjen PAUD kemendiknas (2011), layanan PAUD baru
menyentuh 53,70% atau sekitar 15,5 juta anak di Indonesia. Lebih lanjut lagi, sebesar
25,66% anak mengikuti Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang sesungguhnya bukan
merupakan layanan PAUD dan baru 28,04% atau 8,1 juta anak Indonesia yang
mendapat layanan PAUD formal maupun informal. Hal ini berarti lebih dari 70% anak
Indonesia yang belum mengikuti pendidikan anak pada usia dini.
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan selama 45 menit, sasaran diharapkan
mampu memahami perkembangan psikososial pada pra sekolah yang normal dan
menyimpang.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit sasaran mampu:
a. Keluarga mampu menjelaskan perilaku yang menggambarkan perkembangan
yang normal dan menyimpang.
b. Keluarga mampu menjelaskan cara menstimulasi perkembangan anaknya.
c. Keluarga mampu mendemonstrasikan dan melatih caramemfasilitasi
perkembangan anak.
d. Keluarga mampu merencanakan tindakan untuk menstimulasi perkembangan
anaknya.
A. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Pokok pembahasan
Perkembangan Psikososial Pra Sekolah (3-6 tahun): inisiatif vs rasa bersalah

2. Sasaran
Orang tua, guru dani anak pra sekolah yang menghadiri acara penyuluhan di Paud
Kelurahan Kurao Pagang
3. Metode
1) Ceramah
2) Diskusi
3) Terapi bermain
4. Media
1) LCD
2) Laptop
3) Power Point
4) Leaflet
5. Waktu dan Tempat
1) Hari/Tanggal : Kamis, 5 Desember 2019
2) Waktu : 08.30-09.15 WIB (45 Menit)
3) Tempat : Paud Kelurahan Kurao Pagang
6. Pengorganisasian
1) Moderator : Annisha Allama
Uraian Tugas :
- Membuka dan menutup acara penyuluhan
- Memperkenalkan diri, penyaji, observer dan fasilitator
- Mengontrol jalannya kegiatan penyuluhan
- Mengontrol sesi Tanya jawab
- Memberikan kesimpulan
2) Pemateri : Annisa Zahra
Uraian Tugas :
- Memberikan materi penyuluhan
- Menjawab pertanyaan dari peserta penyuluhan
3) Fasilitator
Dokumentasi :
1. Adela Nofita
2. Alfina Nora
3. Afanny Septi Legi
Absensi :
1. Anjela Noveren
2. Aprillia Dheana Putri
3. Arena Irawan
Snack :
1. Astri Putri Utami
2. Chintya Dwi Rizal
3. Dara Jingga
Mendampingi anak-anak :
1. Dian Restuti
2. Dini Rahmadani
3. Dwira Januar
4. Elfira Yunita
Uraian Tugas :
- Memotivasi peserta agar berperan aktif
- Membuat absensi penyuluhan
- Mengantisipasi suasana yang dapat menganggu kegiatan penyuluhan
- Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas
- Mengiterupsi penyuluh tentang istilah atau hal-hal yang dirasa kurang jelas
bagi peserta
- Berperan akti untuk menjawab pertanyaan
4) Obsever : Adisty Feriani
Uraian Tugas :
- Mengawasi proses pelaksanaan penyuluhan dari awal sampai akhir
- Mengevaluasi kegiatan
- Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan
- Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta kegiatan dari awal sampai
akhir
7. Setting Tempat
keterangan :
: Moderator

: Presenter

: Fasilitator

: Obsever

: Peserta

: Dosen Pembimbing
8. Materi (terlampir)
B. Kegiatan Penyuluhan
Proses Kegiatan Penyuluhan
Sasaran
No Waktu Kegiatan
Penyajian Orang tua
1. 5 Pembukaan  Menyampaikan salam  Menjawab salam
menit a. Salam pembuka pembuka, maksud dan  Memperhatikan
b. Perkenalan tujuan serta kontrak dan terlihat
c. Menyampaikan waktu pelaksanaan antusias mengikuti
tujuan kegiatan kepada peserta penyuluhan
d. Kontrak waktu penyuluhan dengan
e. Melakukan apersepsi bahasa yang sopan dan
jelas serta penggunaan
kata yang efisien.
 Menanyakan beberapa
pertanyaan seputar opini
peserta mengenai topik
penyuluhan.
2. 35 Kegiatan Inti  Menyampaikan materi  Menyimak dan
menit  Menggali dengan jelas dan tepat memperhatikan
pengetahuan sesuai dengan metode penyuluhan
keluarga tentang yang dipilih dengan baik dan
perilaku yang  Menyampaikan materi antusias.
menggambarkan tidak berbelit-belit serta
perkembangan efisien sehingga
psikososial pra mencegah kekurangan
sekolah yang waktu
normal dan  Memanfaatkan semua
menyimpang media yang tersedia untuk
 Memberikan menyampaikan materi
reinforcement dengan baik.
positif
 Menjelaskan
tentang perilaku
yang
menggambarkan
perkembangan
psikososial pra
sekolah yang
normal dan
menyimpang
 Menggali
pengetahuan
keluarga tentang
cara
menstimulasi
perkembangan
psikososial pada
pra sekolah.
 Memberikan
reinforcement
positif
 Menjelaskan
tentang cara
menstimulasi
perkembangan
psikososial pada
pra sekolah.
 Menggali
pengetahuan
keluarga tentang
cara
mendemonstrasi
kan dan melatih
cara
memfasilitasi
perkembangan
anak
 Memberikan
reinforcement
positif
 Menjelaskan
cara
mendemonstrasi
kan dan melatih
cara
memfasilitasi
perkembangan
anak
 Menggali
pengetahuan
keluarga tentang
rencana
tindakan untuk
menstimulasi
perkembangan
anaknya
 Memberikan
reinforcement
positif
 Menjelaskan
rencana
tindakan untuk
menstimulasi
perkembangan
anaknya
 Menjelaskan
terapi bermain
 Melakukan
terapi bermain

3. 5 menit Penutup  Melalukan dialog  Peserta


a. Sesi tanya jawab interaktif dengan peserta penyuluhan
b. Melakukan evaluasi penyuluhan. dengan antusias
c. Menyimpulkan  Menanyakan beberapa bertanya dan
materi yang pertanyaan singkat berdialog tentang
didiskusikan kepada pasien tentang materi
d. Mengakhiri kegiatan materi penyuluhan untuk penyuluhan.
dengan salam mengetahui feed back.  Bersama penyaji
Misalnya dengan menyimpulkan
memberikan studi kasus materi.
dan hadiah kepada  Mengerti dan
peserta yang bisa mempunyai
menjawab dengan benar. pengetahuan baru
 Menyampaikan tentang materi
kesimpulan dengan penyuluhan
singkat dan jelas. ditandai dengan
 Menyampaikan salam hampir
penutup dan ucapan keseluruhan
terimakasih dengan sopan peserta dapat
dan jelas. menjawab studi
kasus.
 Menjawab salam.

C. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. SAP sudah siap 1 hari sebelum penyuluhan.
b. Media (Laptop, LCD, Leaflet) dan tempat sesuai rencana
c. Moderator dan sekretaris sesuai rencana.
d. Peserta siap mengikuti penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Media (Laptop, LCD, Leaflet) sudah disiapkan sesuai rencana.
b. Tempat siap dan disusun sesuai dengan setting tempat yang telah direncanakan.
c. Penyaji,moderator, sekretaris dan peserta siap mengikuti penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
a. Penyuluhan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
b. Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit sasaran mampu memahami 80 %
dari materi yang disampaikan:
 80 % peserta dapat menjelaskan kembali definisi perkembangan psikososial
pra sekolah dengan menggunakan bahasanya sendiri
 80 % peserta dapat menyebutkan sedikitnya 5 dari 10 perkembangan
psikososial yang normal pada pra sekolah.
 80 % peserta dapat menyebutkan sedikitnya 2 dari 4 perkembangan
psikososial yang menyimpang pada pra sekolah.
MATERI PENYULUHAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRASEKOLAH (3-6
TAHUN) : INISIATIF VS RASA BERSALAH
A. PENGKAJIAN
Perkembangan psikososial anak prasekolah adalah proses perkembangan
kemampuan anak dalam berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan
pengetahuannya. Kemampuan ini diperoleh jika konsep diri anak positif karena anka
mulai berkhayal dan kreatif serta meniru peran-peran di sekelilingnya. Anak
berinisiatif melakukan sesuatu dan member hasil. Anak merasa bersalah jika
tindakannya berdampak negatif.
Sikap lingkungan yang suka melarang dan menyalahkan, membuat anak
kehilangan inisiatif. Pada saat dewasa, anak akan mudah mengalami rasa bersalah jika
melakukan kesalahan dan tidak kreatif.
B. KARAKTERISTIK PERILAKU ANAK PRASEKOLAH
1) Perkembangan yang normal : Inisiatif
Perilaku Anak Prasekolah :
 Mengkhayal dan kreatif
 Berinisiatif untuk bermain dengan alat-alat yang ada di rumah
 Belajar keterampilan fisik baru
 Menikmati bermain bersama dengan anak seusianya
 Mudah berpisah dengan orang tua
 Mengetahui hal-hal yang salah dan benar serta mengikuti aturan
 Mengenal minimal empat warna
 Merangkai kata-kata dalam bentuk kalimat
 Mampu melakukan pekerjaan yang sederhana
 Mengenal jeniskelamin
2) Penyimpangan perkembangan : Rasa bersalah
Perilaku Anak Prasekolah:
 Tidak percaya diri, malu untuk tampil
 Pesimis, tidak memiliki minat dan keinginan
 Takut salah dalam melakukan sesuatu
 Sangat membatasi aktivitasnya sehingga terkesan malas dan tidak mampunyai
inisiatif
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Potensial (Normal) : Potensial mengembangkan inisiatif
Risiko (Penyimpangan) : Risiko mengembangkan rasa bersalah
D. TINDAKAN KELUARGA UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
ANAK PRA SEKOLAH
1. Perkembangan yang normal: inisiatif
Tindakan keluarga :
 Bersikap positif dan dorong usaha anak untuk mendiri
 Dukung anak untuk bermain dan sediakan alat bermain
 Bantu anak menyelesaikan masalah yang dialami jika tindakan yang dilakukan
anak berakibat negative/buruk
 Tidak menentang tindakan yang dilakukan anak
 Gunakan bahasa yang positif dalam melarang anak
 Berikan pendapat yang positif terhadap perilaku yangditampilkan
 Beri pujian terhadap keberhasilan yang dicapai oleh anak
 Berikan suasana disiplin dalam rumah pada waktu belajar, menonton Tv,
bermain, makan.
2. Penyimpangan perkembangan: rasa bersalah
Tindakan keluarga :
 Beri waktu pada anak untuk bermain
 Ajarkan anak mengenai permainan sederhana
 Berikan harapan sesuai dengan kemampuan anak
 Tidak memaksakan kehendak pada anak
 Beri pujian terhadap keberhasilan yang dicapai oleh anak
 Jadi pendengar yang baik
 Bersikap positif terhadap kemampuan anak dan dorong anak untuk mandiri
 Tidak menentang tindakan yang dilakukan anak
 Tidak melarang anak
 Gunakan bahasa yang mudah dimengerti

DAFTAR PUSTAKA

Kelliat, Budi Anna.2011.Manajemen Keperawatan Psikososial dan Kader Kesehatan


Jiwa:CMHN.Jakarta:EGC.