Anda di halaman 1dari 19

Pengertian Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk

melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua
hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

Secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “motivation”, yang artinya “daya batin”
atau “dorongan”. Sehingga pengertian motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong atau
menggerakkan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu.

Motivasi bisa datang dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain. Dengan adanya motivasi maka
seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan antusias.

Motivasi adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain
atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari
yang sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang
dilakukan oleh seseorang.

Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara
seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi,
semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi
adalah yang terbaik dari yang terbaik.

Apakah manajemen ilmiah itu bagaimana relevansinya terhadap praktik manajemen sekarang...

Jawaban :

Manajemen ilmiah atau disebut juga manajemen modern adalah kepemimpinan atau pengelolaan
kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kerja yang berdasarkan prinsip -
prinsip atau pedoman - pedoman keilmuan. untuk relevansinya, manajemen ini sangat relevan jika
diterapkan pada manajemen saat ini, karena manajemen ini merupakan manajemen modern, san sesuai
dengan tuntuktan zaman dalam mengatur semua kegiatan dengan berdasarkan prinsip keilmuan karena
tuntutan zaman.

Adapun ciri - ciri manajemen ilmiah atau modern adalah sebagai berikut :

Menggunakan cara kerja keilmuan dan prinsip - prinsip keilmuan sebagai hasil percobaan dan
penyelidikan yang ilmiah pula.
Terdapat nasionalisasi yaitu bekerja berdasarkan perhitungan - perhitungan atau pemikiran yang cermat
dan teliti, jadi meninggalkan cara kerja trial and error.

Terdapat standarisasi yaitu bekerja berdasarkan ukuran - ukuran ( standar - standar ) tertentu, baik
dalam cara kerja, waktu yang digunakan, maupun hasil produksi yang diharapkan.

Terjadi peningkatan produktivitas sebagai hasil kerja yang efektif dan efisien

Cara kerja dan hasil kerjanya dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan kebutuhan jaman yang makin
meningkat

Jadi manajemen itu sangat penting dalam sebuah organisasi untuk mencapai tujuan, sedangkan
manajemen ilmiah ini menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman jadi sangat relevan
terhadap praktek manajemen saat ini.

Untuk mempelajari tentang ilmu manajemen dapat dilihat pada link berikut ini :
brainly.co.id/tugas/3104732

Dan untuk mempelajari tentang kegiatan perekonomian suatu negara dapat dilihat pada link berikut ini :
brainly.co.id/tugas/9566512

Kode soal : 9.10.1

Kelas : IX (3 SMP)

Mata Pelajaran : IPS

kategori ; Negara Maju dan Negara Berkembang

Kata Kunci : Manajemen ilmiah, Manajemen.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/17690087#readmore


Kelima fungsi manajemen menurut Henry Fayol tersebut adalah merancang, mengorganisir,
memerintah, mengkoordinasi dan mengendalikan. Kelima fungsi manajemen menurut Henry
Fayol kemudian sering disebut dengan POCCC (Planning, Organizing, Comanding,
Coordinating, Controlling).

Manajemen memiliki berbagai fungsi di dalamnya. Fungsi manajemen adalah


beberapa elemen dasar yang mengikuti dan melekat di dalam proses manajemen.

Penjelasan Lengkap Fungsi Manajemen


Menurut Henry Fayol
August 11, 2019 4 min read
Manajemen memiliki berbagai fungsi di dalamnya. Fungsi manajemen adalah beberapa
elemen dasar yang mengikuti dan melekat di dalam proses manajemen.

Fungsi manajemen menjadi panduan langkah bagi setiap manajer untuk menjalankan
proses manajemen untuk mencapai tujuan organisasi.

Adapun fungsi manajemen diperkenalkan pertama kali oleh seorang ahli di bidang
industri berkebangsaan Perancis yang bernama Henry Fayol pada abad ke-20.

Terdapat 5 Fungsi manajemen menurut Henry Fayol. Kelima fungsi manajemen


menurut Henry Fayol tersebut adalah merancang, mengorganisir, memerintah,
mengkoordinasi dan mengendalikan.

Kelima fungsi manajemen menurut Henry Fayol kemudian sering disebut dengan
POCCC (Planning, Organizing, Comanding, Coordinating, Controlling).

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Lengkap Manajemen Secara Umum dan
Menurut Para Ahli

1. Table of Contents
o Planning
 Perencanaan strategik terdiri dari :
 Perencanaan Operasional terdiri dari :
o Organizing
o Comanding
o Coordinating
o Controlling
Planning
Henry fayol menempatkan Planning atau perencanaan sebagai fungsi manajemen yang
pertama karena fungsi ini dianggap memiliki peran yang signifikan. Perencanaan
diperlukan untuk mengatur dan mengevaluasi tindakan berikutnya.

Dari sisi Proses, fungsi perencanaan adalah langkah awal yang diperlukan untuk
menentukan sasaran dan menentukan bagaimana tujuan dapat diraih.

Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi di mana pemimpin


memanfaatkan pengaruhnya atas wewenangnya untuk memutuskan atau mengubah
tujuan dan kegiatan organisasi.

Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan adalah proses memutuskan dalam


jangka panjang dan dilakukan di masa mendatang terkait aktivitas yang akan
dilaksanakan, cara menjalankannya, bilamana dan penanggungjawabnya, lokasi
pengambilan keputusan tidak menentu akan sesuai hingga pelaksanaan dari
perencanaan tersebut terbukti di masa mendatang.
Pada dasarnya proses perencanaan dari fungsi manajemen adalah sebuah proses yang
diawali dengan menentukan tujuan organisasi/perusahaan, menentukan cara atau
strategi untuk pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh, kemudian
merumuskan bagaimana sistem perencanaan secara menyeluruh berjalan saling
terintegrasi dan terkoordinasi hingga tercapainya tujuan organisasi.

Sasaran dari proses perencanaan atau fungsi dari perencanaan itu sendiri yaitu :

1. Perencanaan untuk menyediakan arahan yang lebih jelas


2. Perencanaan mengurangi Ketidakpastian
3. Perencanaan untuk mengurangi Pemborosan Sumber Daya
4. Perencanaan sebagai acuan dalam evaluasi Kualitas (sesuai dengan manajemen
mutu yang ditetapkan)

Perencanaan dalam fungsi manajemen organisasi dapat dirumuskan dan disesuaikan


menggunakan rumus 5 W + 1H.

Kegiatan apa yang perlu dilakukan ?

Mengapa kegiatan tersebut perlu diadakan ?

Dimana kegiatan harus diadakan ?

Kapan kegiatan dilaksanakan ?

Siapa pelaksana dan peserta dari suatu kegiatan ?

dan bagaimana cara melaksanakan suatu kegiatan ?

Selain merumuskan, syarat yang harus dipenuhi dalam proses perencanaan diantaranya
:

1. Sesuai fakta dan realita


2. Sesuai logika dan dapat diterima akal
3. Fleksibel
4. Komitmen
5. Menyeluruh

Proses perencanaan pada fungsi manajemen menurut Henry Fayol dibagi menjadi
perencanaan strategi dan perencanaan operaisonal.

1. Perencanaan strategik terdiri dari :


 Strategi Korporasi
 Strategi Bisnis
 Strategi Fungsional
1. Perencanaan Operasional terdiri dari :
 Perencanaan Produksi
 Perencanaan Keuangan
 Perencanaan Fasilitas
 Perencanaan Pemasaran
Perencanaan pada fungsi manajemen dalam organisasi memiliki hambatan dalam
penerapannya secara efektif. Hambatan-hambata tersebut diantaranya :

1. Kurangnya pengetahuan tentang organisasi


2. Kurangnya pengetahuan tentang lingkungan
3. Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif
4. Kesulitan perencanaan operasi/kegiatan yang tidak berulang
5. Biaya
6. Takut Gagal
7. Kurang Percaya Diri
8. Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan alternatif (tujuan selain tujuan organisasi)

2. Organizing
Pengorganisasian merupakan Cara pada pembuatan struktur organisasi yang cocok
dengan sasaran organisasi, sumber daya-sumber daya yang dipunyai, dan lingkungan
skelilingnya.

Pengorganisasian dalam fungsi manajemen berusaha untuk mensinkronkan sumber


daya yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk mencapai sasaran organisasi.
Sumber daya yang termasuk diantaranya sumber daya alam, sumber daya manusia,
sumber daya modal.

Proses ini dilakukan untuk membagi suatu pekerjaan kompleks menjadi pekerjaan yang
sederhana dan mampu dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang.

Misalnya pengorganisasian dilaksanakan dalam penentuan kewajiban yang perlu


diselesaikan, siapa pelaksana dan penanggung jawab, dan bagaimana tugas tersebut
dikelompokkan. Hal ini akan mempermudah manajer dalam melakukan pekerjaan dan
pengawasan akan pekerjaan tersebut.

Pada pengertian pengorganisasian dalam fungsi manajemen menurut Henry Fayol


terdapat pemusatan wewenang pada level pimpinan suatu organisasi.

Pimpinan atau tingkat manajer membagi organisasi dalam dua aspek utama yaitu
departementalisasi dan pembagian kerja.

Departementalisasi adalah pembagian dan membuat grup dari beberapa aktivitas kerja
suatu organisasi agar aktivitas serupa dan memiliki keterkaitan dapat diselesaikan
bersamaan.

Hal ini dapat dilihat dalam struktur formal suatu organisasi dan terlihat dari suatu
bagan organisasi.
Sedangkan pembagian kerja adalah menspesifikan kewajiban supaya setiap pekerja
dalam organisasi memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan/mengerjakan berbagai
aktivitas yang terbatas.

3. Comanding
Pengarahan dilakukan untuk memberi arahan kepada semua pekerja supaya mau
bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.

Pengarahan dalam fungsi manajemen dilakukan dengan memberikan arahan kepada


pekerja melalui motivasi, kepemimpinan, dan komunikasi supaya mampu
melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Proses pengarahan dapat dilaksanakan setelah perencanaan dan sumber daya manusia
sebagai pelaksana sudah tersedia.

Prinsip pengarahan bertujuan untuk mensinkronkan tujuan individu dengan tujuan


organisasi yang dibentuk menjadi tujuan bersama.

Oleh karena itu pengarahan dalam fungsi manajemen menurut Henry Fayol dilakukan
untuk memberikan berbagai macam arahan mengenai manajemen organisasi kepada
sumber daya manusia sebagai pelaksana dalam organisasi atau perusahaan untuk
menyelesaikan tugasnya dengan sebaik mungkin.

4. Coordinating
Pengkoordinasian menurut pandangan Henry Fayol merupakan salah satu fungsi
manajemen yang menjaga supaya kegiatan organisasi tetap tersinergi dan bekerja sama
dengan baik. Komunikasi sangat diperlukan dalam proses koordinasi antar lini dalam
organisasi baik komunikasi formal maupun informal dalam organisasi.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Profesi

5. Controlling
kejadian yang kerap muncul dalam setaiap perusahaan ialah tugas yang belum
terselesaikan dengan baik, tidak sesuai dengan waktu yang diberikan untuk
menyelesaikan tugas, perencanan dana yang melebihi standard, dan berbagai aktivitas
lain yang tidak sesuai rencana.

Oleh karena itu diperlukan Controlling. Controlling menurut Henry Fayol merupakan
kegiatan untuk memantau, membuktikan serta memastikan bahwa seluruh kegiatan
yang telah melalui proses fungsi manajemen sebelumnya berjalan sesuai target dan
tetap berjalan sesuai standard dalam pencapaian tujuan.

Ada banyak sebutan bagi fungsi pengawasan (controlling) : evaluating, appraising,


correcting. Penamaan controlling lebih sering dipakai dokarenakan sesuai dan
memiliki arti yang mencakup penentuan acuan, pengukuran kegiatan dan pengambilan
tindakan korektif. Perlu digaris bawahi bahwa proses pengendalian merupakan :

1. Berbagai proses untuk menjamin terraihnya sasaran organisasi


2. Konsep “penentuan acuan, activities measurement dan tindakan untuk memperbaiki”
3. Kegiatan mencari, membenahi penyimpangan hasil disesuaikan dengan perencanaan
kerja yang telah ditentukan.

Kegiatan pengawasan memiliki prinsip-prinsip tertentu dalam pelaksanaannya.


Diantaranya adalah :

1. Pengawasan dilaksanakan oleh pimpinan dalam organisasi dan dipahami oleh para
karyawan dengan standar penilaian yang jelas
2. Fungsi pengawasan harus dipahami sebagai hal penting dalam pencapaian tujuan oleh
setiap elemen organisasi khususnya pimpinan
3. Standar penilaian dalam pengawasan harus dipahami oleh semua karyawan karena hal
ini akan menentukan reward dan punishment yang akan diberlakukan.

Tahap-Tahap Proses Pengawasan :

1. Penentuan acuan proses Controlling


2. Penetapan cara mengukur aktivitas kerja
3. Melakukan perbandingan dengan standar evaluasi
4. Tindakan korektif apabila diperlukan
Di samping itu terdapat 10 kriteria dalam proses pengawasan pada fungsi manajemen.
10 kriteria tersebut yaitu :

 1. Akurat

Mengawasi kegiatan benar dan real

 2. Tepat Waktu

Informasi dikumpulkan dan dievaluasi secapatnya bila korektif segera

 3. Fleksibel

Fleksibel terhadap perubahan lingkungan

 4. Obyektif dan Integratif

info mudah dipahami, obyektif dan lengkap

 5. Terpusat pada titik pengawasan strategis

fokus pada aktivitas dengan penyimpangan tertinggi sehingga bisa fatal

 6. Realistik ekonomis

Biaya lebih kecil dari manfaat yang diperoleh

 7. Realistik organisasional

Sistem harus cocok HARMONIS dengan kenyataan organisasi

 8. Sebagai petunjuk operasional

Menunjukkan, deteksi, koreksi

 9. Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi

Tiap tahap pekerjaan mempengaruhi kesuksesan/kegagalan operasional perusahaan

 10. Diterima anggota organisasi

Mendorong tanggungjawab dan berprestasi

Fayol juga merupakan orang yang paling berpengaruh dalam konsep manajemen dan ilmu
administrasi modern. Nah, peninggalan Henry Fayol yang sangat terkenal adalah mengenai 5
fungsi utama dalam sebuah manajemen. Apa sajakah itu ? Berikut adalah 5 fungsi manajemen
menurut Henry Fayol.
1. Planning (Perencanaan)

Fungsi manajemen pertama yaitu Planning atau perencanaan, Henry Fayol mendahulukan
Planning sebagai fungsi manajemen yang pertama bukanlah tanpa alasan. Karena menurutnya
Planning atau perencanaan merupakan sesuatu yang memiliki peran yang signifikan. Dalam
sebuah perencanaan sangat diperlukan untuk dapat mengatur dan mengevaluasi tindakan
selanjutnya.

Proses pada perencanaan memiliki sifat yang sangat dinamis, dimana perencanaan dapat
berubah sewaktu-waktu tergantung pada situasi dan kondisi pada saat itu. Dan pada dasarnya
proses perencanaan dari sebuah fungsi manajemen merupakan sebuah proses yang telah
diawali dengan :

 Menentukan tujuan dari sebuah perusahaan ataupun organisasi.


 Dapat menentukan sebuah strategi atau cara untuk dapat mencapai tujuan dari organisasi
secara menyeluruh.
 Serta dapat merumuskan bagaimana sistem pada sebuah perencanaan secara menyeluruh
tersebut dapat berjalan dengan saling terintegrasi dan juga dapat terkoordinasi sampai
tercapainya sebuah tujuan dari perusahaan maupun organisasi.
Adapun beberapa sasaran dari sebuah fungsi perencanaan tersebut, yaitu :

 Perencanaan untuk dapat menyediakan maksud dan tujuan yang lebih jelas
 Perencanaan untuk dapat mengurangi ketidakpastian
 Perencanaan untuk dapat mengurangi borosnya Sumber Daya
 Perencanaan dapat dianggap sebagai pedoman dalam sebuah evaluasi kualitas yang sesuai
dengan manajemen mutu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga : Pengertian Pendidikan
2. Organizing (Pengorganisasian)

Organizing atau pengorganisasian adalah sebuah cara untuk dapat membuat sebuah struktur
organisasi yang pas dengan sasaran organisasi, sumberdaya yang telah dimiliki, dan
juga lingkungan sekitarnya.
Peran pengorganisasian pada fungsi manajemen yaitu dapat berusaha untuk menyesuaikan
sumber daya yang terdapat pada organisasi maupun perusahaan untuk bisa mencapai sebuah
sasaran organisasi. Sumber daya tersebut yaitu seperti SDA (Sumber daya alam), SDM
(Sumber daya manusia), dan sumber daya modal.

Proses-proses tersebut bisa dilakukan dengan tukuan dapat mebagi suatu pekerjaan yang
kompleks menjadi sebuah pekerjaan yang lebih sederhana dan mampu dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang.

Pengorganisasian menurut Henry Fayol yaitu adanya pemusatan wewenang pada level
pimpinan pada sebuah organisasi. Pimpinan atau setingkat manajer dapat membagi organisasi
ke dalam dua aspek yang utama yaitu departementalisasi dan pembagian kerja. Yang mana
Departementaisasi merupakan sebuah pembagian dan membuat kelompok dari berbagai
aktivitas kerja pada suatu organisasi agar aktivitasnya sama dan berkaitan dengan bisa
diselesaikan secara bersamaan.

Sedangkan pembagian kerja merupakan menspesifikasikan sebuah kewajiban agar setiap


pekerja di dalam organisasi tersebut memiliki sebuah tanggung jawab untuk dapat
menyelesaikan dan mengerjakan berbagai macam aktivitas yang terbatas.

Baca Juga : Pengertian Tax Amnesty


3. Comanding (Pengarahan)
Comanding atau pengarahan dapat dilakukan dengan tujuan untuk memberikan arahan ke
semua pekerja agar mau saling bekerjasama dan dapat bekerja secara efektif dalam mencapat
sebuah tujuan dari perusahaan.

Pada fungsi manajemen ini, pengarahan di berikan kepada pekerja dalam bentuk motivasi,
kepemimpinan dan juga komunikasi agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan
cocok dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Prinsip dari pengarahan juga memiliki tujuan untuk dapat menyesuaikan tujuan seseorang
dengan tujuan sebuah organisasi yang akan dibentuk menjadi tujuan bersama. Maka dari
itu, fungsi manajemen pengarahan menurut Henry Fayol ini dimaksudkan dapat memberikan
arahan-arahan mengenai sebuah organisasi kepada SDM yang notabene-nya adalah
pelaksana pada organisasi maupun perusahaan tersebut untuk dapat menyelesaikan tugas
mereka dengan baik.
4. Coordinating (Pengkoordinasian)
Fungsi manajemen pengkoordinasian menurut Henry Fayol adalah salah satu fungsi
manajemen yang dapat menjaga agar aktivitas sebuah organisasi tetap terus bersinergi dan
juga dapat bekerja sama dengan baik. Tidak hanya itu, komunikasi pun uga sangat dibutuhkan
dalam sebuah proses koordinasi antar lini di dalam organisasi, baik itu dalam komunikasi formal
maupun informal.

5. Controlling (Pengendalian)

Controlling atau pengendalian sebagai fungsi manajemen menurut Henry Fayol adalah sebuah
kegiatan untuk dapat memantau, membuktikan serta memastikan bahwasanya segala aktivitas
yang sudah melewati tahapan pada beberapa fungsi manajemen yang sebelumnya telah
berjalan sesuai dengan target. Tidak hanya itu, tetapi juga sinkron dengan standar dalam
rangka untuk dapat memberi solusi yang bak terhadap sebuah penyimpangan yang sifatnya
berarti atau signifikan.