Anda di halaman 1dari 4

Begini Proses Kecanduan Narkoba Mengubah

Otak
Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 28/01/2016 15:35 WIB

Foto: ilustrasi saraf otak

Berita Lainnya
 Ini Kata Dokter Soal Terapi Nyeri Sendi dengan
Suntikan
 Banyak Saksi, Pernikahan Seperti Raisa-
Hamish Bisa Perkuat Komitmen
 Lebih Pilih Zumba Dibanding Yoga, Ini Alasan
Dokter Muda Cantik Indah Kus
 Hewan Kurban Terinfeksi Cacing dan TB,
Amankah Dagingnya Dikonsumsi?
 Kata Psikolog Soal Fenomena Hari Patah Hati
di Pernikahan Raisa-Hamish

Jakarta, Perjalanan adiksi nakorba


memengaruhi otak dalam sebuah studi terbaru
yang dipublikasi di The New England Journal of
Medicine disebut dapat dibagi menjadi tiga
tahap besar. Tiap tahapan punya dampaknya
bagi otak yang berimbas kepada perilaku
individu terkait.

dr Nora Volkow selaku pemimpin studi dari


National Institute on Drug Abuse, Amerika
Serikat, mengatakan penting bagi profesi
memahami tahapan-tahapan adiksi tersebut
agar bisa melayani pasien lebih baik.

Bermula dari tahap intoksikasi, saat itu orang


yang memakai narkoba akan merasakan
euforia akibat efek zat. Tapi secara bersamaan
juga pada beberapa orang akan terjadi
perubahan di otak yang bisa memicu stres bila
zat tersebut tak ada lagi di tubuh.

Tahap kedua yaitu muncul ketergantungan itu


sendiri. Salah satu fungsi penting otak adalah
kemampuannya belajar dengan cepat untuk
keluar dari situasi genting, nah ketika stres
muncul dan pemberian zat mampu
menghilangkannya maka secara otomatis otak
akan menginginkan lebih.

Baca juga: Tahun 2016, Pemerintah Targetkan


Rehabilitasi 100 Ribu Korban Narkoba

Tahap intoksikasi dan tahap ketergantungan


kemudian akhirnya membentuk pola lingkaran
berulang.

"Anda merasa senang, bahagia, tinggi, lalu


habis efeknya Anda akan merasa buruk. Otak
Anda akan belajar mencari narkoba lebih
banyak lagi," kata dr Volkow seperti dikutip
dari Livescience pada Kamis (28/1/2016).

Selain perubahan pada susunan saraf otak


yang berujung pada stres dan kecanduan.
Perubahan terjadi juga pada bagian prefrontal
cortex otak, tempat di mana proses kesadaran
diri dan pengambilan keputusan dibuat.
Pada tahap ketiga, antisipasi, perubahan pada
bagian prefrontal cortex membuat seseorang
tak mampu menahan nafsunya. Hal ini yang
mungkin menjelaskan mengapa orang
kecanduan yang sangat ingin berhenti tetap
tidak bisa meski sebenarnya ia mampu
menahan tahap kecanduan.