Anda di halaman 1dari 31

PEDOMAN PELAYANAN

LOKET PENDAFTARAN

PUSKESMAS PULUNG

KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga Puskesmas Pulung Kabupaten Ponorogo
pada Tahun 2019 ini mendapat kesempatan untuk melaksanakan akreditasi.
Akreditasi bagi Puskesmas Pulung Kabupaten Ponorogo sangatlah penting untuk
meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan bagi pasien serta masyarakat. Untuk
menunjang pelaksanaan akreditasi di Puskesmas Pulung Kabupaten Ponorogo maka
diperlukan pedoman pelayanan di Puskesmas Pulung.
Harapan kami mudah mudahan pedoman pelayanan ini dapat member manfaat dan
bagi Puskesmas Pulung, sehingga akreditasi di Puskesmas Pulung Kabupaten Ponorogo
berjalan lancar dan menjadi Puskesmas yang lebih baik.

Kepala Puskesmas Pulung

dr. ENDAH PURWATI


NIP. 19791001 200701 2013
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota


yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah
kerja. Puskesmas Pulung adalah salah satu dari UPT Dinas Kesehatan Kabupaten
Ponorogo dengan wilayah kerja yang mencakup 10 dari 21 kelurahan yang ada di
Kecamatan Ponorogo.
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Pulung
adalah “TERCAPAINYA KECAMATAN SEHAT MENUJU MASYARAKAT PONOROGO
SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN.”
Untuk mencapai visi tersebut, Puskesmas Pulung menyelenggarakan upaya
kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, salah satunya adalah
pendaftaran pasien. Dalam menyelenggarakan upaya pendaftaran pasien di Puskesmas
perlu ditunjang dengan pelayanan loket pendaftaran yang bermutu.
Sesuai dengan perkembangan di bidang kesehatan telah terjadi pergeseran
orientasi pelayanan kesehatan dari pelayanan kuratif menjadi pelayanan promotif dan
prefentif, maka lebih luasnya pelayanan mencakup pelaksanaan proses pendaftaran
pasien, pemberian informasi untuk mencegah kesalahan dalam mengidentifikasi pasien
dan memperlancar pelayanan di puskesmas.
Dalam melaksanakan pelayanan pendaftaran di Puskesmas, agar dapat berjalan
dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan pasien maka Puskesmas Pulung
menyusun “PEDOMAN PELAYANAN LOKET PENDAFTARAN PUSKESMAS PULUNG.”

B. TUJUAN PEDOMAN
1. TUJUAN UMUM
Terlaksananya pelayanan Pendaftaran yang bermutu di Puskesmas Pulung.

2. TUJUAN KHUSUS
Sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pelayanan
Pendaftaran di Puskesmas Pulung.

C. SASARAN PEDOMAN
Sasaran Pedoman Pelayanan Loket Pendaftaran adalah Petugas Pelayanan di
Loket Pendaftaran.

D. RUANG LINGKUP PEDOMAN


Ruang lingkup pelayanan pelayanan meliputi ruangan Loket Pendaftaran dan
tempat penyimpanan Rekam Medis
E. BATASAN OPERASIONAL
Batasan operasional dalam Pelayanan Loket Pendaftaran dan adalah proses
pendaftaran pasien yang akan memanfaatkan pelayanan di Puskesmas Pulung, baik
pasien baru maupun pasien lama.
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA


Untuk dapat melaksanakan fungsinya dan menyelenggarakan pelayanan Loket
Pendaftaran di Puskesmas, dibutuhkan sumber daya manusia yang mencukupi baik
jumlah maupun mutunya. Pola ketenagaan minimal harus dimiliki oleh Puskesmas.
Adapun tenaga di Loket Pendaftaran Puskesmas sebagai berikut :

No JENIS TENAGA KUALIFIKASI JUMLAH


1 Penanggung jawab D3 Rekam 1
Medis
pelayanan loket
pendaftaran
2 Pelaksana pelayanan D3 Rekam 1
Medis
loket pendaftaran
1
SMA

Untuk pembagian kerja masing masing petugas berdasarkan TUPOKSI yang


sesuai kompetensinya.
1. Penanggung jawab loket pendaftaran di Puskesmas mempunyai tugas:
i. Menyusun rencana kegiatan pelayanan di loket pendaftaran
berdasarkan data program Puskesmas.
ii. Melaksanakan kegiatan pelayanan di loket pendaftaran dan koordinasi
dengan unit terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan.
iii. Melakukan evaluasi hasil kegiatan pelayanan di loket pendaftaran secara
keseluruhan.
iv. Membuat pencatatan dan pelaporan serta visualisasi data kegiatan
pelayanan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada
Kepala Puskesmas.
v. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Puskesmas.
B. DISTRIBUSI KETENAGAAN

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI


PELAYANAN PENDAFTAR

Kepala Puskesmas Pulung


dr.Endah Purwati

Penanggung Jawab UKP Pendaftaran


drg.Pradika Ardhani

Penanggung Jawab Pelayanan LOket Pendaftaran


Eny Juwitasari,A.Md.RMIK

Pelaksana Pelayanan Loket Pendaftaran


Trijoso

C. JADWAL KEGIATAN
Pelayanan Pendaftaran buka setiap hari kerja sesuai jam pelayanan sebagai berikut :
- Senin s/d Kamis : 08.00 – 12.00
- Jumat : 08.00 – 10.00
- Sabtu : 08.00 – 11.30
BAB III
STANDAR FASILITAS

Sarana adalah suatu tempat, fasilitas dan peralatan yang langsung terkait dengan
Pelayanan klinis. Sedangkan prasarana adalah tempat, fasilitas dan peralatan yang Secara
tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan. Dalam upaya mendukung Pelayanan
Puskesmas diperlukan sarana dan prasarana yang memadai.

A. DENAH RUANG LOKET PENDAFTARAN

R
R A
K
R A
U K R
A E
N R K
G A
LOKET PENDFTARAN E
K
M
T
U A M
M E
N D
G I
G M S
U E
D
L
I
O R
K S
A
E K
T
R
P E
RAK REKAM MEDIS K
E
A
N M
D
A M
F E
T D
REKA

REKA
MEDI

MEDI

I
RAK

RAK

A
M

M
S

R S
A
N
KETERANGAN :
R

L
a
g
n
a
u

m
8
,
4
x
m
4
,
6

n
a
g
n
a
u
r

s
a
u

B. STANDART FASILITAS
1. Perlengkapan
a. Meja Pendaftaran
b. Kursi Petugas
c. Kursi Tunggu Pasien
d. Komputer
e. Tempat Sampah
f. Rak Penyimpan Rekam Medis
g. Televisi
h. Alat Bersih Ruangan
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup kegiatan di Loket Pendaftaran adalah :
1. Pelayanan pendaftaran pasien
2. Pelaporan data bulanan jumlah kunjungan pasien
3. Perencanaan kegiatan terhadap pelayanan di Loket Pendaftaran.

B. LANGKAH KEGIATAN
1. Pelayanan Pendaftaran
Pendaftaran adalah tata cara penerimaan Pasien yang akan berobat ke unit
pelayanan yang merupakan bagian dari alur pelayanan Puskesmas. Pelayanan
pertama kali yang diterima oleh seorang pasien saat tiba di Puskesmas adalah
Pendaftaran Pasien.
a. Jenis Pasien Yang Datang Ke Puskesmas
Pasien yang datang ke Puskesmas Pulung merupakan pasien rawat jalan.
Menurut status kegawatannya, dibedakan menjadi :
1) Pasien Gawat Darurat
Pasien Gawat Darurat berhak mendapatkan prioritas pelayanan
pendaftaran.
2) Pasien Non Gawat Darurat.
Menurut jenis kedatangannnya, dapat dibedakan menjadi :
1) Pasien Baru
Pasien Baru adalah Pasien yang baru pertama kali datang ke Puskesmas
untuk keperluan mendapatkan pelayanan kesehatan
2) Pasien Lama
Pasien Lama adalah Pasien yang pernah datang sebelumya untuk
keperluan mendapatkan pelayanan kesehatan
b. Prosedur Pendaftaran Pasien
1) Pasien datang mengambil nomor antrian.
2) Petugas pendaftaran memanggil pasien berdasarkan nomer antrian.
3) Petugas menyapa pasien dengan 3S (Senyum, Salam, Sapa).
4) Petugas menanyakan tujuan kedatangan pasien.
5) Petugas memprioritaskan pelayanan pasien lansia dan pasien Gawat
Darurat dengan mendahulukan pelayanan pendaftaran.
6) Petugas menanyakan apakah pasien sudah pernah berkunjung ke
Puskesmas Pulung atau belum untuk menentukan status pasien lama atau
pasien baru.
7) Untuk pasien lama :
a) Petugas pendaftaran menanyakan Kartu identitas berobat pasien
b) Petugas loket pendaftaran mengambil berkas Rekam Medik bagi
pasien tersebut.
c) Petugas melakukan identifikasi pasien sesuai dengan prosedur
identifikasi pasien.
d) Apabila pasien tercatat sebagai peserta JKN-KIS, petugas
memeriksa status kepesertaan pasien dan entry kunjungan di aplikasi
pcare.
e) Petugas melakukan pencatatan kunjungan pasien pada Buku
Register Pendaftaran.
f) Petugas memberikan nomer antrian per unit poli kepada pasien.
g) Petugas mengarahkan pasien menuju poli tujuan.
h) Petugas mempersilakan pasien menuju ruang tunggu pelayanan
yang dibutuhkan.
8) Untuk pasien baru :
a) Petugas pendaftaran menanyakan Kartu Identitas Pasien (KTP / KK /
Kartu Identitas lain yang berlaku)
b) Petugas loket pendaftaran menanyakan apakah pasien memiliki
kartu JKN-KIS atau tidak.
- Jika pasien mempunyai kartu JKN-KIS, petugas memeriksa
status kepesertaan pasien dan entry kunjungan di aplikasi
pcare.
- Jika pasien tidak memiliki kartu JKN-KIS, petugas mencatat
sebagai pasien umum.
c) Petugas loket membuatkan Rekam Medik dan Kartu Identitas
Berobat bagi pasien tersebut.
d) Untuk pasien baru dengan status pasien umum, petugas
membuatkan tanda bukti pelayanan antara lain :
- Administrasi Rekam Medik;
- Retribusi;
disertakan di status pasien.
e) Petugas menyerahkan Kartu Identitas Berobat kepada pasien, dan
memberi tahu pasien agar kartu tersebut selalu dibawa setiap
berkunjung ke Puskesmas Pulung untuk keperluan pelayanan
kesehatan.
f) Petugas melakukan pencatatan kunjungan pasien pada Buku
Register.
g) Petugas memberikan nomer antrian per unit poli kepada pasien.
h) Petugas mengarahkan pasien menuju poli tujuan.
i) Petugas mempersilakan pasien menuju ruang tunggu pelayanan
yang dibutuhkan.
j) Setelah mendapatkan pelayanan pasien diberikan resep dan kwitansi
pembayaran.
c. Alur Pendaftaran Puskesmas PULUNG

Pasien Pasien Pasien menunggu


umum mengam panggilan
bil
nomor
urut
Pasien
datang

Pasien Petugas memanggil pasien


khusus

Petugas menanyakan sudah pernah


periksa atau belum

Menanyakan kepemilikan
kartu JKN-KIS

Menanyakan kartu kunjungan

Menanyakan identitas pasien


Mengambil status pasien

Memasukkan biodata ke
register dan status pasien
Menanyakan keluhan pasien

Menanyakan keluhan
Memberikan kwitansi pada status
pasien pasien non JKN-KIS

Memberikan kwitansi pada


status pasien non JKN-KIS

Mempersilahkan pasien ke
tempat pemeriksaan yang
Membuat kartu kunjungan dituju

Mengantar status pasien


Memberikan kartu kunjungan

Mengambil status pasien


dari unit pelayanan

Menata status
pasien ke rak
status
d. Persyaratan Pendaftaran
Adalah Persyaratan teknis dan Administrasi yang diperlukan untuk mendapatkan
pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya. Persyaratan pelayanan di bagian
pendaftaran, dengan posisi yang mudah dilihat oleh pasien.
Persyaratan Loket Pendaftaran:
1) Membawa Kartu Identitas Berobat (bagi pasien lama)
2) Membawa kartu identitas diri (KTP /KK /SIM/ Identitas lainnya)
3) Membawa kartu tanda kepesertaan JKN-KIS bagi pasien peserta JKN-KIS.

e. Jenis Pelayanan
Jenis Pelayanan adalah jenis pelayanan berupa upaya kesehatan perseorangan
tingkat pertama yang diberikan oleh Puskesmas kepada Masyarakat, dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jenis pelayanan berupa upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama yang
diselenggarakan di Puskesmas Pulung sesuai Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2) Ada ketetapan Kepala Puskesmas tentang jenis pelayanan yang disediakan
oleh Puskesmas.
3) Tersedia informasi tentang jenis pelayanan sehingga pasien mengetahui
dan memahami jenis pelayanan Puskesmas serta dapat memanfaatkanya.
Adapun jenis pelayanan berupa upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama yang diselenggarakan di Puskesmas Pulung antara lain :
1) Pelayanan Gawat Darurat
2) Pelayanan Rawat Jalan
- Pelayanan Pemeriksaan umum
- Pelayanan Lansia
- Pelayanan Kesehatan Ibu dan KB
- Pelayanan Poli Gigi
- Pelayanan Anak dan Imunisasi
- Pelayanan Konseling Gizi
- Pelayanan Konseling Sanitasi
3) Pelayanan Penunjang
- Pelayanan Laboratorium
- Pelayanan Farmasi
- Pelayanan Ambulan

f. TARIF PELAYANAN
Tarif pelayanan yang dibebankan kepada pasien sesuai dengan Peraturan
yang berlaku. Adapun tarif yang berlaku saat ini adalah sesuai Peraturan Bupati
Ponorogo Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Pusat
Kesehatan Masyarakat, sebagaimana yang tercantum dalam table berikut ini :

TARIF
TARIF
LAYANAN
NO JENIS PELAYANAN LAYANAN
DILUAR JAM
PADA JAM
KERJA
KERJA
1 Pelayanan Rawat Jalan
12.000 6.000
a. Pemeriksaan kesehatan Umum (Karcis Harian)

20.000 15.000
b. Pemeriksaan/Konsul dokter Spesialis
7.500
c. Pelayanan kartu Pasien Baru (berlaku seumur hidup) 7.500
2 Pelayanan Rawat Darurat
12.000
a. Pemeriksaan kesehatan umum
15.000
b. Observasi ≤ 6 jam
7,500
c. Pelayanan kartu Pasien Baru (berlaku seumur hidup)
7,500
d. Pelayanan rekam medik / kunjungan
e. Pelayanan P3K
450.000 450.000
- Paket I (PPGD)
1.300.000 1.300.000
- Paket II (P3K untuk keg Konser)
1.300.000. 1.300.000
- Paket IV (P3K untuk Road Race dan trail skala kecil)
1.500.000 1.500.000
- Paket III (P3K untuk Road Race dan trail skala besar)
3 Pelayanan Rawat Inap
25.000
a. Akomodasi klas III/hari
40.000
b. Akomodasi klas II/hari
80.000
c. Akomodasi klas I/hari
36,000
d. Makan Pasien/hari (3 kali makan)
5,000
e. Administrasi rekam medik
15,000
f. Visite Dokter Umum
30,000
g. Visite Dokter Spesialis
10,000
h. Asuhan Keperawatan
4 Pelayanan Tindakan medik Umum
15,000 15,000
a. Angkat Jahitan
30,000 30,000
b. Explorasi benda asing
75,000 75,000
c. Exterpasi Tumor
30,000 30,000
d. Incisi Hordeolum
45,000 45,000
e. incisi abses
3,000 3,000
f. Injeksi di rawat jalan
7,500 7,500
g. Injeksi di rawat inap/hari
7,500 7,500
h. Injeksi obat khusus
22,500 22,500
i. Jahit Luka ≤ 5
4,500 4,500
j. Jahit Luka > 5 ( per jahitan)
22,500 22,500
k. Lavemen
22,500 22,500
l. Pemasangan infus bayi
15,000 15,000
m. Pemasangan infus dewasa
30,000 30,000
n. Pemasangan/pelepasan foley Kateter
30,000 30,000
o. Pemasangan bidai ekstremitas atas/lokasi
75,000 75,000
p. Pemasangan bidai ekstremitas bawah/lokasi
22.5000 22,500
q. Penggunaan nebulizer
7,500 7,500
r. Rawat Luka Ringan
15,000 15,000
s. Rawat Luka Sedang
45,000 45,000
t. Reposisi tindik daun telinga
22,500 22,500
u. Resusitasi
15,000 15,000
v. Spoeling cerumen telinga
112,500 112,500
w. Sirkumsisi
15,000 15,000
x. Tindik daun telinga bayi/anak2
22,500 22,500
y. Tindik daun telinga dewasa
5 Tindakan Medik Gigi
a. Cabut Gigi
15,000 15,000
1) Gigi susu / gigi
30,000 30,000
2) Gigi tetap / gigi
45,000 45,000
3) Gigi tetap dengan penyulit
b. Tumpatan Gigi
15,000 15,000
1) Tumpatan Sementara
2) Tumpatan dengan Amalgam 30,000 30,000
60,000 60,000
3) Tumpatan dengan komposit sinar
c. Perawatan
15,000 15,000
1) Perawatan syaraf gigi
15,000 15,000
2) Perawatan radang
7,500 7,500
3) Parawatan stomatitis
22,500 22,500
4) Perawatan post exo (komplikasi pasca pencabutan)
5) Perawatan saluran akar dan pulpa
15,000 15,000
(a). Mumifikasi
15,000 15,000
(b). Pulpectomy
15,000 15,000
(c). Perawatan saluran akar
15,000 15,000
(d). Pengisian saluran akar
6) Pembersihan Karang Gigi/Scaling setiap regio 30.000,00 30.000,00
7) Incisi abses intra oral 22.500,00 22.500,00
8) Operasi Buka Gusi (Operculectomi) 30.000,00 30.000,00
9) Penyinaran dengan infrared/Soluk 15.000,00 15.000,00
6 Tindakan Medik KIA, KB, Persalinan, PONED
3,000 3,000
a. Imunisasi TT CPW
15,000 15,000
b. IVA Tes
15,000 15,000
c. Kontrol IUD
7,500 7,500
d. Kontrol Implant
400,000 400,000
e. Krioterapi (see & Treat)
600,000 600,000
f. Kuretase (khusus oleh dokter di puskesmas PONED)
750,000 750,000
g. Kuretase oleh DSOG
60,000 60,000
h. Pasang Implant
45,000 45,000
i. Lepas Implant
15,000 15,000
j. Pengambilan sediaan papsmear
k. Pasang/lepas IUD (belum termasuk BAHP)
37,500 37,500
1) Tanpa penyulit
75,000 75,000
2) Dengan penyulit
600,000 600,000
l. Persalinan normal
m. Persalinan dengan penyulit
750,000 750,000
1) ditolong oleh dokter umum
1,500,000 1,500,000
2) ditolong oleh dokter spesialis
75,000 75,000
n. Perdarahan pasca persalinan pra rujukan
37,500 37,500
o. Perawatan Bayi baru lahir dengan penyulit pra rujukan
22,500 22,500
p. Penggunaan Inkubator/hari
7,500 7,500
q. Suntik KB
r. Tindakan manual placenta
375,000 375,000
1) ditolong oleh dokter umum
225,000 225,000
2) ditolong oleh bidan
375,000 375,000
s. Anastesi oleh dokter spesialis anastesi
10,000 10,000
t. Asuhan Keperawatan
u. Pelayanan KB Vasektomi
675,000 675,000
1) Pelayanan oleh dokter umum
1,500,000 1,500,000
2) Pelayanan oleh dokter spesialis
v. Pelayanan KB Tubektomi Pelayanan oleh dokter 1,350,000 1,350,000
spesialis
7 Pelayanan Penunjang Medik
a. Pemeriksaan Hematologi
6,000 6,000
1) Hemoglobin
7,500 7,500
2) Hitung lekosit
7,500 7,500
3) Hitung eritrosit
7,500 7,500
4) Hitung Trombosit
7,500 7,500
5) LED (Laju Endap Darah)
9,000 9,000
6) Hematokrit
7,500 7,500
7) Golongan Darah
7,500 7,500
8) Bleeding time
7,500 7,500
9) Clooting time
b. Pemeriksaan kimia klinik
1) Faal Hati
18,000 18,000
(a) Bilirubin total
18,000 18,000
(b) Bilirubin Direk
19,500 19,500
(c) SGOT
19,500 19,500
(d) SGPT
2) Faal Ginjal
18,000 18,000
(a) Creatinin
20,000 20,000
(b) Asam Urat
18,000 18,000
(c) Urea
3) Profil Lipid
19,500 19,500
(a) Cholesterol
24,000 24,000
(b) HDL Cholesterol
(c) LDL Cholesterol 24,000 24,000
30,000 30,000
(d) Trigliserida
(e) Gula Darah
15,000 15,000
1. BSN
16,500 16,500
2. 2 jam PP
c. Pemeriksaan parasitologi; cairan tubuh dan urinalisa
4,500 4,500
1) Albumin
12,000 12,000
2) Benzidin
7,500 7,500
3) Feses lengkap
15,000 15,000
4) Filaria
24,000 24,000
5) Gamma GT
16,500 16,500
6) Globulin
15,000 15,000
7) Malaria
7,500 7,500
8) Sedimen
15,000 15,000
9) Telur cacing
16,500 16,500
10) Total Protein
7,500 7,500
11) Reduksi
10,000 10,000
12) Urine Protein
30,000 30,000
13) Urine lengkap
10,000 10,000
14) Tes kehamilan
4,500 4,500
15) Urobilin
d. Pemeriksaan Imunologi - Serologi
18,000 18,000
1) Widal
22,500 22,500
2) Hbs Ag +/-
10,000 10,000
3) HIV/AIDs (tidak termasuk BAHP)
75,00 75,000
4) HIV/AIDs (dengan BAHP)
e. Pemeriksaan Mikrobiologi
7,500 7,500
1) Pemeriksaan dahak per slide (TB)
10,000 10,000
2) Skin smear kusta
f. Pelayanan radiodiagnostik
75,000 75,000
1) Thorax PA/AP
75,000 75,000
2) Thorak Lateral
75,000 75,000
3) BOF
75,000 75,000
4) LLD
75,000 75,000
5) Pelvis AP
75,000 75,000
6) Pelvis lateral
75,000 75,000
7) Skull AP/PA
75,000 75,000
8) Skull Lateral
75,000 75,000
9) Manus AP/PA/LAT
75,000 75,000
10) Cervical AP/PA
75,000 75,000
11) Cervical Lateral
75,000 75,000
12) Lumbo sacral AP
75,000 75,000
13) Lumbo sacral Lat
75,000 75,000
14) Lumbo sacral Obliq
90,000 90,000
15) Cubiti AP / Lat
90,000 90,000
16) Humerus AP/ Lat
90,000 90,000
17) Clavicula AP
90,000 90,000
18) Antebracii AP / Lat
90,000 90,000
19) Bahu Ap / Lat
90,000 90,000
20) Pedis AP/ Lat
90,000 90,000
21) Ankle AP/Lat
90,000 90,000
22) Genu AP/Lat
90,000 90,000
23) Cruris AP/Lat
90,000 90,000
24) Femur AP/Lat
g. Pemeriksaan diagnostik elektromedik
30,000 30,000
1) EKG
50,000 50,000
2) USG
8 Pelayanan rehabilitasi medic
10,000 10,000
a. Infra Red (IR)
10,500 10,500
b. Micro Wave Diathermi (MWD)
21,000 21,000
c. Short Wave Diathermi (SWD)
90,500 90,500
d. Traksi Manual
17,500 17,500
e. Electro Stimulasi (ES)
17,500 17,500
f. Ultra Sound Diathermi (USD)
11,000 11,000
g. Ice Massage
11,500 11,500
h. Massage lokal
10,500 10,500
i. Hidroterapi
8,000 8,000
j. Exercise Pasien Anak
12,500 12,500
k. Exercise Pasien Dewasa
30,000 30,000
9 Pelayanan Rehabilitasi Mental
10 Uji Kesehatan
17,000 15,000
a. Umum
7,500 7,500
b. Masuk Sekolah
7,500 7,500
c. Calon Transmigran
17,000 15,000
d. Calon Pengantin
50,000 50,000
e. Calon Jamaah Haji
11 Pelayanan konsultasi
30,000 30,00
a. Konsultasi Dokter Spesialis
15,000 15,000
b. Konsultasi Dokter umum
7,500 7,500
c. Konsultasi oleh tenaga kesehatan lainnya
15,000 15,000
d. Voluntary conceling and testing (VCT)
12 Pelayanan kesehatan tradisional - komplementer
45,000 45,000
a. Akupuntur
30,000 30,000
b. Akupressure
13 Pelayanan pemakaian oksigen
4,500 4,500
a. Setiap 1 (satu) strip ukuran manometer
7,500 7,500
b. Oksigen konsentrat / jam
Pelayanan Medikolegal/Pemeriksaan Pasien untuk
14 penerbitan :
45,000 45,000
a. Visum hidup / visum luar
7,500 7,500
b. Surat Keterangan Lahir
7,500 7,500
c. Surat Keterangan Kematian
15 Pelayanan transportasi pasien (Ambulance)
60,000 60,000
a. 5 Km pertama
4,500 4,500
b. Setiap 1 km berikutnya
c. Jasa para medis
45,000 45,000
 0 - 30 km
75,000 75,000
 31 - 70 km
225,000 225,000
 71 km >
d. Jasa sopir
30,000 30,000
 0 - 30 km
75,000 75,000
 31 - 70 km
225,000 225,000
 71 km >
16 Pelayanan Transportasi Jenazah
60,000 60,000
a. 5 Km pertama
b. Setiap 1 km berikutnya 4,500 4,500
c. Jasa para medis
45,000 45,000
 0 - 30 km
75,000 75,000
 31 - 70 km
225,000 225,000
 71 km >
d. Jasa sopir
30,000 30,000
 0 - 30 km
75,000 75,000
 31 - 70 km
225,000 225,000
 71 km >
17 Pelayanan praktek pendidikan kesehatan
a. Praktek Klinik
78,000 78,000
1) S2 (perminggu/orang)
50,000 50,000
2) S1 (perminggu/orang)
25,000 25,000
3) D3 (perminggu/orang)
100,000 100,000
4) Dokter (perminggu/orang)
15,000 15,000
5) SMK (perminggu/orang)
b. Praktek Non Klinik
50,000 50,000
1) S2 (perminggu/orang)
40,000 40,000
2) S1 (perminggu/orang)
30,000 30,000
3) D3 (perminggu/orang)
15,000 15,000
4) SMK (perminggu/orang)
c. Pelayanan Penelitian
75,000 75,000
1) S2 (perminggu/orang)
50,000 50,000
2) S1 (perminggu/orang)
25,000 25,000
3) D3 (perminggu/orang)
100,000 100,000
4) Dokter (perminggu/orang)
15,000 15,000
5) SMK (perminggu/orang)
d. Pelayanan Studi banding
600,000 600,000
1) Tutor S2/materi
400,000 400,000
2) Tutor S1/materi
300,000 300,000
3) Tutor D3/materi
45,000 45,000
4) Konsumsi/orang kali

g. Hak dan Kewajiban Pasien


Hak dan kewajiban pasien ditetapkan dan disosialisasikan kepada Masyarakat dan
semua pihak yang terkait.
Hak – hak pasien meliputi :
1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di
Puskesmas;
2. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien;
3. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi;
4. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar
profesi dan Standar Operasional Prosedur;
5. Mendapatkan informasi atas:
a. Penyakit yang diderita;
b. Tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinan penyulit sebagai akibat
tersebut,cara mengatasinya dan alternatif lainnya;
c. Upaya pencegahan agar penyakit tidakkambuh lagi atau pencegahan agar anggota
keluarga/orang lain tidak menderita penyakit yang sama;

6. Memilih dokter sesuai dengan keinginannya dengan tetap memperhatikan


peraturan yang berlaku di Puskesmas;

7. Meminta konsultasi medis;


8. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter
lain(second opinion) yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam
maupun di luar Puskesmas;
9. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis,
tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin
terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya
pengobatan;
10. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-
data medisnya;
11. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan
oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya kecuali untuk
kasus KLB dan kasus yang dapat membahayakan masyarakat;
12. Keluarga dapat mendampingi saat menerima pelayanan kesehatan;
13. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya
selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya;

14. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan
kepercayaan yang dianutnya ,menyampaikan pengaduan,saran,kritik dan
keluhan berkaitan dengan pelayanan.
Kewajiban pasien meliputi :
1. Membawa kartu identitas (KTP/SIM) atau mengetahui alamat dengan jelas untuk
kunjungan pertama;
2. Membawa kartu berobat:
a.Pengguna layanan BPJS membawa kartu BPJS;
b.Pengguna layanan JAMKESDA membawa kartu JAMKESDA;
c.Pengguna layanan umum yang sudah pernah berkunjung membawa kartu
kunjungan/berobat.
3. Mengikuti alur pelayanan Puskesmas.
4. Mentaati aturan pelayanan dan mematuhi nasehat serta petunjuk pengobatan.
5. Memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang masalah
kesehatannya kepada tenaga kesehatan di Puskesmas.
BAB V
LOGISTIK

Kebutuhan logistik untuk pelaksanaan pelayanan Loket Pendaftaran Puskesmas


Pulung direncanakan dalam Perencanaan Puskesmas. Pengadaan logistik berasal dari
pengadaan logistic Puskesmas BLUD dan Dinas Kesehatan Kabupaten.
Untuk pengadaan logistik, unit pendaftaran setiap awal tahun membuat pengajuan
logistik yang dibutuhkan.
Daftar logistik di Loket Pendaftaran di Puskesmas Pulung adalah sebagai berikut :

No NAMA
1. Buku Register pendaftaran pasien
2 Rekam Medis
3 Kartu Identitas Berobat
4 Kwitansi pembayaran
5 Lembar laporan pelayanan rawat jalan JKN-KIS
6 Lembar laporan pelayanan rawat jalan umum
7 Lembar rekapitulasi retribusi bulanan
8 Tracer
9 ATK
8
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

Tujuan dari ditetapkannya sasaran keselamatan pasien adalah untuk mendorong


perbaikan spesifik dalam keselamatan pasien. Sasaran menyoroti bagian-bagian yang
bermasalah dalam pelayanan kesehatan dan menjelaskan bukti serta solusi dari konsensus
berbasis bukti dan keahlian atas permasalahan ini.
Untuk meningkatkan keselamatan pasien perlu dilakukan pengukuran terhadap
sasaran-sasaran keselamatan pasien. Indikator pengukuran sasaran keselamatan pasien
seperti pada tabel berikut ini:

NO INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN TARGET


PUSKESMAS PULUNG
1. Tidak terjadinya kesalahan identifikasi pasien 100%
2. Peningkatan komunikasi efektif 100%
3. Tidak terjadinya kesalahan pemberian obat kepada pasien 100%
4. Tidak terjadinya kesalahan prosedur tindakan medis dan 100%
keperawatan
5. Pengurangan terjadinya risiko infeksi di Puskesmas ≥75%
6. Tidak terjadinya pasien jatuh 100%

1. Tidak terjadinya kesalahan identifikasi pasien


Identifikasi pasien yang tepat meliputi tiga detail wajib, yaitu: nama, umur, nomor rekam
medis pasien. Kegiatan identifikasi pasien dilakukan pada saat pendaftaran, pemberian
obat, pengambilan spesimen atau pemberian tindakan

2. Peningkatan komunikasi efektif

Komunikasi efektif, yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan yang dipahami oleh
resipien/penerima akan mengurangi kesalahan, dan menghasilkan peningkatan
keselamatan pasien.Komunikasi dapat secara elektronik, lisan, atau tertulis. Komunikasi
yang paling mudah mengalami kesalahan adalah perintah diberikan secara lisan dan
yang diberikan melalui telpon. Komunikasi lain yang mudah terjadi kesalahan adalah
pelaporan kembali hasil pemeriksaan klinis,seperti laboratorium klinis menelpon unit
pelayanan untuk melaporkan hasil pemeriksaan segera/ cito.

3. Tidak terjadinya kesalahan pemberian obat kepada pasien


Ketepatan pemberian obat kepada pasien dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan

identifikasi pada saat memberikan obat kepada pasien.


Pengukuran indikator dilakukan dengan cara menghitung jumlah pasien yang dilayani
oleh bagian farmasi dikurangi kejadian kesalahan pemberian obat dibagi jumlah seluruh
pasien yang mendapat pelayanan obat.

4. Tidak terjadi kesalahan prosedur tindakan medis dan keperawatan


Dalam melaksanakan tindakan medis dan keperawatan, petugas harus selalu
melaksanakannya sesuai prosedur yang telah ditetapkan.Identifikasi pasien yang akan
mendapatkan tindakan medis dan keperawatan perlu dilakukan sehingga tidak
terjadi kesalahan dalam pemberian prosedur.

5. Pengurangan terjadinya risiko infeksi di puskesmas


Agar tidak terjadi risiko infeksi, maka semua petugas Puskesmas Pulung wajib menjaga
kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan 7 langkah dengan menggunakan sabun
dan air mengalir. Tujuh langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS)
harus dilaksanakan pada lima keadaan, yaitu:
a. Sebelum kontak dengan pasien
b. Setelah kontak dengan pasien
c. Sebelum tindakan aseptik
d. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
e. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

6. Tidak terjadinya pasien jatuh


Setiap pasien yang dirawat di Puskesmas Pulung dilakukan pengkajian
terhadap kemungkinan risiko jatuh untuk meminimalkan risiko jatuh. Pencegahan
terjadinya pasien jatuh dilakukan dengan cara:
a. Memberikan identifikasi jatuh pada setiap pasien yang beresiko jatuh dengan
memberi tanda gelang berwarna kuning.
b. Memberikan intervensi kepada pasien yang berisiko serta memberikan
lingkungan yang aman.
BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Untuk keamanan dan kenyamanan bagi setiap petugas yang memberikan pelayanan
kesehatan,terutama untuk mencegah tertularnya penyakit, maka petugas dalam
melaksanakan pelayanan diwajibkan memperhatikaan keamanan diri dengan menerapkan
prinsip PPI, termasuk di Unit Pendaftaran.
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan di loket pendaftaran perlu


diperhatikan keselamatan pasien dengan melakukan identifikasi resiko terhadap segala
kemungkinan yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan. Upaya pencegahan resiko
terhadap pasien harus dilakukan untuk tiap-tiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pengendalian mutu pelayanan klinis merupakan kegiatan untuk mencegah terjadinya
masalah terkait pelayanan pengobatan atau mencegah terjadinya kesalahan pengobatan /
medikasi (medication error), yang bertujuan untuk keselamatan pasien.
Unsur-unsur yang mempengaruhi mutu pelayanan sebagai berikut:
a. Unsur masukan (input), yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketersediaan
dana, dan Standar Prosedur Operasional.
b. Unsur proses, yaitu tindakan yang dilakukan, komunikasi, dan kerja sama.
c. Unsur lingkungan, yaitu kebijakan, organisasi, manajemen, budaya, respon dan tingkat
pendidikan masyarakat.
Pengendalian mutu pelayanan klinis terintegrasi dengan program pengendalian mutu
pelayanan klinis Puskesmas yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Kegiatan pengendalian mutu pelayanan klinis meliputi:
a. Perencanaan, yaitu menyusun rencana kerja dan cara monitoring dan evaluasi untuk
peningkatan mutu standar.
b. Pelaksanaan, yaitu:
1. Monitoring dan evaluasi capaian pelaksanaan rencana kerja(membandingkan
antara capaian dengan rencana kerja)
2. Memberikan umpan balik terhadap hasil capaian.
c. Tindakan hasil monitoring dan evaluasi yaitu:
1. Melakukan perbaikan kualitas pelayanan standar
2. Meningkatkan kualitas pelayanan jika capaian sudah memuaskan.
Monitoring merupakan kegiatan pemantauan selama proses berlangsung untuk memastikan
bahwa aktifitas berlangsung sesuai dengan yang direncanakan. Monitoring dapat dilakukan
oleh tenaga medis dan paramedis yang melakukan proses.Aktifitas monitoring perlu
direncanakan untuk mengoptimalkan hasil pemantauan.
Contoh ; monitoring pelayanan pasien, monitoring kinerja tenaga kesehatan
Sedangkan untuk menilai hasil atau capaian pelaksanaan pelayanan klinis, dilakukan
evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap data yang dikumpulkan yang diperleh melalui metode
berdasarkan waktu, cara dan teknik pengambilan data.
Berdasarkan waktu pengambilan data, terdiri atas:
a. Retrospektif
Pengambilan data dilakukan setelah pelayanan dilaksanakan.
Contoh : survey kepuasan pelanggan, laporan mutasi barang.
b. Prospektif
Pengambilan data dijalankan bersamaan dengan pelaksanaan pelayanan.
Contoh : waktu pelayanan kesehatan di Puskesmas, sesuai dengan kebutuhan.
Berdasarkan cara pengambilan data, terdiri atas:
a. Langsung (data primer);
Data diperoleh secara langsung dari sumber informasi oleh pengambil data.
Contoh: survey kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan kilnis
b. Tidak langsung (data sekunder);
Data diperoleh dari sumber informasi yang tidak langsung
Contoh: catatan riwayat penyakit yang lalu
Cara pengambilan data :
a. Survei
Survei yaitu pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.
Contoh : survey kepuasan pelanggan.
b. Observasi
Observasi yaitu pengamatan langsung aktifitas atau proses dengan menggunakan
ceklist atau perekaman.
Pelaksanaan evaluasi terdiri atas :
a. Audit
Audit merupakan usaha untuk menyempurnakan kualitas pelayanan dengan
pengukuran kinerja bagi yang memberikan pelayanan dengan menentukan kinerja yang
berkaitan dengan standar yang dikehendaki dan dengan menyempurnakan kinerja
tersebut.Oleh karena itu,audit merupakan alat untuk menilai,mengevaluasi,
menyempurnakan pelayanan klinis secara sistematis.
Terdapat 2 macam audit, yaitu:
1. Audit Klinis
Audit Klinis yaitu analisis kritis sistematis terhadap pelayanan klinis, meliputi
prosedur yang digunakan untuk pelayanan, penggunaan sumber daya, hasil yang
didapat dan kualitas hidup pasien. Audit klinis dikaitkan dengan pengobatan berbasis
bukti.
2. Audit Profesional
Audit Profesional yaitu analisis kritis pelayanan klinis oleh seluruh tenaga medis
dan paramedis terkait dengan pencapaian sasaran yang disepakati, penggunaan
sumber daya dan hasil yang diperoleh.
Contoh : audit pelaksanaan system manajemen mutu
b. Review (pengkajian)
Review (pengkajian) yaitu tinjauan atau kajian terhadap pelaksanaan pelayanan
klinis tanpa dibandingkan dengan standar.
Contoh : kajian penggunaan antibiotika.
BAB VIII
PENUTUP

Pedoman Pelayanan Loket Pendaftaran Puskesmas Pulung ini digunakan sebagai


acuan pelaksanaan pelayanan Loket Pendaftaran di Puskesmas Pulung. Untuk keberhasilan
pelaksanaan Pedoman Pelayanan Loket Pendaftaran Puskesmas Pulung diperlukan
komitmen dan kerja sama semua pihak.
Hal tersebut akan menjadikan Pelayanan Loket Pendaftaran di Puskesmas Pulung
semakin optimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pasien dan masyarakat yang pada
akhirnya dapat meningkatkan citra puskesmas dan kepuasan terhadap proses pelayanan
pendaftaran kepada pasien maupun masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2013. Standar Puskesmas. Jawa Timur : Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2014 Tentang Kewajiban
Rumah Sakit Dan Kewajiban Pasien

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan


Masyarakat.

Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Pusat
Kesehatan Masyarakat.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Kegawadaruratan