Anda di halaman 1dari 5

ABDILAH SOBRI (181711033)

2B-TEN

1. Pengertian komposit
Komposit adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa tingkat atom hingga
makrostruktur yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan
berbeda satu sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam
hasil akhir bahan tersebut

2. Tujuan pembuatan material komposit


Berikut ini adalah tujuan dari dibentuknya komposit, yaitu sebagai berikut.
a. Memperbaiki sifat mekanik dan/atau sifat spesifik tertentu
b. Mempermudah design yang sulit pada manufaktur
c. Keleluasaan dalam bentuk/design yang dapat menghemat biaya
d. Menjadikan bahan lebih ringan

3. Apa saja penyusun komposit


Komposit pada umumnya
terdiri dari 2 fasa yaitu matriks dan
fiber. Matriks adalah fasa dalam
komposit yang mempunyai bagian
atau fraksi volume terbesar (dominan).

Bagian utama lainnya dari komposit adalah


reinforcement (penguat) yang
berfungsi sebagai penanggung beban utama pada
komposit.
4. Perbedaan komposit dan alloy
Alloy adalah campuran dari dua atau lebih logam, logam dan non-logam yang
membentuk material dengan sifat baru. Perbedaan antara komposit dan alloy adalah dalam
hal sistem proses pemaduannya:

 Komposit bila ditinjau secara mikroskopi masih menampakkan adanya komponen


matrik dan komponen filler, sedangkan alloy telah terjadi perpaduan yang homogen
antara matrik dan filler
 Pada material komposit, dapat leluasa merencanakan kekuatan material yang
diinginkan dengan mengatur komposisi dari matrik dan filler, sifat material yang
menyatu dapat dievaluasi dan diuji secara terpisah.

5. Apa yang dimaksud dengan (disertai keuntungan dan kerugian serta aplikasi)
a. PMC (Polymer Matriks Composite)
PMC (Polymer Matriks Composite) atau Komposit Matrik Polimer – Bahan ini
merupakan bahan komposit yang sering digunakan disebut, Polimer Berpenguatan Serat (FRP
– Fibre Reinforced Polymers or Plastics) – bahan ini menggunakan suatu polimer-berdasar
resin sebagai matriknya, dan suatu jenis serat seperti kaca, karbon dan aramid (Kevlar)
sebagai penguatannya.
Komposit ini bersifat :
a) Biaya pembuatan lebih rendah
b) Dapat dibuat dengan produksi massal
c) Ketangguhan baik
d) Tahan simpan
e) Siklus pabrikasi dapat dipersingkat
f) Kemampuan mengikuti bentuk
g) Lebih ringan
Keuntungan dari PMC :
a) Ringan
b) Specific stiffness tinggi
c) Specific strength tinggi
d) Anisotropy
Aplikasi PMC, yaitu sebagai berikut.
1) Matrik berbasis poliester dengan serat gelas
a) Alat-alat rumah tangga
b) Panel pintu kendaraan
c) Lemari perkantoran
d) Peralatan elektronika.
2) Matrik berbasis termoplastik dengan serat gelas = Kotak air radiator
3) Matrik berbasis termoset dengan serat carbon
a) Rotor helikopter
b) Komponen ruang angkasa
c) Rantai pesawat terbang

b. MMC (Metal Matriks Composite)


Komposit Matrik Logam (Metal Matrix Composites – MMC) – ditemukan berkembang
pada industri otomotif, bahan ini menggunakan suatu logam seperti aluminium sebagai
matrik dan penguatnya dengan serat seperti silikon karbida.
Komposit ini bersifat :
a) Mempunyai keuletan yang tinggi
b) Mempunyai titik lebur yang rendah
c) Mempunyai densitas yang rendah
Kelebihan MMC dibandingkan dengan PMC :
1) Transfer tegangan dan regangan yang baik.
2) Ketahanan terhadap temperature tinggi
3) Tidak menyerap kelembapan.
4) Tidak mudah terbakar.
5) Kekuatan tekan dan geser yang baik.
6) Ketahanan aus dan muai termal yang lebih baik
Kekurangan MMC :
1) Biayanya mahal
2) Standarisasi material dan proses yang sedikit

Aplikasi MMC, yaitu sebagai berikut :


1) Komponen automotive (blok-silinder-mesin,pully,poros gardan,dll)
2) Peralatan militer (sudu turbin,cakram kompresor,dll)
3) Aircraft (rak listrik pada pesawat terbang)
4) Peralatan Elektronik
c. CMC (Ceramic Matriks Composite)
CMC merupakan material 2 fasa dengan 1 fasa berfungsi sebagai reinforcement dan 1
fasa sebagai matriks, dimana matriksnya terbuat dari keramik. Reinforcement yang
umum digunakan pada CMC adalah oksida, carbide, dan nitrid. Salah satuproses
pembuatan dari CMC yaitu dengan proses DIMOX, yaitu proses pembentukan
komposit dengan reaksi oksidasi leburan logam untuk pertumbuhan matriks
keramik disekeliling daerah filler (penguat)
Keuntungan dari CMC :
1) Dimensinya stabil bahkan lebih stabil daripada logam
2) Sangat tangguh , bahkan hampir sama dengan ketangguhan dari cast iron
3) Mempunyai karakteristik permukaan yang tahan aus
4) Unsur kimianya stabil pada temperature tinggi
5) Tahan pada temperatur tinggi (creep)
6) Kekuatan & ketangguhan tinggi, dan ketahanan korosi tinggi.
Kerugian dari CMC
1) Sulit untuk diproduksi dalam jumlah besar
2) Relative mahal dan non-cot effective
3) Hanya untuk aplikasi tertentu
Aplikasi CMC, yaitu sebagai berikut :
1) Chemical processing = Filters, membranes, seals, liners, piping, hangers
2) Power generation = Combustorrs, Vanrs, Nozzles, Recuperators, heat
exchange tubes, liner
3) Wate inineration = Furnace part, burners, heat pipes, filters, sensors.
4) Kombinasi dalam rekayasa wisker SiC/alumina polikristalin untuk perkakas
potong.
5) Serat grafit/gelas boron silikat untuk alas cermin laser.
6) Grafit/keramik gelas untuk bantalan,perapat dan lem.
7) SiC/litium aluminosilikat (LAS) untuk calon material mesin panas.
Daftar Pustaka
Nayiroh, Nurun. 2013. TEKNOLOGI MATERIAL KOMPOSIT di academia.edu
mahfuzh-tnt. 2016. Pengertian Alloy dan Penggunaannya di mystupidtheory.com
Ellyawan. 2008. PANDUAN UNTUK KOMPOSIT di ellyawan.dosen.akprind.ac.id