Anda di halaman 1dari 12

Tugas Ikhtiologi

Bakti Septian Andriansyah

4443180047

2A-Perikanan

Sistem Pencernaan Pada Ikan (Lengkap)

Uraian Sistem Pencernaan Pada Ikan (Lengkap) – Ikan merupakan


kelompok hewan vertebrata yang hidup di air, baik air tawar, asin atau payau.
Terdapat ikat herbivora yakni yan memakan alga atau autotrof lainnya; dan ikan
karnivora yang merupakan predator perairan. Ikan memiliki sistem pencernaan
untuk menghancurkan senyawa kompleks dalam makanan menjadi senyawa yang
sederhana agar dapat diserap oleh tubuh dan kemudian diedarkan ke seluruh sel
untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Sistem pencernaan yang dimiliki
ikan pada umumnya memiliki kesamaan dengan sistem yang dimiliki oleh
vertebrata daratan, hanya saja akan ada beberapa variasi organ yang dimiliki oleh
ikan. sistem pencernaan ikan terdiri atas saluran dan kelenjar pencernaan. Berikut
uraian lengkap mengenai sistem pencernaan pada ikan.

1. MULUT

Rongga mulut merupakan saluran pembuka pada sistem pencernaan


maupun sistem pernafasan. Tidak seperti pada vertebrata daratan, mulut ikan tidak
difungsikan untuk mencerna makanan baik secara mekanik ataupun enzimatis.
Ikan tidak memiliki kelejar ludah oleh karena itu, tidak ada enzim yang
disekesikan ke dalam rongga mulut. Artinya tidak terjadi pemecahan makanan di
dalam mulut. Rongga mulut ikat tersusun atas sel – sel epitel yang menghasilkan
lendir atau mukus yang berfungsi untuk melumatkan makanan ketika makanan
ditelan di esofagus.
Tidak semua ikan memiliki gigi. Ikan hiu dan ikan pari (kelompok ikan
tulang rawan – chondrichthyes) memiliki gigi polyphyodont yaitu jenis gigi yang
terus diganti jika ada gigi yang tanggal. Ikan memiliki lidah yang menempel di
dasar rongga mulut. Pada umumnya, lidah ikan tidak dapat digerakkan. Lidah ikan
sangat sederhana, tipis, dan kaku. Tidak seperti pada vertebrata daratan, lidah ikan
tidak digunakan sebagai alat pendorong makanan. Hal ini karena makanan
terdorong bersama aliran arus air yang masuk. Pada langit – langit pangkal rongga
mulut terdapat penebalan lapisan mukosa menjadi palatin yang berfungsi
mengatur kelebihan air yang masuk dan memompakan ke bagian insang.

Gambar Mulut Ikan

Pada umumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda. Letak dan ukuran mulut
sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan dan jenis makanan yang
dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain:
1. Tipe Terminal (mulut terletak di ujung depan kepala ikan).
2. Tipe Subterminal (mulut terletak di dekat ujung depan kepala ikan).
3. Tipe Superior (mulut terletak di ujung bagian atas ikan).
4. Tipe Inferior (mulut terletak di bawah kepala ikan).

1. Bentuk Mulut Subterminal

a. Ikan gajih

Genus : Liobagrus
Nama Latin : Diagrama pictum

Nama Perdagangan : Painted sweetlips

Daerah Penyebaran : terdapat di perairan Indo-

b. Ikan kompele emas

Genus : Plectorhincus

Nama Latin : Plectorhincus albovittatus

Nama Perdagangan : Giant sweetlips

Daerah Penyebaran : Di Peiran Indondonesia

c. Ikan Raja Bau Kuning

Genus : Plectorhincus

Nama Latin : Plectorhincus Lineatus

Nama Perdagangan : Lined sweetlips

Daerah Penyebaran : Di Peiran Indondonesia

d. Ikan Raja Bau lurik

Genus : Plectorhinchus

Nama Latin : Plectorhinchus orientalis


Nama Perdagangan : Oriental sweetlips

Daerah Penyebaran : Di Peiran Indondonesia

e. Ikan Ribbon

Genus : Pomadasys

Nama Latin : Pomadasys argenteus

Nama Perdagangan : Ribbon sweetlips

Daerah Penyebaran : Di peiran Indondonesia

2. Bentuk mulut Inferior

a. Ikan Teri Kepala Pendek

Genus : Encrasicholina

Nama Latin : Encrasicholina heteroloba

Nama Perdagangan : Shorthead anchovy

Daerah Penyebaran : Di perairan Indondonesia

b. Ikan Teri Kepala india


Genus : Stolephorus

Nama Latin : Stolephorus indicus

Nama Perdagangan : Indian anchovy

Daerah Penyebaran : di perairan Indondonesia

c. Ikan Teri Cangkok

Genus : Thryssa

Nama Latin : Thryssa baelama

Nama Perdagangan : Baelama anchovy

Daerah Penyebaran : Di Perairan Indondonesia

d. Ikan Teri bintik

Genus : Stolephorus

Nama Latin : Stolephorus waitei

Nama Perdagangan : Spotty-face anchovy

Daerah Penyebaran : terdapat di perairan pasifik barat dan samudera hindia

3. Mulut Terminal
a. Ikan Triger kembang

Genus : Balistoides

Nama Latin : Balistoides conspicillum

Nama Perdagangan : Clown triggerfish

Daerah Penyebaran : Di perairan pasipik Barat

b. Ikan Selar

Genus : Selaroides

Nama Latin : Selaroides leptolepis

Nama Perdagangan : Yellowstripe scad

Daerah Penyebaran : terdapat di Perairan Samudera Pasipik, Laut Arapura dan


Australia.

c. Ikan Triger Duri

Genus : Canthidermis

Nama Latin : Canthidermis maculata

Nama Perdagangan : Rough triggerfish

Daerah Penyebaran : Circumglobal


d. Ikan Triger Putih

Genus : Pseudobalistes

Nama Latin : Pseudobalistes flavimarginatus

Nama Perdagangan : Yellowmargin triggerfish

Daerah Penyebaran : Di perairan Indondonesia

e. Ikan Alimdelig gourami

Genus : Colisa

Nama Latin :Colisa laila

Nama Perdagangan : Dwarft gourami

Daerah Penyebaran : Asia Timur

4. Bentuk Mulut Superior

a. Ikan Arwana

Genus : Scleropage

Nama Latin : Scleropages formosus

Nama Perdagangan : Asian bonytongue

Daerah Penyebaran : Asia dan Amerika Selatan


Nama Daerah : Ikan arwana

2. FARING

Faring merupakan saluran pendek setelah mulut. Faring dilapisi oleh sel –
sel epitelium sama seperti rongga mulut. Faring dapat memiliki gigi pada
permukaan atas atau bawah pada beberapa ikan. Gigi – gigi faring berfungsi untuk
memecah makanan yang masuk sama seperti fungsi gigi geraham pada mamalia.
Selain itu, faring terletak antara rongga mulut dan insang yang juga berfungsi
sebagai filter makanan. Faring akan memfilter jika bukan partikel makanan yang
masuk maka akan dialihkan ke insang untuk di buang.

3. ESOFAGUS

Esofagus atau kerongkongan merupakan saluran pencernaan setelah faring


yang tersusu atas jaringan otot dan epitel. Sel- sel epitel squamosa (pipih)
menyusun dinding – ding esofagus yang menghasilkan lendir atau mukus untuk
mendorong makanan ke lambung dengan gerakan yang dihasilkan oleh jaringan
otot polos. Esofagus juga berperan sebagai kontrol konsentrasi garam dalam
makanan. Esofagus akan menyerap kelebihan garam secara difusi sehingga akan
menurunkan konsentrasi garam dalam makanan. Hal ini bertujuan untuk
memaksimalkan penyerapan air di usus.

4. LAMBUNG

Lambung merupakan saluran pencernaan yang membesar. Lambung ikan


dilapisi oleh lapisan mukosa yang dihasilkan oleh sel – sel mukus pada dinding
lambung. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi sel – sel lambung dari
keasaaman asam klorida yang disekresikan ke lumen lambung. Sama seperti pada
vertebrata daratan, asam lambung berfungsi untuk menghancurkan ikatan protein
dan mengaktifkan enzim pepsin. Pada ikan yang tidak bergigi (ikan herbivora)
memiliki lambung gizzard sebelum saluran lambung ini. Gizzard berfungsi untuk
menggerus makanan untuk sebelumnya masuk ke lambung. Pada pangkal
lambung terdapat saluran lambung yang memendek dan mengecil sebelum masuk
ke usus, saluran ini disebut dengan saluran pyloric yang berfungsi mengatur
masuknya chyme dari lambung masuk ke usus. Pencernaan kimiawi pada ikan
berlangsung pertama kali di lambung.

5. USUS

Usus merupakan saluran pencernaan yang panjang berkelok – kelok. Usus


tersusun atas lapisan sel – sel epitel dan otot. Pada umumnya, anatomi usus sama
seperti pada vertebrata daratan. Di dalam usus akan disekresikan enzim – enzim
pencernaan dari pankreas (amilase, lipase, dan tripsin). Selain itu, hati akan
mensekresikan getah empedu untuk pemecahan senyawa lemak dalam makanan.
Seluruh penyerapan nutrisi makanan terjadi di sepanjang dinding usus halus,
sementara zat makanan yang tidak tercerna akan diteruskan ke rektum untuk
dibuang melalui anus.

6. REKTUM

Rektum merupakan segmen saluran pencernaan antara usus dengan anus.


Rektum menjadi muara senyawa yang tidak dapat dicerna untuk dibuang melalui
anus menjadi feses. Selain itu, di dalam rektum terjadi penyerapan air dan ion –
ion yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada larva ikan, penyerapan protein juga terjadi
di dalam rektum. Ikan – ikan tertentu (beberapa ikan purba, ikan hiu, ikan pari),
rektum bermuara di kloaka yang merupakan saluran dari urine, pencernaan, dan
genitalia. Namun pada sebagian besar ikan, rektum bermuara di anus. 80 -90%
limbah pencernaan ikan berupa limbah metabolisme protein (ammoniak) dan
bakteri yang telah mati.

7. ANUS

Anus merupakan akhir dari saluran pencernaan. Sisa – sisa makanan yang
tidak tercerna akan (feses) dibuang melalui anus. Umumnya anus terletak di depan
lubang genitalia.
Gambar Alat Pencernaan ikan

Kelenjar Pencernaan
Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan
terdiri atas hati, pankreas dan kantong empedu.
lendir untuk mempermudah pengeluaran makanan tak tercerna. Bagian terakhir
dari saluran pencernaan adalah anus, yang berfungsi untuk mengeluarkan tinja.
Bagian ini terletak di belakang sirip ventral dan tepat di depan sirip anal.

1. Hati

Hati adalah salah satu kelenjar pencernaan. Organ ini umumnya terletak di
depan lambung di bawah kerongkongan memanjang sampai di belakang usus.
Hati atau hepar besar, berwarna merah kecoklatan. Hati termasuk organ yang
besar pada ikan, bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot
tubuhnya. Biasanya hati berjumlah dua buah, tetapi mungkin hanya satu seperti
pada ikan salmon, atau tiga seperti pada mackerel. Pada hati terdapat kantung
empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Cairan empedu ini masuk ke dalam
saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus.
Fungsi hati yaitu sekresi empedu. Selain itu, hati juga berfungsi sebagai
gudang penyimpanan lemak dan glikogen. Fungsi selanjutnya adalah dalam
perusakan sel darah merah dan kimiawi darah seperti pembentukan urea dan
senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta
menghasilkan panas

2. Pankreas

Pankreas merupakan organ yang berperan penting dalam proses pencernaan. Pankreas
mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan
yakni protease (tripsin) dan karbohidrase (amilase dan lipase). Sebenarnya pankreas
merupakan organ yang memiliki fungsi ganda, sebagai organ eksokrin dan organ
endokrin. Sebagai organ eksokrin, pankreas mengeluarkan enzim pencernaan; dan
sebagai organ endokrin, pankreas memiliki kelompok sel (pulau-pulau
Langerhans) yang mensekresikan hormon insulin.

3. Kantung empedu

Kantung empedu berupa kantung tipis yang berisikan empedu. Kantung ini
menempel pada bagian bawah hati. Kantung empedu atau vesica velea bila penuh
bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. Fungsi dari kantong empedu
ini untuk menampung atau menyimpan empedu (bilus) dan mencurahkannya ke
dalam usus, bila diperlukan. Empedu yang berasal dari kantung empedu
mengandung pigmen empedu (bilirubin dan biliverdin) yang berasal dari
perombakan sel hemoglobin. Selain itu, empedu juga berisikan garam empedu
pengemulsi lemak yang membantu dalam pengubahan keasaman lambung menjadi netral
dalam usus
Gambar Kelenjar Pencernaan Pada Ikan