Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Mikrobiologi Ke-1

Jumat, 15 September 2017

ISOLASI BAKTERI DARI LINGKUNGAN AKUATIK

Mardiyana
4443160014
Perikanan 3B
Kelompok 2

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2017

Abstrak
Telah dilakukan Isolasi bakteri terhadap sempel air sawah, air budidaya
ikan, dan air selokan dengan menggunakan media TSA (Tryptic Soy Ager)
menggunakan metode penggoresan kuadran. Isolasi bakteri merupakan suatu cara
untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya
sehingga diperoleh kultur murni. Tujuan praktikum isolasi bakteri dari lingkungan
akuatik adalah untuk mempelajari cara mengisolasi bakteri dari lingkungan
akuatik menggunakan metode penggoresan kuadran serta mengamati ciri-ciri
koloni bakteri yang tumbuh. Adapun hasilnya yaitu bentuk dari bakteri itu sendiri
seperti bentuk berbukit, kreteriform, siliat, Bulat, tidak teratur, gunung dan timbul
serta jumlah koloninya yang banyak.

Kata Kunci: Air Sawah, Air Budidaya Ikan, Air Selokan, Isolasi Bakteri, Koloni
Bakteri

PENDAHULUAN
Dalam kegiatan mikrobiologi pembuatan isolasi dilakukan dengan cara
mengambil sampel mikroba dari lingkungan yang ingin diteliti. Dari sampel
tersebut kemudian dikultur atau dibiakan dengan menggunakan media universal
atau media selektif, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Untuk mendapatkan
atau menumbuhkan jenis mikroorganisme tertentu, maka dilakukan isolasi.
Dengan isolasi inilah dapat diidentifikasi jenis bakteri tertentu baik dari
kelimpahan maupun morfologinya. Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk
memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya sehingga
diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel
mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal (Pelczar 1986).
Ada beberapa metode untuk memperoleh biakan murni dari suatu
sampel tertentu. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah teknik
cawan gores dan cawan tuang. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang
sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian sedangkan sehingga individu
spesies dapat dipisahkan dari lainnya, dengan anggapan bahwa koloni terpisah
yang tampak pada cawan petri setelah diinkubasi berasal dari satu sel tunggal.
Dan metode lain yang digunakan yaitu cara sebar (spread plate), cara
pengenceran (dilution method), serta mikromanipulator (the micromanipulator
method).
Isolasi bakteri dalam dunia perikanan sangat bermanfaat untuk
mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada ikan terutama dalam bidang
budidaya dan pengolahan. Dengan cara pengambilan sampel dari jenis ikan air
tawar maupun ikan air laut
Tujuan praktikum dari isolasi bakteri yaitu mempelajari cara mengisolasi
bakteri dari lingkungan akuatik dengan metode penggoresan kuadran serta
mengamati ciri-ciri koloni bakteri tumbuh.

TINJAUAN PUSTAKA
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting fungsinya bagi
kehidupan umat manusia dan mahkluk hidup lainnya. Air yang dibutuhkan
manusia meliputi air layak pakai yang bersih dan sehat untuk keperluan memasak,
mencuci, dan mandi serta air yang layak konsumsi untuk keperluan minum. Air
juga dapat berperan sebagai media penularan penyakit. Air merupakan media dan
lingkungan yang baik untuk kehidupan mikroorganisme baik itu mikroorganisme
patogen maupun non patogen, oleh karenanya timbul pengertian apa yang disebut
water borne disease. (Rumondor et al 2014).
Mikroorganisme yang terdapat dilingkungan pada umunya merupakan
populasi campuran. Pemisahan bakteri diperlukan untuk mengetahui jenis, ciri –
ciri kultural, morfologis, fisiologis, maupun karakteristik. Teknik pemisahan
tersebut dinamakan isolasi yang disertai dengan pemurnian (Soeroso 1999).
Isolasi adalah suatu cara untuk memisahkan mikroorganisme tertentu dari
lingkungan, sehingga diperoleh biakan yang tidak tercampur dengan jenis lainya
atau biakan murni. Teknik kultur untuk mendapatkan isolat murni terbagi menjadi
2 teknik, yaitu:
a. Metode Steak (Cawan Gores)
Metode steak merupakan cara untuk mengisolasi bakteri dengan menggores
permukaan medium dengan meggunakan jarum ose. Penggoresan bertujuan untuk
membuat garis sebanyak mungkin pada permukaan medium agar bakteri yang
tumbuh pada garis- garis terakhir berupa koloni yang terpisah- pisah (Irianto
2012).
b. Metode pour plate ( Penuangan)
Metode penuangan ini merupakan metode untuk memperoleh biakan murni
dari populasi campuran mikroorganisme dengan mengencerkan specimen yang
kemudian ditungkan kedalam cawan steril dan diikuti dengan menuangkan
medium agar yang telah dicairkan dan didingkan pada suhu ±50⁰C (Hadioetomo
1983).

METODOLOGI
Praktikum mikrobiologi perairan tentang isolasi bakteri dari lingkungan
akuatik yang telah dilaksanakan pada hari jumat, 15 september 2017 pukul 08.00-
10.00 WIB di laboratorium THP (Teknologi Hasil Perairan) Jurusan Perikanan,
Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum isolasi bakteri dari lingkungan
akuatik adalah Lup inokulasi (Ose), kaca penyebar dan bunsen. Bahan yang
digunakan yaitu media TSA (Tryptic Soy Agar), air dari media budiadya. Air
sawah, dan air got.
Prosedur kerja dalam praktikum isolasi bakteri yaitu dengan cara
menggunakan metode penggoresan kuadran dengan tlebih dahulu siapkan alat dan
bahan yang selanjutnya ambil tabung reaksi yang berisi TSA (Tryptic Soy Agar)
sebagai media untuk membiakan bakteri lalu ambil sampel air. Panaskan kaca
penyebar dan tabungnya menggunakan bunsin masukan kaca penyebar ke sampel
air lalu goreskan ke tabung yang berisi TSA (Tryptic Soy Agar) goreskan dengan
hati-hati , setelah itu hangatkan lagi bagian lubang tabung dan tutup menggunakan
kapas penutup tabungnya. Kemudian taruh tabung yang sudah di gireskan sampel
air ke rak tabung dengan posisi terbalik. Diagram alir dari prosedur kerja
praktikum isolasi bakteri dari lingkungan akuatik adalah sebagai berikut :

Siapkan alat dan bahan

Ambil bebrapa sample air lalu panaskan gelas


penyebar

Masukan gelas penyebar ke sample air

Hangatkan tabung berisi TSA lalu goreskan


gelas penyebar kedalam tabung TSA

Tutup kemabli tabung dan diamkan

Gambar 1: Diagram alir prosedur kerja proses isolasi bakteri dari


lingkungan akuatik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil perhitungan dan pengamatan koloni bakteri pada tabung TSA (Tryptic
Soy Agar) adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil isolasi bakteri

HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel 1. Hasil Isolasi Bakteri Dari Lingkungan Akuatik
Asal Sampel Kelompok Dua Macam Koloni Terbanyak Jumlah
Gambar Ciri-ciri Koloni
 Berbentuk
fragmen, halus
Air Sawah 30
1  Bergelombang
Cipocok koloni
 Berbentuk
gunung, timbul
dan tumbuh ke
dalam media
 Bulat, Berbukit,
kreteriform,
siliat
Air Selokan 2  Bulat, tidak
teratur, gunung
 Bulat, halus,
timbul
 Bulat, halus,
penonjolan datar
 Bulat
berserabut,
bercabang, 19
Air Budidaya 3
penonjolan datar koloni
 Bulat, halus,
penonjolan
tumbuh ke
dalam media
 Bulat
 Dari pinggir
Air Sawah
4 halus
Pakupatan
 Penonjolan
gunung

Setelah di inkubasi selama 24 jam diperoleh hasil pertumbuhan mikroba.


Penggoresan media yang benar dan baik akan terlihat hasil biakan bakteri murni
pada satu titik koloni pada kuadran empat, sedangakn pada praktikum ini media
isolasi bakteri telah mengalami kesalahan pengoresan sehingga tidak didapatkan
biakan murni bakteri pada satu titik pada kuadran empat, melainkan terdapat
banyak titik biakan dan bakteri pada alur penggoresan, kesalahan penggoresan ini
mungkin terjadi pada saat jarum ose tidak didinginkan terlebih dahulu, sehingga
penggoresan pada setiap kuadaran penggoresan terlalu dalam dan tidak melemah
sesuai dengan metode yang ada.

Berdasarkan hasil tabel diatas pada kelompok 2 didapatkan hasil dengan


ciri-ciri bahwa bakteri yang terdapat pada air selokan tersebut berbentuk bulat,
berbukit, kreteriform, siliat bulat, tidak teratur, gunung Bulat, halus, timbul.
Jumlah koloni yang di hasilkan oleh tabung STA hanya sedikit koloni yang ada.

Karakteristik koloni bakteri hasil inokulasi merupakan salah satu


bagiandalam identifikasi bakteri. Beberapa bentuk, kecil, sedang dan besar.
Warna koloni bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan tidak kontras dengan
air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Oleh karena itu
pengamatantanpa pewarnaan menjadi lebih sukar dan tidak dapat digunakan
untukmelihat bagian-bagian sel dengan teliti. Bentuk koloni bundar, tidak
beraturan dan rhizoid.
Nama bakteri berasal dari bahasa yunani “bacterion” yang berarti batang
atau tongkat. Sekarang nama itu dipakai untuk menyebut sekelompok
mikroorganisme bersel satu, tubuhnya bersifat prokariotik yaitu tubuhnya terdiri
atas sel yang tidak mempunyai pembungkus inti. Bakteri begitu kecil maka hanya
dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri adalah yang paling
berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di
tanah, air dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan
bakteri (Pratiwi 2008)

KESIMPULAN DAN SARAN


Cara isolasi bakteri yang dilakukan pada praktikum ini dengan metode
tuang (pour plate), metode goresan (streak plate), metode miring (slant culture),
dan metode tegak (stab culture). Pengertian dari Isolasi adalah mengambil
mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu
medium buatan. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis
mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam
mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat
sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya.
Dalam pelaksanaan praktikum, sebaiknya lebih memperhatikan dan lebih
teliti lagi dalam setiap metode yang dilakukan, supaya hasilnya bisa sesuai dengan
yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA
Hadioetomo, R. S. 1985. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek : Teknik dan
Prosedur Dasar Laboratorium. Jakarta: Gramedia
Lim, D. 1998. Microbiology, 2nd Edition. New york: McGrow-hill book
Pelczar, M.J. & E.C.S. Chan. 1986. Penterjemah , Ratna Siri Hadioetomo . Dasar-
Dasar Mikrobiologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Pratiwi, S.T., 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga. 150 – 171
Rumondor, P.P, Porotu’o, J, dan Waworuntu, O. 2014. Identifikasi Bakteri pada
Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Manado. Jurnal e-Biomedik, Vol. 2,
No. 2, Juli 2014
Soeroso, L. 1999. Mikroorganisme Umum. Purwokerto: Universitas Jendral
Soedirman.

LAMPIRAN

Gambar 1. Gambar 2.
Gambar 3. Gambar .4.

Gambar 5. Gambar 6.