Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MIKROBIOLOGI

VIRUS PENYEBAB PENYAKIT PADA MANUSIA

DISUSUN OLEH :
1. ABDUR ROUF HASANI NIM : 191250001
2. FITRIKA AYU JUNIARTA FIRDAUSI NIM : 191250036
3. JULI NUR KHOMARIAH NIM : 191250051
4. NOVI ANITA NIM : 191250062
5. SULIS IKA SETYOWATI NIM : 191250072
6. TITIS AGUSTINA NIM : 191250076

PROGRAM STUDI D3 FARMASI


AKADEMI FARMASI JEMBER
2019
NAMA PENYAKIT CARA
NAMA CARA MENYEBABKAN HOST MENJADI
NO. NAMA SPESIES YANG PENYEBARAN/PENULARAN
MIKROORGANISME SAKIT
DITIMBULKAN PENYAKIT
1 Virus Herpes Simplex Virus Herpes Herpes oral (mulut) HSV 1 dapat menular melalui Yang menyebabkan host menjadi sakit oleh
1 simplex 1 (HSV-1) dan herpes kelamin kontak langsung sederhana dari Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) adalah
(genital) penderita herpes ke orang yang ketika daya tahan tubuh host menurun, maka
sehat. Contohnya adalah lewat virus ini akan muncul dan menyebabkan luka
berciuman (termasuk yang kemudian merah, gatal, dan berair pada
saat mencium bayi), berbagai kulit. Namun ketika daya tahan tubuh host
pakai peralatan makan atau prima, virus herpes akan berdiam di tubuh dan
lipstik dan kosmetik. HSV 1 tidak menyebabkan gejala gangguan
bahkan dapat ditularkan dari kesehatan seperti gatal dan luka melepuh.
seseorang yang mengalami Infeksi herpes yang muncul biasanya terjadi
infeksi HSV 1 namun tanpa dalam beberapa tahapan. Rincian tahapan
gejala. infeksi herpes adalah sebagai berikut:
1. Stadium primer. Stadium primer terjadi
pada hari kedua hingga kedelapan setelah
terjadinya infeksi herpes. Gejala yang
muncul adalah blister (kulit yang
melepuh) berukuran kecil, namun
menyakitkan. Blister biasanya berisi
cairan berwarna bening atau keruh, dan
dapat pecah serta menimbulkan luka
terbuka. Daerah di sekitar blister akan
berwarna kemerahan.
2. Stadium laten. Pada stadium ini, gejala
herpes seperti blister dan koreng akan
mereda. Tetapi pada stadium ini,
sebetulnya virus sedang menyebar ke saraf
dekat saraf tulang belakang melalui kulit.
3. Stadium peluruhan. Pada stadium ini,
virus mulai berkembang biak pada ujung-
ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf
yang terinfeksi terletak pada organ tubuh
yang menghasilkan cairan, seperti testis
atau vagina, virus herpes dapat terkandung
dalam cairan tubuh seperti semen dan
lendir Biasanya tidak terjadi gejala yang
terlihat, namun sebenarnya sedang terjadi
perkembangbiakan virus di dalam tubuh.
4. Stadium rekurensi (muncul
kembali). Pada stadium ini, blister pada
kulit yang terjadi di stadium pertama dapat
muncul kembali. Biasanya tidak separah
lepuhan dan koreng yang sebelumnya.
Gejala yang umumnya muncul pada
stadium rekurensi ini adalah gatal,
kesemutan, dan nyeri di daerah yang
terkena infeksi pada stadium pertama.
2 Virus Herpes Simplex Virus Herpes Herpes Genitali Herpes simplek genitalis Sejak seseorang terkena virus HSV Type 2
2 simplex 2 (HSV-2) merupakan salah satu infeksi ini, hingga muncul gejala ( masa inkubasi)
menular seksual, dimana virus ini memakan waktu 3 – 7 hari . gejala dan
menyebar melalui kontak luka perjalanan penyakit terbagi dalam beberapa
pada penderita, misalnya saat stadium, yakni :
berhubungan seksual. 1. Infeksi primer.( +/- 3 minggu)
Juga dapat ditularkan dari ibu Gejala awal berupa bintil putih berisi air (
kepada bayinya pada saat vesikel) dan berkelompok diatas kulit
persalinan lembab ( eritematosa) pada daerah
kemaluan atau rectum.
Lepuhan yang pecah penampakan seperti
sariawan dengan sensasi seperti terbakar
dan gatal ( prodormal) pada kemaluan.
Pada orang yg baru terinfeksi dpt timbul
demam, sakit kepala, pembesaran kelenjar
dilipat paha.
Dapat menyebabkan peradangan otak pada
bayi yg lahir dgn ibu terinfeksi virus ini.
2. Fase Laten.
Saat gejala membaik, virus tersebut
“beristirahat” dalam sel ganglion dorsalis (
saraf tulang belakang). Pada masa ini
pelepasan virus masih berlangsung meski
dalam jumlah sedikit.Dengan demikian,
bisa saja seseorang terkena infeksi dari
pasangannya yg terlihat fisiknya tampak
sehat.
3. Fase Rekuren.(7 – 10 hari)
Virus beristirahat pada fase Laten, suatu
saat dapat aktif kembal, dikarenakanfaktor
dan kondisi tertentu, seperti :
 Trauma fisik ( demam, infeksi
penyakit lain, HIV / AIDS, hub. Intim
,kurang istirahat ,menstruasi ,dsb )
 Trauma psikis ( gangguan emosional
dan depresi)
 Penggunaaan obat obatan dan terapi
kanker
3 Virus Hepatitis A Hepatitis A virus Hepatitis A Melalui fecal-oral yaitu melalui 1. Penyakit ini erat kaitannya dengan
konsumsi makanan dan minuman air/makanan yang tidak aman,sanitasi
yang telah terkontaminasi tinja tidak memadaiserta kebersihan pribadi
penderita hepatitis A.Juga yang buruk.Hepatitis A Virus adalah salah
terkadang melalui hubungan sex satu penyebab paling umum dari infeksi
dengan penderita. bawaan makanan.
2. Hal ini bisa terjadi ketika orang terinfeksi
tidak cukup mencuci tangan setelah
menggunakan kamar mandi kemudian
menyentuh hal hal lain seperti makanan
.Ketika orang lain memakan makanan
itu,mereka dapat terinfeksi hepatitis A.
3. Gejala Hepatitis A biasanya tidak muncul
sampai anda memiliki virus selama
beberapa minggu.Hepatitis A sangat
terkait dengan pola hidup bersih,waktu
terekspos sampai kena penyakit kira-kira
2-6 minggu.Penderita akan mengalami
gejala demam,lemah letih lesu dan muntah
muntah secara terus menerus sehingga
badan terasa lemas.Urin berwarna gelap
seperti the,diare,menguningnya kulit dan
bagian putih mata(Jaudice) karena
meningkatnya bilirubin ,BAB Buang Air
Besar berwarna terang /mirip tanah liat.
4 Virus Hepatitis B Orthohepadnavirus Hepatitis,infeksi HBV dapat menyebar melalui darah Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B
dan dapat atau cairan tubuh dari penderita ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera
menyebabkan sirosis yang terinfeksi. Seorang bayi makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual
hati dan karsinoma dapat terinfeksi dari ibunya sampai muntah, demam ringan, kadang-
hepatoselular.virus ini selama proses kelahirannya. Juga kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada
juga telah diduga dapat menyebar melalui kegiatan perut kanan atas. Setelah satu minggu akan
dapat meningkatkan seksual, penggunaan berulang timbul gejala utama seperti bagian putih pada
resiko kanker jarumsuntik,dan transfusi darah d mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh
pankreas. engan virus di dalamnya. tampak kuning dan air seni berwarna seperti
teh.
Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan
yang diberikan oleh tubuh terhadap virus
Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan
pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh
adekuat maka akan terjadi pembersihan virus,
pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan
kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut
akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika
tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara
dua hal di atas) maka penyakit terus
berkembang menjadi hepatitis B kronis.
5 Virus Epstein-Barr Epstein-Barr virus 1. Karsinoma Penyebaran virus EBV terjadi 1. Epstein-Barr virus dikontrol dengan
(EBV) nasofaring / kanker melalui cairan tubuh, terutama sempurna oleh sistem imun namun
nasofaring air liur. sebagian kecil berkembang menjadi
2. Mononukleosis atau penyakit terkait, pada sebagian besar
demam kelenjar individu terutama dalam bentuk keganasan
primer dari sel B dan sel epitel
2. Virus Esptein-Barr menyerang sel limfosit
B
3. EBV menggunakan protein-protein untuk
mengaktifkan dan menonaktifkan gen
pada saat yang tepat membantu mereka
menjalankan fungsi masing-masing dan
menanggapi lingkungan mereka. Protein
ini secara terus menerus bergerak di
sepanjang untaian DNA, mengubah
berbagai gen spesifik dan mematikannya
untuk menjadikan fungsi sel seperti yang
diharapkan. Sehingga ketika virus
menginfeksi sel, virusnya membuat
protein atau faktor transkripsi sendiri.
Akibatnya, fungsi normal sel juga berubah
sehingga dapat menyebabkan kemunculan
berbagai penyakit autoimun.
6 Herpesvirus Sarkoma Human herpesvirus Tumor / kanker yang Menular melalui hubungan Faktor risiko terinfeksi virus KSHV adalah
Kaposi 8 berkembag dari seks dan kontak non‐seksual melakukan hubungan intim tidak aman,
jaringan di sekitar seperti dari ibu ke bayi ( termasuk homoseksual yang melakukan
pembuluh darah dan menyusui) , transplantasi organ hubungan intim melalui anus.
pembuluh limfa Infeksi KSHV dapat menyebabkan Sarkoma
Kaposi, tetapi tidak semua orang yang
terinfeksi dengan KSHV berkembang
menjadi Sarkoma Kaposi. Kebanyakan orang
yang terinfeksi virus KSHV yang
berkembang menjadi lesi Sarkoma Kaposi
memiliki sistem kekebalan yang lemah.
Beberapa faktor yang dapat melemahkan
sistem tubuh, meliputi:
 Infeksi HIV
 Transplantasi organ
 Usia tua
 Penyakit kronis