Anda di halaman 1dari 18

"

INFOGRAFIS (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/INFOGRAFIS)

FOTO (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/FOTO)

VIDEO (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/VIDEO)

TEKNO (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/TEKNO)

OTOMOTIF (HTTPS://OTOMOTIF.ANTARANEWS.COM)

Literasi Anti-Hoax - Perempuan dan Berita Palsu WARTA BUMI (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/WARTA-BUMI)


! Kamis, 21 Juni 2018 16:07 WIB
KARKHAS (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/KARKHAS)

ANTI HOAX (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/JARINGAN-ANTARA-CEGAH-HOAX)

ANTARA INTERAKTIF (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/ANTARA-INTERAKTIF)

PEMILU (HTTPS://PEMILU.ANTARANEWS.COM)

RILIS PERS (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/RILIS-PERS)

INDEKS (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/INDEKS)

Ilustrasi - Peserta menunjukkan stiker anti berita bohong atau hoax ketika pelaksanaan hari bebas kendaraan di Kawasan Bundaran HI,
Jakarta, Minggu (18/32018). Polda Metro Jaya melakukan kampanye sekaligus deklarasi anti hoax agar masyarakat lebih sadar terhadap
bahaya penyebaran informasi hoax. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

" Literasi media bagi para perempuan, khususnya yang masih


berlatar pendidikan rendah, merupakan pekerjaan rumah yang
harus segera dituntaskan, karena perempuan merupakan ibu yang

"
lebih banyak mendidik putra-putri
Jakarta,(Antara/Jacx) - Sering terdengar bahwa perempuan adalah kelompok yang gemar menerima dan
memberi gosip dibandingkan dengan laki-laki, meskipun tudingan tersebut belum tentu benar.
Pada tahun 1953 pelukis Hendra Gunawan menggoreskan cat minyak di atas kanvas yang merekam tiga
perempuan dari tiga generasi sedang mencari kutu rambut. Waktu itu, mencari kutu rambut banyak
dilakukan oleh kaum perempuan pada waktu senggang sambil mengobrol kosong, bergosip, bahkan
juga meneruskan nasihat kepada anak-anak.

Mencari kutu rambut sudah tidak terlihat di kota-kota besar, tetapi masih bisa ditemukan di perdesaan,
sedangkan untuk mengobrol kosong sekarang sudah digantikan dengan alat komunikasi yang terus
menerus berkembang, yaitu telepon genggam, tap, komputer jinjing, dengan media sosial, seperti
Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram, email, dan lain sebagainya.

Peserta mengobrol tidak lagi dibatasi oleh tempat, waktu, dan ruang. Setiap saat dan di mana pun dapat
terhubung dan informasi yang keluar-masuk melalui ruang obrolan pribadi yang sangat intim misalnya
anggota keluarga dan sahabat bisa dengan cepat menyebar ke umum.

Seorang warga Jakarta pernah mengunggah foto tips memeram buah alpukat di FB dan grup WA untuk
rekan-rekannya dan dalam waktu beberapa mingg u, unggahannya sudah terpampang sebagai poster di
sebuah toko swalayan, tanpa menyebut kreditnya sebagai "penemu" tips tersebut.Berita lebih cepat
menyebar dan tidak mudah lagi membedakan berita benar atau berita palsu, dari mana sumbernya, dan
siapa yang memviralkan.

Pada Februari 2012, seorang perempuan India dikabarkan melahirkan 11 bayi, suatu peristiwa yang
memecahkan rekor dunia.

Kabar tersebut cepat sekali menjadi viral, bergulir melalui media sosial dan banyak orang yang percaya
karena beritanya dilengkapi dengan foto tim dokter dan perawat yang berpose di depan jajaran 11 bayi
yang dibaringkan di depan mereka. Publik percaya pada kabar tersebut karena ada foto yang
menyertainya, dan bahkan ada tautan media massa yang menyiarkannya, yaitu Zambian News dan situs
hiburan tumfweco.

Melahirkan bayi kembar dua adalah kejadian yang jamak, meskipun langka, kembar tiga juga dianggap
masih lumrah, tetapi kembar lebih dari empat apalagi 11 bayi bisa menggugah rasa ingin ta hu.Perasaan
ingin tahu itu yang mendorong orang "melahap" informasi dan berita-berita yang dianggap unik, menarik,
memiliki unsur kedekatan dengan diri dan lingkungan serta penting baginya.

Pada saat ini hampir semua orang mempunyai perangkat komunikasi yang memungkinkan orang
mengirim berita, menyiarkan, dan membaca/menonton berita di mana saja dan kapan saja dengan
kecepatan seketika. Kemampuan untuk mengendalikan informasi ada di tangan setiap orang dan pada
satu sisi bisa menguntungkan dan berdampak menyebarkan pengetahuan dan kebaikan, namun ibarat
pisau yang merupakan peralatan sangat penting bagi hidup manusia, maka peranti komunikasi juga bisa
menjerumuskan dan menimbulkan petaka.

Entah dari mana sumbernya, ternyata berita perempuan melahirkan bayi kembar 11 tidak pernah terbukti
karena tidak ada lagi berita kelanjutannya. Kabar tersebut bisa jadi merupakan perbuatan iseng oleh
"penguasa" teknologi komunikasi yang dengan tujuan tertentu menyebarkan berita palsu atau hoaks.

Fakta yang terbukti adalah tentang kelahiran 11 bayi pada hari yang sama di rumah sakit yang sama
dengan tanggal yang unik, yaitu tanggal 11 bulan 11 (November) tahun 2011. Mereka adalah bayi-bayi
dari 11 ibu yang mengikuti program bayi tabung di rumah sakit abad 21 di Kota Surat, India dan para ibu
hamil itu sengaja memilih tanggal yang khas untuk kelahiran putra putri mereka.

Foto yang beredar adalah asli tentang kelahiran 11 bayi tabung, namun tulisan yang ditempelkan di foto
itu mengacau dengan menyebut kelahiran bayi kembar 11 dari seorang ibu. Informasi tersebut sangat
mencolok karena menarik bagi dunia kedokteran. Kembar terbanyak dari satu ibu sampai sekarang
adalah persalinan oleh seorang perempuan di Australia pada 1971 tetapi sembilan bayi kembar itu
seluruhnya meninggal dalam usia enam hari, kemudian juga ada seorang ibu di Malaysia yang
melahirkan sembilan bayi pada 1999 tetapi bayi-bayi tersebut hanya bertahan selama enam jam.

Keisengan seperti ini banyak ditemukan, dengan menulis kata kunci tertentu kita bisa mendapatkan
berita-berita aneh yang kebenarannya sulit dipastikan, misalnya tentang perempuan yang melahirkan
bayi setengah gajah, hewan aneh, mayat hidup lagi dan masih banyak yang lebih aneh.

Petaka
Berita palsu atau hoaks bisa menimbulkan petaka. Peristiwa yang dilaporkan di India juga pada bulan
Mei 2018, tentang seorang perempuan yang sedang menanyakan arah jalan tetapi dipukuli hingga mati
oleh warga yang mengira perempuan itu adalah penculik anak. Sebelum kejadian tersebut di daerah
Tamil dilaporkan ada banyak anak yang diculik dan pesan berantai Whatsapp menyebutkan ada 400
pendatang yang berkeliaran di daerah itu untuk menculik anak.

Kejadian ini menunjukkan betapa mudahnya orang percaya pada satu berita yang diperolehnya melalui
media sosial, pesan berantai di dunia maya dan menyebarkannya tanpa memeriksa kebenarannya
terlebih dahulu. Kasus serupa terjadi di Pontianak ketika seorang pria gila kehilangan nyawa dianiaya
karena diduga akan menculik anak.

Berita-berita palsu yang menyesatkan banyak ditemukan misalnya isu telur palsu, beras plastik, garam
bercampur kaca yang merugikan secara Znansial bagi produsen serta mengganggu kenyamanan
masyarakat. Tidak tanggung-tanggung berita-berita tersebut dilengkapi dengan video yang
memperlihatkan gambar-hidup untuk meyakinkan konsumen berita.

Beberapa video dan berita itu sengaja dibuat dan polisi pun menangkap tersangkanya. Banyak video
dan foto yang menyertai berita palsu tersebut adalah asli seperti kasus bayi kembari 11 tersebut, yang
oleh penyebar berita palsu sengaja dilekatkan dengan tujuan mengelabui khalayak dan video tersebut
dengan cepat beredar di masyarakat karena sikap warga yang "asal" menyalin dan membagikan
informasi tanpa bersedia memeriksa kebenarannya.

Misalnya sebuah rekaman yang memperlihatkan pembuatan sayur-mayur plastik dilengkapi keterangan,
"Waspadalah banyak beredar kubis palsu, selada palsu".
Dalam teori komunikasi dikenal mengenai arus informasi berantai yang sulit dipertahankan keasliannya
karena infonya bisa berkurang atau bertambah bergantung pada penerima pesan yang kemudian
meneruskannya.

Dalam suatu kelompok Whatsapp yang anggotanya ibu-ibu pernah tertulis keluhan seperti ini, "mau
masak nasi berasnya plastik, sayurnya plastik, garam bercampur kaca, telur palsu, lalu bagaimana
baiknya?"

Kali lain, ada yang membagikan informasi tentang tiket promo dan gratis dari perusahaan penerbangan
Garuda Indonesia yang segera disambut oleh anggota yang lain untuk merancang pesiar bersama-sama.
Tidak lama kemudian ada informasi yang menyebutkan berita tersebut hoaks dan pengirim pesan pun
meminta maaf serta mengakui kelalaiannya.

Informasi mengenai lowongan pekerjaan biasanya lebih cepat menyebar, terutama di kalangan para
orang tua yang ingin anaknya segera mendapat pekerjaan. Biasanya ketika berbagi akan diembel-embeli
pesan "Silakan barangkali berguna bagi anak, keponakan dan cucu."

Ilustrasi - Aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MaRndo) membentangkan poster yang berisi penolakan
penyebaran berita bohong (hoax) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/1/2017). Aksi tersebut digelar untuk memberikan
pemahaman kepada masyarakat agar berhati-hati dan menyaring informasi yang tidak benar atau hoax. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Ujaran kebencian
Sudah banyak terbukti berita-berita hoaks yang mengandung ujaran kebencian, menyudutkan kelompok
atau orang tertentu meskipun belum tentu kebenarannya. Belum lama ini misalnya beredar isu
penyerangan terhadap ulama, diawali dengan peristiwa nyata yang kemudian diimbuhi dan bahkan
berkembang hingga puluhan isu terkait, demikian pula berita-berita palsu yang berbuntut pada
pengeroyokan juga, tuntutan atas pencemaran nama baik.
Bulan April lalu di sosmed khususnya WA di kalangan umat Katolik beredar informasi mengenai seorang
biarawati yang memaparkan kegiatan sosial merawat orang gila di Maumere, Flores Nusa Tenggara
Timur (NTT), serta sedang mengalami kesulitan keuangan. Informasi yang beredar di kalangan umum
terbatas itu segera mendapat sambutan dan beberapa simpatisan mengirimkan donasi, tetapi hanya
dalam waktu satu malam ada susulan edaran yang mendiskreditkan kegiatan sosial tersebut sebagai
upaya memupuk keuntungan pribagi. Para donator kebingungan dan berita tentang kegiatan tersebut
sempat muncul di media massa resmi.

Akibatnya, petinggi gereja Katolik yang membawahi yayasan sosial merasa perlu untuk mengeluarkan
penjelasan resmi, seperti juga yang dilakukan berbagai instansi lain yang dirugikan oleh berita hoaks dan
ujaran kebencian.

Gencar Sosialisasi
Menanggapi gencarnya berita hoaks, Dewan Pers gencar melakukan sosialisasi dan literasi yang
bertujuan membuat masyarakat "melek media" dan paham cara mengonsumsi media dengan benar,
termasuk memberikan ciri-ciri mengenai berita hoaks.Langkah lain adalah mengusulkan adanya
akreditasi bagi media massa dan imbauan bagi insan pers untuk bekerja secara profesional.

Di tengah dunia informasi yang serba terbuka seperti ini, siapa yang bisa mencegah arus deras berita-
berita palsu? Apakah undang-undang dan regulasi bisa efektif, atau lebih perlu meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk mengonsumsi informasi dengan cerdas.

Dalam dunia yang serba terbuka, Indonesia tidak bisa hanya melihat wilayah hukumnya sendiri, karena
pemakai sarana komunukasi sudah terhubung sebagai warga dunia tanpa batas geograZs, bangsa, dan
negara. Di belahan dunia yang lain malahan ada situs-situs yang dengan sengaja meluncurkan berita
palsu untuk lucu-lucuan dan sindir-sindiran, misalnya TheOnion.com, tought.co, TheDailyShow.com ,
colbertNation.com, WeeklyWorldNews.com.

The Onion yang mempunyai slogan sebagai Sumber Berita Terbaik di Amerika (America's Finest News
Source), banyak dibaca oleh jutaan warga AS sejak tahun 1996 dan digemari karena berita-beritanya
berupa sindiran, satire terkait dengan berita-berita aktual. Tampilan situs ini bisa mengecoh pembaca
yang belum "melek media" untuk menelan mentah-mentah informasi yang disuguhkan.

Salah satu dari video yang disiarkan dan viral di Twitter memunculkan gambar kubis (cabagge) dengan
teks "Tahukah Anda, satu kata dalam bahasa Inggris yang mencakup semua huruf dalam alphabet
adalah 'Kubis'". Unggahan tersebut mendapat tanggapan yang juga lucu-lucu dari para pembaca yang
sudah sangat sadar akan berita benar, berita palsu, dan berita lucu-lucuan. Ada berjuta-juta berita palsu
yang beredar saat ini, baik yang untuk lucu-lucuan, iseng, menjelek-jelekan pihak lain, menyerang secara
ekonomi, politik, agama, dan golongan.

Peran perempuan
Kaum perempuan sebagai kelompok warga yang dilihat lebih mudah termakan isu dan menyebarkannya,
kini mendapat tantangan untuk menghadapi dunia baru dalam berkomuniukasi yang menggabungkan
teknologi audio-visual, komunikasi, psikologi, sampai perang dagang.

Terdapat lompatan tinggi antara para perempuan kota yang sudah "melek media" dan perempuan di
perdesaan yang masih bergosip sambil mencari kutu, tetapi sekaligus sudah menggenggam alat
komunukasi yang terbuka secara internasional.

"Jika pagi-pagi saya membuka WA dan media sosial terlebih dulu, saya akan terprovokasi berita-berita
yang masih diragukan kebenarannya, sehingga saya memilih untuk membuka situs resmi dulu sebelum
media sosial," ujar Patricia Coverdale, seorang mantan manager bisnis pendidikan di Inggris yang kini
menetap sementara di Sumba, NTT.

Foto dan video belum menjamin kebenaran suatu informasi, termasuk pencatutan nama lembaga dan
perusahaan terkenal, bahkan pengunggah berita palsu kadang juga menciptakan nama-nama lembaga
yang "keren" untuk mengelabui audiens. Bila suatu lembaga riset medis dari negara besar melaporkan
hasil riset "yang ternyata palsu", pembaca akan lebih percaya terhadap informasi tersebut, misalnya
ketika sebuah perusahaan BUMN disebutkan membuka lowongan kerja, lengkap dengan alamat email
(palsu), orang akan berbondong-bondong mengirim surat lamaran.

Banyak konsumen juga langsung percaya mengenai isu makanan palsu/plastik tanpa memperhatikan
bahwa video yang ditontonnya adalah demo pembuatan model makanan untuk para wisatawan, atau isu
perempuan melahirkan anak berbentuk gajah dengan foto hasil rekayasa fotograZ.

Literasi media bagi para perempuan, khususnya yang masih berlatar pendidikan rendah, merupakan
pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, karena perempuan merupakan ibu yang lebih banyak
mendidik putra-putri, baik melalaui perilaku, nasihat, maupun keputusan-keputusan penting dalam
tumbuh kembang anak.

*Maria D Andriana adalah redaktur senior LKBN Antara

Pewarta: Maria D Andriana*


Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

TAGS: hoax (/tag/hoax) perempuan (/tag/perempuan)


Pengamat: Hoax bagian dari permainan politik


! " ○ LIVE
$

BERITA TERKAIT

#
(https://www.antaranews.com/video/1021920/pengamat-hoax-bagian-dari-permainan-politik?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Pengamat: Hoax bagian dari permainan politik


(https://www.antaranews.com/video/1021920/pengamat-hoax-bagian-dari-permainan-politik?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 20 Agustus 2019 19:37

(https://www.antaranews.com/berita/1020034/hoaks-pesan-berantai-polisi-yang-terbakar-saat-kawal-demo-
meninggal?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Hoaks, pesan berantai polisi yang terbakar saat kawal demo meninggal
(https://www.antaranews.com/berita/1020034/hoaks-pesan-berantai-polisi-yang-terbakar-saat-kawal-
demo-meninggal?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 19 Agustus 2019 18:36


(https://www.antaranews.com/berita/1018808/hoaks-info-rekrutmen-sdm-pkh-kemensos?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Hoaks, info rekrutmen SDM PKH Kemensos (https://www.antaranews.com/berita/1018808/hoaks-info-


rekrutmen-sdm-pkh-kemensos?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 18 Agustus 2019 20:25

(https://www.antaranews.com/berita/1015200/informasi-pembatasan-waktu-registrasi-reduksi-tiket-ka-ini-
penjelasannya?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Informasi pembatasan waktu registrasi reduksi tiket KA, ini penjelasannya


(https://www.antaranews.com/berita/1015200/informasi-pembatasan-waktu-registrasi-reduksi-tiket-
ka-ini-penjelasannya?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 16 Agustus 2019 18:23

$
(https://www.antaranews.com/foto/1014926/kasus-hoax-dan-politik-identitas-dalam-pemilu-2019?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Kasus hoax dan politik identitas dalam Pemilu 2019


(https://www.antaranews.com/foto/1014926/kasus-hoax-dan-politik-identitas-dalam-pemilu-2019?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 16 Agustus 2019 16:31

(https://www.antaranews.com/berita/1014386/instagram-tambah-Ztur-laporkan-hoaks?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Instagram tambah Ztur laporkan hoaks (https://www.antaranews.com/berita/1014386/instagram-


tambah-Ztur-laporkan-hoaks?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 16 Agustus 2019 12:17

(https://www.antaranews.com/berita/1010570/mewaspadai-hoax-dengan-memahami-ciri-cirinya?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Mewaspadai "hoax" dengan memahami ciri-cirinya


(https://www.antaranews.com/berita/1010570/mewaspadai-hoax-dengan-memahami-ciri-cirinya?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)
! 14 Agustus 2019 16:34

(https://www.antaranews.com/berita/1010858/air-dalam-botol-plastik-yang-didinginkan-sebabkan-kanker-ini-
penjelasannya?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Air dalam botol plastik yang didinginkan sebabkan kanker, ini penjelasannya
(https://www.antaranews.com/berita/1010858/air-dalam-botol-plastik-yang-didinginkan-sebabkan-
kanker-ini-penjelasannya?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 14 Agustus 2019 14:32

(https://www.antaranews.com/berita/1008552/kemkominfo-sebut-berita-palsu-adalah-musuh-bersama?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Kemkominfo sebut berita palsu adalah musuh bersama


(https://www.antaranews.com/berita/1008552/kemkominfo-sebut-berita-palsu-adalah-musuh-
bersama?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 13 Agustus 2019 15:32

(https://www.antaranews.com/berita/1008546/dewan-pers-hoaks-masih-bertebaran-di-mana-mana?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Dewan Pers: Hoaks masih bertebaran di mana-mana


(https://www.antaranews.com/berita/1008546/dewan-pers-hoaks-masih-bertebaran-di-mana-mana?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 13 Agustus 2019 15:29

(https://www.antaranews.com/berita/1006258/pada-bencana-alam-tantangan-baru-hoax-sebut-klinik-digital-ui?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

Pada bencana alam, tantangan baru "hoax", sebut Klinik Digital UI


(https://www.antaranews.com/berita/1006258/pada-bencana-alam-tantangan-baru-hoax-sebut-klinik-
digital-ui?utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 12 Agustus 2019 09:59

(https://www.antaranews.com/berita/1006040/viral-video-jagal-tertendang-sapi-ini-penjelasannya?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)
Viral video jagal tertendang sapi, ini penjelasannya (https://www.antaranews.com/berita/1006040/viral-
video-jagal-tertendang-sapi-ini-penjelasannya?
utm_source=antaranews&utm_medium=related&utm_campaign=related_news)

! 12 Agustus 2019 00:19

REKOMENDASI EDITOR

A​D

Viral video jagal Bajakah penawar Dapatkan Jam Tangan Presiden Prancis
tertendang sapi, ini kanker juga laris Mewah dan Elegan Macron akan temui
penjelasannya manis di Sampit untuk anda Menlu Iran sebelum
G7
! 12 Ags 2019 00:19 ! 23 Ags 2019 19:57
! 23 Ags 2019 20:42
A​D A​D

Dapatkan Jam Tangan Umrohkan 25 Sosok Polda Jabar dalami Dian Sastrowardoyo
Mewah Elegence-CR Sederhana dugaan Kapolsek kirim sampaikan anaknya
Anda miras ke mahasiswa terdiagnosis autisme
Papua
! 23 Ags 2019 19:42
! 23 Ags 2019 18:16
A​D A​D

Arloji pria merek dijual, Kebakaran hutan The Passion For Pidato Presiden
diskon hari ini 90%. Amazon dikhawatirkan Excellence - CR tentang SDM unggul
picu lonjakan emisi Watches. ditanggapi positif
karbon global generasi muda

! 23 Ags 2019 19:18 ! 16 Ags 2019 18:37


by
KOMENTAR

Komentar Anda

Kirim

TERPOPULER TERKOMENTARI

Aura Kasih kecam "kritikus Zlm" karena disebut "pabrik susu"


(https://www.antaranews.com/berita/1024440/aura-kasih-kecam-kritikus-Zlm-karena-disebut-pabrik-susu)

(https://www.antaranews.com/berita/1024440/aura-
kasih-kecam-
kritikus-Zlm-
karena-
disebut-
pabrik-susu)

Jakarta International Stadium ditargetkan Jadi tempat Znal PD U-20


(https://www.antaranews.com/berita/1023672/jakarta-international-stadium-ditargetkan-jadi-tempat-Znal-
pd-u-20)

(https://www.antaranews.com/berita/1023672/jakarta-
international-
stadium-
ditargetkan-
jadi-tempat-
Znal-pd-u-20)

34 orang pelaku kerusuhan Timika diproses hukum (https://www.antaranews.com/berita/1024086/34-orang-pelaku-


kerusuhan-timika-diproses-hukum)
(https://www.antaranews.com/berita/1024086/34-
orang-pelaku-
kerusuhan-
timika-
diproses-
hukum)

Apa bedanya Gundala dengan The Flash dan Thor? (https://www.antaranews.com/berita/1024394/apa-


bedanya-gundala-dengan-the-fash-dan-thor)

(https://www.antaranews.com/berita/1024394/apa-
bedanya-
gundala-
dengan-the-
kash-dan-
thor)

Yan Widjaya akui khilaf sebut Aura Kasih "pabrik susu" (https://www.antaranews.com/berita/1024462/yan-
widjaya-akui-khilaf-sebut-aura-kasih-pabrik-susu)

(https://www.antaranews.com/berita/1024462/yan-
widjaya-akui-
khilaf-sebut-
aura-kasih-
pabrik-susu)

(https://www.antaranews.com/fokus/damai-papua)

FOKUS BERITA (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/FOKUS/DAMAI-PAPUA)

Damai Papua (https://www.antaranews.com/fokus/damai-papua)

(https://www.antaranews.com/fokus/penanganan-karhutla)

FOKUS BERITA (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/FOKUS/PENANGANAN-KARHUTLA)

Penanganan Karhutla (https://www.antaranews.com/fokus/penanganan-


karhutla)
%

(https://www.antaranews.com/infograZs/1024972/disain-ibu-

INFOGRAFIS (HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM/INFOGRAFIS)

Disain ibu kota negara


(https://www.antaranews.com/infografis/1024972/disain-ibu-kota-negara)
kota-negara)

PALING DICARI

(https://www.antaranews.com/berita/1026580/jaksa-agung-prasetyo-diberi-gelar-kedatuan-pemban-agung-
Jaksa Agung Prasetyo diberi gelar kedatuan "Pemban Agung Hamadaning"
hamadaning)
(https://www.antaranews.com/berita/1026580/jaksa-agung-prasetyo-diberi-
gelar-kedatuan-pemban-agung-hamadaning)
! 29 menit lalu
(https://www.antaranews.com/berita/1025336/pengamat-nilai-sanksi-pelanggaran-alat-peraga-kampanye-harus-
Pengamat nilai sanksi pelanggaran alat peraga kampanye harus tegas
tegas)
(https://www.antaranews.com/berita/1025336/pengamat-nilai-sanksi-
pelanggaran-alat-peraga-kampanye-harus-tegas)
! 22 Agustus 2019 18:34

Anggota DPR usulkan Presiden revisi Surpres terkait RUU Pertanahan


(https://www.antaranews.com/berita/1025318/anggota-dpr-usulkan-presiden-revisi-surpres-terkait-ruu-pertanahan)
(https://www.antaranews.com/berita/1025318/anggota-dpr-usulkan-
presiden-revisi-surpres-terkait-ruu-pertanahan)
! 22 Agustus 2019 18:23

Antaranews.com
851,728 likes

Like Page Share


(HTTPS://WWW.ANTARANEWS.COM)
www.antaranews.com
Copyright © 2019

& ' + ) *

(https://www.facebook.com/antaranewsdotcom/)
(https://www.twitter.com/antaranews)
(https://plus.google.com/+antaranews)
(https://www.youtube.com/user/antaranews)
(https://www.instagram.com/antaranew
+

(https://www.antaranews.com/rss)

Top News (https://www.antaranews.com/top-news)

Fokus Berita (https://www.antaranews.com/fokus)

Politik (https://www.antaranews.com/politik)

Hukum (https://www.antaranews.com/hukum)

Ekonomi (https://www.antaranews.com/ekonomi)

Metro (https://www.antaranews.com/metro)

Sepakbola (https://www.antaranews.com/sepakbola)

Olahraga (https://www.antaranews.com/olahraga)

Humaniora (https://www.antaranews.com/humaniora)

Lifestyle (https://www.antaranews.com/lifestyle)

Hiburan (https://www.antaranews.com/hiburan)

Nusantara (https://www.antaranews.com/nusantara)

Dunia (https://www.antaranews.com/dunia)

InfograZs (https://www.antaranews.com/infograZs)

Foto (https://www.antaranews.com/foto)

Video (https://www.antaranews.com/video)

Tekno (https://www.antaranews.com/tekno)

Otomotif (https://otomotif.antaranews.com/)

Warta Bumi (https://www.antaranews.com/warta-bumi)

(https://www.antaranews.com/)

(https://www.antaranews.com/)

(https://www.antaranews.com/)

Rilis Pers (https://www.antaranews.com/rilis-pers)

English (https://en.antaranews.com)

Jaringan (https://www.antaranews.com/nusantara)
Ketentuan Penggunaan (https://www.antaranews.com/ketentuan-penggunaan)

Kebijakan Privasi (https://www.antaranews.com/kebijakan-privasi)

(https://www.antaranews.com/kebijakan-privasi)

Tentang Kami (https://www.antaranews.com/tentang-kami)

Pedoman Media Siber (https://www.antaranews.com/pedoman-dewan-pers)

RSS (https://www.antaranews.com/rss)

(https://www.antaranews.com) (http://www.antarafoto.com/)

(http://www.asianetnews.net/) (http://www.oananews.org/)