Anda di halaman 1dari 5

1. Berikut adalah indeks harga konsumen (IHK) selama tahun 2002 sampai 2006.

Ramalkan angka indeks


untuk tahun 2008 dan 2010 dengan menggunakan metode kuadrat terkecil!

Tahun Indeks
2002 135
2003 168
2004 203
2005 210
2006 234

Jawab

Y’ = a + bX
a = Y/n
b = YX/X2

Y X YX X2
135 –2 –270 4
168 –1 –168 1
203 0 0 0
210 1 210 1
234 2 468 4
Y= 950 YX= 240 X2=10

a = 950/5 = 190
b = 240/10 = 24

Jadi, Y’ = 190 + 24X

Untuk indeks tahun 2008, nilai X = 4


Y’ = 190 + 24 × 4 = 286

Untuk indeks tahun 2010, nilai X = 6


Y’ = 190 + 24 × 6 = 334

2. Berikut ini adalah ekspor minyak kelapa sawit tahun 2004 sampai 2006. Hitunglah indeks musim setiap
triwulannya dengan menggunakan metode rasio rata-rata bergerak selama 3 triwulan. Apabila pada
tahun 2009 diharapkan jumlah produksi sebesar 6,5 juta ton, berapa target setiap triwulannya?

Tahun Triwulan Produksi


I II III IV Total
2004 500 1000 1500 800 3800
2005 800 900 1800 1200 4700
2006 600 1200 2600 1500 5900

Jawab:

a. Membuat rasio rata-rata bergerak

Tahun Triwulan Data Asli Total Triwulan Rata- Indeks


Rata
2004 I 500
II 1000 3000 1000 100
III 1500 3300 1100 136
IV 800 3100 1033 77
2005 I 800 2500 833 96
II 900 3500 1167 77
III 1800 3900 1300 139
IV 1200 3600 1200 100
2006 I 600 3000 1000 60
II 1200 4400 1467 82
III 2600 5300 1767 147
IV 1500

b. Rata-rata indeks setiap tahunnya

Tahun Triwulan
I II III IV
2004 100 136 77
2005 96 77 139 100
2006 60 82 147
Rata-rata 78 86 141 89

c. Faktor Koreksi = 78 + 86 + 141 + 89= 394


FK = (4 × 100 ) / 394= 1,02

d. Indeks musim setelah faktor koreksi

I 78 × 1,02 = 80
II 86 × 1,02 = 88
III 141 × 1,02 = 144
IV 89 × 1,02 = 91

e. Untuk tahun 2009 ditargetkan dalam 1 tahun ada 6,5 juta ton, maka target setiap triwulannya
adalah:

I 1,625 × 0,8 = 1,3


II 1,625 × 0,88 = 1,43
III 1,625 × 1,44 = 2,34
IV 1,625 × 0,91 = 1,48

Ingat bahwa 1,625 berasal dari 6,5/4, yaitu target setahun dibagi dalam triwulan.

3. Indonesia pada tahun 2004 mengadakan pemilihan presiden secara langsung. Berdasarkan
pada ketentuan, calon presiden harus didukung oleh DPR, dan berdasarkan pada jumlah
partai di DPR yang memenuhi ketentuan minimal anggota DPR ada 6, sehingga diperkirakan
akan ada 12 orang yang berebut menjadi presiden dan wakil presiden. Berapa banyak
susunan atau kombinasi yang berbeda dapat dihasilkan dari 12 orang tersebut?

Jawab:

Ada 12 orang dan setiap kombinasi ada 2

Rumus kombinasi:

n!
n Cr =
r!(n - r)!

diketahui bahwa n=12 dan r = 2, sehingga

12! 12! 12.11.10!


12 C2 = = = = 66
2! (12 - 2)! 2!10! 2.1.10!
4. Berdasarkan data dari Kepala Bagian Kredit Bank Lippo, Nani, S.E., M.M. bahwa probabilitas seorang
nasabah kredit tidak mampu melunasi kreditnya atau menjadi kredit macet sebesar 0,025. Apabila
Bank Lippo pada bulan Juli 2006 menerima 40 nasabah, hitunglah!

a. Berapa probabilitas ada tepat 3 nasabah yang akan mengalami kredit macet?
b. Berapa probabilitas paling sedikit ada 3 nasabah yang akan mengalami kredit macet?

Jawab:

a. n = 40; p = 0,025; dan  = n.p = 40 × 0,025 = 1


P(3) = 13 . 2,71828–1 /3! = 0,0613

b. P(< 3) = P(0) + P(1) + P(2) + P(3) = 0,0803

5. PT Gapura Prima merupakan perusahaan reksa dana di Jakarta. Perusahaan tersebut mengelola dana
masyarakat dan mampu memberikan hasil yang lebih tinggi dari deposito. Pada tahun 2006, PT
Gapura Prima mampu memberikan hasil investasi sebesar 20% dengan standar deviasi 5%. Berapa
peluang perusahaan tersebut memberikan hasil investasi di bawah 15% dan di atas 25%?

Jawab:

a. Di bawah 15%; nilai Z = (15 – 20)/5 = –1,00


P(X < 15%) = P(Z < –1,00) = 0,5 – 0,3413 = 0,1587
Jadi, peluang hasil investasi di bawah 15% adalah 0,1587 atau 15,87%.

b. Di atas 25%; nilai Z = (25 – 20)/5 = 1,00


P(X > 25%) = P(Z > 1,00) = 0,5 – 0,3413 = 0,1587
Jadi, peluang hasil investasi di atas 25% adalah 0,1587 atau 15,87%

6. PT Kedaung Group memproduksi peralatan masak seperti sendok makan, garpu, pisau makan, dan
lain-lain. Perusahaan memproduksi sebanyak 2000 lusin setiap hari. Bagian kontrol mencatat tingkat
kecacatan sebesar 5% dengan standar deviasi 40 lusin. Berapa peluang ada 40 lusin barang yang
cacat pada suatu hari?

Jawab:

Ingat bahwa 5% dari 2000 lusin adalah 100

Nilai Z = (40 –100)/40 = –1,50

P(X < 40) = P(Z < 1,50) = 0,5 – 0,4332 = 0,0668

Jadi, peluang ada 40 lusin barang cacat adalah 0,0668 atau 6,68%.

7. Berikut adalah hasil investasi per tahun. Anda dapat memilih dari 3 investasi, yaitu deposito, reksa
dana, atau investasi emas. Setiap investasi akan dipengaruhi oleh kondisi perekonomian. Apakah
perekonomian dalam krisis, normal, atau boom. Data selengkapnya dari hasil investasi adalah sebagai
berikut.

Jenis Investasi Kondisi Perekonomian


Boom Normal Krisis
Deposito 10% 15% 55%
Reksa dana 35% 20% 18%
Emas 5% 10% 25%

Hitunglah kriteria keputusan dalam kondisi ketidakpastian untuk (a) kriteria Laplace, (b) kriteria Maximin,
(c) kriteria Maximax, (d) kriteria Hurwicz dengan koefisien optimisme 0,6; dan (e) kriteria Minimax Regret.
Jawab:

a. Kriteria Laplace

Ada 3 peristiwa, sehingga setiap peristiwa memiliki peluang terjadi 1/3. Nilai yang diharapkan (EV) dari
setiap alternatif adalah sebagai berikut.

EV(deposito) = (1/3 × 10) + (1/3 × 15) + (1/3 × 55) = 26%


EV(reksa dana) = (1/3 × 35) + (1/3 × 20) + (1/3 ×18) = 24%
EV(emas = (1/3 × 5) + (1/3 × 10) +(1/3 × 25) = 13%

Dengan memberikan probabilitas yang sama, terlihat bahwa EV(deposito) adalah yang tertinggi,
sehingga merupakan keputusan yang terbaik menurut kriteria Laplace.

b. Kriteria Maximin

Kriteria Maximin menyarankan yang pesimis, yaitu krisis.

Perusahaan Kondisi Krisis


Deposito 10%
Reksa dana 18%
Emas 5%

Berdasarkan data tabel pada kondisi krisis, alternatif yang menghasilkan nilai maksimum adalah reksa
dana dengan tingkat pengembalian investasi pada saat krisis sebesar 18%. Maka keputusan yang
terbaik menurut kriteria Maximin adalah reksa dana.

c. Kriteria Maximax

Kriteria ini menekankan untuk mengambil kondisi yang maksimal, yaitu kondisi yang memberikan
alternatif yang paling tinggi.

Pilihan Investasi Kondisi Krisis


Deposito 55%
Reksa dana 35%
Emas 25%

Kriteria Maximax memilih kondisi yang maksimal, yaitu investasi pada deposito.

d. Kriteria Hurwicz

Kriteria Hurwicz menghendaki adanya koefisien optimisme dan pesimisme sebagai jalan tengah antara
kriteria Maximin dan Maximax. Berdasarkan hasil kajian terhadap hasil investasi koefisien optimisme 0,6
dan koefisien pesimisme 0,4.

Pilihan Investasi Boom Krisis Perhitungan EV


Deposito 10 55 (0,6 × 10) + (0,4 × 55) 28,0%
Reksa dana 35 18 (0,6 × 35) + (0,4 × 18) 28,2%
Emas 5 25 (0,6 × 5) + (0,4 × 25) 13,0%

Berdasarkan kriteria Hurwicz, maka nilai EV yang tertinggi adalah reksa dana dengan nilai EV 28,2%,
sehingga alternatif reksa dana adalah keputusan yang terbaik.
e. Kriteria Minimax Regret

Kriteria Minimax Regret menekankan pada OL, nilai hasil (payoff) yang tertinggi diberikan nilai 0, dan
nilai lainnya merupakan selisih antara nilai alternatif tertinggi dengan nilai pada alternatif tersebut.
Berikut tabel hasil dari OL.

Pilihan Kondisi Perekonomian


Investasi Boom Normal Krisis
Deposito 25 5 0
Reksa dana 0 0 37
Emas 30 10 30

Untuk memilih keputusan yang terbaik adalah memilih nilai minimum dari regret maksimum untuk setiap
alternatif.

Perusahaan Nilai Regret Maksimum


Deposito 25%
Reksa dana 37%
Emas 30%

Berdasarkan data pada tabel nilai regret maksimum, nilai minimum adalah 25 pada alternatif deposito.
Oleh sebab itu, keputusan pada deposito adalah keputusan yang terbaik menurut kriteria regret.

8. Berikut adalah pendapatan dari petani yang menanam jagung, kacang tanah, dan kedelai di
Malang, Jawa Timur.

Tanaman Kondisi Iklim


Kondisi Baik Kondisi Buruk
Jagung 3.500.000 1.800.000
Kacang tanah 2.800.000 1.200.000
Kedelai 5.400.000 3.200.000

Keputusan apa yang terbaik bagi petani dengan kriteria Maximax dan Maximin.

Jawab:

a. Kriteria Maximax, mencari nilai maksimum pada kondisi baik, yaitu kedelai.
b. Kriteria Maximin, mencari nilai maksimum pada kondisi buruk, yaitu kedelai.

Jadi, dalam kondisi baik maupun buruk, petani lebih baik menanam kedelai.