Anda di halaman 1dari 9

RINGKASAN MATERI KULIAH

Audit Atas Transaksi Investasi Dan Dana Cadangan

(Disusun untuk Memenuhi TugasKelompok Mata kuliah


Audit Keuangan Negara)

DosenPengampu:
Dr. M. Rasuli, SE., M.Si, Ak., CA

Disusun oleh:
KELOMPOK 13
1. DEASY KOMALASARI (1602123662)
2. HERY ROSALIA (1602111030)
3. YORDANIATI (1602110208)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS RIAU
2019
Statement of Authorship

Saya/ kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa RMK/ makalah/ tugas
terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/ kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang
saya/ kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/ belum pernah disajikan/ digunakan sebagai bahan untuk makalah/ tugas pada
mata ajaran lain kecuali saya/ kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/ kami
menggunakannya.

Saya/ kami memahami bahwa tugas yang saya/ kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata kuliah : Audit Keuangan Negara

Judul RMK/Tugas : Audit Atas Transaksi Investasi Dan Dana Cadangan

Tanggal :4 November 2019


Dosen : Dr.M.Rasuli,SE.,M.Si.,Ak.,CA

Nama ( NIM ) : Kelompok 13


1. Hery Rosalia ( 1602111030 )

2. Yordaniati ( 1602110208 )

3. Deashy Komalasari ( 1602123662)


AUDIT ATAS TRANSAKSI INVESTASI DAN DANA CADANGAN

A. Sifat Transaksi

1. Investasi
Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik seperti
bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat meningkatkan kemampuan
pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Investasi jangka pendek merupakan kelompok aset lancar sedangkan investasi jangka
panjang merupakan kelompok aset nonlancar. Investasi yang dapat digolongkan sebagai
investasi jangka pendek, antara lain terdiri atas :

1. Deposito berjangka waktu tiga sampai dua belas bulan dan atau yang dapat diperpanjang
secara otomatis (revolving deposits);
2. Pembelian Surat Utang Negara (SUN) pemerintah jangka pendek oleh pemerintah pusat
maupun daerah dan pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanaman investasinya, yaitu permanen
dan nonpermanen. Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk
dimiliki secara berkelanjutan, sedangkan Investasi Nonpermanen adalah investasi jangka panjang
yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan.

Investasi permanen yang dilakukan oleh pemerintah adalah investasi yang tidak
dimaksudkan untuk diperjualbelikan, tetapi untuk mendapatkan dividen dan/atau pengaruh yang
signifikan dalam jangka panjang dan/atau menjaga hubungan kelembagaan. Investasi permanen
ini dapat berupa :

a. Penyertaan Modal Pemerintah pada perusahaan negara/ daerah, badan internasional dan
badan usaha lainnya yang bukan milik negara;
b. Investasi permanen lainnya yang dimiliki oleh pemerintah untuk menghasilkan
pendapatan atau meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Investasi nonpermanen yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain dapat berupa:

1. Pembelian obligasi atau surat utang jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki
sampai dengan tanggal jatuh temponya oleh pemerintah;

2. Penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat dialihkan kepada pihak
ketiga;

3. Dana yang disisihkan pemerintah dalam rangka pelayanan masyarakat seperti bantuan
modal kerja secara bergulir kepada kelompok masyarakat;

4. Investasi nonpermanen lainnya, yang sifatnya tidak dimaksudkan untuk dimiliki


pemerintah secara berkelanjutan, seperti penyertaan modal yang dimaksudkan untuk
penyehatan/penyelamatan perekonomian.

2. Dana Cadangan
Dana Cadangan adalah
 Dana yang disisihkan untuk membiayai kebutuhan yang memerlukan dana yang cukup
besar yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran ;
 Dana Cadangan dibukukan tersendiri, terpisah dari rekening Kas Daerah ; Untuk
pelaksanaan program/kegiatan maka Dana Cadangan dimaksud terlebih dahulu dipindah
bukukan ke Rekening penerimaan pembiayaan Dana Cadangan.
 Dana Cadangan disimpan di Bank Pemerintah dalam bentuk Deposito ;

Penerimaan jasa bunga atas pendayagunaan Dana Cadangan menambah penerimaan dan
dibukukan pada rekening penerimaan pembiayaan Dana Cadangan. Penatausahaan pelaksanaan
program dan kegiatan yang dibiayai dari Dana Cadangan diperlakukan sama dengan
penatausahaan pelaksanaan program/kegiatan lainnya. Saldo akhir Dana Cadangan pada akhir
tahun anggaran berjalan dicatat sebagai saldo awal pada tahun anggaran berikutnya pada
rekening pembiayaan Dana Cadangan.

Posisi Dana Cadangan dilaporkan sebagai bagian tidak terpisahkan dari laporan
pertanggungjawaban APBN/APBD. Dana cadangan bersumber dari penyisihan atas penerimaan
daerah kecuali dana alokasi khusus, pinjaman daerah dan penerimaan lainnya yang
penggunaannya dibatasi untuk pengeluaran tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Kontribusi Tahunan Penerimaan APBN/APBD yang akan disisihkan ke Dana Cadangan
dicantumkan dalam Peraturan tentang APBN/APBD. Dana Cadangan yang terbentuk bersifat
kumulatif sejak dilakukan penyisihan.
Dana cadangan dirinci menurut tujuan pembentukannya. Pembentukan dana cadangan ini
harus didasarkan perencanaan yang matang, sehingga jelas tujuan dan pengalokasiannya. Untuk
pembentukan dana cadangan harus ditetapkan dalam peraturan daerah yang didalamnya
mencakup:

a. penetapan tujuan pembentukan dana cadangan


b. program dan kegiatan yang akan dibiayai dari dana cadangan
c. besaran dan rincian tahunan dana cadangan yang harus dianggarkan dan ditransfer
kerekening dana cadangan dalam bentuk rekening tersendiri;
d. sumber dana cadangan; dan
e. tahun anggaran pelaksanaan dana cadangan.

B. Kegiatan Pengendalian

Perancangan Program Audit Untuk kegiatan Pengendalian:

1. Fungsi terkait.

2. Dokumen.

3. Catatan Akuntansi.

4. Bagan alir Sistem Informasi Akuntansi.

5. Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit untuk
pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor.

6. Penjelasan aktivitas pengendalian yang diperlukan.

7. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang


bersangkutan.
8. Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang
bersangkutan.

C. Mendapatkan Pemahaman Dan Menilai Risiko Pengendalian

Pemahaman faktor Lingkungan pengendalian relevan bagi audit atas siklus investasi dan
dana cadangan.

Contoh : wewenang dan tanggung jawab atas transaksi investasi dan dana cadangan harus
ditetapkan pada pejabat pemerintah seperti bendaharawan.

Sistem informasi dan komunikasi : mencakup dan menyimpan semua data tentang harga
pokok, nilai wajar dan data lainnya yang diperlukan untuk setiap metode akuntansi bagi berbagai
kategori investasi dalam sekuritas ekuitas dan dana cadangan, baik pada tanggal akuisisi maupun
tanggal pelaporan berikutnya.

D. Pengujian Pengendalian

Pengujian pengendalian adalah prosedur audit yang digunakan untuk menentukan


efektivitas kebijakan dan operasi pengendalian intern atau prosedur pengendalian yang
diterapkan untuk menilai control risk (risiko pengendalian)
Pengujian tersebut meliputi jenis prosedur audit sebagai berikut :
 Meminta keterangan dari personil klien
 menguji dokumen, arsip, dan laporan
 Mengamati aktivitas yang terkait dengan pengendalian
 Melaksanakan kembali prosedur klien

Dua prosedur yang pertama sama dengan jenis bahan bukti yang diperoleh dalam
memahami struktur pengendalian intern. Sehingga, penetapan resiko pengendalian dan pengujian
atas pengendalian dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari prosedur audit yang digunakan untuk
memperoleh pemahaman struktur pengendalian intern. Perbedaan utama adalah bahwa dengan
pengujian atas pengendalian tersebut, tujuan menjadi lebih spesifik dan pengujian menjadi
ekstensif.

E. Prosedur Analitis

1. Hitung ratio-ratio :
2. Ratio investasi sementara dengan aktiva lancar. ( Investasi Sementara / Total Aktiva
Lancar )
3. Ratio investasi jangka panjang dengan aktiva lancar (Investasi Jk.Panjang / Tot. Akt.
Lancar)
4. Rate of returns tiap-tiap golongan investasi (Pendapatan bunga /Rata•investasi golongan
investasi tertentu)
5. Ratio dana cadangan.
6. Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa
lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan atau data lain nya.

F. Pengujian Substantive

Program pengujian substantif terhadap investasi berisi prosedur audit yang dirancang
untuk mencapai tujuan pemeriksaan seperti yang telah diuraikan di atas.

Prosedur awal
Sebelum membuktikan apakah saldo investasi yang dicantumkan oleh klien di dalam neracanya
sesuai dengan investasi yang benar-benar ada pada tanggal neraca, auditor melakukan
rekonsiliasi antara informasi investasi yang dicantumkan di neraca dengan catatan akuntansi
yang mendukungnya. Oleh karena itu, auditor melakukan enam prosedur audit berikut ini di
dalam melakukan rekonsiliasi informasi investasi di neraca dengan catatan akuntansi yang
bersangkutan : Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun investasi yang akan diuji lebih
lanjut.
1. Usut saldo investasi yang tercantum di neraca ke saldo akun investasi yang bersangkutan
dalam buku besar.

2. Hitung kembali saldo akun investasi di dalam buku besar.

3. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun
investasi.

4. Usut saldo awal akun investasi ke kertas kerja tahun yang lalu.

5. Usut posting pengkreditan dan pendebitan akun investasi ke dalam jurnal yang
bersangkutan.

6. Lakukan rekonsiliasi akun kontrol investasi dalam buku besar ke buku pembantu
investasi.
DAFTAR PUSTAKA

https://blogoblokgoblok.blogspot.com/2016/12/audit-atas-transaksi-investasi-dan-dana.html

http://keuda.kemendagri.go.id/asset/dataupload/paparan/modul-penerapan-akuntansi-berbasis-
akrual/modul2/11.Kebijakan-Akuntansi-Dana-Cadangan.pd