Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PERUMAHAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Kuliah Keperawatan Komunitas I
Dosen Pembimbing: Bapak Suharyoto, S.KM., M.Kes

S1 – KEPERAWATAN 3A
KELOMPOK 2
Disusun Oleh :

1. Addin Fitria Himmatul A.


2. Anggun Sandia Sakti
3. Aulin Meidayanti
4. Irma Soviya Afriliana
5. Maynanda Aliftania A.
6. Mellynia Nurfadillah B.U
7. Ronaldo Firda Kusuma
8. Siti Zuliza
9. Winda Karunia Putri

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


HUTAMA ABDI HUSADA TULUNGAGUNG
Jln. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 1
Tahun Akademik 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat, taufik
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul
Makalah Perumahan

Makalah ini untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Keperawatan Komunitas. Pembuatan
makalah ini tidak terlepas bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini, kami
menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada yth :

1. Bapak Dr. H. Yitno,S.Kep., M.Pd sebagai Ketua STIKes Hutama Abdi Husada
Tulungagung
2. Bapak Suharyoto, S.KM., M.Kes, sebagai dosen pembimbing sekaligus dosen
pengajar pada mata kuliah Keperawatan Komunitas.
3. Pihak perpustakaan yang telah menyediakan buku penugasan Keperawatan
Komunitas
4. Teman-teman yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu

Makalah yang kami buat ini masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki kurang. Oleh karena itu, saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan kritik
atau pun masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah
ini.Besar harapan kami, mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi para pembaca pada
umumnya, dan kelompok pada umumnya.

Tulungagung, 27 Nopember 2019

Penyusun

Kelompok 2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 definisi

2.3 factor-factor yang berpengaruh dalam bentuk rumah

2.4 Mengetahui ciri-ciri rumah sehat

2.5 syarat-syarat rumah sehat.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 saran
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Balakang


Perumahan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Rumah atau tempat
tinggal, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Pada zaman purba manusia
bertempat tinggal di gua-gua, kemudian berkembang dengan mendirikan rumah di hutan-
hutan dan di bawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun
rumah bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern.
Rumah yang sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan
yang optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh tersedianya sarana
sanitasi perumahan. Sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang
menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik dimana orang menggunakannya
untuk tempat tinggal berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Rumah
juga merupakan salah satu bangunan tempat tinggal yang harus memenuhi kriteria
kenyamanan, keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya agar dapat bekerja
dengan produktif (Munif Arifin, 2009).
Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan terkait erat dengan penyakit
berbasis lingkungan, dimana kecenderungannya semakin meningkat akhir-akhir ini.
Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian di
Indonesia. Bahkan pada kelompok bayi dan balita, penyakit-penyakit berbasis lingkungan
menyumbangkan lebih 80% dari penyakit yang diderita oleh bayi dan balita. Keadaan
tersebut mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan
lingkungan (Munif Arifin,2009).
Rumah yang tidak sehat merupakan penyebab dari rendahnya taraf kesehatan jasmani
dan rohani yang memudahkan terjangkitnya penyakit dan mengurangi daya kerja atau
daya produktif seseorang. Rumah tidak sehat ini dapat menjadi reservoir penyakit bagi
seluruh lingkungan, jika kondisi tidak sehat bukan hanya pada satu rumah tetapi pada
kumpulan rumah (lingkungan pemukiman). Timbulnya permasalahan kesehatan di
lingkungan pemukiman pada dasarnya disebabkan karena tingkat
kemampuan ekonomi masyarakat yang rendah, karena rumah dibangun berdasarkan
kemampuan keuangan penghuninya (Notoatmodjo, 2003).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari perumahan ?
2. Apa saja factor-factor yang berpengaruh dalam bentuk rumah?
3. Apa saja ciri-ciri rumah sehat ?
4. Apa saja syarat-syarat rumah sehat ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui definisi dari perumahan.
2. Mengetahui factor-factor yang berpengaruh dalam bentuk rumah.
3. Mengetahui ciri-ciri rumah sehat
4. Mengetahui syarat-syarat rumah sehat.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Pemukiman. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana
lingkungan.
Perumahan merupakan salah satu bentuk sarana hunian yang memiliki kaitan
yang sangat erat dengan masyarakatnya. Hal ini berarti perumahan di suatu lokasi sedikit
banyak mencerminkan karakteristik masyarakat yang tinggal di perumahan tersebut,
(Abrams, 1664 )
Perumahan dapat diartikan sebagai suatu cerminan dari diri pribadi manusia,
baik secara perorangan maupun dalam suatu kesatuan dan kebersamaan dengan
lingkungan alamnya dan dapat juga mencerminkan taraf hidup, kesejahteraan,
kepribadian, dan peradaban manusia penghuninya, masyarakat ataupun suatu bangsa.
(Yudhohusodo, 1991)

2.2 Faktor yang Berpengaruh Bentuk Rumah


Faktor-faktor yang memengaruhi dan menentukan keberagaman budaya antara lain:
a. Letak Geografis
 Letak atau lokasi suatu tempat sangat berpengaruh pada kebiasaan hidup suatu
masyarakat. Masyarakat yang tinggal di pegunungan seperti Bromo misalnya, mereka
akan cenderung bermata pencaharian sebagai petani. Sedangkan untuk masyarakat
yang tinggal di daerah pantai seperti Pangandaran biasanya berprofesi sebagai
nelayan.
 Contoh lainnya misalnya tempat tinggal masyarakat tersebut. Masyarakat yang tinggal
di gunung, untuk membuat rumah mereka hangat, maka mereka membuat atap yang
tidak terlalu tinggi. Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di pantai, mereka
membuat atap setinggi mungkin untuk mencegah kegerahan disiang hari yang panas.
b. Posisi Strategis
Posisi Indonesia yang dilalui oleh Selat Malaka dan menjadi jalur perdagangan
internasional sejak zaman dahulu, juga memengaruhi kebudayaan masyarakat Indonesia.
Dengan datangnya bangsa asing dan bertemu dengan penduduk lokal, memungkinkan
adanya penggabungan kebudayaan.

c. Kondisi Ekologis
Ekologi dalam hal ini menitikberatkan pada hubungan antara manusia dan
lingkungan, dalam kaitannya dengan keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia.
Faktor ekologis memiliki pengaruh penting. Misalnya suku Baduy yang membangun
rumah secara berhadapan dan hanya menghadap ke arah Utara dan Selatan saja. Hal ini
dilakukan dengan maksud supaya sinar matahari dapat menyinari seluruh ruangan melalui
jendela samping rumah.

d. Faktor-Faktor Lingkungan
Kondisi ini penting untuk diperhatikan oleh setiap pembangunan perumahan dan
kawasan permukiman karena kondisi geografis tersebut akan memberikan petunjuk
kepada pelaksana pembangunan mengenai keadaan alam dimana perumahan atau
kawasan permukiman tersebut hendak dibangun, yaitu sebagai berikut;
1. Tanah
a. Kondisi tanah.
Kondisi fisik tanah isi harus memenuhi bebrapa persyaratan, yaitu:
 Tidak mengandung gas-gas beracun yang dapat mematikan.
 Harus memungkinkan area-area permukiman yang tidak selalu tergenang banjir.
 Dapat dilakukan pembangunan.
 Memunginkan sistem drainase dan saluran-saluran.
b. Riwayat tanah.
 Kawasan permukiman untuk mambangun perumahan di lahan bekas perkebunan
karet memerlukan bahan bangunan yang mesti ekstra kuat, berhubung kenyataan
membuktikan bahwa tanah bekas perkebunan karet adalah “sarang rayap
no.1”.Membangun kerangka bangunan sampai atapnya sebaiknya terbuat dari
besi atau logam.
 Kawasan permukiman untuk mambangun perumahan di lahan bekas perkuburan
memerlukan perhatian ekstra pada system persumurannya. Sumur-sumur dan
sumber sumber air di situ mesti digali ekstra dalam.
 Kawasan permukiman untuk mambangun perumahan (apalagi bangunan
bertingkat) di daerah bekas rawa atau lahan yang sejak puluhan tahun sering
tergenang banjir memerlukan ekstra perhitungan pada pembangunan pndamnya.
 Kawasan permukiman untuk mambangun perumahan (apalagi perumahan) di
lahan bekas lapangan terbang akan memerlukan perhitungan ekstra untuk
mendapatkan sumber-sumber air dan sumur-sumur, mengingat kurangnya
resapaair

2.3 Ciri-ciri rumah sehat dan bersih :


1. Rumah tampak bersih
Rumah tampak bersih dan tidak ada sampah yang berserakan
2. Adanya tempat sampah
Adanya tempat sampah disekitar rumah, hal ini agar sampah dirumah bisa langsung
dibuang dan tidak berhamburan
3. Adanya ventilasi
Ventilasi membantu mengatur sirkulasi udara di dalam rumah. Ventilasi juga
merupakan salah satu tips mengatasi kamar tidur yang lembab agar udara di kamar
tetap segar dan diganti dengan udara segar
4. Jendela memadai
Jendela yang memadai, jendela seperti jendela bersekat enam minimalis dan unik dan
jendela alumunium praktis dan modern merupakan contoh jendela memadai
5. Rumah bebas kecoa
Anda harus mengetahui apa saja penyebab kecoa banyak dirumah dan cara membasmi
kecoa dirumah untuk mencegah rumah menjadi sarang dan tempat kecoa
berkembangbiak
6. Rumah bebas semut
Rumah bebas semut menjadikan rumah sehat dan nyaman dihuni
7. Peralatan rumah tangga yang bersih
Anda wajib mengetahui tips merawat peralatan rumah tangga agar peralatan rumah
tangga bersih setiap saat
8. Atap yang berfungsi baik
Jenis-jenis atap rumah yang berfungsi baik dalam melindungi rumah dan
penghuninya. Pemilihan atap rumah yang bagus dengan pemasangan yang tepat
tentunya tidak akan menjadi penyebab atap genteng bocor
9. Dinding yang bersih dan memadai
Bahaya rumah tembok retak dan cara mengatasi dinding tembok lembab dan berjamur
wajib anda ketahui dan hindari
10. Adanya pekarangan
Pekarangan rumah yang sehat membuat kita sehat dan rumah terbebas dari energi
negatif
11. Lingkungan rumah aman
Lingkungan yang aman membantu mencegah terjadinya kemalingan adalah dengan
cara membuat alarm rumah
12. Tidak terletak diarea tusuk sate
Banyak sekali cerita dan mitos rumah tusuk sate di kalangan masyarakat yang tidak
masuk akal karena banyak terjadi peristiwa jika rumah anda berada pada area tusuk
sate
13. Selokan bersih
Selokan rumah yang tampak bersih membuat anda dan keluarga sehat, sekaligus
meminimalkan resiko air meluap menggenangi selokan, terutama saat banjir
14. Rumah jauh dari pabrik
Rumah yang jauh letaknya dari pabrik membuat rumah terbebas dari asap hasil
pembakaran pabrik yang mengancam kesehatan anda beserta keluarga anda
15. Rumah bebas tikus
Tikus cenderung membawa penyakit ke dalam rumah dalam karena lingkungan yang
kotor. Selalu rajin membersihkan rumah dan lingkungan adalah salah satu cara
mengusir tikus dirumah
16. Air bersih memadai
Pasokan air bersih yang memadai membuat anda dan keluarga lebih sehat,karena
sudah bisa dipastikan bahwa air sama sekali tidak tercemar apapun yang merugikan
kesehatan
17. Kamar mandi bersih
Kamar mandi yang bersih dan tidak berbau tentu saja berpengaruh baik pada
kesehatan anda dan keluarga sebagai pemilik dan penghuni rumah
18. Sampah yang dibuang secara rutin
Adanya truk pengangkut sampah yang berkeliling mengambil sampah di rumah anda
akan menjadikan sampah terolah dengan baik dan rumah tentu saja akan lebih bersih
dan sehat
19. Rumah jauh dari gardu listrik, sutet, dan tower
Rumah yang jauh dari gardu listrik, sutet, dan tower berpengaruh besar pada
keselamatan rumah serta anda dan keluarga sebagai penghuninya
20. Kamar tidur yang bersih
Kamar tidur anak dan dewasa minimalis yang bersih, tidak ada sampah yang
berhamburan dan debu berterbangan yang beresiko terhadap kesehatan
21. Bangunan kuat
Faktor bahan-bahan dalam membangun rumah yang dipilih secara hati-hati adalah
yang utama sehingga bangunan rumah anda kuat
22. Dapur yang bersih
Dapur yang bersih dan bebas dari kuman dan juga bakteri membuat rumah tampak
bersih dan pastinya juga sehat
23. Rumah hijau dan asri
Adanya bunga dan pohon disekitar rumah membuat rumah tampak hijau dan asri dan
pastinya tidak ampak gersang
24. Garasi bersih
Sebagai bagian dari rumah, garasi yang bersih dan bebas dari kotoran yang berasal
dari kendaraan membuat garasi dan rumah tampak bersih
25. Saluran air memadai
Saluran air yang memadai dan mengalir lancar membuat anada dan keluarga lebih
sehat,apalagi jika saluran air rutin dibersihkan.

2.4 Syarat Rumah Sehat


Rumah yang baik, tidak harus besar dan mewah, tetapi harus memenuhi syarat
kesehatan, sehingga para penghuninya dapat beraktivitas dengan nyaman. Menurut
Winslow, rumah sehat memiliki beberapa kriteria, yakni dapat memenuhi kebutuhan
fisiologis dan psikologis; serta dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan dan penularan
penyakit. Agar (penghuni) rumah menjadi sehat, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan:
A. Ventiasi Udara
Rumah sehat harus memiliki ventilasi udara yang cukup, agar sirkulasi udara
lancar dan udara menjadi segar. Ventilasi udara membuat kadar oksigen di dalam
rumah tetap terjaga sekaligus menjaga kelembapan rumah.
Buat ventilasi udara lewat bukaan jendela. Penghawaan udara dalam rumah
akan makin maksimal dengan sistem ventilasi silang atau cross ventilation. Jika tidak
memungkinkan, bisa dibuat ventilasi lewat lubang-lubang angin.
Selain itu, sebisa mungkin jangan menggunakan kipas angin, karena bisa
menyebabkan flek pada paru-paru. Taman di teras atau di dalam rumah juga akan
membantu proses produksi oksigen.
B. Pencahayaan
Rumah sehat harus memiliki pencahayaan alami yang cukup. Rumah yang
kekurangan cahaya matahari sangat lembap dan tidak nyaman serta rawan terhadap
bibit penyakit.
Umumnya, cahaya alami didapat lewat jendela, namun jika tidak
memungkinkan, cahaya bisa diperoleh dari genteng kaca. Kendati demikian,
pencahayaan rumah jangan terlalu berlebihan, karena dapat membuat mata sakit dan
ruangan menjadi gerah.
C. Lantai
Lantai kedap air adalah syarat bagi rumah sehat. Bahannya bisa beragam:
ubin, semen, kayu, atau keramik. Lantai yang berdebu atau becek selain tidak nyaman
juga bisa menjadi sarang penyakit.
Pemilihan material lantai sangat penting. Misalnya, keramik lantai yang licin
dapat menyebabkan penghuni terpeleset.
D. Atap dan Langit-langit
Genteng tanah liat terbilang paling cocok untuk rumah di daerah tropis seperti
Indonesia, karena lebih mampu menyerap panas matahari. Sebaiknya hindari
pengunaan atap seng atau asbes, karena dapat menyebabkan hawa ruangan menjadi
panas.
Ketinggian langit-langit rumah juga mesti diperhatikan. Pasalnya, langit-langit
yang terlalu pendek bisa menyebabkan ruangan terasa panas sehingga mengurangi
kenyamanan.
E. Pembuangan Limbah
Setiap hari, rumah menghasilkan limbah kamar mandi, dapur, dan sampah.
Rumah sehat harus memiliki septic tank dan pembuangan limbah air yang tidak
mencemarkan tanah dan air tanah serta tidak berbau. Posisi septic tank sebaiknya
dibuat sejauh mungkin dengan pompa air.
Setiap rumah sehat memiliki tempat pembuangan sampah yang tertutup agar
tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Buatlah dua tempat sampah: untuk sampah
organik dan anorganik.
F. Air Bersih
Rumah sehat harus memenuhi kebutuhan air bersih bagi para penghuninya,
yakni minimal 60 liter per hari per orang—untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-
lain.
G. Polusi dan Kontaminasi
Polusi yang paling banyak dihasilkan rumah berasal dari asap dapur. Untuk
itu, rumah sebaiknya memiliki pembuangan asap agar tidak mencemari ruangan lain.
Hindari pula penggunaan cat dari bahan-bahan berbahaya, yang berpotensi
mengganggu sistem pernafasan penghuni.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
-