Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PALIATIF PADA KLIEN KANKER


PAYUDARA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Paliatif (KPA )


Dosen Pembimbing Ns. Rismawan Adi Yunanto, M.Kep

PROGRAM SARJANA ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019

i
LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PALIATIF PADA KLIEN KANKER


PAYUDARA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Paliatif (KPA )


Dosen Pembimbing Ns. Rismawan Adi Yunanto, M.Kep

oleh:

Wahidiyatul Hasanah 1723101010117

Cristina Esria Valentin T. 172310101122

Lelyana Septia Damayanti 172310101128

Silvia Nur Prameswari 172310101159

PROGRAM SARJANA ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019

2
KASUS KANKER PAYUDARA

1. Identitas klien:
Nama (Inisial) Ibu. X
Tempat Tanggal Lahir Bondowoso, 21 April 1965
Umur 54 tahun
Diagnosa Medis Ca mamae stadium 3 B

2. Tanda- tanda vital


Tekanan darah 140/ 90 mmHg
Suhu 36,5 oC
Respirasi 15 x/ menit
Nadi/ Heart Rate 54 x/ menit
Nyeri 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0

3. Riwayat penyakit saat ini


Untuk sekarang, pasien sudah tidak melakukan kemoterapi, namun
hanya melakukan kontrol dalam 3 bulan sekali, pasien mengatakan
bahwa selama ia dimastektomi sampai sekarang tidak ada tanda
metastase sel kanker, namun pasien mengalami kesemutan dan sedikit
nyeri pada kaki,bekas amputasi dan tangan bekas mastektomi tidak
bisa diangkat atau susah digerakkan. Pasien mengatakan bahwa ia
tidak merasa minder ataupun malu dengan keadaannya sekarang, dan
ia harus menerima dengan ikhlas, dan bersabar sehingga dapat
menikmati hidup dan bahagia. Bahkan klien mengikuti komunitas
paliatif untuk membantu saudaranya yang berjuang dengan penyakit
yang sama. Disana ia memotivasi dan memberikan dukungan kepada
pasien khususnya penyakit yang sama dengannya yaitu kanker.
4. Keluhan saat ini
Klien mengatakan sering kesemutan dan pegal-pegal, suara
berubah (serak), dan kakinya pegal dan nyeri karena bekas amputasi
dan mengatakan kesulitan melakukan aktivitas berat.

3
5. Presepsi tentang kesehatan
a. Presepsi kesehatan
Klien sangat semangat dalam menghadapi penyakit yang di
deritanya bahkan dapat memotivasi orang lain yang mempunyai
penyakit yang sama, klien merasa ikhlas dengan penyakit yang
diderita dan mengangap semua ini cobaan yang harus di hadapi
dengan semangat.
b. Pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan unutk menjaga kesehatanya saat ini dengan
menjaga pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang sehat,
rendah kolesterol, memperbanyak makan makanan yang di kukus,
menghindari micin, dan makanan dengan glukosa tinggi.
Interpretasi: klien memiliki mekanisme koping dan pemeiharaan
kesehatan yang sudah baik, bahkan klien dapat memotivasi orang
lain yang memiliki keluhan yang sama
6. Data Fokus (pengkajian fisik, dan pemeriksaan penunjang)
1. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum
Pasien tampak sehat tidak pucat dan menjalankan kegiatan
sehari-hari dengan baik.
b. Kesadaran : Composmentis
c. Tanda-tanda vital
TD : 140/90 mmHg
RR : 15 x/ menit
Suhu : 36,5 C
Nadi : 54 x/menit
2. Pemeriksaan head to toe

a. Thorak :
Inspeksi : payudara sebelah kanan mengalami
masektomi

b. Kulit
I: kulit terlihat kebiruan (memar), kulit terlihat keloid.

4
c. Ekstremitas
I: adanya bekas amputasi pada jempol kaki kanan, adanya
kebiruan pada kaki.
P: sering parestesia, tangan teraba dingin, kekuatan otot.
4 5
5 5
7. Kemampuan aktivitas sehari-hari
Aktivitas Indikator Skor
Makan 0= tidak mampu 10
5= membutuhkan
bantuan dalam
mengambil makanan/
menyendok
10= mandiri
Mandi 0 = perlu pertolongan 5
5= mandiri
Berdandan 0 = membutuhkan 5
pertolongan
5= mampu dalam
berdandan
Berpakaian 0= dibantu total 10
5= butuh bantuan
namun hanya setengah
kegiatan
10= mandiri
Buang air besar 0 = inkontinensia/ 10
tidak teratur (atau
membutuhkan enema)
5= terkadang tidak
teratur
10= teratur
Buang air kecil 0 = inkontinensia/ 5

5
tidak teratur (atau
membutuhkan enema)
5= terkadang tidak
teratur
10= teratur
toileting 0= perlu bantuan 10
5= membutuhkan
bantuan, tetapi dapat
melakukan sendiri
10= mandiri
Ambulasi 0= tidak mampu 15
5= membutuhkan
bantuan maksimal
(satu atau dua
penolong)
10= butuh bantuan
minimal (verbal/ fisik)
15 = mandiri
Mobilisasi 0= tidak bisa 15
mobilisasi/ kurang dari
45 meter
5= menggunakan kursi
roda
10= mampu berjalan
dengan satu orang
15= mandiri
Naik/ turun tangga 0= tidak mampu 10
5= membutuhkan
bantuan
10= mandiri
Total (0-100) 95

6
Interpretasi : Ibu X mendapatkan skore 95 termasuk dalam indikator
kemampuan dalam aktifitas fisik mandiri atau normal
8. Kesejahteraan spiritual
No Pertanyaan SS CST S TS CTS STS
Sangat Cukup Setuju Tidak Cukup Sangat
setuju setuju setuju tidak tidak
setuju setuju
1 Saya tidak
˅
merasakan
kepuasan
saat saya
berdoa pada
tuhan
2 Saya tidak
˅
tahu siapa
diri saya
sebenarnya,
berasal dari
mana, atau
kemana
tujuan saya
3 Saya yakin
˅
bahwa tuhan
mencintai
dan peduli
dengan saya
4 Saya merasa
˅
bahwa
kehidupan
ini adalah
sebuah
pengalaman

7
yang
berharga
5 Saya
˅
percaya
Bahwa
tuhan itu
tidak peduli
dan masa
bodoh
dengan apa
yang saya
lakukan
sehari-hari
6 Saya merasa
˅
masa depan
saya tidak
jelas
7 Saya
˅
memiliki
hubungan
yang penuh
arti dengan
tuhan
8 Saya merasa
˅
sangat
bahagia dan
puas dengan
hidup saya
9 Saya merasa
˅
tidak
memiliki
kekuatan da

8
dukungan
dari tuhan
10 Saya merasa
˅
kebahagiaan
dalam tujuan
hidup saya
11 Saya yakin
˅
bahwa tuhan
selalu
perhatian
dengan
masalah
yang saya
hadapi
12 Saya
˅
sungguh
tidak
menikmati
hidup ini
13 Saya secara
˅
pribadi tidak
memiliki
kepuasan
dalam
berhubungan
dengan
tuhan
14 Saya merasa
˅
pasti tentang
masa depan
saya

9
15 Hubungan
˅
saya dengan
tuhan
membantu
saya merasa
tidak
sendirian
16 Saya merasa
˅
hidup ini
penuh
konflik dan
kemalangan
17 Saya merasa
˅
sangat
bahagia
ketika
dengan
tuhan
18 Hidup ini
˅
terasa tidak
punya
banyak arti
19 Hubungan
˅
saya dengan
tuhan
menambah
perasaan
bahaga
hidup saya
20 Saya yakin
˅
ada tujuan
yang nyata

10
dalam hidup
saya

Faktor Item Jumlah Item Total Score


Afilliation 1,3,7,11,12, 15, 8 46
(Aktivitas) 17, 19
Allienation 2, 5, 6, 9,13, 16 7 42
(Pengasingan) 18
Satisfiation with 4, 8, 10, 14, 20 5 29
life (kepuasan
hidup)
Interpretasi: klien memiliki kesejahteraan spiritual yang tinggi dengan
total Afiliasi = 46 dari skor maksimal 48, Pengasingan = 42 dari skor
maksimal 42, Kepuasan = 29 dari skor maksimal 30. Pada Ibu X
mengalami faktor yang kurang maksimal faktor Afiliasi dan Kepuasan
hidup

9. Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42)

Keterangan:
0 : Tidak ada atau tidak pernah
1 : Sesuai dengan yang dialami sampai tingkat tertentu, atau kadang-
kadang
2 : Sering
3 : Sangat sesuai dengan yang dialami, atau hampir setiap saat.
No. Aspek Penilaian 0 1 2 3
1 Menjadi marah karena hal-hal V
kecil/sepele
2 Mulut terasa kering V
3 Tidak dapat melihat hal yang positif dari V
suatu kejadian
4 Merasakan gangguan dalam bernapas V
(napas cepat, sulit bernapas)

11
5 Merasa sepertinya tidak kuat lagi untuk V
melakukan suatu kegiatan
6 Cenderung bereaksi berlebihan pada V
situasi
7 Kelemahan pada anggota tubuh V
8 Kesulitan untuk relaksasi/bersantai V
9 Cemas yang berlebihan dalam suatu V
situasi namun bisa lega jika hal/situasi itu
berakhir
10 Pesimis V
11 Mudah merasa kesal V
12 Merasa banyak menghabiskan energi V
karena cemas
13 Merasa sedih dan depresi V
14 Tidak sabaran V
15 Kelelahan V
16 Kehilangan minat pada banyak hal V
(misal: makan, ambulasi, sosialisasi)
17 Merasa diri tidak layak V
18 Mudah tersinggung V
19 Berkeringat (misal: tangan berkeringat) V
tanpa stimulasi oleh cuaca maupun
latihan fisik
20 Ketakutan tanpa alasan yang jelas V
21 Merasa hidup tidak berharga V
22 Sulit untuk beristirahat V
23 Kesulitan dalam menelan V
24 Tidak dapat menikmati hal-hal yang saya V
lakukan
25 Perubahan kegiatan jantung dan denyut V
nadi tanpa stimulasi oleh latihan fisik

12
26 Merasa hilang harapan dan putus asa V
27 Mudah marah V
28 Mudah panik V
29 Kesulitan untuk tenang setelah sesuatu V
yang mengganggu
30 Takut diri terhambat oleh tugas-tugas V
yang tidak biasa dilakukan
31 Sulit untuk antusias pada banyak hal V
32 Sulit mentoleransi gangguan-gangguan V
terhadap hal yang sedang dilakukan
33 Berada pada keadaan tegang V
34 Merasa tidak berharga V
35 Tidak dapat memaklumi hal apapun yang V
menghalangi anda untuk menyelesaikan
hal yang sedang Anda lakukan
36 Ketakutan V
37 Tidak ada harapan untuk masa depan V
38 Merasa hidup tidak berarti V
39 Mudah gelisah V
40 Khawatir dengan situasi saat diri Anda V
mungkin menjadi panik dan
mempermalukan diri sendiri
41 Gemetar V
42 Sulit untuk meningkatkan inisiatif dalam V
melakukan sesuatu

1. Skala depresi : 3, 5, 10, 13, 16, 17, 21, 24, 26, 31,34, 37, 38, 42.
2. Skala kecemasan : 2, 4, 7, 9, 15, 19, 20, 23, 25, 28, 30,36, 40, 41.
3. Skala stress : 1, 6, 8, 11, 12, 14, 18, 22, 27, 29, 32, 33, 35, 39.
Indikator Penilaian
Tingkat Depresi Kecemasan Stress

13
Normal 0-9 0-7 0-14
Ringan 10-13 8-9 15-18
Sedang 14-20 10-14 19-25
Parah 20-27 15-19 26-33
Sangat Parah >28 >20 >34

Interpretasi DASS

Depresi Kecemasan Stress


1 11 17
Tingkatan
Normal Sedang Ringan
Jadi pada Ibu X mengalami kecemasan dengan skor 11 dengan
kategori sedang dan mengalami stress dengan skor 17 kategori ringan.

14
Analisa Data

NO Data Etiologi Masalah


1. DO: Faktor- faktor resiko Ansietas
1. Penurunan
Produktifitas Ca Mamae stadium 3
ditandai dengan B
kuisioner DASS
No 7 serta Psikologis, keletihan
adanya fisik, kurang
kelemaham otot pengetahuan
dengan skala 4
pada tangan Mekanisme koping
kanan tidak adekuat
2. Merasa cemas
di tandai Kecemasan
dengan
kuisioner no 12
3. TD 140/90
mmHg
4. N: 54 x/ menit
5. Didiagnosa
kanker
payudara
stadium 3B
DS:
1. Klien mengatakan
takut bila
penyakitnya juga
menyerang anak dan
keluarganya.

15
2. Klien mengatakan
sering kebas dan
kesemutan pada
esktremitas
2. DO: Ca Mamae Kesiapan meningkatkan
koping
DS: Respon psikologis,
1. Klien kelemahan fisik,
menungkapkan kurang pengetahuan
keinginan
meningkatkan Stres
managemen stressor
Dukungan keluarga
adekuat

Menerima penyakit
yang dialami

Dapat beradaptasi
dengan penyakit yang
di alami

Intervensi

N Diagnosa NOC NIC Rasional


o Keperawatan
1 Domain 9 kelas 2 Tujuan: Pengurangan

16
Ansietas b.d. Setelah dilakukan kecemasan 5820
ancaman kematian perawatan 1 kali 1. Pahami situasi 1. Unutk
d.d khawatir dalam 24 jam, krisis yang memahami
tentang perubahan diharapkan keluhan terjadi dari perasaan dan
dalam peristiwa pasien dapat teratasi prespektif klien kondisi klien
hidup dengan 2. Dorong 2. Untuk
Kriteria hasil: keluarga unutk meningkatkan
1. Rasa cemas mendampingi mekanisme
yang klien dengan koping dari
disampaikan cara yang tepat klien
secara lisan 3. Dengarkan 3. Untuk
dipertahanka klien mengetahui
n pada skala penyebab
3 (sedang) kecemasan pada
ditingkatkan klien
ke skala 5 4. Kaji tanda 4. Untuk
(tidak ada) verbal dan mengecek
2. Perasaan nonverbal keselarasan
gelisah antara tanda
dipertahanka verbal dan non
n pada skala verbal
3 (sedang) 5. Bantu klien 5. Memberikan
ditingkatkan unutk gambaran
ke skala 5 mengartikulasik kepada klien
(tidak ada) an deskripsi mengenai
3. Perhatian yang realitis penyakitnya di
yang berlebih mengenai masa depan
terhadap kejadian yang
kejadian- akan datang
kejadian Terapi Relaksasi 6040
dalam 6. Dapatkan 6. Untuk
kehidupan perilaku yang mengurangi

17
dipertahanka menunjukkan kecemasan pada
n pada skala terjadinya klien
3 (sedang) relaksasi,
ditingkatkan misalnya
ke skala 5 bernafas dalam,
(tidak ada) menguap,
pernafasan
perut, atau
bayangan yang
menyenangkan
Terapi Musik
7. Definisikan 7. Pasien dapat
perubahan mengalihkan
spesifik perilku rasa cemas
dan fisiologi dengan
seperti yang bernyanyi
diinginkan
(misalnya,
relaksasi,
stimulasi,
konsentrasi dan
pengurangan
nyeri)
Fasilitasi meditasi
8. Anjurkan pasien 8. Pasien dapat
untuk berdiam menenangkan
diri saat diri dan
bernapas mengalihkan
melalui hidung rasa cemasnya
Beritahu pasien Pasien dapat
melakukan melakukannya
prosedur sekali dengan teratur

18
atau dua kali dan tidak perlu
sehari, tapi waktu yang
tidak dalam lama.
waktu 2 jam
setelah makan
2 Domain 9 Kelas 2 Tujuan: Peningkatan Koping
Kesiapan Setelah dilakukan 5230
Meningkatkan perawatan 1 kali 1. Dukung 1. Membantu klien
koping dalam 24 jam, hubungan klien dalam
diharapkan keluhan dengan orang menghadapi
pasien dapat teratasi yang memiliki situasi yang
dengan ketertarikan dialami bersama
Kriteria hasil: tujuan yang
1.Fakto penyebab sama
stres dipertahankan 2. Berikan 2. Membantu klien
pada skala 3 penilaian mengetahui dan
(pengetahuan mengenai memahami
sedang) di pemahaman terkait
tingkatkan pada pasien terhadap penyakitnya
skala 5 (pengetahuan proses penyakit
banyak) 3. Dukung 3. Memberikan
2. respon fisik aktivitas- rasa peduli dan
terhadap stres aktivitas sosial nyaman
dipertahanakan pada dan komunitas terhadap klien
skala 3 (pengetahuan dengan cara
sedang) beraktivitas
ditingkatakan pada sosial
skala 4 (pengetahuan 4. Dukung 4. Membantu klien
banyak) kemampuan mau dan mampu
3. respon perilaku mengatasi memanagemen
terhadap stress pada masalah masalah yang
skala 3 (pengetahuan berangsur- dihadapi

19
sedang) angsur
ditingkatakan pada 5. Instruksikan 5. Mengurangi
skala 4 (pengetahuan klien untuk stress yang
banyak) menggunakan dialami klien
teknik relaksasi
sesuai dengan
kebutuhan

20
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Docherman, J. M., Wagner, C. M., 2013.


Nursing Interventions Clasification (NIC). 6 edition. UK:Elsevier.

Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., Swanson, E. 2013. Nursing Outcome
Clasification (NOC). 5 edition. UK: Elsevier.

Herdman, T. H. Kamitsuru, S. 2018. Nanda Diagnosis Keperawatan Definisi dan


Klasifikasi. Edisi 11. Cetakan 2019. Jakarta: EGC.

21