Anda di halaman 1dari 2

Bab 4 Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia

1. Sekilas tentang agama Islam


- Agama islam lahir di Mekkah, Arab Saudi, diyakini agama yang diwahyukan oleh allah SWT
kepada umat manusia melalui utusan-Nya, yaitu Nabi Muhammad SAW.
- Nabi Muhammad lahir tahun 570 M umur tujuh tahun, menjadi yatim piatu diasuh kakeknya
Abdul Muthalib dan selanjutnya pamannya Abu Thalib.
- Usia 12 tahun Nabi Muhammad serin mengikuti membantu pamannya berdagang, usia 25
tahun ia menikahi Khadijah.
- Bulan Ramadhan pada tahun 610 M (tahun lahirnya Islam), saat berusia 40 tahun,
Muhammad didatangi Malaikat Jibril di Gua Hira.
- Malaikat Jibril menyerukan kata “Iqra”, artinya “Bacalah!”
- Terjadilah dialog panjang antara Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril, dan melalui dialog ini,
Muhammad diangkat menjadi rasul Allah dimulailah proses turunnya Al-Quran, kitab suci
agama islam.
- Khadijah, Abu Bakar, Ali Bin Abi Thalib dan Zaid Bin Haritsah tercatat sebagai pemeluk
pertama islam.
- Tahun 613 M, Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam secara lebih terbuka.
- Tantangan terbesar dating dari Suku Quraisy dan Penduduk Mekkah, sebab dianggap
menghancurkan agama asli (Watsani) serta kekusaan atas Ka’bah.
- Setelah 13 thun, Nab Muhammad beserta pengikutnya pindah ke Yatstrib, kelak bernama
Madinah.
- Peristiwa dikenal dengan nma Hijrah digunakan sebagai awal penanggalan Islam
- Di Madinah, Islam berkembang pesat. Untuk mendapatkan Mekkah, Nabi Muhammad
terpaksa perang dengan orang kafir di Mekkah.
- Tahun 630 Nabi berhasil membebaskan Kota Mekkah dari kekuasaan kaum kafir.
- Pascaperang, orang Quraisy dan Penduduk Mekkah mulai memeluk agama Islam, dan
Ka’bah menjadi kiblat ibadah umat islam.
- Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 6 Juni 632 dalam usia 63 tahun.

2. Teori-teori tentang masuknya agama islam ke Indonesia


a. Teori Gujarat
- Teori ini didukung Snouck Gurgonje, W.F.Sutterheim, dan B.H.M Vlekke, islam masuk ke
Indonesia sekitar abad ke-13, dibawa pedagang Islam dari Gujarat, India.
- Dua bukti untuk mendukung teori : pertama, batu nisan Sultan Malik Al-Saleh, sultan
Samudra Pasai (meninggal tahun 1297) yang bercorak Gujarat (India) ;
- Kedua, tulisan Marco Polo pedagang dari Venesia, yang menyatakanpernah singgah di
Perlak (Peureula) pada tahun 1292 mendapati banyak penduduknya beragama Islam.

b. Teori Mekkah
- Teori ini didukung oleh Buya Hamka dan J.C. Van Leur, pengaruh islam masuk ke Indonesia
abad ke-7 dibawa langsung oleh pedagang Arab.
- Buktinya adanya pemukiman islam tahun 674 di Baros, pantai sebalah barat Sumatera.
- Menyanggah teori Gujarat teori ini meyakini isla di Samudra Psai menganut Mazhab Syafi’i.
sedangkan Gujarat menganut Mazhab Hanafi.
- Bukti lain makam seorang wanita di Gresik, Jawa Timur tertulis atas nama Fatimah binti
Maimun (berangka tahun 1082) serta temuan sejumlah makam Islam di Tralaya (wilayah
Majapahit), Trowulan, Jawa Timur yang menggunakan tahun Saka, bukan tahun Hijriah
denngan angka Jawa Kuno. Diperkirakan pada masa jayanya, banyak warga Majapahit
Bergama Islam.
c. Teori Persia
- Teori ini didukung oleh Hoesein Djajadiningrat, islam dibawa orang Persia abad ke-13.
- Buktinya adalah upacara Tabot, yaitu upacara memperingati meninggalnya Imam Husain bin
Ali, cucu Nabi Muhammad- di Bengkulu an Sumatera Barat (Tabuik) setiap tanggal 10
Muharam atau 1 Asyura, upacara ini juga merupakan ritual tahunan di Persia. Selain itu ada
kesamaan antara ajaran Sufi yang dianut Syekh Siti Jenar dan Sufi Iran beraliran Al-Hallaj.

Dari tafsiran terhadap ketiga pandangan itu, umumnya orang menerima bahwa islam sudah
masuk ke Indonesia sejak abad ke-7, namun baru berkembang pesat pada abad ke-13
sejalan dengan semakin mundurnya kerajaan hindu Buddha di Indonesia serta ramainya
pedagang-pedagang Arab, Persia dan Gujarat dating ke Indonesia.