Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

“MISTERI GERAK PLANET”

DISUSUN OLEH :

NAMA : DETYA NAZIHA W

KELAS : X MIPA 9

ABSEN : 10

GURU PENDAMPING :

ACHMAD YOESOEF, M.Pd.

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 KEDIRI

JLN. VETERAN 7 KEDIRI

TAHUN PELAJARAN 2018/2019


Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Saya panjatkan puja dan puji syukur atas berkat, rahmat, dan hidayat-
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini untuk memenuhi tugas
pelajaran fisika di SMA Negeri 2 Kediri.

Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu Guru Fisika yang telah


mendampingi saya selama melaksanakan praktikum dan kepada pihak-pihak lain
yang telah membantu saya dalam penyusunan laporan praktikum fisika “Misteri
Gerak Planet”, sehingga dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Terimakasih juga pada teman-teman kelompok saya atas kerjasama kalian,
sehingga percobaan ini bisa berjalan dengan baik.

Kediri, 7 Mei 2019

Detya Naziha W

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................... ii


DAFTAR ISI.......................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
B. Tujuan ......................................................................................................................... 1
C. Manfaat ....................................................................................................................... 1
BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................................. 2
A. Hukum Kepler ............................................................................................................. 2
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 4
A. Alat dan Bahan ............................................................................................................ 4
B. Langkah Kerja ............................................................................................................. 4
C. Analisis Data ............................................................................................................... 5
BAB IV PENUTUP ............................................................................................................ 7
A. Kesimpulan ................................................................................................................. 7
B. Saran ........................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 8
LAMPIRAN........................................................................................................................ 9

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kepler adalah seorang ahli matematika termutakhir dizamannya, sehingga
kemajuan yang ia buat dalam studi tentang gerakan planet-planet adalah untuk
memperkenalkan dasar matematika untuk model heliosentris dari tata surya.
Dimana Ptolemy dan Copernicus hanya bergantung pada asumsi, seperti bahwa
lingkaran adalah bentuk yang “sempurna” dan semua orbit benda langit harus
melingkar.
Hingga tahun 1606, setelah hampir setahun menghabiskan waktunya hanya
untuk mencari penyelesaian perbedaan sebesar 8 menit busur (mungkin bagi
kebanyakan orang hal ini akan diabaikan), Kepler mendapatkan orbit planet Mars.
Menurut Kepler, lintasan berbentuk elips adalah gerakan yang paling sesuai untuk
orbit planet yang mengitari matahari. Dan untuk itulah praktikum sederhana ini
dilakukan untuk menunjukkan bahwa bentuk dari orbit plenet adalah elips.

B. Tujuan
1. Merumuskan model untuk menyimpulkan bentuk orbit planet dan satelit.

2. Mengumpulkan dan mengatur data untuk jarak aphelion dan jarak perihelion

benda saat mereka mengorbit Matahari.

3. Menarik kesimpulan tentang hukum gerak pertama dan kedua Kepler

C. Manfaat
1. Untuk mengetahui bahwa bentuk orbit planet dan satelit adalah elips.

1
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Hukum Kepler
Pada tahun 1609, dia mempublikasikan Astronomia Nova yang menyatakan
dua hukum gerak planet. Hukum ketiga tertulis dalam Harmonices Mundi yang
dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.
Hukum Pertama
“Semua planet bergerak ada lintasan elips mengitari matahari dengan matahari
berada id salah satu fokus elips.”

Hukum Kepler pertama


menempatkan Matahari
di satu titik fokus edaran
elips.

Meski secara teknis elips tidak sama dengan lingkaran, tetapi sebagian besar
planet mengikuti orbit yang bereksentrisitas rendah, jadi secara kasar bisa dibilang
mengaproksimasi lingkaran. Jadi, kalau ditilik dari pengamatan jalan edaran planet,
tidak jelas kalau orbit sebuah planet adalah elips. Namun, dari bukti perhitungan
Kepler, orbit-orbit itu adalah elips, yang juga memeperbolehkan benda-benda
angkasa yang jauh dari Matahari untuk memiliki orbit elips. Benda-benda angkasa
ini tentunya sudah banyak dicatat oleh ahli astronomi, seperti komet dan asteroid.
Sebagai contoh, Pluto, yang diamati pada akhir tahun 1930, terutama terlambat
diketemukan karena bentuk orbitnya yang sangat elips dan kecil ukurannya.

Hukum Kedua

2
“Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas
juring yang sama dalam selang waktu yang sama.”
Illustrasi hukum Kepler
kedua. Menunjukkan bahwa
Planet bergerak lebih cepat
di dekat Matahari dan
lambat di jarak yang jauh.
Sehingga, jumlah area
adalah sama pada jangka
waktu tertentu.

Hukm Ketiga
“Perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah sumbu
panjang elips adalah sama unutk semua planet.”
Planet-planet bergerak mengorbit matahri dalam lintasan berbentuk elips.
Akan tetapi elips-elips ini sangat mendekati bentuk lingkaran. Oleh karena itu, R
dalam hukum III Kepler dapat didekati dengan jarak rata-rata antara plant ke
matahari atau jari-jari orbit. Secara matematis, hukum III Kepler ditulis sebagai
berikut.
Keterangan: T = periode revolusi planet (s)
T2
=k R = jarak rata-rata plenet ke matahari (m)
R3
k = tetapan yang memiliki nilai sama untuk semua
planet

3
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Alat dan Bahan
Sepotong karton kosong, penggaris metrik, pensil atau pena tajam, kertas
putih, empat selotip kecil, tali (25 cm), dan dua tali peniti.

B. Langkah Kerja
1. Menempatkan selembar kertas pada selembar karton menggunakan selotip
dikeempat sudutnya.
2. Menggambar garis membentang di tengah kertas, di sepanjang kertas.
Garis ini mewakili sumbu utama.
3. Menandai pusat garis dan memberinya label C.
4. Menggunkan tali untuk mengikat lingkaran , yang bila direntangkan
memiliki panjang 10 cm. Menghitung jarak antara fokus, d, menggunakan
2e (10 cm)
persamaan d = untuk setiap objek yang tercanutm dalam tabel
e+1
data.
5. Menempatkan pin di C untuk lingkaran. Meletakkan lingkaran tali di atas
pin dan menarik hingga kencang menggunakan pensil. Memindahkan
pensil dengan cara melingkar di sekitar tengah.
6. Menempatkan satu pin dengan jarak d⁄2 dari C di sepanjang sumbu utama,
untuk objek selanjutnya.
7. Menempatkan pin ke dua dengan jarak d⁄2 di sisi yang berlawanan dari C.
Kedua pin mewakili fokus. Satu fokus adalah lokasi matahari.
8. Meletakkan lingkaran tali di kedua pin dan Menarik kencang dengan pensil.
Memindahkan pensil dengan cara melingkar, membiarkan tali
membimbingnya.
9. Menggunakan kertas yang sama dan mengulangi langkah 6-8 untuk masing-
masing objek yang terdaftar.

4
C. Analisis Data
%
Objek Eksentrisitas d (cm) Aphelion Perihelion Experiment
Error
Bulan 0,0549 1,04085 9,3 cm 8,6 cm 0,0391 0,9609
%
Bumi 0,017 0,334 9,4 cm 9 cm 0,0217 0,9783
%

2e (10 cm) d⁄ = 1,04085⁄


DBulan = 2 2
e+1
2 .0,0549 .10
= = 0,520
0,0549 + 1
1,098
= = 0,5 cm
1,0549

= 1,04085 cm
2e (10 cm) d⁄ = 0,334⁄
DBumi = 2 2
e+1
2 .0,17 .10
= = 0,167
0,017 + 1
0,34
= = 0,2 cm
1,017

= 0,334 cm

A−P
EBulan =
A+P
9,3−8,6
=
9,3−8,6
0,7
=
17,9

= 0,0391
A−P
EBumi =
A+P
9,4−9
=
9,4+9
0,4
=
18,4

= 0,0217

5
ErrorBulan = (1 - 0,0391) × 100%
= 0,9609 × 100%
= 0,9609%
ErrorBumi = (1 - 0,0217) × 100%
= 0,9783 × 100%
= 0,9783%

6
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan, analisis data, dan tujuan dilaksanakannya
praktikum dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

B. Saran
Sebelum melakukan praktikum sebaiknya kita mempelajari materi terlebih
dahulu dan berdoa agar kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar. Kerja sama
dan kekompakan antar kelompok perlu ditingkatkan lagi agar setiap anggota dapat
bekerja secara maksimal.

7
DAFTAR PUSTAKA

Buku Teks Pelajaran (BTP) Pujianto, Risdiyani Chasanah, Supardianningsih,


2016. Buku Siswa Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Pariwara

http://kafeastronomi.com/materi-2/tiga-hukum-kepler, diakses pada hari Sabtu, 23


Februari 2019 pukul 19:43 WIB.
https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Gerakan_Planet_Kepler, diakses pada hari
Sabtu, 23 Februari 2019 pukul 19:35 WIB.

8
LAMPIRAN