Anda di halaman 1dari 17

DANA PENSIUN

Dipresentasikan sebagai tugas


Mata kuliah :Lembaga Keuangan Perbankan
Pada hari Kamis, 03 Mei 2018
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
KELOMPOK- 6

1. FRILA FITRIA CHAERYAH 17120236


2. ARYA PUTRA VERDIANSYAH 17120169

DOSEN PEMBIMBING :
EKA FEBRIYANTI

1
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERTIWI
KARAWANG
TA 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini. Salawat dan salam dihaturkan kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SAW atas perjuangan beliau kita dapat menikmati pencerahan iman
dan islam dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Dalam makalah ini kami
akan membahas mengenai “Dana Pensiun” dalam rangka memenuhi tugas
Lembaga Keuangan Perbankan.
Makalah ini telah dibuat berdasarkan sumber-sumber yang telah
dikumpulkan. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengundang pembaca untuk memberikan
saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca
sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Karawang, 01 Mei 2018

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I :PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 1
BAB II :PEMBAHASAN ...................................................................................... 1
A. Pengertian dana pensiun ...................................................................... 2
B. Tujuan dana pensiun............................................................................ 3
C. Asas – asas dana pensiun .................................................................... 4
D. Jenis lembaga pengelolaan dana pensiun ............................................ 6
E. Program pensiun .................................................................................. 7
F. Manajemen kekayaan dana pensiun .................................................... 9
G. Mekanisme Dplk Syariah ................................................................... 10
H. Permasalahan Atau Hambatan Dalam Dana Pensiun ......................... 11
BAB III :PENUTUP ............................................................................................. 13
A. Kesimpulan......................................................................................... 13
B. Saran ................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ iii

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap orang pasti akan pensiun dan itu adalah momen yang akan
dihadapi. Pensiun adalah masa seseorang tidak lagi dapat menghasilkan.
Karena merupakan sebuah kepastian, maka sudah sewajarnya setiap orang
mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam ’fase’ pensiun dengan
menyiapkan dana pensiun. Tentunya, di luar fasilitas pensiun yang diberikan
oleh perusahaan. Persiapan ini mencakup berbagai bidang termasuk
psikologis, mental-spiritual, kesehatan dan tentu saja financial.
Pada prinsipnya, dana pensiun merupakan salah satu alternative untuk
memberikan jaminan kesejahteraan kepada karyawan. Adanya jaminan
kesejahteraan tersebut memungkinkan karyawan untuk memperkecil
masalah-masalah yang timbul dari risiko-risiko yang akan dihadapi dalam
perjalanan hidupnya, misalnya risiko kehilangan pekerjaan, lanju tusia, dan
kecelakaan yang mengakibatkan cacat tubuh atau bahkan mungkin kematian.
Risiko-risiko tersebut memberikan dampak finansial, terutama bagi
kehidupan karyawan dan keluarganya.1

B. RUMUSAN MASALAH
Penulis mengemukakan bahwa permasalahan dan pembatasan masalah
dalam makalah ini meliputi :
1. Apa definisi dana pensiun dan tujuan penyelenggaraan dana pensiun ?
2. Apa saja asas–asas dana pensiun, landasan hokum operasional dana
pensiun, fungsi program pensiun, jenis lembaga pengelolaan dana
pension serta program kerjapensiun ?

1
Mustafa Edwin, Pengenalan Eksklusif : Ekonomi Islam, (Jakarta : Kencana Prenada
Media Group, 2010), hlm. 315

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN DANA PENSIUN
Menurut UU No. 11 tahun 1992 Dana Pensiun ialah badan hukum yang
mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pension.2
Menurut Abdul Kadir Muhammad dan Rita Murniati (2000) : Dana Pensiun
adalah yang secara khusus dihimpun dengan tujuan untuk memberikan
manfaat kepada peserta ketika mencapai usia pensiun, mengalami cacat, atau
meninggal dunia. Program dana pensiun adalah dana yang dibentuk untuk
pembayaran karyawan setelah tidak bekerja lagi karena memasuki masa
pensiun. Dengan adanya dana pensiun karyawan peserta kelak akan tetap
memperoleh jumlah penghasilan tertentu, sekalipun sudah tidak bekerja lagi.3
Dana pensiun atau pensiun fund sebenarnya merupakan suatu institusi
atau pranata yang berasal dari system hukum Anglo-Amerika. Banyak
pengertian dana pensiun, namun berikut ini akan dikemukakan beberapa
diantaranya, menurut David L. Scott (1988) pension funds is a financial
institution that controls assets and disburses income to people after they have
retired from gainful employment; menurut FE Perry (1983) pension fund is an
investment maintened by companies and other employers to pay the annual
sum required under the business or organization’s pension scheme.
Sedangkan menurut Abdul Kadir Muhammad dan Rita Muniarti (2000) Dana
pensiun adalah yang secara khusus dihimpun dengan tujuan untuk
memberikan manfaat kepada peserta ketika mencapai usia pensiun,
mengalami cacat, atau meninggal dunia.
Dari definisi-definisi tersebut terlihat bahwa dana pensiun merupakan
dana yang sengaja dihimpun secara khusus dengan tujuan untuk memberikan
manfaat kepada karyawan pada saat mencapai usia pensiun, meninggal dunia
atau cacat. Dana yang terhimpun ini dikelola dalam suatu lembaga yang
disebut trust sedangkan pengelolanya disebut trustee atau dapat juga

2
UU No. 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun
3
Irham Fahmi, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, (Bandung : Alfabeta, 2014), hlm.
176

5
dilakukan oleh perusahaan asuransi atau badan lain yang dibentuk secara
khusus untuk mengelola dana tersebut.4
Selanjutnya pengertian pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh
penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pension
atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.5

B. TUJUAN DANA PENSIUN


Tujuan penyelenggaraan program pensiun baik dari kepentingan
perusahaan, peserta dan lembaga pengelola pensiun dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Perusahaan (bagi pemberi kerja) :
a. Kewajiban moral, dimana perusahaan mempunyai kewajiban moral
untuk memberikan rasa aman kepada karyawan terhadap masa yang
akan datang karena tetap memiliki penghasilan pada saat mereka
mencapai usia pensiun.
b. Loyalitas, karyawan diharapkan mempunyai loyalitas terhadap
perusahaan serta meningkatkan motivasi karyawan dalam
melaksanakan tugas sehari-hari.
c. Kompetisi pasar tenaga kerja, dimana perusahaan akan memiliki daya
asing dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas dan
professional di pasar tenaga kerja.6
d. Memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah
mengabdi perusahaan.
e. Agar usia pension karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil yang
diperoleh setelah mereka bekerja di perusahaannya.
f. Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.7

4
Veithzal Rivaidkk, Bank and Financial Institution Management, (Jakarta: PT Raja
GrafindoPersada, 2007), hlm. 1072
5
Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Kencana Prenada
Media Group, 2009), hlm. 292
6
Veithzal, Rivai dkk. Op.Cit. hlm 1074
7
Andri, Soemitra. Op.Cit. hlm. 294

6
2. Peserta (bagi karyawan) :
a. Rasa aman para peserta terhadap masa yang akan datang karena tetap
memiliki penghasilan pada saat mereka mencapai usia pensiun.
b. Kompensasi yang lebih baik, yaitu peserta mempunyai tambahan
kompensasi meskipun baru bisa dinikmati pada saat mencapai usia/
berhenti kerja.
3. Penyelenggaraan Dana Pensiun
a. Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan.
b. Turut membantu dan mendukung program pemerintah.
c. Sebagai bakti sosial terhadap para pensiun.8

C. ASAS – ASAS DANA PENSIUN


Dalam pengelolaan dana pensiun, pemerintah menganut asas pokok
yaitu:
1. Penganggaran dilakukan dengan sistem pendanaan
Setiap penyelenggaraan program pensiun harus dilakukan dengan
pemupukan dana sehingga cukup untuk memenuhi pembayaran hak
peserta. Pemupukan dana tersebut bersumber dari iuran dan hasil
pengembangannya. Oleh karena itu, pembentukan cadangan pensiun
dalam perusahaan untuk membiayai pembayaran manfaat pensiun tidak
diperkenankan (UU No. 11 Tahun 1992).9
2. Pemisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan pendiri
Kakayaanudan pension harus dipisahkan dari kekayaan pendiri.
Dengan demikian tidak diperkenankan adanya pembentukan “cadangan
pensiun” dalam pembukuan pendiri/ perusahaan. Kepastian mengenai
pemisahaan ini diformalkan dengan pembentukan dana hukum pensiun.
Pengelolaan kekayaan dana pensiun dilakukan dengan mengacu kepada
ketentuan dalam UU Dana Pensiun dan Peraturan Pelaksanaannya.

8
Ibid., hlm. 295
9
Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi 2, (Jakarta : Salemba
Empat, 2006), hlm. 269

7
3. Kesempatan untuk mandiri dana pensiun
Setiap pemberi kerja (orang atau badan yang memperkerjakan
karyawan) memperoleh kesempatan untuk mendirikan dana pensiun bagi
karyawannya. Keputusan untuk membentuk dana pension merupakan
tindak lanjut dari prakarsa pemberi kerja yang menjanjikan manfaat
pensiun bagi karyawannya. Janji itu membawa konsekuensi pendanaan,
yaitu timbulnya kewajiban pemberi kerja untuk membayar iuran. Hal
pokok yang ditekankan disini adalah bahwa keputusan untuk
menjanjikan manfaat pensiun merupakan suatu komitmen dengan
konsekuensi pembiayaan.
4. Penundaan manfaat
Penghimpunan dana dalam penyelenggaraan program pensiun
dimaksudkan untuk memenuhi pembayaran hak peserta yang telah
pensiun agar kesinambungan penghasilan terpelihara. Sejalan dengan itu,
berlaku asas penundaan manfaat yang mengharuskan pembayaran hak
pesertahanya dapat dilakukan setelah peserta memasuki masa pensiun
dan dapat diberikan secara berkala.10
5. Pensiun ditunda
Ketentuan ini memperkenankan karyawannya yang secara mental
dan fisik masih sehat untuk tetap bekerja melampaui usia pensiun
normal, dengan ketentuan pembayaran pensiun dimulai pada tanggal
pensiun normal meskipun yang bersangkutan tetap meneruskan bekerja
dan memperoleh gaji dari perusahaan bersangkutan. Sebenarnya
ketentuan ini tidak sesuai dengan konsep dasar dari manfaat pensiun
(manfaat pensiun sebagai pengganti pendapatan karyawan). Dalam hal
ini karyawan tersebut mendapatkan pendapatan dari dua sumber.
6. Pensiun cacat
Apabila karyawan mengalami cacat dan dianggap tidak lagi cakap
atau mampu melaksanakan pekerjaannya, berhak memperoleh manfaat
pensiun. Biasannya manfaat pensiun dihitung berdasarkan formula

10
Ibid, hlm. 269

8
manfaat pensiun normal dengan masa kerjanya diakui seolah-olah sampai
usia pensiun normal dan penghasilan dasar pensiun ditentukan pada saat
yang bersangkutan dinyatakan cacat.11

D. JENIS LEMBAGA PENGELOLAAN DANA PENSIUN


Jenis kelembagaan dana pensiun menurut Pasal 2 UU No. 11 Tahun 1992
Bab II, dapat dibatasi dalam dua jenis, yaitu :
1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
DPPK adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan
yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan
program pension manfaat pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh
karyawan sebagai peserta dan yang menimbulkan kewajiban terhadap
pemberi kerja.12 Dengan demikian dana pensiun jenis ini di sediakan
langsung oleh pemberi kerja. Pendirian DPPK ini harus mendapatkan
pengesahan dari mentri keuanagan.
2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Pasal 1 Butir 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, menyatakan
bahwa Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah dana pensiun yang
dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk
menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perseorangan, baik
karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari DPPK bagi
karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.13 Bagi
masyarakat pekerjaan diri seperti dokter, petani, nelayan dan lain
sebagainya dimungkinkan untuk manfaatkan DPLK .tidak tertutup
kemungkinan pula bagi para karyawan di suatu perusahaan untuk dapat
memanfaatkan DPLK sesuai dengan kemampuannya. Pendirian DPLK
oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa harus mendapatkan pengesahan
dari menteri keuangan.

11
Ibid, hlm. 272
12
UU No. 11 Tahun 1992 Pasal 1 Butir 2 dan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun
1992
13
UU No. 11 Tahun 1992 Pasal 1 Butir 4

9
E. PROGRAM PENSIUN
Program pensiun adalah program yang mengupayakan manfaat pensiun
bagipesserta. Menurut UU No.11 Tahun 1992, program pensiun terdiri dari
tiga golongan :
1. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benifet Plan)
Pada PPIP, besar manfaat pensn sangat terganttung pada besar iuran
yang disetor dan hasil pengembangan dana. Jadi, sifatnya mirip
tabungan, namun memilikmi kelebihan fasilitas penundaan pajak dari
pemerintah. Besar iuran baik dari pemberikerja maupun peserta
ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun.14
Masa Kerja (tahun) Faktor Penghargaan
24-32 2,5%
16-24 2,0%
8-16 1,6%
0-8 1,28%

MP = FPe x MK x PDP

Dimana
MP = Manfaat Pensiun
Fpe = Faktor Penghargaan dalam persentase (%)
MK = Masa Kerja
PDP = Penghasilan Dasar Pensiun bulan terakhir atau rata-rata
beberapa bulan terakhir/ gaji pokok
Contoh :
Menurut pandangan final earning pensiun plan adalah jika gaji
terakhir anda sebelum pensiun adalah Rp. 1.000.000,- sementara masa
kerja 20 tahun, maka anda akan memperoleh uang pensiun bulanan
sebesar 2,5 % x 20 x Rp 1 juta = Rp 500.000,-

14
Ibid, hlm. 339

10
2. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution Plan)
Dalam Undang-Undang, Program Pensiun Iuran Pasti didefinisikan
sebagai program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana
pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada
rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun.15 Program
Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yaitu program pensiun yang menetapkan
besarnya iuran karyawan dan perusahaan (pemberi kerja). Sementara itu,
benefit yang akan diterima karyawan dihitung berdasarkan akumulasi
iuran ditambah dengan hasil pengembangan atau investasinya.16
Perhitungan menggunakan rumus sekaligus bagi PPIP adalah sebagai
berikut :

IP = 7,5% x PDP

Dimana :
IP = Iuran Pensiun
PDP = Penghailan Dasar Pensiun/ gaji pokok
Contoh :
jika gaji terakhir anda sebelum pensiun adalah Rp. 1.000.000,- maka
anda akan membayar uang pensiun iuran sebesar 7,5% x Rp. 1 jt = Rp.
75.000

C. MANAJEMEN KEKAYAAN DANA PENSIUN


Pendanaan suatu program pensiun apakah dalam rangka memenuhi
ketentuan atau untuk tujuan pengelolaan manajemen keuangan akan
menyebabkan terjadinya akumulasi kekayaan yang nantinya digunakan untuk
membayar manfaat pensiun dan biaya administrasi. Penggunaan secara
produktif atas kekayaan dana pensiun akan mengurangi biaya- biaya langsung

15
UU No. 11 Tahun 1992 Pasal 1 Butir 8
16
Nurul Huda, Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoritis dan Praktik, (Jakarta :
Kencana, 2010), hlm. 338

11
suatu program pensiun manfaat pasti dan meningkatkan manfaat pensiun
yang dapat dibayarkan bagi pensiun iuran pasti.
Dana pensiun biasanya mengembangkan suatu kebijakan investasi secara
tertulis dalam pengelolaan kekayaannya. Namun tidak semua program
pensiun memiliki kebijakan investasi formal, kalaupun ada biasanya relatif
sederhana dan banyak yang didelegasikan kepada perusahaan investasi atau
perusahaan asuransi.17
Investasi dana pensiun secara umum diarahkan pada deposito berjangka
di bank, deposito on call pada bank, sertifikat deposito pada bank, obligasi
yang tercatat di bursa efek, tanah, bangunan, reksadana, Sertifikat Bank
Indonesia, surat berharga, saham, surat pengakuan utang badan hukum RI,
penyertaan atau penempatan langsung pada badan hukum RI.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.010/2008
tentang Investasi Dana Pensiun dapat melakukan investasi dananya pada :
1. Surat berharga negara
2. Tabungan pada bank
3. Deposito berjangka pada bank
4. Deposito on call pada bank
5. Sertifikat deposito pada bank
6. Sertifikat bank Indonesia
7. Saham yang tercatat di bursa efek di Indonesia
8. Obligasi yang tercatat di bursa efek di Indonesia18

D. MEKANISME DPLK SYARIAH


Prosedur yang harus dilalui oleh peserta program DPLK syariah,
umumnya adalah :
1. Peserta merupaka perorangan atau badan usaha
2. Usia minimal 18 tahun atau telah menikah
3. Mengisi formulir pendaftaran kepesertaan DPLK syariah
4. Iuran bulanan dengan minimum jumlah tertentu, misalnya Rp 100.000

17
Andri, Soemitra. Op.Cit. hlm 296
18
Ibid, hlm. 297

12
5. Menyerahkan kopian kartu identitas diri dan kartu keluarga
6. Membayar biaya pendaftaran
7. Membayar iuran tambahan berupa premi bagi peserta program dana
pensiun plus asuransi jiwa
8. Memenuhi semua akad yang ditetapkan oleh DPLK syariah19
Umumnya, produk dana pensiun yang ditawarkan oleh DPLK syariah
menawarkan produk pensiun dengan konsep tabungan dan produk pensiun
plus asuransi jiwa. Karakteristik produk dana pensiun dengan konsep
tabungan antara lain :
1. Berbentuk setoran tabungan dengan jadwal penarikan diatur dalam
ketentuan
2. selama masa kepesertaan tidak dilindungi oleh asuransi jiwa
3. Manfaat pensiun sebesar total iuran dan hasil investasinya

Sedangkan karakteristik produk dana pensiun plus asuransi jiwa antara


lain :
1. Berbentuk setoran tabungan dengan jadwal penarikan diatur dalam
ketentuan
2. Selama masa kepesertaan dilindungi asuransi jiwa
3. Manfaat pensiun yang akan diterima adalah sebesar :
 Manfaat asuransi apabila peserta meninggal dunia sebelum
memasuki usia pensiun
 Total iuran ditambah hasil investasinya apabila telah memasuki usia
pensiun

Para peserta DPLK syariah memiliki beberapa hak, antara lain :


1. Menetapkan sendiri usia pensiun, umumnya antara usia 45 s.d. 65 tahun
2. Bebas menentukan pilihan atau perubahan jenis investasi
3. Melakukan penarikan sejumlah iuran tertentu selama masa kepesertaan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku

19
Ibid, hlm. 299

13
4. Mendapatkan informasi saldo dana pensiun / statement setiap periode
tertentu, misalnya 6 bulan atau melalui telepon setiap saat diinginkan
5. Menunjuk dan mengganti pihak yang ditunjuk sebagai ahli warisnya
6. Memilih perusahaan asuransi jiwa guna memperoleh pembayaran dan
pensiun bulanan
7. Mengalihkan kepesertaan ke DPLK lain
8. Memperoleh manfaat pensiun20

E. PERMASALAHAN ATAU HAMBATAN DALAM DANA PENSIUN


Pada prinsipnya setiap karyawan bisa menjadi peserta atau anggota dana
pensiun, asal memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Penetapan syarat
tersebut sangat tergantung pada keputusan organisasi tempat yang
bersangkutan bekerja. Walaupun secara umum penegasan tentang peserta
dana pensiun ini telah dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun
1992.
Bagi mereka yang bekerja di instansi pemerintah atau diperusahaan yang
memiliki reputasi bagus tentunya konsp tentang dana pensiun sudah
dijelaskan semenjak awal sekali ketika mereka bekerja. Karena penjelasan
semenjak awal bertujuan untuk memberikan kejelasan secara baik dan tegas
kepada para peserta agar merasa yakin terhadap maa depan mereka nanti
ketika bekerja disana.21
Perlu diketahui bahwa menyangkut dengan data yang bersifat
administrasi maka itu harus bersifat otentik dan dinyatakan dalam bentuk
tertulis atau bersifat hitam diatas putih. Karena seluruh pembuatan bersifat
jangka panjang dimana bisa saja pembuatan keputusan pada saat ini namun 5
atau 10 tahun lagi ia telah pensiun maka jika ada beberapa data yang tidak
jelas atau dianggap bersifat pemalsuan maka jelas akan menimbulkan
masalah dikemudian hari, dan yang disayangkan adalah karyawan yang
bersangkutan itu nantinya.

20
Ibid, hlm. 300
21
Irham Fahmi, Op.cit, hlm.180

14
Memang ada temuan kasus yang ditemui seperti data peserta yang
diajukan bahwa ia telah menikah namun ternyata krtika dilakukan
pengecekan belum menikah atau masih single. Dan seluruhdata yang
menjelaskan ia telah menikah dalam bentuk surat dan buku nikah adalah
palsu.
Kasus lain juga bisa terjadi pada data ahli waris penerima pensun.
Dimana ternyata yang bersangkutan telah bercerai dengan istrinya dan tidak
memilki anak namun dalam biodata ia menyatakan meiliki anak dan istri.
Sehingga jika suatu saat ini meninggal maka uang pesangon pensiun akan
diterima oleh orang yang ternyata bukan anak dan istrinya. Jelas ini suau
kejahatan tersembunyi dan merugikan negara.22

22
Ibid., hlm. 181

15
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan,
yaitu :
1. Dana Pensiun ialah badan hukum yang mengelola dan menjalankan
program yang menjanjikan manfaat pensiun.
2. Tujuan dari penyelenggaraan dana pensiun adalah salah satunya adalah
sebagai kewajiban moral bagi perusahaan untuk mengayomi
karyawannya agar aryawan memiliki motivasi dalam melaksanakan
tugas-tugasnya.
3. Jenis dana pensiun terdiri atas dana pensiun dari pemberi kerja
(perusahaan) serta dari lembaga keuangan yang bergerak dalam
penghimpuan dana pensiun seperti asuransi dan lembaga keuangan
lainnya.
4. Dalam memanajemen dana pensiun kita pengelola harus memperhatikan
strategi dan kebijakan investasi, pokok-pokok kebijakan investasi, tingkat
keuntungan serta jenis-jenis investasi yang akan dilakukan agar dana
pensiun tersebut bisa berjalan dengan lancar dan bisa memenuhi
kebutuhan para peserta dana pensiun.
5. Dana DPLK syariah masih terbatas di Indonesia, produk masih di batasi
pada bank dan asuransi syariah tertentu.

B. Saran
Penulis mengetahui bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaannya, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik serta saran
yang membangun untuk perbaikan penulisan makalah selanjutnya.

16
DAFTAR PUSTAKA

Edwin, Mustafa. Pengenalan Eksklusif : Ekonomi Islam. Jakarta : Kencana


Prenada Media Group.2010.
UU No. 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun
Fahmi, Irham. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Bandung : Alfabeta. 2014
Rivaidkk, Veithzal. Bank and Financial Institution Management. Jakarta: PT Raja
GrafindoPersada. 2007.
Soemitra, Andri. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group. 2009.
Triandaru, Sigit. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi 2. Jakarta :
Salemba Empat. 2006.
Huda, Nurul. Lembaga Keuangan Islam TinjauanTeoritis dan Praktik. Jakarta :
Kencana. 2010.

17