Anda di halaman 1dari 17

ANUITAS BIASA

Makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika Keuangan


Dosen pengampu: Eni Susilowati

Disusun oleh :
Mita Ambarsari (1741143224)
Mufidatul Faiqoh (1741143229)

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH 3 F


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
TAHUN AKADEMIK 2015-2016
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Swt. atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dan tak lupa sholawat serta salam semoga tetap
tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW. kepada keluarganya dan para
sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka sampai hari
kiamat.
Dengan selesainya pembuatan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Dr.Maftuhin, M.Ag, selaku rector IAIN Tulungagung
2. Eni Susilowati selaku dosen pengampu mata kuliah Matematika
Keuangan.
3. Serta semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian makalah ini
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan apabila ada
salah kata dalam penulisan makalah ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya, dan
mengharapkan kritik dan saran agar kekurangan dan kelemahan yang ada tidak
sampai terulang dalam pembuatan makalah selanjutnya.

Tulungagung, 09 Oktober 2015

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................
Kata Pengantar ................................................................................................. i
Daftar Isi .......................................................................................................... ii
BAB 1. PENDAHULUAN
A. Latar belakang .............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 1
C. Maksud dan Tujuan Penulisan...................................................... 1
BAB 2. PEMBAHASAN
A. Definisi anuitas .............................................................................. 2
B.Persamaan anuitas nilai sekarang ................................................... 2
C. Mengnghitung besar cicilan ........................................................... 4
D. Menghitung jumlah periode........................................................... 7
E. Menghitung tingkat bunga ............................................................. 8
F.Perpetuitas ....................................................................................... 12
BAB 3. PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................... 13

Daftar Pustaka ..................................................................................................

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini semakin banyak yang menabung dibank karena menghindari
dari keborosan dan juga untuk menghemat, dan apalagi dengan iming-iming
disetiap bank berupa hadiah, baik itu berbentuk uang sebesar Rp 50.000.000
sekali saja pada hari ini atau menerima Rp 1.000.000 setiap bulan seumur hidup.
Untuk menentukan hadiah mana yang dipilih, maka kita membutuhkan
pemahaman mengenai konsep anuitas. Pada dasarnya, yang harus dilakukan
dalam kasus ini adalah menghitung nilai sekarang dari hadiah kedua yaitu Rp
1.000.000 setiap 3 bulan seumur hidup dan membandingkannya dengan Rp
50.000.000 hari ini. Karena kita akan menerima, pasti jumlah yang lebih besar
yang akan kita pilih. Ingat bahwa asumsi manusia adalah makhluk rasional selalu
ada dalam matematika keuwangan walaupun tidak dinyatakan ssecara eksplisit.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksut dengan anuitas?
2. Bagaimana perhtungan anuitas nilai sekarang?
3. Bagaimana menghitung besanya cicilan?
4. Bagaimana menghitung jumlah periode?
5. Bagaimana menghitung tingkat bunga?
6. Apa itu perpetuitas?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian anuitas.
2. Untuk mengetahui perhitungkan anuitas nilai sekarang.
3. Untuk mengetahui perhitungan besarnya cicilan.
4. Untuk mengetahui perhitungan jumlah periode.
5. Untuk mengetahui tingkat bunga.
6. Untuk mengetahui perpetuitas.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Anuitas.
Anuitas adalah suatu rangkaian pembyaran/penerimaan seejumlah uang,
umumnya sama besar, dengan periode waktu yang sama untuk setiap
pembayaran. Pembayaran bunga pinjaman, bunga deposito, bunga oblogasi,
cicilan kredit rumah, cicilan kredit mobil atau motor, adalah beberapa contoh
anuitas. Persamaan-persamaan untuk anuitas diturunkan dengan menggunakan
asumsi perhitungan bunga adalah dengan bunga majemuk.
Anuitas secara garis besar dapat dibagi tiga anuitas biasa (ordynary
annuity) yaitu jika pembayaran dilakukan setiap akkhir periode, anuitas di muka
(annuity due) yaitu jika pembayaran dilakukan setiap awal periode, dan anuitas
ditunda (deferred annuity) dimulai setelah beberapa periode.1

B. Persamaan Anuitas Nilai Sekarang


Nilai sekarang anuitas adalah nilai sekarang dari serangkaian pembayaran
atau penerimaan ( arus kas ) masa depan dengan jumlah pembayaran atau
penerimaan yang sama besarnya setiap periode, dalam jangka waktu nilai
periode.2
Secara matematis, nilai anuitas sekarang dapat dirumuskan dengan:
(1−(1+𝑖)−𝑛 )
PV = A
𝑖

Keterangan:
PV = Present Value atau nilai di awal periode atau nilai sekarang
i = tingkat bunga per periode
n = jumlah periode
A = anuitas atau pembayaran per periode
(1−(1+i)n )
dalam persamaan di atas disebut faktor anuitas nilai sekarang dan
𝑖

dinotasikan dengan a n̚ i

1
Budi Frensidi, 2008, Matematika Keuangan, Jakarta, penerbit Salemba 4.h.98.
2
Budi Frensidy, Matematika Keuangan edisi 3, (Jakarta: Salemba Empat,2010), hlm. 63.

2
Contoh:
1. Hitung nilai sekarang dari uang Rp 1.000.000 yang diterima setiap tahun
selama 5 tahun mulai 1 tahun lagi jika tingkat bunga yang relevam adalah
15% p.a.

Jawab:
Soal di atas dapat diselesaikan dengan menghitung nilai sekarang satu per satu,
yaitu present value dari Rp 1.000.000 setahun lagi, Rp 1.000.000 dua tahun lagi,
dan seterusnya, kemudian hasilnya kita jumlahkan.

Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000


PV = + + +
(1 + 0,15)1 (1 + 0,15)2 (1 + 0,15)3 (1 + 0,15)4
Rp 1.000.000
+
(1 + 0,15)5
= Rp 869.562,22 + Rp 756.143,67 + Rp 657.516,23 + Rp 571.753,25 +
Rp 497.176,74
= Rp 3.352.155,11
Akan tetapi akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal di atas
denganmenggunakan persamaan anuitas sepanjang memenuhi persyaratan anuitas,
yaitu jumlahnya sama besar Rp 1.000.000 dan interval waktunya juga sama, yang
setiap tahun. Penggunaan persamaan anuitas ini akan memberikan hasil yang
sama tetapi jauh lebih praktis dan cepat.
Diketahui:
i = 15% = 0.15
A= Rp 1.000.000
n= 5 tahun
PV?
Jawab:
(1−(1+𝑖)−𝑛 )
PV = A
𝑖
(1−(1+0,15)−5
= x Rp 1.000.000
0,15

= 3,352155098 x Rp 1.000.000
= Rp 3.352.155,10

3
2. Sebuah pinjaman dikenakan bunga 18% p.a. dan dapat dilunasi dengan 12 kali
cicilan masing-masing Rp 10.000.000 per tahun. Berapa besar pinjaman
tersebut?
Jawab:
A= Rp 10.000.000
i = Rp 18% = 0,18
n=12

(1−(1+𝑖)−𝑛 )
PV = A
𝑖
(1−(1+0,18)−12 )
= x Rp 10.000.000
0,18

= Rp 47.932.249

C. Menghitung Besar Cicilan


(1−(1+𝑖)−𝑛 )
Dari persamaan di atas (PV = A), kita dapat menurunkan persamaan
𝑖

baru untuk mencari cicilan atau angsuran, yaitu A.

Rumus:
PV = a n̚i x A
(1−(1+i)−n )
= xA
𝑖
PV
A = a n̚i
PV
A = (1−(1+i)−n ) /𝑖

Contoh:
1. Rina meminjam uang sebesar Rp 10.000.000 dengan bunga 12% p.a. Jika
pinjaman tersebut harus ia lunasi dalam 24 kali cicilan bulanan, berapa
besarnya cicilan yang harus ia bayar setiap bulannya?
Jawab:
PV = Rp 10.000.000
n = 24
12%
i = = 1% = 0.01
12

4
PV
A =
𝑎 24 ̚1%
𝑅𝑝 10.000.000
= a 24 ̚1%

A = Rp.470.734,72

2. Sepasang pengantin baru berniat membeli sebuah rumah dengan


menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dari sebuah bank.
Rumah yang akan mereka beli berharga tunai Rp 300.000.000 dan KPR bank
mensyaratkan uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% dari harga
rumah tersebut dan pembeli dikenakan bunga 15% p.a. untuk sisanya.
Apabila pasangan tersebut ingin melunasi KPR nya dalam 60 bulan, berapa
angsuran per bulan yang harus mereka bayar?

Jawab:
Harga rumah =Rp 300.000.000
Uang muka =30% x Rp 300.000.000
= Rp 90.000.000
KPR yang harus diangsur = Rp 300.000.000-Rp 90.000.000
= Rp 210.000.000
PV = Rp 210.000.000
n = 60
i = 15%/12 = 1,25% =0,0125

A = PV/ a n ̚ i
Rp 210.000.000
= (1−(1+0,0125)−60 )/0.0125

=Rp 4.995.885,32
3. Sebuah mobil minibus berharga tunai Rp 80.000.000. untuk pembelian secara
kredit, pak Ali harus menyiapkan uang muka sebesar 20% dan melunasinya
dalam waktu 36 kali angsuran dengan bunga 21% p.a.
a. Berapa besarnya angsuran per bulan?
b. Berapa saldo utang pada akhir tahun pertama?
c. Berapa besarnya pokok utang yang dilunasi selama tahun kedua?

5
d. Berapa besarnya bunga yang dibayarkan pada tahun kedua?
Jawab:
a. Besarnya pinjaman = 80% x Rp 80.000.000= Rp 64.000.000
PV = Rp 64.000.000
21%
i = = 1,75% = 0,017
12

n = 36
PV
A = an̚𝑖
Rp 64.000.000
=
a 36̚ 1,75%
Rp 64.000.000
=
(1−(1+0,0175)−36 /0,0175

= Rp 2.411.204,31
b. Saldo utang pada akhir tahun pertama adalah nilai sekarang dari sisa 24
angsuran Rp 2.411.204,31 per bulan.
PV = Rp 2.411.204,31 x a 24̚ 1,75%
= Rp 46.923.689,1
c. Pokok utang yang dilunasi selama tahun ke dua adalah saldo utang di akhir
tahun pertama dikurangi dengan saldo utang tahun kedua adalah saldo
utang di akhir tahun pertama dikurangi dengan saldo utang akhir tahun
kedua.
Saldo utang akhir tahun kedua = a12̚ 1,75% x Rp 2.411.204,31
= Rp 25.895.248,49
Jadi pokok utang yang dilunasi selama tahun kedua adalah sebesar:
= Rp 46.923.689,1-Rp 25.895.248,49
= Rp 21.028.440,61
d. Bunga yang dibayarkan selama tahun kedua adalah total angsuran yang
dibayarkan selama tahun kedua dikurangi dengan pelunasan pokok utang
selama tahun kedua.
Jadi bunga yang dibayarkan selama tahun kedua adalah:
= (12 x Rp 21.028.440,61) – Rp 21.028.440,61
= 7.906.011,11

6
D. Menghitung Jumlah Periode
Dari persamaan diatas, kita dapat menurunkan persamaan untuk mencari
jumlah periode atau n dengan cara sebagai berikut:
(1 − (1 + 𝑖)−𝑛 )
𝑃𝑉 = 𝐴
𝑖

𝑃𝑉 (1 − (1 + 𝑖)−𝑛 )
=
𝐴 𝑖

𝑃𝑉 .𝑖
(1-(1+i))-n) = 𝐴
𝑃𝑉.𝑖
1- = (1 + 𝑖)−𝑛
𝐴

𝑃𝑉.𝑖
Log(1 − ) = log(1 + 𝑖)−𝑛
𝐴

𝑃𝑉.𝑖
𝑙𝑜𝑔(1− )
𝐴
-n= log(1+𝑖)
𝑃𝑉.𝑖
𝑙𝑜𝑔(1− )
𝐴
n= log(1+𝑖)

Contoh:
KPR sebesar Rp 210.000.000 dikenakan bunga 18% p.a. jika besarnya
angsuran per bulan adalah Rp 3.783.889,18, dalam berapa lama KPR
tersebut akan lunas?
Jawab:
PV= Rp 210.000.000
18%
i= = 1,5% = 0,015
12

A= Rp 3.783.889,18
𝑃𝑉.𝑖
𝑙𝑜𝑔(1−(1− ))
𝐴
n= −
log(1+𝑖)
210.000.000.×0.015
𝑙𝑜𝑔(1−(1− ))
𝑅𝑝 3.783.889,18
n= −
log(1+0,015)
log 0,167523188
n= -
log 1,015
(−0,77592507)
n=
0,00646604

7
n= 120 bulan atau 10 tahun.
Jadi, KPR tersebut akan lunas dalam 120 bulan atau 10 th.
E. Menghitung Tingkat Bunga
Sampai saat ini kita sudah mendapatkan persamaan untuk menghitung
nilai sekarang (PV), angsuran (A), atau lamanya periode (n). Untuk mencari
tingkat bunga per periode (i). Yang dapat kita lakukan untuk mencari i jika
diberikan variabel lainnya (PV, A, dan n) adalah mencoba satu nilai i yang bsa
memenuhi persamaan diatas.
Apabila nilai i tidak memenuhi, kita dapat mencoba nilai i yang baru dan
demikian seterusnya hingga kita mendapatkan nilai i yang memenuhi
peersamaan. Pencarian nilai i seperti ini disebut dengan metode trial and error,
yang artinya coba, kalau kalah, coba yang lain. Oleh karena itu, dalam mencari
nilai i diperlukan waktu yang re;atif lebih lama dibangdingkan dengan mencari
variabel lain karena tidak ada persamaan eksplisit dengan i disebelah kiri dan
variabel lainnya (kecuali i) disebelah kanan.
Contoh:
Sebuah perhiasan bernilai Rp 30.000.000 tunai dapat dibeli dengan 12
kali angsuran bulanan masing-masing sebesar Rp 2.758.973,49.
Beerapakah tingkat bunga yang dikenakan?

Jawab:

Pertama, kita harus mencoba satu nilai i tertentu, misalkan 18% p.a.
atau 1,5%per bulan dan mencoba memasukkannya ke persamaan
diatas.

i= 1,5%=0,015

A= Rp 2.758.973,49

PV= Rp 30000000

n= 12

(1−(1+𝑖)−𝑛
PV= 𝐴
𝑖

8
(1−(1+0,015)−12
PV= × 𝑅𝑝 2.758.973,49
0,015

PV= Rp 30.093.517,7

Ternyata PV ≠ Rp 30.000.000 sehingga kita harus mencoba i yang baru.


Karena PV yang didapat > Rp 30.000.000 maka kita harus mencoba dengan nilai i
yang lebih lagi, misalkan 19% p.a.

19%
i = 0,0158333 12

A = Rp 2.758.973,49

PV = Rp 30.000.000

n = 12

(1−(1+𝑖)−𝑛 )
PV = 𝐴
𝑖

(1−(1+0.0158333)−12
PV = × 𝑅𝑝 2.758.973, 49
0,0158333

PV = Rp 29.937.889,81

Ternyata PV ≠ Rp 30.000.000 sehingga kita harus mencoba i yang baru.


Karena PV yang didapat < Rp 30.000.000 dengan i= 19% p.a dan PV yang
didapat > Rp 30.000.000 dengan i =18% p.a., maka kita dapat ambil kesimpulan
bahwa tingkat bunga berada diantara 18% dan 19% p.a. selanjutnya, kita bisa
mencoba misalkan 18,6% p.a. atau 1,55% per bulan.

i = 0,0155

A = Rp 2.758.973,49

PV = Rp 30.000.0000

n = 12

(1−(1+𝑖)−𝑛)
PV = 𝐴
𝑖

9
(1−(1+0,0155)−12
PV = × 𝑅𝑝 2.758.973,49
0,0155

PV = Rp 30.000.000

Jadi, i = 1,55% per bulan atau 18,6% p.a.

Pencarian dengan trial and error seperti diatas memang sangat menyita
waktu tetapi untuk mereka yang sudah terbiasa menggunakan. Cara lain yang
dapat digunakan untuk mencari tingkat bunga per periode adalah dengan
menggunakan interpolasi linier. Disebut linier karena garis yang menghubungkan
dua titik obsevasi diasumsikan linier walaupun sebenarnya berupa kurva dan tidak
linier.

Jika menggunakan interpolasi setelah kita mendapatkan nilai sekarang dari i =


18% dan 19%, maka kita perlu menggambarkan grafik dan persamaan berikut ini:

Nilai i yang memberikan PV tepat Rp 30.000.000 adalah:

(30.093.517,2−30.000.000)
i = 18%+{((30.093.517,2−29.937.889,81)) × 1%}

93.517,2
i = 18% + ((155.627,39) × 1%)

i = 18,6009% atau 18,6%

10
sebuah telivisi dijual dengan harga tunai Rp 3000000 atau kredit dengan DP 30%
dan sisanya dilunasi dalam 8 kali angsuran bulanan sebesar Rp 325.000.
berapakah tingkat bunga yang digunakan?

Jawab:

Total utang adalah 70% dari 3.000.000 = Rp 2.100.000

PV=Rp 2.100.000

n= 8

A= Rp 325.000

(1−(1+𝑖)−𝑛 )
PV = 𝐴
𝑖

(1−(1+𝑖)−8 )
Rp 2.100.000 = × 𝑅𝑝 325.000
𝑖

Rp 2.100.000 (1−(1+𝑖)−8 )
=
𝑅𝑝 325.000 𝑖

(1−(1+𝑖)−8 )
6,461538 = 𝑖

11
Dengan acak (random), pertama kita mencoba mema kkan i = 4%, tetapi hasilnya
masih jauh di atas 6,46 sehingga kita naikkan menjadi 5% da hasilnya mendekati
yaitu 6,463213. Kita mencoba 5,1% dan mendapatkan 6,437166. Jadi, apabila
cukup dengan 1 angka demisal, i adalah 5,0%. Tetapi apabila kita ingin hasilnya
minimal 2 angka desimal, kita perlu melakukan interpolasi.

6,463213−6,461538
i = 5% + {(6,463213−6,437166) × (5,1% − 5%)}

0,001675
i = 5%+(( ) × 0,1%)
0,026047

i = 5,0064% atau 5,006%

akan sangat menghemat waktu jika i pertama yang kita coba adalah i yang paling
mendekati pada tabel anuitas nilai sekarang (PV) dengan n yang sama, jika tabel
diberikan. Sebagai pegangan, tingkat bunga efektif adalah 1,5× sampai 2x tingkat
bunga flat.

F. Perpetuitas
Kembali pada pertanyaan pembuka diawal bab ini, berapakah nilai sekarang dari
Rp 1.000.000 setiap 3 bulan seumur hidup mulai 3 bulan lagi? Hal ini adalah
contoh anuitas tak terhingga atau perpetuiatas (perpetual annuity) dan
perhitungan untuk mendapatkan nilai sekarang dari anuitas tak terhingga ternyata
sangatlah mudah, yaitu dengan menggunakan persamaan:
𝐴
𝑃𝑉 =
𝑖
Apabila tingkat bunga yang relevan untuk digunakan dalam menjawab
pertanyaan diatas adalah 12% p.a., maka nilai sekarang dari Rp 1.000.000 setiap
3 bulan adalah:

𝑅𝑝 1.000.000 𝑅𝑝 1.000.000
𝑃𝑉 = ( )=( ) = 𝑅𝑝 33.333.333,33
12% 3%
( 4 )

Jadi, hadiah yang harus dipilih adalah hadiah Rp 50.000.000 saja pada hari ini
karena nilai sekarangnya lebih besar.

12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anuitas adalah suatu rangkaian pembyaran/penerimaan seejumlah uang,
umumnya sama besar, dengan periode waktu yang sama untuk setiap
pembayaran.
Secara matematis, nilai anuitas dapat dirumuskan dengan:
(1−(1+𝑖)−𝑛 )
PV = A
𝑖

Keterangan:
PV = Present Value atau nilai di awal periode atau nilai sekarang
i = tingkat bunga per periode
n = jumlah periode
A = anuitas atau pembayaran per periode
(1−(1+i)n )
dalam persamaan di atas disebut faktor anuitas nilai sekarang dan
𝑖

dinotasikan dengan a n̚ i

13
DAFTAR PUSTAKA

Frensidy ,Budi. 2010. Matematika Keuangan edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.