Anda di halaman 1dari 6

3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Laju Alir Fluida


Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk (distorsi) secara
permanen. Bila kita mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam
fluida tersebut akan terbentuk lapisan-lapisan di mana lapisan yang satu akan
mengalir di atas lapisan yang lain, sehingga tercapai bentuk baru. Selama perubahan
bentuk tersebut, terdapat tegangan geser (shear stress), yang besarnya bergantung
pada viskositas fluida dan laju alir fluida relatif terhadap arah tertentu. Bila fluida
telah mendapatkan bentuk akhirnya, semua tegangan geser tersebut akan hilang
sehingga fluida berada dalam keadaan kesetimbangan. Pada temperatur dan tekanan
tertentu, setiap fluida mempunyai densitas tertentu. Jika densitas hanya sedikit
terpengaruh oleh perubahan yang suhu dan tekanan yang relatif besar, fluida tersebut
bersifat incompressible. Tetapi jika densitasnya peka terhadap perubahan variabel
temperatur dan tekanan, fluida tersebut digolongkan compresible. Zat cair biasanya
dianggap zat yang incompresible, sedangkan gas umumnya dikenal sebagai zat yang
compresible (Wibowo, 2013).

2.2 Pengukuran Aliran Fluida


Agar dapat melakukan pengendalian atas proses-proses industri, kuantitas
bahan yang masuk dan keluar dari proses itu perlu diketahui. Oleh karena
kebanyakan bahan ditransportasi dalam keadaan fluida bilamana mungkin, maka
penting sekali mengukur laju aliran fluida di dalam pipa atau saluran. Berikut ini
adalah beberapa alat ukur fluida yang ada:
1. Meteran Venturi
Tabung Venturi mempunyai bentuk seperti pada gambar dibawah. Pada
sekeliling pipa sering dibuat lubang-lubang yang jalan keluarnya dijadikan satu dan
dihubungkan dengan pengukuran tekanan disebut cincin piezometer. Dengan
demikian tekanan yang diukur merupakan tekanan rata-rata sehingga pengukuran
menjadi lebih teliti (Yunita, 2012).
4

Gambar 2.1 Tabung Venturi


(Yunita, 2012)
2. Meteran Orifis
Plat Orifice merupakan aliran yang paling murah, paling mudah
pemasangannya, tetapi keakuratannya kurang baik di antara pengukuran-
pengukuran aliran jenis Head Flow Meter. Plat Orifice merupakan plat berlubang
dengan pinggiran yang tajam. Plat ini terbuat dari bahan-bahan yang kuat. Selain
terbuat dari logam, ada juga orificenya yang terbuat dari plastik agar tidak
dipengaruhi oleh fluida yang mengalir, erosi atau korosi (Yunita, 2012).

Gambar 2.2 Meteran Orifis


(Yunita, 2012)
3. Tabung Pitot
Tabung Pitot berbeda dengan ketiga Head Flow Meter yang telah diterangkan
sebelumnya untuk mengukur debit atau laju aliran, maka Tabung Pitot ini
merupakan pengukuran untuk kecepatan fluida mengalir. Prinsip kerjanya hampir
sama dengan penghalang yang lain (Yunita, 2012).

Gambar 2.3 Tabung Pitot


(Yunita, 2012)
5

4. Flow Nozzle
Flow Nozzle mempunyai bentuk yang lebih sederhana bila dibandingkan dengan
Tabung Venturi, seperti terlihat pada gambar dibawah :

Gambar 2.4 Flow Nozzle


(Yunita, 2012)
Flow Nozzle ini mempunyai ketelitian yang lebih rendah bila dibandingkan dengan
tabung venturi, juga harganya lebih murah. Berbeda dengan tabung venturi yang dalam
pemasangannya menggunakan pipa saluran, maka pemasangan Flow Nozzle dapat
dilaksanakan tanpa mengganggu sambungan pipa (Yunita, 2012).

2.3 Persamaan Kontinuitas


Salah satu gagasan dibalik persamaan kontinuitas dari mekanika fluida,
sebelum membahas hal itu sehubungan dengan sistem kardiovaskular. Massa fluida
bergerak tidak berubah ketika mengalir. Hal ini menyebabkan hubungan kuantitatif
penting yang disebut persamaan kontinuitas. Kecepatan fluida pada bagian ini adalah
v1 dan v2, masing-masing. Tidak ada cairan mengalir kedalam atau keluar di sisi
tabung karena kecepatan fluida bersinggungan dengan dinding pada setiap titik di
dinding. Selama interval waktu kecil dt, fluida pada A1 bergerak sejauh v1 dt,
sehingga tinggi cairan silinder v1 dt dan volume dv1 = A1v1 dt mengalir ke dalam
tabung di A1. Selama pada interval yang sama, volume silinder dv 2 = A2v2 dt
mengalir keluar dari tabung di A2. Mari kita pertama mempertimbangkan kasus
cairan mampat sehingga kepadatan ρ memiliki nilai yang sama di semua titik. Massa
m1 mengalir ke tabung di A1 dalam waktu dt sehingga dm1 = ρA1v1 dt. Demikian
pula, massa dm2 = ρA2v2 dt. Dalam aliran massa total dalam tabung adalah konstan,
sehingga dm1 = dm2 dan ρA1v1 dt = ρA2v2 dt atau, persamaan kontinuitas, cairan
mampat:
A1v1 = A2v2 (Taura, 2012)
6

Produk Av adalah laju aliran volume dv/dt, tingkat di mana volume yang
melintasi bagian tabung; laju aliran volume:
dv
 Av (Taura, 2012)
dt
Laju aliran massa adalah aliran massa per satuan waktu melalui penampang. Ini

dv
sama dengan densitas (ρ) kali volume laju aliran ( ) (Taura, 2012).
dt
Adapun gambar 2.1 menunjukkan tabung aliran untuk membuktikan persmaan
kontinuitas:

Gambar 2.5 Tabung Aliran


(Taura, 2012)

2.4 Bilangan Reynold


Terdapat empat besaran yang menentukan apakah aliran tersebut digolongkan
aliran laminier ataukah aliran turbulen. Keempat besaran tersebut adalah besaran
massa jenis air, kecepatan aliran, kekentalan, dan diameter pipa. Kombinasi dari
keempatnya akan menentukan besarnya bilangan Reynold. Oleh sebab itu, bilangan
Reynold dapat dituliskan dalam keempat besaran tersebut sebagai bersyarat.
Re  ( pvD) / µ (Patil,
dkk., 2015)
Keterangan:
NRe = bilangan Reynold
D = diameter (m)
ρ = massa jenis fluida (kg/m3)
μ = viskositas fluida (Pas)
v = kecepatan rata-rata fluida (m/s)
Besarnya bilangan Reynold yang terjadi pada suau aliran dalam pipa dapat
menunjukkan apakah profil aliran tersebut luminer atau turbulen. Biasanya angka Rd
7

< 2000 merupakan batas aliran laminer dan angka lebih besar dari Rd > 4000
dikatakan aliran turbulen. Sedangkan Rd diantara keduanya dinyatakan sebagai
aliran transisi (Wibowo, 2013).

2.5 Aplikasi Aliran Fluida dengan Penampang Berubah


2.5.1 Aliran Laminar dan Turbulen Fluida Non - Newtonian dalam Saluran
Terbuka untuk Bentuk-Bentuk Penampang melintang yang Berbeda
Model baru untuk prediksi aliran laminar dan turbulen cairan non-newtonian
pada saluran terbuka dengan penampang melintang yang berbeda. diusulkan saluran
terbuka, flumes, launders digunakan dalam industri pertambangan untuk mengangkut
slurries non- newtonian ke area yang tailings.perancangan dari saluran ini tidak
mudah terutama karena perubahan dari sifat material yang mempengaruhi reologi
dan perubahan dalam bentuk saluran. Meskipun kumpulan data tersedia untuk aliran
non- newtonian dalam saluran terbuka persegi panjang dan saluran terbuka setengah
lingkarang, tidak ada yang tersedia untuk aliran non-newtonian di saluran terbuka
segitiga dan trapesium aliran dan tiga aliran yang berbeda (lautan karboksimetil
selulosa encer dan keolin dan suspensi bentonit) diselidiki dalam saluran terbuka
dengan empat penampang berbeda (persegi panjang, setengah lingkaran, trapesium
dan segitiga) pada kemiringan bervariasi 1 hingga 5 0. Lebar saluran berkisar antara
75 hingga 300 mm. Model laminar yang baru memberikan pencocokan yang lebih
dekat ke data dibandingkan model yang diterbitkan sebelumnya. Selama pengukuran
aliran, karakteristik reologi dari cairan tersebut juga dilakukan menggunakan sebuah
viskometer in-line dengan tiga diameter tabung yang berbeda. kurva aliran untuk
masing-masing ketiga diameter tabung ditemukan bertepatan, yang mengindikasikan
tidak ada slip dinding untuk ketiga cairan pada berbagai studi konsentrasi.
Bagaimanapun, adanya tegangan luluh masih menghadirkan sebuah masalah yang
membuat prediksi aliran dalam aliran laminar untuk fluida tersebut tidak terlalu
akurat. Model baru untuk aliran turbulen memberikan kecocokan terbaik pada data
aliran dibanding dengan lima model sebelumnya, yang jatuh di dalam margin error
30%. Keuntungan tertentu dari kedua model baru adalah dapat diaplikasikan untuk
semua cairan berbeda dan keempat bentuk penampang melintang saluran terbuka
(Burger, dkk., 2015).
8

Gambar 2.5 Flowsheet Aliran Laminar dan Turbulen Fluida Non- Newtonian dalam
Saluran Terbuka untuk Bentuk-bentuk Penampang Melintang yang Berbeda
(Burger, dkk., 2015)