Anda di halaman 1dari 3

1.

Jelaskan tujuan akuntansi keuangan bagi Bank dan Lembaga Keuangan


Syariah?

Tujuan Akuntansi keuangan bagi Bank atau biasa disebut Pedoman Akuntansi
Perbankan Indonesia (PAPI) sebagai berikut :

A. Menyusun Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi


dan Kredit
Dalam akuntansi perbankan atau akuntansi pada umumnya penyusunan laporan
keuangan dilakukan untuk memberikan informasi kepada pemangku kepentingan
dalam mengambil keputusan keuangan, yang pada industri perbankan sendiri
keputusan tersebut berupa pemberian kredit atau investasi.Informasi relevan tersebut
haruslah mudah dipahami oleh pelaku bisnis dan ekonomi, maupun pihak lain yang
berkepentingan didalamnya. Adapun pemangku kepentingan laporan keuangan
perbankan antara lain:
 deposan, penyimpan uang dibank dalam bentuk deposit
 kreditur, yang memberikan kredit
 pemegang saham
 otoritas pengawasan, dalam hal ini adalah Otoritas Jasa Keuangan Indonesia
 Bank Indonesia, sebagai chief perbankan di Indonesia

B. Penilaian Prospek Arus Kas


Laporan keuangan perbankan penting bagi para pemangku kepentingan dalam
memperkirakan jumlah, waktu, dan kepastian penerimaan kas bank yang
bersangkutan di masa depan.
Kas bank digunakan untuk membayar kewajibannya yang jatuh tempo seperti
pembayaran deviden, pembiayaan operasional, dan reinvestasi operasi bank.
Persepsi pemangku kepentingan terhadap kemampuan bank melunasi kewajibannya
akan mempengaruhi harga pasar modal bank yang bersangkutan.
Persepsi subjek pemangku kepentingan tersebut umumnya didasari dari harapan
atas pengembalian modal yang mereka tanamkan dan tingkat resiko yang harus
mereka tanggung.

C. Informasi Terhadap Sumber Daya Ekonomi Bank


Salah satu kewajiban bank adalah menyajikan sumber informasi terhadap sumber
daya ekonomi yang dimilikinya seperti, kewajiban bank untuk mengalihkan sumber
daya tersebut kepada entitas lain atau pemilik saham, serta kemungkinan terjadinya
transaksi atau peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut.

D. Keseragaman
Tujuan umum kedua adanya menciptakan standarisasi atau keseragaman dalam
penyusunan akuntasi perbankan dan penyusunan laporan keuangannya, yang
memudahkan dilakukannya perbandingan kinerja yang dilihat dari laporan keuangan
masing-masing bank.
E. Sebagai Acuan Minimum
Papi sendiri tidak bersifat mengikat namun ada hal-hal umum yang harus
dilakukan pleh industri perbankan Indonesia dalam menyusun laporan keuangan dan
akuntansinya.
Sumber : “https://jojonomic.com/blog/akuntansi-perbankan/

Tujuan akuntansi keuangan syariah adalah:

A. Menentukan hak dan kewajiban semua pihak, termasuk hak dan kewajiban yang
dihasilkan dari proses transaksi yang tidak lengkap dan kejadian lain, disesuaikan
dengan prinsip syariah Islam dan konsepnya tentang kewajaran, kedermawanan,
dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis Islami.

B. Memberikan kontribusi untuk menjaga aset-aset perbankan syariah. Hak-haknya,


dan hak-hak pihak lain dengan cara yang wajar.

C. Memberikan kontribusi dan peningkatan kerja manajerial dan kemampuan


produktif perbankan syariah serta mendorong kepatuhan terhadap tujuan dan
kebijakanorganisasi yang telah ditetapkan, dan di atas semuanya adalah
kepatuhan terhadap ketentuan syariah Islam dalam semua transaksi dan
kegiatannya.

D. Menyediakan, melalui laporan keuangan, informasi yang berguna bagi para


pengguna laporan keuangan, dan memungkinkan mereka untuk membuat
keputusan yang berdasar berkaitan dengan aktivitas yang berhubungan dengan
perbankan syariah.
Sumber : https://dosenakuntansi.com/tujuan-laporan-keuangan-syariah

2. Jelaskan jenis informasi yang harus tersedia pada laporan keuangan syariah
!
Jenis informasi yang harus tersedia adalah :

 Informasi keuangan.

Berdasarkan informasi keuangan, para pengguna dapat menjadikan laporan


keuangan sebagai rujukan atau bahan dalam pengambilan keputusan ekonomi,
seperti keputusan investasi oleh investor, keputusan ekspansi oleh manajemen
dan hal lainnya. Informasi keuangan ini disajikan dalam berbagai jenis laporan
keuangan seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya mengenai berbagai
jenis laporan.
 Informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah (sharia compliance)

Terkadang ada beberapa perusahaan yang mengklaim bahwa mereka merupakan


perusahaan syariah,namun masih banyak program yang dilakukan dengan
standar program keuangan konvensional. Hal ini akan merugikan perusahaan
yang memang menggunakan prinsip syariah. Contohnya, perlakuan pendapatan
bunga yang akan diperoleh oleh entitas syariah berasal dari dana sosial bukan
dari masing-masing nasabah atau partner transaksi. Dan hal ini harus diawasi oleh
Dewan Pengawas Syariah (DPS).

 Informasi mengenai pemenuhan tanggungjawab sosial

Informasi ini disajikan pada laporan sumber dan penyaluran dana zakat serta dan
laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan tersebut. Laporan keuangan
merupakan pemenuhan tanggung jawab sosial sehingga pelaksanaannya berjalan
dengan lancar.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka sebuah laporan keuangan
disajikan dalam beberapa bentuk meliputi:
 Aset
 Kewajiban
 Dana syirkah temporer
 Ekuitas
 Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian
 Arus kas
 Dana zakat dan
 Dana kebajikan
Sumber : https://dosenakuntansi.com/tujuan-laporan-keuangan-syariah

3. Jelaskan fungsi Baitul Maal wa Tamwil !


Baitul Maal wa Tamwil Memiliki dua fungsi yaitu :
1. Baitul maal (rumah harta), menerima titipan dana zakat, infak, dan sedekah
serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.
2. Baitut tamwil (rumah pengembangan harta), yang bertugas melakukan kegiatan
pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan
kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil dengan antera lain mendorong
kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Dalam
menjalankan usahanya, Baitut Tamwil menggunakan akad-akad (perjanjian)
transaksi bisnis yang berbasis syariah, Seperti model jual-beli (Murabahah,
Salam, dan Istishna) bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah), maupun sewa
(Ijarah).

Anda mungkin juga menyukai