Anda di halaman 1dari 2

2.

6 PEMBAHASAN

Praktikum pada kali ini dalah pengukuran porositas. Porositas adalah


perbandingan dari volume pori (Vp) batuan dengan volume bulk (Vb) batuan,
tujuan praktikum pada kali ini adalah untuk mengetahui besarnya porositas
berdasarkan volume pori (Vp) batuan, dan volume bulk (Vb) yang nantinya
diperoleh porositas efektif.

Pengukuran porositas menggunkan metode dengan meninmbang. Alat


yang digunakan yaitu timbangan digital dan vakum desikator. Timbangan
digunakan untuk mengetahui berat core sebelum dan sesudah dijenuhkan.
Penimbangan pertama adalah menimbang sampel core yang kering untuk
mengetahui beratnya lalu kemudian di masukkan ke dalam vacum desikator dalam
waktu 10 menit, dan timbang core didalam air, dan yang terakhir core jenuh di
timbang di udara. Sedangakan fungsi vacum desikator ini adalah untuk
memaksimalkan proses penjenuhan core sampai air tidak ada udara, untuk prinsip
kerjanya adalah dengan mengambil udara yang ada pada core.

Dari percobaan yang dilakukan didapatkan data berat core kering sebesar
29,47 gram, berat core jenuh di fluida sebesar 18 gram, dan berat core jenuh
diudara sebesar 33,51 gram. Setelah itu dapat dihitung Vb , Vp , dan porositas
efektif . volume total batuan (Vb) yang didapat sebesar 15,511 cc , untuk volume
pori-pori (Vp) sebesar 4,364. Kemudian dapat dihitung untuk porositas efektifnya
sebesar 28,13%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa percobaan kali ini porositas
termasuk kategori yang sangat baik. Karena berada dalam range >20%. Harga
porositas disini mempengaruhi faktor faktor seperti kompkasi, bentuk butir, dan
sementasi.

Aplikasi lapangan pada praktikum ini adalah untuk menghitung cadangan


OOIP, sebagai estimasi fluida didalam reservoir, dan digunakan untuk korelasi
logging yang melalui density log, porosity dan neutron log yang berfungsi untuk
memvalidasi hasil yang ada.
2.7 KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil data yang diperoleh :


 Volume total batuan (Vb) = 15,511 cc
 Volume Pori-Pori (Vp) = 4,364 cc
 Porositas efektif = 28,13%
2. Vakum desikator ini berfungsi untuk memaksimalkan proses
penjenuhan core sampai air tidak ada udara, memiliki prinsip kerja
dengan mengambil udara yang ada pada core.
3. Porositas yang diperoleh merupakan porositas pada range <20% atau
dapat dikatakan excellent karena mendapatkan hasil 28,13%
4. Aplikasi lapangannya adalah untuk mnrghitung OOIP, estimasi fluida
di reservoir, dan sebagai korelasi ketika logging.