Anda di halaman 1dari 27

Analisis Pemungutan Pajak UMKM pada Jasa Kurir dan

Aplikasi Belanja Online

PROPOSAL SKRIPSI

OLEH :

A’yun Barotuttaqiyyah

(17403163205)

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

OKTOBER 2019
Analisis Pemungutan Pajak UMKM pada Jasa Kurir dan
Aplikasi Belanja Online

PROPOSAL SKRIPSI

OLEH :

A’yun Barotuttaqiyyah

(17403163205)

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

OKTOBER 2019
BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Revolusi industri merupakan suatu perubahan dari cara hidup manusia dan
proses kerja secara fundamental kerja manusia. Kemajuan teknologi informasi bisa
memberi dampak positif dan negatif bagi kedisiplinan ilmu dan juga bisa
mengintegrasikan dunia kehidupan dengan digital. Perkembangan teknologi
informasi saat ini mengalami terobosan dimana teknologi komputer yang
mengadopsi keahlian seseorang kedalam aplikasi yang berbasis teknologi. Lahirnya
teknologi digital pada revolusi industri 4.0 berdampak pada kehidupan masyarakat
di dunia terutama di indonesia. Semua proses revolusi industri 4.0 dilakukan secara
otomatisasi didalam proses aktivasi. Selain menghubungkan manusia seluruh dunia
revolusi industri 4.0 juga menjadi suatu basis bagi proses transaksi perdagangan
dan transportasi secara online.1

Menurut data yang telah dihimpun di seluruh dunia, digitalisasi serta


penggunaan internet sudah mencapai lebih dari 70% bahkan di eropa juga telah
mencapai lebih dari 90%. Di indonesia sendiri saat ini telah mencapai 56%, yakni
143 juta jiwa. Dan dilihat dari angka 143 juta jiwa kebanyakan kaum milenial.
Jumlah ini di atas 60% dan setiap harinya terus meningkat. Dengan berkembangnya
teknologi digital tersebut banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk berbisnis
online.2

E-Commerce adalah sebutan paling populer dalam jual beli jasa/barang secara
online. Dalam prakteknya e-commerce dilakukan melalui market place (penyedia
layanan jual beli online di internet) seperti lazada, shopee dan tokopedia.3

Bisnis online kini telah menjamur dikalangan masyarakat terutama kaum


milenial. Berbisnis online seperti menjual produk, menerima jasa seperti jasa

1
Hamdan, JURNAL : Industri 4.0: Pengaruh Revolusi Industri Pada Kewirausahaan Demi Kemandirian Ekonom,
Universitas Serang Raya. Hlm, 2
2
https://www.kompasiana.com/sitifauzia/5c055a2512ae946cc214720b/perkembangan-ekonomi-digital-di-indonesia di
akses pada tanggal 21 oktober 2019 pukul 21.22
3
https://www.cermati.com/artikel/mengenal-macam-macam-pajak-untuk-bisnis-online di akses pada tanggal 22 oktober
2019 pukul 23.08
pengiriman barang secara online pun menjadi lebih mudah dan banyak
keunggulannya. Keuntungan dari bisnis online sendiri sangat menggiurkan
sehingga tidak heran jika pasar bisnis online semakin ramai dari waktu ke waktu.
Dapat kita lihat juga para pelaku UMKM dulunya mereka hanya menjual dengan
tatap muka secara langsung kini mereka mulai beralih ke media online dengan
berkembangnya zaman. Apalagi saat ini banyak pengguna gedget pintar. Dengan
berkembangnya pasar ekonomi digitalis tentunya negara juga mendapat
keuntungan sendiri. Perkembangan bisnis online yang sangat pesat dan pendapatan
yang besar pemerintah berinisiatif untuk memberikan pajak bagi pelaku bisnis
online. Aspek perpajakan transaksi e-commerce dan konvensional sama. Untuk
pajak penghasilan objeknya adalah penghasilan yang didapat melalui transaksi
online maupun offline. Sistem pajak online atau e-commerce sama dengan toko
retail yang membedakan adalah sarana dan medianya. Sekarang dalam membayar
pajak sendiri dapat dilakukan secara online dengan cara melapor ke pihak pajak
melalui E-Filling yang dapat diakses di website resmi pajak.4

Baru-baru ini peraturan pemerintah mengelurkan PP No. 23 Tahun 2018 tentang


Pajak Penghasilan dari usaha yang didapat dan diperoleh wajib pajak yang memiliki
peredaran bruto. Peraturan pemerintah yang terbaru ini adalah pengganti dari PP
No. 46 tahun 2013, ini merupakan potensi baru untuk meningkatkan penerimaan
pendapatan negara. Perubahan ini diberlakukan mulai tanggal 1 juli 2018. Di era
digital ini banyak sekali UMKM yang beralih ke media online. Banyaknya aplikasi
market place saat ini tentunya berdampak pada peningkatan jumlah UMKM di
dunia terutama di indonesia.5 Dengan di keluarkannya peraturan pemerintah yang
baru kepatuhan wajib pajak UMKM akan meningkat. Peredaran bruto yang
dikenakan pajak Rp.4,8M. Ini sudah menjadi batasan dalam penghasilan pajak yang
dikenakan oleh PPh Final. Dengan adanya peraturan ini perhitungan pajak menjadi
mudah.6 Sebelumnya peraturan pemerintah menyebutkan bahwa tarif pajak yang
dikenakan adalah pph final 1% namun kini peraturan yang baru telah diganti

4
https://www.cermati.com/artikel/mengenal-macam-macam-pajak-untuk-bisnis-online diakses pada tanggal 22 oktober
2019 pukul 23.37
5
Banu Wicaksono, JURNAL : Meningkatkan Potensi Pajak Umkm Online Melalui Data E-Commerce, Kpp Pma Lima,
Jalantmp Kalibata, Jakarta Selatan, hlm, 141
6
Yuyun Apriana Christian,Dkk, Jurnal: Implikasi Pengenaan Pajak Penghasilan Final Terhadap Penghitungan Pajak
Penghasilan Badan Pada Pt. Empat Tujuh Abadi Jaya. Hlm.10
menjadi pph final 0,5% sesuai pajak UMKM dan mempunyai batas waktu. Tujuan
dari hal ini adalah pemerintah ingin membantu bisnis UMKM agar terus
berkembang dan menjaga aliran keuntungannya (cash flow) agar dapat digunakan
untuk tambahan modal.7

Prinsip dalam perhitungan PPh final online shop sendiri menggunakan self
assessment. Self assessment ialah jumlah peredaran kotor atau omzetnya selama
satu bulan. Setelah mengetahui peredaran kotornya pelaku bisnis dapat menghitung
PPh final yang harus dibayar setiap bulannya. Pembayarannya dapat dilakukan di
bank dengan menyerahkan form SSP (Surat Setoran Pajak) yang sudah diisi. Selain
lewat bank bisa juga di bayarkan melalui ATM dan via e-banking. Form bukti
pembayaran harus disimpan sebagai bukti transfer dalam SPT tahunan.8

Menurut Rochmat Soemitro pajak ialah iuran rakyat terhadap kas negara yang
dapat dipaksa namun tidak mendapat jasa timbal dan digunakan untuk pengeluaran
umum sesuai undang-undang.9 Sedanglan menurut P.J.A. Andriani dalam Waluyo
(2011:2) pajak adalah iuran rakyat ke negara yang dapat dipaksa dan terutang
dengan tidak mendapat prestasi kembali, dapat ditunjuk dan untuk membiayai
pengeluaran negara dan diselenggarakan oleh pemerintah berdasarkan peraturan
pemerintah.10

Dalam Akuntansi Pajak, tujuan dari akuntansi pajak sendiri merupakan bagian
dalam akuntansi yang timbul dari unsur spesialisasi yang menuntut keahlian dalam
bidang tertentu.11

Pajak penghasilan adalah pajak tahunan yang dikenakan atas penghasilan pajak
pada wajib pajak.12

Jasa Kena Pajak (JKP) ialah suatu kegiatan pelayanan berdasarkan suatu
perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang, fasilitas dan

7
Fiki Ariyanti ARTIKEL: Memahami Pajak Umkm, Keuntungan, Dan Cara Perhitungannya.
8
https://klikpajak.id/blog/pajak-bisnis/pajak-bisnis-online-shop-di-indonesia/ di akses pada tanggal 22 oktober 2019 pukul
22.53
9
Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Penerbit Andi Yogyakarta, hal, 3
10
Waluyo, Akuntansi Pajak .Jakarta . Penerbit : Salemba Empat, 2009
11
Sukrisno Agoes, Estralita trisnawati, Akuntansi Perpajakan, Edisi 3, Jakarta : Salemba Empat, 2013, Hlm, 10
12
Yuyun Apriana Christian,Dkk, JURNAL: Implikasi Pengenaan Pajak Penghasilan Final Terhadap Penghitungan Pajak
Penghasilan Badan Pada Pt. Empat Tujuh Abadi Jaya..... hlm, 11
kemudahan yang tersedia untuk dipakai, termasuk jasa yang dilakukan untuk
menghasilkan barang karena pesanan dan permintaan bahan atas petunjuk dari
pemesan. Jasa kena pajak (JKP) sendiri dikenai pajak berdasarkan undang-undang
PPN 1984. Pada dasarnya jasa kena pajak semua dikenakan pajak kecuali yang
sudah ditentukan oleh undang-undang PPN berdasarkan kelompok jasa masing-
masing. Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk
dijual. Jasa dapat didefinisikan suatu tindakan atau perbuatan yang dapat
ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain yang bersifat intangible (tidak berwujud
fisik) namun kepemilikan tidak menjadi hak penyedia jasa.13 Disini peneliti
mengambil penelitian pada jasa kurir karena Jasa Kurir termasuk Jasa Kena Pajak
(JKP) masuk pada Jasa di bidang pengiriman.14

Pengusaha kena pajak (PKP) ialah suatu pekerjaan yang menghasilkan barang
atau suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu badan usaha atau orang pribadi.
Seperti mengimpor barang, mengekspor barang, usaha perdagangan,
memanfaatkan barang dan memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.15

Penelitian yang berjudul “Analisis Pemungutan Pajak UMKM pada Jasa Kurir
Dan Aplikasi Belanja Online”, diambil peneliti karena ingin mengetahui bagaimana
peraturan pemerintah dalam pemungutan pajak yang terdahulu dan yang sekarang
karena kini kita juga akan masuk pada revolusi industri 5.0 yang sebelumnya pada
revolusi industri 4.0. revolusi industri 5.0 sendiri adalah pendukung kelanjutan dari
revolusi industri 4.0 karena saat ini banyak masyarakat yang memiliki gedget dan
semua serba teknologi. Seperti pembisnis saat ini banyak yang menggunakan
teknologi dengan menggunakan bantuan aplikasi online jual beli atau yang biasa
disebut e-commerce. Mereka mengunakan aplikasi sebagai perantara jual beli
online atau market place. Seperti aplikasi lazada, shopee, dan toko pedia. Market
place juga banyak yang bekerja sama dengan jasa pengiriman barang untuk
memudahkan dalam mengantar barang sesuai permintaan dan terjangkau tempat-
tempat tujuan, jasa pengiriman barang yang bekerja sama dengan pihak market
place sendiri seperti JNE, JNT, TIKI, dll. Sehingga peneliti mengambil penelitian

13
Dwi Sukma Donoriyanto, JURNAL: Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Pengiriman Barang Dengan Metode Servqual
Dan Qfd Di Pt. Apas, hlm, 2
14
Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Penerbit Andi Yogyakarta, hal, 326
15
ibid, Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Penerbit Andi Yogyakarta, hal, 327-328
ini agar kita semua tahu bagaimana perkembangan bisnis UMKM di era teknologi
ini dan apa manfaat serta wajib pajak yang harus di bayar bagi pelaku bisnis online
dan pajak pph final yang dikenakan bagi pihak jasa kurir tersebut.

B. FOKUS PENELITIAN
1. Bagaimana sistem pemungutan pajak UMKM yang berbasis online
seperti market place berdasarkan peraturan pemerintah yang terbaru
sesuai undang-undang.
2. Bagaimana sistem pemungutan pajak terhadap pelaku Jasa Kena Pajak
(JKP) seperti jasa kurir berdasarkan undang-undang.
3. Bagaimana solusi pemerintah dalam menghadapi para pelaku bisnis
online dan jasa kurir yang tidak melaporkan wajib pajaknya kepada
pihak pajak.
C. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara
pemungutan pajak penghasilan pada pelaku bisnis online seperti market
place dan jasa kurir, dan apa dampak dari adanya aplikasi e-commerce pada
UMKM di indonesia serta mengapa pemerintah mengubah peraturan
pemerintah dalam pajak penghasilan yang mulanya 1% menjadi 0,5%.
D. BATASAN MASALAH
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah penelitian ini
yakni supaya pembahasan dalam penelitian ini tidak terlalu luas peneliti
hanya meneliti bagaimana sistem pemungutan pajak bagi pelaku UMKM
yang berbasis online seperti market place dan jasa kurir berdasarkan
peraturan pemerintah yang sesuai dengan undang-undang yang ada.

E. MANFAAT PENELITIAN
Dengan melaksanakan penelitian ini, ada beberapa manfaat yang
diperoleh, antara lain :
1. Secara praktis
a. Bagi Peneliti
Bagi peneliti sendiri diharapkan penelitian ini dapat memberi
pengalaman dan tambahan ilmu pengetahuan mengenai peraturan
pemerintah yang baru diluncurkan yaitu PP. No 23 tahun 2018 tentang
pajak penghasilan dari hasil usaha yang didapat. Wajib pajak memiliki
peredaran bruto ini merupakan potensi baru untuk meningkatkan
pendapatan negara. Karena saat ini banyak para pelaku UMKM yang
menggunakan online dalam bisnisnya apalagi adanya market place.
b. Bagi Pemerintah
Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan untuk pemerintah
dalam melaksanakan pajak penghasilan PPh final dari UMKM terutama
yang berbasis online seperti Market Place dan E-Commerce juga kepada
pihak Jasa Kena Pajak seperti jasa kurir.
c. Bagi Pembaca
Semoga penelitian ini berguna dan bisa menambah wawasan ilmu
tentang pajak penghasilan terutama PPh final dari UMKM yang berbasis
oline dan semoga peneliti yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan
dalam pengembangan penelitian selanjutnya.
F. PENGAMATAN ISTILAH
1. Konseptual
a. Analisis
Analisis merupakan menyelidik dalam suatu peristiwa seperti
karangan dan perbuatan untuk mengetahui bagaimana keadaan yang
sebenarnya (sebab musabab dan duduk perkaranya).16
b. Pemungutan
Pemungutan adalah suatu istilah yang biasa digunakan dalam dunia
perpajakan yang berarti suatu kegiatan memungut pajak dengan
jumlah yang sudah tertera sesuai perhitungan dalam undang-undang
yang terutang atas suatu transaksi. Sedangkan pemungutan PPN
sendiri adalah suatu kegiatan yang dapat menambah jumlah tagihan
yang seharusnya diterima. Pemungutan ini sendiri dilakukan oleh
pihak pajak dan di lakukan kepada pihak yang menerima atau
menjual barang pada jasa kena pajak (JKP).17

16
Kamus Besar Bahasa Indonesia
17
https://www.online –pajak.com/perbedaan-pemungutan-ppn-danpemotongan-pph. Diakses pada tanggal 24 oktober 2019
pukul 08.54
c. Pajak
Pajak adalah iuran dari rakyat kepada nehara untuk menambah kas
negara berdasarkan undang-undang yang bersifat dapat dipaksa dan
tidak mendapat jasa timbal balik.18
d. Pajak Penghasilan
Pajak suatu tahun yang dikenakan atas penghasilan didapat pada
wajib pajak.19
e. UMKM
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah suatu produktif
yang dimiliki oleh orang pribadi maupun badan usaha yang sudah
memenuhi syarat dan kriteria sebagai usaha mikro.20
f. Market Place
market place adalah suatu aplikasi online jual beli yang
menyediakan layanan jual beli online di internet yang dapat dibuat
jual beli oleh siapa saja dengan mendaftarkan diri dan usahanya pada
aplikasi tersebut. Seperti lazada, shopee dan tokopedia.
g. E-Commerce
Suatu proses bisnis dengan memakai teknologi elektronik yang
menghubungkan perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam
transaksi elektronik dan pertukaran atau penjualan barang, servis,
dan informasi secara elektronik. E-commerce banyak dipilih karena
jaringan internetnya yang mudah. E-Commerce adalah sebutan
paling populer dalam jual beli jasa/barang secara online. Dalam
prakteknya e-commerce dilakukan melalui market place (penyedia
layanan jual beli online di internet) seperti lazada, shopee dan
tokopedia.21
h. Jasa Kena Pajak (JKP)
Jasa Kena Pajak (JKP) ialah suatu kegiatan pelayanan berdasarkan
suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu

18
Siti resmi, PERPAJAKAN, edisi 11, jakarta, penerbit : Salemba Empat, 2019, hlm, 1
19
Yuyun Apriana Christian,Dkk, JURNAL: Implikasi Pengenaan Pajak Penghasilan Final Terhadap Penghitungan Pajak
Penghasilan Badan Pada Pt. Empat Tujuh Abadi Jaya..... hlm, 11
20
https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertianumkm.html. Diakses pada tanggal 24 oktober 2019 pukul 09.15
21
https://www.cermati.com/artikel/mengenal-macam-macam-pajak-untuk-bisnis-online di akses pada tanggal 22 oktober
2019 pukul 23.08
barang, fasilitas dan kemudahan yang tersedia untuk dipakai,
termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena
pesanan dan permintaan bahan atas petunjuk dari pemesan.
Sedangkan jasa kurir termasuk Jasa Kena Pajak (JKP) masuk pada
Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko dan juga barang.22
i. Pengusaha Kena Pajak (PKP)
Pengusaha kena pajak (PKP) ialah suatu pekerjaan yang
menghasilkan barang atau suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu
badan usaha atau orang pribadi. Seperti mengimpor barang,
mengekspor barang, usaha perdagangan, memanfaatkan barang dan
memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.23
2. Operasional
a. Analisis
Suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana
keadaan yang sebenarnya terjadi, sebabnya dan perkaranya.
b. Pemungutan
Suatu kegiatan yang dilakukan oleh dunia perpajakan dalam
kegiatan memungut pajak sesuai jumlah yang sudah tertera
dalam undang-undang.
c. Pajak
Rakyat yang membayar sejumlah tertentu yang sudah ditetapkan
dalam undang-undang kepada negara guna menambah kas
negara yang bersifat dapat dipaksa dan dapat digunakan untuk
membayar pengeluaran umum dan dapat ditunjukan secara
langsung.
d. Pajak Penghasilan
Suatu pajak yang dikenakan pada wajib pajak setiap tahun pajak.
e. UMKM
Suatu usaha yang dimiliki oleh orang pribadi atau badan usaha.
f. Market Place

22
Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Yogyakarta, Penerbit : ANDI, hlm, 326.
23
Ibid, Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Yogyakarta, Penerbit : ANDI, hlm, 327-328.
Aplikasi online yang memberi pelayanan dan berfungsi sebagai
jual beli melalui jaringan internet.
g. E- Commerce
Suatu istilah yang sering disebut dalam jual beli secara online.
h. Jasa Kena Pajak (JKP)
Suatu kegiatan pelayanan yang dilakukan berdasarkan hukum
dan menghasilkan barang karena pesanan dan permintaan.
Seperti jasa kurir.
i. Pengusaha Kena Pajak
Suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan
usaha yang menghasilkan suatu barang dan kegiatan. Seperti
online shop, Market Place dll.
KAJIAN PUSTAKA

A. TEORI DASAR
1. Pajak
Menurut Prof. Dr. Rohmat Soemitro S.H. Pajak ialah iuran rakyat terhadap
kas negara berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak
mendapat jasa timbal yang secara langsung dapat ditunjukkan dan digunakan
untuk membayar pengeluaran umum. Kemudian disempurnakan menjadi
sebuah peralihan kekayaan dari rakyat kepada negara dengan menambah kas
negara untuk membiayai rutin pengeluaran negara untuk publik saving dan
merupakan sumber utama dalam pembiayaan.
Sedangkan menurut S.I. Djajadiningrat pajak adalah suatu kewajiban yang
menyerahkan sebagian kekayaan rakyat kepada kas negara yang disebabkan
oleh keadaan, kejadian dan perbuatan yang dilakukan oleh rakyat untuk
memberi kedudukan tertentu bukan sebagai hukuman, menurut peraturan ini
pajak ini dapat dipaksakan tetapi tidak ada jasa timbal balik dari negara secara
langsung dalam memelihara kesejahteraan rakyatnya.
Menurut Dr. N. J. Peldmann pajak merupakan prestasi bagi rakyat yang
dipaksakan oleh sepihak dan bersifat terutang kepada pemerintahbsesuai
norma-norma yang telah ditetapkan secara umum. Tanpa adanya
kontraprestasi dan digunakan untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran
negara.
Sedangkan menurut UU NO. 28 Tahun 2007 pajak adalah suatu kontribusi
wajib terhadap negara yang terutang oleh peroranagn yang bersifat pribadi
atas badan dan bersifat memaksa sesuai undang-undang dengan tidak
mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan
negara untuk menyejahterakan rakyat.24
1) Unsur-unsur Pajak

Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa pajak mempunyai unsur-unsur tersendiri
yaitu :

24
Siti resmi, PERPAJAKAN, Edisi 11, jakarta, penerbit : Salemba Empat, 2019, hm, 1-2
a. Iuran rakyat kepada negara. Negara berhak memungut pajak terhadap rakyat
sesuai peraturan pemerintah.
b. Berdasarkan peraturan undang-undang. Pajak dipungut berdasarkan
undang-undang dan aturan pelaksanaannya.
c. Tanpa adanya jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara
langsung dapat ditunjuk oleh negara. Pemerintah tidak bisa menunjuk
kontraprestasi individual dalam pembayaran pajak.
d. Bisa digunakan dalam membiayai rumah tangga negara, pengeluaran yang
bermanfaat bagi masyarakat.
2) Fungsi Pajak
a. Fungsi budgetair pajak : Sebagai sumber dana bagi negara untuk
membiayai pengeluaran-pengeluaran negara.
b. Fungsi mengatur atau disebut (regulerend)
Pajak merupakan alat yang digunakan dalam mengatur dan
melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dan sosial
dan ekonomi.
3) Syarat Pemungutan Pajak
Dalam pemungutan pajak terdapat syarat-syarat sebagai berikut :
a. Pemungutan pajak harus adil (Syarat keadilan)
Sesuai tujuan hukum pemungutan pajak harus mencapai keadilan
dan sesuai undang-undang yang berlaku. Adil yang dimaksut disini
adalah pemungutannya harus dilakukan secara umum dan merata,
pemungutan juga harus dilakukan sesuai kemampuan masing-
masing. Pelaksanaan dengan memberi hak wajib pajak untuk
mengajukan keberatan, penundaan dalam pembayarannya dan
pengajuan banding kepada majelis pertimbangan pajak.25
b. Pemungutannya harus sesuai undang-undang (Syarat Yuridis)
Pemungutan pajak harus sesuai undang-undang yang berlaku dalam
perpajakan.
c. Pemungtan tidak mengganggu perekonomian (Syarat Ekonomi)

25 Mardiasmo, PERPAJAKAN, Edisi terbaru 2018, jakarta, penerbit : CV. ANDI OFFSET (ANDI), Hlm, 4-5
Dalam pemungutan pajak tidak boleh mengganggu perekonomian
masyarakat dalam kegiatan produksi maupun perdagangan.
d. Pemungutan pajak harus efisien (Syarat Finensial)
Sesuai dengan fungsi budgetair biaya yang dipungut harus dapat
ditekan sehingga lebih rendah dari hasil pemungutannya.
e. Pemungutan pajak harus bersifat sederhana
Dengan sistem sederhana hal ini akan memudahkan dan mendorong
masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajaknya. Dan syarat ini
juga sudah dipenuhi oleh undang-undang yang baru.
4) Pengelompokan pajak
a. Pajak Langsung
Wajib pajak yang tidak dapat dibbankan atau dilimpahkan kepada orang
lain pajak harus dipikul sendiri oleh wajib pajak. Contoh : pajak
penghasilan.
b. Pajak Tidak Langsung
Pajak yang dapat dibebankan atau dilimpahkan terhadap orang lain.
Contoh : pajak pertambahan nilai.
5) Menurut sifatnya
a. Pajak subjektif
Pajak yang berdasarkan pangkal dan subjeknya, pajak ini
memperhatikan keadaan dari wajib pajak. Contoh : pajak penghasilan
b. Pajak objektif
Pangkal pajak berdasarkan objek yang ada dengan tidak memperhatikan
keadaan diri dari wajib pajak. Contoh : pajak pertambahan nilai dan
pajak penjualan atas barang mewah.
6) Tata Cara Pemungutan Pajak
1. Stelse pajak
2. Asas pemungutan pajak
3. Sistem pemungutan pajak
7) Akibat Hapusnya Pajak
1. Pembayaran pajak
2. Kompensasi pajak
3. Daluwarsa pajak
4. Pembebasan dan penghapusan pajak
8) Hambatan
1. Perlawanan pasif biasanya masyarakat enggan dalam pembayaran pajak
karena ada penyebab tertentu.
2. Perlawanan aktif biasanya terjadi meliputi semua usaha dan perbuatan
yang dilakukan oleh wajib pajak dengan tujuan menghindari pajak.
9) Tarif Pajak
a. Tarif sebanding atau disebut juga (proposional) jumlah tarif ini bersifat
tetap jika jumlah yang dgunakan semakin besar tarif juga tetap. Seperti
contoh : jika penyerahan barang dalam daerah pabean yang kena pajak
makan akan kena pertambahan nilai sebesar 10%.
b. Tarif yang tetap kenaikan tarif tetap.
c. Tarif progresif dalam tarif ini apabila tarif yang digunakan semakin
besar maka jumlah yang dikenai pajak juga akan besar
Seperti contoh pada pasal 17 UU Pajak Penghasilan untuk wajib pajak
bagi orang pribadi dalam negeri.
Penghasilan kena pajak Tarif pajak

Rp.50 5%

Rp.50jt – Rp.250jt 15%

Rp.250jt – Rp.500jt 25%

Rp.500jt 30%

Tarif ini yang sudah memiliki NPWP sedangkan dalam perhitungan


pajak UMKM baik market place atau bukan dan pendapatan dari jasa
kurir adalah : Rp.4,800.000.000.00 x 0,5% = Rp.24.000.000
d. Tarif Degresif jika tarif yang digunakan kecil maka pajak yang
dikenakan akan semakin besar.
2 UMKM
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah suatu produktif
yang dimiliki oleh orang pribadi maupun badan usaha yang sudah
memenuhi syarat dan kriteria sebagai usaha mikro.26 Namun kini
banyak para pelaku bisnis UMKM ini beralih ke media internet atau
yang biasa disebut online. Para pejuang ekonomi atau yang biasa disebut
UMKM kini semakin maju dan berkembang. Apalagi saat ini kita
sedang berada di revolusi industri 4.0 dimana semua serba digital.
Sebagai penyangga ekonomi negara para pelaku bisnis UMKM Terus
meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dari 63 juta (62.922.617)
UMKM yang ada di indonesia terbanyak berada di skala mikro yakni
62.106.900 unit usaha (90,70%) usaha kecil 757.090 unit (1,20%), dan
untuk mikro menengah mencapai 58,627 unit (0,09%). Tentunya hal ini
akan memberi kontribusi yang lebih besar lagi bagi negara.
Pemerintah terus mendorong UMKM untuk menggunakan digital
dan menguasai market place. Tentunya ini akan membuat UMKM
semakin besar lagi dan akan memberi kontribusi lebih besar lagi. Karena
saat ini peluang usaha dengan Go Digital sangat besar. Pemerintah
bergandeng tangan dengan stakeholder berharap dapat mewujudkan
cita-cita dalam mendorong kenaikan skala Usaha Misko dari kecil
menjadi menengan dan akan menjadi besar. Hal ini merupakan sebuah
sinergi bagi para UMKM untuk bisa naik kelas lebih tinggi. Tidak lepas
dari itu jenderal pajak dan BUMN bersama-sama meningkatkan sinergi
UMKM sesuai tugas dan fungsinya. Dizaman digital ini pemerintah
terus berupaya mendorong para UMKM agar terus maju dan berkarya
dengan adanya Market Place.27 Tentunya dalam berkembangnya
teknologi ini para pelaku bisnis UMKM tidak jauh dari pemungutan
pajak yang berlaku, terutama dalam Market Place. Sudah bisa kita lihat
saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah yang
terbaru PP No. 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan dari usaha
yang didapat dan diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto.
Peraturan pemerintah yang terbaru ini adalah pengganti dari PP No. 46
tahun 2013, ini merupakan potensi baru untuk meningkatkan

26https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertianumkm.html. Diakses pada tanggal 24 oktober 2019 pukul 09.15


27https://www.tribunnews.com/nasional/2019/07/24/umkm-didorong-melek-digital-dan-kuasai-market-place diakses
pada tanggal 25 oktober 2019 pukul 09.10
penerimaan pendapatan negara. Perubahan ini diberlakukan mulai
tanggal 1 juli 2018. Di era digital ini banyak sekali UMKM yang beralih
ke media online. Banyaknya aplikasi market place saat ini tentunya
berdampak pada peningkatan jumlah UMKM di dunia terutama di
indonesia.28 Dengan di keluarkannya peraturan pemerintah yang baru
pemerintah berharap para pelaku bisnis UMKM akan meningkatkan
wajib pajaknya.batasan peredaran bruto yang dikenakan pajak adalah
Rp.4,8M. Ini yang dikenakan PPh Final. Tentunya peraturan ini bisa
mempermudah dalam perhitungan pajak.29 Sebelumnya peraturan
pemerintah mengatakan bahwa tarif pajak yang dikenakan pph final 1%
namun kini peraturan yang baru telah diganti menjadi pph final 0,5%
sesuai pajak UMKM dan mempunyai batas waktu. Tujuan dari hal ini
adalah pemerintah ingin membantu bisnis UMKM agar terus
berkembang dan menjaga aliran keuntungannya (cash flow) agar dapat
digunakan untuk tambahan modal.30
3. Jasa Kena Pajak
a. Pengertian Jasa Kena Pajak
Jasa Kena Pajak (JKP) ialah suatu kegiatan pelayanan berdasarkan suatu
perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang,
fasilitas dan kemudahan yang tersedia untuk dipakai, termasuk jasa yang
dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan dan permintaan
bahan atas petunjuk dari pemesan. Jasa kena pajak (JKP) sendiri dikenai
pajak berdasarkan undang-undang PPN 1984. Jasa merupakan aktivitas,
manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Jasa dapat
didefinisikan suatu tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh
suatu pihak ke pihak lain yang bersifat intangible (tidak berwujud fisik)
namun kepemilikan tidak menjadi hak penyedia jasa. Disini peneliti
mengambil penelitian pada jasa kurir karena Jasa Kurir termasuk Jasa
Kena Pajak (JKP) masuk pada Jasa di bidang pengiriman surat dengan

28 Banu Wicaksono, JURNAL : Meningkatkan Potensi Pajak Umkm Online Melalui Data E-Commerce, Kpp Pma Lima,
Jalantmp Kalibata, Jakarta Selatan, hlm, 141
29 Yuyun Apriana Christian,Dkk, Jurnal: Implikasi Pengenaan Pajak Penghasilan Final Terhadap Penghitungan Pajak

Penghasilan Badan Pada Pt. Empat Tujuh Abadi Jaya. Hlm.10


30
Fiki Ariyanti ARTIKEL: Memahami Pajak Umkm, Keuntungan, Dan Cara Perhitungannya.
perangko.31 Dalam penelitian ini peneliti mengambil penelitian pada
perusahaan jasa pengiriman barang seperti JNT, JNE dan TIKI dengan
mendatangi dan wawancara langsung kepada pihak pekerja di
perusahaan pengiriman seperti para kurirnya disana.
b. Pengecualian JKP
Pada dasarnya jasa kena pajak semua dikenakan pajak kecuali yang
sudah ditentukan oleh undang-undang PPN berdasarkan kelompok
jasa masing-masing.
A. Jasa pelayanan medis :
1. Jasa dokter umum, spesialis
2. Jasa dokter hewan
3. Jasa ahli kesehatan seperti akupuntur, tukang gigi dll
4. Jasa kebidanan dan dukun bayi
5. Jasa paramedis
6. Jasa rumah sakit
7. Jasa psikolog
8. Jasa pengobatan alternatif seperti paranormal
B. Jasa dibidang sosial
1. Jasa pelayanan panti
2. Jasa petugas pemadam kebakaran
3. Jasa yang pemberi pertolongan saat kecelakaan
4. Jasa lembaga rehabilitasi
5. Jasa penyedia rumah duka, pemakaman, dan krematorium
6. Jasa bidang olahraga kecuali yang bersifat komersial
C. Jasa Pengiriman surat dengan perangko seperti tugas pos atau
jasa kurir
D. Jasa keuangan
1. Jasa penghimpun dana
2. Jasa menempatkan dana
3. Jasa pembiayaan

31 Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Yogyakarta, Penerbit : ANDI, hlm, 326.
4. Jasa penyaluran pinjaman sesuiai dasar hukum gadai, syariah
dan fidunsia
5. Jasa penjaminan
E. Jasa asuransi : semua jenis asuransi baik jiwa. Pendidikan,
kerugian dll.
F. Jasa bidang keagamaan
1. Pelayanan rumah ibadah
2. Pemberian khotbah atau dakwah
3. Penyelenggaraan kegiatan keagamaan
G. Jasa pendidikan
1. Jasa penyelenggara pendidikan sekolah
2. Jasa penyelenggara pendidikan luar sekolah
H. Jasa Kesenian dan hiburan
I. Jasa penyiaran seperti iklan, radio dll
J. Jasa angkutan umum di darat maupun di laut
K. Jasa tenaga kerja
1. Jasa tenaga kerja
2. Jasa penyedia kerja
3. Jasa penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga kerja
L. Jasa perhotelan
1. Jasa penyewa kamar
2. Jasa penyedia tempat sewa kamar
M. Jasa yang disediakan oleh pemerintah seperti kantor-kantor
pelayanan pajk, KTP dll
N. Jasa tempat penyedia parkir, jasa orang yang menjaga parkir atau
tukang parkir
O. Jasa telepon umum
P. Jasa pengiriman uang dengan wasel pos
Q. Jasa boga atau katering
4. Pengusaha Kena Pajak
A. Pengertian
a. Pengusaha
ialah suatu pekerjaan yang menghasilkan barang atau suatu
kegiatan yang dilakukan oleh suatu badan usaha atau orang
pribadi. Seperti mengimpor barang, mengekspor barang, usaha
perdagangan, memanfaatkan barang dan memanfaatkan jasa dari
luar daerah pabean.32
b. Pengusaha Kena Pajak (PKP)
Suatu kegiatan yang dikenai pajak berdasarkan undang undang
PPN 1984 seperti melakukan penyerahan barang kena pajak atau
penyerahan jasa kena pajak.
B. Kewajiban pengusaha kena pajak
1. Melaporkan usahanya agar dikukuhkan menjadi PKP
2. Memungut PPn BM dan PPN yang masih terutang
3. Menyetorkan PPN
4. Melaporkan perhitungan pajaknya
C. Pengecualian dalam kewajiban PKP
1. Pengusaha Kecil
2. Pengusaha yang tidak dikenakan PPN yang semata-mata
menyerahkan barang dan jasa
D. Pengusaha Kecil
Pengusaha yang peredaran brutonya tidak lebih dari 600 juta/ bulan
dan 4,8 miliar.
Beberapa hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pengusaha
kecil :
a. Dilarang membuat faktur pajak
b. Tidak wajib memasukkan SPT dan PPN
c. Diwajibkan membuat pembukuan atau pencatatan
d. Wajib lapor sebagai PKP agar dikukuhkan.33
Saat ini dunia sudah memasuki revolusi industri 5.0 yang sebelumnya
pada revolusi industri 4.0. dengan revolusi industri 5.0 ini indonesia
harus bisa menghadapinya karena saat ini indonesia masih berada di

32
Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Yogyakarta, Penerbit : ANDI, hlm, 327-328.
33 Ibid, Mardiasmo, PERPAJAKAN, edisi terbaru 2018, Yogyakarta, hlm 329.
industri 4.0. revolusi industri 5.0 sendiri adalah pendukung kelanjutan
dari revolusi industri 4.0 karena saat ini banyak masyarakat yang
memiliki gedget dan semua serba teknologi. Seperti pembisnis saat ini
banyak yang menggunakan teknologi dengan menggunakan bantuan
aplikasi online jual beli atau yang biasa disebut e-commerce. Mereka
mengunakan aplikasi sebagai perantara jual beli online atau market
place. Seperti aplikasi lazada, shopee, dan toko pedia. Market place juga
banyak yang bekerja sama dengan jasa pengiriman barang untuk
memudahkan dalam mengantar barang sesuai permintaan dan
terjangkau tempat-tempat tujuan, jasa pengiriman barang yang bekerja
sama dengan pihak market place sendiri seperti JNE, JNT, TIKI, dll.
Sehingga peneliti mengambil penelitian ini agar kita semua tahu
bagaimana perkembangan bisnis UMKM di era teknologi ini dan apa
manfaat serta wajib pajak yang harus di bayar bagi pelaku bisnis online
dan pajak pph final yang dikenakan bagi pihak jasa kurir tersebut.
B. Kajian Fokus Penelitian
Pajak UMKM ini membahas tentang bagaimana peraturan pemerintah
dalam pemungutan pajak UMKM dan jasa kurir pada aplikasi belanja online
atau yang disebut dengan Market Place. Peraturan pemerintah PP. No. 23
Tahun 2018 tentang pajak penghasilan dari usaha yang didapat dan
diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto. Peraturan pemerintah
yang terbaru ini adalah pengganti dari PP No. 46 tahun 2013, ini merupakan
potensi baru untuk meningkatkan penerimaan pendapatan negara.
Perubahan ini diberlakukan mulai tanggal 1 juli 2018. Di undang-undang
terbaru juga ada peubahan peraturan dalam pemungutan pajak.34 Batasan
dari peredaran bruto yang dikenai pajak yaitu Rp.4,8 M. Ini menjadi batas
pada pajak penghasilan yang dikenakan PPh Final. Peraturan ini memberi
kemudahan bagi wajib pajak dalam perhitungannya.35 Peraturan yang baru
ini juga telah diganti menjadi pph final 0,5% sesuai pajak UMKM dan

34 Banu Wicaksono, JURNAL : Meningkatkan Potensi Pajak Umkm Online Melalui Data E-Commerce, Kpp Pma Lima,
Jalantmp Kalibata, Jakarta Selatan, hlm, 141
35 Yuyun Apriana Christian,Dkk, Jurnal: Implikasi Pengenaan Pajak Penghasilan Final Terhadap Penghitungan Pajak

Penghasilan Badan Pada Pt. Empat Tujuh Abadi Jaya. Hlm.10


mempunyai batas waktu yang sebelumnya dikenakan 1%. Tujuan dari hal
ini adalah pemerintah ingin membantu bisnis UMKM agar terus
berkembang dan menjaga aliran keuntungannya (cash flow) agar dapat
digunakan untuk tambahan modal.36
C. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu dilakukan oleh Marga Tramuna Kahfi pada tatun 2016.
Yang bertujuan untuk mendapatkan hasil analisis tentang pemungutan pajak
UMKM pada jasa kurir dan aplikasi belanja online yang menggunakan
Market Place ini dapat dibandingkan dari peraturan pemerintah yang
dulunya menggunakan PP. No. 46 Tahun 2013 dimana yang menyatakan
bahawa pemungutan bagi pelaku bisnis UMKM dulunya dikenakan pajak
sebesar 1% dan dibandingkan dengan PP. No. 28 Tahun 2018 yang memberi
pajak peredaran bruto dengan PPh final sebesar 0,5%. Dalam penelitian ini
peneliti menggunakan jenis penelitian evaluasi dengan studi kasus dan
wawancara terhadap pelaku UMKM yang berbasis online dengan
menggunakan market place dan pelaku kerja jasa kurir.
Dalam penelitian ini dapat peneliti simpulkan bahawa dengan seiring
berkembangnya zaman dan teknologi digital negara harus siap dalam
menghadapinya dan pemerintah lebih menekankan dan mendorong para
pelaku bisnis UMKM untuk bisa Go Digital agar negara indonesia sendiri
tidak ketinggalan dengan negara lain.
D. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah suatu konsep rumusan yang dilakukan oleh
peneliti. Dengan meninjau teori dari penelitian yang terdahulu dan yang
sudah ada saat ini.

36
Fiki Ariyanti ARTIKEL, Memahami Pajak UMKM Keuntungan dan Cara Perhitungannya.
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah pajak yang dipungut pada
pelaku bisnis UMKM yang berbasis online seperti market place dan jasa
kurir sudah sesuai dengan undang-undang yang ada.
Metodoligi penelitian yang dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif
yaitu dengan mengutamakan pengumpulan data berdasarkan ungkapan
yang ada. Sedangkan penelitian lapangan yaitu dengan wawancara
terhadap pelaku bisnis dan petugas jasa kurir langsung.
Jenis penelitian yang dilakukan peneliti sendiri ini adalah penelitian
lapangan dengan mengambil obyek penelitian kepada seorang pekerja
jasa kurir dan kantor jasa pengiriman serta kepada pelaku bisnis UMKM
yang berbasis online dan juga aplikasi jual beli atau yang biasa disebut
dengan Market place.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan langsung oleh peneliti di kantor jasa pengiriman
JNE, JNT dan TIKI yang ada di nganjuk dan pelaku bisnis yang
menggunakan market place seperti lazada, tokopedia, shope.
C. Kehadiran peneliti
Kehadiran peneliti di penelitian ini untuk melihat apakah pemungutan
pajak yang dilakukan oleh kantor pajak sudah sesuai dengan undang-
undang yang ada dan apakah para pelaku bisnis sendiri sudah sadar
pajak dengan melaporkan wajib pajaknya.
D. Data dan sumber data
Suatu subjek dimana data yang diperoleh sudah sesuai dengan
klarifikasi data yang dikemukakakn oleh narasumber. Dalam
memperoleh sumber datra ini peneliti melakukan 3p yaitu :
1. Person
Suatu sumber data berupa jawapan lisan melalui media wawancara
secara langsung kepada pihak pelaku bisnis dan seorang kurir.
2. Place
Suatu sumber data berupa keadaan diam dan bergerak. Penelitian ini
placenya terdapat pada kegiatan opembayaran dan pemungutan
pajak yang harus dibayar oleh pelaku bisnis online, markrt place dan
pekerja jasa kurir.
3. Paper
Data yang berupa penyajian huruf, angka atau simbol-simbol lain
yang tepat untuk metode dokumentasi. Dalam data paper ini yang
diteliti jumlah pendapatan dan pajak yang harus dibayar berdasarkan
undang-undang.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunkan
1. Observasi
Teknik observasi ini peneliti langsung mengungkapkan kepada
narasumber bahwa peneliti akan melakukan penelitian
2. Wawancara
Peneliti melakukan wawancara secara langsung kepada pelaku
bisnis dan jasa kurir yang kena wajib pajak.
3. Dokumentasi
Berdasarkan dokumen yang ada untuk mengakses dan memperoleh
tentang pemungutan pajak yang diterapkan.
F. Teknik Analisis Data
Analisis berdasarkan hubungan sistematis antar variabel yang diteliti.
Tujuan analisis data ini sendiri adalah untuk mendapatkan hubungan
tiap variabel penelitian hingga dapat digunakan saat menjawab masalah
yang akan dirumuskan oleh peneliti.
Analisis data yang sering digunakan adalah model interaktif. Menurut
Huberman analisis data dapat dilakukan dengan
1. Reduksi data
Bentuk analisis data berupa penggolongan hal-hal yang pokok,
fokus pada hal-hak yang penting dan benar-benar dibutuhkan dalam
data tersebut.
2. Penyajian data
Kumpulan-kumpilan data yang disusun, sehingga dapat
memberikan penarikan terhadap kesimpulan penelitian.
3. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini adalah suatu kegiatan pengambilan
keputusan terhadap data-data yang telah dimiliki, pengambilan ini
dilakukan dengan teliti, jelas dan memiliki landasan atau pengujian
validitas makna data supaya kesimpulan yang diambil dapat
dijadikan untuk mengambil tindakan.
G. Pengecekan Keabsaha Data
Triagulasi adalah sebuah teknik pengumpulan data yang
menggabungkan antara jenis teknik pengumpulan dan sumber data. Jika
peneliti menggunakan trigulasi makan dalam teknik ini akan dibagi
menjadi 3 :
1. Trigulasi sumber
Data ini diperoleh dari beberapa sumber dan digunakan untuk
menguji kredibilasi data.
2. Trigulasi teknik
Dengan cara mengecek data kepada sumber data yang berbeda.
3. Trigulasi waktu
Data didapat dengan teknik wawancara secara langsung.
DAFTAR PUSTAKA

BUKU

1. Mardiasmo, PERPAJAKAN, Edisi terbaru 2018, Jakarta, Penerbit :


ANDI
2. Andriani dalam buku waluyo, Akuntansi Perpajakan, Jakarta, Penerbit :
Salemba Empat, 2009.
3. Resmi Siti, PERPAJAKAN, Edisi 11, Jakarta, Penerbit : Salemba
Empat, 2019
4. Waluyo, Akuntansi Pajak, Jakarta, Penerbit : Salemba Empat, 2009
5. Sugiyono, Metodologi Penelitian, 2015, Penerbit : Alfabeta Bandung

WEB

Jurnal :

1. Banu Wicaksono, JURNAL Meningkatkan Potensi Pajak Umkm


Online Melalui Data E-Commerce, Kpp Pma Lima, Jalantmp
Kalibata, Jakarta Selatan, hlm, 141
2. Dwi Sukma Donoriyanto, JURNAL: Analisis Kualitas Pelayanan
Jasa Pengiriman Barang Dengan Metode Servqual Dan Qfd Di Pt.
Apas, hlm, 2
3. Fiki Ariyanti ARTIKEL : Memahami Pajak UMKM Keuntungan
dan Cara Perhitungannya.
4. Hamdan, JURNAL : Industri 4.0: Pengaruh Revolusi Industri Pada
Kewirausahaan Demi Kemandirian Ekonom, Universitas Serang
Raya. Hlm, 2
5. Kamus Besar Bahasa Indonesia
6. Sukrisno Agoes, Estralita trisnawati, Akuntansi Perpajakan, Edisi 3,
Jakarta : Salemba Empat, 2013
7. Yuyun Apriana Christian,Dkk, Jurnal: Implikasi Pengenaan Pajak
Penghasilan Final Terhadap Penghitungan Pajak Penghasilan
Badan Pada Pt. Empat Tujuh Abadi Jaya. Hlm, 10
8. https://www.kompasiana.com/sitifauzia/5c055a2512ae946cc21472
0b/perkembangan-ekonomi-digital-di-indonesia di akses pada
tanggal 21 oktober 2019 pukul 21.22
9. https://www.cermati.com/artikel/mengenal-macam-macam-pajak-
untuk-bisnis-online di akses pada tanggal 22 oktober 2019 pukul
23.08
10. https://www.cermati.com/artikel/mengenal-macam-macam-pajak-
untuk-bisnis-online diakses pada tanggal 22 oktober 2019 pukul
23.37
11. https://klikpajak.id/blog/pajak-bisnis/pajak-bisnis-online-shop-di-
indonesia/ di akses pada tanggal 22 oktober 2019 pukul 22.53
12. https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertianumkm.html.
Diakses pada tanggal 24 oktober 2019 pukul 09.15
13. https://www.tribunnews.com/nasional/2019/07/24/umkm-
didorong-melek-digital-dan-kuasai-market-place diakses pada
tanggal 25 oktober 2019 pukul 09.10