Anda di halaman 1dari 13

Rangkuman

“Hubungan dengan Komunitas”


Mata Kuliah Stakeholder Relations

Disusun oleh :

Catherina Maria 2018103908

Enjelia Christina 2018103898

Grace Ceacillia H 2018103886

Gracia Yoas 2018104088

Pelangi Anggriani 2018104289

Progam Studi Ilmu Komunikasi

Fakultas Industri Kreatif

Institute Teknologi dan Bisnis Kalbis

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
mengijinkan dan memberi nikmat dan kemudahan kepada kelompok kami
untuk merangkum bab ini. Hal yang paling mendasar dan mendorong kami
untuk meyusun makalah ini adalah tugas dari mata kuliah Stakeholder
Relations

Ada pun tujuan kami membuat rangkuman ini adalah untuk mencapai
nilai perkuliahan dan dapat menciptakan kreasi dalam membuat makalah
tersebut. Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih atas
bimbingan dosen dan kepada semua pihak, sehingga makalah yang kami buat
bisa terselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan dalam penyusunan


makalah ini, baik dari segi EYD, kosa kata, tata bahasa, etika maupun isi.
Oleh karenanya penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca sekalian untuk kami jadikan sebagai bahan
evaluasi.

Demikian, semoga makalah ini dapat diterima sebagai ide/gagasan yang


menambah kekayaan intelektual bangsa.

Jakarta, 3 Desember 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... .....ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG .............................................................................1


1.2 RUMUSAN MASALAH .........................................................................1
1.3 TUJUAN PENULISAN ...........................................................................1

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 HUBUNGAN KOMUNITAS...................................................................2

2.2 MEDIA KOMUNIKASI DENGAN KOMUNITAS ...............................5

2.3 SUMBANGAN KESEJAHTERAAN KOMUNITAS ............................7

BAB 3 PENUTUP

3.1 KESIMPULAN........................................................................................9

3.2 PENUTUP................................................................................................9

3.3 DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................10

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam sebuah organisasi, penting untuk seorang Public Relations


menanamkan komunikasi yang baik serta hubungan yang baik kepada semua
pemangku kepentingan maupun pihak internal atau eksternal, semua ini
dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Seorang praktisi public relations adalah ujung tombak sebuah


perusahaan, oleh karena itu, Seorang public relations harus bisa bertanggung
jawab terhadap apa yang dia katakan karena ucapannya tersebut sangat
berpengaruh terhadap reputasi perusahaan.

Termasuk salah satunya adalah Hubungan dengan Komunits. Seorang


praktisi humas dalam perusahaan harus memiliki sejumlah keterampilan dan
kemampuan dalam menjalankan kegiatan public relations dalam rangka
mengatur dan memelihara hubungan baik dengan para komunitas yang dapat
memberikan keuntungan bagi pihak perusahaan dan juga pihak komunitas.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu Hubungan Dengan Komunitas?


2. Apa itu Media Komunikasi Dengan Komunitas?
3. Bagaimana Sumbangan Untuk Kesejahteraan Komunitas?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui dan mempelajari Hubungan Dengan Komunitas


2. Untuk mengetahui dan mempelajari Media Komunikasi Dengan
Komunitas
3. Untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana Sumbangan Untuk
Kesejahteraan Komunitas

1
BAB 2
RANGKUMAN

2.1 Hubungan Dengan Komunitas

Komunitas adalah sekelompok orang yang hidup di tempat yang sama,


berpemerintahan sama dan mempunyai kebudayaan dan sejarah yang
umumnya turun temurun.orang-orang yang hidup dalam komunitas dengan
lembaganya membuat mereka saling bergantung dengan yang lainnya.
Komunitas tidak dapat menikmati hidup yang baik tanpa lembaga dan
lembaga hanya dapat hidup ketika mendapat ijin dari komunitas.

Dikarenakan komunitas merupakan bagian atau faktor yang sangat


penting, maka perusahaan atau lembaga harus memperhatikan dan
mempertanggungjawabkan komunitas tersebut. Tidak hanya memberikan
lapangan pekerjaan, tetapi sebuah perusahaan yang baik harus berkontribusi
atas pembangunan lingkungan dimana komunitas tersebut berada seperti
penyediaan air bersih, bantuan penerangan, bantuan pendidikan,
meningkatkan kesehatan dan lain lain.

KEUNTUNGAN DARI HUBUNGAN KOMUNITAS YANG BAIK

Dengan memiliki hubungan yang baik dengan komunitas, perusahaan


dapat lebih mudah mendapatkan karyawan dan mendapatkan ijin. Lebih jauh
lagi, perusahaan yang mempertahankan nama baik dan hubungan dengan
komunitas yang baik, sebaiknya berpengharapan wajar untuk menjual lebih
banyak produknya kepada komunitas pabrik.

KEBIJAKSANAAN HUBUNGAN KOMUNITAS

Dasar hubungan yang baik adalah suatu kebijaksanaan hubungan


komunitas yang ditetapkan dengan jelas. Ciri khas kebijaksanaan hubungan

2
komunitas yang baik adalah kebijaksanaan kaiser aluminum dan chemical
corporation. Untuk meyakinkan penduduk dalam komunitas pabrik,
perusahaan tersebut harus memiliki lingkungan industri yang baik, sudi
memikul tanggungjawab, mendukung program kesehatan, kesejahteraan dan
kemasyarakatan yang layak.. bahwa perusahaan turut meningkatkan
pertumbuhan dan kestabilan komunitas dan perusahaan merupakan tempat
yang baik untuk bekerja.

TUJUAN PROGRAM

Tujuaan program hubungan komunitas dipengaruhi oleh besarnya


komunitas dan kebutuhannya. berikut beberapa tujuan – tujuan pentingnya :

 Memberikan informasi kepada komunitas tentang seputar perusahaan.


 Menjadikan sebuah perusahaan sebagai faktor penting dalam kehidupan
komunitas.
 Menjaga hubungan yang harmonis dengan para pemuka komunitas.
 Menunjukan pada anggota komunitas bahwa kita adalah perusahaan yang
baik.
 Saling berkenalan dengan anggota – anggota komunitas yang ada.

ORGANISASI

Dalam sebuah organisasi, program hubungan komunitas merupakan


tanggung jawab manajemen pabrik lokal yang juga dibantu kepala hubungan
komunitas pabrik. Program pokok hubungan komunitas dikembangkan oleh
bagian Hubungan Masyarakat kantor pusat perusahaan – perusahaan besar.
Bagian Humas kantor pusat merencanakan dan mempersiapkan siaran serta
menawarkan nasihat dan bantuan kepada para manajer pabrik setempat. Para
humas perusahaan besar juga bekerja sama dengan manajemen pabrik
setempat dalam program hubungan – komunitas mereka.

3
PENELITIAN HUBUNGAN KOMUNITAS

Penelitian ini mencoba memahami jenis aktivitas komunitas apa saja


yang melibatkan orang – orang IBM aktif di dalamnya – membantu dengan
bertindak sebagai petugas, panitia, atau dalam kemampuan resmi lainnya.
Penelitian ini merupakan penelitian statistik belaka.

Jika sikap karyawan menyenangkan, jika para karyawan berpartisipasi


dalam aktivitas kemasyarakatan, pelaksanaan, dan sumbangan perusahaan
untuk kesejahtaan komunitas maka perusahaan mempunyai dasar yang baik
untuk membentuk program hubungan komunitas perusahaan.

APA YANG SEBAIKNYA KOMUNITAS KETAHUI TENTANG TETANGGA


BISNISNYA

Komunitas tertarik pada sifat–dasar suatu bisnis perusahaan; jumlah


karyawannya; rata – rata pendapatanya; upah keseluruhan dalam komunitas;
jumlah pemegang saham lokal; investasi perusahaan dalam kekayaan lokal;
produk yang dihasilkan; keluaran pabrik; sumbangan untuk kesejahteraan
komunitas.

Hal ini merupakan kebiasaan umum perusahaan besar untuk


melakukan suatu penelitian sebelum menepati suatu komunitas. Sikap – sikap
yang tampak demikian, akan memberi arah pada program hubungan
komunitas, kesalahpahaman yang membutuhkan pembetulan. Tentu saja,
penelitian tersebut sebaiknya meliputi penyelidikan mengenai iklim bisnis,
untuk mengetahui faktor – faktor, seperti perpajakan dan UU yang
mempengaruhi biaya dan pelaksanaan bisnis tersebut.

PERENCANAAN SUATU PROGRAM HUBUNGAN KOMUNITAS

Sebelum suatu program hubungan komunitas diberlakukan secara


resmi penelitian opini dan ekonomi, ini merupakan hal penting untuk

4
menentukan sikap terhadap perusahaan dan untuk memberikan pemahaman
tentang keadaan sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi iklim bisnis.

Dengan menggunakan hasil penelitian, manajemen sebaiknya


memeriksa secara kritis kebijaksanaan dan praktik perusahaan tersebut dengan
maksud untuk menilai kembali kebijaksanaan di dalamnya yang mungkin
menimbulkan penentangan yang kuat dalam komunitas.

Media komunikasi dipilih untuk menyampaikan informasi kepada para


tetangga tentang tujuan, sumbangan, dan kegiatan perusahaan. Suatu jadwal
ditentukan untuk peristiwa khusus, iklan lokal, publisitas. Untuk itu, harus ada
kerja sama seluruh karyawan untuk menyampaikan informasi tentang
perusahaan kepada teman – teman dan tetangganya dalam komunitas. Pesan –
pesan yang mengenai perusahaan dipersiapkan oleh staf hubungan komunitas.
Disiarkan pula acara radio, iklan, dan pemberitaan. Efektivitas program ini
dapat diketahui dengan pasti melalui penelitian opini selama komunitas
memberikan tanggapanya terhadap informasi yang diberikan.

2.2 Media Komunikasi Dengan Komunitas

IKLAN
Iklan surat kabar kelembagaan merupakan salah satu media pokok
komunikasi dengan orang-orang dalam komunitas pabrik. Iklan surat kabar-
harian memungkinkan suatu tindakan cepat dalam mengkomunikasikan pesan
penting kepada komunitas. Siaran radio dan televise menyampaikan pesan-
pesan iklan kelembagaan secara efektif. Media ini daoat menjangkau seluruh
lapisan masyarakat, meningkatkan prestise, dll.
Juga, pemilihan khalayak bisa tercapai melalui pemilihan pemancar
waktu, program yang paling disukai, dll.

5
PUBLISITAS

Publisitas merupakan unsur hubungan komunitas yang amat penting.


Hubungan pribadi dengan kerabat kerja surat kabar, televisi dan radio
setempat amatlah berguna bagi manajer pabrik atau kepala hubungan
komunitas untuk menjamin publisitas setempat. Bagian hubungan masyarakat
pada kantor pusat mempersiapkan siaran berita yang berasal dari kantor induk
setempat. Bagian hubungan masyarakat kantor pusat mempersiapkan buku
pedoman publisitas untuk menunjukkan kepada para kepala hubungan
komunitas pabrik bagaimana cara menyajikan berita dan mempersiapkan
siaran berita yang dapat diterima pleh para redaktur dan pengaruh berita pada
media setempat.

GELANGGANG TERBUKA DAN WISATA PABRIK


Cara yang efektif untuk memberikan informasi kepada komunitas
yang berkepentingan ialah dengan mengundang mereka mengunjungi pabrik
dan menyaksikan kegiatannya. Dengan wisata pabrik tersebut, dapat
memperlihatkan tentang tempat yang baik untuk bekerja, perusahaan menaruh
perhatian pada karyawannya. Karenanya, wisata pabrik merupakan suatu cara
yang efektif untuk membina pengertian.

PIDATO UMUM
Komunikasi lisan yang resmi dengan komunitas pabrik berbentuk pidato
umum yang dilakukan di hadapan perkumpulan masyarakat setempat,
himpunan professional, majelis sekolah, serta organisasi kerohanian dan
persaudaraan.

PERTEMUAN DENGAN PEMULA PENDAPAT


Untuk meningkatkan penegrtian yang lebih baik mengenai kebijaksanaan dan
pelaksanaan perusahaan, perusahaan mengadakan pertemuan dengan para

6
pemuka komunitas di kota-kota di mana pabrik dioperasikan. Contohnya para
pendeta, guru, bankir, anggota perkumpulan masyarakat, dll.

KUNJUNGAN PARA PENGUSAHA KE LEMBAGA-LEMBAGA


KOMUNITAS
Atas undangan organisasi-organisasi sekolah dan pelayanan sosial, para
pelaksana bisnis mengunjungi lembaga-lembaga komunitas untuk mengetahui
pekerjaan dan masalahnya.

FILM
Pertunjukan film yang menggambarkan berbagai aktivitas perusahaan
merupakan media informasi dan pendidikan yang penting. Film yang
menggambarkan sejarah perusahaan, penelitian, kondisi pekerjaan, dan
bangunan pabrik, dipertunjukkan kepada organisasi sekolah, perkumpulan,
dan kemasyarakatan dalam komunitas pabrik.

PAMERAN DAN PERAGAAN

Pameran dan peraqgaan (display) produk jadi, naham mentah, dan langkah
dalam proses produksi, edukasi di berbagai etalase toko-toko setempat,
pangkalan udara, dan bank untuk menginformasikan kepada komunitas
tentang perusahaan dan produknya.

LAPORAN TAHUNAN

Laporan tahunan yang dikirimkan melalui surat para pemuka


komunitas,redaktur,sekolah dan perpustakaan dan yang dibagikan kepada para
karyawan dan pengunjung pabrik, merupakan media yang efektif. Iklan surat
kabar setempat mengenai laporan tahunan juga tercakup dalam program
hubungan dengan komunitas.

7
LITERATUR KELEMBAGAAN

Literatur kelembagaan yang menggambarkan sejarah dan operasi suatu


perusahaan disebarluaskakn kepada para redaktur, penyiar radio, dan televisi,
pendidik, pengunjung pabrik, dan para pemuka pendapat, sama seperti ke
perpustakaan umum, hotel,sekolah, dan rumah sakit serta pada berbagai rapat
dimana para pelaksana perusahaan berbicara.

2.3 Sumbangan Untuk Kesejahteraan Komunitas

Manajemen mempunyai kewajiban meningkatkan ksejahteraan


komunitas tidak hanya dengan membayar pajak, tetapi juga dengan
melengkapi kepemimpinan kebudayaan, dukungan pendidikan,bantuan untuk
dinas kesehatan, bantuan untuk pertaniaan, dan pelayanan bagi pemuda,
aktivitas promosi komunitas dan pengembangan komunitas serta pekerjaan
sosial.

Dukungan kepada aktivitas kebudayaan menimbulkaan itikad baik


orang-orang dalam komuitas pabrik yang memungkinkan mereka menikmati
music,seni, dan drama. Jika komunitas pabrik memberikan manfaat
kebudayaan seperti itu maka penerimaan karyawan baru dipermudah dan
kepindahaan pegawai pun berkurang.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hubungan dengan komunitas merupakan salah satu kegiatan eksternal


Public Relations yang berhubungan dengan komunitas yang sangat perlu
dilakukan untuk kelangsungan masa depan perusahaan, maka perusahaan atau
lembaga harus memperhatikan dan mempertanggungjawabkan komunitas
tersebut. Dengan memiliki hubungan yang baik dengan komunitas,
perusahaan dapat lebih mudah mendapatkan karyawan dan mendapatkan ijin
Komunitas adalah pihak yang memegang kendali dalam menentukan
keberhasilan perusahaan maka dengan mudah dapat memperlancar atau juga
sebaliknya dapat memperlambat proses bisnis.

3.2 Penutup

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang


menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan karena
terbatasnya pengetahuan kurangnya referensi yang kami peroleh untuk
makalah ini. Penulis berharap kepada pembaca untuk memberikan kritik saran
yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

9
2.4 Daftar Pustaka
- Lattimore, Dan. 2018. Public Relations: profesi dan praktik, Jakarta: Salemba
Humanika.
- Daon001. 2015. “Peran Humas dalam Implementasi Goverment Public
Relation”, diakases pada 14 November 2019.

10