Anda di halaman 1dari 67

Sinopsis

Nama gua roby,gua seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta di


kampus,gua cuman mahasiswa biasa tidak aktif dalam berorganisasi,tetapi di luar
kampus aku aktif sebagai pendaki gunung itu adalah hoby gua yang aku sukai,aku
mempunyai seorang kenalan cewek nama dia emly dia seorang mahasiswi
sekampus gua emly adalah seorang cewek yang cantik dan mempunyai hoby yang
sama dengan gua,setiap kali aku berangkat pasti ketemu sama dia. Dan lama-
lama aku mulai jatuh cinta sama dia,hubungan gua cuman sampai tiga bulan
berpacaran sebab kesalah pahaman,ketika gua mau putus sama dia gua di
jodohkan oleh orang tua seorang cewek bernama lily tau-tau nya selama gua putu
dengan emly gua berpacaran bersama lily.

1
CHAPTER 1

Perkenalan
Kalian pernah melakukan sebuah janji kepasangan kalian untuk
memperkuat hubungan kalian,percaya semua orang melakukan itu karena dia
ingin hubungan mereka berdua berlanjut ,pada saat apa kalian berjanji saya rasa
itu di awal kita nembak cewek atau cewek suka sama sih cowok terus dia berjanji
akan setia sampai menua dan bagaimana dengan janji seorang pasangan ketika
salah satu pasangan kita marah akibat perbuatan kita sendiri apakah dia seratus
persen akan memaafkan kamu,apakah dengan mengeluarkan aku berjanji tidak
akan mengulangi nya lagi dia akan menerima kamu dan normal kembali lagi
dengan detik - detik perpisahan kamu dengan dia saya rasa itu semua dia hanya
ingin menguji kamu benarkah yang seperti itu yang kamu katakan aku tidak akan
mengulangi nya lagi dan ketika kamu mengulangi keselahan yang sama yakin dan
terima kamu akan di tinggalinya.Pernah kalian mikir ke dia,kalian pernah kalian
hargaiin usaha dia walau dia apa adanya tetab sayang kamu,walau muka pas-
pasan tetab sayang kamu,walau dia tidak sekeren cowok lain,walau tidak secantik
cewek lain tetab sayang kamu.yakin cuman lima persen cowok ganteng
berpenampilan keren mereka setia terhadap pasangan nya yakin cuman lima
persen juga cewek cantik berpenampilan cukup ok mereka setia sama kamu. Kali
ini aku akan bagikan kisah fiksi aku.

Selasa
Saya roby seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di swasta saya
tinggal seorang diri dimana aku cuman menyewa kos-kosan di kota orang agar
saya dapat menyelesaikan kuliah. Saya berhobi mendaki gunung bersama teman -
teman aku yang lain, dengan mendaki beban yang ada di pikiran aku terlarutkan
dengan melihat pemandangan alam.Ketika aku mendaki aku melihat salah satu
seorang cewek kebutulan dia sekampus gua dan beda jurusan sama gua nama dia
emly. hmm aku jujur dengan diri aku sendiri dia cantik,putih,mancung,rambut
pirang emas kadang ketika aku bertemu dengan dia,berhadapan dengan dia hmm
senyuman nya itu yang tetab melekat dalam pikiran aku.
Hari ini aku siap berangkat ke kampus dimana aku keluar memanaskan motor
vespa antik kesayangan gua yang aku beri nama robin vespa ini peninggalan ayah

2
aku sejak kecil ayah aku sudah meninggal dan di rawat oleh ibu aku yang
sekarang di kampung bersama tiga adik aku yang masih pelajar. Motor vespa aku
sudah nyalain sisah aku masuk ke kamar mandi,ketika aku masuk ke kamar mandi
kebiasaan yang sering aku lakukan adalah bernyanyi lagu dari cancuters.

"Aku cinta kepadamu woooo,sayang ini hanya untuk muu," aku yang sedang
mandi
BYURSSSS
Beberapa menit kemudian aku siap memakai baju kuliah aku.waktu berjalan sama
halnya kalo cewek lagi siap - siap butuh waktu cukup lama.
5 menit…. 10 menit…. 20 menit….akhirya….

Sekarang gua terlihat rapi memakai baju kuliah gua sekarang sisa makai minyak
rambut dan menyisirnya dan walahhhhh…. gua makin percaya diri pergi ke
kampus,tidak memakan waktu yang lama sampai ke kampus akhirnya gua sampai
dan mencari parkiran kosong.
"haaah sampai juga," kata gua sambil sedikit menyisirkan rambut gua yang agak
berantakan.Tidak perlu lama menunggu cewek yang selalu terbayang di fikiran
gua lewat bersama teman-teman dia lagi ngobrol.Dan dia menyapa gua yang lagi
sisiran rambut.
"Hy,selamat pagi," sapa dari emly.
"ehmmm selamat pagi juga," sapa balik dari gua.
"kok kamu masih di luar,bukanya sekarang dosen kamu sudah masuk,"kata dia
memberikan sebuah perhatian ke gua.apakah ini kode yang dia berikan ke gua.
"hmmm bentar lagi gua masuk karna gua lagi tunggu sobat gua," kata gua yang
menunggu aldo datang.
"hmm gitu,kalo begitu aku masuk ke kelas dulu," kata dia yang berjalan menuju
ke kelas dia dan dia balik badan lagi dimana gua menggaruk - garuk pipih gua
sambil bercermin di motor.

3
"ooo yah kamu pergi mendaki lagi nggak bentar," kata dia dimana gua masih
garuk - garuk pipih dan tidak butuh waktu lama dia pergi,dan gua melihat di
tempat dia berdiri tadik semoga dia masih ada.
kemudian aldo menghampiri gua yang baru datang.
"Woooo halo bro maaf lama macet tadik," kata aldo.
"yah gapp sekarang kita masuk dosen sudah ada," kata gua
"yang benar,wah alfa lagi ni gua," kata aldo.
kemudian gua dan aldo masuk.
setiba di kelas dimana dosen mengapsen dimana teman - teman kelas gua
memperhatiin kami berdua yang baru tiba di kelas.Kemudian dosen melihat ke
arah kami berdua.
"Hm baru datang," kata ibu dosen.
"iya bu," kemudian gua dan aldo cari tempat duduk dan dosen menegur kami
berdua.
"alasan nya apa," tanya ibu dosen.
"saya menunggu aldo di parkiran," kata gua yang sedikit takut nilai dari mata
kuliah dia merah karena keterlambatan.
"duduk," kata ibu dosen.
jam istrahat mata kuliah pertama gua sudah selesai.Sekarang gua dan teman
pendaki gua pergi ke kantin untuk mengisi perut dimana cacing dalam perut gua
lagi demo minta makan.
"brro lo pesan apa," kata ardi
"gua pesan mie ayam," kata rian.
"kalo lo brro," kata ardi
"kalo gua bakso," kata boby.
"dan lo bro," gua bakso juga
"ok,pak pesan mie ayam dua,dan bakso tiga kami duduk di meja no tujuh," kata
ardi yang lagi memesankan makanan kemudian ardi kembali di meja makan
sambil membahas soal rencana mendaki lagi,pembahasan soal rencana mendaki
belum di mulai emly lewat sendiri untuk memesan makanan juga.

4
"jadi kita kumpul di kosan lo roby," kata ardi dimana gua bilang ok ok aja untuk
mempercepat dimana gua lagi berdiri untuk menghampiri emly.
"sendirian aja," kata gua
"eh,"kata dia yang sedikit kaget dimana gua muncul secara tiba - tiba."nggak gua
sama teman gua,kamu sudah pesan makan," kata emly lagi yang memberikan
perthatian ke gua
"udah tuh gua duduk di meja tuju,dan oyah lo mau pergi ke puncak nggak," kata
gua yang mengajak dia
"boleh,jam berapa," tanya dia
"jam tiga,kita kumpul di kosan gua," jawab gua
"ehmmm aku nggak liat kosan kamu," kata dia.

"ehmmm ini alamat kosan gua," kata gua yang beri kartu alamat kedia.
"thanks ya nanti aku dan teman - teman aku pergi ke kosan kamu," mendengar
kata dia gua sangat senang kalo dia ingin ikut ke puncak bersama gua dan teman -
teman dia.

5
CHAPTER 2

Hari Memory
Setiap cowok pasti senang begitupun cewek ketika orang yang kita suka itu
mengajak ke tempat sesuai dengan hoby yang kita suka untuk menikmati bersama
tapi kadang di tempat yang kita datangi atau tempat yang menurut pasangan kita
bagus bagi kita belum tentu satu fikiran dengan dia kadang membuat kita dengan
pasangan kita bertengkar ribut sampai-sampai kita mengalah demi dia sejujurnya
itu tindakan yang salah.
Sesuai dengan rencana yang di buat oleh ardi mulai dari waktu dan tempat kami
semua berkumpul terkecuali emly dimana dia dalam perjalanan menuju kosan
gua,cukup rumit sih kosan gua karena banyak belokang setiap lorong. setelah 10
menit menunggu akhirnya dia tiba bersama teman dia.
"hmmm maaf aku terlambat," kata dia sambil turun dari motor.
"oyah nggak papa kita langsung berangkat ke puncak," kata ardi dimana dia
menggendong tas gunung dia,masing- masing menaiki kendaraan dia dimana
emly dan tiga sahabat nya ini siap berangkat juga.
Brummmmm…. Brummmmmm… Suara motor para cowok.dan berangkat.
di perjalanan gua makin semangat menjalani sebuah hidup bersama kawan-kawan
aku dimana kita bisa kumpul bersama dan pergi ke tempat sesuai dengan hal kita
senangi misal manjat tebing,bermain futsal dll.Selain itu kadang hidup dengan
sahabat masih kurang,ketika gua melihat orang lagi jalan di taman bersama
pasanganya,duduk berudaan di komedi putar,berjalan bersama di pasar malam
dimana seoarang cowok melakukan lempar target ketika mengenai sasaran maka
hadiah nya adalah boneka lalu di berikan ke pacar dia. Ketika nanti aku dapat
pasangan aku akan berjanji di diri aku sendiri aku tak akan mengecewakan dia,aku
tak ingin dia bersedih,aku tak ingin dia terluka,yang aku cuman inginkan
bahagiaiin dia sampai nikah nanti.
Tak cukup lama di perjalanan menuju gunung yang di naiki telah sampai.Kami
semua turun dari motor kemudian membuka helm.
"Haaaah….. Sampai Juga," kata gua
"hmmm rasa capek terbayarkan," kata rian.
"ya udah yuk kita jalan," kata ardi.

6
kami semua berjalan memasuki hutan yang cukap panjang untuk mencapi sebuah
gunung di perjalanan yang sedikit melelahkan dimana aku melihat kebelakang
emly seperti kehabisan tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke gunung,dengan
inisiatif aku membantu nya. Teman - teman aku berhenti juga dan mereka semua
melahat ke arah gua membantu kondisi emly
"hey kamu kenapa," tanya gua ke dia.
"Hah,hah gua capet banget berjalan," kata dia kemudian dia duduk sebentar untuk
mengumpulin tenaga kemudian gua dengan gak tega melihatnya memberikan air
minum ke dia.
"Nih,"kata gua yang menyerahkan sebotol air minum kemudian dia mengambil
nya dari tangan gua.
"ok thanks ya," kata dia kemudian dia meminum nya.
"Ugh ugh ugh,haaah sekali lagi thanks ya," kata dia yang mengembalikan botol
air minum gua.Kemudian dia mencoba berdiri tetapi dia tidak bisa karena kaki dia
pegal.
"Ayo naik," kata gua yang siap rengek dia.
"kamu yakin," kata dia lagi.
"ia ," jawab aku
kemudian kami melanjutkan perjalanan kami di hutan sambil merengek emly,di
perjalanan aku dan dia sesekali dia ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi
karena sedikit ragu mengatakan nya.
"ehmm kamu nggak capek,"kata dia dengan suara kecil.
"hm,kamu mengatakan sesuatu," tanya gua yang tidak terlalu mendengar ucapan
dia.
"hmmm heheh nggak jadi," kata dia.
"di perjalan dalam hutan cukup bagus ya pemandangan nya di sore hari," kata gua
yang lagi menikmatinya.
"hmm ia," kata dia sambil tersenyum di belakang bahu gua.
tiba - tiba awan menjadi mendung menandakan hujan akan turun.
"mendung," kata dia melihat ke langit.
"ia sepertinya mau hujan," kata gua sambil melihat ke langit juga,tidak berapa
lama di perjalanan hujan pun turun.

7
"Eh 'eh hujan cari tempat bernaung yuk," kata ardi yang berusaha cari pondok
untuk di jadikan tempat bernaung.dimana aku cuman berjalan karena aku tau di
sekitar dekat aku tidak ada tempat bernaung aku cuman berjalan ketika aku lari
dan jalan nya licin takutnya emly dan aku terjatuh maka aku jalan saja tetapi aku
sedikit tidak tega melihat emly kedinginan aku menurunkan emliy untuk
memakaikan jaket hitam tebal aku.
"Nih kamu make,"kata gua yang lagi kebasahan.
"huffft," kata emily yang menundukkan kepala dia karena dingin kemudian dia
mengangkat kepala dia"hah,kamu gimana," kata emly.
tiba - tiba suara gemuruh terdengar.
Dyrrrr
Drssssss
"Kamu pake aja,jangan khwatirkan gua," kata yang lalu memakaikan jaket gua ke
dia."kamu pake ya," kata gua lagi.
"ehhhh gyus aku dapat tempat bernaung"teriak rian.
kemudian aku berlari yang lagi kebasahan bersama emly menju tempat
bernanung.

8
CHAPTER 3

Hari Memory 2
Di waktu hujan yang sangat cukup keras gua dan emly berteduh di pondok kayu
bersama teman - teman gua dan teman - teman emly.Perhatian gua ke emly belum
selesai pada saat gua memberikan sedikit ke hangatan menggunakan jaket tebal
gua.Gua mengeluarkan termos dan gelas yang berisihkan teh panas,bukan cuman
gua yang membawa persediaan seperti gua teman -teman gua membawanya
sedangkan teman - teman emly lupa membawa persedian mereka untuk di atas
puncak nanti.Melihat kondisi cewek - cewek ini kedinginan teman - teman gua
berbaik hati memberikan teh hangat ke tiga teman emly agar dia tetab hangat
sedangkan gua mengurus emly yang lagi kedinginan.
TRYRSS Suara teh yang di tuangkan ke gelas.
"Nih buat kamu,untuk menghangatkan tubuh kamu,".
"Hurrffff,hmm Hurrrf Makasih,"ucap dari emly yang gemeteran karena dingin di
area dekat bukit.
Kemudian gua cuman duduk menjauh kebelakang pondok sambil melihat air
hujan turun dari langit emang dingin di tempat kami berteduh dan tanpa saya
sadari ada tangan yang menyedorkan teh hangat ke gua dan gua melihat nya.
"ni buat kamu," kata emly yang sambil senyum lalu duduk di samping aku untuk
melihat air hujan.
"Hm makasih FRUUUUP," di kondisi dingin emang cocok meminum teh
hangat.di waktu duduk berdua bersama emly tiba - tiba teman gua goda'in gua
karena di kirinya orang lagi pacaran.
"Cieeeeee,anteng - anteng nya duduk berduaan udah jadian nggak tuh brro," kata
rian.
"waaaaa kesempatan brro nembak make snapan serbu," kata boby.
"is apaan sih ntar mati tau," kata salah satu teman emly.
"hahahaha," tawa canda dari teman gua dan emly.
"kesempatan brro,"
dengan mendengar candaan dari mereka kami berdua cuman senyum - senyum
menanggapinya.

9
"ahahah ada - ada aja deh mereka," tawa emly baru kali ini gua melihat dia ketawa
selain dia murah senyum ke orang lain.Tiba -tiba perasan gua berubah pas
mendengar candaan dari teman - teman gua ntah kenapa gua ingin nembak emly
tapi gua ragu mengatakanya,yang di katakan merekan emang benar ini
kesempatan gua untuk dekat dengan emly kalo gua tunda maka gua bentar
menyesal. tanpa gua sadari
"Hah rumit," aku yang keceplosan
" fruuuup hmm apa,apa yang rumit," kata emly yang sambil minum teh dia
"ehhhh,hmm nggak maksd gua," kata gua yang tiba-tiba gugup.
"hm," emly yang sedikit bingung.
"nggak lupaiin aja," kata gua untuk mengalihkan pembicaraan.
"hah untung aja," kata gua dalam hati.kemudian gua meminum teh yang ada di
samping gua.
"Fruuup,"hal yang tak terduga di keluarkan dari mulut emly sampai - sampai gua
menyemprotkan tah gua kedepan.
"kamu udah punya pacar" kata emly

Kaget !!
"PUUUUURRTTT,Hah apa,hufff panas - panas," kata gua yang dimana mulut
gua kepanasan.sontak teman gua heran melihat gua dan ardi menghampiri gua.
"eh brro kenapa lo," tanya ardi.
"panas,"kata gua
melihat gua yang seperti itu emly sedikit kaget atau mungkin dia agak takut di
kirinya gua akan marahin dia.
"ehmm kamu baik - baik saja," kata emly dimana tangan dia mencoba menyentuh
bahu gua.
"ia,panas ahh bentar dulu," kata gua yang tidak sengaja menyenggol tangan dia
yang perlahan menyentuh bahu gua.Muka emly mulai menggambarkan dirinya
bersalah di fikiran dia karena dia gua sampai mulut gua kepenasan karena kaget.
"maaaf," kata emly yang suara kecil gua kemudian peka ke dia.
"hmm kamu kenapa minta maaf," kata gua dimana panas di dalam mulut gua
berkurang.

10
"yaaaa karena gua bikin mulut lo kepanasan,"kata emly.
"hmmm ahahahha nggak kok kamu nggak salah tenang aja," kata gua.
"beneran," kata dia lagi.
"ia," kata gua.Secara respec emly memeluk gua karena senang nya teman gua di
belakang kaget sampai - sampai rian yang minum teh juga menyemprotkan teh
arah tengah dimana dia sedang ngobrol.

"Furrttttsss !!!," rian menyemprotkan the dari mulut nya


"Ihhhhh apaaaan si ini panas tau," kata salah satu teman dia bernama
lisa,kemudian lisa meninggalkan tempat nongrong dia.
"lisaa tunggu,maaf" kata rian supaya lisa tidak ngambek lagi.
"kamu gimana si kalo kaget jangan nyemprot dong panas ni kaki aku," kata lisa
"ya maaf masa gua harus telan teh panas," kata rian kemudian amarah lisa
membaik kemudian lisa memeluk rian juga.

PELUK!
"Hadeh sampai kapan jomloh gua berakhir," kata boby.
"kita harus yang sabar brro," kata ardi yang berusaha tegar menghadapi masa -
masa jomloh dia.
"gyusss hujan nya sudah redah," kata lily.
dimana emly masih memeluk gua.
"haaah ya ampun dah kali itu pelukan nya ," kata loly
"hm," dimana emly kemudian sadar dan menundukkan kepala dia karena malu.
"maaf," kata dia kemudian pergi bersama loly.
"haahh ya ampun," kata gua yang sedikit senyum - senyum.
tiba - tiba ardi mengagetkan gua.
"wwwoy senyum - senyum sendiri,hmmmm meresapi amat si brro,di peluk sama
emly," kata ardi yang duduk di samping gua.
"nembak aja buruan keburu di tikung sama orang," kata ardi.
"gua ragu brro," kata gua.

11
"ragu kenapa," tanya ardi.
"gua ragu karena," kata - kata gua terhentikan dimana suara cowok menggunakan
kata sayang ke seseorang.
"hati - hati sayang," kata rian.
"ia," kata lisa.
"ehhh buset lo udah jadian," kata gua.
"yaaah," kata rian.
"kapan?" tanya ardi
"baru- baru ini,udah kita berangkat yuk menyusl boby dan para cewek keburuh
mereka jaug," kata rian.
"wahh hebat lo yah soal cewek," kata gua.
"hahah apaan brro,buruan brro," kemudian gua berdiri untuk membereskan
barang- barang gua.

12
CHAPTER 4

Hari Memory 3
Di saat - saat hujan redah tetab dinginya masi terasa kabut tebal menyelimuti
pandangan kami berdua yang lagi berjalan di belakang teman - teman gua dan
teman mily sesekali babi hutan lewat dengan berlari sontak mily kaget
kemunculan secara tiba - tiba babi hutan itu.
"iiih apaan tadik itu lewat," kata mily yang kaget yang bersembunyi di samping
bahu aku.
"itu babi hutan," kata gua.
"babi hutan,tapi kok gedek amat," kata dia lagi
"dah yang jelas babi nya udah pergi kok,kita lanjut jalan lagi yuk," kata guà.
"hm ayuk," kata emly.
perjalanan masih berlanjut dan kemudian.
"gyuusss sebelah sini kita sudah sampai," teriak ardi sambil melambaikan tangan
kemudian yang lain menghampiri ardi termasuk gua dan emly.
"waaah bagus banget dan tinggi amat, baru pertama kali ini aku mau daki gunung
setinggi ini," kata emly.
"hmmm emang kamu baru pertama kali daki gunung setinggi ini," tanya gua.
"ia," jawab dia.
di kabut yang tebal di depan samping kita jurang menambah ardenalin saya untuk
memanjat bukit.Aku melihat ke arah mily yang lagi memperhatiin kedalaman
jurang itu.
"Mily,kamu meliat apa?" tanya aku dimana mily memperhatiin kedalaman jurang
itu.
"eh kaget,ini jurang nya dalam amat ya," tiba - tiba angin kencang berhembus
sampai- sampai topi dia kenakan terbang.
"eh topi aku," kata emly yang melihat topi dia terbawa oleh angin dan jatuh ke
dalam jurang.
"yaaa," kata dia sedikit sedih karena topi kesayangan dia hilang.
"hmmm gak usah sedih bentar aku beliin yang baru," kata gua karena tidak tega
melihat emly bersedih.

13
"hmmm," kata dia sedikit bersedih karena topi dia jatuh ke bawah jurang.
"yah udah yuk kita lanjut jalan lagi," tiba - tiba tanah yang di injak mily amblas
sampai - sampai mily terjatuh.
"Robyy," teriak emly yang memegang di batang akar pohon dengan
menggunakan satu tangan yang tebal tetapi akar itu bisa - bisa saja akan patah.
"Emly bertahan," kata gua yang panik kemudian gua menunduk untuk meraih
tangan dia yang sebelah.
"robyy,"
"dikit lagi," kata gua yang berusaha mencoba meraih tangan dia.
"Raih tangan aku," kata gua yang takut kehilangan emly.

TAAK! Akar pohonya patah kemudian emly teriak.


"Robyy!!!,"
"dapat!,"
"Hmmmm pegang yang erat jangan sampai terlepas," kata gua yang memegang
erat tangan dia.
"ayoooooo naikkk," dan akhirnya emly bisa tertarik juga dan dia berbaring di atas
tubuh aku,dimana jaket yang di kenakan masih dia pakainya dan teman -teman
yang lain menghampiri kami.
"eeee ada apa ini," kata siska. yang melihat posisi kami yang tak wajar.Kemudian
gua bangun dan menyampingkan emly yang lagi pingsan dan berbaring ke tanah
lalu gua jelasin ke mereka untuk menghindari tuduhan.
"tadik itu,tanah yang di pijaki emly amblas dan emly terjatuh," kata gua yang
berbicara jujur.
"haaaaa yang benar," kata siska yang kaget lalu menghampiri emly lagi masih
berbaring di tanah dan melihat tangan dia berdarah sedikit.
"ia lalu dia berpegangan di akar pohon tebal tak lama kemudian akar pohon yang
tebal itu patah dan emly hampir jatuh dalam jurang,entah apa yang akan terjadi
ketika gua lambat menangkap dia," kata gua lalu mendekati emly yang lagi masih
pingsan.
"sepertinya dia kaget dengan kejadian tadik," kata gua dan kemudian gua
merengek dia sambil dia tak sadarkan diri.

14
"mungkin di perjalanan nanti dia akan sadar," kata gua sambil merengek nya
kembali.
"haah kamu memang cowok yang baik rob," kata siska menepuk pundak gua.
"jangan sampai dia pergi,"kata siska yang memberikan pesan ke gua lalu dia
melanjutkan perjalanan dia bersama rian.
"hmmm pesan ya," kata gua sambil senyum - senyum,kemudian gua melanjutkan
perjalanan.Di perjalanan yang menanjak dan hembusan angin yang cukup kuat
aku memakai penutub hidung gua biar debu tidak masuk ke hidung gua .
Perjalanan menanjak masih panjang untuk di tempuh puncak nya sesekali aku
menengok kebelakang melihat kondisi emly suatu keajaiban menurut gua dimana
mata dan kening dia gerak- gerak menandakan dia sudah sadar.
"Selamat bangun putri tidur," kata gua
"hmmm kita dimana,"tanya dia.kemudian gua kembali tersenyum dan berkata.
"sekarang kita di perjalanan menanjak,"kata gua yang masih merengek dia.
"oh kamu jangan lupa tutub hidung kamu karna angin nya cukup kencang," kata
gua menyuruh dia karena banyak debuh berterbangan.
"Apaaa," kata dia tidak mendengar ucapan gua karena angin kencang di tambah
gua menutub mulut gua kemudia membukanya.
"Aku bilang kamu make masker kamu karena angin nya cukup kencang dan di
tambah lagi debuh berterbangan," kata gua dan menutub kembali mulut gua.
"hmmm ok," kata dia kemudian dia memakai masker dia.
"sudah," kata dia.
"bagus,wusssss!! Anginya kencang amat," kata gua yang berusaha melawan
kencang nya angin.di tengah angin yang kencang boby melihat ke belakang dan
melihat ke arah gua dan emly.
"kamu tidak apa - apa," teriakan dia.
"haaaah guaaaa gak dengar," kata gua yang tidak mendengar ucapan dari
boby.Kemudian boby membuka penutub mulut dia.
"guaaaa bilang kamu tidak papa," teriakan kedua dari boby kemudian gua
membalasnya.

15
"iaaaaa gua gak papa," teriakan dari guaa kemudian menutub kembali penutub
hidung gua."bagusssss,hati - hati," teriakan dari boby.kemudian gua melanjutkan
perjalanan gua.
CHAPTER 5

Hari memory 4
gua masih berusaha melawan angin berhembus dari depan yang cukup kencang
dimana - mana debu berterbangan,gua yang sedikit capek merengek emly
kemudian gua turunin.
"kita jalan sambil bergandeng tangan aja ya," kata gua yang kemudian memegang
erat tangan dia,kemudian gua melanjutkan perjalanan.
"ia" jawab dia dan dia memegang erat tangan aku
GANDENGAN
"Ehmmm roby anginya kuat banget," kata dia.
"ehmmm ia kita terus berjalan aja demi sampai ke puncak,gua mau nancapkan
bendera di atas puncak," kata gua.
"owww gitu,ya udah yuk aku berjuang bersama kamu untuk sampai ke puncak,"
kata emly.
gua cuman bisa senyum menatab ke depan.Apakah emly adalah seorang cewek
yang di turunkan oleh tuhan untuk bisa bersama - sama berjuang,hmmmm gua
gak mau terlalu mikir yang lebih siapa tau usai naik puncak momen seperti ini
akan tiada lagi padahal gua senang dengan momen seperti ini.Demi menjaga hal
berharga biar waktu yang menentukan apakah gua jodoh atau tidak sama dia kalo
nggak menunggu aja dan belajar menjadi cowok yang mandiri agar gua gak capek
cari cewek lagi biarlah cewek yang datang kepada gua ketika gua sukses.Sambil
gua berangan - angan emly buka bicara sama gua.
"roby,pernah nggak kamu dengar yang seperti ini.ketika cewek mendekati seorang
cowok padahal bukan pacar dia sementara cowok itu juga sendirian maka itu
akan jadi jodoh dia di waktu tertentu," kata dia.
"hmmmmm nggak," kata gua
"aku harap si cowok itu akan jadi pacar gua," kata emly berikan kode sementara
gua gak ngerti perkataan dia.
"ya semoga aja si lo bisa dapat jodoh," kata gua.

emly cuman tersenyum

16
"kamu sudah punya pacar," tanya gua ke dia.
"ehmmm belum," jawab dia.
"kenpa belum punya," tanya gua lagi
"karena beberapa mantan aku gak cocok lagi sama aku mereka cuman ingin
permain kan aku doang dia sebelum gua putus dia pernah bilang aku janji nggak
bakalan ninggalin kamu dan menduakan kamu,tak lama aku berpacaran sama dia
aku temuin dia di taman berduduk bermesraan bersama cewek lain di waktu hari
eniversry aku dan aku nangis sampai aku berkata katakan cinta itu seperti apa
sebenarnya.hmmm ketika gua melihat seorang cowok baik yang selalu peduli
sama aku dan nolongin aku menurut aku dia adalah jodoh aku,hmmm aku suka
sama dia," kata dia.
tiba - tiba perasaan gua sedikit berubah ketika dia suka sama cowok lain
"hmmmmm,"gua gak bisa balas ucapan dia sebab dia suka sama cowok lain.
"yaah moga aja jodoh ya sama kamu," kata gua sedikit kecewa.
"waw susah amat dapat jodoh padahal beberapa langkah lagi gua akan jadian
sama cewek yang gua selalu berikan perhatian dan gua nyangka dia suka sama
cowok lain,hmm ," kata gua dalam hati. tangan tadik yang memgang erat tangan
dia semakin tidak erat malah melonggar.Tak terasa saya dan emly sampai di
puncak angin yang berhembus kencang kini perlahan kembali berhembus pada
biasanya kemudian gua melepas masker gua dan begitupun emly.Kemudian gua
teriak demi melepaska kekesalan gua.

"I LOVE YOUUU!!,"Teriak gua sekencang - kencang nya.

tiba - tiba ada yang menjawab teriakan gua ternyata emly.

"I LOVE YOU TOOO!!,"teriakan dari emly.

sontak gua sedikit kaget mengapa cewek yang suka sama cowok lain membalas
ucapan terikan gua sampai - sampai teman gua.
"Cieeee , cieeeee moga cepat ya jadianya," kata teman teman aku.
dari godaan seharusnya gua anggap candaan malah gua rasa di buly padahal emly
tidak suka sama gua dia cuman suka cowok lain hati gua semakin hancur saja.

17
kemudian ada tangan yang mencoba memegang tangan aku secara cepat gua
melipatkan tangan gua di depan dadah ,gua tau itu tangan dari emly tangan yang
tadi ingin megang secara tiba - tiba berhenti.
"hmm roby kenapa ya," kata emly dalam hati.
"baik gyus kita tancap bendera yok," kata gua kemudian mengeluarkan kain
bendera kemudian gua ambil tongkat dari ardi lalu mengikat nya.

"Wooooooy!!," teriakan gua lagi di atas puncak.


waktu berlalu dimana kami semua turun dari puncak dan sampai ke daratan
dimana perasaan gua masih sama saja tanpa beberapa kata gua langsung pergi
meninggalkan mereka semua.

BRUM….. BRUM…… BRUM…..


"eh brro,ya pulang duluan padahal gua ingin kasih tau besok siang ada latihan
futsal," kata boby.
"roby kenapa si," kata lily.
"kamu marahan ya sama roby," tanya siska
"mm nggak aku nggak marahan malahan aku senang sama dia."kata emly.
"terus kenapa tu cowok," kata siska
"hmm kita pulang aja yuk," kata lily.
"ya," kata siska.sementara emly masih bingung dengan sikap gua tiba - tiba
menjadi dingin.
di perjalan kekecewaan gua terasa di perjalanan.Sesampai nya di kosan gua

PAAAG ! Suara helm yang terlmpar mengenai lantai.

"Aaaaaargggggh!!! sial,kenapa setiap gua baik sama cewek pasti aja gua yang
kenak tidak baik nya," kata gua yang meledak.
"Daaaan guaaaa gak bakalan incar lo lagi,dan dekatin lo lagi," kata gua sambil
melihat foto emly

PAAAAAG!

"Aaarrrgh," kemudian gua masuk ke dapur membuka kulkas untuk mengambil


minuman kaleng dingin agar emosi gua tenang
"Ugh ugh haaah," ketika gua usai minum emosi gua sedikit meredah

18
CHAPTER 6

Keperdulian Tidak Punya Batas

Hari ini gua di kampus yang sedang mencari sebuah buku materi kesukaan gua
yaitu tentang berbisnis dan beberapa buku bacaan yang ringan ketika di baca
tanpa harus banyak berfikir.Di dalam aku berjalan di setiap lorong tumpukan buku
di dalam perpustakaan buku dan aku melihat ada seorang cewek lagi susah payah
untuk menggapai sebuah buku yang ingin dia bacanya dan cewek itu melihat ke
arah gua yang berdiri di samping dia dan gua cuman tidak nyangka di adalah
emly.
"uggggh tinggi amat si bukunya," kata dia sambil loncat - loncat untuk mengambil
buku itu.
"mari aku bantu," kata gua.
"ia,eh roby," kata dia yang melihat ke arah gua.
"hm kamu,eeee" niat gua mau membantu dia hilang seketika.
"tolong dong ambelin buku itu," kata dia yang menunjuk ke atas.
"huuuuf,aku nggak sampai," kata dia yang masih berusaha mengambil buku
itu.Dengan perasaan yang sedikit tidak tega gua memutuskan membantunya.
"biar aku mengambilkanya untuk kamu," kemudian gua mengambilnya.
"yeeeee,ehmm makasih," kata dia sambil meluk aku.dan
"eh kamu apa-apaan kamu jangan meluk aku bentar ada yang liat gimana," kata
gua yang melepaskan pelukan dari dia.
"ups sorry,hmmm," suasana jadi canggung
"eee aku cari tempat dulu," kata gua yang nyari tempat untuk membaca buku.
"kamu mau baca buku dimana," kata dia yang mengikuti gua.
"eeee,disini," kemudian gua duduk di kursih dan meletakkan buku gua di atas
meja.
"kamu suka baca buku juga," kata emly.

19
"ia kenapa," tanya gua balik.
"hmmmmm gua senang lo tau nggak gua suka juga baca buku," kata emly.
"ow gitu," kata gua sedikit cuek ke dia.
"ia,kamu suka baca buku apa," tanya dia lagi.tiba -tiba gua kesel sama dia karena
dia bertanya terus ke gua sampai-sampai gua gak konsen baca buku.
"haaaah lo bisa diam nggak," tiba - tiba emly terdiam.
"ya,ya baiklah," kata dia kemudian dia sedikit sedih ketika gua bentak.
"gua mau fokus baca buku,lo nanya - nanya mulu ke gua berisik tau nggak," kata
gua yang memarahin dia.tiba -tiba emly pergi dari tempat gua duduk sambil
menangis meninggalkan gua.
"hu hu," tangisan dari emly pergi meninggalkan gua.
"yaaah bagusla," kata gua sambil melanjutkan membaca bukunya.

TRING….. TRING….. TRING…..


"Siapa lagi sih ini nelfon,"
"haaah,ya halo," kata gua
"wuis santai brro," kata aldo
"lo kenapa brro seperti sudah emosi," kata aldo lagi
"lupaiin aja,lo nelfon gua perlu apa," kata gua lagi.
"hm,jadi gini sebentar siang itu kita latihan futsal," kata aldo.
"hm ok," kata gua
"lo dimana sekarang," tanya aldo.
"gua,gua ada di perpus kampus baca buku," kata gua.
"oh gitu,gua tunggu lo brro sama teman - teman yang lain," kata aldo.
"ya," jawab gua.
"ok" balas aldo lagi.
tut terputus.
Di siang hari gua sampai di lapangan yang sering gua tempati bermain bersama
sahabat gua.
"haloooo brro," sapa dari ardi.

20
"gimana kabar lo brro," tanya ardi.
"gua baik," jawab gua
"eh gimana kalo sekarang langsung masuk lapangan," kata ardi lagi.
"ok brro," kemudian gua masuk dalam lapangan menunggu giliran gua di panggil
untuk bermain sepulu menit kemudian akhirnya gua bermain sama teman -teman
gua .
di pertengahan gua main futsal gua melihat emly berdiri di pinggir lapangan
sambil memegang botol air minum di temani salah satu sahabat dia yaitu lily.
"ayooo," teriak lily.
tiba - tiba bolah mengarah ke mereka berdua entah siapa yang akan kena bola

BUGG!.
Bolah mengarah ke muka emly kemudian dia pingsan karena hantaman bola yang
sangat keras
"WOYYYY kalo nendang bola harus hati - hati," teriakan dari gua ke pemain
lawan gua dimana gua cepat-cepat menghampiri emly dimana lily kaget melihat
emly
"emly bangun" kata lily.
"roby emly gimana ni," kata lily lagi.
"hah tenang aja gua akan mengurus nya," kemudian gua mengangkat nya ke luar
lapangan dan gua baringkan dia ke atas kursih sambil memegang pipi dia.
"emly bangun," kata gua sambil mengusap pipi dia tak lama kemudian emly
terbangun dan kemudian dia duduk.
"haaah syukurlah kalo kamu sudah sadar,"kata gua sedikit khawatir.
"hm tadik aku kenapa," tanya emly.
"oh hmm kamu tadik itu kena bola," kata gua
"hmm gimana kepala kamu masih pusing,"tanya gua lagi sambil memegang
kepala dia.
"hmmm ia,aku ada sesuatu buat kamu," kata emly sambil mengajak aku
keparkiran.
"apa yang kamu mau kasikan ke gua," kata gua penasaran.
"hmm ni buat kamu," kata dia sambil senyum menyerahkan sebua kotak sepatu.

21
"sepatu," kata rian.
"yaa ini sepatu bola isi kotak ini hmm kamu terima ya," kata emly sambil
tersenyum lagi kepada ku apakah ini sebuah senyuman di buat nya kenapa dia
senyum kepada aku dan memberikan sebuah hal spsial menurut aku berharga
padahal dia suka sama cowok lain.
"beneran ini buat aku," kata aku sedikit ragu untuk menerimanya gua takut sebuah
permainan cinta.
"ia ini buat kamu,hmmm kamu terima ya," kata dia yang menyerah kan nya ke
gua.
"makasih," kata gua
"hm nggak harus berterimakasih hmm ini sebenarnya tanda aku," kata emly yang
terputus dimana rian menyenggol gua dengan membawa minuman dingin.
"gyus ini minuman dinginya" kata rian yang tersandung kaki nya lalu minuman
dia pegang tumpah mengenai baju gua.
"roby baju kamu basa," kata emly.
"waaa gimana si brro kalo jalan hati - hati,"kata gua yang perhatiin baju gua basah
"maaf gal sengaja," kata rian
"haaah ya udah,tadik lo bilang apa," tanya gua kembali soal kata dia terpotong
tadik.
"oh ehmmm aku' aku mau pulang heheh," kata emly tiba- tiba gugup.
"ow gitu,kalo begitu gua terimakasih sama kamu," kata gua dan lalu emly menaiki
motornya lalu pergi.

22
CHAPTER 7

Inikah Cinta
Malam ini gua di ajak emly bertemu di salah satu taman gua gak tau dia ajak gua
untuk apa,perasaan gua seakan jodoh gua akan bertemu sama gua dan itu bertolak
di fikiran gua dimana sewaktu di puncak dia menyukai seorang cowok lain bukan
gua.Gua menunggu sambil membaca komik kesukaan gua tak lama kemudian.
"Hy," sapa dari emly,kemudian gua melihatnya penampilan yang begitu cantik
entah apa yang ada dalam fikiran emly untuk bernampilan cantik.
"eh hy,hmmm kamu ajak gua ketemuan di taman ini untuk apa,"tanya gua
kemudian emly duduk di samping aku.
"eeeeh gimanaya gua bisah ngomong sama lo," kata emly yang sedikit ragu sama
gua karena mungkin gua akan marah.
"hmm ngomong aja," kata gua dan kembali fokus ke komik gua.
"se'sebenarnya gua cinta sama lo," kata ungkapan perasaan dari emly.
"hufff serius kamu cinta gua,"kemudian gua menutub buku gua dan berkata.
"kalo lo cinta sama gua kenapa lo suka sama cowok lain," kata gua yang lalu
berdiri meninggalkan emly.
"hm," kata emly yang mengingat apakah ada cowok lain dia suka selain gua dan
emly mengingat ucapan dia dan berkata.
"roby berhenti," kata emly dan gua berhenti lalu tiba - tiba cuaca menjadi gerimis
dan lalu turun hujan.
"gua tau sekarang looo marah sama gua kecewa sama gua karena waktu kita di
puncak yang cowok gua maksd itu hmmm lo roby," kata emly guntur mulai
terdengar

DYYERR!!!

"Gua suka sama lo roby," kata emly dimana muka dia di basahi air hujan dan gua
merasa benarkah dia suka sama gua dan benarkah juga yang dia katakan lalu gua
balik badan.Lalu gua pergi lari memeluk nya.
"Haaah maaf aku selalu berusaha hindari kamu," kata gua di pelukan emly.
"Hmm gua ngerti kok,"

23
"apakah ini yang tepat untuk dia menambak aku," kata emly dalam hati
"emly dengar aku tidak mengerti apa yang terjadi,dan aku cuman ingin jujur sama
kamu," kata gua yang mulai mengeluarkan unek - unek perasaan gua ke emly.
"sebelum itu,kamu cinta sama aku," tanya gua.
"ia," jawab emly.
"serius,kalau begitu maukah kamu jadi pacar aku," kata gua yang menembak
langsung emly.
"iaa gua terima kamu sebagai pacar kamu," jawab emly sontak gua senang ketika
dia menerima gua.
dimalam yang begitu dingin dimana gua langsung mengantar pacar gua pulang ke
rumah dia. Pada saat pulang di rumah.
Tok…. Tok…… tok…….
"siapa,emly astga kok kamu basa kuyuk begini," kata mama dia melihat gua dan
emly basa kuyub
"aku'aku habis,ketemu sama roby di taman tau - tau nya hujan dan aku di antar
roby pulang," kata emly.
"owww gitu,oyah nak masuk biar tante buatkan teh hangat," kata mama emly
yang mempersilahkan gua masuk untung mama dia baik,moga saja mama dia jadi
calon mertua gua.
"hufft dingin," kata gua yang kedinginan.emly melihat gua lagi kedinginan dan
berdiri mengambilkan sehelai handuk untuk menyelimuti tubuh gua.kemudian di
kembali lagi menghampiri gua dan dia seakan merawat gua dan merapikan sehelai
handuk yang menyelimuti tubuh gua
"nah sekarang kamu tidak kedinginan lagi sayang," kata emly dan kembali dia
tersenyum ke arah gua.
"hmm makasih ya sayang," kata gua tak lama kemudian calon mertua gua atau
mamah dia menghampiri kami berdua dengan membawakan teh hangat dan
biskuit coklat yang di taro di atas bakik.
"ni mama bawaiin kamu teh sama biskuit coklat dan mamah senang melihat kamu
ketika kamu peduli sama teman kamu sendiri," kata mama dia
"nak minum teh nya dan jangan lupa makan biskuit nya,tante mau masak dulu di
dapur," kata mama dia.
"mamah kamu baik ya sama seperti sifat kamu," kata gua yang senang melihat
sifat pribadi antara anak dan mamah dia sama - sama memiliki sifat baik.

24
"Fruuuup,haaah," kemudian gua mengambil gua membuka toples dan mengambil
beberapa biskuit coklat nya.
"hmmm kamu sibuk nggak besok malam," kata emly yang sedikit malu.
"fruuuup,hmmm nggak kenapa," tanya gua balik.
"aku mau ajak kamu nonton di bioskop,hm aku yang bayar tiket nya," kata
emly.dengan mendengar kata emly yang mau bayarkan gua uang tiket nonton nya
gua mengatakan
"eeeets jangan biar gua aja yang bayirin kamu tiket nontonya,"kata gua
"yang benar," kata dia
"ia," jawab gu
"hah masa cewek banyak berkorban di bandingkan cowok ,pengorbanan cowok
lah harus banyak berkorban demi cewek nya" kata gua dalam hati
"hmmm sepertinya gua harus balik dan hujanya agak reda,dan terimakasih ya,"
kemudian gua keluar dari rumah emly dan gua naik motor gua.
"nak roby ayo masuk ma,lo kok teman kamu pulang," kata mama dia
"hmmm mungkin roby ada kesibukan mah," kaya emly.
"padahal mama sudah siapin makanan di dalam," kata mama dia yang masih
berdiri.
"mending emly temani mama makan di dapur,"
kata emly dan kemudian emliy bersama mama dia masuk ke dalam dapur

25
CHAPTER 8

Story Father Emly


Pagi hari gua bangun dan mengambil jam tangan gua untuk melihat pukul berapa
sekarang

Pukul 6:50
"hmm 6:50" kata gua yang masih susah untuk membuka mata.
Kemudian gua bangun dan masuk ke kamar mandi untuk cuci muka lalu keluar
lagi dalam wc,sebelum gua ke kampus gua biasanya membuat teh lalu
meluangkan waktu baca komik kesukaan gua sebentar lagi bacaan komik gua
akan tamat.
"Fruupp,"
Slak ! suara membalikan lembaran
tak cukup lama gua baca komik hp gua berbunyi

TRING…. TRING…..

"Halo," Kata aku


"halo sayang,kamu lagi ngapain," tanya emly.
"oh ini sayang aku lagi baca komik,ada apa," tanya gua.
"kamu nggak ke kampus," tanya emly
"fruuup,hm aku ke kampus habis aku baca komik lalu ke kempus eh," kata gua.
"ia kenapa?”Tanya emly
"katanya sebentar siang ada acara ke musium," kata gua.
"hmmm kamu mau pergi," kata emly
"ia sama teman - teman aku,kamu mau ikut ," tanya gua
"hmmm acara nonton di bioskop kita," kata dia.

26
"udaah nonton di bioskop bisa di lain waktu,ato bisa juga lusa," kata gua.
"hmmm ya udah deh," kata dia
"gimana?" tanya gua lagi.
"iaa," kata dia sedikit betek.
dan telfon tertutub
Tiba di kampus bersama emly lalu gua memarkirkan motor dimana teman - teman
gua masih di luar,dimana mereka senyum melihat ke arah gua seakan mereka tau
hubungan kami.
"cieeee hmmm sepertinya ada traktiran ni," kata lily.
"traktiran ya boleh," kata gua untuk mengerjain lily.
"serius,wah kapan," tanya lily dimana gua berhasil mengerjain dia.
"hmmm bentar traktirany adalah," kemudian gua mengeluarkan minuman teh
gelas di kantong motor gua dan lalu memberikan nya ke lily.

PAG ! Suara lemparan teh gelas mengenai badan gua.


"iiii nyebelin banget,"dimana lily menyubit tangan gua
"aw,ahhaha,"gua ketawa bercanda ke liliy sontak teman aku juga ikut ketawa di
atas motor mereka masing - masing
"yaaa ngmbek,"kata boby
" dah biarin bentar lagi dia akan adem," kata gua.
beberapa saat kemudian dosen gua sudah tiba langsung kami masuk ke kelas
dimana saya dan emly pisah
Beberapa saat kemudian waktu mata kuliah gua sudah selesai dimana gua dan
teman - teman gua siap melakukan mengumpulkan data mengenai fosil -fosil
dinosaurus untuk tugas mata kuliah.Kemudian gua turun di tangga dan duduk di
atas motor dan menunggu emly,beberapa saat kemudian emly datang dengan
membawa belanjaan berupa minuman izotonic agar kami tetab semangat
menyelesaikan tugas mata kuliah.
"hy kalian semua,aku belanjaiin sesuatu buat kalian," kata emly sambil menenteng
kantongan plastik kemudian emly membagikan minuman itu,lalu kami siap semua
untuk ke musium.Di perjalanan biasanya gua cuman naik motor sendirian kali ini
di temani oleh seorang cewek setiap gua pergi dan gua beruntung dimana emly ini
orang nya tidak gengsian padahal dia orang kaya dan cantik menggunakan motor
vespa antik gua.

27
Di perjalanan sambil ngobrol.
"aku mau bertanya sesuatu ke kamu," tanya gua.
"hm ia apa," tanya emly
"kamu nggak malu sama aku ketika gua bonceng kamu hm kemana -mana make
motor vespa," kata gua.
"hmmm nggak aku malah senang," kata dia lagi
"kok senang ," tanya gua lagi
"hmm senang karena kamu apa adanya,dan ingin aja si rasaiin menjalani hidup
apa adanya seperti kamu," kata dia.
"emang nya kamu nggak bosan dengan fasilitas yang kamu punya,seperti mobil
dan kamu punya motor cukup keren di bandingkan gua," kata gua
"sebenarnya sih gua gak bosan ,hanya saja ingin merasiin aja dan sesekali tanpa
harus gua di antar jemput make sopir dan gua juga merasa mobil itu bukan mobil
gua itu mobil orang tua aku,aku tidak punya apa - apa gua cuman manja aja si
sama mamah gua," kata dia.
"hmmm gitu dan papa kamu mana," kemudian emly menjadi canggung.
"hmm maaf,bukanya aku bermaksud hanya saja gua ingin tau aja," kata gua
sedikit bersalah mengatakan itu.
"hm papah gua udah meninggal pas kejadian tenggelam nya kapal perusahaan
yang mewah di kemudikan oleh ayah aku dimana pas kejadian itu gua selamat
serta ibu aku,ini waktu gua masih kecil dimana cuaca kurang bagus dan ombak
besar tak cukup lama melawan ombak besar yang mengerikan, kapal menabrak
batu karang dan merobek lambung nya pas kejadian itu air mulai masuk satu jam
kemudian kapal itu hampir setengahnya tenggelam dan ayah aku menyuruh aku
naik saikochi bersama ibu aku dimana tidak ada tempat lagi untuk ayah aku duduk
kapal nya sudah penuh beberapa awak kapalnya ikut tenggelam bersama ayah
aku," kata emly yang perlahan menangis usai menceritakan kejadian ayah dia
"sudah kamu jangan nangis do'ain aja yang terbaik buat ayah kamu," kata gua

28
CHAPTER 9

Museum
Mengobrol bersama orang ketiga terdekat dengan kita di perjalan itu serasa dia
adalah adik gua atau kakak gua kenapa karena ada sedikit keluasan untuk gua
berbagi cerita tanpa merasa malu untuk membagi cerita apa lagi dia ,tapi gua tidak
seperti cowok lain yang ingin lebih luas lagi bercerita semua hal pribadi dia cukup
gua bercerita tentang keluarga dia tapi di saat gua menanyakan ayah dia gua
benar-benar tidak tau kalo ayah nya seorang kapten kapal pesiar dan meninggal
tenggelam bersama awak kapal dia dalam lautan yang luas dan memeliki
kedelaman yang begitu gelap ketika kita berenang lebih dalam lagi,gua mungkin
cuman bercerita soal kapan kamu mau nika target dia kapan ingin nika dan soal
kelanjutan sekolah dia ingin lanjut dimana soal mamah dia ingin punya menantu
yang seperti apa,jawaban nya pasti "soleh,betanggung jawab,rajin
beribada,mempunyai pekerjaan halal,membahagiakan keluarga kamu serta orang
tua dan mertua" yang seperti ini sering gua dengar. Berpacaran menurut gua hal
menyenangkan menurut gua bersama emly di bandingkan dengan mantan - manta
gua dimana mereka cuman minta traktiran di saat saya tidak lagi pegang uang
tidak pegang uang di kira gua pelit nggak di belanjaiin di anggap aku miskin
memang gua orang nya miskin tapi gua gak mau terlihat sok kaya di depan pacar
gua,gua ingin jadi sendiri bukan seperti cowok lain banyak cowok lain yang kaya
tapi belum tentu itu hasil usaha dia ada orang tua dia kaya tetapi di barengi hasil
usaha dia dengan membuka usaha dan menurut gua orang seperti itu wajar cewek
- cewek banyak yang dekat membelikan pacar dia dengan uang dia sendiri dengan
tujuan membahagiakan pasangan dia dan ujung nya cewek ini akan setia sama
cowok nya ini sampai menikah.Dan emly cewek nya bisa di ajak kerjasama soal
pendidikan gua ketika gua kesusahan dalam mengerjakan tugas dia berusaha
membantu dan saya senang melihat nya tipe cewek seperti dia,cewek itu unik dan
kadang susah di tebak hati dia.
Sesampai di musieum
"kita sudah sampai di museum palopo," kata ardi.
"sekarang kita masuk untuk selesaiin tugas mata kuliah,sebenarnya gua agak
malas kerjaiin tugas,mendingan gua jalan sama siska," kata rian.
"halah kamu itu yah pacaran mulu di fikiran lo,oyah siska mana kok gak ikut,"
kata gua
"yaaa lebih tidak membosankan aja kalo pacaran , siska di rumah dia katanya
kerjaiin tugas dia jadi tidak bisa di ganggu," kata rian

29
"nah pacar lo aja rajin kerja tugas masakan lo nggak,hati -hati cewek banyak baca
buku bisa pintar buat aturan dalam berpacaran apa lagi soal pintar untuk ingin
kemauan dia turuti," kata gua yang sedikit menakuti rian.
"contoh nya apa," kata rian penasaran
"pernah nggak siska ketika minta belanja terus lo tidak turuti lalu dia ngmbek dan
keluar senjata andalan dia PUTUSS," kata gua.
"hmm kalo di ingat -ingat pernah si siska ngamebek soal," kata rian kemudian gua
masuk dan berkata sambil jalan.
"hati - hati saja," kata gua sambil memegang tangan emly sambil berjalan
memasuki musium
"tau ah,horor amat hubugan gua," kata rian yang kemudian masuk juga dalam
museum.
"hah,waaa bagus benar museum nya liat ada posil tireks dan ada posil burung
dinosaurus," kata rian.
"cubit gua siapa tau gua bermimpi," kata ardi yang dimana takjub melihat
museum nya penuh sejarah kemudian rian mencubit tangan ardi.
"aww," kata ardi
"lo ngapain cubit gua sakit," kata ardi lagi sambil mengelus tangan dia.
"untuk membuktikan ini bukan sebuah mimpi,ayo kita jalan," kata rian dimana
kami semua berjalan sambil memperhatikan isi museum yang begitu luar biasa
menurut gua dimana fosil dinosaurus terpamerkan dimana - mana.
"sekarang kita pisah untuk mengumpulkan data tentang fosil dinosaurus ini," kata
gua.
"ok,waaaaa luarbiasa dah," kata rian kemudian ardi mencubit tangan rian di
kiranya lagi bermimpi.
"aw,ngapain lo," kata rian ke ardi
"ini bukan mimpi sobat ini nyata," kata ardi.
"tapi sakit brro," kata rian kemudian dia berjalan bersama ardi bersam boby.Gua
sama pacar gua.

30
"sayang - sayang lihat ada fosil dinosurus yang leher panjang itu nama nya apa
yah?" tanya emly.dan gua berlagak seperti seorang ahli menjelaskan di hadapa
emly.
"hmmm ini sayang namanya apotosaurus,itu berleher panjang dan pemakan
tumbuhan,"kata gua.
"wahh kamu hebat ya bisa tau," kata emly.
"yah mesti tau," kata gua.dan gua mengumpulkan data tentang dinosaurus ini yang
belum gua ketahui dan bertanya ke penjaga nya beberapa saat kemudian gua usai
mengumpulkan data tentang jenis dinosaurus ini dan gua melanjutkan perjalanan
gua menyelusuri museium ini

31
CHAPTER 10

Bertengkar
Di tengah perjalan sambil menikmati pemandangan fosil dalam museum kamu
berdua mulai laper dan mencari tempat makan di luar setibanya gua dan emly di
luar gua melihat ardi dan cewek lain lagi duduk sambil makan berduaan dan
sambil ngobrol juga kemudian gua milih tempat duduk agak jauhan biar gua bisa
dengar obrolan mereka sambil gua nunggu pesanan gua.
"hmmmm aku mau nika," kata cewek.
"serius," kata ardi.
"wahh jangan - jangan cewek ini pacar nya ardi dan dia tidak bilang - bilang sama
gua kalo dia punya pacar," kata gua dalam hati.
"ia serius tapi pengenya si sederhana aja sii acara nikah nya," kata cewek.
"Wadaw" kata gua dalam hati
"seriusan ini ardi mau nika sama ini cewek," kata gua.
"sayang," kata emly yang manggil gua dimana gua masih menyimak obrolan
mereka berdua.
"bentar," kata gua.
kemudian,ini ni kalo cewek di cuekin nada suaranya makin tinggi sampe- sampe
tetangga kaget.
"SAYAANG,"kata emly dengan nada cukup kencang sampe - sampe sifat
dedtektif gua berantakan
"Waduuuh kencang amat suranya mbak,bisa pecah gendang telinga aku," kata
gua.
"hahaha maaf,habis kamu cuekin aku," kata emly.
"eh kok lo berdua ada disini,gimana tugas kamu brro," kata ardi.
"belom brro ini gua dan emly pengen makan baru lanjut kerja tugas,kalo lo sendiri
gimana brro," tanya gua.
"kalo gua sendiri sudah selesai kumpulin data nya sisah rian dan boby di
dalam,dan gua duluan dulu ya brro ada urusan penting," kata ardi
"ow gitu,hati - hati di jalan,"kata gua

32
"kamu si,"kata gua nyalahin emly dan emly baper.
"kok aku,perasaan aku yang manggil kamu tidak balik emang nya ada apasi serius
amat," kata emly
"ni mie ayam nya mas dan mbak," kata ibu penjual mie ayam.
"makasih," kata gua
"hm tadik gua itu lihat ardi sama cewek itu lagi berduaan gua penasaran ni sama
si cewek itu," kata gua sambil makan.
"lah terus kamu suka sama cewek itu," kata emly berfikir berlebihan
"uhuk-uhuk,air air buruaan pedes di tenggorokan aku," kata gua batuk karena
cewek gua berfikir berlebihan
"nih," kata dia yang menyerahin minuman jus dia ke gua.
"makasih sayang," kemudian gua minum sampai habis
"fruuuuuup haaah," gua menghabiskan jus alvokad emly
"loh sayang minuman aku,huuuf nyebelin," kata emly yang kemudian ngambek.
"hah aku terpaksa," kata gua.
"iiiisss," kata emly yang emosi.
"dah biar nanti gua ganti," kata gua untuk goda dia biar tidak ngmbek lagi.
"nggak," kata emly masih marah.
"duuuf bahaya ni do'i marah gimana kalo gua kasih jurus andalan saja ya," kata
gua lagi mikir.
"sayang gimana kalo tugas aku selesai aku ajak jalan ya dan beliin boneka," kata
gua bujuk do'i lagi
"gak peka amat," kata dia ngmbek lagi.disinilah ujian para cowok dimana di
posisi kebingungan di kasi kepekaan mala di bilang tidak peka.
"mau kamu apa sih," tanya aku lagi dimana muka dia masih terlihat masih marah
"gak tau," kata dia lagi
"hmm ya udah aku mintaa maaf soal habisin minuman kamu,aku ganti deh yang
baru," kata gua kemudian memanggil penjualnya

33
"ya ada apa mas," tanya penjual nya.
"pesan jus jeruk," kata gua.
"baik mas," kemudian penjual nya pergi.
"is sayang kok jus jeruk si," kata dia complen lagi.
"lah terus apa," tanya aku lagi
"isss nyebelin," kata dia lagi kembali ngambek.
"oia tunggu di sini ya," kata gua dimana berdiri untuk memsan jus yang sesuai
dengan keiginan do'i.
"nah aku sudah pesan sisa kita tunggu,jangan marah dong kalo marah imut nya
hilang," kata gua sedikit gombal - gombal dia.
"dasar gombal," kata dia dimana perlahan emosi dia mencair selanjut nya
rencanan B biar emosi dia tidak hilang.
"lihat apa ini," kata gua yang memperlihatkan kotak musik kecil yang gua
keluarin dari tas gua.
"waa kotak musik ya," kata dia kembali tersenyum.
"kok kamu bisa tau itu kotak musik,kamu putar tuas nya," kata gua sambil
memperhatiin
"aku pernah di kasih oleh mantan aku," kata dia ingat mantan dia
"eh buset belum move on," kata gua dalam hati.kemudian kotak musik itu
berputar bagaikan seseorang berada di lapangan rumput hijau yang luas dan
berada di bawa sinar bulan yang terang

34
CHAPTER 11

Membuat Foto Kenangan


Hubungan gua bersama emly sudah menginjak tiga bulan hari ini gua dan emly
akan pergi jalan - jalan ke salah satu wahana permainan yaaa buat do'i bahagia
biar dia betah sama gua,gua sekarang di depan gerbang pintu rumah do'i ya walau
cukup lama si nunggu cewek lagi siap - siap butuh kesebaran untuk menunggu
gua melirik ke jam tangan gua.
5 menit…10 menit…. 15 menit…. 20 menit…
"argh lama benar dah cewek kalo lagi siap - siap," kemudian gua melirik lagi ke
jam tangan gua.
30 Menit Kemudian
"sayaang," sapa dari do'i kemudian gua melirik dia.
"kamu lama banget,waaaaw," gua seperti melihat cewek super model.
"eee,kamu kenapa," tanya dia ke aku sementara masih melihat kecantikan muka
emly.
"oh,ehm kita jalan yuk," kata gua dimana gua statar motor vespa gua,lalu mama
emly keluar.
"eh,eh nak tunggu," kata mama dia.
"ia ada apa tante," tanya gua
"hati-hati di jalan," kata mama dia.
"ok tante," kata gua lalu gua nancap gas motor vespa antik gua.
beberapa saaat kemudian di perjalanan motor vespa gua mogok.
"eh'eh kenapa ni," kata do'i.
"yaaaah mogok,ini sayang motor aku mogok kita jalan kaki ya kan udah dekat
"kata gua.
lalu emly dan gua turun dari motor vespa dimana gua mendorong vespa,ini bisa di
bilang ketika pacar lagi ada masalah pada kendaraan nya do'i tidak rewel cuman
menikmati momen kebersamaanya.
"sayang," kata do'i dimana gua lagi dorong vespa.
"ia kenapa sayang," tanya gua.

35
"ini malam cukup bahagia tau nggak," kata do'i
"bahagia kenapa," tanya gua lagi
"hmm aku bahagia karena ya, lo itu cowok nya apa adanya dan kadang nyebilin
tapi kamu pintar ketika gua marah lo bisa nenangin gua dan alasanya kamu
pertahanin aku apa," tanya dia lagi
"apa ya," kata gua sambil mikir.
"kok mikir langsung jawab kek," kata emly
"tuhkan gua salah lagi pasti mikir macam-macam lagi," kata gua dalam hati.
"ia,hmm karena cuman takut aja si kehilangan kamu," kata gua berkata jujur apa
adanya ke do'i.
"semua cowok berkata begitu ke aku,tau - tau nya selingkuh," kata dia lagi seakan
gua juga begitu karena gua cowok
"waduh,"
"hmm aku beda mah seperti cowok yang lain," kata gua.
"bedanya apa," tanya dia lagi
"bedanya itu aku tidak dua'in kamu," kata gua
"tetab samaaaaa,"kata dia lagi.
"eh buset salah lagikan gua," kata gua dalam hati.
"kenapa ya cowok begitu padahal jelas - jelas dia punya pacar," kata do'i
"yah mungkin aja bosan kali ya,"kata gua.
"ooo jadi ceritanya kamu bosan sama aku," kata dia.
"huhuhu cabut nyawa aku tuhan," kata gua dalam hati.
"kamu pasti akan begitu ke depanya," kata dia kemudian do'i keluarkan senjata
andalan dia kalo ngambek nya udah kelewatan.
"kita putus," kata do'i
"apa,wowowo jangan jangan ok aku janji sama kamu aku nggak bakalan dua'in
kamu.
"benar ni," kata dia
"iaaa," jawab gua
"ok aku pegang janji kamu," kata dia lagi

36
"pegen nangis,ancaman cewek menakutkan amat," kata gua dalam hati.
tak terasa kami berdua sampai di wahana permainan
"Sayang-sayang naik komedi putar yuk," kata emly.
"ia sabar aku parkirin motor aku dulu," kata gua dimana menurunkan standar
vespa gua lalu gua dan emly masuk.
"sayang buruan," kata do'i kemudian gua dekati dia kemudian do'i narik tangan
gua untuk masuk ke dalam.
"haaah bagusla kalo kamu nggak ngambek lagi," kata gua dalam hari,kemudian
gua bayar uang tiket nya untuk menaiki wahana komedi putar lalu komedi putar
nya berjalan.
di atas aku dan emly melihat pemandangan kota palopo di malam hari lalu komedi
putarnya berhenti sesaat untuk menyaksikan pemandangan kembang api di
luncurkan.
"wahhh indah nya palopo di malam hari dan kembang api,foto yuk sayang," kata
do'i dimana dia mengeluarkan kamera dia lalu gua cuman nurut saja.

CEPRET.
lalu kertas foto nya keluar
Keplek keplek keplek
"coba lihat hasilnya," kata gua dimana dia memperlihatkan hasil foto gua dan
bersama dia.
"sayang aku simpan ya nanti semua foto - fotonya," kata do'i
"ia eh aku juga mau sayang," kata gua
"ia sayang nanti," kata do'i kemudian dia memasukan hasil foto aku dan dia di tas
dia yang kecil.beberapa saat kemudian kami menikmati pemandangan kota di
malam hari beberapa saat kemudian komedi putarnya kembali berjalan lalu kami
keluar.
"sekerang kita ngapain lagi sayang," kata do'i.
"oh sini ikut aku," kata gua menarik tangan dia dimana ingin menunjukkan
ketempat sesuatu dimana gua ingin sekali memberikanya.
"wah boneka, sayang menangin permainanya dong aku ingin boneka beruang
nya," kata dia sambil menunjuk ke arah boneka nya.
"tunggu ya,mas saya mau bermain harga satu kali main nya berapa?" tanya gua ke
mas itu.

37
"satu kali lemparan harganya cuman lima ribu" kata mas itu.
"mahal amat," kata gua dalam hati.
"ok mas ini uang nya,"kemudian gua siap - siap ambil ancang untuk melempar
nya.
"ahhhk nggak kenak," kemudian gua melempar dengan harapan bisa mengenai
target nya dan mendapatkan boneka beruang nya
"ayo sayang kamu pasti bisa," kaya emly berikan semangat.
"ahkkk nggak kenak lagi," kemudian gua coba yang ketiga kalinya semoga bisa
kena
"huuuf," tarik nafas dan lempar

BERHASIL
"Waaaah kenaa," kata gua
"wah lemparan mas berhasil dan ini boneka beruang nya," kata mas itu dan
memberikan boneka beruang nya ke emly
"yeeeey,makasih sayang," kata emly dimana dia senang ketika boneka itu di
berikan.
lalu kami berfoto lagi dimana emly memeluk nya dan sambil tersenyum

CEPRET
Keplek keplek keplek
"ini foto kenangan kita," kata emly
"ia sayang kamu mau janji ya sama aku tidak dua'in aku juga" kata gua."ia aku
janji sama kamu," kata emly lalu dia memeluk gua.
PELUK

38
CHAPTER 12

Bertemu Mantan
Di setiap hubungan seseorang pasti pernah mengalami hal yang membuat kita
cemburu dengan pasangan kita baik laki- laki maupun perempuan bagaimana
kalian akan mengahadapi masa itu ketika pasangan kalian dekat dengan mantanya
terus kita cepat mengambil kesimpulan yang salah sehingga menuduh dia
selingkuh padahal bulum tentu dia selingku dan sehingga juga kalian akan
berantam bersama pacar kalian seperti marahan,diam diamana tidak ada kabar dari
dia begitupun kamu tidak berikan kabar kamu ke dia,tak semua hubungan orang
akan berakhir karena kesalah pahaman seperti ini memang rumit kita menilai
kebenaran nya dengan luapan emosi sampai - sampai kita menghajar mantan pacar
kita.
Pukul 6 : 00
di pagi hari gua masih tertidur lelab dimana gua masih ingat momen gua dan emly
di wahana,sampai - sampai tanpa gua sadari gua senyum - senyum sendiri dan
tanpa gua sadari juga gua mencium bantal guling gua sendiri dan ketika ayam
berkokok gua pun sadar.
"ueeeeek ihh kenapa gua cium bantal," kemudian gua menyampingkan bantal
guling gua,kemudian gua duduk untuk mengumpulkan nyawa karena habis
bangun.
"hoaaaaaam," gua yang masih menguap dan dimana rambut gua yang gondrong
berantakan dimana setiap hari gua rapikan dan malah berantakan lagi,sekarang
gua berdiri untuk mencari handuk dan lalu masuk ke kamar mandi dimana
kebiasaan seorang cowok kalo di kamar mandi mencukur janggot dan kumis dia
biar keliatan rapi dan
cussss
10 Menit… 20 Menit …..
"berssss dingin," kemudian gua mencari baju tak perlu cukup lama berpakaian tak
seperti cewek kalo lagi siap -siap butuh waktu lama sampe - sampe gua bosan
menunggu nya karena kelamaan jarang seorang cowok ketiduran karena
menunggu cewek dia yang lagi berdandan,ketika cewek dia selesai dan melihat
cowok nya ketiduran dan kelelahan karna lama menunggu malah si cewek nya
masuk kembali dalam rumah nya lalu mengunci nya saking jengkelnya di kiranya
tidak jadi.Ketika seorang cowok bangun langsung aja angkat kaki di rumah dia
karena di kiranya juga cewek nya lama berdandan.

39
Sesampainya di kampus bersama do'i seperti biasa mencari parkiran.
"huuuf sampai,eh sayang aku nggak bisa anterin kamu pulang ya," kata gua
"hmm emang nya ada apa,"tanya dia.
"sebentar itu aku dan teman - teman aku ada kegiatan kerja kelompok buat
presntasi takutnya kalo aku kelamaan mala kamu capek nanti karena menunggu,"
kata gua memberikan penjelasan supaya tidak dikira gua jalan sama cewek lain.
"ow gitu,awas lo di jadiin alasan tau - tau nya jalan sama cewek lain," kata do'i
yang mulai lagi.
"yaaa tuhan ambil nyawa aku,gua jujur juga masih ajaaaa curiga,baru aja di
jelasain sejujurnya huhuhu" kata gua dalam hati
"ia tenang aja sayang kamu itu cewek yang istimewah buat aku," kata gua.
"gombal," kemudian do'i pergi meninggalkan gua langsung pergi ke kelas dia.
"benar-benar cewek sekarang," kata gua dan tiba - tiba
"Dorrrr," dimana mantan gua ani mengagetkan gua.
"eh," kata gua yang kaget.
"waah parah ini kalo do'i liat gua di peluk di kiranya gua selingkuh," kata gua
dalam hati lagi dimana masih di peluk mantan gua tak cukup lama do'i ninggalin
gua dia balik lagi karena cas hp dia ketinggalan di kantong motor vespa gua
"sayang aku mau," dimana do'i menatab dengan tatapan yang mematikan seakan -
akan gua selingkuh dan takut ny mengeluarkan unek - unek dia yang begitu
mematikan.
"siapa dia," tanya do'i.
"mampus gua," kata gua lagi dalam hati.
"hmmm kenalin nama gua ani mantan roby," dengan santai nya memperkenalkan
dirinya sambil mengulurkan tangan dia ke emly.
"gua emly,oh my god," kata dia
"nah - nah unek nya udah keluar,eh lepasin," kata gua dimana menyuruh ani
lepasin pelukan dia dan
PAAAAAG ! suara lima jari mendarat di pipi gua dimana orang - orang perhatiin
adegan yang begitu langkah terjadi.
unek unek maut keluar
"kamu jahat,dan hmmmm janji kamu mana yang katanya nggak akan selingkuh
kamu itu sama seperti cowok lain tau nggak haaah," kata dia dimana emosi sama
gua dan gua jelasin ke dia sama juga bohong dia tidak akan percaya.

40
"gua mau jelasin," kata gua.
"kamu mau jelasin apa lagi aku jelas -jelas liat kamu di peluk - peluk mesra gitu
dan kamu cuman diam," kata do'i
"ya ampun akan parah ini masalah,"kata gua dalam hati.
"kasih gua kesempatan untuk jelaskan ke kamu," kata gua memohon agar dia
tidak mutusin gua,di bagian sini gua bisa nebak dia akan nekat mutusin gua.
"nggak maaf kita putus," kata dia dimana mutusin gua di saat itu juga.
"Apa," kata gua yang kaget dimana hati gua saat itu juga hancur berantakan.
"ia kita putus," kata dia lagi.
"plisss kasih aku kesempatan," kata aku yang memohon kedua kalinya dan itu
percuma saja dimana dia akan pergi meninggalkan tempat itu lalu aku tahan dia
waktu seakan terhenti.
"lepasin tangan aku," kata dia dan di saat itu juga dia ninggalin aku.
"yang sabar hmmm gimana kalo kita balikan yuk," kata ani dan gua bilang.
"bangkek lo,"kata gua yang emosi dan pergi ninggalin mantan gua itu.
Waktu pulang
Di waktu pulang gua merasa gua gak berhak berpacaran lagi dan gua cocok di
buly ke orang - orang sebagai cowok jomloh tujuh tahunan.Perasaan yang dulu
dan kondisi yang dulu lagi sebelum gua pacaran sama emly itu kembali lagi.
"ya ampun,secepat inikah emly," kata gua yang menahan kesedihan dimana gua
menyandarkan kepala gua di dinding
"woy brro lo kenapa melamun,ada masalah,"tanya rian dimana duduk di samping
gua.
"nggak,nggak ada masalah dan oyah brro gua gak ikut kerja tugas," kata gua yang
sedikit kurang semangat dan langsung keluar dari kelas gua yang begitu kurang
semangat rian menghampiri gua yang berjalan menuju tangga turun.
"lo kenapa brro," tanya rian dan langkah kaki gua terhentikan ketika melihat do'i
berjalan sama cowok lain dan di antar pulang make mobil langsung saja emosi
gua naik dan mengejar mendekati cowok itu gua lambat mendekati itu dimana
mobil itu telah pergi.
"wooooooi," teriak gua.
"ada apa," tanya rian lagi.

41
CHAPTER 13

Jomloh Ke 1
Paling menyakitkan saat ku tak tau sebabnya,mungkin seharusnya aku tak
menangis.Paling menyakitkan untuk bilang kalau aku masih perduli,kini kucoba
mengenang kembali.Di kala itu kau sentuh aku dan membalas pelukanmu,aku
ingin tahu sempatkah kamu berfikir "apa dia baik - baik saja sendirian?.Aku ingin
tahu sempatkah kamu menelfon,namun tak sempat menemukan
ponselmu.Pernahka aku terlintas di pikiranmu,sebab ada namaku dibenak mu
meski sesaat,jangan menetabku saat menangis,aku tak menangis karena kau
tinggalkan aku sendiri,aku hanya menangis tal bisa lari dari kenyataan,apakah
kamu sadar saat melepaskan ku,yang bisah aku lakukan hanyala biarkan hati ini
terluka.Sangat sulit saat kau tak bisa membayangkanya melalui fikiran,bukanya
aku ingin memasuki,tapi aku ingin tahu seperti apa pikiranmu bekerja tidak.Jauh
lebih sulit saat mereka tak tahu yang telah dilakukanya aku lebih baik jika mereka
pergi itu berarti aku harus temukan yang lain.
Apa yang kalian alamin ketika kalian di posisi aku,apakah kalian makan kerepik
kentang sambil nonton tv,apakah kalian duduk di teras lalu melihat bintang di
langit sambil menunggu bintang yang jatuh.Itu semua mungkin orang lakukan
masa - masa ketika kalian di putuskan oleh pacar kalian lagi malas - malasan mau
ngapain gua di putusin bukan berarti gua nggak ingin dia hilang begitu saja di
fikiran gua itu bukanlah diri aku ketika aku melupaiin dia begitu saja,sekarang
aku mencoba mengirim pesan ke dia lewat Watchap.
"Selamat malam," sapa gua dari Wa.Tak lama kemudian dia melihat pesan gua
dan membalasnya.
"juga," jawab dia
"kamu lagi ngapain yank," kata gua.
"duduk sama teman (teman selingkuhan dia juga),"
"owww hmm jangan lupa makan ya yank," kata gua lagi.
"ehm rob sepertinya kita sudah nggak pacaran lagi jadi lo nggak usah manggil
sayang lagi ke aku," kata dia bersama cowok itu.
"oh hheheh ya maaf kalo begitu," dan dia tidak membalasnya lagi.

42
CHAPTER 14

Jomloh Ke 2
Sekarang gua memasuki fase ke jomlohan gua,kadang kalo gua lagi tidur pules
deringan hp gua berbunyi sampe - sampe gua tutub telinga gua karena suara
panggilan itu mumpung dari do'i wajib hukum nya bagi gua untuk di
angkat,sekarang sepi seperti gua berada di tempat membaca buku untuk bisa
konsentrasi membaca,tak semudah itu seseorang melupaiin mantan pacar dia
karena masalah kesalah pahaman kadang juga orang sampai di situ hubungan
mereka karena keselah pahaman terjadi nyerah untuk membuktikan kebenaran
dalam hubungan itu adalah hal yang tidak benar kecuali kalo kita tidak suka lagi
sama dia disitulah hubungan lo dan dia.
pukul 6:00
"Emly,Emly," kata gua yang bermimpi dan kemudian bangun.
"Haaah untung aja mimpi," kata gua yang memimpikan emly diamana dia berada
dalam bahaya untuk memilih gua atau orang lain ternyata dia memilih orang lain
itu mimpi buruk aku ketika putus bersama dia
"kenapa ya gua susah move on sama emly padahal gua sudah putus,atau jangan -
jangan gua cinta mati sama dia,hah nggak kan dia punya cowok lain,hmmm hah
siapa tau aja cowok itu kakak dia,yaaah bisa jadi gua harus berfikir positif siapa
tau saja gua ada kesempatan untuk balikan sama dia," kata gua dan kemudian gua
seperti biasa tak perlu waktu yang lama gua sudah siap ke kampus dimana masih
ada bayangan emly yang duduk sambil gua bonceng.
Sesampai nya di parkiran kampus
"Woiii brro kabar lo gimana," sapa dari rian dimana lagi ngumpul barengan
dengan teman gua yang lain termasuk teman emly yang mulai bergaul dengan
teman gua.
"pagi juga brro," balas dari gua.
"laah kok ada yang kurang tak seperti biasanya," kata rian

43
"apaaa," kata gua.
"ini loh do'i lo mana?" tanya rian kemudian teman -teman gua mulai
mempertanyakan soal emly ada apa gua dan emly.
"haaah harus ka gua jujur,gua dan emly sudah putus," kata gua
"haaaah demi apa," kata ardi yang kaget.
"haaah demi masa lalu gua," kata gua.
"kamu serius putus dengan emly," kata lily.
"ia gua serius,dengan memasang muka kusut kek gini di kira bohong," kata gua.
"boby lo maju sekarang," kata rian
"wisss sembarangan lo,teman lo berduka mala bercanda," kata boby
"yaaa maaf," kata rian.
"nah sekarang lo ada niatan lagi nggak untuk dapat do'i baru," kata rian lagi.
"hmmmm untuk sekarang soal pacar lagi mau nahan gua," kata gua.
"hmmmm," kata lily
"hubungan lo dengan siska gimana," tanya gua.
"hmmm hubungan gua dengan siska aman -aman sih tapi kadang gua suka ngeri
ketika dia minta ini dan itu di mall," kata rian.
"waaaa hahaha hati - hati aja lo kalo dompet lo kosong ato bokek siap di tinggalin
aja lo," kata gua nakut nakutin tetapi tidak semu cewek yang minta di beliin
barang itu matrek.
"lo mikir gua bokek gitu," kata rian yang memamerkan isi dompet dia dan
ternyata.
"uang sepulu ribu lo bawa," kata gua yang menatab pemandangan di isi dompet
rian.
"yaaa ini hasil usaha gua untuk menyenangkan hati do'i gua," kata rian.
"owwww teman gua ternyata hatinya dermawan ya," kata gua
"ya mestila," kata rian
"kalo begitu rengek gua sambil naik tangga ke kelas," kata gua yang merengek di
punggung sohib gua.
"ya elah,ya udah," dan gua dan teman -teman emly berpisah.

44
sesampainya di atas
"hah, hah, hah, lo habis makan apa berat amat lo kek sudah makan beton
bangunan," kata dia yang ngos ngosan.
"enak aja di kataiin gua makan beton bangunan,ya udah yok masuk ke kelas," kata
gua,kemudian gua duduk di kursi sambil menunggu dosen masuk tak lama gua
menunggu dosen pun masuk berserta ada dua orang mahasiswa baru masuk di
kelas gua dimana satu cewek dan satu cowok kedua orang ini begitu familiar buat
gua.
dan ternyata emly dan cowok itu yang bernama reyhan

45
CHAPTER 15

Hanya Rindu Jomloh Ke 3


Gua sekarang berada di salah satu tempat cafe coffe di malam hari duduk
sendirian untuk mencoba melupakan dia soal harapan untuk balikan sama dia
sudah tidak ada lagi buat apa lagi gua perjuangkan untuk menarik kembali dia lagi
pada ku sebab dia punya cowok yang lebih ganteng dari gua dan apa lagi cowok
itu mirip bule.Apakah cinta perlu rintangan seperti itu dimana harus ada kesalah
pahaman sampai-sampai kita putus dengan orang yang sama- sama saling suka.
"haaah semua masalah yang sekarang gua alami perlahan gua akan hilangkan
dengan meminum es coffe,fruuuuup haah nikmat," kata gua sambil duduk dan
santai menikmati coffe moca sambil membaca lagi komik yang kedua gua baru
beli di toko buku.Tak lama gua berada di situ gua dan lagi - lagi ingatan masala
lalu gua kembali lagi ketika gua melihat reyhan dan emly mendatangi cafe dimana
gua berada dimana emly memakai baju ketika gua ajak di wahana bermain dan
reyhan begitu terlihat keren di mata emly,gua cuman rasa cemburu akan
kemesaraan mereka berdua,ketika reyhan mempersilahkan emly duduk layaknya
seorang putri.
"naah sekarang kita mau pesan apa," kata reyhan.
"hmmm terzerah kamu aja deh," kata emly sambil senyum ke reyhan.Dari jauh
gua cuman menahan kecemburuan gua tapi gua masih menahan api cemburu itu.
"waah sumpah dah baru aja gua mau move on eee terestart ulang lagi memory
gua," kata gua menahan kecemburuan gua supaya gak meledak di tempat yang
cukup indah dan ramai,gua masi masih memperhatikan mereka dari agak kejauhan
dan tiba -tiba reyhan mengeluarkan se kotak cincin pernikahan apaka dia akan
mau melamar emly di tempat ini.
"maukah kamu menikah dengan aku," kata reyhan
"woiiii,wah parah ini mah gua dekatin aja mereka," dengan rasa kecemburuan gua
menguasai fikiran langsung gua tarik rayhan dan

PAAAAG !
"awww," kata reyhan yang terkapar sedikit karena mengenai tonjokan api
cemburuan gua.
"reyhan kamu tidak apa - apa," kata emly yang membantu reyhan berdiri.

46
"eh roby lo ngapain nonjok reyhan," kata emly.Dengan rasa gugup untuk
mengatakan nya terpaksa gua harus ninggalin tempat itu.
"gu'gua haaaah tau lah," kata gua yang gugup
"lo bukan pacar gua lagi roby bukanya lo punya pacar haaah terus lo gangguin aku
lagi," kata emly.
"lo nggak paham itu cuman," kata gua di potong oleh emly.
"aku gak mau dengar omongan lo lagi jadi tolong lo pergi dari sini," kata emly
yang mengusir gua.
"tapikan," kata gua
"pergiiii," kata emly yang mulai marah lagi ke gua
"aaaah sial," kemudian gua pergi dari cafe itu dimana api cemburu masih
membakar tubuh gua yang belum padam.
"haaaaaaaa," teriak gua yang kemudian menendang kaleng minuman lalu
mengenai kepala seeokor anjing.

BUG !
"Kenapa gua,eh waduh," kata gua mulai sadar ketika ancaman mulai mendekat
"guuug guuug," suara anjing dan gua di buru oleh anjing itu.
"tidaaak tolong," gua kemudian lari,lari sekuat tenaga dan sampai akhirnya gua
sampai di kosan gua dan lalu menutub pintunya.

PAAAG !
"Hah hah,capek gilaa itu anjing nafas nyaa haah panjang amat hufff apes," kata
gua yang kemudian duduk sandaran di pintu dan mengingat kejadian di cafe tadik
"haaaaa sial,kenapa si hidup gua kalo lagi pacaran ada aja cobaan nya," kata gua
yang lagi marah marah.
"dasar mantan bangkek," kata gua kemudian gua berdiri untuk masuk ke kamar
gua untuk tiduran.
Biarkan kenangan menjadi sebuah memory,biarkan semua masa lalu menjadi
mimpi,dan kamu akan melupakan dia.Cinta masih di pendam akan membuat
seseorang akan sakit,cinta yang masih di kejar akan membuat kadang usaha kamu
akan sia - sia sebab dia memiliki seseorang menurut dia terbaik.

47
CHAPTER 16

Pesta Ulang Tahun Jomloh Ke 4


Sekarang gua berada di perpustakaan kampus untuk mengembalikan buku
pelajaran gua pinjam selesai gua mengembalikan nya gua keluar dari
perpustakaan dan naik lagi ke kelas gua di tangga gua gak sengaja menabrak lily
yang lagi ngobrol bersama teman dia.
DYEEER !
"Ups sorry - sorry gua gak sengaja," kata gua.
"ia," jawab lily
"lo nggak apa - apa," tanya gua.
"ia tapi eh gua punya undangan hari ulang tahun gua,lo datang ya sebentar
malam," kata lily yang menyerah kan undanganya ke gua.
"hmmm ok gua akan datang," kata gua.
"ok gua balik duluan ya,dah," kata lily.
"ya dah," kata gua dimana,ada yang spesial isi surat undangan ini yang ada
tulisan"I waited for the guy I liked to come to my birthday party.
"What! ,who is the special guy I mean?," kata gua yang tidak nyangka kalo lily
suka sama gua.
"nggak mungkin pasti surat nya ke tukar," kata gua dimana gua cari lily tapi gua
terhenti untuk berfikir.
"kalo gua balikin surat undangan ini pasti lily mala kecewa nanti," kata gua dalam
hati dan memutuskan untuk tidak kembalikan undangan ulang tahun lily.
"ok gua akan datang di pesta ulang tahun lily," kemudian gua balik ke kelas lagi.
10 :00 jam istrahat
"brro ke kantin yok siapa tau di kantin banyak wewek cantik," kata boby.
"haaa kamu itu ya brro,ok kita kentin bukan untuk cari cewek," kata gua.
"ya elah," kata boby
sesampainya gua di kantin gua melihat emly lagi sendirian duduk makan baru kali
ini emly tidak jalan bersama reyhan.

48
"tumben emly sendirian,apa jangan - jangan dia putus,kalo putus mmm haaah tau
lah," kata gua dalam hati.
"bu pesan mei ayam dua," kata gua yang lagi memesan.
"ok," kata ibu penjual mie ayam,kemudian gua kembali ke meja makan dimana
gua memperhatikan emly dari kejauhan dimana dia sepertinya ada masalah.Gua
ingin sekali dekati dia dan nanyain soal masalah dia hadapi tapi gua gak ingin ikut
campur dalam masalah dia,beberapa saat kemudian mie ayam gua telah tiba.
"mas ini mie ayam nya," kata ibu penjual mie ayam.
"ok makasih ya," kata gua.
"yuhuuuu waktunya makan," kata boby yang siap mau makan jangan sampai
karena dia tidak makan dalam setahun mangkok nya dia libas juga.
"wowowo tahan sebelum kita makan kita baca doa" kata gua niatnya ingin
kerjaiin dimana kerupuk pangsinya jadi sasaran target gua.
"ok bismillah,Loh kerupuk gua hahah kalo begitu kerupuk lo gua ambil juga,"
kata boby dimana sama aja bohong kerupuk gua sendiri gua makan.
"yaaaa," kata gua.
Tak lama kemudian dimana gua masih menikmati mie ayam bersama sohib,gua
masih melihat emly dan lalu dia meninggalkan meja makan.
"hmm," kata gua sedikit tersenyum jika mengingat hal yang tak bisa gua lupaiin
bersama dia.
"gua samperin nggak ya," kata gua dalam hati.Entah kenapa gua ingin samperin
dia dimana hal -hal waktu yang tepat untuk ngomong sama dia yang sebenarnya.
"boby ni uang untuk bayar gua permisih sebentar dulu," kata gua dimana boby
masih menikmati mie ayam dia.
"ok,fruuup mantab," kata boby.

"eh'eh emly berhenti," kata gua.


"is apaan lagi si," kata emly.
"emly gua mau ngomong kasih gua kesempatan untuk ngomong," kata gua lagi -
lagi memohon.

49
"cukup ya dan gua ada urusan," kata emly.
"pleas dengarin gua dulu," kata gua.
"apaaan sii udah deh," kata emly
"yang kamu lihat itu,kamu salah paham dia tiba -tiba aja meluk gua dari
belakang," kata gua yang berkata sejujurnya
"ow gitu dan terus lo kenapa cuman diam pas di peluk," kata dia lagi.
"aku'aku pleas percaya sama gua," kata gua.
"haah udah deh gua gak ada waktu lagi," kata emly dan dia langsung pergi
ninggalin gua.
"aaahkkk sial ini semua gara -gara ani," kata gua dimana gua mencari ani untuk
bantuan gua selesaiin masalah.
"eh lo liat ani nggak," tanya gua ke mahasiswa lain yang lagi jalan.
"nggak," kata mahasiswa.
"kamu liat ani nggak," tanya gua lagi
"ani sepertinya dia udah pulang kek nya," kata hasbia diamana dia teman ani.
"hmmm haaah," kata gua.
"emang nya ada apa," tanya hasbia
"hmmm,nggak eh gua ada urusan sama tu cewek," kata gua dan gua ninggalin
hasbia.
Pukul 20:15
Pesta ulang tahun lily.
"nah sekarang gua keliatan cakep," kata gua sambil menyisir kembali rambut
gondrong gua kebelakang dan kemudian gua nyalaiin motor vespa antik gua yang
kemarin sudah di bawa ke bengkel.
"nah menyala juga,"gua berangkat ke rumah lily.Sesampainya di rumah dia
terlihat orang -orang yang sudah di undangya sudah datang termasuk rektor
kampus gua dan beberapa dosen,gua markirkan motor vespa antik gua.
"haah sampainya juga waaw rame," dimana gua siap masuk ke dalam sambil
membawa kado ulang tahun untuk lily isinya begitu spesial dimana para cewek
suka akan benda ini.
"hm," kode dari gua.
"roby," kata lily yang melihat ke arah gua.

50
"Selamat ulang tahunya," kata gua dimana langsung memberikan kado dari gua ke
dia.
"waaa apa ini,makasih ya," kemudian lily memeluk gua karena sakin senang nya.
"eee ia sama - sama," kata gua
"acaranya sudah mau di mulai kita ke dekat kolam berenang yuk," kata lily
menarik tangan gua.Sesampainya gua sampai di kolam berenang gua melihat
emly bersama reyhan di pojokan depan,dimana lily berada di depan kue ulang
tahun dia bersama kedua orang tua dia,rektor dan dosen.
Acaranya pun dimulai dimana lily meniub kue ulang tahun dia dimana tamu yang
hadir bertapu tangan dan lily membuat satu harapan di ulang tahun dia.
"terimakasih buat teman - teman yang sudah datang ke acara ulang tahun saya
semoga di umur gua yang ke dua puluh tahun bisa menjadi pribadi yang baik
lagi," kata emly.
"amin," kata tamu undangan
"dan malam ini gua mengundang salah seorang cowok yang dari dulu gua suka
yang bernama roby," kata emly sontak teman - teman gua kaget dan begitupun
emly dan teman - teman dia.
"What saya," kata gua yang kaget juga yang tidak menyangka
"jadi itu surat berarti khusus buat gua," kata gua dalam hati

kemudian para tamu memberikan tapuk tangan ke gua untuk mendekati lily dan
kedua orang tua dia,kemudian gua berjalan,sesampai nya di dekat lily gua serasa
tegang dan tidak tau mau ngomong apa lagi.
"ini cowok yang buat saya paling baik dan setia terhadap pasanganya semoga dia
bisa jadi cowok gua," kata emly sontak tamu undagan bilang.
"amin," kata tamu undangan
"jadi ini cowok yang kamu ceritaiin ke papa dan mama," kata papa emly
"ya pa ini cowok nya nama dia roby," kata emly
"roby,hmmm," kata papa dia.
"waduh gawat ni bisa - bisa gua di jodoiin lagi mendadak amat," kata gua dalam
hati.

51
"hmm nak saya papa nya lily dan ini mama lily," kata papa dia yang
memperkenalkan diri
"eh hehehe salam kenal om saya roby teman kampus lily," kata gua.
"waaah calon menantu papa dan pewaris perusahaan papa sopan ya dan kamu
jangan manggil om dan tante panggil saja papah dan mama," kata papa dia lagi.
"eh heheh iya ," kata gua ketawa garing."waduh menantu,dan pewaris perusahaan
gua belum siap omm ini aja gua baru di putusin dan ahkkk pusing gua mimpi apa
gua kemarin malam," kata gua dalam hati
"kalian berdua bersenang - senanglah di pesta ini," kata papa lily
"eh ia eeeeh gua tarik kemana," kata gua langsung di tarik.
"lepasin tangan gua,eh lily huuuf gimana ya ngomong ya gua tu baru aja ada
masalah sama emly sekarang lo buat masalah baru lagi," kata gua marah ke lily.
"masalah apa lagi si jelas - jelas orang tua gua setuju kalo gua bisa dekat sama
lo,"kata lily
"haaah," kata gua yang semakin pusing.
"gua suka sama lo rob," kata lily dimana emly yang di dekat gua tiba - tiba pergi
dari situ dimana reyhan mengejarnya dan gua juga ingin ikut tapi tangan gua di
tahan oleh lily.
"lebih baik kamu tetab di sini ngapain kamu kejar dia lagi kalo dia tidak suka
sama lo lagi,di sini gua akan selalu di samping lo roby," kata lily.
dan gua mutuskan balik arah dan pulang ke kosan gua
\

52
CHAPTER 17

Akan Berakhir Jomloh Ke 5


Sekarang gua berada di kosan gua untuk memikirkan jalan keluar pilihan yang
rumit ini dimana lily suka sama gua apa lagi dia juga cantik di tambah ayah dia
seorang pengusaha sukses dan dia akan mewariskanya ke gua di satu sisi gua
masih suka emly sebab janji gua ada di dalam diri emly masih melekat apa yang
harus lakukan untuk keluar di posisi gua sekarang apakah gua harus ninggalin
dunia ini dengan menaiki roket ah nggak mungkin lah,sekarang kuliah gua mulai
sedikit berantakan memikirkan soal cinta,dimana cinta yang belum sedikit pasti
tentang apakah dia betah atau tidak apakah dia bisa memahami masalah kesalah
pahaman atau tidak,sekarang gua pusing.
"arrrgh kok jadi gini,kenapa gua harus berada dalam lingkaran cinta dimana lily
suka sama gua di tambah lagi ayah dia mau wariskan perusahaan dia di fikir itu
demi kehidupan masa depan gua,di sisi lain gua masih suka sama emly janji gua
terhadap emly belum sampai di situ,pusing gua," kata gua sambil mencari jalan
keluarnya. kemudian gua berdiri mencari minuman dingin di dalam kulkas gua
"haah mending tenangin fikiran,dan gua akan berjalan lagi," kata gua.
ke esokan harinya di kampus,dimana lily menyapa gua lalu gandeng tangan gua
di atas motor vespa antik gua.
"pagii," sapa lily
"eh lily pagi juga," balas gua.
"hmm kamu nggak masuk kelas," kata gua.
"hmmm nggak gua ingin dekat lo sebentar," kata lily.
"owww bdw apa nggak ada yang marah ni kalo lo meluk tangan gua seperti itu,"
kata gua untuk candaiin lily.
"ehmmm nggak,eh hubungan lo sama emly betul sudah udahan," kata lily.
"waduh,kalo gua bilang ia terus gua jalan sama emly lagi di lain waktu bisa
nambah parah,huhuhu harus bagaimana gua," kata gua di dalam hati.
"eh kamu mala diam," kata dia sambil mukul tangan gua.
"oh heheh gua," kata gua kemudian lily berkata.
"kamu masih memikirkan emly ya," kata lily memasang wajah nya sedih.

53
"ehmmm nggak,nggak aku nggak mikiran emly lagi," kata gua sambil mengelus
tangan dia supaya muka cewek yang sebenarnya tak ingin gua lihat yaitu ketika
cewek memasang muka sedih dia.
"hmm beneran ni,janji sama aku jangan dekatin emly lagi," kata dia sambil
mengeluarkan isyarat tanda WARNING di jidat gua.
"heh buset ujian apa lagi ini coba jangan dekatin emly lagi padahal ya gua masi
suka tugas gua sebagai cowok dia belum selesai," kata gua dalam hati.
"kok diam lagi si,tu kamu masih cintakan sama dia," kata dia dan mulai lagi
memasang muka cemberut dia biar di tidak cemberut gua cubit kedua pipi dia dan
berkata.
"i'ia aku nggak dekatin dia lagi kok," kata gua sambil cubit pipi dia.
"awas ya," kata dia lagi tanda isyarat DANGER sudah keluar.
"ia'ia," kata gua.tanpa gua sadari dimana gua lagi sedikit bermesraan dengan lily
ternyata emly melihat gua dan lily dari jauhan dengan memasang muka cemburu
pas gua liat ke arah dia mala dia pergi masuk ke dalam kelas dia.
"hmm bukanya tadik itu emly," kata lily dimana gua masih perhatikan langkah
kaki emly masuk dan menaiki tangga.
"lihat apa ayoo," kata lily.
"eh lihat orang," kata gua.
"orang nya siapa ayoo," kata lily.
"emly," kata gua jawab jujur dan tiba - tiba rambut gua di jambak oleh lily.
"iiii nyembelin sini kamu ," kata emly sambil jambak - jambak rambut gua.
"eeeh ia -ia ampun," kata gua
"huuuh serba salah aja gua," kata gua dalam hati dan dia berhenti dan menarik gua
masuk ke kelas dimana dosen sudah tiba.
"hm hm,di kampus bukan tempat bermesraan di kampus itu tempat orang mencari
ilmu paham," kata dosen profesor gua.
"ia'ia pak paham,kamu si tarik rambut gua sakit ndak enak tau di liatin sama
prov" kata gua sambil senyum ke dosen gua
"kalian kenapa masih tinggal,masuk atau nilai IPK kalian saya kasih merah" kata
dosen gua.

54
"i'ia pak ampun - ampun kami berdua masuk," kemudian gua dan lily naik ke
tangga sambil memegang tangan lily.
"haah ," kata dosen gua yang kemudian menaiki tangga juga.
Jam istirahat 10 : 00
dimana gua masih dalam kelas dimana emly menghampiri gua.
"hmmmm selamat ya kamu sudah ada yang gantiin gua,"kata emly.
"hah maksdnya apa," tanya gua ke dia.
"huuuff soal lo katanya mau di jodohkan sama papa lily ya kan," kata dia
memasang muka yang sedikit berbeda ketika gua masih pacaran sama dia.
"ooow soal itu,emang si gua mau di jodohkan tapi nanti di liat apaka jadi atau
nggak," kat gua.
"oww gitu,oyah guaa punya sesuatu buat lo,"kata emly dimana memberikan
sebuah kotak berukuran kecil ke gua.
"kotak apa ini," tanya gua tapi gua bisa nebak isinya adalah foto - foto gua
bersama dia ketika gua masih pacaran
"lo buka aja bentar," kata emly dimana dia ingin pergi dari tempat dia duduk
samping gua dan gua menahan tangan dia.
"issss apaan si megang - megang dan tahan tangan aku lepasin nggak aku mau
keluar," kata emly yang memberontak untuk melepasin tangan gua yang lagi
menahan dia.
"haah gua gak akan lepas ketika lo dengarin gua dulu," kata gua yang ingin
mengatakan sebenar - benarnya yang terjadi dimana kata ini yang masih
terpendam dalam diri gua.
"haaah gua nggak mau dengar dan lo kan udah punya calon dan kenapa lo masih
ngejar guaaa,isss lepasin nggak," kata dia sambil mukul - mukul tangan gua.
"nggak," kata gua dan tiba - tiba reyhan datang.
"woy lepasin nggak tangan emly," kata reyhan dimana emly berada di rangkulan
reyhan.
"eh lo dengar ya emly dan gua itu sudah mau merit liat," kata reyhan dimana
reyhan memperlihatkan cincin pernikahan mereka.

55
"waaaa lo tega emly gituin sahabat gua asal lo ingat ketika roby nyalamatin nyawa
lo di puncak lo itu hampir tewas tau nggak ketika lo hampit terjato,dan ituka yang
lo balaskan, dan roby juga lah yang rengek lo ketika lo pingsan," kata rian.
"haaah emly kita keluar dari sini jangan dengarin mereka," kata reyhan yang
dimana membawa emly keluar dari kelas gua.
"lo yang sabar brro," kata rian
"hmmm terimakasih ya bro," kata gua.

56
CHAPTER 18

Mencari ani Jomloh ke 6


Haaah usaha gua masih belum selesai karena cuman melihat cincin itu,gua lebih
niat lagi mendapatkan dia kembali di satu sisi gua merasa lily telah melekat dalam
hati gua entah kenapa sekarang gua mencari ani untuk membantu gua
menyelesaikan ini dan mencoba melupakan lily yang begitu tulus menyukai gua.
Mencari rumah ani.
"mas pernah liat cewek ini," kata gua ke tukang ojek pengkolan.
"hmmm coba sini saya liat,hm cewek nya cantik pacar mas yah," kata tukang ojek
"hadeeh mantan kok di bilang pacar," kata gua dalam hati.
"mas liat pernah liat cewek ini di kompleks di sini," kata gua.
"sepertinya ndak coba tanya ke noh di situ ibu - ibu lagi ngumpul di tukang
sayur," kata tukang ojek.
"oh makasih ya," kata gua.
"bu sayur nya hijau - hijau semua dan ibu - ibu puas belinya dan jagung nya juga
masih seger - seger," kata tukang sayur ke ibu - ibu.
"bu," kata gua
"eh kaget gua tiba - tiba muncul di belakang," kata tukang sayur.
"eh hehehe maaf,saya cuman mau kasih lihat foto ini,bapak pernah liat cewek ini,"
kata gua yang memperlihatkan ke tukang sayur.
"hmm nggak,nggak coba lo tanya ibu - ibu itu," kata tukang sayur.
"hm makasih," kata gua.
"permisi bu," sapa dari gua di salah satu ibu - ibu yang lagi milih - milih sayur
bayam.
"ya nak," jawab ibu itu.
"ibu pernah liat cewek dalam foto ini," kata gua yang memperlihatkan foto ani
"mmm nggak nak," kata ibu itu dan ibu - ibu yang samping nya berkata.
"oooooo ani itu anak saya,kamu kenapa dengan ani," tanya ibu dia.

57
"ow saya ada perlu sama ani," kata gua.
"oww gitu,tunggu ya tante bayar uang bayam nya,mas berapa" kata ibu itu lalu
memberikan uang hasil belanjaan dia.
"tiga puluh ribu," kata si penjual bayam
"oh ini uang nya,ayok nak," kata ibu ani.
sesampainya di rumah dia banyak perubahan terjadi di rumah ani kini rumah nya
makin mewah.
"silahkan duduk biar tante manggil ani nya, aniii," kata ibu dia yang masuk ke
dalam manggil ani.
"ya mah," kata ani yang sedang bikin jus
"itu di depan ada teman cowok cariin kamu," kata ibu dia
"siapa," tanya dia
"kamu liat aja sendiri," kata ibu dia
dan ani muncul
"eh roby lo ngapain kesini," tanya dia dan lalu duduk di samping gua sambil
megang gelas minuman dia.
"haaah lo harus bantu gua," kata gua ke ani
"eee bantu apa," tanya dia.
"bantu selesaiin masalah gua," lalu ibu dia datang menghidangkan minumanya ke
gua
"nak diminum dulu minumanya," kata ibu dia
"ia tante," jawab gua
"hmm tante masuk ke dapur lagi ya," kata ibu dia
"ia tante," jawab gua.
"masalah apa si," tanya ani yang bingung
"haaah lo masih ingat di parkiran terus lo peluk gua," kata gua
"aaaa'ha terus," kata dia.
"huuuf gara - gara lo peluk gua, gua putus sama emly," kata gua.

"seriussss,eh maksd gua kok bisa," kata ani.

58
"haaa ya ampun gara - gara lo meluk gua!" geram gua.
"pokonya lo bantu gua bicara yang sebenarnya ke emly," kata gua lalu keluar dari
rumah ani.
haaah ku harap dengan bantuan ani gua dapat bisa balikan dengan emly lagi dan
lily akan gua lupaiin.
ke esokan harinya.
di kampus
gua berada dalam kelas dimana dosen menerangkan materinya dimana gua
melihat emly lagi - lagi sendiri biasanya ketika dalam kelas emly dan reyhan
duduk bersampingan.
waktu terus berjalan dan waktu istrahat pun tiba.
Gua berdiri menunggu ani sesuai rencana gua semalaman lewat telfon untuk
bicarakan langsung ke emly sepuluh menit kemudian
"hey," sapa dari ani
"oh hy,haaah sekarang yuk kamu bicara ke emly mumpung emly lagi dalam
kelas," kata gua,ketika gua masuk lagi dalam kelas gua melihat emly tiduran di
meja dia seakan dia tidak bersemangat lalu gua hampiri dia.
"hm,emly ada orang yang ingin bicara sama lo," kata gua.lalu emly melihat ke
arah kami berdua.
"hy," kata ani.
"loh,ngapain kemari," kata emly yang sedikit lemas.gua bisa nebak emly masih
tidak senang terhadap ani dan muka emly sedikit begitu pucat.
"eeee gua mau ngomong sebenarnya ke lo," kata ani.
"ngomong apa lagi si," kata emly yang lagi lemas.
"kamu nggak apa - apa," kata gua memegang pundak dia.
"jangan sentuh aku," kata emly.
"kamu sakit,"tanya gua.
"nggak," kata emly

"hah ani lanjut," kata gua.

59
"jadi gini pas di parkiran itu gua," tiba - tiba reyhan masuk dalam kelas dan
mencari emly.
"eh'eh minggir dan lo ngapain dekat pacar gua," kata rayhan dimana kerangka
baju gua di tarik dan dimana ardi tadik nya fokus ke hp dia langsung membantu
gua.
"wowww kenapa ini," kata ardi.
"ini roby dekatin pacar gua," kata reyhan
"hufff sabarr," kata gua.
"sayang sekarang aku antar kamu ke rumah sakit ya," kata ardi dimana dia
mengendong nya dimana emly terlihat lemas sekali sampai - sampai mahasiswa
yang lewat memperhatikan keadaan emly.
"haaah kamu yang sabar ya rob,aku tau gua salah maafkan gua," kata ani
"yaaa," jawab gua
"gua tetab bantu lo kok sampaikan ini ke emly,jika kamu perlu bantuan telfon aku
aja,"kata ani meluk gua lagi yang terakhir kalinya untuk menghibur gua.
"hmm makasih ya," kata gua.

60
CHAPTER 19

Jadian Pertama
Kemarin gua sedikit khwatir dengan keadaan emly semoga aja dia baik -baik saja.
Sore ini gua akan keluar bersama lily entah apa yang di fikiran gua sampai gua
mengajak dia jalan - jalan apa mungkin gua suka beneran lily,biarkan waktu yang
memproses gua.
Di taman bunga.
"yaaap kita sudah sampai,hmmm sini biar gua bukaiin helm kamu," kata gua
dimana helm yang di pakai lily sedikit macet.
"ia," kata lily
"nah,sekarang kita jalan - jalan dekat taman yuk," kata gua.Gua dan lily
kemdudian berjalan di dalam taman bunga sesekali tangan gua gerak sendiri untuk
memetik nya dan memasangkan bunga di telinga dia.
"aku punya sesuatu buat kamu," kata gua dimana lily berdiri dekat dinding yang
di hiasi bunga.
"hmm ia apa," tanya dia.
"kamu tutub mata," minta gua.Kemudian lily menutub nya dan.

Walah !
"hmmm kamu buka sekarang," kata gua.
"lihat di cermin kamu," minta gua lagi.
"waaaa cantik banget bunga nya dan makasih ya," kata dia berjalan ke arah gua
dan.

Peluk
"Hmmmm aku senang bersama mu rob," kata lily yang masih meluk
gua.Keraguan gua untuk memeluk lily sudah tidak ada lagi sebab gua sekarang
pacar emly aku merangkul dia secara erat.

61
"hmmmmm yaaa gua tau,dan di tempat ini mungkin gua akan mengatakan sesuatu
kepada mu," kata gua yang percaya diri.
"ia apa," kata lily.
"hmmm mauka kamu jadi pacar gua," kata gua yang menunduk di hadapan dia
sambil memegang tangan dia.
"hmmm aduuu benaran nggak si," kata lily yang sedikit malu - malu.
"iaa ini beneran gua suka sama lo juga," kata gua yang berkata jujur semua nya
sudah gua pertimbangkan secara matang -matang sebelum rencana ini gua lakuin.
"ehhhm gimanaya," kata dia masih saja malu- malu.
"hmmm aku menunggu jawaban kamu," kata gua yang masih berlutut.
"ehmmmm ia," kata dia.
"apa," kata gua uang ingin mengulang jawaban dia.
"ia gua terima sebagai pacar lo," kata dia sambil senyum dan gua berdiri langsung
memeluk dia.
"Makasihhh," kata gua di pelukan dia biarkan pelukan gua jadi ingatan dia di
suatu saat nanti ketik masalah gua seperti emly,kemudian gua keluarkan sesuatu
special buat dia dimana dia akan gunakan sehari -hari.
"aku punya sesuatu buat kamu," kata gua yang melepaskan pelukanya.
"apa," kata dia sambil tersenyum bahagia.
"kamu balik belakang," minta gua,kemudian gua keluarin kalung emas yang
cukup mahal hasil dari tabungan gua untuk bisa membelinya lalu gua memakai
kan kalung itu ke leher dia.

"ha sudah sekarang coba gua lihat," kata gua,dan lily pun menghadap ke gua.
"waaaw kamu cantik tau nggak kalo make kalung itu," kata gua yang gombalin
dia
"iss gombal sini," kata dia

"aaaaw sakit," kata gua yang sedang di cubit dia

62
"hmmm biarin wlueee," kata dia dan lily lari ninggalin gua,hmmm apakah ini
kode kalo dia lari maka akan gua tangkap dan gua peluk dia lagi.Gua kejar pacar
gua di dalam taman bunga.
"hah hah hah,huffft kencang amat larinya tu cewek," kata gua yang lagi ngos -
ngosan tiba -tiba.
"dorrrr," dimana lily mengangetkan gua dari belakang.
"ayam," kata gua yang kaget
"hahahahha kok latah si," dimana lily tertawaiin gua
"hmmmm kamu tu yah sini," kata gua.
"nggak wlueee," kata dia dan mencoba lari lagi dari gua tapi gua memegang
tangan dia
"nah kamu sekarang nggak bisa lari lagi dari gua," kata gua kemudian gua tarik
dia dan gua peluk dia.
"haah liy," kata gua.
"ya," jawab dia di pelukan gua.
"kamu bisa buat janji nggak ke gua," kata gua.
"hmm apa itu?" tanya dia.
"kamu janji ke gua kamu nggak akan ninggalin gua dan gua akan janji aku sendiri
nggak bakalan ninggalin kamu," kata gua yang sudah berjanji di lily termasuk di
diri aku sendiri.
"tapi soal emly gimana," kata dia yang masih memeluk gua.
"soal emly gua gak bakalan kejar dia lagi dan gua memilih kamu," kata gua
dengan sejujurnya.
"janji ya ke aku juga nggak bakalan ninggalin aku," kata lily.
"ia aku janji sayang," jawab gua kemudian pelukan antara kami berdua selesai
dimana angin kencang berhembus tanda nya hujan akan turun.
"balik yuk bentar lagi hujan," kata gua
"ia," jawab lily.

di motor tiba - tiba hp gua berbunyi dimana baru kali ini reyhan menelfon gua.

63
"siapa ini," tanya gua.
"gua reyhan ," jawab dia
"ah elo gua matiin aja dah," kata gua dimana gua mau lanjutin pembicaraan tetapi
ada hal penting reyhan ingin kasih taukan ke gua.
"eh jangan di matiin gua minta maaf atas semuanya ok,sekarang dengarkan gua
emly masuk rumah sakit," kata reyhan.
"haaaah gua gak peduli lagi sama dia kan ada lo sebagai calon suami dia dan gua
bukan siapa -siapa dia lagi," kata gua
"yaaah tapi kan emly kena tumor dan dia ingin temuin lo," kata dia.
"haaah baiklah gua akan jenguk dia,sebentar malam," kata gua.
"dah," tuut akhir obrolan gua.
"dari siapa sayang," tanya lily.
"ehmmm lily mara nggak ya kalo gua beri tahu,ehm coba aja deh," kata gua dalam
hati.
"dari reyhan sayang katanya emly ingin di jenguk di rumah sakit katanya emly
kena tumor," kata gua
"ehmm gua boleh ikut nggak," kata dia
"boleh,sebentar malam kita jenguk dia," kata gua.

64
CHAPTER 20

Surat Untuk Emly END


di malam hari,kali ini gua gak bisa mengejarnya dia lagi dan gua sudah putuskan
untuk berpacaran bersama lily.
aku tidak ingin berkata lagi yang ku inginkan cuman bisa melupakan dia dan gua
tidak ingin menghalang kebahagiaan dia,dan gua akan membuat surat untuk dia.
Kamu bisa melihat luka di mata ku dan kamu tahu keras aku telah mencoba,Kau
layak mendapat jauh lebih baik,haaah di surat ini ada kata yang ingin ku katakan
ke kamu yaitu I love you itu mungkin akan membuatmu tertawa aku bisa
menebak itu gua merindukanmu yang dulu,aku merindukanmu saat -saat
bersamamu di wahana senyum mu masih melekat di fikiran ku,kenapa kita harus
pisah sebab karena kesalah pahaman dan kamu tidak mau mendengarkan ku heey
tak usah bersedih mengenang masa lalu kita disini aku cuman mau bilang kamu
tidak memberikan aku kesempatan untuk berbicara dan sekarang gua akan pergi
aku cuman ingin melihat dia dan sekarang gua dapat cewek yang hampir sama
kamu tapi masa lalu kita berbeda aku dan kamu sementara aku dan dia.ia
balikkan kertas surat kamu.
Foto di wahana permainan sambil berfoto dengan boneka beruang.
Sekarang surat ini akan gua berikan dia di rumah sakit.Gua terlebih dahulu
menjenguk Do'i.Sesampai di rumah sakit bersama lily gua bertanya di suster soal
kamar dia di rawat
"Suster,saya mau tanya ada tidak pasien bernama emly di rawat rumah sakit ini,"
kata gua ke suster.
"ia sebentar saya check nama pasienya,hmm dia berada di lantai 3 kamar 5," kata
suster rumah sakit.
"ok makasih ya sus," lalu gua masuk lift untuk ke lantai dua.
Ting pintu lift nya terbuka.
lalu gua keluar dari lift gua sedikit berlari mencari kamar dia di rawat.
"kamar lima,nah ini dia," kemudian gua mengetok kamar dia di rawat.
Tok tok tok tok

65
Kemudian pintunya terbuka dimana reyhan membukanya,kemudian gua masuk
gua melihat mama emly,kakak dia perempuan,dan reyhan,dimana ada tirai yang
menutupi kemudian gua geser tirai nya

SRET !
gua melihat emly terbaring lemas dimana selang oksigen menempel di hidung
dia.Dan gua duduk di samping dia dimana dia masih tertidur.
"hmmm emly ini momen yang jarang buat gua sekarang untuk lebih dekat sama
kamu di kampus kita cuman canggungan tidak ada sapaan dari kita berdua,gua
jujur masih kangen ketika kamu senyum ke gua,bangunin gua dengan cara nelfon
gua,masa kita ketika gua kemana -mana bersama di rimu ke wahana permainan
bersama kamu nemani aku,di musium kamu juga nemanin gua sekarang kita
udahan,haaah terlalu cepat ya padahal kita baru jadian tiga bulan," kata gua
dimana yang lain keluar meninggalkan gua untuk berdua dengan emly,tiba - tiba
tangan emly bergerak.
"roby," kata dia dengan suara yang kecil.
"ia eh kamu bangun," kata gua yang dimana emly ingin duduk dan gua bantuin dia
"haah aku nungguin kamu," kata emly.
"yah aku tau," kata gua.
"dan," kata dia
"dan apa," tanya gua.
"hmm dan hubungan kamu sama lily gimana,"tanya dia,sebenarnya gua tak ingin
menjawab nya di saat kamu sakit.
"owww gua hmm jangan di bahas itu," kata gua.
"kenapa,ayooo aku ingin tau ,"tanya emly terlihat di mata dia berkaca - kaca ingin
nangis.
"nggak," tolak gua
"hufff aku mohon kasih tau gua pleas," kata dia lagi,sekarang gua kasih tau dia
"gua'gua jadian sama lily," kata gua
"oh gitu padahal gua kan cuman," kata dia
"cuman apa?" tanya gua.
"lo asal tau reyhan itu sepupu gua," kata dia.
"apa,aku nggak ngerti," kata gua.

66
"gua selalu berusaha menghindar sama kamu karena aku dulunya itu gua kira lo
balikan lagi sama ani,padahal gua tau sekarang ani datang ke mari tadik sore dan
bilang ini ke gua"aku yang salah emly gua minta maaf sebab gua yang sedikit
gimana sehingga gua meluk roby tau-tau lo liat dan itu semua kamu salah paham"
di situ gua sadar gua terlalu cemburuan ke kamu sampe - sampe gua gak dengar
kamu" kata dia emly
"dan ketika gua sadari itu gua berusaha minta maaf ke kamu malah nggak sempat
karena gua sakit aku tak ingin kamu tau soal penyakit gua juga ini,lalu reyhan
datang jemput aku makai mobil dia untuk antar aku ke rumah sakit untuk
memeriksakan diri gua yang menyuru reyhan berkuliah disini karena reyhan lah
spupu gua cowok paling dekat sama gua,dan soal reyhan gua pindah ke kelas lo
gua sendiri sebab ingin semuanya normal kembali dimana kita akan balikan lagi,"
kata dia.
"huffff,terus kenapa kamu tidak langsung katakan ke gua di kelas atau dimana
pun," kata gua.
"karena lily lo ingat malam ulang tahun dia dimana lo di panggil ke atas sama dia,
dan gua tepat samping lo,lo dan dia mulai cukup dekat dan gua kabur di pesta
malam itu, dan gua nanya lo lagi kamu jadian sama dia," tanya dia gua tidak bisa
menjawab nya lagi di sebabkan kebingungan mendengarkan cerita yang
sebenarnya dari dia.

"Jawab Kamu jadian Nggak Sama Lily !!!," dimana dia mulai menangis
"hmmmmm Ia gua jadian sama dia,"jawab gua
"Janji lo mana,Janji Lo mana Roby gua masih suka sama lo robyy pleas putusin
lily dan kalo gua sehat kita jalan - jalan lagi seperti di masa lalu kita," kata dia
sambil menangis.
"Nggak gua gak bisa maaf,dan selamat tinggal emly," kata gua yang terakhir ke
emly dan dimana gua keluar dari kamar emly dan membawa lily pulang
"ayo liy kita pulang,semuanya sudah selesai," kata gua yang sedikit bersedih.
Gua sekarang lebih memelih yang menurut gua terbaik dan semua itu demi masa
depan gua.

67