Anda di halaman 1dari 19

KLIPING

OLAHRAGA

Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Penjasorkes

Disusun oleh :

Kelas : MUHAMAD MAHFUD

No. Absen : 18

Kelas : XII MIPA 1

SMA NEGERI 2 REMBANG

TAHUN AJARAN 2019/2020


KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan anugerah dan
kasih sayang, petunjuk dan kekuatan yang telah diberikan kepada kami sehingga dapat
menyelesaikan Kliping Olahraga. Tanpa pertolongan-Nya mungkin saya tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik.

Kami berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan. Kami juga menyadari bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata dan akmi memohon kritik dan saran yang membangun demi
mendapatkan hasi yang maksimal.

Rembang, November 2019

Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman Kover

Kata Pengantar

Daftar Isi

Pengertian

Sejarah

Teknik Dasar

Teknik Awalan

Teknik Tolakan

Teknik Pendaratan

Lapangan Lompat Jangkit

Gaya Dalam Lompat Jangkit

Gaya Menggantung

Gaya Berjalan Di Udara

Peraturan Lompat Jangkit


Pengertian

Olahraga lompat jangkit (triple jump) Merupakan salah satu jenis olahraga atletik
cabang lompat dimana sang atlet akan melakukan tiga tahap lompatan untuk dapat
mendarat di bak pasir pendaratan menggunakan awalan lari.

lompat jangkit

Jika dalam lompat jauh sang atlet hanya akan melakukan satu kali tolakan, satu kali
melayang dan kemudian mendarat, maka dalam lompat jangkit sang atlet akan
melakukan 3 kali tolakan, tiga kali melayang dan juga mendarat.

Sejarah

Olahraga lompat jangkit menjadi salah satu olahraga yang diadakan dalam olimpiade
modern pertama di Yunani pada tahun 1896 dan dimenangkan oleh seorang juara
yang bernama James Connolly.

Teknik yang dipergunakan oleh Connolly pada waktu itu sama dengan peraturan yang
berlaku saat ini, yaitu connoly menggunakan dua kaki yang sama untuk lompatan
pertama dan kedua dan kaki satunya untuk melakukan lompatan terakhir.

Jika pada olimpiade modern pertama, olahraga tersebut hanya diikuti oleh atlet laki-
laki saja, maka sekian tahun kemudian, di tahun 1996, atlet perempuan juga bisa
mengikuti kejuaraan dalam olimpiade di Atlanta.

Teknik Dasar

berikut ini adalah teknik dasar sebelum melakukan lompat jangkit, antara lain:

1. Teknik Awalan

Jarak lintasan untuk melakukan awalan tidak kurang dari 45 meter. Berikut ini cara
melakukan awalan :
Lari awalan bervariasi, tergantung pada kemampuan masing-masing siswa.

Percepatlah lari awalan sedikit demi sedikit sebelum bertolak.

Turunkan pinggang sedikit pada satu langkah akhir awalan.

2. Teknik Tolakan

Tolakan kaki harus lah kuat dan juga dijaga agar tidak mengurangi kecepatan gerak
ke depan. Tiga teknik tolakan berikut ini harus kalian pelajari sehingga dapat
menguasai gerakan lompat jangkit secara keseluruhan.

Tolakan sebelum berjingkat

Tolakan sebelum melangkah

Tolakn sebelum melompat

3. Teknik pendaratan

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendarat pada
lompat jangkit.

Mengangkat kedua kaki lurus ke depan.

Membungkukkan badan ke depan dan memindahkan kedua lengan dari atas ke


depan.

Ketika saat mendarat, kedua kaki mengeper, yaitu kedua lutut agak ditekuk.

Memindahkan badan ke depan, kepala ditundukkan dan kedua lengan dibawa ke


depan.

Lapangan Lompat Jangkit

Gambar Lapangan Lompat jangkit

Gambar Lapangan

Bagian – Bagian Lapangan :

Panjang bak lompat yaitu = 7-9 m

Lebar bak lompat yaitu = 2,75 m

Lebar lintasan awalan yaitu = 1,22 m

Lebar papan tumpu yaitu = 20 cm


Panjang papan tumpu yaitu = 1,22 m

Gaya Dalam Lompat Jangkit

Berikut ini adalah beberapa gaya, antara lain :

1. Gaya Menggantung

gaya menggantung lompat jangkit

Gaya Menggantung

Posisi kedua tangan berada di samping telinga dan dalam keadaan lurus ke atas.

Posisi kedua kaki dirapatkan dan diayunkan dari belakang ke depan.

Posisi awal tolakan dada agak sedikit dibusungkan dan digerakan ke belakang.

Posisi Badan dan lutut saat di udara diayunkan ke arah depan dengan tenaga yang
meksimal.

Gaya Berjalan Di Udara

gaya berjalan di udara lompat jangkit

Gaya Berjalan Di Udara

Saat berada pada posisi awal tolakan, posisi dada sedikit dibusungkan.

Posisi kedua tangan diayun kebelakang seperti orang yang sedang berlari.

Posisi kedua kaki diayun ke depan, dalam gerakan seperti orang yang sedang berjalan

Peraturan lompat jangkit

Ada beberapa peraturan di dalam lompat jangkit yang telah ditetapkan oleh IAAF
(International Amateur Athletic Federation) yaitu antara lain :

Atlet lompat jangkit tidak diperkenankan melakukan tolakan pertama dengan


melebihi batas papan tolakan, namun masih dapat diperbolehkan melakukan tolakan
sebelum menginjak papan tolakan.

Tolakan kedua harus menggunakan kaki yang sama dengan tolakan pertama.

Tolakan ketiga harus menggunakan kaki yang berbeda dari tolakan pertama dan
kedua.

Setelah melakukan tolakan ketiga, pada saat melayang, atlet lompat jangkit tidak
diperbolehkan melakukan gerakan salto.

Atlet lompat jangkit tidak diperbolehkan mendarat di luar area pendaratan.

Inilah pembahasan lengkap tentang sejarah, teknik dasar, gaya pada lompat jangkit
beserta peraturannya, semoga bermanfaat …..
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Lompat Jangkit

Istilah “Atletik” berasal dari kata Yunani “Atlon” yang berarti “Berlomba” atau
“Bertanding”. Arti selengkapnya adalah pancalomba atau perlombaan yang terdiri
dari lima nomor.

Di abad XIX merupakan masa menggeloranya kembali semangat berolahraga di


kalangan masyarakat luas termasuk berkembangnya olahraga Atletik. Perkumpulan-
perkumpulan Atletik mulai terbentuk. Adapun perlombaan-perlombaan Atletik mulai
banyak diperlombakan dan diselenggarakan.

Pada tahun 1960 perkumpulan Atletik yang pertama di selenggarakan di Amerika


tepatnya di Sanfransisco dengan nama Olimpiade Club. Kejuaraan atletik di Amerika
di selenggaraka pada tahun 1960 oleh: New York Atletik Club. Setelah itu sering kali
diadakan perlombaan di amerika serikat dengan Negara-negara eropa. Pada tahun
1880 di Inggris berdiri istilah Amateur Atletik Board. Tahun 1887 di New Salan
berdiri New Zealand Atletik Amateur Assosation. Tahun 1899 di Belgia berdiri Lique
royale belge’d Atletisme, dan di Canada berdiri Canadian Track and Field
Asosiation.tahun 1895 Africa Selatan berdiri South Africant Amateur Atletic Union.
Dan di Swedia berdiri SouthAfricant Amateur Atletic Union. Dan di Swedia berdiri
Swenska Fri Idrotta Forbunder. Perlombaan-perlombaan kejuaraan atletik telah
saring di selenggarakan. Demikian perlombaan atas Negara belum ada peraturan
perlombaan menentukan pemenang.

Baru pada tanggal 17 Juli yaitu setelah selesainya perlombaan atletik pada olympiade
modern V di Stockholm. Tokoh-tokoh atletik dari 17 negara yang mengikuti olypiade
dari Amerika Serikat ,Australia ,Inggris ,Inggris, Jerman ,Swedia ,Yunani berdiskusi
untuk membentuk suatu badan internasional yang kan membuat peraturan
perlombaan atletik yang lengkap. Badan tersebut didirikan dengan nama
Internasional Amateur Atletik Federation (IAAF) terpilih sebagai ketua adalah
Kristina Helestrom kedua-duanya dari Swedia. Peraturan-peraturan tehnis untuk
perlombaan Internasional yang pertama di sahkan pada congress yang ke tahun 1914
di Lyon Ferancis. Sejak terbentuknya IAAF ini ppenyelenggaraan perlombaan atletik
makin baik terutama dalam segi pengorganisasian.

Ukuran untuk Lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan ± 45m, dari balok
tumpuan sampai bak lompatan ± 13m, bak lompat panjang 8m, lebar 2,75m.
kedalaman bak lompat ± 10-20cm.

2.2 Teknik Lompat jangkit

Awalan dalam lompat jangkit

untuk meningkatkan kecepatan lari dengan tidak menghambat dari tumpuan-


tumpuan tersebut, Jarak awalan harus cukup panjang 35 – 40 meter, supaya
kecepatan mencapai titik maksimal pada waktu melakukan tumpuan. Gerakan lari
konstan dan mampu menempatkan kaki tumpu pada balok dengan tepat.
Lompat jangkit dibagi dalam beberapa tahap gerakan:

a) ancang-ancang

b) jingkat

c) langkah

d) lompat

e) dan mendarat

1. Ancang-ancang

Tergantung dari tingkat prestasi, lari ancang-ancang bervariasi antara 10


langkah(untuk atlet pemula) dan 20 langkah(untuk atlet prifesional)

Kecepatan lari ancang-ancang semakin dipercepatsampai saat bertolak.

2. Jingkat

Kaki penolak harus mendarat dengan aktif dan siap menyerang;ayunkan paha kaki
bebas keposisi horizontal.Bertolak ke depan dan ke atas.

Untuk ’JINGKAT” yang panjang & datar, tariklah kaki penolak ke depan-atas dan tarik
kaki-bebas ke bawah dan ke belakang. Pertahankan tubuh tetep gerak.

3. Langkah

Bertolak dangan cepat; luruskan mata kaki, sendi dan lutut dan pinggang, ayunkan
paha kaki-bebas ke posisi horizontal.

Pada waktu gerak ”Langkah”, posisi bertolak dipertahankan; untuk mempersiapkan


gerak ”lompat”, luruskan kaki-bebas ke depan dan ke bawah.

4. Lompat

Lompat Jangkit atau triple jump

http://1.bp.blogspot.com/_nDc9q0eqIK0/SY6xc2_losI/AAAAAAAAAFw/6WiKisr6MN
k/s320/TJ.jpg Gerakan lompat jangkit memproyeksikan pusat gaya berat tubuh
si pelompat di udara ke arah depan dengan melalui tiga tahapan lompatan atau
tumpuan. Yaitu Hop-Step-Jump.

Menurut ketentuan si pelompat harus melakukan tiga kali menumpu, menumpu dua
kali dengan kaki yang sama yang disebut step dan diakhiri dengan gerakan jump atau
lompat. Hasil dari suatu lompatan sangat tegantung dari kecepatan horizontal dan
kekuatan pada ketiga tahapan tumpuan tesebut. Jarak antara hop, step, jump
bervariasi tergantung dari kecepatan, kekuatan, dan kelentukan otot. Sudut tumpuan
yang tepat sangat membantu menjaga kecepatan.

http://1.bp.blogspot.com/_nDc9q0eqIK0/SY6xc01NIBI/AAAAAAAAAFo/3QENSlmLE
Zo/s320/jump.jpg

Bertolaklah dengan cepat; ayunkan paha kaki-bebas ke posisi horizontal.


Untuk lompat jauh, tahap melayang melibatkan teknik menggantung atau teknik
melangkah.

Tarik tubuh ke depan-bawah untuk mendarat;bawa lengan ke depan.

5. Mendarat

Mendaratlah dengan kedua kaki sejajar di pasir, Biarkan tubuh mendarat di pasir di
sampng kaki.

2.3 Gerakan-gerakan Dalam Lompat Jangkit

a. Gerakan Hop

Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama dengan tidak
menghambat kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih jelasnya perhatikan penjelasan
berikut:

Perubahan kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas yang digerakkan
oleh kaki tumpu.

v Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.

v Setelah menumpu kaki menekan mengayuh dengan tenaga penuh sehinga kaki
hampir sejajar dengan tanah.

v tahap akhir gerakan dengan sikap melayang untuk melakukan pendaratan.

Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu
tergantung bebas di belakang titik pusat berat badan.

v Saat kaki menumpu tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit berada di depan
titik pusat berat badan. saat melayang punggung diusahakan tegak tidak condong.

b. Gerakan step

Gerakan tumpuan yang ketiga yang dilakukan setelah gerakan tumpuan kaki yang
sama, gerakan ini bertujuan mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk
menjaga gerak mendatar sebanyak mungkin untuk dapat mengangkat bobot
badannya ke arah jump. Untuk mendapatkan Gerakan step yang baik. Anda
perhatikan penjelasan berikut:

v Jaraknya langkah tergantung dari kecepatan saat melakukan tumpuan.

v Perpindahan diperoleh saat gerakan hop ke arah gerakan step disamping kaki yang
diangkat mengayun.

v Setelah kaki melakukan dorongan yaitu setelah gerakan hop kemudian kaki yang
satunya bergerak dari sikap tergantung di belakang digerakan dengan lutut terlebih
dahulu dan pangkal paha dipertahankan jangan bergerak turun.

v Kaki harus digerakkan setinggi mungkin anggota badan bagian bawah tidak kaku
dan tetap terayuh.
v Sebelum gerakan menumpu kaki ayun dipertahankan tergantung kemudian
hentakan kaki ke atas untuk mendapatkan suatu ketinggian, dengan tumit terlebih
dahulu dengan berat badan berada di depan tumit. badan waktu melayang
dipertahankan tegak.

c. Gerakan mendarat atau Jump

Gerakan jump ini merupakan bagian terakhir dari gerakan-gerakan sebelumnya,


gerakan hop dan step, untuk mendapatkan pendaratan yang sempurna perhatikan
penjelasannya:

v Jauhnya hasil suatu lompatan tergantung dari kontribusi gerakan-gerakan awal.

v Gerakan step diikuti dengan kaki yang tergantung yang diayunkan ke muka dibantu
dengan ayunan kedua tangan.

v Badan diusahakan setegak mungkin untuk memperoleh ketinggian yang


diinginkan.

v Gerakan melayang biasanya menggunakan teknik Hang stile.

v Merentangkan kedua belah lengan ke atas dimaksudkan untuk menahan gerakan


turun ke bawah (drop).

v Waktu mendarat perhatian tertuju pada kaki yang diayunkan sejauh mungkin ke
depan dari pinggul.

v Lutut belakang diangkat ke depan sehingga sejajar dan kedua lengan digerakan ke
depan membantu gerakan kaki, setelah tumit menyetuh pasir gerakan pinggul
mendorong ke depan agar tidak jatuh ke belakang.

2.4 Susunan Organisasi Perlombaan

v Manajer Perlombaan

v Sekretaris Perlombaan

v Manajer Tehnik Perlombaan

v Juri Pencatat

v Juri Ukur

v Juri Penyiar

v Bagian Medis

v Bagian Keamanan

2.5 Tugas dan Fungsi pengurus Organisasi Perlombaan dalam Perwasitan

1. Manajer Perlombaan

Bertugas dan bertanggung jawab atas pelaksanaan perlombaan yang betul, tertib, dan
lancer. Dan dia wajib mengecek bahwa semua petugas telah lapor kehadirannya
untuk bertugas, atau menunjuk pengganti bila perlu, dan bekerja sama dengan pihak
keamanan untuk mengatur orang yang diberi wewenang saja boleh masuk arena.
2. Sekretaris Perlombaan

Bertugas bertanggung jawab atas terselenggaranya rapat-rapat panitia pelaksana


dan menyusun notulen/hasil catatan hasil rapat yang berhubungan dengan
perlombaan yang dimaksud. Dan bertanggung jawab mengatur dan mengurusi
seluruh urusan, adminitsrasi, menerima dan melakukan korespondensi penting yang
berhubungan dengan perlombaan.

3. Manajer Tehnik Perlombaan

Bertugas bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana perlombaan yang sesuai
dengan peraturan IAAF/PASI, serta kartu hasil lomba dipersiapkannya.

4. Juri Pencatat

Bertugas mengisi atau menyempurnakan isi dari formulir perlombaan secepatnya,


kemudian ditandatangani oleh wasit.

5. Juri Ukur

Bertugas mengukur jarak lompatan yang dilakukan oleh para atlit.

6. Juri penyiar

Bertugas mengumumkan nama dan nomer dada peserta yang berlomba dalam tiap
event kepada penonton.

7. Bagian Medis

Bertugas menjamin tersedianya sarana dan prasana medis untuk pengujian medis,
pengobatan dan pelayanan kesehatan darurat di tempat perlombaan sehingga
perawatan atlit memadai.

8. Bagian Keamanan

Bagian keamanan ini harus dapat menguasai/mengawasi keamanan diseluruh arena


lomba dan harus melarang setiap orang selain petugas/official, para atlit peserta
yang berkumpul untuk berlomba, untuk memasuki dan tinggal diarena perlombaan.

2.6 Cara Mengukur Lompatan pada Lompat Jangkit

Pada lompat jangkit pengukuran sebetulnya sama dengan pengukuran pada loncat
jauh. Pengukuran dilakukan oleh juri pengukur yang biasanya berjumlah 2 (dua)
orang. Pengukuran akan dilakukan apabila lompatan tersebut dinyatakan syah.
Pengukuran lompatan diambil dari balok ujung balok tumpu yang terdekat dengan
bak pasir, sampai pada tanda awal pendaratan. Bila pelompat berjalan mundur seusai
melakukan lompatan maka yang diukur adalah jarak ketika atlet tersebut mundur.
Oleh karena itu ketika seusai meloncat maka atlet harus berjalan maju. Pada
pengukuran ini diusahakan untuk seteliti mungkin sebab selisih satu cm saja akan
berpengaruh. Selain itu alat yang digunakan untuk mengukur juga harus sama
( hanya ada satu alat ukur). Hasil lompatan akan dicatat oleh pencatat hasil
perlombaan.
Penentuan pemenang lompat jangkit bila kita lihat memanglah mudah karena
ditentukan oleh lompatan yang paling jauh. Sebetulnya tidak demikian sebab ada
beberapa prosedur yang harus dilalui oleh atlet, seperti tes doping.

Bila didalam sebuah perlombaan ada nilai yang sama maka untuk menentukan juara
maka harus diberikan kesempatan pada kedua peserta tersebut untuk melakukan
lompatan lagi. Dan bila masih sama maka dilihat dari prestasi atlet sebelumnya, dan
bila masih sama baru diadakan undian.

http://cyber-rf.blogspot.com/2013/08/makalah-teknik-lompat-jangkit.html?m=1

Lompat jangkit adalah salah satu event yang dilombakan dari nomor lompat yang
terdapat pada cabang olahraga Atletik.

Mungkin terdengar asing bagi kalian istilah lompat jangkit, jika dibandingkan dengan
lompat jauh.

Sebenarnya gerakan lompat jangkit hampir tidak jauh berbeda dengan gerakan pada
lompat jauh.

Perbedaan lompat jangkit dan lompat jauh adalah gerakan lompat jangkit ada
gerakan hop, step, dan jump, di mana sebelum mendarat di bak pasir pelompat harus
melakukan rangkaian gerak jingkat, langkah, dan lompat.

Sedangkan gerakan pada lompat jauh tidak melakukan gerakan jingkat, karena dari
melakukan lari awalan pelompat akan melakukan lompat ke balok tumpu lalu
mendarat.
Pada hari ini, kita akan membahas materi lompat jangkit secara lengkap. Adapun
yang akan kita jabarkan meliputi pengertian lompat jangkit, tujuannya, teknik atau
gerakan lompat jangkit, sejarahnya, peraturan, peralatan dan ukuran lapangannya.

a. Pengertian Lompat Jangkit

LOMPAT JANGKIT [LENGKAP]: Pengertian, Teknik, Sejarah, Lapangan, dan Peraturan

Menurut Tamsir Riadi, istilah lain dari lompat jangkit adalah lompat tiga atau bisa
juga disebut triple jump. Kenapa dikatakan demikian? Dikarenakan pada saat
melaksanakan lompatan pelompat harus melakukan gerakan hop, step, dan jump.

Lompat jangkit adalah sebuah nomor dalam cabang atletik, atau track and field,
perlombaannya hampir mirip dengan perlombaan lompat jauh, akan tetapi
melibatkan gerakan jingkat (hop), langkah (step) dan melompat (jump), dimana
pelompat berlari menyusuran jalur awalan dan melakukan satu jingkatan (hop), satu
langkah (step) dan kemudian melompat (jump) ke dalam kotak pasir.

Di dalam lompat jangkit sebenarnya terjadi tiga kali tolakan, tiga kali melayang di
udara, dan tiga kali pendaratan. Jarak hasil lompatan di ukur dari kumulatif ketiga
gerakan lompat jangkit yang terdiri dari hop, step, jump.

b. Tujuan Lompat Jangkit

Menurut IAAF (International Association Athletic Federation) tujuan dalam lompat


jangkit adalah untuk jangkau jarak lompatan horizontal sejauh mungkin dengan
menggunakan tiga lompatan berturut-turut.

Meskipun ada kesamaan antara beberapa gerakan dalam lompat jangkit dengan
lompat jau, lompat jangkit adalah gerakan lompat yang memiliki gerakan komplek
secara teknik serta menuntut ketangkasan-ketangkasan tambahan, lebih lagi ada
korelasi antara presasi lompatan jangkit dengan prestasi lompat jauh.
c. Sejarah Lompat Jangkit

Olahraga lompat jangkit adalah salah satu olahraga yang dipertandingkan dalam
olimpiade modern pertama di Yunani pada tahun 1896 dan dimenangkan oleh James
Connoly.

Olahraga lompat jangkit terinspirasi dari salah satu jenis olahraga lompat sejak
zaman Yunani kuno dimana sang pelompat akan melakukan beberapa kali lompatan
sebelum lompatan terakhir, akan tetapi tidak diketahui secara pasti berapa
banyaknya lompatan yang dilakukan oleh atlet pada saat itu serta peraturan dalam
pertandingan tersebut.

Dalam mitologi Irlandia, lompat jangkit telah diperlombakan dalam pertandingan


Irlandia kuno bernama Tailteann Game, pada awal 1829 SM.

Jika pada olimpiade modern pertama, lompat jangkit hanya diikuti oleh atlet laki-laki
saja, namun pada tahun 1996, atlet perempuan akhirnya bisa mengikuti kejuaraan
lompat jangkit dalam olimpiade Atlanta.

d. Teknik Lompat Jangkit

Seluruh teknik dasar lompat jangkit diurutkan menjadi tahap-tahap sebagai berikut
ini:

Lari awalan (approach)

Lompatan pertama (jingkat:hop)

Lompatan kedua (langkah:step)

Lompatan ketiga (lompatan:jump)

1. Lari awalan (Approach)

Teknik Lompat Jangkit Lari Awalan

Awalan dalam lompat jangkit sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap
tahapan selanjutnya.
Menurut IAAF tujuan awalan lompat jangkit sebagai berikut:

Tujuan dari awalan adalah untuk mencapai kecepatan maksimum dan sebagai
persiapan untuk menumpu pada saat jingkat (hop).

Panjang lari awalan yang digunakan oleh pelompat tergantung pada kemampuan tiap
individu pelompat untuk melakukan lari awalan sebagai tahap akselerasi.

Pelompat yang mencapai puncak kecepatan larinya akan membutuhkan suatu lari
awalan yang lebih pendek dari pada mereka yang memiliki kecepatan lari awalan
yang akselerasinya lebih lambat.

Para pelompat yang memiliki kemampuan yang baik biasanya akan menggunakan
awalan dengan jarak 35-40 m atau 18-23 langkah lari, sedangkan pelompat yang
memiliki kemampuan yang kurang begitu baik biasanya akan menggunakan lari
awalan yang lebih pendek.

2. Jingkat (Hop)

Teknik Lompat Jangkit Jingkat (hop)

Tahap hop merupakan gerakan awalan dari tahapan lompatan jangkit menurut IAAF
hop lompat jangkit sebagai berikut:

Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama dengan tidak
menghambat kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih jelasnya perhatikan penjelasan
berikut:

Perubahan kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas yang digerakkan
oleh kaki tumpu.

Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.

Setelah menumpu kaki menekan mengkais dengan tenaga penuh sehingga kaki
hampir sejajar dengan tanah.

Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu
tergantung bebas di belakang titik pusat berat badan.
Saat kaki menumpu tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit berada di depan titik
pusat berat badan, saat melayang punggung diusahakan tegak tidak condong.

3. Langkah (Step)

Teknik Lompat Jangkit Langkah (step)

Menurut IAAF gerakan langkah step dalam lompat jangkit sebagai berikut:

Gerakan tumpuan yang ketiga dilakukan setelah gerakan tumpuan kaki yang sama,
gerakan ini bertujuan mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk menjaga
gerak mendatar sebanyak mungkin dan mengangkat bobot badannya ke arah lompat
atau jump.

Fase kedua dalam lompat jangkit dimulai ketika kaki take off menyentuh tanah.
Tungkai take off harus dalam keadaan lurus dengan paha tungkai pendorong tepat
berada di bawah garis paralel dengan tanah.

Ketika pelompat lepas dari tanah, tungkai take off tetap lurus dibelakang titik berat
badannya, dengan betis tetap hampir paralel dengan tanah.

Pada waktu yang bersamaan, tungkai yang berlawanan mendorong sampai setinggi
panggul dimana tetap dipertahankan sampai mid flight selama fase step, sudut lutut
tidak lebih dari 90 derajat.

Ketika pelompat mulai turun, tungkai pendorong lurus dengan ankle fleksi atau
memperpanjang tuas dan kaki bebas melakukan gerakan mengkais ke bawah untuk
melakukan transisi dengan cepat ke fase tiga.

Selama fase step, pelompat konsentrasi pada langkah step sejauh mungkin. Hal ini
biasanya merupakan fase terlemah, karena menuntut pelompat memiliki koordinasi
yang baik dan memerlukan latihan yang khusus.

Tujuan gerakan lengan dalam bertolak pada tahap gerakan langkah (step) adalah
untuk menunjang tolakan, pilihannya apakah gerakan satu lengan atau menggunakan
dua lengan tergantung dari lamanya tahap melayang itu sendiri.

4. Lompat (Jump)

Teknik Lompat Jangkit Lompat (jump)

Fase ketiga dan terakhir dalam lompat jangkit, yaitu lompatan panjang yang diawali
dengan lompatan dan bukan lari.

Tungkai take off diluruskan dengan kuat selama kontak dengan tanah. Dengan paha
kaki dari tungkai bebas berada pada ketinggian pinggang.
Lengan mendorong ke depan dan atas, dan melakukan blok selama beberapa saat
ketika tangan berada pada ketinggian muka.

Togok harus dipertahankan tegak dan dagu ke atas dengan mata diarahkan ke pit.
Ketika berada di udara, tungkai bergerak ke posisi menggantung dengan kedua paha
berada di bawah togok, lutut bengkok mendekati 90 derajat.

Kedua lengan diluruskan ke atas untuk memperlambat rotasi dengan kedua tangan
mengarah ke langit atau ke atas.

Posisi ini dipertahankan sampai pada titik puncak ketinggian.

Kedua lengan kemudian mendorong ke depan, bawah, dan ke belakang pada saat
tungkai diayun serentak ke depan dan paha diangkat sejajar dengan tanah.

Lutut tetap bengkok untuk memperoleh keuntungan tuas yang lebih pendek.

Ketika paha berada pada posisi paralel, tungkai diluruskan cepat dan ankle fleksi dan
posisi jari kaki menghadap ke atas.

Pelompat mempertahankan posisi ini sampai tumitnya menyentuh pasir. Ketika lutut
benar-benar berada dalam posisi akan menyentuh pasir, maka panggul naik.

Tujuan gerakan ini dari tahap gerakan lompat atau jump adalah sama seperti pada
lompat jauh, yaitu memperoleh jarak horisontal yang terbaik.

e. Lapangan Lompat Jangkit

Lapangan Lompat Jangkit

Adapun ukuran lapangan dalam lompat jangkit, sebagi berikut.

Lapangan untuk lompat jangkit panjang lintasan awalan minimal 40 meter diukur
dari balok tumpu lompat jauh.

Lebar lintasan lompat 1,22 meter.

Jarak balok tumpu lompat jangkit berjarak 11 meter untuk putri, 13 meter untuk
putra.

Panjang balok tumpu 1 meter dengan lebar 20 cm.

Daerah pendaratan atau bak pasir berukuran 7-9 meter, dan lebar 2,75 meter.

f. Peraturan Lompat Jangkit

Ada beberapa peraturan dalam lompat jangkit, yaitu sebagai berikut:


Melompat sebelum balok tumpuan, tetap sah.

Pada tolakan kaki pertama harus mendarat pada kaki yang lain.

Pada tolakan kedua, harus mendarat pada kaki yang lain juga.

Bila pelompat sedang melakukan lompatan dan menyentuh tanah dengan kaki ayun,
hal ini dianggap melanggar.

Biasanya diberikan giliran melompat 1,5 - 2 menit.

Pengukuran dalam lompat jangkit dilakukan oleh juri pengukur biasanya berjumlah 2
(dua) orang.

g. Peralatan Lompat Jangkit

Dalam olahraga ini, pastinya juga diperlukan peralatan-peralatan penting lainnya


selain kostum atlet. Berikut ini beberapa peralatan yang dipakai dalam pertandingan
lompat jangkit:

Lapangan lompat jangkit

Peluit untuk aba-aba

Pengeras suara untuk memanggil atlet dan juga mengumumkan hasil lompatan.

Alat pengukur lompatan

Kamera pemantau lompatan

Alat pengukur kecepatan angin

Alat untuk meratakan pasir

Bendera juri