Anda di halaman 1dari 7

Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.

1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

PENGARUH KECANDUAN GADGET DAN PERGAULAN TEMAN


SEBAYA TERHADAP KECERDASAN EMOSI SISWA KELAS XI

Yumna Nareta Imansari1, Dr. Dahlia Novarianing Asri, M.Si2, Ratih Christiana, S.Pd.,M.Pd.3
1
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Madiun, Madiun
email: yumnanareta@gmail.com
2
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Madiun, Madiun
email: novarianing@gmail.com
3
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Madiun, Madiun
email: ratihcristiana@yahoo.co.id

Kata Kunci / Abstrak / Abstract


Keywords
kecanduan gadget, Aim of the study was to determine effect of gadget addiction and peer
pergaulan teman friendship on emotional intelligence. Design of this study correlates ex
sebaya, kecerdasan post facto. Study uses product moment correlation formula and two
emosi producer study regression formula to analyze data. Results was
Gadgets Addiction and Peer Friend Associations Against Emotional
Intelligence in Class XI Students of SMK PGRI 3 Madiun 2018/2019
was proven, with results of data analysis showing, F reg 78.97 while F
table was 3.22. Hypothesis testing is accepted if F count > F table. It
was concluded that hypothesis was accepted because F reg > F table
or 78.97 > 3.22.
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh Kecanduan Gadget dan
Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosi. Desain
penelitian ini korelasi ex post facto. Penelitian menggunakan rumus
korelasi product moment dan rumus regresi dua prodiktor untuk
menganalisis data. Hasil penelitian bahwa Kecanduan Gadget dan
Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosi Pada Siswa
Kelas XI SMK PGRI 3 Madiun Tahun Ajaran 2018/2019 terbukti,
dengan hasil analisis data yang menunjukkan F reg sebesar 78,97
sedangkan F tabel 3,22. Pengujian uji hipotesis diterima jika F hitung >
F tabel. Disimpulkan hipotesis diterima karena F reg > F tabel atau
78,97 > 3,22.

PENDAHULUAN
Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Seorang remaja
hendaknya memahami dan memiliki kecerdasan emosional untuk mengantisipasi kejadian
buruk yang bisa membuat rugi dirinya serta orang lain. Susanti (2008) menjelaskan jika
kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri, kemampuan
bertahan ketika mengalami kegagalan, mengatur emosi, menunda kepuasan, dan menata
keadaan jiwa. Salovey (dalam Goleman, 2000) menempatkan kecerdasan pribadi dari
Gardener membagi kecerdasan emosional menjadi lima wilayah kemampuan, meliputi:
mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain,
dan membina hubungan.
Harapannya dengan memiliki kecerdasan emosi, remaja mengetahui dan mampu
bagaimana memberikan tanggapan yang positif mengenai dirinya, mengutarakan emosinya
dengan sebaik mungkin, berusaha menyeimbangkan diri dengan lingkungan, mampu
mengelola perasaan, serta dapat mengutarakan reaksi emosi sesuai dengan waktu serta kondisi
yang tepat sehingga hubungan dengan orang lain mampu terikat secara baik.

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 1
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

Pada masa remaja terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik
yang pesat dan pertumbuhan psikologis yang bervariasi. Masa remaja yang identik dengan
lingkungan sosial sebagai tempat berinteraksi menuntut mereka agar dapat menyesuaikan diri.
Remaja yang tidak sanggup menempatkan diri atau berempati terhadap orang lain, maka akan
mempunyai kualitas kecerdasan emosional yang rendah serta akan susah bergaul dengan
lingkungan sosialnya. Hal ini menunjukkan betapa besar gejolak emosi dalam diri remaja
ketika berinteraksi dengan lingkungannya.
Kecerdasan emosi yang dimilikiremajatidak lepas dari berbagai pengaruh, seperti
lingkungan tempat tinggal, keluarga,sekolah, teman-teman sebaya, dan aktivitas-aktivitas
yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya aktivitas bermain gadget yang saat
ini memberikan paksaan serta desakan terhadap kemajuan serta perkembangan remaja.
Gadget menjadi satu-satunya produk perubahan tekhnologi yang dihasilkan berupa
smartphone, yang penggunaannya semakin meningkat saat ini.
Penelitian yang dilakukan oleh Maulida (dalam Asif, A. & Rahmadi, F, 2017)
mengenai pengaruh penggunaan gadget pada remaja, menerangkan jika pemakaian gadget
mampu mengakibatkan ketimpangan sosial dalam masyarakat. Remaja sudah sangat
mengenal dan menggunakan gadget setiap harinya.Rata-rata remaja saat ini menggunakan
waktunya selama 6 jam sehari untuk bermain smartphone. Akhirnya remaja tersebut menjadi
orang yang pecandu terhadap smartphone.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yulia (dalam Asif, A. & Rahmadi, F,
2017) menerangkan jika penggunaan gadget juga berpengaruh terhadap perkembangan
psikososial remaja. Pada saat menggunakan gadget, mereka sudah tidak lagi mengenal waktu
dan asik bermain dengan gadgetnya. Hal ini akan menghambat proses sosialisasi
remajadengan lingkungan sekitarnya khususnya teman sebayanya. Dengan demikian
hubungan sosialremajatidak akan terbentuk dengan baik terhadap orang lain. Sedangkan
kecerdasan emosional itu akan terbentuk dengan baik apabila remajadapat menjalin hubungan
dengan orang lain (Goleman,2000).
Pergaulan teman sebaya juga tidak kalah penting berpengaruh terhadap kecerdasan
emosi remaja. Pergaulan teman sebaya menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan
kecerdasan emosional.Menurut Piaget dan Sullivan (dalam Santrock 2007) hubungan dengan
teman sebaya membuat remaja akan belajar adil lewat pengalaman pribadi mereka saat
mengalami adu pendapat dengan temannya, remaja akan belajar mengamati dengan teliti
minat dan pandangan teman sebaya dengan tujuan untuk memudahkan proses penyatuan
dirinya ke dalam aktivitas teman sebaya, menyediakan berbagai informasi mengenai dunia di
luar keluarga, mereka akan belajar menjadi mitra yang lebih terampil dan peka.
Observasi yang peneliti lakukan di SMK PGRI 3 Madiun, peneliti melihat sebagian
besar remajaberteman dengan teman sebayanya.Remaja yang yang membawa smartphone di
sekolah lebih banyak menghabiskan waktu bermaian dengan gadgetnya dan jarang melakukan
interaksi dengan temannya.Ketika berkumpul dengan temannya, mereka asik sendiri-sendiri
dengan gadgetnya. Bahkan ketika ada salah satu temannya bercerita mereka hanya
menanggapi sepatah dua patah kata saja. Kemudian kembali lagi melihat gadgetnya.
Remajatidak menjadi mitra yang pekadan peduli lagi terhadap temannya.Ketika ada
perselisihan pendapat dengan teman, mereka juga tidak lagi bijaksana dan adil terhadap
perbedaan pendapat tersebut. Mereka langsung marah-marah dan bahkan mengekspost rasa
marahnya tersebut kesemua jejaring sosial yang dia miliki.
Hal ini menujukkan jika ada pengaruh penggunaan gadgetdapat menghambat
pertemanan di antara teman sebaya sehingga hal tersebut berdampak terhadap kecerdasan
emosional remaja. Sedangkan kecerdasan emosi seorang siswaakanterbentuk dengan baik
apabila remaja tersebut dapat menjalin hubungan dengan orang lain.
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas dan observasi yang dilakukan
peneliti, maka dapat diasumsikan ada kaitan antara kecanduan gadget dengan kecerdasan
Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 2
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

emosional, serta pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional.Oleh karena itu,
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian masalah ini ke dalam judul skripsi “Pengaruh
Kecanduan Gadget Dan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosi Pada Siswa
Kelas XISMK PGRI 3 Madiun Tahun Ajaran 2018/2019”.

METODE PENELITIAN
Skripsi ini menggunakan metode penelitian ex post facto. Ex post facto memuat tiga kata,
yaitu ex berarti melalui observasi ataupun pengamatan, post berarti setelah, serta facto artinya
nyata. Sehingga dapat diartikan, pengamatan dilakukan setelah kejadian lewat (Arikunto,
2013). Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu dua variabel independen serta satu
variabel dependen. Variabel independen pertama yaitu kecanduan gadget serta variabel
independen kedua yaitu pergaulan teman sebaya. Dan variabel dependen yaitu kecerdasan
emosi.
Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XISMK PGRI 3 Madiun, Taman, Kota Madiun
tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 45siswa. peneliti mengambil semua subjek populasi
untuk dijadikan subjek penelitian. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMK PGRI 3
Madiun yang jumlahnya sebanyak 45 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini
memakai teknik exhaustive sampling atau disebut sampling jenuh. Sampling jenuh merupakan
cara menentukan sampel dengan menjadikan seluruh anggota populasi sebagai sampel
(Machali, 2016). Teknik ini digunakan apabila jumlah populasi sangat kecil atau kurang dari
100 orang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket
adalah cara mengumpulkan data dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada responden
dan harus diisi (Machali, 2016). Angket pada penelitian ini terdiri dari angket kecanduan
Gadget, pergaulan teman sebaya, dan kecerdasan emosi. Angket yang dipakai peneliti pada
penelitian ini merupakan angket dengan empat alternatif jawaban.
Penelitian ini memakai metode statistik korelasional dan menggunakan rumus korelasi
product moment serta rumus regresi dua predictor. Rumus korelasi product moment
digunakan untuk menganalisis data tentang pengaruh kecanduan gadget terhadap terhadap
kecerdasan emosi dan pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosi.
Sedangkan rumus regresi dua predictor untuk menganalisis data tentang pengaruh kecanduan
gadget dan pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosi.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kecanduan gadget dan
pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosi pada siswa kelas XI SMK PGRI 3
Madiun tahun ajaran 2018/2019. Berdasarkan simpulan hasil pengujian hipotesis di atas,
menujukkan bahwa ada pengaruh kecanduan gadget dan pergaulan teman sebaya terhadap
kecerdasan emosi pada siswa kelas XI SMK PGRI 3 Madiun tahun ajaran 2018/2019,
kecanduan gadget berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosi siswa. Hal tersebut
dapat ditafsirkan jika siswa kurang simpati dengan lingkungan sekitarnya ketika sudah
bermain gadget. Mereka memiliki sikap yang acuh dan sulit mengndalikan diri jika sudah
bermain gadget sampai lupa waktu.
Hasil analisis data tentang pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosi pada
siswa kelas XI SMK PGRI 3 Madiun tahun ajaran 2018/2019 juga memiliki pengaruh
signifikan terhadap kecerdasan emosi siswa. Ketika ada salah satu temannya bercerita mereka
hanya menanggapi sepatah dua patah kata saja, kurang menghiraukan teman yang ada
disekitarnya. Siswa tidak dapat membina hubungan yang baik dengan orang lain.
Sedangkan analisis data tentang pengaruh kecanduan gadget dan pergaulan teman
sebaya terhadap kecerdasan emosi pada siswa kelas XI SMK PGRI 3 Madiun tahun ajaran
2018/2019 menujukkan jika ada pengaruh kecanduan gadget dan pergaulan teman sebaya
Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 3
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

terhadap kecerdasan emosi siswa. Hal tersebut dapat ditafsirkan bahwa semakin tinggi tingkat
kecanduan gadget dan pergaulan teman sebaya maka akan memberikan pengaruh terhadap
sikap dan perilaku siswa dalam mengelola emosi diri serta membina hubungan dengan orang
lain. Berikut ini adalah tabel hasil data penelitian yang sudah dianalisis.
Tabel 1. Hasil Analisis Data Uji Hipotesis
Hipotesis Rhitung Rtabel Kriteria Keputusan Uji
Pengaruh kecanduan gadget
terhadap kecerdasan emosi pada
0,440 0,301 Rhitung > Rtabel Hipotesis diterima
siswa kelas XI SMK PGRI 3
Madiun tahun ajaran 2018/2019.
Pengaruh kecanduan gadget dan
pergaulan teman sebaya terhadap
kecerdasan emosi pada siswa 0,355 0,301 Rhitung > Rtabel Hipotesis diterima
kelas XI SMK PGRI 3 Madiun
tahun ajaran 2018/2019.
Hipotesis Fhitung Ftabel Kriteria Keputusan Uji
Pengaruh kecanduan gadget dan
pergaulan teman sebaya terhadap
kecerdasan emosi pada siswa 78,97 3,22 Fhitung > Ftabel Hipotesis diterima
kelas XI SMK PGRI 3 Madiun
tahun ajaran 2018/2019.

Berdasarkan hasil analisis data menujukkan bahwa pengaruh kecanduan gadget


memiliki sumbangan signifikansi lebih tinggi jika dibandingkan dengan pergaulan teman
sebaya dalam mempengaruhi kecerdasan emosi siswa terutama terkait dengan sikap siswa
dalam mengelola emosi dan membina hubungan dengan orang lain.
Hal tersebut diperkuat dengan pendapat Sundus (dalam Alrasheed dan Aprianti, 2018)
mendeskripsikan ada beberapa dampak negatif akibat kecanduan gadget antara lain:
keterlambatan dalam berbicara, kurangnya perhatian, keterlambatan belajar, kecemasan,
depresi, dan terbentuknya karakter yang buruk.
Berdasarkan penjelasan tersebut, menunjukkan bahwa kecanduan gadget memiliki
pengaruh yang sangat signifikan terhadap kecerdasan emosi siswa, sedangkan pergaulan
teman sebaya meskipun sama-sama mempengaruhi kecerdasan emosi, namun pengaruh yang
ditimbulkan kurang signifikan. Hal inilah yang menyebabkan bahwa kecanduan gadget
memiliki pengaruh yang besar terhadap kecerdasan emosi siswa kelas XI SMK PGRI 3
Madiun tahun ajaran 2018/2019.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang sudah dijelaskan pada kajian
pustaka maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Ada pengaruh kecanduan gadget terhadap
kecerdasan emosi pada siswa kelas XI SMK PGRI 3 Madiun tahun ajaran 2018/2019. Hal ini
dibuktikan dengan nilai rhitung > rtabel atau 0,440 > 0,301, maka hipotesis diterima, 2) Ada
pengaruh kecanduan gadget dan pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosi pada
siswa kelas XI SMK PGRI 3 Madiun tahun ajaran 2018/2019. Hal ini dibuktikan dengan nilai
rhitung > rtabel atau 0,355 > 0,301, maka hipotesis diterima, 3)Ada pengaruh kecanduan gadget
dan pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan emosi pada siswa kelas XI SMK PGRI 3
Madiun tahun ajaran 2018/2019. Hal ini dibuktikan dengan nilai Freg > Ftabel atau 78,97 > 3,22,
maka hipotesis diterima.

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 4
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Alrasheed, K. & Aprianti, M. (2018). Hubungan Antara Kecanduan Gadget Dengan


Kecerdasan Emosi Pada Remaja (Sebuah Studi Pada Siswa SMP Di Kecamatan
Setiabudi Jakarta Selatan). Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka


Cipta.

Arikunto, S. (2013). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asif, A. & Rahmadi, F. (2017). Hubungan Tingkat Kecanduan Gadget Dengan Gangguan
Emosi Dan Perilaku Remaja Usia 11-12 Tahun (Vol. 3, No 2). Semarang: Universitas
Diponegoro.

Damayanti, R. (2017). Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Pencapaian Tugas


Perkembangan Anak Usia Remaja Awal Sdn Di Kecamatan Godean(Skripsi,
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Danarjati, D., Murtiadi, A., & Ekawati, R. (2013). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta:
Graha Ilmu.

Darmadi, H. (2013). Dimensi-dimensi Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung:


Alfabeta.

Desmita. (2013). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Goleman, D. (2000). Emotional Intelligence. Jakarta: PT Gramedia.

Goleman, D. (2001). Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT


Gramedia.

Hurlock, E. (1978). Perkembangan Anak Jilid I (Alih Bahasa: Med. Meitasari Tjandrasa dan
Muslichah Zarkasih). Jakarta: Erlangga.

Idi, A. (2011). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Khodijah, N. (2014). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Machali, I. (2016). Statistik Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga


Yogyakarta.

Rahmawati, E. (2015). Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Dan Konsep Diri Terhadap
Kecerdasan Emosional Siswa Kelas V SD Negeri Se-Kecamatan Tegalrejo
Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015(Skripsi,Universitas Negeri Yogyakarta)

Santrock, J. (2003). Adolescence “Perkembangan Remaja”. Jakarta: PT Gelora Aksara


Pratama.

Santrock, J. (2007). Remaja Jilid 2. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.


Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 5
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

Santoso, T. (2013). Perilaku Kecanduan Permainan Internet Dan Faktor Penyebabnya Pada
Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri (Studi Kasus
Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Jatisrono Kabupaten Wonogiri)( Skripsi,
Universitas Negeri Semarang).

Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods).
Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanti, F. (2008). Menuju Masa Akil Balig. Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang.

Tirtarahardja U. & Sulo. (2010). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Trinika, Y. (2015). Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Psikososial Anak


Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Di TK Swasta Kristen Immanuel Tahun Ajaran 2014-
2015(Skripsi, Universitas Tanjungpura)

Vembriarto. (1993). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia.

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 6
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 3 No.1 (2019)
Online ISSN 2580-216X

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 7